cover
Contact Name
Bram Denafri
Contact Email
semnas_sasindo@unpam.ac.id
Phone
+6282284658383
Journal Mail Official
bram@unpam.ac.id
Editorial Address
Sastra Indonesia, Kampus UNPAM 2, Gd. B., Lt.5., Jalan Raya Puspiptek, Setu, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27472663     DOI : 10.32493/
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian Literature.
Articles 208 Documents
ANALISIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM NOVEL SIN KARYA FARADITA Miranda Putri Ningtias
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis implikatur percakapan beserta maksud implikatur percakapan yang terdapat dalam percakapan novel Sin karya faradita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan sumber data dalam penelitian ini adalah percakapan dalam novel Sin karya Faradita. Data percakapan yang diperoleh dari novel Sin karya Faradita dari bab 1 sampai bab 13. Setelah data terkumpul lalu dikasifikasikan berdasarkan jenis implikatur percakapannya serta maksud implikatur pada novel Sin karya Faradita. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, penulis mendapatkan data jenis implikatur percakapan dalam novel Sin karya Faradita terdapat 54 data yang terbagi menjadi (1) beberapa jenis implikatur percakapan, diantaranya implikatur pecakapan jenis deklaratif dan sebanyak 4 data, jenis implikatur percakapan interogatif sebanyak 14 data, jenis implikatur percakapan imperatif sebanyak 18 data, juga jenis implikatur percakapan ekslamatif sebanyak 18 data. Selain itu juga terdapat (2) maksud implikatur percakapan pada novel, diantaranya yaitu maksud menyampaikan informasi, maksud menanyakan, maksud memerintah dan maksud menyatakan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jenis implikatur percakapan yang paling dominan adalah jenis implikatur percakapan imperatif dengan maksud memerintah dan jenis implikatur percakapan ekslamatif dengan maksud menyatakan, yakni sebanyak 18 data dengan presentase 33%. Bahwa dalam novel Sin karya Faradita memperoleh banyak percakapan perintah dan seru juga terdapat maksud memerintah dan menyatakan. Hal ini dikarenakan novel ini memiliki tokoh utama wanita yang dominan aktif dan banyak memerintah tokoh utama laki-laki yang pendiam sehingga banyak ditemukan implikatur berjenis imperatif dan ekslamatif beserta maksud tuturannya yaitu memerintah dan menyatakan. 
REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM WACANA LISAN DIALOG PADA PROGRAM TALK SHOW CURAHAN (Sebuah Tinjauan Psikolinguistik) Ananda Putriani
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hal berikut. (1) Bagaimana perempuan merepresentasikan diri sendiri pada program Talk Show CHP di Trans Tv. (2) Bagaimana perempuan merepresentasikan laki-laki pada program Talk Show CHP di Trans Tv. (3) Bagaimana perempuan merepresentasikan perempuan lain pada program Talk Show CHP di Trans Tv. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Perempuan merepresentasikan diri sendiri ditemukan sebanyak 80 data. (2) Perempuan merepresentasikan laki-laki ditemukan sebanyak 76 data. (3) Perempuan merepresentasikan perempuan lain ditemukan sebanyak 9 data.Kata Kunci/Keywords: Representasi, analisis wacana, dialog, talkshow.
DEKONSTRUKSI DOMINASI LAKI-LAKI TERHADAP PEREMPUAN RURAL DALAM NOVEL AIB DAN NASIB KARYA MINANTO Marta Widyawati
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7878

Abstract

Masyarakat rural seringkali dikaitkan dengan nilai-nilai tradisional dan hubungan kekerabatan yang menjunjung keharmonisan. Dalam novel Aib dan Nasib (2020) karya Minanto terdapat banyak tokoh laki-laki maupun perempuan yang dihadapkan dengan masalah ekonomi dan konflik keluarga di lingkungan pedesaan(rural). Dengan memanfaatkan model pembacaan dekonstruksi dan konsep gender, penelitian ini berusaha mengungkapkan peran laki-laki rural dan perbandingannya dengan perempuan rural dalam menghadapi konflik keluarga dan kemiskinan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif-analitis. Penelitian akan diarahkan pada beberapa hal, pertama menentukan logos yang terdapat dalam novel. Kedua, menganalisis kontradiksi atau paradoks yang terdapat dalam teks. Ketiga, menganalisis perbedaan respon tokoh laki-laki dan perempuan dalam penyelesaian masalah di lingkungan rural. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Novel Aib dan Nasib berusaha membalikkan pandangan umum terkait laki-laki dengan menunjukkan kelemahannya dalam menghadapi masalah di lingkungan rural. Lingkungan rural yang identik dengan kemiskinan berpotensi menggoyahkan sisi maskulinitas tokoh laki-laki. Laki-laki yang diharapkan dapat menjadi pelindung dan sumber kekuatan keluarga justru menjadi pemicu masalah karena keegoisan dan ketidakmampuannya untuk berdamai dengan nasib. Hal ini berbanding terbalik dengan perempuan rural yang lebih mampu bertahan dan beradaptasi dengan berbagai kemungkinan permasalahan keluarga.
BIAS GENDER DALAM DONGENG ANALISIS NARATIF TERHADAP CERITA RAKYAT “MALIN DEMANG DAN PUTI BUNGSU” Ninawati Syahrul
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7869

Abstract

Status perempuan dalam keluarga dan dalam relasi sosial budaya seakan tidak habis-habisnya menjadi topik perbincangan dalam fiksi modern, termasuk fiksi lawas semisal cerita rakyat atau dongeng. Cerita rakyat bagi leluhur kita acap digunakan sebagai sarana suara hati untuk mengekspresikan fenomena sosial yang berkaitan dengan kedudukan istri/perempuan dalam suatu keluarga. Sesungguhnya masa silam merupakan suatu keniscayaan sebagai cermin asupan untuk membenahi kehidupan  masa kini. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah posisi perempuan yang dihadirkan dalam cerita rakyat “Malin Deman dan Puti Bungsu”? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan posisi perempuan yang dihadirkan dalam cerita rakyat “Malin Deman dan Puti Bungsu”. Penggambaran bias gender dalam ulasan ini dilakukan  dengan  menggunakan metode kualitatif dan model analisis wacana. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan teknik analisis naratif dengan penekanan feminisme. Setidaknya terdapat tiga temuan yang diperoleh dalam penelitian ini. Pertama, sikap perempuan yang pasif, pemaaf, tidak agresif, dan menampilan sosok perempuan yang baik sesuai dengan kodratnya. Kedua, perempuan yang baik memperlihatkan sikap yang tidak mampu mengubah nasib mereka sendiri tanpa dukungan laki-laki yang mejadi suaminya. Ketiga, perempuan sebagai korban kesewenangan, kekuasaan, dan kepemilikan laki-laki. Simpulan atau hasil penelitian ini mengukuhkan stereotip gender bahwa perempuan yang layak menjadi istri  idaman adalah perempuan yang cantik, bertubuh gemulai sempurna, lemah tanpa daya, dan tidak mampu menolong dirinya sendiri tanpa dukungan pria atau pasangan hidupnya. Hal ini tentu saja  mengganjal “roh”  perjuangan  feminisme tentang  kesataraan antara perempuan dan kaum pria di negeri tercinta ini.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) DALAM PERSPEKTIF PSIKOLINGUISTIK Arlinda Purnamasari
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10822

Abstract

Pemelajar BIPA biasanya menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua (B2) atau bahasa ketiganya (B3) sehingga setiap pemelajar memiliki perbedaan bahasa pertama (B1), perbedaan latar belakang sosiokultural, dan perbedaan tujuan mempelajari bahasa Indonesia. Perbedaan tersebut dapat menjadi faktor munculnya problematika dalam pembelajaran BIPA. Tulisan ini akan lebih memfokuskan permasalahan dalam pembelajaran BIPA terutama pada aspek psikolinguistik. Tujuan dilakukannya penelitian ini antara lain: 1) mendeskripsikan pengaruh kurangnya modal kultural pemelajar BIPA tentang Indonesia terhadap pembelajaran BIPA, 2) mendeskripsikan pengaruh kurangnya praktik penggunaan bahasa Indonesia oleh pemelajar BIPA terhadap pembelajaran BIPA, 3) mendeskripsikan pengaruh beban psikologis pemelajar BIPA terhadap pembelajaran BIPA. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui teknik studi pustaka. Berdasarkan problematika yang muncul, pengajar dan pemelajar harus bersinergi mewujudkan proses pembelajaran yang interaktif, inovatif, dan bermakna. Pemelajar harus berusaha beradaptasi dengan keadaan sosiokultural Indonesia. Pengajar dapat memberikan gambaran tentang negara Indonesia karena kejutan budaya dan kejutan bahasa akan menghambat pemerolehan bahasa pemelajar. Selain itu, pemelajar harus terus mempraktikkan kemampuannya dalam berbahasa Indonesia dan berinteraksi secara emosional dengan lingkungan di Indonesia. Pengajar juga harus melihat bahwa kesalahan yang dilakukan pemelajar BIPA merupakan hal yang wajar. Selain itu, pengajar harus terus memberikan afirmasi positif dan motivasi kepada pemelajar.Kata kunci: problematika pembelajaran, bahasa Indonesia bagi penutur asing, psikolinguistik.
RETORIKA DAKWAH USTAZ HANAN ATTAKI PADA EPISODE “SIFAT MUNAFIK” Dwi Septiani
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7858

Abstract

Perkembangan teknologi media sosial seperti Youtubemembuat seseorang pendakwah populer di media sosial dilihat dari banyaknya jamaah, kalangan muda khususnya. Ia termasuk pendakwahmempunyai ciri khas dalam berceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mengontruksi proses penyusunan retorika dalam dakwah Ustaz Hanan Attaki dalam video kajian berjudul “Sifat Munafik” di Youtube. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian retorika ini adalah metode deskriptif kualitatif.Metode yang digunakan dalam  penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yangdiperoleh melalui observasi dan dokumentasi, dan sampling. Data berupa salah satu video berjudul “Sifat Munafik” dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan teori-teori terkait. Hasil penelitian membuktikan bahwa retorika yang digunakan oleh Ustaz Hanan Attaki meliputiempat hal, yakni gaya bahasa, diksi, dan intonasi yang khas. Pertama, ditemukan adanya penerapan gaya bahasa klimaks, antiklimaks, dan repetisi dalam video tersebut. Kedua, diksi yang digunakan adalah kata sapaan, kata percakapan, dan kata khusus. Ketiga, intonasi yang paling dominan digunakan oleh Ustaz Hanan Attaki adalah nada turun naik. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan gaya bahasa, diksi, dan intonasi yang tepat dalam ceramah Ustaz Hanan Attaki sangat berpengaruh terhadap penyampaian isi ceramah kepada jemaah.
KESANTUNAN LINGUISTIK PADA KOMUNIKASI MELALUI PESAN WHATSAPP SAAT BEKERJA DARI RUMAH SELAMA PANDEMIK COVID-19 Ilmatus Sa’diyah
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.2 Mei 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i2.10813

Abstract

Aspek utama yang lebih banyak dipertimbangkan saat berkomunikasi secara tertulis dengan orang lain melalui whatsApp adalah kesantunan. Bahkan, pertimbangan kesantunan jauh lebih tinggi daripada maksud pesan di dalamnya. Walaupun whatsApp sudah dilengkapi dengan beragam ekspresi (emoticon), hal itu belum cukup untuk menampilkan kesantunan linguistik pengirim pesan. Oleh karena itu, analisis kesantunan linguistik pada pesan tertulis yang dikirim melalui pesan whatsApp perlu dilakukan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk, strategi, dan fungsi kesantunan linguistik pada komunikasi melalui pesan whatsApp selama masyarakat bekerja dari rumah pada pandemik covid-19. Teori kesantunan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kesantunan Leech pada fungsi kesantunan (1993) dan bentuk kesantunan oleh Oktavianus dan Revita pada bentuk kesantunan (2013). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini berasal dari pesan tertulis di whatsApp yang masuk ke peneliti. Data pengirim pesan tidak ditampilkan. Data dianalisis dengan metode padan pragmatik dan kontekstual. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 3 bentuk kesantunan dan 5 fungsi kesantunan. Bentuk kesantunan meliputi kesantunan meminta, bertanya, dan memuji. Fungsi kesantunan meliputi fungsi kompetitif, menyenangkan, kerja sama, dan bertentangan. Kata kunci: kesantunan linguistik, kesantunan pesan tertulis, fungsi kesantunan, bentuk kesantunan
KARAKTER DAN HUBUNGAN SOSIAL TOKOH SUTI DALAM NOVEL SUTI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Rerin Maulinda
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 1, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Sasindo Unpam Vol.1 No.1 November 2020
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v1i1.7883

Abstract

Manusia dilahirkan seorang diri, namun mereka harus hidup bermasyarakat. Karena dalam sebuah hubungan antar manusia dengan manusia lain, yang lebih pentingadalah reaksi yang timbul sebagai akibat hubungan-hubungan. Reaksi tersebutlah yang menyebabkan tindakan seseorang menjadi tambah luas. Di dalam memberikan reaksi tersebut, ada suatu kecenderungan manusia untuk memberikan keserasian dengan tindakan-tindakan orang lain. Semua yang di timbulkan kelompok-kelompok sosial atau sosial group di dalam kehidupan manusia. Kelompok-kelompok sosial tersebut merupakan himpunan atau kesatuan-kesatuan. Sosok Suti dalam kisah ini merupakan wanita desa yang memiliki karakter sopan dan santun kepada yang kebih tua. Walaupun sosok yang dihormati memberikan luka mendalam dalam kehidupannya. Sosok Suti merupakan sosok yang mudah bergaul dan memiliki prinsip bahwa hidup harus dijalani dengan kebahagiaan.
ANALISIS INTERFERENSI DALAM BAHASA SEHARI-HARI PADA MEDIA SOSIAL (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Alika Putri Utami; Meyvia Natallia; Nurul Khasanah
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16698

Abstract

Penelitian ini menguraikan penggunaan bahasa pada media sosial. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi dan interaksi bagi sesama pengguna media sosial. Kebanyakan pengguna media sosial dari berbagai kalangan dan tidak mengenal batas ruang maupun waktu. Oleh sebab itu, bahasa yang bersifat arbitrer, dinamis, dan beragam turut menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Hal tersebut, mengakibatkan kontak bahasa sehingga terjadi peristiwa interferensi dalam penggunaan bahasa Indonesia. Peristiwa interferensi yang ditemukan pada media sosial yakni adanya penggunaan bahasa daerah, penggunaan bahasa gaul, dan penggunaan bahasa asing, yang dapat merusak kemurnian bahasa Indonesia. Adanya peristiwa interferensi pada media sosial disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor pertama, bahasa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Faktor kedua, penggunaan bahasa daerah yang kembali marak digunakan. Faktor ketiga adanya kewajiban menguasai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional. Dan faktor yang ketiga munculnya bahasa-bahasa baru yang disebut bahasa gaul.  Penelitian ini mengkaji tentang interferensi yang terdapat pada media sosial berupa Facebook, Instagram, Twitter, dan WhatsApp. Penelitian ini memiliki dua tujuan yaitu (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk interferensi bahasa sehari-hari pada pengguna media sosial. (2) Mendeskripsikan jenis-jenis interferensi bahasa sehari-hari pada pengguna media sosial. Dalam mengungkapkan fenomena kebahasaan peristiwa interferensi, penelitian ini tergolong ke dalam metode penelitian deskriptif kualitatif.  Untuk pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa kata yang menunjukkan bentuk-bentuk peristiwa interferensi pada media sosial. Dari hasil pada penelitian ini telah menunjukkan bahwa (1) 18 data tergolong ke dalam interferensi fonologis (2) 13 data tergolong ke dalam interferensi morfologi. (3) 14 data tergolong ke dalam interferensi sintaksis. (4) 9 data tergolong ke dalam interferensi semantis.Kata Kunci: Sosiolinguistik, Kontak Bahasa,Interferensi, Media Sosial
PENYAMPAIAN ASPEK KRITIK SOSIAL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA) Ansani Intan Oktaviana
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16687

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) memaparkan kritik sosial pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dan (2) memaparkan bentuk penyampaian kritik sosial pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata. Subjek penelitian adalah novel Orang-orang Biasa karya Andrea Hirata. Metode penelitian yang digunaka, yaitu metode deskriptif kualitatif. Penelitian difokuskan pada penyampaian masalah yang berkaitan dengan pengaruh isu-isu kelas sosial. Permasalahan tersebut kemudian dikaji dengan teori pendekatan sosiologi sastra. Data diperoleh dengan cara teknik pustaka, baca dan catat. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang peneliti kumpulkan dan analisa, diperoleh: (1) empat aspek kritik sosial dominan, yaitu (a) kritik sosial ekonomi yang tidak merata dan tidak adil pada masyarakat miskin; (b) kritik sosial pendidikan terhadap warga miskin tidak sesuai harapan yang mana menurunkan tingkat motivasi untuk belajar; (c) kritik sosial kekuasaan meliputi masalah tindak pembulian dan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepuasan pribadi; dan (d) kritik sosial moral meliputi tindak terpuji maupun tercela yang berlaku di masyarakat umum; dan (2) bentuk penyampaian kritik sosial secara langsung (eksplisit) yang disampaikan oleh para tokoh melalui tindak aksi maupun dialog dalam novel, mampu dipahami dengan mudah oleh pembaca awam; dan bentuk penyampaian tidak langsung (implisit) yang memerlukan tingkat pemahaman lebih untuk dapat mengungkap maksud utama pengarang. Peneliti menganalisis makna-makna atau amanat tersirat dalam novel, dan kemudian merelevansikan penemuan tersebut dengan kehidupan nyata.Kata Kunci: Kritik Sosial, Aspek Sosial, Sosiologi Sastra, Bentuk Penyampaian Kritik Sosial

Page 5 of 21 | Total Record : 208