cover
Contact Name
Bram Denafri
Contact Email
semnas_sasindo@unpam.ac.id
Phone
+6282284658383
Journal Mail Official
bram@unpam.ac.id
Editorial Address
Sastra Indonesia, Kampus UNPAM 2, Gd. B., Lt.5., Jalan Raya Puspiptek, Setu, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27472663     DOI : 10.32493/
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian Literature.
Articles 208 Documents
INFERIORITAS PEREMPUAN SEBAGAI STRATEGI YANG MENGHENTAK LAKI-LAKI: STUDI POSTMEMORI CERPEN DUA KELAMIN BAGI MIDIN KARYA ARSWENDO ATMOWILOTO Eva Dwi Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22095

Abstract

Perempuan cenderung diposisikan sebagai inferior. Namun, posisi tersebut tidak selalu ajeg dalam operasionalisasinya. Inferioritas perempuan dapat menjadi  strategi utuk menunjukkan hal yang sebaliknya, yakni upaya mencapai legitimasi posisinya yang setara dengan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hal tersebut dalam cepen Dua Kelamin bagi Midin karya Arswendo Atmowiloto. Metode dan teori yang digunakan dalam peneltian ini melalui pemaparan deskriptif analitis dan teori postmemori. Temuan yang diperoleh menujukkan bahwa inferioritas perempuan yang ditampilkan di dalam cerpen, adalah strategi untuk memposisikan kedudukannya yang setara dengan laki-laki. Keberhasilan strategi tersebut tidak lepas dari pelembagaan kondisi-kondisi traumatik yang ditransmisikan oleh tokoh perempuan kepada tokoh laki-laki yang bernama Karto Midin.Kata-kata kunci: inferioritas, strategi, dan postmemori.
PENGALAMAN PRIBADI WANITA KARIR YANG SUKSES SEBAGAI INSPIRASI MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER DALAM KEPEMIMPINAN Herianti Herianti; Yusak Hudiyono; Widyatmike Gede Mulawarman
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22083

Abstract

Perempuan saat ini masih dianggap lemah menjadi seorang pemimpin di instansi pemerintahan. Fokus perhatian penelitian ini yaitu wacana kepemimpinan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perempuan yang tidak ingin berpendidikan tinggi dan menjadi pemimpin, kurang dipercaya menjadi pemimpin, serta mendeskripsikan pengalaman pribadi widyaiswara berjuang mencapai puncak karir dalam kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, analisis wacana kritis model sara mills, media youtube terhadap wacana yang berjudul “Perempuan dan Kesetaraan Gender” yang live pada youtube Sumbar Rancak Bana Padang TV tanggal 26 Maret 2021. Perempuan yang menjadi subjek pencerita, tetapi representasi perempuan dalam berita masih bias. Pembawa acara sebagai subjek sedangkan objek dari tayangan tersebut adalah narasumber (widyaiswara) yang mewakili perempuan yang kurang dipercaya menjadi pemimpin seperti narasumber berperan sebagai wanita karir yang bertugas memberi pelatihan kepada aparatur untuk menghasilkan pemimpin yang cerdas dan berkarakter. Perempuan pada wacana posisinya mendefinisikan dan ia dapat menampilkan dirinya sebagai wanita karir yang berkomitmen menjalankan tugasnya meskipun seorang ibu rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa narasumber sangat mendukung perempuan diperlakukan secara adil dalam hal kepemimpinan seperti dirinya yang sukses dalam karir dan ibu rumah tangga. Untuk itu, perempuan diberikan pelatihan untuk menghasilkan kesetaraan gender.Kata-kata kunci: perempuan, kesetaraan gender, analisis wacana kritis, pendidikan dan pelatihan
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM NOVEL PENARI DARI SERDANG KARYA YUDHISTIRA ANM MASSARDI (KAJIAN PRAGMATIK) Reni Tania; Zamzam Nurhuda
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22073

Abstract

Penelitian yang berjudul “Tindak Tutur Ekspresif dalam Novel Penari dari Serdang Karya Yudhistira Anm Massardi” ini, bertujuan untuk: mencari bentuk dan fungsi dari tindak tutur ekspresif dalam novel Penari dari Serdang karya Yudhistira Anm Massardi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan untuk menjawab semua permasalahan yang ada yaitu dengan menerapkan metode Sampling Purposive dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Proses analisis data dalam penelitian ini di lakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data dan mendeskripsikan data. Dalam tinjauan pustaka, di lakukan dengan cara mengumpulkan berbagai literatur, maupun buku-buku yang berhubungan dengan judul skripsi ini. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, terdapat 31 data dari lima bentuk yang disertai fungsi dari tindak tutur ekspresif dalam novel Penari dari Serdang karya Yudhistira Anm Massardi, yaitu 1) memuji: dalam konteks menyenangkan hati lawan tutur, 2) berterima kasih: dalam konteks bersyukur atas apa yang diterima orang lain, menghargai dan menghormati keabaikan yang diberikan orang lain, 3) meminta maaf: dalam konteks rasa penyesalan akan suatu hal buruk yang telah dilakukan terhadap orang lain, rasa tidak enak hati dan sungkan. 4) mengeluh: dalam konteks ketika merasa tidak puas, kecewa, atau menyesali suatu ketidakberdayaan, 5) mengucap selamat: dalam konteks ikut berbahagia atas hal baik yang terjadi pada mitra tutur, menghargai, dan mengaprisiasi pencapaian yang di dapat mitra tutur.Kata kunci: Pragmatik, Tindak tutur, Ekspresif.
MAKNA TRADISI LARUNG ARI-ARI PADA MASYARAKAT JAWA : SEBUAH ANALISIS FENOMENOLOGIS ALFRED SCHUTZ Rerin Maulinda
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22101

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi tentang salah satu aktifitas sosial budaya dalam mayoritas masyarakat yang memperlakukan ari-ari bayi dengan cara dikubur. Akan tetapi, Ada sekelompok masyarakat yang memperlakukan ari-ari bayi dengan cara di larungkan ke sungai. Keaneka ragaman budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia dimulai dari kelahiran dan kematian sebagai penutup. Larung dan medhem ari-ari merupakan bagian dari budaya kelahiran sang jabang bayi. Hal ini dilakukan sebagai rasa percaya untuk tidak memisahkan roh dan sosok jabang bayi tersebut. Prosesi ini dipercaya memberikan keselamatan dan kentetraman akan hidup sang jabvang bayi. Adapun proses yang dimulai dengan mencuci ariari tersebut hingga bersih lalu dibungkus kain putih dan diletakkan di dalam kendi. Apabila prosesi berupa larung, maka ari-ari dalam kendi akan dihanyutkan di sungai. Namun jika prosesi berupa mendhem, maka akan dipilih tempat baik di sekitar perkarangan rumah untuk menguburkan kendi berisi ari-ari si jabang bayi tersebut. Budaya ini terus berlangsung turun temurun seusia dengan kepercayaan dan keputusan keluarga yang bersangkutanKata kunci : Antropologi; Budaya Jawa; Larung ari-ari atau Medhem ari-ari
TELAAH EMOSI TOKOH DALAM NOVEL CERMIN JIWA KARYA S. PRASETYO UTOMO Aryani Aryani
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22089

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan klasifikasi emosi tokoh Abah dalam novel Cermin Jiwa karya S. Prasetyo Utomo dan menjelaskan adanya hubungan antara emosi dengan konflik pada tokoh Abah dalam novel Cermin Jiwa karya S. Prasetyo Utomo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah klasifikasi emosi David Krech, klasifikasi emosi dalam perspektif David Krech meliputi konsep rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, rasa malu, kesedihan, kebencian, dan cinta. Adapun sumber data pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer pada penelitian ini adalah novel Cermin Jiwa karya S. Prasetyo Utomo. Sedangkan sumber data sekunder pada penelitian ini berasal dari buku-buku atau internet yang terkait penelitian. Simpulan penelitian ini mencakup tiga hal. Pertama, adanya klasifikasi emosi pada tokoh Abah meliputi konsep rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, kesedihan, kebencian, dan cinta. Kedua, adanya hubungan antara emosi dengan konflik pada tokoh Abah dan Zahra dalam novel Cermin Jiwa karya S. Prasetyo Utomo.Kata kunci: Klasifikasi Emosi, Rasa, tokoh.
MAKNA IDIOMATIK DALAM MAJALAH BERITA TEMPO Sumiyati Sumiyati; Ratna Juwitasari Emha
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22079

Abstract

Penelitian ini membahas tentang makna idiomatik yang terdapat dalam majalah berita Tempo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan makna idiom yang terdapat dalam majalah berita Tempo. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan catat. Data pada penelitian ini adalah idiom dalam dua edisi majalah berita Tempo edisi 28 Agustus 2021 dan 04 September 2021. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori linguistik, diantaranya teori semantik, makna, makna leksikal, makna idiomatik, idiom, bentuk-bentuk idiom, dan ciri-ciri idiom. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dua jenis idiom pada majalah Tempo yaitu idiom penuh dan idiom sebagian dengan total 34 idiom. Penggunaan idiom dalam majalah berita Tempo bertujuan untuk memperhalus penyampaian kata yang bersifat sindiran khususnya dalam berita politik.  Berdasarkan semua temuan idiom yang ada, dapat ditarik kesimpulan bahwa idiom-idiom tersebut lebih banyak menginterpretasikan tentang: 1. Kritik, keluhan, dan protes masyarakat kepada Pemerintah, KPK, dan Kepolisian, 2. Aspirasi masyarakat kepada pemerintah, 3. Opini masyarakat terhadap kinerja pemerintah.Kata-kata kunci: idiom, makna idiomatik, majalah Tempo
PROSES FONOLOGIS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG TERLIBAT DALAM UJARAN ANAK BERUSIA TIGA TAHUN : SEBUAH KASUS PENELITIAN Risya Ayu Irawati; Lia Maulia
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22096

Abstract

Bahasa yang dihasilkan pada masa kanak-kanak sangat unik. Sebelum dapat mengucapkan bahasa secara fasih, anak-anak harus melewati tahapan dalam proses pemerolehan bahasa dan proses fonologisnya. Proses pemerolehan bahasa dan proses fonologis pada anak dipengaruhi oleh beragam faktor, baik secara internal maupun eksternal. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis proses fonologis  yang terjadi pada anak berusia 3 sampai 3,5 tahun, mengungkap jenis proses fonologis  yang paling sering muncul, dan menjelaskan faktor- faktor yang mempengaruhi proses fonologis tersebut. Penelitian ini merupakan Observational case study yang melibatkan 5 orang responden. Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu 1 bulan dengan pengawasan dan pendampingan dari orang tua responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses fonologis pada anak terjadi substitution, assimilation, and syllable structure. Sementara proses yang paling sering terjadi pada ujaran dari kelima responden adalah gliding dan deletion. Faktor internal terkait morfologi alat ucap seperti panjang lidah, mempengaruhi kemampuan anak dalam melafalkan bunyi alfabet sehingga turut mempengaruhi cara anak mengucapkan dan memproduksi bahasa. Selain itu faktor usia mempengaruhi kesiapan anak dalam memproduksi bunyi bahasa. Dari kelima responden, anak dengan umur yang lebih tua lebih baik dalam mengucapkan bunyi bahasa. Sementara faktor eksternal seperti tontonan  turut mempengaruhi perbedaharaan kata pada anak. Anak yang sering menonton acara televisi yang disertai dengan nyanyian memperoleh kemampuan bahasa yang lebih baik yang dapat meningkatkan kemampuan anak dalam menghasilkan bunyi bahasa yang benar.Kata kunci : proses fonologis, morfologi alat ucap, usia , pemerolehan bahasa anak, nyanyian.
TINDAK TUTUR LOKUSI DAN ILOKUSI PADA PEMBELAJARAN SISWA SMP PGRI 1 CILONGOK Irchas Dwika Suryandaru; Agnes Riska Rifatul Imammi; Didi Pramono; Asep Purwo Yudi Utomo
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22084

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tindak tutur jenis lokusi dan ilokusi pada pembelajaran siswa SMP PGRI 1 Cilongok. Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan jenis tindak tutur yang guru gunakan saat pembelajaran dalam video pembelajaran yang terjadi di kelas VIII SMP PGRI 1 Cilongok. Artikel penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang digunakan ini bersumber dari materi dan video pembelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berasal dari analisis observasi. Hasil penelitian artikel ini adalah terdapat jenis tindak tutur oleh guru pada proses kegiatan belajar mengajar di kelas VII SMP Negeri 1 PGRI Cilongok, yaitu tindak tutur lokusi dan ilokusi. Dalam penelitian ini memperoleh empat tuturan untuk jenis tindak tutur lokusi, sedangkan ilokusi berjumlah satu tuturan saja. Tindak tutur lokusi yang ditemukan dan dianalisis tidak memiliki makna ganda dan lugas, sedangkan tindak tutur ilokusi memiliki maksud lain dari makna sebenarnya. Lalu, ditemukan fungsi atau kategori Searle dari ujaran-ujaran tersebut yang terdiri atas fungsi ekspresif dan didominasi oleh fungsi direktif. Oleh karena itu, setiap tindak tutur memiliki sebuah makna dan maksud, namun setiap maksud tersebut harus disesuaikan dengan konteks atau situasi tutur yang sedang terjadi dan melibatkan fungsi yang berbeda. Artikel ini diharapkan memberi manfaat dalam bentuk kontribusi penelitian dalam bentuk pemahaman lebih mendalam terkait tindak tutur dalam pembelajaran antara guru dan peserta didik, khususnya tindak tutur lokusi dan ilokusi. Manfaat lain yang ada dalam penelitian ini adalah memberikan kontribusi dalam penggunaan referensi atau sebagai acuan dalam pembuatan artikel selanjutnya dengan topik tindak tutur jenis lokusi dan ilokusi.Kata-kata kunci: pragmatik, tindak tutur, lokusi, ilokusi
ANALISIS PENERAPAN SINTAKSIS PADA KARANGAN CERITA ANAK SEKOLAH DASAR Fauzatul Ma’rufah Rohmanurmeta
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22074

Abstract

Karangan cerita anak merupakan salah satu jenis karya sastra yang dihasilkan anak dalam bentuk karangan deskripsi. Dalam penerapan sintaksis dari hasil karangan cerita anak terdapat berbagai kekeliruan. Kekeliruan tersebut disebabkan adanya struktur susunan kata yang dibuat anak tidak gramatis sehingga menyebabkan berubahnya makna dalam struktur penggunaannya. Hal ini disebabkan karena minimnya kosa kata yang dimiliki peserta didi di SD, dan minimnya pengetahuan peserta didik tentang struktur Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penerapan sintaksis yang terletak pada karangan cerita anak SDN 1 Plalangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode agih. Metode agih dilakukan dengan berpedoman pada langkah-langkah: 1) pengumpulan sampel kekeliruan, 2) mengidentifikasi kekeliruan, 3) penjelasan kekeliruan, 4) pengelompokan kekeliruan, dan 5) evaluasi kekeliruan.  Jenis penelitian yang digunakan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk karangan cerita anak yang ditulis oleh peserta didik. Penelitian ini menggunakan sumber data peserta didik kelas III SDN 1 Plalangan, Kecamatan jenangan, Kabupaten Ponorogo dengan jumlah 29 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes menulis karangan cerita anak dalam Bahasa Indonesia dengan tema binatang. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa terdapat kekeliruan dalam penggunaan sistaksis yang terletak pada frasa nomina, preposisi, pronominan, dan adjektiv. Frasa nomina memiliki 2 jenis kekeliruan penggunaan, fase preposisi memiliki 8 jenis kekeliruan penggunaan, frasa pronominan memiliki 7 jenis kekeliruan penggunaan, dan frasa adjektif memiliki 4 jenis kekeliruan penggunaan. Kata-kata kunci: Analisis Penerapan, Sintaksis, Karangan Cerita Anak.
Nasionalisme dalam Sastra Melayu Rendah (Tionghoa); Kajian Postkolonial Diaz Vindrariatno
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22102

Abstract

Bahasa Melayu Tionghoa dikatakan sebagai bahasa Melayu Rendah salah satunya karena alasan politis pemerintah kolonial. Etnis Tionghoa dianggap sebagai orang-orang yang berpemahaman kiri, yakni pemahaman Sosialis-Komunis. Paham ini dianggap sebagai sebuah ideologi yang dapat mengganggu kebijakan dan aturan-aturan pemerintah. Dengan adanya kajian postkolonialisme, perhatian-perhatian tentang keberadaan karya sastra masa kolonialisme mulai memberikan kritisinya. Sin Po merupakan sebuah surat kabar berbahasa Melayu Rendah (Tionghoa) dan Belanda yang pernah terbit di Indonesia sejak Oktober 1910. Analisis dilakukan guna melihat bentuk pesan nasionalisme yang disampaikan oleh surat kabar Sin Po sebagai surat kabar berbahasa Melayu Rendah dalam cerpen saduran yang berjudul “Satoe Anak Miskin Italie” dengan menggunakan kajian postkolonial. Peneliti juga ingin menganalisis bentuk kemiskinan masyarakat Eropa saat itu dan diakitkan dengan bentuk kemiskinan di Hindia Belanda (Indonesia). Metode yang digunakan dalam analisis cerpen “Satoe Anak Miskin Italie” yaitu dengan metode riset yang bersifat deskriptif dan analitis. Dalam metode ini akan digambarkan fenomena-fenomena yang terjadi di masa lampau sesuai dengan keadaan latar waktu cerpen. Penelitian menggunakan koran atau surat kabar Sin Po edisi 10 November 1928 yang didapatkan secara digital dari laman web Monash University. Hasil analisis cerpen “Satoe Anak Miskin Italie” yang dimuat pada surat kabar Sin Po edisi 10 N0vember 1928 mengangkat isu postkolonialisme, hal ini terlihat dari kandungan unsur nasionalisme yang tercermin dari perilaku sang pemuda sebagai tokoh utama. Menurut pandangan peneliti, dalam cerpen ini Sin Po ingin ikut serta menggelorakan semangat nasionalisme di Indonesia, Sin Po menyentil para penjilat dan rakyat pribumi yang bekerjasama dengan pemerintah kolonial untuk menindas rakyatnya sendiri.Kata-kata kunci: sastra melayu rendah, postkolonialisme, deskriptif analisis, nasionalisme, sin po.

Page 9 of 21 | Total Record : 208