cover
Contact Name
Bram Denafri
Contact Email
semnas_sasindo@unpam.ac.id
Phone
+6282284658383
Journal Mail Official
bram@unpam.ac.id
Editorial Address
Sastra Indonesia, Kampus UNPAM 2, Gd. B., Lt.5., Jalan Raya Puspiptek, Setu, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27472663     DOI : 10.32493/
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian Literature.
Articles 208 Documents
CEBONG, KAMPRET, DAN KADRUN DALAM KONTESTASI PILPRES 2019: TINJAUAN KESELARASAN ANTARA TEORI SPEAKING DENGAN OOE MAU BICARA M. Wildan M. Wildan
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16686

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa kontestasi Pilpres 2019 paling tidak telah memproduksi tiga leksikon: cebong, kampret, dan kadrun. Ketiga leksikon ini menjadi viral penggunaannya di kalangan pendukung atau simpatisan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno dalam rangka elektabilitas serta popularitas pasangan calon. Terseretnya leksikon cebong, kampret, dan kadrun ke arus politik Pilpres 2019 tentu secara latar psikologis (scene) dan partisipan (participants) tidak bisa dinapikan dari pendulangan suara antar pasang calon. Dengan demikian, cebong, kampret, dan kadrun merupakan leksikon apolitik yang politik serta memungkinkan sekali dikaji dari sudut teori SPEAKING sebagaimana yang dipelopori oleh Dell Hymes serta terbuka peluang untuk diselaraskan dengan teori yang dikembangkan oleh Soepomo Poedjasoedarmo berupa OOE MAU BICARA. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menerapkan dua teknik, yaitu: teknik catat dan teknik dokumentasi. Teknik catat dapat diterapkan pada pemerolehan data secara virtual melalui tangkapan layar (screen shoot) dari media daring atau mencatat ke dalam kartu data. Adapun teknik dokumentasi dapat diaplikasikan melalui pendokumentasian pada sejumlah koran seperti antara lain: harian Kompas, Republika, Sindo, Warta Kota, dan Tangerang Raya. Tulisan ini menyimpulkan bahwa kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin termasuk kemenangan bahasa yang dikontestasikan di ruang media daring dan luring yang termanipestasikan ke dalam sendi-sendi SPEAKING serta OOE MAU BICARA.
PENGGUNAAN JARGON DALAM DUNIA MEDIS DI DINAS KESEHATAN TANGERANG SELATAN Sri Zumaerah; Zamzam Nurhuda
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.17108

Abstract

Dinas Kesehatan RSUD Tangerang Selatan sebagai pelaksana otonomi daerah dalam bidang kesehatan masyarakat bertugas melaksanakan pelayanan umum dalam bidang medis seperti pencegahan penyakit, rujukan, usaha kesehatan masyarakat, dan memberikan sumber daya kesehatan dan kenyamanan bagi para pasien. Dan karena itu RSUD Tangerang Selatan memiliki jargon yang digunakan dalam keseharian dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data jargon yang terdapat pada Dinas Kesehatan RSUD Kota Tangerang Selatan, mendeskripsikan bentuk lingual,dan mendeskripsikan alasan pemakaian jargon pada Dinas Kesehatan RSUD Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskrptif kualitatif. Dilanjutkan dengan pengumpulan data dengan cara menyimak, merekam dan mencatat hasil peneltian. Kemudian dilanjutkan dengan analisi data dengan simak bebas libat cakap, rekam, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian jargon hanya digunakan pada media komunikasi saja dapat melalui Handy Talking dan pesan singkat sedangkan pada komunikasi langsung jargon tidak dipakai. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pemakaian jargon pada RSUD Kota Tangerang Selatan dilakukan untuk mempersingkat tuturan, memperjelas, menjadikan komunikasi efektif, tidak melebar ke permasalahan lain, dan membedakan dengan masyarakat di luar Dinas Kesehatan Kata Kunci: Sosiolinguistik, Ragam Bahasa, Jargon, Dinas Kesehatan. 
TINDAK TUTUR DALAM DIALOG FILM PENDEK TILIK PRODUKSI AKUN YOUTUBE RAVACANA FILMS (KAJIAN PRAGMATIK) Izatya Andini
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16703

Abstract

adalah (1) mendeskripsikan jenis tindak tutur dialog dalam film Tilik produksi akun youtube Ravacana Films. (2) mendeskripsikan respons dalam film Tilik produksi akun youtube Ravacana Films. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek yanng diteliti dalam penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam film Tilik produksi akun youtube Ravacana Films. Data yang ditemukan berjumlah 63 data yang diperoleh dengan menggunakan teknik simak dan catat dalam teknik pengumpulan data. Hasil penelitian dan analisis dari 63 data menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis bentuk tuturan sebagai berikut. (1) jenis tindak lokusi 14 data (contoh: menyatakan, memberitakan, menginformasikan), (2) ilokusi 27 data (contoh: bertanya, menyarankan, berterima kasih), dan (3) perlokusi 22 data (contoh: mempengaruhi, mengajak, meyakinkan). Respons yang ditemukan dalam dialog film Tilik produksi akun youtube Ravacana Films yaitu respons positif 33 data dan respons negatif 15 data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bentuk tuturan ilokusi lebih dominan dibanding bentuk tuturan lainnya. Sedangkan respons yang dominan adalah respons positif.Kata Kunci : film, lokusi, ilokusi, perlokusi dan respons 
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RAINBOW CAKE KARYA RAYNI M. MASSARDI DAN CHRISTYAN AS Melani Pita Dwi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur dan dinamika pembentuk kepribadian tokoh utama dalam karya sastra dalam hal ini novel Rainbow Cake karya Rayni M. Massardi dan Christyan A.S. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini menganalisis kepribadian tokoh utama yang ada pada novel Rainbow Cake karya Rayni M. Massardi dan Christyan A.S. dengan menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca. Data keseluruhan berjumlah 30. Setelah data terkumpul dan dianalisis struktur dan dinamika pembentuk kepribadian dapat dijelaskan bahwa 30 data  yang ditemukan tersebut diklasifikasikan menjadi tiga jenis struktur yaitu: (1) id sebanyak 9 data, (2) ego sebanyak 10 data, dan (3) superego sebanyak 11 data. Dinamika pembentuk kepribadian yaitu: (1) insting kehidupan sebanyak 26 data, dan (2) insting kematian sebanyak 4 data. Kepribadian tokoh utama yang bernama Hilda dalam novel Rainbow Cake karya Rayni M. Massardi dan Christyan A.S memberikan banyak pelajaran untuk para pembaca, pembaca harus mengambil pesan positif dan juga peran orangtua sangat penting untuk tumbuh kembang anaknya.Kata Kunci: Id, Ego, Superego, Psikologi Sastra, Novel
PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM UNGGAHAN INSTAGRAM Ani Mulyani; Deva Okta Riandini; Shavira Nia Umardi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.1 NOVEMBER 2021
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i1.16710

Abstract

Penggunaan campur kode sudah menjadi salah satu hal yang sering ditemukan disosial media, oleh karenanya penulis melakukan penelitian tersebut khususnya instagram. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti dalam penelitian ini menggunakan sumber data dari unggahan-unggahan instagram yang terdapat pada akun JakartaKeras, Overheardjkt, Maudyayunda, Gitasav dan juga Achasinaga yang diperoleh melalui hasil rekam data tangkap layar pada konten atau caption yang dianggap menggunakan bahasa asing. Teori yang dijadikan landasan pada penelitian ini adalah teori Muysken (2000) beliau mendefinisikan bahwa campur kode terjadi karena adanya dua bahasa dalam satu ujaran. Penulis meneliti campur kode yang ada pada unggahan-unggahan tersebut dengan cara mendeskripsikan campur kode yang ada pada unggahan penggunanya. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui latar belakang, faktor serta apa saja yang menyebabkan terjadinya campur kode pada unggahan instagram tersebut. berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, penulis dapat menyimpulkan bahwa unggahan-unggahan akun instagram tersebut lebih dominan pada campur kode ekternal yang dipengaruhi oleh bahasa asing yaitu bahasa inggris. Latar belakang terjadinya campur kode dikategorikan menjadi 2 yaitu tipe yang berlatar belakang pada sikap penutur (a) untuk memperhalus ungkapan, (b) untuk menunjukan kemampuan dan (c) perkembangan dan perkenalan dengan budaya baru. Selanjutnya, tipe yang berlatar belakang pada kebahasaan (a) lebih mudah diingat, (b) tidak menimbulkan kehomoniman, (c) keterbatasan kata dan (d) akibat atau hasil yang dikehendaki. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya campur kode pada unggahan-unggahan tersebut antara lain maraknya penggunaan bahasa gaul, penutur terbiasa menggunakan dua bahasa atau lebih, latar belakang pendidikan pengguna serta faktor lingkungan.Kata Kunci: sosiolinguistik, campur kode, instagram
KONFLIK BATIN TOKOH GULABIA DALAM NOVEL AIB DANNASIB KARYA MINANTO (KAJIAN PSIKOANALISIS) Siti Maemunah; Egi Apriyanti
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22082

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjabarkan konflik batin yang dirasakan oleh tokoh Gulabia dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto. Tokoh Gulabia dalam novel ini digambarkan sebagai remaja perempuan yang mengalami permasalahan hidup yang pelik, meliputi kebimbangan, pengkhianatan, kekerasan, hingga kemiskinan yang memunculkan konflik batin dalam dirinya. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Data yang ada dalam penelitian ini dikumpulkan dengan proses membaca objek penelitian, yaitu novel Aib dan Nasib karya Minanto secara keseluruhan, menganalisis data kutipan yang mengandung konflik batin, serta menulis data kutipan yang sesuai dengan pembahasan. Dalam penyusunan analisis ini, penulis juga melakukan pengamatan pada penelitian lain mengenai konflik batin tokoh di dalam karya sastra dengan menggunakan pendekatan psikologi yang telah dilakukan sebelumnya. Melalui penelitian ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa wujud konflik batin terbagi menjadi tiga tipe, yaitu (1) konflik mendekat-mendekat dengan dua motif positif, (2) konflik mendekatmenjauh dengan dua motif positif dan negatif, serta (3) konflik menjauh-menjauh dengan dua motif negatif. Penulis menganalisis wujud konflik batin yang dirasakan tokoh Gulabia dalam novel dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud dengan konsep tiga struktur kejiwaan, yaitu id, ego dan superego. Dari hasil penelitian, penulis menemukan 10 data yang menggambarkan wujud konflik batin yang dialami tokoh Gulabia, meliputi (1) konflik mendekat-mendekat sebanyak 3 data, (2) konflik mendekat-menjauh sebanyak 3 data, (3) konflik menjauh-menjauh sebanyak 4 data. Dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto, tokoh Gulabia lebih sering dihadapkan dengan wujud konflik batin menjauh-menjauh, yang membuat ia kerap dihadapkan dengan dua persoalan negatif.Kata Kunci: Konflik batin, Tokoh Gulabia, Psikoanalisis
PENGGUNAAN DEIKSIS PERSONA DAN TEMPAT DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA Devi Permata Sari; Ratna Juwitasari Emha
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis deiksis persona dan tempat serta makna deiksis persona dan tempat yang terdapat dalam percakapan novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan sumber data dalam penelitian ini adalah percakapan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa jenis deiksis yang terdapat dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata sebayak 2 jenis yaitu deiksis persona dan tempat sebanyak 161 data. Yang terbagi menjadi deiksis persona pertama tunggal dan jamak, deiksis persona kedua tunggal dan jamak, deiksis persona ketiga tunggal dan jamak, deiksis tempat lokatif dan deiksis tempat demonstratif. Dalam kategori deiksis orang, yang menjadi kriteria ialah pemeran/peserta dalam peristiwa bahasa. Dibedakan tiga macam peran dalam kegiatan berbahasa yakni kategori “orang pertama”,“orang kedua”, dan “orang ketiga”. Orang pertama ialah kategori rujukan penutur kepada dirinya sendiri, orang kedua ialah kategori rujukan penutur kepada seorang (atau lebih) pendengar atau si alamat, dan orang ketiga ialah kategorisasi rujukan kepada orang atau benda yang bukan pembicara dan bukan pendengar/alamat ungkapan itu. Dalam kategorisasi deiksis tempat lokatif merujuk kepada tempat dimana penutur berada sedangkan deiksis tempat demonstratif dalam bahasa Indonesia tidak dipararel dengan kata penunjuk tempat.Kata-kata kunci: Pragmatik, Deiksis, Novel Guru Aini.
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL TENUN BIRU KARYA UGI AGUSTONO J Nugroho Widhi Pratomo; Dewi Rani Gustiasari
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sosial yang ada pada novel Tenun Biru karya Ugi Agustono J. Novel Tenun Biru dipilih karena di dalamnya mengandung nilai sosial yang tinggi pada karakter para tokohnya yang membuat peneliti tertarik untuk menganalisisnya. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Sumber data diperoleh dari naskah novel sehingga mudah untuk dikaji secara baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, karena metode ini tepat untuk menganalisis karya sastra, khususnya novel Tenun Biru. Data yang digunakan adalah nilai sosial yang melekat pada cerita dalam novel tersebut sangat tepat dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini terdapat nilai sosial dalam Novel Tenun Biru. Simpulan dalam penelitian ini bahwa terdapat nilai sosiologi sastra pada novel Tenun Biru. kata kunci:  Sosiologi Sastra: Tenun Biru
ANALISIS TINDAK TUTUR PERLOKUSI DALAM VIDEO WEBINAR “REFORMASI PENDIDIKAN INDONESIA” PADA SALURAN YOUTUBE KEMENDIKBUD RI Tubagus Luthfi Yahya Zaenurie; Ervina Dwi Anggraeni; Didi Pramono; Asep Purwo Yudi Utomo
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22088

Abstract

Salah satu materi mata kuliah pragmatik adalah tentang tindak tutur perlokusi. Menurut Tarigan (2009) tindak tutur perlokusi adalah tindak tutur seseorang saat melakukan sesuatu tindakan dengan mengatakan sesuatu. Sederhananya tindak tutur perlokusi adalah saat seseorang mengatakan sesuatu, kemudian seseorang tersebut meyakinkan pendengar atau penyimak tentang sesuatu yang ia katakan. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk dapat meyakinkan seseorang tentang apa yang telah ia katakan. Berdasarkan hal tersebut maka di buatlah penelitian ini untuk dapat melihat bagaimana seseorang dapat meyakinkan orang lain atas apa yang telah ia katakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tau tentang tindak tutur perlokusi salah satu Menteri di Indonesia yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim. Kondisi pandemi seperti ini membuat Nadiem Makarim sering memberikan nasihat melalui berbagai media massa kepada para pelajar di Indonesia agar tetap semangat dalam belajar. Hal itu menunjukan bahwa Nadiem Makarim dapat meyakinkan pelajar untuk selalu semangat belajar. Selain itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara Nadiem Makarim secara tidak langsung mempengaruhi pendengarnya mengenai apa yang telah ia tuturkan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode menyimak serta memakai teknik simak catat. Data penelitian ini berdasar pada video webinar berjudul “Reformasi Pendidikan Nasional” pada saluran Youtube Kemendikbud RI.  Penelitian ini menghasilkan temuan berupa tuturan ajakan, menakut-nakuti dan perintah. Tindak tutur perlokusi yang ditemukan terdapat penanda tuturan mengajak, menakut-nakuti, dan memerintah. Manfaat penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan dalam bidang pragmatik khusunya pada materi tindak tutur perlokusi dan pengaruh yang di timbulkan dari tuturan tersebut.Kata Kunci: tindak tutur, penutur, efek tuturan, perlokusi, pendengar
REPRESENTASI TOKOH DEWI SINTA DALAM FILM ANIMASI WAYANG INDONESIA JERITAN HATI SINTA (KAJIAN FEMINISME) Endang Wiyanti; Yulian Dinihari
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22077

Abstract

Nama Dewi Sinta merupakan satu tokoh dalam cerita Ramayana. Dewi Sinta adalah isteri dari Prabu Rama Wijaya yang menjadi pewaris tahta Ayodya. Kisah klasik Ramayana ini menjadi berbeda ketika disajikan dalam bentuk animasi film. Animasi sebagai hasil pengolahan gambar tangan menjadi gambar bergerak yang terkomputerisasi. Tujuan  pembahasan  permasalahan  yang  sudah dirumuskan  dalam  rumusan masalah adalah menjelaskan bentuk‐bentuk representasi pada tokoh Dewi Sinta dalam film animasi Jeritan Hati Sinta. Data dikumpulkan dengan cara studi Pustaka dan dianalisis dengan metode analisis deskriptif dengan langkah sebagai berikut; (1) Membaca  karya sastra  secara cermat, (2) Menandai bagian dari karya sastra yang berhubungan dengan representasi tokoh berdasarkan gender, (3) Data dianalisis dengan teori gender dan feminisme, (4) Dilakukan interpretasi data. Kemudian, hasil analisis dan interpretasi dideskripsikan. Hasil dari penelitian ini adalah representasi tokoh Sinta pada film animasi wayang diungkapkan melalui marginalisasi (peminggiran atau pemiskinan ekonomi), subordinasi (penomorduaan), stereotip (citra baku), kekerasan (violence), dan beban kerja ganda  (double burden). Berdasarkan sudut pandang feminism, dapat dikatakan bahwa wanita Indonesia masih mengalami ketidakadilan gender.Kata-kata kunci: Representasi Tokoh, Film Animasi, Wayang, Feminisme

Page 8 of 21 | Total Record : 208