cover
Contact Name
Yosef Abdul Ghani
Contact Email
yosef.ghani@gmail.com
Phone
+62227100124
Journal Mail Official
kajianpariwisata@ars.ac.id
Editorial Address
Jalan Sekolah Internasional No. 1-2 Antapani Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Pariwisata
ISSN : -     EISSN : 26862522     DOI : https://doi.org/10.51977/JIIP
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Kajian Pariwisata merupakan Jurnal yang bertujuan untuk mewadahi semua informasi hasil penelitian, telaah pustaka, makalah teknis, dan kajian buku, dari berbagai cabang Pariwisata dan Perhotelan. Diharapkan dengan adanya wadah penerbitan ini dapat berkontribusi dalam penyampaian informasi ilmiah yang merupakan mata rantai proses kegiatan ilmiah Artikel Jurnal kajian pariwisata ini belum pernah diterbitkan sebelumnya. Artikel Terbit secara berkala di Bulan April dan Bulan September setiap Tahunnya. Jurnal Kajian Pariwisata memuat berbagai penelitian di bidang pariwisata. Ruang lingkup Jurnal Kajian Pariwisata meliputi : Manajemen Destinasi, Manajemen Sumber Daya Manusia di Industri Pariwisata Manajemen Perhotelan, Food & Beverages, Ekowisata, Perilaku Turis, Pemasaran Pariwisata, dan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan..
Articles 134 Documents
Ekowisata Nglanggeran sebagai Model Green Tourism dalam Edukasi Kesadaran Lingkungan Hermawan , Hary; Ardanari, Ratna; Nareswari, Carissa; Hasibuan, Selentitana; Br Simarmata , Septiana
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/r09jek97

Abstract

Ecotourism is one of the sustainable tourism approaches that emphasizes environmental conservation, community empowerment, and visitor education. This article discusses Nglanggeran Ecotourism in Gunungkidul Regency, Special Region of Yogyakarta, as a model of green tourism that effectively fosters environmental awareness. This study employs a descriptive qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The research findings indicate that the success of Nglanggeran ecotourism management lies not only in its natural beauty and geological uniqueness but also in the active participation of the local community in preserving the environment, as well as the application of ecotourism principles in tourism activities. Environmental education is carried out through various programs such as conservation training, the establishment of waste banks, and outreach activities for tourists and students. Thus, Nglanggeran Ecotourism serves as a tangible example of green tourism implementation that can sustainably provide ecological, social, and economic benefits. Ekowisata merupakan salah satu pendekatan pariwisata berkelanjutan yang menekankan pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta edukasi kepada wisatawan. Artikel ini membahas Ekowisata Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai model green tourism yang efektif dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk mengukur persepsi dan tingkat kesadaran masyarakat serta wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan ekowisata Nglanggeran tidak hanya terletak pada keindahan alam dan keunikan geologisnya, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta penerapan prinsip-prinsip ekowisata dalam kegiatan wisata. Edukasi lingkungan dilakukan melalui berbagai program seperti pelatihan konservasi, pembuatan bank sampah, serta penyuluhan kepada wisatawan dan pelajar. Dengan demikian, Ekowisata Nglanggeran menjadi contoh nyata penerapan green tourism yang mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
Sacred Shores, Shadowed Lives: Unpacking the Politics of Tourism in Parangkusumo, Yogyakarta Iban, Carlos; Hermawan, Yusuf
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/84fsz648

Abstract

Tourism in the Parangkusumo Beach area of Yogyakarta presents positive opportunities and negative social challenges. This study reviews how the growth of tourism, alongside local cultural practices, has coincided with the emergence of prostitution in the area, creating a complex dilemma for the community and policymakers. Using a qualitative descriptive approach, the research draws on literature, observation, and documentation to examine the interplay between tourism development, local regulations enforcement, and various actors' political interests. The findings indicate that while prostitution provides economic benefits for marginalized local people, it also conflicts with legal norms and is influenced by political dynamics and law enforcement practices. This paper discusses the implications of these findings for regional policy and community welfare. Pengembangan pariwisata di kawasan Pantai Parangkusumo, Yogyakarta, tidak hanya menawarkan peluang positif, tetapi juga memunculkan tantangan sosial yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana pertumbuhan sektor pariwisata yang berdampingan dengan praktik budaya lokal turut berkontribusi pada munculnya praktik prostitusi di wilayah tersebut, sehingga menimbulkan dilema kompleks bagi masyarakat dan pembuat kebijakan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengandalkan studi literatur, observasi, dan dokumentasi untuk mengungkap dinamika antara pembangunan pariwisata, penegakan peraturan daerah, serta kepentingan politik berbagai aktor terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun praktik prostitusi memberikan keuntungan ekonomi bagi kelompok masyarakat lokal yang terpinggirkan, keberadaannya bertentangan dengan norma hukum dan dipengaruhi oleh dinamika politik serta efektivitas penegakan hukum. Temuan ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi perumusan kebijakan daerah yang lebih responsif dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.
Strategi Promosi Melalui Instagram: (Studi Kasus Kawasan Wisata Jendela Alam) Hamzah, Faizal; Syahputri, Aprileisya Airene
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/gzyqdg17

Abstract

This study aims to analyze the strategy of using Instagram social media in promoting the educational tourism destination Jendela Alam in West Bandung. The background of this study arises from the importance of optimizing digital media in marketing nature-based educational tourism destinations, especially in facing changes in tourist behavior, as they now heavily rely on digital information. The analysis used in this study is SWOT analysis as the basis for evaluating digital promotion strategies. The results of the study show that although Jendela Alam already has an Instagram account with a fairly large number of followers, the management of content and interaction with its audience is still low. Promotional activities rely heavily on content created by influencers or visitors rather than directly by the management. Strategies that need to be improved include compiling a content calendar, improving visual quality, interacting with audiences, and collaborating with third parties such as schools and parenting communities. This study concludes that optimizing the use of Instagram strategically can significantly increase brand awareness and the number of visits to Jendela Alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penggunaan media sosial Instagram dalam mempromosikan destinasi wisata edukatif Jendela Alam di Bandung Barat. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya optimalisasi media digital dalam memasarkan destinasi pariwisata alam berbasis edukasi, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku wisatawan yang kini banyak bergantung pada informasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Jendela Alam telah memiliki akun Instagram dengan jumlah pengikut yang cukup banyak, tetapi pengelolaan kontennya belum maksimal. Aktivitas promosi banyak bergantung pada konten yang dibuat oleh influencer atau pengunjung bukan dari pengelola langsung. Strategi yang perlu ditingkatkan meliputi penyusunan kalender konten, peningkatan kualitas visual, interaksi dengan audiens, serta kolaborasi dengan pihak ketiga seperti sekolah dan komunitas parenting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi penggunaan Instagram secara strategis dapat meningktkan brand awareness dan jumlah kunjungan ke Jendela Alam secara signifikan.
Sustainable Destination Management in Labuan Bajo: Balancing Tourism Growth and Environmental Conservation Jehane, Protasius; Ariawan, I Wayan; Plaituka, Chistina; Nasar, Asbi; Ririn, Margareta; Afif, Fuadi
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/evn6g068

Abstract

Labuan Bajo, yang ditetapkan sebagai destinasi wisata super-premium di Indonesia, menghadirkan tantangan dan peluang unik dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji pendekatan pengelolaan destinasi berkelanjutan di Labuan Bajo, dengan fokus pada perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pentingnya partisipasi aktif komunitas lokal. Melalui analisis dampak ekologi dari meningkatnya jumlah wisatawan, penelitian ini menekankan pentingnya penerapan prinsip ekowisata untuk menjaga ekosistem Taman Nasional Komodo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang efektif, konservasi sumber daya alam, dan edukasi pengunjung merupakan elemen penting bagi keberlanjutan ekologi. Selain itu, pemberdayaan komunitas lokal dalam partisipasi aktif pada inisiatif pariwisata meningkatkan manfaat sosial-ekonomi dan menjaga keberlanjutan budaya lokal. Partisipasi masyarakat dan pengembangan produk pariwisata berbasis komunitas menjadi kunci dalam mempertahankan daya tarik unik Labuan Bajo. Penelitian ini menawarkan model pengelolaan destinasi inklusif yang mengintegrasikan faktor lingkungan, ekonomi, dan sosial, serta memberikan wawasan berharga bagi destinasi wisata lain yang mengupayakan pertumbuhan yang berkelanjutan.