cover
Contact Name
Agus Junaidi
Contact Email
agus.asj@bsi.ac.id
Phone
+6221231170
Journal Mail Official
jurnal.abdikom@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No. 98, Senen, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa
ISSN : -     EISSN : 27764737     DOI : https://doi.org/10.31294/abdikom
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang pertama kali publikasi tahun 2021 dengan ISSN (Elektronik) No 2776-4737 dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa merupakan jurnal hasil Pengabdian Kepada Masyarakat dengan bidang keilmuan Komunikasi dan Bahasa yang mempunyai syarat artikel tidak pernah dipublikasikan secara online atau versi cetak sebelumnya. Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa diterbitkan dalam versi online dengan jadwal publikasi pada bulan Juni dan Desember setiap tahunnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024" : 6 Documents clear
Pemanfaatan Aplikasi ELSA Speak dalam Peningkatan Kemampuan Pengucapan pada Siswa SMP di Kalideres Rizky Mirani Desi Pratama; Dwi Puji Hastuti; Dina Purnamasari; Fadilah
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The most challenging language element for students is pronunciation. Pronunciation or pronunciation is considered to be one of the factors in a person's success in speaking skills. The importance of pronunciation makes students experience difficulty in mastering it. Therefore, the aim of this community service activity is to provide an interactive and fun method for learning pronunciation skills, namely the ELSA Speak application. This community service activity was carried out at Hall RW 008 Kampung Buaran, Kalideres, West Jakarta. Participants in this activity are junior high school students who live in RW 008 Kampung Buaran, Kalideres, West Jakarta. A total of 25 students participated in this activity. The author used a pre-test and post-test to determine the effectiveness of using the ELSA Speak application. Data is collected through tests, questionnaires and interviews to assess students' abilities and perceptions. The results show that the ELSA Speak application is effective in improving pronunciation, as shown by the scoring of the application which is higher in the post-test compared to the pre-test. In addition, questionnaire responses strongly indicate that students consider the ELSA Speak app to be an effective method for learning pronunciation. The ELSA Speak application can help students when practicing pronunciation compared to their previous abilities. Elemen bahasa yang paling menantang bagi siswa adalah pengucapan. Pengucapan atau pronunciation dinilai  menjadi salah satu faktor kesuksesan seseorang dalam keterampilan berbicara. Pentingnya pengucapan membuat siswa mengalami kesulitan dalam menguasainya. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyuguhkan metode yang interaktif dan menyenangkan dalam mempelajari keterampilan pengucapan yaitu aplikasi ELSA Speak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Balai RW 008 Kampung Buaran, Kalideres, Jakarta Barat. Peserta kegiatan ini adalah siswa SMP yang tinggal di lingkungan RW 008 Kampung Buaran, Kalideres, Jakarta Barat. Sebanyak 25 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Penulis menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui keefektifan penggunaan aplikasi ELSA Speak. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner, dan wawancara untuk menilai kemampuan dan persepsi siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi ELSA Speak efektif dalam meningkatkan pengucapan, seperti yang ditunjukkan oleh score assessment pada aplikasi yang lebih tinggi pada post-test dibandingkan dengan pre-test. Selain itu, tanggapan kuesioner dengan kuat menunjukkan bahwa siswa menganggap aplikasi ELSA Speak sebagai metode yang efektif untuk belajar pengucapan. Aplikasi ELSA Speak dapat membantu siswa ketika berlatih pengucapan dibandingkan dengan kemampuan mereka sebelumnya.
Participatory Action Research dalam Pengembangan Digitalisasi Berbasis Potensi Masyarakat Desa Cihanjawar Khoeir, Muhammad Irsyad Sirojul; Yulianty, Nadya
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v4i2.1883

Abstract

Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Cihanjawar, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, bertujuan untuk meningkatkan potensi UMKM, kemampuan dakwah, hafalan Al-Qur’an, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat desa. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan tokoh masyarakat, identifikasi kebutuhan mitra, serta pendekatan partisipatif dengan melibatkan langsung masyarakat desa dalam setiap program. Tahapan pelaksanaan mencakup persiapan (perizinan dan koordinasi dengan pemerintah desa), sosialisasi program, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi hasil kegiatan. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi: (1) sosialisasi dan bantuan pembuatan NIB bagi pelaku UMKM, (2) pelatihan dakwah, pelatihan qurro, dan pelatihan digitalisasi bagi santri Pondok Pesantren dan Majelis Taklim As-Sa’adah, serta (3) pembuatan website resmi Karang Taruna sebagai media informasi dan promosi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa: (1) sebanyak 11 pelaku UMKM berhasil mendapatkan NIB dan meningkatkan omzet usaha, (2) sebanyak 20 santri berhasil meningkatkan kemampuan dakwah, hafalan Al-Qur’an, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dan (3) berhasil dibuatnya website resmi Karang Taruna yang dapat diakses dan dikelola oleh masyarakat desa. Kegiatan ini memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat desa dalam meningkatkan kesejahteraan, pengetahuan, dan partisipasi sosial. The Community Service Program (KPM) is a community engagement initiative aimed at providing tangible benefits for society. The community service activities carried out in Cihanjawar Village, Purwakarta Regency, West Java, were designed to enhance the potential of MSMEs, improve skills in Islamic preaching (dakwah), strengthen Qur’an memorization, and promote the use of information and communication technology among the villagers. The implementation methods included field observations, interviews with community leaders, identification of partner needs, and a participatory approach by directly involving the local community in each program. The stages of implementation consisted of preparation (licensing and coordination with the village government), program socialization, training, mentoring, and evaluation of activities. The activities conducted included: (1) socialization and assistance in obtaining Business Identification Numbers (NIB) for MSME actors, (2) training in dakwah, Qur’an recitation (qurro), and digitalization for students of Islamic boarding schools (pesantren) and the As-Sa’adah Islamic study group (majelis taklim), and (3) the development of an official website for the Karang Taruna youth organization as a medium for information and promotion. The results of the program showed that: (1) 11 MSME actors successfully obtained their NIBs and increased their business turnover, (2) 20 students improved their skills in dakwah, Qur’an memorization, and the use of information and communication technology, and (3) an official website for Karang Taruna was successfully developed, which can be accessed and managed by the local community. This program has provided significant benefits to the community by improving welfare, knowledge, and social participation.
Pelatihan Public Speaking Bagi Gerakan Pemuda Ansor Ciledug Sagiyanto, Asriyani; Liliyana; Lancia, Ferari; Pratama, Muhammad Anggi Azhar
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v4i2.2995

Abstract

Gerakan Pemuda (GP) Ansor adalah organisasi kepemudaan kemasyarakatan, kebangsaan dan keagamaan yang berwatak kerakyatan. Gerakan Pemuda Ansor atau disingkat GP Ansor adalah badan otonom di bawah Nahdatul Ulama (NU). Organisasi ini awalnya bernama Gerakan Pemuda Ansor sebagai kelanjutan dari Ansoru Nahdlatul Oelama (ANO) yang berganti nama menjadi Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama pada AD/ART NU. GP Ansor berdiri di Banyuwangi, Jawa Timur pada 10 Muharram 1353 Hijriyah atau bertepatan tanggal 24 April 1934. Pada organisasi tersebut tentunya memiliki permasalahan yang dihadapi, salah satunya berkaitan dengan bagaimana berkomunikasi dengan teknik yang persuasif di depan umum. Dari salah satu permasalahan yang dihadapi oleh GP Ansor Ciledug, kami dosen-dosen dari Fakultas Komunikasi Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika, mencoba menawarkan sebuah solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu memberikan pelatihan public speaking kepada anggota GP Ansor Ciledug. Adapun pelatihan ini  dapat bermanfaat sebagai sarana pembelajaran bagaimana komunikasi yang baik dalam organisasi agar kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan program yang telah di rencanakan dan sesuai dengan target yang di harapakan. The Ansor Youth Movement (GP) is a social, national and religious youth organization with a populist character. The Ansor Youth Movement or abbreviated as GP Ansor is an autonomous body under Nahdatul Ulama (NU). This organization was originally called the Ansor Youth Movement as a continuation of Ansoru Nahdlatul Oelama (ANO) which changed its name to the Ansor Nahdlatul Ulama Youth Movement in the NU AD/ART. GP Ansor was founded in Banyuwangi, East Java on 10 Muharram 1353 Hijriyah or 24 April 1934. This organization certainly has problems it faces, one of which is related to how to communicate using persuasive techniques in public. Based on one of the problems faced by GP Ansor Ciledug, we lecturers from the Faculty of Language Communication, Bina Sarana Informatika University, tried to offer a solution to resolve this problem through this community service activity, namely providing public speaking training to members of GP Ansor Ciledug. This training can be useful as a means of learning how to communicate well within an organization so that the activities carried out are in accordance with the planned program and in accordance with the expected targets.
Pemanfaatan Aplikasi ELSA Speak dalam Peningkatan Kemampuan Pengucapan pada Siswa SMP di Kalideres Rizky Mirani Desi Pratama; Dwi Puji Hastuti; Dina Purnamasari; Fadilah
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v4i2.6045

Abstract

The most challenging language element for students is pronunciation. Pronunciation or pronunciation is considered to be one of the factors in a person's success in speaking skills. The importance of pronunciation makes students experience difficulty in mastering it. Therefore, the aim of this community service activity is to provide an interactive and fun method for learning pronunciation skills, namely the ELSA Speak application. This community service activity was carried out at Hall RW 008 Kampung Buaran, Kalideres, West Jakarta. Participants in this activity are junior high school students who live in RW 008 Kampung Buaran, Kalideres, West Jakarta. A total of 25 students participated in this activity. The author used a pre-test and post-test to determine the effectiveness of using the ELSA Speak application. Data is collected through tests, questionnaires and interviews to assess students' abilities and perceptions. The results show that the ELSA Speak application is effective in improving pronunciation, as shown by the scoring of the application which is higher in the post-test compared to the pre-test. In addition, questionnaire responses strongly indicate that students consider the ELSA Speak app to be an effective method for learning pronunciation. The ELSA Speak application can help students when practicing pronunciation compared to their previous abilities. Elemen bahasa yang paling menantang bagi siswa adalah pengucapan. Pengucapan atau pronunciation dinilai  menjadi salah satu faktor kesuksesan seseorang dalam keterampilan berbicara. Pentingnya pengucapan membuat siswa mengalami kesulitan dalam menguasainya. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyuguhkan metode yang interaktif dan menyenangkan dalam mempelajari keterampilan pengucapan yaitu aplikasi ELSA Speak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Balai RW 008 Kampung Buaran, Kalideres, Jakarta Barat. Peserta kegiatan ini adalah siswa SMP yang tinggal di lingkungan RW 008 Kampung Buaran, Kalideres, Jakarta Barat. Sebanyak 25 siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Penulis menggunakan pre-test dan post-test untuk mengetahui keefektifan penggunaan aplikasi ELSA Speak. Data dikumpulkan melalui tes, kuesioner, dan wawancara untuk menilai kemampuan dan persepsi siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa aplikasi ELSA Speak efektif dalam meningkatkan pengucapan, seperti yang ditunjukkan oleh score assessment pada aplikasi yang lebih tinggi pada post-test dibandingkan dengan pre-test. Selain itu, tanggapan kuesioner dengan kuat menunjukkan bahwa siswa menganggap aplikasi ELSA Speak sebagai metode yang efektif untuk belajar pengucapan. Aplikasi ELSA Speak dapat membantu siswa ketika berlatih pengucapan dibandingkan dengan kemampuan mereka sebelumnya.
Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Kreativitas dan Produktivitas di Era Digital Hidayatulloh, Syarif; Maulana, Andry; Sidik, Sidik; Maruloh, Maruloh
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v4i2.7984

Abstract

Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, kecerdasan buatan (AI) telah menjadi salah satu inovasi paling signifikan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan kita. Penggunaan AI dalam pendidikan khususnya, membuka peluang besar untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas, terutama di kalangan anak-anak sekolah. SMK Tri Sukses Depok merupakan salah satu lembaga pendidikan menengah kejuruan yang berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang terampil, kreatif, dan siap bersaing di dunia kerja. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, SMK Tri Sukses mulai secara aktif untuk mengadopsi teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan (AI). Namun upaya tersebut terhambat karena beberapa hal diantaranya yaitu masih kurangnya pemahaman siswa maupun guru tentang apa itu kecerdasan buatan dan bagaimana cara kerjanya. Oleh karena itu, melalui program ini kami berencana untuk mengadakan serangkaian pelatihan dan workshop yang dirancang khusus untuk siswa. Kegiatan ini akan memperkenalkan mereka pada dasar-dasar kecerdasan buatan, serta bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk mendukung proyek-proyek kreatif dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai kegiatan. Dengan memahami potensi AI, mereka diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan di masa depan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pretest dan posttest serta kuesioner. Secara deskriptif nilai post-test lebih tinggi dari nilai pre-test. Nilai rata-rata subyek pada saat pre-test sebesar 3 dan pada saat post-test sebesar 7,75 sehingga perbedaan rata-rata peningkatan nilai adalah sebesar 4,75 poin.   Along with the rapid advancement of technology, artificial intelligence (AI) has become one of the major breakthroughs that significantly impacts various aspects of human life. The use of AI in education, in particular, opens up great opportunities to enhance creativity and productivity, especially among students. SMK Tri Sukses Depok is a vocational education institution focused on developing a generation of young people who possess skills, creativity, and preparedness to face competition in the professional world. To improve the quality of education, SMK Tri Sukses has started intensively integrating the latest technology, such as artificial intelligence (AI). However, this step faces several challenges, one of which is the lack of understanding from both students and teachers regarding the concepts and mechanisms of AI. Therefore, through this program, a series of training sessions and workshops will be held, specifically designed for students. These activities will introduce them to the basics of artificial intelligence, as well as how this technology can be used to support creative projects and improve efficiency in various activities. By understanding the potential of AI, it is expected that they can create new innovations that are beneficial, both for daily life and in the future. The evaluation of the activities is conducted through pre-tests, post-tests, and questionnaires. In general, the post-test results show higher scores compared to the pre-test. The average score of participants on the pre-test was 3, while the post-test score increased to 7.75, showing an average improvement of 4.75 points.
Pengembangan Buku Panduan Humas Sekolah untuk Pengelolaan Humas di MTs Manba'ul Huda Nur Zasiah, Dhea Anisa; Rahima, Tiara Putri; Pawestri, Chintya Awaliyah; Septa Dinusastra , Vina Alvinia; Dewi, Rosmala; Handayanti, Asih
Jurnal Abdimas Komunikasi dan Bahasa Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdikom.v4i2.8238

Abstract

Abstrak            Pengembangan buku panduan sebagai program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan humas di MTs Manba'ul. MTs Manba'ul Huda menghadapi kendala dalam pengelolaan humas akibat kurangnya panduan resmi dan struktur yang terorganisir. Program ini berupaya mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan buku panduan humas yang praktis dan menyelenggarakan sharing session bersama koordinator humas Mts Manba’ul Huda. Metode yang diterapkan dalam program ini adalah pengabdian masyarakat, melibatkan observasi, penyusunan buku, dan sharing session.  Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan nyata di lapangan. Buku panduan disusun berdasarkan kebutuhan dan teori hubungan masyarakat yang menekankan pentingnya komunikasi strategis, membangun hubungan positif dengan publik, dan membangun citra positif lembaga.  Sharing session bertujuan untuk memperkenalkan buku panduan dan meningkatkan pemahaman stakeholder tentang pengelolaan humas yang efektif. Program ini berhasil menghasilkan buku panduan humas yang dibagikan kepada koordinator MTs Manba'ul Huda. Program ini mendorong peningkatan efektivitas komunikasi, membangun kesadaran tentang pentingnya peran humas, dan memberikan rekomendasi untuk keberlanjutan program humas di MTs Manba'ul Huda. Kata Kunci: Pengembangan Buku Panduan, Humas Sekolah, Pengelolaan Humas.  Abstracts MTs Manba'ul Huda faced challenges in public relations management due to the absence of an official guideline and the lack of a clear organizational structure. To address these issues, a community service program was implemented focusing on the development of a practical public relations (PR) handbook and the organization of a sharing session with the PR coordinator of MTs Manba'ul Huda. This program adopted a community service approach, consisting of field observations, handbook development, and the implementation of a sharing session. The observation phase aimed to identify the real needs of the school in managing its PR activities. The handbook was developed based on the findings from the observations and grounded in PR theories that emphasize the importance of strategic communication, building positive relationships with the public, and creating a strong institutional image. The sharing session was intended to introduce the handbook to stakeholders and enhance their understanding of effective PR practices. As a result of this program, a comprehensive PR handbook was successfully developed and distributed to the school’s PR coordinator. Overall, the program contributed to improving communication effectiveness, raising awareness of the importance of public relations, and offering recommendations for the sustainability of PR initiatives at MTs Manba'ul Huda.  Keywords: Guidebook Development, School Public Relations, Public Relations Management.

Page 1 of 1 | Total Record : 6