cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 372 Documents
Analisis Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis dengan Studi Kasus Hutan Kota Mataram
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4850

Abstract

Deteksi dini serangan hama merupakan langkah krusial dalam mempertahankan fungsi ekologis dan kenyamanan sosial hutan kota. Penelitian ini menggabungkan pendekatan filsafat sains—ontologis, epistemologis, dan aksiologis—dengan analisis empiris untuk merancang sistem deteksi dini serangan hama pada Hutan Kota Pagutan, Mataram. Metode yang digunakan meliputi tinjauan literatur terstruktur (Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, IEEE Xplore, dan lainnya) terhadap studi 2023–2025, analisis model ontologi untuk representasi entitas (pohon, hama, gejala, parameter lingkungan), serta adaptasi temuan empiris penginderaan jauh (RDVI/NDVI dan UAV) menjadi skenario deteksi pada konteks lokal. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa indikator spektral multitemporal mampu mendeteksi stres pra-visual dengan akurasi tinggi (> 90%) dan bahwa integrasi ontologi meningkatkan interoperabilitas data untuk dukungan keputusan. Simulasi adaptasi data menaksir sekitar 20–30% pohon berisiko mengalami infestasi musiman di Pagutan bila tanpa intervensi; penerapan sistem peringatan dini diperkirakan menurunkan tingkat kerusakan secara signifikan dan mempertahankan kenyamanan pengunjung. Implikasi penelitian ini adalah kerangka konseptual dan teknis yang memungkinkan pemantauan berkelanjutan, prioritas tindakan manajerial, serta penilaian nilai sosial dari pemeliharaan kesehatan pohon. Rekomendasi meliputi penerapan pemantauan multitemporal berbasis satelit/UAV, pengembangan ontologi domain lokal, dan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari strategi aksiologis. Ontological, Epistemological, and Axiological Analysis with a Case Study of Mataram City Forest Abstract Early detection of pest attacks is essential for maintaining the ecological performance and social comfort of urban forests. This study integrates philosophical perspectives—ontology, epistemology, and axiology—with empirical evidence to design an early-warning framework for pest detection in the Pagutan Urban Forest, Mataram, Indonesia. A structured literature review was conducted using major academic databases (Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, and IEEE Xplore) focusing on studies published between 2023 and 2025. An ontological model was developed to represent key entities such as tree species, pests, symptoms, and environmental parameters, while remote-sensing findings (RDVI/NDVI and UAV imaging) were adapted into a conceptual early-detection scenario applicable to local conditions. Results indicate that multispectral indicators are capable of identifying pre-visual stress with high accuracy (>90%). Ontology-based integration also enhances data interoperability and supports decision-making across monitoring systems. Simulated interpretation of empirical findings suggests that 20–30% of trees may face seasonal infestation risk in Pagutan without timely intervention. The proposed framework provides a foundation for continuous monitoring, management prioritization, and assessment of social values associated with maintaining healthy urban trees. Key recommendations include the adoption of multitemporal satellite/UAV monitoring, the development of localized domain ontologies, and community participation as an axiological component of urban-forest stewardship.
Epistemologi Lokal dan Sains Modern: Tinjauan Kritis Filsafat Sains terhadap Pengetahuan Ekologis Berbasis Kearifan Lokal Tambora
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4852

Abstract

Diskursus mengenai relasi antara pengetahuan lokal dan sains modern semakin menempati posisi penting dalam kajian lingkungan dan keberlanjutan. Pengetahuan ekologis berbasis kearifan lokal tidak lagi dipahami semata sebagai praktik budaya, melainkan sebagai sistem epistemik yang memiliki rasionalitas, validitas kontekstual, dan kapasitas adaptif yang tinggi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara kritis bagaimana epistemologi lokal diposisikan dalam literatur ilmiah serta bagaimana relasinya dengan sains modern, dengan refleksi konseptual pada kearifan lokal Tambora. Kajian ini menggunakan pendekatan review literatur naratif-kritis terhadap jurnal internasional dan nasional bereputasi yang membahas pengetahuan ekologis lokal, epistemologi sains, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Hasil review menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan lokal semakin diakui dalam praktik kebijakan dan pengelolaan sumber daya alam, posisinya masih sering direduksi secara instrumental dan belum sepenuhnya diakui sebagai sumber epistemik yang setara dengan sains modern. Literatur mutakhir menekankan pentingnya pluralisme epistemologis, keadilan epistemik, dan pendekatan berbasis tempat dalam memahami kompleksitas sistem sosial–ekologis. Dalam konteks Tambora, epistemologi lokal berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih kontekstual, relasional, dan berorientasi pada keberlanjutan. Local Epistemology and Modern Science: a Critical Philosophy of Science Review of Ecological Knowledge Based on Tambora Local Wisdom Abstract The relationship between local knowledge and modern science has become an increasingly important topic in environmental and sustainability studies. Local ecological knowledge grounded in indigenous and local wisdom is no longer understood merely as cultural practice, but as an epistemic system with its own rationality, contextual validity, and adaptive capacity. This article aims to critically review how local epistemologies are positioned within scientific literature and how they relate to modern science, with a conceptual reflection on the local wisdom of the Tambora region. The study employs a critical narrative literature review of reputable international and national journals addressing local ecological knowledge, epistemology of science, and sustainable environmental management. The review findings indicate that although local knowledge is increasingly acknowledged in environmental governance and resource management practices, it is often incorporated instrumentally and not fully recognized as an autonomous epistemic source equivalent to modern science. Recent literature emphasizes the importance of epistemological pluralism, epistemic justice, and place-based approaches for understanding the complexity of social–ecological systems. In the context of Tambora, local epistemology demonstrates strong potential to contribute to the development of scientific knowledge that is more contextual, relational, and sustainability-oriented. This review contributes to contemporary philosophy of science by reinforcing the legitimacy of local knowledge as an integral component of inclusive and reflexive knowledge production.