cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 372 Documents
AGROEKOLOGI UNTUK SISTEM PANGAN BERKELANJUTAN
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bbbjh668

Abstract

Sistem pangan global saat ini menghadapi tekanan multidimensional yang semakin kompleks akibat interaksi krisis ekologis, sosial, ekonomi, dan politik. Perubahan iklim, degradasi lahan, hilangnya biodiversitas, serta ketimpangan dalam struktur ekonomi pangan telah meningkatkan kerentanan sistem produksi pangan di berbagai wilayah. Dalam konteks tersebut, agroekologi berkembang sebagai pendekatan alternatif yang menekankan integrasi antara prinsip ekologi, keberlanjutan sosial, dan penguatan ekonomi lokal dalam sistem pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran agroekologi dalam transformasi sistem pangan berkelanjutan serta mengkaji relevansinya dengan praktik agraris lokal di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) dengan menganalisis berbagai publikasi ilmiah internasional, laporan lembaga global, serta literatur akademik yang relevan dengan agroekologi dan sistem pangan berkelanjutan. Analisis dilakukan melalui identifikasi tema-tema utama yang mencakup krisis sistem pangan global, prinsip dan kerangka teoretis agroekologi, perkembangan penelitian agroekologi, praktik agraris lokal Indonesia, serta hambatan implementasi agroekologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa agroekologi memiliki potensi besar dalam meningkatkan resiliensi agroekosistem melalui diversifikasi produksi, efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta penguatan kelembagaan komunitas. Praktik agraris lokal di Indonesia seperti agroforestri, kebun campur, subak, dan mina padi menunjukkan kesesuaian yang kuat dengan prinsip agroekologi dan berpotensi mendukung sistem pangan yang lebih berkelanjutan. Namun implementasi agroekologi secara luas masih menghadapi berbagai hambatan struktural, termasuk dominasi kebijakan pertanian berbasis input eksternal, lemahnya kelembagaan petani, serta keterbatasan akses teknologi dan pasar. Penelitian ini menunjukkan bahwa agroekologi dapat menjadi kerangka konseptual penting dalam mentransformasi sistem pangan menuju model yang lebih resilien, adil, dan berkelanjutan melalui integrasi pengetahuan lokal, inovasi ilmiah, serta kebijakan publik yang inklusif.   Kata kunci: agroekolog; sistem pangan berkelanjutan; transformasi sistem pangan; pertanian berbasis biodiversitas.   ABSTRACT. The global food system is currently facing increasing multidimensional pressures resulting from the interaction of ecological, social, economic, and political crises. Climate change, land degradation, biodiversity loss, and structural inequalities in food distribution have intensified the vulnerability and instability of agricultural production systems worldwide. In this context, agroecology has emerged as an alternative approach that integrates ecological principles, social sustainability, and local economic empowerment in food production systems. This study aims to analyze the role of agroecology in transforming sustainable food systems and to examine its relevance to local agrarian practices in Indonesia. The research employs a systematic literature review (SLR) approach by analyzing international scientific publications, reports from global institutions, and academic literature related to agroecology and sustainable food systems. The analysis identifies key themes including the global food system crisis, theoretical frameworks of agroecology, trends in agroecological research, local agrarian practices in Indonesia, and structural barriers to agroecology implementation. The findings indicate that agroecology has significant potential to enhance agroecosystem resilience through biodiversity-based production systems, efficient resource use, and strengthened community institutions. Traditional agrarian practices in Indonesia—such as agroforestry, mixed gardens, the subak irrigation system, and rice–fish farming—demonstrate strong alignment with agroecological principles and offer important pathways for developing more sustainable food systems. However, the large-scale implementation of agroecology remains constrained by structural barriers, including policy frameworks that prioritize input-intensive agriculture, limited institutional support for smallholder farmers, and restricted access to technology and markets. This study highlights agroecology as a strategic conceptual framework for transforming food systems toward models that are more resilient, equitable, and environmentally sustainable through the integration of local knowledge, scientific innovation, and inclusive public policies.
Potensi Squalen dalam Anti-aging: Tinjauan Literatur Review
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/skqxqk05

Abstract

Penuaan kulit semakin mendapat perhatian, namun pemahaman tentang peran senyawa alami sebagai agen anti-aging masih perlu diperdalam. Squalene, senyawa triterpen hidrokarbon alami (C30H50) yang ditemukan dalam minyak hati ikan hiu, minyak zaitun, amaranth, dedak padi, serta mikroba rekayasa genetik, menarik perhatian sebagai bahan aktif anti-aging alami. Kajian ini bertujuan menganalisis kandungan aktif, mekanisme kerja, bentuk konsumsi, dan bukti ilmiah squalene dalam potensi anti-aging melalui pendekatan systematic literature review. Penelitian ini menganalisis 14 artikel dari bidang kosmetologi, dermatologi, dan bioteknologi farmasi (2016-2025), yang sebagian besar merupakan penelitian eksperimental (in vitro, ex vivo, dan in vivo) serta beberapa studi klinis awal. Hasil menunjukkan bahwa squalene bekerja melalui empat mekanisme utama: aktivitas antioksidan (menetralkan ROS, menekan MMP-1, mengaktifkan jalur Nrf2/ARE), antiinflamasi (menghambat NF-KB dan sitokin proinflamasi), fotoprotektif (mencegah peroksidasi lipid akibat UV), dan regeneratif (menstimulasi TGF-B untuk pembentukan kolagen). Formulasi nanoemulsi dan oleogel berbasis squalene efektif meningkatkan kondisi kulit. Squalene nabati, seperti dari minyak zaitun dan amaranth, menunjukkan efektivitas setara dengan sumber hewani, mendukung keberlanjutan dan etika produksi kosmetik. Squalene berpotensi sebagai bahan aktif anti-aging generasi baru yang aman, efektif, dan ramah lingkungan, namun kajian lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas jangka panjang dan dosis optimalnya. The Potential of Squalene in Anti-aging: A Literature Review Abstract Skin aging is becoming an increasingly recognized issue, but understanding the role of natural compounds as anti-aging agents still requires further exploration. Squalene, a natural triterpene hydrocarbon (C30H50) found in shark liver oil, olive oil, amaranth, rice bran, and genetically engineered microbes, has gained attention as a natural anti-aging active ingredient. This review aims to analyze the active content, mechanisms of action, consumption forms, and scientific evidence supporting the anti-aging potential of squalene through a systematic literature review approach. The study analyzes 14 articles from the fields of cosmetology, dermatology, and pharmaceutical biotechnology (2016-2025), mostly experimental research (in vitro, ex vivo, and in vivo) supported by some early clinical studies. The results show that squalene works through four main mechanisms: antioxidant activity (neutralizing ROS, inhibiting MMP-1, activating Nrf2/ARE pathway), anti-inflammatory (inhibiting NF-KB and pro-inflammatory cytokines), photoprotective (preventing lipid peroxidation due to UV), and regenerative (stimulating TGF-B for collagen formation). Squalene-based nanoemulsion and oleogel formulations effectively improve skin conditions. Plant-based squalene, such as from olive oil and amaranth, shows comparable effectiveness to animal sources, supporting sustainability and ethical considerations in modern cosmetic production. Overall, squalene has great potential as a new generation of safe, effective, and environmentally friendly anti-aging active ingredients, though further studies are needed to assess long-term effectiveness and optimal dosages.
Studi in Vitro Uji Sitotoksisitas Gel Asap Cair Tempurung Kelapa terhadap Sel Ligamen Periodontal sebagai Bahan Perawatan Saluran Akar dengan Metode MTT Assay
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mjketr61

Abstract

Gel asap cair tempurung kelapa merupakan produk turunan biomassa alami hasil pirolisis tempurung kelapa yang mengandung senyawa fenolik, asam organik, dan karbonil, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar. Namun, informasi mengenai biokompatibilitas gel asap cair tempurung kelapa terhadap jaringan periodontal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sitotoksisitas gel asap cair tempurung kelapa (CS-LS) terhadap sel ligamen periodontal (PDL cells) menggunakan metode MTT assay. Penelitian eksperimental in vitro ini melibatkan tujuh kelompok perlakuan, yaitu kontrol media, kontrol sel, kontrol positif NaOCl 5,25%, serta gel CS-LS pada konsentrasi 6,25%; 12,5%; 50%; 75%; dan 100%, masing-masing dengan lima replikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol media memiliki rerata nilai absorbansi sebesar 0,3878 ± 0,0053, kontrol sel sebesar 1,4226 ± 0,1390, dan kontrol positif NaOCl 5,25% sebesar 0,3912 ± 0,0098. Pada kelompok perlakuan gel CS-LS, konsentrasi 6,25% menunjukkan rerata absorbansi sebesar 1,0854 ± 0,1388, konsentrasi 12,5% sebesar 0,7148 ± 0,1201, konsentrasi 50% sebesar 0,4406 ± 0,0068, konsentrasi 75% sebesar 0,4544 ± 0,0133, dan konsentrasi 100% sebesar 0,4610 ± 0,0122. Analisis statistik menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Gel CS-LS konsentrasi 6,25% mempertahankan viabilitas sel tertinggi dan tergolong tidak sitotoksik berdasarkan kriteria ISO (viabilitas ≥ 70% menurut ISO 10993-5), sedangkan peningkatan konsentrasi menyebabkan penurunan viabilitas sel secara bertahap dan bersifat dosis-dependen. Disimpulkan bahwa gel asap cair tempurung kelapa pada konsentrasi rendah memiliki biokompatibilitas yang baik terhadap sel ligamen periodontal dan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif bahan irigasi saluran akar, sementara peningkatan konsentrasi menunjukkan efek sitotoksik. In Vitro Study of Cytotoxicity Test of Liquid Coconut Shell Smoke Gel on Periodontal Ligament Cells as Root Canal Treatment Material Using MTT Assay Method Abstract Coconut shell liquid smoke gel is a natural biomass-derived product obtained through the pyrolysis of coconut shells and contains phenolic compounds, organic acids, and carbonyls, making it a potential alternative root canal irrigant. However, information regarding the biocompatibility of coconut shell liquid smoke gel with periodontal tissues remains limited. This study aimed to evaluate the cytotoxicity of coconut shell liquid smoke gel (CS-LS) on periodontal ligament (PDL) cells using the MTT assay. This in vitro experimental study involved seven treatment groups, namely media control, cell control, positive control (5.25% sodium hypochlorite), and CS-LS gel at concentrations of 6.25%, 12.5%, 50%, 75%, and 100%, with five replicates in each group. The results showed that the media control group exhibited a mean absorbance value of 0.3878 ± 0.0053, the cell control group 1.4226 ± 0.1390, and the positive control group (5.25% sodium hypochlorite) 0.3912 ± 0.0098. In the CS-LS treatment groups, mean absorbance values were 1.0854 ± 0.1388 at 6.25%, 0.7148 ± 0.1201 at 12.5%, 0.4406 ± 0.0068 at 50%, 0.4544 ± 0.0133 at 75%, and 0.4610 ± 0.0122 at 100%. Statistical analysis revealed significant differences among treatment groups (p < 0.05). The CS-LS gel at a concentration of 6.25% maintained the highest cell viability and was classified as non-cytotoxic according to ISO criteria (viability ≥ 70%, based on ISO 10993-5), whereas increasing concentrations resulted in a gradual, dose-dependent reduction in cell viability. In conclusion, coconut shell liquid smoke gel at low concentrations demonstrates good biocompatibility with periodontal ligament cells and shows potential as an alternative root canal irrigant, while higher concentrations exhibit cytotoxic effects.
Pelaksanaan Fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Pengawasan Kinerja Kepala Desa (Studi di Desa Jago Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah)
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qdtq8g65

Abstract

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peran strategis sebagai lembaga yang mewakili masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, terutama dalam fungsi pengawasan terhadap kinerja kepala desa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya  akuntabilitas dalam pelaksanaan program pembangunan desa agar sesuai dengan aspirasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan fungsi BPD dalam mengawasi kinerja kepala desa di Desa dan apa saja faktor yang mempengaruhi pengawasan BPD terhadap kinerja kepala desa yang ada di desa Jago, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, dimana pengawasan yang dilaksanakan oleh BPD Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. dari informan yang terdiri dari BPD, kepala desa, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPD telah melaksanakan fungsi pengawasan dengan cukup baik dengan pemantauan secara langsung di lapangan, terutama pada aspek penyelenggaraan pemerintahan desa, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat desa. Namun masih perlunya peningkatan pengawasan langsung pada aspek pembangunan desa yaitu pembangunan infrastruktur fisik desa. yang disebabkan oleh kurangnya partisipasi dari masyarakat dalam sama-sama mengawasi kinerja kepala desa dan juga integritas dari anggota BPD yang bervariasi sehingga menjadi sedikit kendala dalam mengawasi kinerja kepala desa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah desa dan BPD dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang lebih akuntabel dan partisipatif. The Implementation of the Village Consultative Body's (BPD) Function in Supervising the Performance of the Village Head (A study in Jago Village, Praya District, Central Lombok Regency) Abstract The Village Consultative Body (BPD) has a strategic role as an institution that represents the community in the administration of village governance, particularly in supervising the performance of the village head. This research is motivated by the importance of accountability in the implementation of village development programs so that they align with community aspirations. The purpose of this study is to identify and analyze how the BPD carries out its supervisory function over the performance of the village head and to examine the factors that influence BPD supervision of the village head’s performance in Jago Village, Praya Subdistrict, Central Lombok Regency. The supervision conducted by the BPD covers the stages of planning, implementation, and reporting. This research is classified as qualitative research using a descriptive approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation from informants consisting of BPD members, the village head, and community leaders. The results of the study indicate that the BPD has carried out its supervisory function fairly well through direct monitoring in the field, particularly in aspects of village governance administration, community development, and community empowerment. However, there is still a need to improve direct supervision in the aspect of village development, especially physical infrastructure development. This condition is caused by the lack of community participation in jointly supervising the performance of the village head, as well as the varying levels of integrity among BPD members, which becomes an obstacle in supervising the village head’s performance. This research is expected to serve as an evaluation material for the village government and the BPD in realizing more accountable and participatory village governance.
Pengaruh Work-Life Balance, Motivasi Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Generasi Z di Kota Medan
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wbt3pb05

Abstract

Work-life balance menjadi topik populer di media sosial dan berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Konsep ini bertujuan untuk menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan, keluarga, kehidupan pribadi, spiritualitas, dan interaksi sosial, tanpa mengabaikan salah satunya. Tujuan riset ini untuk menganalisis pengaruh Work – Life Balance, Motivasi Kerja, serta Lingkungan Kerja kepada Kinerja Karyawan. Informasi yang dipakai pada studi ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 91 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan generasi Z yang bekerja di Kota Medan. Menggunakan teknik  analisis  ialah  uji  statistik  dengan metode regresi berganda serta digunakan uji hipotesis yakni uji F dan uji T yang sebelumnya sudah dilaksanakan  uji  asumsi  klasik  terlebih  dahulu. Hasil analisis menunjukkan bahwa work – life balance dan lingkungan kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, motivasi kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja, yang menunjukkan bahwa dorongan internal karyawan memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun, nilai Adjusted R Square yang rendah sebesar 0.076 atau 7,6% mengindikasikan bahwa model penelitian ini hanya mampu menjelaskan sebagian kecil variasi kinerja, sementara faktor lain di luar model turut memberikan kontribusi yang lebih besar. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen dalam menyusun strategi peningkatan kinerja karyawan dengan lebih menitikberatkan pada aspek motivasional. The Influence of Work-Life Balance, Work Motivation, and Work Environment on the Performance of Generation Z Employees in Medan City Abstract Work-life balance has become a popular topic on social media and plays a crucial role in improving employee performance. This concept aims to balance various aspects of life, such as work, family, personal life, spirituality, and social interactions, without neglecting any of them. The purpose of this research is to analyze the influence of Work-Life Balance, Work Motivation, and Work Environment on Employee Performance. The data used in this study were obtained through the distribution of questionnaires to 91 respondents. The population in this research consists of Generation Z employees working in Medan City. The analysis technique employed is statistical testing using multiple regression analysis, accompanied by hypothesis testing through F-tests and T-tests, which were preceded by classical assumption tests. The results show that Work-Life Balance and Work Environment do not have a significant effect on employee performance. Conversely, Work Motivation is found to have a significant and positive influence, indicating that employees’ internal drive plays a crucial role in enhancing productivity. Simultaneously, the three independent variables significantly influence employee performance. However, the low Adjusted R Square value of 0.076 or 7.6% indicates that the model explains only a small portion of the variance in performance, while other factors outside the model contribute more substantially. These findings have important implications for management in formulating strategies to improve employee performance by focusing more on motivational aspects.
Gaya Hidup Hedonis dan Perilaku Konsumtif pada Remaja di Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jxypyc62

Abstract

Gaya hidup hedonis dan perilaku konsumtif pada remaja merupakan fenomena sosial yang semakin berkembang dan berpengaruh terhadap kehidupan sosial mereka. Namun, penelitian terdahulu umumnya masih membahas gaya hidup hedonis secara umum, tanpa mengkaji secara spesifik faktor-faktor yang mempengaruhinya, dampak perilaku konsumtif terhadap kehidupan sosial, serta bentuk perilaku hedonis dan konsumtif yang dominan pada konteks wilayah tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada remaja di Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat sebagai objek kajian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis, mengidentifikasi dampak perilaku konsumtif terhadap kehidupan sosial remaja, serta mengidentifikasi aspek perilaku hedonis dan perilaku konsumtif yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari subjek dan informan penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 remaja yang menjadi subjek penelitian, 5 remaja menunjukkan perilaku hedonis yang ditandai dengan kebiasaan membeli barang bermerek dan sering mengunjungi kafe tanpa mempertimbangkan anggaran. Sementara itu, 5 remaja lainnya menunjukkan perilaku konsumtif tingkat sedang, seperti membeli pakaian secara rutin meskipun tidak dibutuhkan serta membeli barang karena adanya diskon. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonis meliputi faktor internal dan eksternal. Dampak perilaku konsumtif meliputi dampak positif berupa peningkatan interaksi sosial dan kepercayaan diri, serta dampak negatif berupa perilaku pemborosan dan menurunnya stabilitas finansial. In Vitro Study of Cytotoxicity Test of Liquid Coconut Shell Smoke Gel on Periodontal Ligament Abstract Hedonistic lifestyles and consumptive behavior among adolescents are social phenomena that are increasingly developing and influencing their social lives. However, previous studies have generally discussed hedonistic lifestyles in a general manner, without specifically examining the factors that influence them, the impact of consumptive behavior on social life, and the dominant forms of hedonistic and consumptive behavior within a specific regional context. Therefore, this study focuses on adolescents in Jereweh, West Sumbawa Regency, as the object of analysis. This study aims to analyze the factors influencing hedonistic lifestyles, identify the impact of consumptive behavior on adolescents’ social lives, and determine the most dominant aspects of hedonistic and consumptive behavior. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were obtained from research subjects and informants selected through purposive sampling, with data collection techniques including interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that out of ten adolescents who participated as research subjects, five exhibited hedonistic behavior characterized by the habit of purchasing branded products and frequently visiting cafés without considering their budget. Meanwhile, the other five adolescents demonstrated a moderate level of consumptive behavior, such as regularly purchasing clothing despite not needing it and buying items due to discounts. The factors influencing hedonistic lifestyles include internal and external factors. The impacts of consumptive behavior include positive effects, such as increased social interaction and self-confidence, as well as negative effects, including wasteful behavior and decreased financial stability.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan VO2Max Peserta Ekstrakurikuler Futsal Putra SMPN 2 Sungai Pandan
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wtpqyy13

Abstract

Aktivitas fisik berat yang bersifat dinamis. Postur tubuh yang ideal dengan berat badan yang seimbang dan kondisi fisik yang prima sangat penting untuk mencapai prestasi olahraga yang tinggi. Oleh karena itu, pemain futsal harus memperhatikan indeks massa tubuh (IMT) dan daya tahan kardiovaskular yang baik untuk meningkatkan kualitas permainan. IMT dan daya tahan kardiovaskular memiliki peran yang sama pentingnya dalam menentukan kinerja pemain futsal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil IMT dan daya tahan kardiovaskular pemain ekstrakurikuler futsal di SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian ini adalah 15 orang peserta ekstrakurikuler futsal aktif di SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes pengukuran berat badan, tinggi badan (IMT) dan tes VO2Max (bleep test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kaegori kurus berat 33%, kurus ringan 20%, dan normal 33%, serta gemuk ringan dan gemuk berat masing masing 6,7% kondisi daya tahan kardiovaskular, dan Kategori Indeks Masa Tubuh (IMT) peserta sebesar 7% sangat kurang, 13% kurang, dan Cukup 33% serta Baik 41% berdasarkan IMT. Body Mass Index and VO2Max Relationship among Male Futsal Students at SMPN 2 Sungai Pandan Abstract A good physique is crucial for achieving high athletic performance. Therefore, futsal players must pay attention to their body mass index (BMI) and cardiovascular endurance to improve their game quality. BMI and cardiovascular endurance play equally important roles in determining futsal player performance. Therefore, this study aims to determine the BMI and cardiovascular endurance profiles of futsal extracurricular players at SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. This study used a quantitative descriptive method with a survey approach. The subjects were 15 active futsal extracurricular participants at SMPN 2 Sungai Pandan Hulu Sungai Utara. The research instruments used were a weight and height measurement test (BMI), and a VO2Max test (bleep test). The results of the study showed that there were categories of severely underweight 33%, mild underweight 20%, and normal 33%, as well as mild obesity and severe obesity each 6.7% of cardiovascular endurance conditions, and the Body Mass Index (BMI) category of participants was 7% very poor, 13% poor, and Sufficient 33% and Good 41% based on BMI.
Penerapan Model Team Games Tournament (TGT) dalam Pembelajaran Menulis Berita di MTs Raudhatul Muhajirin
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/h67b0c10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Team Game Tournament (TGT) pada pembelajaran menulis teks berita oleh siswa kelas VII A Mts Raudhatul Muhajirin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII A MTs Raudhatul Muhajirin yang berjumlah 27 orang, sedangkan guru bahasa Indonesia menjadi sumber data pendukung. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Terdapat lima langkah penerapan model pembelajaran TGT yaitu 1) menyampaikan informasi, 2) pembentukan tim, 3) permainan, 4) turnamen, dan 5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TGT terbukti mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar dalam pembelajaran menulis teks berita. Hal tersebut ditunjukkan oleh rata-rata nilai kelas VII A yang mencapai kategori baik. Dari total 27 peserta didik, sebagian besar memperoleh kategori sangat baik, yaitu sebanyak 14 orang, dan 10 orang berada pada kategori baik, sedangkan 3 orang berada pada kategori cukup. Tidak terdapat peserta didik yang memperoleh nilai di bawah 65. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik telah mampu menulis teks berita sesuai dengan isi dan tema yang ditentukan, melengkapi unsur-unsur berita, menyusun struktur teks secara sistematis, serta menerapkan kaidah kebahasaan dengan tepat. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat dinyatakan efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita peserta didik. Kata kunci: Model Pembelajaran tipe TGT, Keterampilan menulis, Teks berita Implementation of the Team Games Tournament (TGT) model in News Writing Learning at MTs Raudhatul Muhajirin Abstract The decline in quality of life among older adults is often associated with joint pain, low physical activity, and poor sleep quality. In Pagesangan Public Health Center, musculoskeletal disorders are among the ten most common diseases in the elderly, indicating the urgency of this study. This research aimed to analyze the relationship between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 110 elderly respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the EQ-5D-5L questionnaire to measure quality of life, the Physical Activities Scale for the Elderly (PASE) for physical activity, the Sleep Quality Scale (SQS) for sleep quality, and the Numeric Rating Scale (NRS) for joint pain intensity. All instruments were tested and declared valid and reliable. Data analysis consisted of univariate and bivariate analysis using the Spearman Rank correlation test with SPSS software. The results showed that most respondents experienced moderate joint pain (46.4%), poor physical activity (58.2%), poor sleep quality (36.4%), and poor quality of life (39.1%). Statistical analysis indicated significant relationships between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults (p < 0.05). In conclusion, managing joint pain, improving physical activity, and enhancing sleep quality are important factors in improving the quality of life of the elderly. Keywords: TGT type learning model, writing skills, news text.
Asesmen Kebutuhan Sebagai Evaluasi Madrasah dalam Perencanaan Mutu di MAN 2 Pulang Pisau
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ze3x2t76

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan asesmen kebutuhan sebagai bentuk evaluasi madrasah, mengkaji integrasinya ke dalam perencanaan mutu, serta menjelaskan perannya dalam penetapan prioritas kelembagaan di MAN 2 Pulang Pisau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan telaah dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, serta dokumen perencanaan seperti RKJM dan RKAM. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen kebutuhan dilaksanakan secara rutin pada awal bulan dan awal tahun ajaran dengan melibatkan guru dan tenaga pendidik secara partisipatif. Proses ini digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan akademik, afektif, pengembangan kompetensi guru, serta sarana dan prasarana madrasah. Temuan utama menunjukkan bahwa hasil asesmen tidak berhenti pada tahap identifikasi, tetapi diintegrasikan ke dalam RKJM dan RKAM sebagai dasar penyusunan skala prioritas program dan alokasi sumber daya. Dengan demikian, asesmen kebutuhan berfungsi sebagai instrumen evaluasi kelembagaan yang mendukung perencanaan mutu berbasis data, partisipatif, dan kontekstual di madrasah. Asesmen Kebutuhan Sebagai Evaluasi Madrasah dalam Perencanaan Mutu di MAN 2 Pulang Pisau Abstract This study aims to analyze the implementation of needs assessment as a form of madrasah evaluation, examine its integration into quality planning, and explain its role in determining institutional priorities at MAN 2 Pulang Pisau. The study employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis involving the madrasah principal, teachers, and planning documents, particularly the RKJM and RKAM. Data were analyzed interactively through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification, while trustworthiness was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that needs assessment is conducted routinely at the beginning of each month and academic year through participatory involvement of teachers and educational staff. This process is used to identify academic, affective, teacher professional development, and facilities-related needs. The main finding indicates that the assessment results do not stop at problem identification, but are integrated into the RKJM and RKAM as the basis for setting program priorities and allocating resources. Therefore, needs assessment functions as an institutional evaluation instrument that supports data-based, participatory, and contextual quality planning in the madrasah setting.
Design and Validation of a Project-Based Learning (PjBL)-Based Science Module through Water Rocket Experiments on Motion, Force, and Pressure
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/68k56115

Abstract

This study aimed to develop and validate a Project-Based Learning (PjBL)-based science module using water rocket experiments for the topics of motion, force, and pressure in junior high school. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model, consisting of Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The module was designed to support meaningful science learning by integrating project activities, inquiry-based student worksheets, and hands-on experimentation. Validation was conducted by three experts, including a science education expert, a science content expert, and an experienced science teacher. The validation focused on curriculum alignment, pedagogical appropriateness, content accuracy, worksheet quality, presentation, and assessment. The results showed that the developed module was categorized as very valid, with an average validation score of 89.8%. The highest score was obtained in presentation and language aspects (92%), while curriculum alignment and assessment each obtained 90%. The findings indicate that the module is feasible for use as a science teaching material in junior high school and is pedagogically promising for supporting active learning and scientific reasoning. However, further empirical studies are needed to examine its effectiveness in improving students’ learning outcomes, motivation, and scientific literacy.