cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 347 Documents
Gambaran Pelaksanaan Pengawasan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara Unu, Meiliska Novensia Elisabeth; Kawatu, Paul Artur Tennov; Kaunang, Wulan Pingkan Julia
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zzmryx62

Abstract

Pelaksanaan pengawasan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara merupakan instrumen penting dalam menjamin penerapan standar K3 di perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengawasan K3 dilaksanakan melalui kegiatan pemeriksaan, pembinaan, serta pengujian objek K3 oleh pengawas ketenagakerjaan dan spesialis K3 yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan K3 pada Bidang Pengawasan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Utara dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengawas ketenagakerjaan, faktor-faktor pendukung, serta faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pengawasan K3 di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengawas ketenagakerjaan dalam melaksanakan pengawasan K3 tergolong baik, yang ditunjukkan melalui pemahaman terhadap regulasi K3 serta kemampuan teknis yang diperoleh dari pelatihan dan pembinaan rutin. Namun demikian, pelaksanaan pengawasan belum berjalan secara optimal karena keterbatasan jumlah pengawas yang tidak sebanding dengan banyaknya perusahaan yang harus diawasi, sehingga masih terdapat perusahaan yang belum terjangkau pengawasan secara berkala. Selain itu, keterbatasan anggaran operasional serta minimnya sarana dan prasarana, seperti kendaraan dinas dan alat pemeriksaan K3, menjadi hambatan utama dalam efektivitas pengawasan. Oleh karena itu, optimalisasi pengawasan K3 memerlukan peningkatan jumlah pengawas ketenagakerjaan, penguatan dukungan anggaran, serta penyediaan fasilitas operasional yang memadai guna menunjang kinerja pengawas di lapangan. Overview of the Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Supervision at the Department of Manpower and Transmigration of North Sulawesi Province Abstract The implementation of Occupational Health and Safety (OHS/K3) supervision by the Provincial Office of Manpower and Transmigration of North Sulawesi is an important instrument in ensuring that companies apply OHS standards in accordance with applicable laws and regulations. OHS supervision is carried out through inspection, guidance, and testing of OHS objects by labor inspectors and OHS specialists who have undergone technical education and training. This study aims to analyze the implementation of OHS supervision in the Supervision Division of the North Sulawesi Provincial Office of Manpower and Transmigration, focusing on three main aspects: the competence of labor inspector human resources (HR), supporting factors, and inhibiting factors in the implementation of OHS supervision in the field. The results show that the competence of labor inspectors in carrying out OHS supervision is classified as good, as indicated by their understanding of OHS regulations and technical skills obtained through regular training and guidance. However, the implementation of supervision has not been optimal due to the limited number of inspectors that is not proportional to the number of companies that must be supervised, resulting in some companies not being regularly covered by supervision. In addition, limited operational budgets and inadequate facilities and infrastructure, such as official vehicles and OHS inspection equipment, are major obstacles to the effectiveness of supervision. Therefore, optimizing OHS supervision requires an increase in the number of labor inspectors, strengthening of budgetary support, and the provision of adequate operational facilities to support inspectors’ performance in the field.
Senyawa Bioaktif dan Aktivitas Antioksidan Biji Chia (Salvia hispanica L.) Sebagai Pangan Fungsional Wati, Sri Sukma; Permana, Denih Agus Setia; Pertiwi, Yuniariana
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/v7zdrt36

Abstract

Biji chia (Salvia hispanica L.) adalah sumber pangan dengan aktivitas antioksidan tinggi. Senyawa bioaktif biji chia yaitu senyawa fenolik, flavonoid, peptida bioaktif, asam omega-3 (ALA). Senyawa bioaktif ini mampu menangkap radikal bebas, meningkatkan daya reduksi, dan perlindungan terhadap peroksidasi lipid. Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan gangguan kardiovaskular akibat pola makan modern menuntut inovasi dalam pengembangan pangan fungsional alami tinggi antioksidan. Data perdagangan internasional menunjukan Indonesia mengimpor sekitar 2,8 juta kg biji chia pada tahun 2023, menunjukan permintaan domestik yang tinggi dan peluang pengembangan komoditas lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen bioaktif utama dalam biji chia dan mengevaluasi mekanisme aktivitas antioksidan berdasarkan hasil uji pra klinis sebagai pangan fungsional untuk meningkatkan antioksidan dalam tubuh. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pedoman PRISMA menggunakan basis data Scopus pada periode 2017–2025. Sebanyak 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa biji chia mengandung senyawa fenolik total sekitar 1201.94 mg GAE/kg, flavonoid sekitar 233.98 mg CE/kg, ALA sekitar 60-70% dari total asam lemak, dan peptida bioaktif. Data kuantitatif menunjukan inhibisi radikal mencapai 70%-90% pada uji pra klinis, menunjukan aktivitas antioksidan yang tinggi. Kesimpulan, senyawa fenolik total sekitar 1201.94 mg GAE/kg, flavonoid sekitar 233.98 mg CE/kg menjadi kandidat utama antioksidan pada biji chia dengan senyawa bioaktif lainnya yang memiliki potensi kuat dalam pengembangan pangan fungsional. Bioactif Compounds and Antioxidant Activity Chia Seeds (Salvia hispanicaL.) as Functional Food Abstract Chia seeds (Salvia hispanica L.) are a food source with high antioxidant activity. The bioactive compounds in chia seeds include phenolic compounds, flavonoids, bioactive peptides, and omega-3 fatty acid (ALA). These bioactive compounds are capable of scavenging free radicals, enhancing reducing power, and providing protection against lipid peroxidation. The increasing prevalence of non-communicable diseases such as diabetes, hypertension, and cardiovascular disorders due to modern dietary patterns demands innovation in the development of natural functional foods with high antioxidant content. International trade data shows that Indonesia imported approximately 2.8 million kg of chia seeds in 2023, indicating high domestic demand and opportunities for developing local commodities. This study aims to identify the main bioactive components in chia seeds and evaluate the mechanism of antioxidant activity based on preclinical test results as functional foods to increase antioxidants in the body. The method used is a systematic literature review following PRISMA guidelines using the Scopus database for the period 2017–2025. A total of 10 articles meeting the inclusion criteria were analyzed descriptively. The results show that chia seeds contain approximately 1201.94 mg GAE/kg of total phenolic compounds, 233.98 mg CE/kg of flavonoids, 60-70% ALA of total fatty acids, and bioactive peptides. Quantitative data shows radical inhibition reaching 70%-90% in preclinical tests, indicating high antioxidant activity. In conclusion, total phenolic compounds at approximately 1201.94 mg GAE/kg and flavonoids at approximately 233.98 mg CE/kg are the primary antioxidant candidates in chia seeds, along with other bioactive compounds that have strong potential in the development of functional foods.
Inovasi Pembelajaran Seni Rupa: Pemanfaatan Kotak Susu Bekas sebagai Media Cap Batik di SMAN 2 Pujut Usman, Usman; Al_Pansori, Muh Jaelani; Purnawan, Lalu Dedi; Sari, Rini Kurniatun
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/eazabw80

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan kotak susu bekas sebagai media cap batik dalam pembelajaran seni rupa di SMAN 2 Pujut, Lombok Tengah, yang menghadapi kendala keterbatasan sarana dan prasarana. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa, kreativitas, dan keterampilan teknis mereka dalam seni batik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi karya batik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kotak susu bekas secara signifikan meningkatkan keterlibatan aktif siswa pada setiap tahap pembelajaran, dari perancangan motif hingga penerapan cap batik. Peningkatan yang terukur juga terlihat pada kreativitas siswa, dengan mereka berhasil menciptakan pola batik yang beragam dan terstruktur dengan baik, serta keterampilan teknis, terutama dalam ketepatan pemotongan dan penerapan teknik batik. Selain itu, kesadaran terhadap keberlanjutan dan pengelolaan limbah juga meningkat. Penggunaan motif batik lokal, seperti motif SASAMBO, memperkuat identitas budaya siswa. Inovasi ini tidak hanya mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana, tetapi juga menawarkan model pembelajaran seni yang lebih kreatif, inklusif, dan berkelanjutan, serta dapat diadaptasi oleh sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa. Innovative Art Education: Utilizing Used Milk Cartons as Batik Stamp Media at SMAN 2 Pujut Abstract This study explores the use of used milk cartons as a batik stamp medium in visual arts education at SMAN 2 Pujut, Central Lombok, which faces challenges due to limited facilities and infrastructure. This approach aims to enhance student engagement, creativity, and technical skills in batik art. The research method used is qualitative descriptive with a case study approach, involving observations, interviews, and documentation of student batik works. The results show that the use of used milk cartons significantly increased student engagement at every stage of the learning process, from motif design to the application of batik stamps. Measurable improvements were also observed in students' creativity, as they successfully created diverse and well-structured batik patterns, and in technical skills, particularly in precision cutting and batik technique application. Additionally, awareness of sustainability and waste management was also heightened. The use of local batik motifs, such as the SASAMBO motif, strengthened students' cultural identity. This innovation not only addresses the limitations of facilities and infrastructure but also offers a more creative, inclusive, and sustainable art education model, which can be adapted by other schools facing similar challenges.
Hak-Hak Perempuan Pascaperceraian (Studi Komparatif Negara Indonesia, Malaysia) Khairi, Muazzam; Mutawali, Mutawali; Ghazali, Muhammad Said
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/npn7zg05

Abstract

Perceraian tidak hanya berimplikasi pada putusnya hubungan perkawinan, tetapi juga menimbulkan persoalan serius terkait pemenuhan hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian. Dalam praktiknya, masih terdapat kesenjangan antara norma hukum dan implementasi pemenuhan hak perempuan, khususnya dalam aspek nafkah pascaperceraian, hak asuh anak, dan pembagian harta bersama. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pengaturan dan pelaksanaan hak-hak perempuan pascaperceraian di Indonesia dan Malaysia, dengan menyoroti perbedaan sistem hukum serta tantangan implementatif yang dihadapi di kedua negara. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan hukum, melalui kajian terhadap peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, pemenuhan hak perempuan pascaperceraian diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), namun masih menghadapi kendala dalam aspek eksekusi putusan, khususnya terkait nafkah dan hak ekonomi perempuan. Sementara itu, Malaysia memiliki mekanisme penegakan yang relatif lebih tegas dan terstruktur melalui Mahkamah Syariah, meskipun tetap menghadapi tantangan sosial dan administratif. Women's Rights After Divorce (Comparative Study of Indonesia and Malaysia) Abstract Divorce not only results in the dissolution of a marriage but also raises serious issues related to the fulfillment of women's and children's rights after the divorce. In practice, there is still a gap between legal norms and the implementation of women's rights, particularly regarding post-divorce support, child custody, and the division of joint property. This article aims to comparatively analyze the regulation and implementation of women's rights after divorce in Indonesia and Malaysia, highlighting the differences in legal systems and the implementation challenges faced in both countries. This research uses a normative juridical method with a statutory and comparative legal approach, through a review of legislation, court decisions, and Islamic family law literature. The results show that in Indonesia, the fulfillment of women's rights after divorce is regulated by Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and the Compilation of Islamic Law (KHI), but still faces obstacles in the implementation of decisions, particularly regarding support and women's economic rights. Meanwhile, Malaysia has a relatively firmer and more structured enforcement mechanism through the Sharia Court, although it still faces social and administrative challenges.
Analisis Komparasi Produksi, Pendapatan dan Efisiensi Usahatani Semangka Musim Tanam I & Musim Tanam II di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Fibriyani, Eka; Siddik, Muhamad; Widiyanti, Ni Made Nike Zeamita
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sct88a21

Abstract

Usahatani semangka merupakan komoditas hortikultura yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan petani di Kecamatan Lape. Petani rata-rata menanam semangka setelah menanam padi dua kali dalam setahun, yaitu pada musim tanam kemarau I dan musim tanam kemarau II. Perbedaan kondisi iklim dan serangan hama antar musim tanam sering menyebabkan ketimpangan produksi yang berdampak pada fluktuasi pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan produksi, pendapatan, serta efisiensi usahatani semangka pada kedua musim tanam tersebut. Penelitian dilakukan di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa dengan mengambil dua desa sampel, yaitu Desa Lape dan Desa Labuan Kuris yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan produksi semangka terbanyak. Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif terhadap 34 petani semangka yang dipilih secara  proportional random sampling. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif  melalui perhitungan produksi, pendapatan, efisiensi usahatani; kemudian diuji secara statistik dengan uji t untuk membandingkan kedua musim di atas. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani semangka pada musim tanam kemarau I lebih tinggi dan berbeda siginifikan dengan musim tanam kemarau II. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja usahatani semangka pada musim tanam kemarau I di Kecapatan Lape lebih baik  dibandingkan musim tanam kemarau II. Comparative Analysis of Production, Income and Efficiency of Watermelon Farming During Dry Season I and II in Lape District Sumbawa Regency Abstract Watermelon farming is a horticultural commodity that plays an important role in increasing farmer income in Lape District. Farmers generally plant watermelon after planting rice twice a year, namely in the first dry planting season and the second dry planting season. Differences in climate conditions and pest attacks between planting seasons often cause production imbalances that impact farmer income fluctuations. This study aims to analyze and compare watermelon production, income, and farming efficiency in the two planting seasons. The study was conducted in Lape District, Sumbawa Regency, by selecting two sample villages, namely Lape Village and Labuan Kuris Village, which were selected by purposive sampling based on the highest watermelon production. The study used a comparative descriptive method with a quantitative approach to 34 watermelon farmers selected by proportional random sampling. Data were analyzed descriptively quantitatively through calculations of production, income, and farming efficiency; then tested statistically with a t-test to compare the two seasons above. The results of the analysis showed that watermelon production, income, and farming efficiency in the first dry planting season were higher and significantly different from those in the second dry planting season. This finding confirms that the performance of watermelon farming in the first dry planting season in Lape District was better than in the second dry planting season.
Hubungan Intensitas Nyeri Sendi, Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Kualitas Hidup Lansia di Puskesmas Pagesangan Jundini, Dyah Farah; Sherliyanah, Sherliyanah; Anditiarina, Dasti; Rinayu, Nisia Putri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/nhhfkg26

Abstract

Penurunan kualitas hidup pada lansia sering dipengaruhi oleh keluhan nyeri sendi, rendahnya aktivitas fisik, serta gangguan kualitas tidur. Di Puskesmas Pagesangan, keluhan musculoskeletal termasuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak pada lansia, sehingga diperlukan kajian ilmiah untuk memahami faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Pagesangan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan rancangan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 110 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner EQ-5D-5L untuk kualitas hidup, PASE untuk aktivitas fisik, SQS untuk kualitas tidur, serta Numeric Rating Scale (NRS) untuk intensitas nyeri sendi, yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami nyeri sendi sedang (46,4%), aktivitas fisik buruk (58,2%), kualitas tidur buruk (36,4%), dan kualitas hidup buruk (39,1%). Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri sendi, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kualitas hidup lansia (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah bahwa peningkatan aktivitas fisik, pengendalian nyeri sendi, serta perbaikan kualitas tidur berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. The Relationship between Joint Pain Intensity, Physical Activity and Sleep Quality with the Quality of Life of the Elderly at Pagesangan Community Health Center Abstract The decline in quality of life among older adults is often associated with joint pain, low physical activity, and poor sleep quality. In Pagesangan Public Health Center, musculoskeletal disorders are among the ten most common diseases in the elderly, indicating the urgency of this study. This research aimed to analyze the relationship between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 110 elderly respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the EQ-5D-5L questionnaire to measure quality of life, the Physical Activities Scale for the Elderly (PASE) for physical activity, the Sleep Quality Scale (SQS) for sleep quality, and the Numeric Rating Scale (NRS) for joint pain intensity. All instruments were tested and declared valid and reliable. Data analysis consisted of univariate and bivariate analysis using the Spearman Rank correlation test with SPSS software. The results showed that most respondents experienced moderate joint pain (46.4%), poor physical activity (58.2%), poor sleep quality (36.4%), and poor quality of life (39.1%). Statistical analysis indicated significant relationships between joint pain intensity, physical activity, and sleep quality with the quality of life of older adults (p < 0.05). In conclusion, managing joint pain, improving physical activity, and enhancing sleep quality are important factors in improving the quality of life of the elderly.
Upaya Sekolah dalam Mengembangkan Karakter Religius dan Disiplin Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Pramuka di MTsN 2 Sumbawa Barat Kisnawati, Kisnawati; kisnawatii, Kisnawati; Sumardi, Lalu; Kurniawansyah, Edy
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cg65dd49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya sekolah dalam mengembangkan karakter religius dan disiplin siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka serta faktor penghambatnya di MTsN 2 Sumbawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter religius dilakukan melalui pembiasaan doa sebelum dan sesudah kegiatan, kegiatan mengaji, zikir dan wirid bersama, pelaksanaan salat berjamaah, serta kegiatan bakti sosial sebagai implementasi nilai kepedulian dan keikhlasan. Sementara itu, pengembangan karakter disiplin dilaksanakan melalui ketaatan terhadap aturan dan jadwal, latihan baris-berbaris (PBB), kerja sama dalam regu, serta penerapan sistem konsekuensi berupa penghargaan dan hukuman edukatif secara konsisten. Proses pembinaan tersebut mendorong pergeseran dari kepatuhan berbasis regulasi eksternal menuju kesadaran intrinsik siswa. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi motivasi dan kesadaran diri siswa yang belum stabil, kurangnya dukungan dan pembiasaan dari keluarga, pengaruh lingkungan sosial dan media, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kegiatan. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan Pramuka berpotensi menjadi wahana strategis dalam penguatan pendidikan karakter di madrasah apabila didukung oleh konsistensi pembinaan, sinergi sekolah–keluarga, dan lingkungan yang kondusif. School Efforts in Developing Students' Religious Character and Discipline Through Scout Extracurricular Activities at MTsN 2 West Sumbawa Abstract This study aims to determine the school's efforts in developing students' religious character and discipline through Scout extracurricular activities and its inhibiting factors in MTsN 2 West Sumbawa. The research uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that the development of religious character is implemented through habituation of prayer before and after activities, Qur’anic recitation, dhikr and wirid, congregational prayers, and social service activities as the embodiment of sincerity and social care. Meanwhile, disciplined character is fostered through adherence to rules and schedules, marching drills (PBB), teamwork within patrol groups, and the consistent application of educational sanctions and rewards. These strategies contribute to a gradual shift from externally regulated obedience toward students’ intrinsic awareness. The inhibiting factors include unstable student motivation and self-awareness, limited parental support and home habituation, the influence of social and media environments, and limited facilities and infrastructure. The study concludes that Scout extracurricular activities have strong potential as a strategic medium for strengthening character education in Islamic secondary schools when supported by consistent guidance and synergy among school, family, and community.
Pengaruh Love of money, Machiavelliansm, Pengetahuan Perpajakan,dan Moral Pajak terhadap Kepatuhan WPOP di Semarang Nugraeni, Adelia Asri; Nurhayati, Ida
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mcbft520

Abstract

Rendahnya tingkat kepatuhan pajak di Indonesia, khususnya pada wajib pajak orang pribadi, sering kali dipengaruhi oleh faktor psikologis, kognitif, dan moral. Penelitian ini berupaya menelaah sejauh mana love of money, machiavellianism, pengetahuan perpajakan, dan moral pajak berperan dalam membentuk kepatuhan wajib pajak di Kota Semarang. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei melalui kuesioner tertutup kepada 138 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas sehingga layak digunakan untuk pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda serta uji kelayakan model menggunakan IBM SPSS versi 26. Hasil menunjukkan bahwa orientasi uang dan sifat machiavellian berpengaruh negatif signifikan terhadap kepatuhan, sedangkan pengetahuan perpajakan dan moral pajak berpengaruh positif signifikan. Model penelitian memiliki nilai Adjusted R² sebesar 0,834, yang berarti keempat variabel mampu menjelaskan sebagian besar variasi kepatuhan, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepatuhan pajak tidak hanya ditentukan oleh regulasi formal, tetapi juga oleh aspek psikologis, pengetahuan, dan moralitas individu, sehingga strategi peningkatan kepatuhan perlu mengintegrasikan dimensi perilaku dan etika. The Influence of Love of money, Machiavellianism, Tax Knowledge, and Tax Morality on Compliance in Semarang Abstract Low levels of tax compliance among individual taxpayers in Indonesia, particularly in Semarang, are often influenced by psychological, cognitive, and moral factors. This study aims to examine the role of love of money, machiavellianism, tax knowledge, and tax morality in shaping taxpayer compliance. A quantitative approach was employed using a survey method with closed-ended questionnaires distributed to 138 respondents selected through purposive sampling. The research instrument was tested for validity and reliability to ensure its appropriateness for data collection. Data analysis was conducted using multiple linear regression and model feasibility tests with IBM SPSS version 26. The findings reveal that love of money and machiavellianism exert significant negative effects on compliance, while tax knowledge and tax morality demonstrate significant positive influences. The Adjusted R² value of 0.834 indicates that the four independent variables explain 83.4% of the variation in taxpayer compliance, with the remaining 16.6% influenced by other factors outside the model. The conclusion emphasizes that taxpayer compliance is not solely determined by formal regulations but is also shaped by psychological traits, knowledge, and moral values. Therefore, strategies to improve compliance should integrate behavioral and ethical dimensions alongside regulatory measures.
Analisis Peran Ganda Perempuan (Studi Kasus Istri Nelayan) di Dusun Sukamulia, Desa Pohgading Timur, Lombok Timur Putri, Yati Kusuma; Masyhuri, Masyhuri; Sumitro, Sumitro
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/x8q42w58

Abstract

Peran ganda istri nelayan di Dusun Sukamulia berarti perempuan yang menjalankan dua jenis tugas sekaligus yaitu peran domestik dan peran publik. Mereka bukan hanya bertanggung jawab mengurus rumah dan anak, tetapi juga aktif bekerja di luar untuk membantu ekonomi keluarga. Penelitian ini mengeksplorasi faktor penyebab keluarga nelayan mengalami ketidakpastiaan pendapatan yang terus-menerus akibat faktor cuaca yang tidak menentu. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih fokus pada dampak situasional seperti saat pandemi tanpa mengkaji faktor penyebab ketidakpastian pendapatan keluarga nelayan di suatu wilayah tertentu. Oleh krena itu, penelitian ini di fokuskan pada, istri nelayan yang melakukan peran ganda di Dusun Sukamulia, Desa pohgading Timur, Lombok Timur dijadikan sebagai objek kajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk peran ganda yang dijalankan oleh istri nelayan serta menganalisis kontribusi mereka dalam pemenuhan kebutuhan hidup dan kesejahteraan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data diperoleh dari subjek dan informan penelitian yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri nelayan menjalankan peran domestik sekaligus peran publik melalui berbagai aktivitas ekonomi seperti menjual ikan keliling, mengolah ikan asin, menjadi buruh tani, penjahit, hingga pembantu rumah tangga dengan pendapatan harian berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 195.000. Kontribusi finansial tersebut dialokasikan secara prioritas untuk kebutuhan pangan, pendidikan anak, kesehatan, dan menabung. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pengakuan terhadap kontribusi ekonomi perempuan nelayan dan perlunya kebijakan pemberdayaan yang lebih spesifik untuk membantu mereka mengatasi ketidakpastian ekonomi serta meningkatkan status sosial mereka di masyarakat. Analysis of Women’s Dual Roles (A Case Study of Fishermen’s Wives) in Sukamulia Hamlet, East Pohgading Village, East Lombok Abstract The dual role of fishermen's wives in Sukamulia Hamlet refers to women who simultaneously perform two types of responsibilities: domestic and public roles. They are not only responsible for managing the household and children but are also actively working outside the home to support the family economy. This study explores the factors causing fishermen's families to experience constant income uncertainty due to unpredictable weather conditions. Unlike previous studies that focused more on situational impacts, such as during the pandemic, without examining the underlying causes of income instability in specific regions, this research focuses on fishermen's wives performing dual roles in Sukamulia Hamlet, East Pohgading Village, East Lombok. This study aims to identify the forms of dual roles performed by these women and analyze their contributions to meeting daily needs and family welfare. A qualitative approach with a case study method was employed. Data were obtained from subjects and informants selected through purposive sampling, using interviews, observation, and documentation techniques. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that fishermen's wives carry out domestic and public roles through various economic activities such as mobile fish vending, processing salted fish, working as farm laborers, tailors, and domestic helpers, with daily earnings ranging from IDR 50,000 to IDR 195,000. These financial contributions are prioritized for food, children's education, healthcare, and savings. The implications of this study emphasize the importance of recognizing the economic contributions of fisherwomen and the need for specific empowerment policies to help them overcome economic uncertainty and improve their social status in society.
ANALISIS PENERAPAN METODE TEMATIK FGD (FOCUS GROUP DISCUSION) TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI ILMIAH SISWA SMPN 3 BATUKLIANG Yusuf, M Alfian Rizandy; Muktar, Muktar; Syazali, Munawir
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/pvvn7c02

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode pembelajaran tematik berbasis Focus Group Discussion (FGD) terhadap kemampuan literasi ilmiah siswa pada materi sel hewan dan tumbuhan di SMPN 3 Batukliang. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest dan posttest pada dua kelompok siswa. Kelompok eksperimen terdiri dari 20 siswa yang diterapkan metode pembelajaran tematik berbasis FGD, sementara kelompok kontrol, yang juga terdiri dari 20 siswa, diajarkan menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran tematik berbasis FGD mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan literasi ilmiah. Skor rata-rata posttest kelompok eksperimen meningkat menjadi 84,4, sementara kelompok kontrol hanya meningkat menjadi 63,22. Uji statistik menunjukkan bahwa perubahan skor kelompok eksperimen memiliki nilai signifikansi yang sangat rendah (p-value = 0,000898), hal ini mengindikasikan adanya perbedaan yang sangat signifikan. Di sisi lain, kelompok kontrol juga menunjukkan peningkatan signifikan, namun dengan tingkat yang lebih rendah (p-value = 0,000026). Oleh karena itu, penerapan metode pembelajaran tematik berbasis FGD memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi ilmiah siswa. Metode pembelajaran ini terbukti meningkatkan partisipasi aktif dan pemahaman literasi siswa terhadap materi Sel hewan dan tumbuhan. Kata kunci: FGD; Literasi Ilmiah; Metode Tematik; Problematika Pendidikan. Analysis of Thematic Focus Group Discussion Methods on Students' Scientific Literacy of SMPN 3 Batukliang Abstract This study aims to evaluate the effect of the Focus Group Discussion (FGD)-based thematic learning method on students' scientific literacy skills on the topic of Animal and Plant Cells at SMPN 3 Batukliang. This study used a quasi-experimental design with a pretest and posttest approach on two groups of students. The experimental group consisted of 20 students who were taught with the FGD-based thematic learning method, while the control group, which also consisted of 20 students, was taught using conventional methods. The results showed that the experimental group using the FGD-based thematic learning method experienced a significant increase in scientific literacy skills. The average posttest score of the experimental group increased to 84.4, while the control group only increased to 63.22. Statistical tests showed that the change in the experimental group's score had a very low significance value (p-value = 0.000898), indicating a very significant difference. On the other hand, the control group also showed a significant increase, but with a lower level (p-value = 0.000026). Therefore, the application of the FGD-based thematic learning method has a significant positive impact on improving students' scientific literacy skills. This method has proven effective in encouraging active participation and increasing students' understanding of the material on animal and plant cells.