cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 372 Documents
Pengaruh Disiplin dan Keramahan Teknisi terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Astra Motor Honda Sriwijaya Mataram) Wulandari, Ni Luh Desi; Chandra, Edy
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/8qg2kx10

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh disiplin dan keramahan teknisi terhadap kepuasan konsumen pada layanan servis motor di Astra Motor wilayah Mataram. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan sampel 100 responden konsumen melalui kuesioner Likert skala 1-5. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 25, setelah uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas). Hasil menunjukkan bahwa disiplin teknisi (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen (Y) dengan koefisien β = 0.28 (t = 4.12, Sig. = 0.000), sementara keramahan teknisi (X2) memiliki pengaruh lebih kuat dengan β = 0.42 (t = 6.25, Sig. = 0.000). Secara keseluruhan, model regresi menjelaskan 65.2% variasi kepuasan (R² = 0.652), dengan F-hitung = 89.45 (Sig. = 0.000). Faktor lain seperti harga dan fasilitas masih memengaruhi sisanya. The Effect of Technician Discipline and Friendlyness on Customer Satisfaction (Case Study of Astra Motor Honda Sriwijaya Mataram) Abstract This research aims to analyze the influence of technician discipline and friendliness on consumer satisfaction in motorcycle service at Astra Motor in the Mataram a region. A quantitative approach was employed with a sample of 100 consumer respondents via a Likert scale questionnaire (1-5). Data analysis was conducted using multiple linear regression in SPSS version 25, following classical assumption tests (normality, multicollinearity, heteroscedasticity). The results indicate that technician discipline (X1) has a positive and significant effect on consumer satisfaction (Y) with a coefficient β = 0.28 (t = 4.12, Sig. = 0.000), while technician friendliness (X2) exhibits a stronger influence with β = 0.42 (t = 6.25, Sig. = 0.000). Overall, the regression model explains 65.2% of the variation in satisfaction (R² = 0.652), with an F-statistic of 89.45 (Sig. = 0.000). Other factors such as price and facilities still influence the remainder.
Analisis Pemanfaatan Artificial Intelligence (Chatgpt) dalam Pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka di SMP Se Kota Singaraja Yasa, Gede Darmika; Mardana, Ida Bagus Putu; Astiti, Kadek Ayu; Priyanka, Luh Mitha
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5r402x21

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence, khususnya ChatGPT, dalam pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka menunjukkan variasi dalam pola penggunaan dan tingkat pendampingan guru, yang berdampak pada kesiapan belajar siswa. Perbedaan literasi digital dan ketersediaan infrastruktur turut membentuk cara teknologi ini diintegrasikan dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi ChatGPT dalam pembelajaran IPA serta menginterpretasikan keterkaitannya dengan kesiapan belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan angket yang melibatkan guru dan siswa SMP negeri se-Kota Singaraja. Analisis data dilakukan secara induktif untuk mengungkap pola pemanfaatan, dinamika pendampingan, dan kendala implementasi ChatGPT dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 34 dari 40 siswa (85%) memanfaatkan ChatGPT untuk berbagai keperluan akademik. ChatGPT dimanfaatkan sebagai alat bantu pemahaman konsep IPA, sarana pembelajaran mandiri, dan pendukung motivasi belajar siswa. Namun, variasi akses internet, kompetensi digital, serta strategi pendampingan guru memengaruhi kualitas dan konsistensi pemanfaatannya. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran IPA tidak terlepas dari konteks implementasi dan kesiapan pengguna, yang membentuk efektivitas integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka. Analysis of the Utilization of Artificial Intelligence (Chatgpt) in Science Learning in the Independent Curriculum in Junior High Schools in Singaraja City Abstract The use of Artificial Intelligence, specifically ChatGPT, in science learning under the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka), shows variations in usage patterns and levels of teacher support, which impact students' learning readiness. Differences in digital literacy and infrastructure availability also shape how this technology is integrated into learning practices. This study aims to analyze and evaluate the implementation of ChatGPT in science learning and interpret its relationship to student learning readiness. The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and questionnaires involving teachers and students of public junior high schools in Singaraja City. Data analysis was conducted inductively to uncover usage patterns, support dynamics, and obstacles to ChatGPT implementation in learning. The study results showed that 34 out of 40 students (85%) used ChatGPT for various academic purposes. ChatGPT was used as a tool to help understand science concepts, as a means for independent learning, and as a motivational support for students. However, variations in internet access, digital competency, and teacher support strategies influence the quality and consistency of its use. These findings indicate that the use of ChatGPT in science learning is inseparable from the implementation context and user readiness, which shape the effectiveness of technology integration in the Independent Curriculum.
Analisis Teoretis Kinerja Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dalam Campuran Asphalt Concrete pada Konstruksi Jalan Khairini, Nailil; Priadi, Sopian Dimas
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/70jcpa33

Abstract

Pemanfaatan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) dalam campuran Asphalt Concrete (AC) telah banyak diteliti sebagai solusi berkelanjutan dalam konstruksi perkerasan jalan, namun masih terdapat ketidakkonsistenan temuan terkait batas optimal penggunaan RAP yang mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan stabilitas dan penurunan fleksibilitas serta ketahanan retak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis temuan-temuan empiris mengenai pengaruh kadar RAP terhadap kinerja mekanis campuran AC guna mengidentifikasi pola hubungan yang lebih komprehensif. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2005–2025 dan diindeks pada database Google Scholar. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi berupa penelitian eksperimental pada campuran AC dengan variasi kadar RAP, serta dianalisis menggunakan teknik sintesis tematik berbasis parameter kinerja, meliputi stabilitas, kekakuan, deformasi, dan ketahanan retak. Hasil sintesis menunjukkan bahwa peningkatan kadar RAP secara konsisten berkontribusi terhadap peningkatan stabilitas dan kekakuan campuran akibat dominasi aged binder, namun pada kadar di atas ±30% terjadi penurunan signifikan pada fleksibilitas dan ketahanan fatigue, sehingga meningkatkan potensi retak dini. Selain itu, studi ini menemukan bahwa penggunaan bahan peremaja (rejuvenator) menjadi faktor kunci dalam mengoptimalkan kinerja campuran RAP tinggi. Temuan ini menegaskan adanya trade-off antara kekuatan struktural dan durabilitas yang perlu dikelola melalui desain campuran berbasis kinerja. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi perumusan batas optimal penggunaan RAP dan strategi modifikasi campuran untuk meningkatkan keberlanjutan konstruksi jalan. Theoretical Analysis of the Performance of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) in Asphalt Concrete Mixtures for Road Construction Abstract The utilization of Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) in Asphalt Concrete (AC) mixtures has been widely studied as a sustainable solution in pavement construction; however, inconsistencies remain regarding the optimal RAP content that can balance increased stability with reduced flexibility and cracking resistance. Therefore, this study aims to systematically synthesize empirical findings on the effect of RAP content on the mechanical performance of AC mixtures in order to identify more comprehensive relationship patterns. The method employed is a systematic literature review of 15 scientific articles published between 2005 and 2025 and indexed in the Google Scholar database. The articles were selected based on inclusion criteria focusing on experimental studies of AC mixtures with varying RAP contents and were analyzed using a thematic synthesis approach based on performance parameters, including stability, stiffness, deformation, and cracking resistance. The synthesis results indicate that increasing RAP content consistently contributes to higher stability and stiffness of the mixture due to the dominance of aged binder; however, at contents above approximately 30%, a significant decrease in flexibility and fatigue resistance is observed, thereby increasing the potential for early cracking. In addition, this study finds that the use of rejuvenating agents (rejuvenators) is a key factor in optimizing the performance of high-RAP mixtures. These findings highlight the existence of a trade-off between structural strength and durability, which must be managed through performance-based mix design. Practically, the results of this study provide a scientific basis for determining the optimal RAP content and developing mix modification strategies to enhance the sustainability of pavement construction.
The Implementation of Character Education in Teaching English as a Foreign Language in SMA Cendana Pekanbaru Ariyanto, Joko; Rugaiyah, Rugaiyah; Roziah, Roziah; Yulianto, Yulianto; Irenta, Astrid
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/72z04b03

Abstract

Character education has been widely promoted in Indonesian education policy; however, empirical studies examining how it is enacted in EFL classrooms at the senior high school level remain limited, particularly in terms of classroom-level practices and teacher interpretation. This qualitative case study investigates the implementation of character education in EFL teaching at SMA Cendana Pekanbaru, focusing on how values are enacted in practice. Data were collected from two English teachers through lesson plan analysis (n=12), classroom observations (n=6 sessions), and semi-structured interviews. The findings reveal that character education is primarily integrated through (1) routine-based classroom management practices that reinforce discipline and responsibility, (2) teacher modelling and interactional feedback that promote respect and honesty, and (3) task-based activities that implicitly embed cooperation and perseverance. However, implementation remains surface-level, as teachers prioritize linguistic targets and rarely engage students in critical moral reflection. Given the small-scale, bounded nature of the study, the findings highlight how policy-level expectations are selectively enacted in classroom practice rather than fully realized. The study underscores the need for pedagogical support that moves beyond implicit integration toward more reflective and explicit character education in EFL contexts.
Determinan Loyalitas Nasabah Bank Syariah: Peran Inovasi Model Bisnis, Kualitas Layanan, dan Brand Image
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/6c081q09

Abstract

Loyalitas nasabah merupakan elemen strategis bagi keberlanjutan perbankan syariah di tengah kompetisi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh inovasi model bisnis, kualitas layanan, dan brand image terhadap loyalitas nasabah tabungan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Dompu. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan melalui kuesioner dari 100 nasabah aktif yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Inovasi model bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah (T=3,766;P=0,000); (2) Kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah (T=3,866;P=0,000) dan menjadi faktor paling dominan; (3) Brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah (T=2,324;P=0,010). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa loyalitas nasabah dapat ditingkatkan secara efektif melalui sinergi ketiga variabel tersebut. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pihak manajemen bank perlu memprioritaskan integrasi antara transformasi digital yang adaptif, keunggulan layanan personal (service excellence), dan penguatan citra modern berbasis syariah sebagai strategi utama untuk menjaga retensi nasabah, terutama pada karakteristik masyarakat di wilayah berkembang menjadi kunci utama dalam mempertahankan retensi nasabah di wilayah berkembang. Determinants of Islamic Bank Customer Loyalty: The Role of Business Model Innovation, Service Quality, and Brand Image Abstract Customer loyalty is a strategic element for the sustainability of Islamic banking amidst intense digital competition. This study aims to examine the influence of business model innovation, service quality, and brand image on the loyalty of savings account customers at Bank Syariah Indonesia (BSI) Dompu Sub-Branch Office. Employing a quantitative explanatory approach, data were collected via questionnaires from 100 active customers selected using the Slovin formula. Data analysis was performed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) through SmartPLS 4.0 software. The results indicate that: (1) business model innovation has a positive and significant effect on customer loyalty (T=3.766; P=0.000); (2) service quality has a positive and significant effect on customer loyalty (T=3.866; P=0.000) and is the most dominant factor; (3) brand image has a positive and significant effect on customer loyalty (T=2.324; P=0.010). The study concludes that customer loyalty can be effectively enhanced through the synergy of these three variables. These findings imply that bank management needs to prioritize the integration of adaptive digital transformation, service excellence, and a strengthened modern Sharia-based brand image as primary strategies to maintain customer retention, particularly given the unique characteristics of communities in developing regions.
Integrasi Media GeoGebra dalam Kerangka TPACK Guru Matematika SMP pada Pembelajaran Geometri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/p9w79z71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi media GeoGebra dalam kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru matematika SMP pada pembelajaran geometri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 20 guru matematika SMP. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, rekaman video, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi GeoGebra sangat dipengaruhi oleh level kompetensi TPACK guru. Guru dengan kategori TPACK Excellent mampu memanfaatkan GeoGebra secara interaktif untuk memvisualisasikan konsep geometri seperti transformasi, bangun ruang, dan hubungan antar objek secara dinamis. Guru dengan kategori Good menggunakan GeoGebra secara terbatas sebagai alat demonstrasi, sedangkan guru pada kategori Fair dan Poor mengalami kendala teknis dan pedagogis sehingga pemanfaatan GeoGebra belum optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa GeoGebra memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran geometri apabila terintegrasi secara tepat dengan pedagogi dan konten matematika. Oleh karena itu, penguatan kompetensi TPACK guru melalui pelatihan berbasis GeoGebra menjadi rekomendasi utama penelitian ini. Integration of GeoGebra Media within the TPACK Framework of Junior High School Mathematics Teachers in Geometry Instruction Abstract This study aims to describe the integration of GeoGebra media within the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework of junior high school mathematics teachers in geometry instruction. The study employed a descriptive qualitative approach involving 20 junior high school mathematics teachers as research participants. Data were collected through classroom observations, video recordings of instruction, and in-depth interviews. The findings indicate that the integration of GeoGebra is strongly influenced by the teachers’ level of TPACK competence. Teachers in the Excellent TPACK category were able to utilize GeoGebra interactively to visualize geometric concepts such as transformations, three-dimensional shapes, and relationships among objects in a dynamic manner. Teachers in the Good category used GeoGebra in a more limited way, primarily as a demonstration tool, while those in the Fair and Poor categories experienced technical and pedagogical difficulties, resulting in less optimal use of GeoGebra. These findings suggest that GeoGebra has considerable potential to enhance the quality of geometry instruction when it is appropriately integrated with pedagogy and mathematical content. Therefore, strengthening teachers’ TPACK competence through GeoGebra-based training is the main recommendation of this study.
Pengaruh Kondisi Likuiditas Perusahaan Terhadap Penentuan Kebijakan Struktur Modal Melalui Profitabilitas Perusahaan di Bursa Efek Indonesia
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0a4xs893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi likuiditas terhadap kebijakan struktur modal melalui profitabilitas pada perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan asosiatif untuk menjelaskan hubungan antara variabel independen dan dependen. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018–2025. Sampel penelitian terdiri dari 26 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel likuiditas diproksikan dengan current ratio (CR) dan quick ratio (QR), profitabilitas diproksikan dengan return on equity (ROE), sedangkan struktur modal diukur menggunakan debt to equity ratio (DER). Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12 serta analisis jalur untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return on equity dan debt to equity ratio, sedangkan quick ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on equity dan debt to equity ratio. Selain itu, return on equity juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap debt to equity ratio. Pengujian mediasi menggunakan uji Sobel menunjukkan bahwa return on equity mampu memediasi secara signifikan hubungan antara current ratio dan quick ratio terhadap debt to equity ratio. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan likuiditas yang optimal sangat penting bagi perusahaan dalam meningkatkan profitabilitas serta menentukan kebijakan struktur modal yang lebih efektif. The Effect of Corporate Liquidity Conditions on Capital Structure Policy Decisions through Corporate Profitability on the Indonesia Stock Exchange Abstract This study aims to analyze the effect of liquidity conditions on capital structure decisions through profitability in industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The study employs an associative research approach to examine the relationship between independent and dependent variables. The data used are secondary data obtained from the annual financial statements of industrial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2018–2025. The research sample consists of 26 companies selected using purposive sampling techniques. Liquidity variables are proxied by the current ratio (CR) and quick ratio (QR), profitability is proxied by return on equity (ROE), while capital structure is measured using the debt to equity ratio (DER). The analysis method uses panel data regression with the assistance of EViews 12 and path analysis to test both direct and indirect relationships between variables. The results show that the current ratio has a negative and significant effect on return on equity and debt to equity ratio, while the quick ratio has a positive and significant effect on return on equity and debt to equity ratio. Furthermore, return on equity also has a positive and significant effect on debt to equity ratio. Mediation testing using the Sobel test indicates that return on equity significantly mediates the relationship between current ratio and quick ratio on debt to equity ratio. These findings indicate that optimal liquidity management is important for companies to improve profitability and determine more effective capital structure policies.
Pelaksanaan Mutasi dan Promosi Jabatan Pegawai Negeri Sipil di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/16hydw57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan mutasi dan promosi jabatan Pegawai Negeri Sipil di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bengkulu dengan menggunakan enam kriteria evaluasi kebijakan menurut Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada periode Januari 2026 dengan beberapa informan yang terdiri dari pejabat struktural dan pegawai yang terlibat langsung dalam pengelolaan mutasi dan promosi jabatan di BKD Provinsi Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan mutasi dan promosi pada umumnya telah berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta mengacu pada prinsip merit system. Mutasi dinilai cukup efektif dalam mengisi kekosongan jabatan dan menata distribusi sumber daya manusia antar perangkat daerah, sementara promosi jabatan relatif mampu menempatkan pegawai pada posisi strategis sesuai kebutuhan organisasi. Dari aspek efisiensi, penggunaan i-Mutasi dan SIASN sejak akhir 2025 telah mendukung percepatan administrasi mutasi dan promosi, meski prosedur dan kendala teknis seperti jaringan serta kelengkapan berkas masih memengaruhi durasi proses. Dari sisi kecukupan dan responsivitas, kebijakan ini cukup mampu menjawab kebutuhan organisasi dan menjaga keberlangsungan pelayanan publik melalui penunjukan pelaksana tugas saat terjadi kekosongan jabatan. Dari aspek ketepatan, penempatan pegawai telah mempertimbangkan kompetensi, pendidikan, pengalaman, dan rekam jejak kinerja. Namun, evaluasi kinerja pascamutasi dan promosi belum dilakukan secara konsisten dan sistematis, sehingga dampaknya terhadap peningkatan kinerja organisasi belum terukur optimal. The Implementation of Transfer and Promotion of Civil Servants at the Regional Personnel Agency of Bengkulu Province Abstract This study aims to evaluate the implementation of civil servant (PNS) mutation and promotion policies at the Regional Civil Service Agency (BKD) of Bengkulu Province using six policy evaluation criteria proposed by Dunn, namely effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. The research employed a qualitative approach with data collection techniques consisting of interviews, observation, and documentation. Interviews were conducted in January 2026 with several informants consisting of structural officials and personnel directly involved in the management of mutation and promotion processes at BKD of Bengkulu Province. The results show that the implementation of mutation and promotion has generally been carried out in accordance with prevailing regulations and the principles of the merit system. Mutations are considered fairly effective in filling vacant positions and managing the distribution of human resources across regional government agencies, while promotions are relatively capable of placing employees in strategic positions according to organizational needs. From the perspective of efficiency, the use of i-Mutasi and SIASN since late 2025 has supported the acceleration of transfer and promotion administration, although procedural requirements and technical constraints, such as network issues and document completeness, still affect the duration of the process. In terms of adequacy and responsiveness, this policy has been sufficiently capable of addressing organizational needs and maintaining the continuity of public services through the appointment of acting officials when vacancies occur. With regard to appropriateness, employee placement has taken into account competence, educational background, experience, and performance track records. However, post-transfer and post-promotion performance evaluation has not yet been conducted consistently and systematically, so its impact on improving organizational performance has not been optimally measured.
Peran Family Ownership dalam Memoderasi Hubungan Antara Green Inovation Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/vx90tw69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh green innovation terhadap nilai perusahaan serta menganalisis peran family ownership sebagai variabel moderasi pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2023. Populasi penelitian mencakup 91 perusahaan, dengan sampel sebanyak 31 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 124 observasi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA) dan diolah menggunakan aplikasi EViews 13, dengan model terpilih yaitu Random Effect Model (REM). Variabel green innovation diukur menggunakan metode skoring berbasis indikator inovasi ramah lingkungan yang diungkapkan dalam laporan perusahaan dengan rentang nilai 0,25–1,00. Family ownership diukur berdasarkan persentase kepemilikan saham oleh keluarga terhadap total saham beredar, sedangkan nilai perusahaan diproksikan dengan Tobin’s Q. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green innovation berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (β = 1,2809; p < 0,05). Family ownership secara langsung berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan (β = -1,4352; p > 0,05). Sementara itu, interaksi antara green innovation dan family ownership berpengaruh positif dan signifikan (β = 7,0163; p < 0,05), yang menunjukkan bahwa family ownership memperkuat pengaruh green innovation terhadap nilai perusahaan. Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,03 menunjukkan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variasi nilai perusahaan masih terbatas. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan inovasi ramah lingkungan mampu meningkatkan nilai perusahaan, terutama pada perusahaan dengan kepemilikan keluarga yang lebih tinggi. Namun demikian, hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati mengingat keterbatasan model dan potensi bias pengukuran variabel. The Role of Family Ownership in Moderating the Relationship Between Green Innovation and Corporate Value in Mining Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange Abstract This study aims to examine the effect of green innovation on firm value and to analyze the role of family ownership as a moderating variable in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020–2023 period. The population consists of 91 companies, with a sample of 31 companies selected using purposive sampling, resulting in 124 panel data observations. The data used are secondary data obtained from annual reports and financial statements. Data analysis was conducted using panel data regression with the Moderated Regression Analysis (MRA) approach and processed using EViews 13, with the selected model being the Random Effect Model (REM). Green innovation is measured using a scoring method based on indicators of environmentally friendly innovation disclosed in company reports, with a value range of 0.25–1.00. Family ownership is measured by the percentage of family shareholding relative to total outstanding shares, while firm value is proxied by Tobin’s Q. The results show that green innovation has a positive and significant effect on firm value (β = 1.2809; p < 0.05). Family ownership has a negative but insignificant direct effect on firm value (β = -1.4352; p > 0.05). Meanwhile, the interaction between green innovation and family ownership has a positive and significant effect (β = 7.0163; p < 0.05), indicating that family ownership strengthens the effect of green innovation on firm value. The coefficient of determination (Adjusted R²) is 0.03, indicating that the model has limited explanatory power in explaining variations in firm value. These findings suggest that the implementation of green innovation can enhance firm value, particularly in companies with higher family ownership. However, the results should be interpreted with caution due to model limitations and potential measurement bias in the variables.
DESAIN SISTEM PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN (SPTB)
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/te6ff433

Abstract

Peningkatan tekanan terhadap lahan pertanian, kerusakan lingkungan, dan kebutuhan akan ketahanan pangan mendorong perlunya pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan dan multifungsi. Sistem Pertanian Terpadu Berkelanjutan (SPTB) merupakan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan berbagai elemen produksi seperti tanaman pertanian, tanaman kehutanan, peternakan, perikanan, dan kegiatan ekowisata dalam satu kesatuan sistem yang saling mendukung. Artikel ini merancang model SPTB berbasis agroforestri dan ekowisata yang dikembangkan pada lahan seluas 2 hektar dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip konservasi, keberlanjutan ekologis, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kajian literatur dan analisis konseptual. Agroforestri dirancang sebagai basis produksi dan konservasi yang terdiri dari tanaman keras tahunan dan tanaman pertanian musiman yang dikelola secara ekologis. Sementara itu, ekowisata dikembangkan sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui aktivitas seperti forest healing, agropetik, pengelolaan sampah terpadu, dan pendidikan lingkungan. Pembagian ruang kawasan dilakukan dalam tiga zona utama: 30% untuk tanaman kehutanan, 50% untuk tanaman pertanian, dan 20% untuk fasilitas wisata atau amenities. Seluruh aktivitas dirancang dengan pendekatan ramah lingkungan dan minim limbah. Model ini menunjukkan bahwa integrasi agroforestri dan ekowisata dalam kerangka SPTB mampu menciptakan sistem yang produktif, konservatif, dan inklusif, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan 13 (aksi terhadap perubahan iklim) dan tujuan 15 (menjaga ekosistem darat). Desain ini diharapkan dapat direplikasi dalam pengelolaan lahan multifungsi berbasis masyarakat. Kata kunci: sistem pertanian terpadu, agroforestri, ekowisata, keberlanjutan, konservasi, SDGs Integrated Agriculture System Design Abstract Increasing pressure on agricultural land, environmental degradation, and the need for food security are driving the need to develop sustainable and multifunctional agricultural systems. The Sustainable Integrated Farming System (SPTB) is an innovative approach that integrates various production elements such as agricultural crops, forestry crops, livestock, fisheries, and ecotourism activities into a single, mutually supportive system. This article designs an agroforestry and ecotourism-based SPTB model developed on a 2-hectare plot of land, considering the principles of conservation, ecological sustainability, and local community empowerment. The research approach uses qualitative descriptive methods through literature review and conceptual analysis. Agroforestry is designed as a production and conservation base, consisting of perennial and seasonal agricultural crops managed ecologically. Meanwhile, ecotourism is developed as a means of education, recreation, and community empowerment through activities such as forest healing, agropetics, integrated waste management, and environmental education. The area is divided into three main zones: 30% for forestry crops, 50% for agricultural crops, and 20% for tourism facilities or amenities. All activities are designed with an environmentally friendly and waste-free approach. This model demonstrates that integrating agroforestry and ecotourism within the SPTB framework can create a productive, conservative, and inclusive system, and support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 13 (action on climate change) and Goal 15 (protecting terrestrial ecosystems). This design is expected to be replicated in community-based multifunctional land management. Keywords: integrated farming system, agroforestry, ecotourism, sustainability, conservation, SDGs