cover
Contact Name
Mahbub Ghozali
Contact Email
mahbubghozali@gmail.com
Phone
+6281215517805
Journal Mail Official
mukaddimahjsi@gmail.com
Editorial Address
jl. Laksda Adisucipto, Sleman, D. I. Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25794957     EISSN : 23386924     DOI : 10.14421/mjsi
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam is a multidisciplinary academic journal published by Kopertais Region 3 Yogyakarta. The article published include Islamic studies that are reviewed from various perspectives, ranging from communication, anthropology, education, economics, sociology, philology, education, philosophy, ets.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2025)" : 11 Documents clear
The Social Gender Construction and Its Influence on Child Custody Determination in Religious Courts in Indonesia Anisa, Lina Nur
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4463

Abstract

This article discusses the academic problem of the dominance of social gender construction in determining child custody in Indonesia’s Religious Courts, which hinders substantive justice, especially for women and children. This research employs a library research method with a qualitative approach and socio-legal studies to analyze key literature, regulations, court decisions, and recent empirical studies. The analysis finds that legal argumentation and judges’ narratives often reproduce gender bias through interpretations of the Compilation of Islamic Law and patriarchal social doctrines, resulting in child custody decisions that are frequently not based on the principle of the best interests of the child. The main recommendations are the reformulation of gender-responsive interpretations and regulations of Islamic family law, increased gender literacy among legal practitioners, and cross-sectoral advocacy to create a more just and inclusive family law system. These findings highlight the urgency of reforming Islamic family law based on substantive justice and child protection and provide both conceptual and practical contributions to the development of progressive Islamic studies in Indonesia.
Meta-Analisis Manajemen Bank Wakaf: Strategi dalam Menjawab Isu-Isu Kontemporer Abdullah Jimly Hasanal Adhim; Mugiyati
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4556

Abstract

Bank wakaf merupakan salah satu inovasi dalam pengelolaan wakaf produktif yang ditujukan untuk memperkuat peran sosial-ekonomi umat Islam. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan bank wakaf menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan regulasi, isu transparansi dan akuntabilitas, serta tuntutan digitalisasi di era ekonomi modern. Artikel ini menggunakan pendekatan meta-analisis untuk mengkaji strategi manajemen bank wakaf dalam menjawab isu-isu kontemporer. Sumbersumber literatur yang dianalisis meliputi artikel jurnal, buku, serta dokumen kebijakan terkait manajemen wakaf dalam rentang sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang paling efektif meliputi penerapan prinsip good governance, pemanfaatan teknologi digital, integrasi dengan sistem keuangan syariah modern, serta peningkatan literasi wakaf di masyarakat. Jadi, manajemen bank wakaf tidak hanya berfungsi sebagai pengelola aset keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembangunan berkelanjutan umat Islam.
Mainstreaming Dynastic Political Thought on the Website Islami.co: A Viewpoint of Hans Georg Gadamer's Hermeneutic Theory Hidayatus Syadyya, Dini Tri; Ala, Abd; Salik, Mohamad
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4663

Abstract

The phenomenon of political dynasties, namely the inheritance of power in a particular family or group, has become an important issue in Indonesia's political dynamics and attracted the attention of the media, including Islamic-based media such as Islami.co. Islami.co articles often raise the topic of political dynasties with a perspective that links Islamic values and their relevance to contemporary political practices. Hans-Georg Gadamer's hermeneutic approach, particularly the concept of fusion of horizons, is used in this research to understand how Islami.co mainstreams the discourse of dynastic politics. Gadamer's theory emphasizes a dialogue between the text and the reader that involves the incorporation of historical, social, and cultural perspectives. Through this framework, Islami.co not only provides information, but also interprets the phenomenon of dynastic politics by linking it to Islamic history, such as the leadership of Bani Umayyah and Bani Abbasiyah, which reflects the appropriateness of traditional values in a modern context. This hermeneutic approach allows Indonesian Muslim readers to understand political dynasties in a more complex framework, not just as a practice that is viewed negatively or positively. As a result, Islami.co acts as an agent of interpretation that combines the horizon of Islamic history and current political challenges, resulting in a new understanding that balances Islamic values with contemporary political dynamics in Indonesia.
Spiritualitas dan Kemanusiaan: Membaca Kisah Nabi Ibrahim dalam QS. As-Saffat Ayat 100–107 melalui Hermeneutika Wilhelm Dilthey Muhammad Aska Irfani; Afdalul Ummah; Kirwan; Dendi Nugraha
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4664

Abstract

Kisah nabi Ibrahim yang menerima perintah untuk menyerahkannya dalam QS. As-Saffat ayat 100–107 merupakan narasi keagamaan yang menyimpan kedalaman makna spiritual, historis, dan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutika Wilhelm Dilthey untuk memahami dinamika batin dan simbolik dalam kisah tersebut melalui tiga konsep utama: Erlebnis (pengalaman), Ausdruck (ekspresi), dan Verstehen (pemahaman). Dengan pendekatan ini, kisah tidak hanya dimaknai sebagai ketaatan terhadap perintah Ilahi, namun juga sebagai pengalaman eksistensial yang sarat emosi dan refleksi. Erlebnis merepresentasikan pergolakan batin nabi Ibrahim dan anak-anaknya dalam menghadapi perintah yang menguji keimanan dan kemanusiaan. Ausdruck tampak dalam dialog dan tindakan simbolik yang mencerminkan ekspresi spiritual serta menjadi titik balik nilai-nilai keagamaan yang lebih manusiawi. sementara Verstehen digunakan untuk menggali makna secara intersubjektif melalui empati dan refleksi mendalam terhadap tokoh. Dengan demikian, pendekatan ini memungkinkan kisah tersebut dibaca bukan hanya sebagai peristiwa keimanan, namun juga sebagai refleksi etika, budaya, dan kemanusiaan. Kisah Nabi Ibrahim yang menerima perintah untuk mengorbankan putranya dalam Surat As-Saffat, ayat 100-107, merupakan narasi keagamaan yang kaya akan kedalaman spiritual, historis, dan psikologis. Kajian ini menggunakan pendekatan hermeneutik Wilhelm Dilthey untuk mengeksplorasi dinamika batin dan simbolik kisah tersebut melalui tiga konsep utama: Erlebnis (pengalaman hidup), Ausdruck (ekspresi), dan Verstehen (pemahaman). Melalui pendekatan ini, kisah tersebut dimaknai bukan sekadar sebagai tindakan ketaatan kepada perintah Tuhan, melainkan juga sebagai pengalaman eksistensial yang sarat dengan emosi dan refleksi. Erlebnis merepresentasikan gejolak batin Nabi Ibrahim dan putranya saat mereka menghadapi perintah yang menguji iman dan kemanusiaan. Ausdruck tampak jelas dalam dialog dan tindakan simbolik yang mengekspresikan sentimen spiritual dan menandai titik balik menuju nilai-nilai keagamaan yang lebih berpusat pada manusia. Sementara itu, Verstehen digunakan untuk mengungkap makna secara intersubjektif melalui empati dan refleksi mendalam terhadap tokoh-tokoh yang terlibat. Dengan demikian, pendekatan ini memungkinkan narasi dibaca tidak hanya sebagai peristiwa keimanan, tetapi juga sebagai refleksi tentang etika, budaya, dan kemanusiaan.
Reaktualisasi Filsafat Etika Ibnu Miskawaih dalam Konstruksi Budaya Bermedia Sosial Rochman Hakim, Wilda
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4673

Abstract

Media sosial telah menjad ruang baru bagi manusia dalam mengekspresikan diri, berinteraksi, dan membentuk identitas sosial. Di balik manfaatnya, ruang-ruang digital memunculkan berbagai problem etis dan budaya baru seperti pencarian validasi tanpa batas, penyebaran informasi palsu, hingga kecanduan yang melemahkan kesadaran diri. Artikel ini berupaya untuk reaktualisasi filsafat etika Ibnu Miskawaih, khususnya teori jalan tengah (al-wasath), sebagai landasan dalam konstruksi budaya bermedia sosial yang bijak, kritis, kreatif, dan bertanggungjawab. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskripsit-analitis terhadap teks primer Tahdzîb al-Akhlāq dan berbegai sumber sekunder yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa prinsip keseimbangan antara tiga daya; rasional, amarah, dan syahwat serta teori jalan tengah sebagaimana dirumuskan Ibnu Miskawaih dapat diimplementasikan dalam tiga aspek utama penggunaan media sosial; ekspresi diri yang otentik dan proporsional, sikap verifikatif terhadap informasi, dan pengelolaan waktu yang bijak. Ketiganya merupakan pengejawentahan dari nilai hikmah (kebijaksanaan), iffah (menjaga diri), dan ‘adālah (keadailan). Dengan demikiran, teori etika Ibnu Miskawaih tidak hanya relevan di era klasik saat itu, tetapi juga dapat menjadi kerangka etis yang aktual untuk membangun kesadaran digital dan budaya bermedia sosial yang utama. Kata kunci: Ibnu Miskawaih; Filsafat Etika; Etika Jalan Tengah; Media Sosial.
Tradisi Ngabulâ Pranikah Sebagai Stimulan dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis bagi Kalangan Santri Miftahul Ulum Kebun Baru Kabupaten Pamekasan Perspektif Fenomenologi Edmund Husserl Alfarisi, Ach. Fadhail; Roibin; Izzuddin, Ahmad
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4687

Abstract

Tradisi Ngabulâ pranikah merupakan praktik budaya khas pesantren yang dilakukan santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru sebelum memasuki pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: Pertama, makna yang terkandung dalam tradisi ngabula pranikah, dan Kedua, bagaimana tradisi ngabulâ pranikah memberikan stimulasi terhadap persepsi santri dalam mewujudkan keluarga harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan Fenomenologi Edmund Husserl, dengan menekankan proses epoche, reduksi fenomenologis, dan pemahaman esensi kesadaran informan terhadap pengalaman subjektif mereka. Informan penelitian ini berjumlah sepuluh santri alumni Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kebun Baru yang pernah melakukan tradisi ngabulâ pranikah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi ngabulâ pranikah memiliki enam makna utama: restu dan doa kiai sebagai keberkahan awal pernikahan; ekspresi terima kasih dan penghormatan kepada guru; proses penurunan ego dan penyadaran diri; ritual penyucian diri menjelang pernikahan; bekal sosial dan simbol pengenalan calon pengantin; serta manifestasi budaya khas pesantren. Tradisi ini menstimulasi persepsi santri dalam tiga dimensi utama: spiritual, sosial, dan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi ngabulâ pranikah tidak sekadar rutinitas ritual, tetapi juga proses internalisasi nilai yang memperkokoh kesiapan mental, sosial, dan spiritual menuju keluarga harmonis.
Perlindungan Hukum Non-Penal dalam Upaya Pencegahan Tindak Kriminal oleh Anak melalui Keluarga Madani sesuai Konsep Maslaha Mursalah Auliyah, Himatul; Sj, Fadil; Susanto, Burhanuddin
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4695

Abstract

The increasing involvement of children in criminal acts reflects the weakening of social structures and moral supervision within modern society. As the next generation, children are entitled to adequate legal protection to ensure their optimal. In the Indonesian legal system, child protection is regulated under Law Number 35 of 2014 on Child Protection and Law, Number 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System (SPPA), to importance of a non-penal approach, namely the prevention of juvenile delinquency through education, character development, and the strengthening of family and community functions. The non-penal approach is closely related to the concept of a madani family. This preventive effort aligns with the Islamic legal principle of maslahah mursalah, which promotes public welfare in the absence of explicit textual evidence. This research seeks to examine forms of non-penal legal protection in preventing criminal acts committed by children through the framework of the madani family, and to analyze its relevance to the concept of maslahah mursalah. The study employs a normative legal research approach, utilizing conceptual, statutory, and philosophical analyses. It is expected that the findings will contribute theoretically to the development of modern Islamic law and serve as a practical reference for policymakers in strengthening the child protection system in Indonesia.
Peran Dinas Perindustrian terhadap Industri Kecil Menengah di Nusa Tenggara Perspektif Ekonomi Islam Bay , Eko Saputra; Nasir, Mohammad Abdun; Yusup , Muhammad
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4723

Abstract

Abstrak Industri Kecil Menengah (IKM) memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi lokal. Terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, sangat diperlukan peran pemerintah dalam memberikan dukungan melalui berbagai program pemberdayaan untuk mendukung perkembangan terhadap pertumbuhan dan daya saing IKM. Penelitian ini difokuskan pada peran pemerintah daerah yakni Dinas Perindustrian NTB dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan Industri Kecil Menengah, kendala pelaku IKM pada program pemberdayaan dengan tinjauan secara ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dillengkapi dengan dokumentasi. Data dianalisis melalui proses mengorganisasikan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran Dinas Perindustrian NTB dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pemberdayaan IKM berupa pelatihan dan penyuluhan, memudahkan akses modal, peningkatan kualitas produk, bimbingan teknis, bantuan peralatan mesin, sertivikasi, dan bantuan akses pasar. Kemudian kendala yang dialami pelaku IKM yaitu akses permodalan yang terbatas, regulasi untuk biaya sertifikasi produk, minimnya literasi digital, ketersediaan logistik dan distribusi. Serta tinjauan ekonomi Islam pada program pemberdayaan IKM sejalan dengan prinsip kemaslahatan yaitu maqasid al-shari'ah dengan berorientasi pada prinsip ta'awun (tolong-menolong) dan takaful (saling menjamin) dengan menekankan solidaritas sosial dan distribusi keadilan dalam perekonomian. Kata Kunci: Dinas Perindustrian NTB, Pemberdayaan, Pengembangan IKM, Ekonom Isalam. Abstract Industri Kecil Menengah (IKM) plays a very important role in economic development at the local level. It is particularly important for lower-income communities, as government support in the form of various empowerment programmes is essential for the development and competitiveness of IKM. This study focuses on the role of the local government, specifically the NTB Industry Department, in developing the local economy through the empowerment of small and medium-sized enterprises, and the challenges faced by IKM participants in the empowerment programme, with an economic Islamic perspective. This study uses a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews and documentation. The data were analysed through the processes of organising, reducing, presenting, and drawing conclusions. The study shows that the role of the NTB Industry Department in developing the local economy through the empowerment of IKM involves providing training and guidance, facilitating access to capital, improving product quality, providing technical assistance, helping with equipment and machinery, certification, and helping with market access. Kendala yang dialami oleh para pelaku IKM mencakup keterbatasan akses permodalan, regulasi untuk biaya sertifikasi produk, rendahnya literasi digital, dan ketersediaan logistik dan distribusi. Tinjauan ekonomi Islam pada program pemberdayaan IKM ini sejalan dengan prinsip maqasid al-shari'ah, yang berorientasi pada ta'awun (tolong-menolong) dan takaful (saling menjamin), dengan menekankan pada solidaritas dan keadilan sosial dalam perekonomian. Keywords: Government, Empowerment, Development of IKM, Islamic Economics.
Peta Kajian: Analisa Bibliometrik pada Bidang Manajemen Pendidikan Islam Khoirotul Ni'amah
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4737

Abstract

The study of Islamic education management in Indonesia has long been a subject of research and has become a significant topic in scholarly publications. To understand research on Islamic education management, this study explores several studies using bibliometric methods. The analysis in this article is limited to the period 2017-2025 and relies on data from the Scopus database. This study analyzed 114 articles from 390 authors to map the knowledge gap in Islamic education management research. Data analysis used VOSviewer and Biblioshiny to analyze metadata for each Scopus-indexed article in CSV (comma-separated values) format. This study identified several recommended keywords that could serve as the primary focus of future research in Islamic education management. Some of these keywords are strategic management, educational policy and politics, transformative education, educational evaluation, multicultural education management, and curriculum studies. Keywords: Bibliometric Analysis, Educational Management Research, Mapping Knowledge.
Harmonisasi Harmonisasi Manusia dengan Alam pada Praktik Ekologi Masyarakat Pesisir Paciran Ahmad Silmi Daroini; Dian Nur Anna; Lalu Naufal Ahsan Thofhani
Mukaddimah: Jurnal Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Kopertais Wilayah III Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/mjsi.v10i2.4739

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana komunitas pesisir di Paciran, Jawa Timur membangun harmoni ekologis melalui praktik-praktik budaya, pengetahuan lokal, dan nilai-nilai spiritual. Meskipun penelitian tentang ekologi pesisir Indonesia umumnya berfokus pada degradasi lingkungan dan penurunan biofisik, hanya sedikit perhatian ilmiah yang diberikan pada mekanisme sosial-budaya yang membentuk perilaku ekologis berbasis komunitas. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana praktik ekologis muncul dari interaksi sehari-hari, ingatan kolektif, dan pandangan keagamaan dalam komunitas nelayan. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara informal dengan nelayan dan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen-dokumen komunitas. Temuan menunjukkan tiga dinamika utama. Pertama, terjadi pergeseran dari eksploitasi ekstraktif menuju konservasi partisipatif ketika para nelayan menilai ulang risiko jangka panjang dari praktik-praktik destruktif. Kedua, kearifan lokal yang diekspresikan melalui ritual, pantangan musiman, dan norma etis masih berfungsi sebagai kerangka ekologi adaptif yang menegosiasikan tradisi dengan modernitas teknologi. Ketiga, solidaritas sosial-ekologis yang kuat membantu mempertahankan aksi kolektif, didukung oleh kesadaran spiritual yang memandang laut sebagai wilayah moral yang diamanahkan, bukan sekadar sumber ekonomi. Ketiga dimensi ini menggambarkan model terpadu dari humanisasi ekologi di mana pembebasan dari logika ekstraktif, solidaritas sosial, dan kesadaran moral transenden beroperasi secara bersamaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada diskusi yang lebih luas tentang pengelolaan pesisir berbasis komunitas dengan menunjukkan bahwa praktik ekologis yang berkelanjutan tidak dapat hanya mengandalkan intervensi teknis. Sebaliknya, revitalisasi budaya, pewarisan pengetahuan antar generasi, dan integrasi spiritualitas dengan etika lingkungan memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan ekologi lokal.

Page 1 of 2 | Total Record : 11