cover
Contact Name
Fakhran Alfian
Contact Email
editorial_team@jkp-bali.com
Phone
+62361-463834
Journal Mail Official
perspektif@jkp-bali.com
Editorial Address
Jl. Trenggana Paang Indah No. 6, Penatih,Jl. Trenggana Paang Indah No. 6, Penatih, Denpasar Timur Denpasar Timur
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Perspektif
ISSN : -     EISSN : 28071190     DOI : https://doi.org/10.53947/perspekt
Jurnal Perspektif adalah jurnal ilmiah nasional multidisiplin dengan akses terbuka. Tujuan kami adalah menyebarluaskan artikel terkini dan orisinil dari para peneliti, pemerhati, peneliti, widyaiswara, praktisi, pengambil keputusan, dosen dan mahasiswa tentang masalah dalam bidang ilmu pendidikan, politik, budaya, bahasa, manajemen, administrasi, pemerintahan, humaniora, dan ilmu sosial lainnya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2021)" : 10 Documents clear
LAPORAN PENILAIAN KEGIATAN BELAJAR DARI RUMAH DI RA NURUL FALAH KALIDERES Dina Faradillah Syam
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.539 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.7

Abstract

Abstrak RA Nurul Falah adalah salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan anak usia dini yang regulasinya ada di bawah Kementerian Agama RI. Lokasi lembaga berada di Kecamatan Kalideres Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta. Lembaga RA ini menerapkan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) selama masa pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak bulan Maret tahun 2020. Demi terselenggaranya efektivitas kegiatan Belajar Dari Rumah, penyelenggara RA Nurul Falah memberikan laporan penilaian secara berkala tiap bulan. Laporan penilaian ini diberikan kepada 16 orang tua siswa yang ada di RA Nurul Falah. Program pemberian laporan penilaian kegiatan belajar dari rumah kepada orang tua ini dapat menjadi sarana pembinaan orang tua dalam pelaksanaan kegiatan Belajar Dari Rumah dan sarana komunikas antara orang tua dan guru dalam mengetahui kemajuan kemampuan enam aspek kemampuan perkembangan anak. Pemberian laporan penilaian selama kegiatan belajar dari rumah ini juga diberikan sebagai dukungan pembinaan kepada orang tua untuk memahami perkembangan dan gaya belajar anak. Orang tua sangat terbantu dengan adanya laporan penilaian ini karena dengan penilaian ini mereka dapat mengetahui kemampuan anaknya meningkat dari hari ke hari dan mengetahui kegiatan yang dilakukan selama masa Belajar Dari Rumah (BDR) adalah kegiatan yang bermakna dengan tujuan untuk mencapai perkembangan anak sesuai tingkatan usianya. Abstract RA Nurul Falah is one of the institutions that organize early childhood education whose regulations are under the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia. The location of the institution is in Kalideres District, West Jakarta City, DKI Jakarta. This RA institution implements Learning from Home activities during the COVID-19 pandemic that has hit Indonesia since March 2020. To ensure the effectiveness of Learning from Home activities, the organizer of RA Nurul Falah provides an assessment report regularly every month. This assessment report was given to 16 parents of students at RA Nurul Falah. This program of providing reports on the assessment of learning from home activities to parents can be a means of fostering parents in implementing Learning from Home activities and a means of communication between parents and teachers in knowing the progress of the six aspects of children's developmental abilities. The provision of assessment reports during learning from home activities is also provided as coaching support for parents to understand children's development and learning styles. Parents are greatly helped by this assessment report because with this assessment they can find out their child's ability to improve from day to day and know that the activities carried out during the Learning from the Home period are meaningful activities to achieve child development according to their age level.
PENGEMBANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) DALAM IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI Rahabistara Tito Hardika
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.536 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.14

Abstract

Abstrak Semakin berkembang pesatnya teknologi sejalan pula dengan semakin berkembangnya kualitas Pendidikan khusunya jenjang Perguruan Tinggi. Pembelajaran daring atau online melalui e-learning yang biasa disebut Learning Management System (LMS) merupakan cerminan kualitas dari Perguruan Tinggi yang mana harus mampu memanfaatkan peran terknologi tersebut untuk dapat mengembangkan model pembelajaran jarak jauh. Pengembangan LMS harus didesain dan dikembangkan secara maksimal untuk menunjang segala keperluan yang dibutuhkan pengguna LMS tersebut yaitu mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Pengembangan LMS ini disusun berdasarkan model ADDIE yaitu dengan Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery, and Evaluation. Hasil rancangan berupa menganalisis kompetensi, analisis karakteristik sumber daya manusia (SDM), dan analisis instruksional yang mana dari Perguruan Tinggi menemukan permasalahan di lapangan terkait penggunaan LMS sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis, maka diputuskan bahwa rencana pembelajaran semester (RPS) adalah desain pokok untuk mengembangkan LMS yang mana RPS harus sesuai dan memuat skema pembelajaran semester serta capaian pembelajaran mata kuliah, sehingga seluruh dosen akan mengikuti pelatihan pembuatan RPS yang muatan materinya disesuaikan dengan kebutuhan para dosen dalam penggunaan LMS sebagai media pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis dan desain yang telah disusun maka tim pengembangan Learning Management System (LMS) melakukan kajian materi dan mengembangkan modul pelatihan penggunaan LMS dengan mengidentifikasi fitur-fitur yang ada bagi dosen dan mahasiswa. Selanjutnya adalah menerapkan sistem dan desain pelatihan pengembangan serta penggunaan LMS yang telah disusun sehingga tujuan - tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya bisa tercapai dengan baik. Setelah itu dilakukan evaluasi untuk seluruh materi yang telah diberikan dalam penggunaan dan pengembangan LMS serta masukan terkait kendala serta tambahan fitur di LMS oleh pengguna. Abstract The rapid development of technology is also in line with the development of the quality of education, especially at the higher education level. Online learning or online through e-learning which is commonly called Learning Management System (LMS) is a reflection of the quality of Higher Education which must be able to take advantage of the role of technology to be able to develop distance learning models. LMS development must be designed and developed optimally to support all the needs needed by the LMS users, namely students, lecturers, and education staff. The development of this LMS is based on the ADDIE model, namely Analysis, Design, Development or Production, Implementation or Delivery, and Evaluation. The results of the design are in the form of analyzing competencies, analyzing the characteristics of human resources (HR), and instructional analysis which universities find problems in the field related to the use of LMS as a learning medium. Based on the results of the analysis, it was decided that the semester learning plan (RPS) is the main design for developing an LMS in which the RPS must be appropriate and contain the semester learning scheme and the learning outcomes of the courses so that all lecturers will attend training in making RPS whose material content is adjusted to the needs of the students. lecturers in using LMS as a learning medium. Based on the results of the analysis and design that have been prepared, the Learning Management System (LMS) development team conducts a material review and develops a training module for using the LMS by identifying the features available for lecturers and students. Next is to implement the system and design of development training and use of the LMS that has been prepared so that the goals that have been previously set can be achieved properly. After that, an evaluation is carried out for all the materials that have been provided in the use and development of the LMS as well as input related to obstacles and additional features in the LMS by users.
PENERAPAN MODEL FLEX BLENDED LEARNING PADA SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH Yuliani
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.23 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.18

Abstract

Abstrak Memasuki era 4.0, segala sektor dalam aktivitas kehidupan sudah mulai terdigitalisasi, begitupun yang terjadi dalam sektor pendidikan. Selain itu kondisi Pandemi COVID-19 mewajibkan aktivitas pembelajaran dilakukan di rumah. Hal tersebut tentunya menuntut peran teknologi digital untuk mendukung sistem pendidikan jarak jauh atau yang lebih dikenal PJJ. Namun dalam penerepan sistem pendidikan jarak jauh tentunya tidak mudah dan banyak hal yang menjadi kendala-kendala dalam sistem pembelajaran tersebut, hal ini disebabkan beberapa hal antara lain kesiapan guru dan siswa menghadapi proses pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya dan juga model dari desain pembelajaran yang tentunya perlu di sesuaikan agar hasil dari pembelajaran dapat tetap maksimal. Tentunya banyak alternatif model pembelajaran dalam sistem pembelajaran jarak jauh, salah satu yang dapat diterapkan pada situasi saat ini ialah Model Flex blanded learning. Abstract Entering the 4.0 era, all sectors in life activities have begun to be digitized, as has happened in the education sector. In addition, the COVID-19 pandemic condition requires learning activities to be carried out at home. This of course demands the role of digital technology to support the distance education system or better known as PJJ. However, in implementing the distance education system, it is certainly not easy and many things become obstacles in the learning system, this is due to several things, including the readiness of teachers and students to face a different learning process than before and also the model of learning design which of course needs to be implemented. adjusted so that the results of learning can remain maximal. Of course, there are many alternative learning models in distance learning systems, one of which can be applied to the current situation is the Flex blended learning model.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMERINTAH TERKAIT KEBIJAKAN LARANGAN MUDIK LEBARAN 2021 Hanggian Bayu Lestiyanto
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.172 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.29

Abstract

Adanya Covid-19 menyebabkan pemerintah melakukan penanggulangan pencegahan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 berbagai upaya telah dilakukan pemerintah berupa kebijakan – kebijakan yang telah dibuat dan menjadi regulasi yang perlu ditaati oleh masyarakat. Liburan hari raya Idul fitri berkaitan erat dengan mobilitas penduduk dikarenakan adanya tradisi mudik di Indonesia, mobilitas penduduk yang terjadi pada saat dilaksakannya mudik ini dapat menjadi sarana penularan Covid 19 serta meningkatkan angka penyebaran kasus Covid 19 di Indonesia. Dalam rangka penanganan Covid-19, serta tingginya angka kasus penularan Covid 19 di Indonesia menjelang lebaran mengharuskan pemerintah memberlakukan suatu kebijakan larangan mudik lebaran tahun 2021 pada pandemi Covid-19. Pemerintah telah menetapkan kebijakan larangan mudik lebaran 2021 dengan maksud mengurangi penyebaran virus Covid-19. Strategi komunikasi dalam melaksanakan kebijakan larangan mudik lebaran 2021 dikomunikasikan kepada masyarakat dengan koordinasi yang tersusun oleh pihak terkait yang akan disampaikan kepada publik dengan isi pesan yang mempunyai tujuan dan maksud tertentu. Dalam mengkomunikasikan kepada masyarakat melalui media komunikasi dan media sosial agar dapat memengaruhi masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran 2021 demi mencegah penyebaran Covid – 19. Penelitian ini menggunakan metode Studi Kepustakaan (Library Research) yang mana dalam penelitian ini tidak perlu terjun langsung kelapangan tetapi mengambil berbagai referensi yang mendukung dalampenelitian.Sumber data pada penelitian ini berupa buku, jurnal dan situs internet yang terkait dengan topik yang telah dipilih.
LITERASI DIGITAL Haickal Attallah Naufal
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.398 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.32

Abstract

Abstrak Literasi digital merupakan suatu bentuk kemampuan untuk mendapatkan, memahami dan menggunakan informasi yang berasal dari berbagai sumber dalam bentuk digital. Literasi ini sendiri dalam konteks pendidikan berperan dalam mengembangkan pengetahuan seseorang pada materi pelajaran tertentu serta mendorong rasa ingin tahu dan mengembangkan kreativitas yang dimiliki. Hal inilah yang menuntut mahaiswa agar memiliki literasi atau kemampuan untuk mengolah dan memahami informasi yang baik untuk dipelajari dan di mengerti dengan begitu perkembangan teknologi yang sangat pesat, memungkinkan mahasiswa untuk lebih muda dalam mengakses informasi. Literasi digital juga sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ledakan informasi yang terus meningkat di dalam sumber digital. Masyarakat kini dihadapi dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat masyarakat juga dituntut untuk memilah dan memilih Informasi yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Paparan berbagai macam informasi dari media membuat kebanyakan orang ragu akan informasi yang benar dan tidak benar adanya. Maka dengan adanya fenomena tersebut, pengetahuan literasi media sangat dibutuhkan sebagai kemampuan untuk mengolah informasi. Dalam hal ini Penyalahgunaan teknologi digital dapat berdampak buruk bagi kehidupan pribadi dan sosial. Oleh karena itu literasi digital perlu dikembangkan untuk membangun karakter bangsa guna menciptakan generasi yang cerdas dan kaya akan informasi serta kritis dalam memilih informasi yang baik dan benar. Dimensi literasi digital meliputi alat dan sistem, informasi dan data, berbagi dan kreasi, konteks sejarah dan budaya. Melalui pemahaman terhadap dimensi dimensi tersebut dapat dikembangkan menjadi materi yang dapat membantu seseorang untuk lebih kritis dalam memilih Informasi. Abstract Digital literacy is a form of ability to obtain, understand and use information from various sources in digital form. This literacy itself in the context of education plays a role in developing one's knowledge on certain subject matter and encouraging curiosity and developing one's creativity. This is what requires students to have literacy or the ability to process and understand information that is good to learn and understand, so the rapid development of technology allows students to access information more easily. Digital literacy is also very much needed to overcome the problem of the ever-increasing explosion of information in digital sources. Society is now faced with very rapid technological developments; people are also required to sort and choose the information that is under the actual situation. Exposure to various kinds of information from the media makes most people doubt whether the information is true or not. So, with this phenomenon, knowledge of media literacy is needed as the ability to process information. In this case, the misuse of digital technology can harm personal and social life. Therefore, digital literacy needs to be developed to build the nation's character to create a generation that is intelligent and rich in information and critical in choosing good and correct information. Dimensions of digital literacy include tools and systems, information and data, sharing and creation, historical and cultural contexts. Through an understanding of these dimensions, it can be developed into material that can help someone to be more critical in choosing information.
PERAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA TERHADAP KEBERAGAMAN DAN GERAKAN SEPARATISME DI INDONESIA Mohamad Rifky Rachmadillah
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.499 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.33

Abstract

Abstrak Keberagaman merupakan suatu keadaan dalam masyarakat yang memiliki banyak perbedaan dalam berbagai bidang, baik dalam bidang adat istiadat, agama, budaya hingga strata sosial. Indonesia yang memiliki ribuan pulau tentu saja memiliki banyak keberagaman yang unik, namun masih banyak kasus-kasus keberagaman yang menimbulkan sebuah konflik, baik konflik antar etnis bahkan hingga gerakan pemberontakan terhadap negara atau yang biasa kita sebut gerakan separatis. Keberagaman ini bisa dipersatukan bukan hanya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, melainkan diikuti dengan penerapan ilmu komunikasi antarbudaya yang baik. Menerapkan konsep komunikasi antarbudaya dan menjadikannya salah satu pedoman dalam kehidupan sehari-hari di tengah keberagaman. Di dalam tulisan ini dideskripsikan konsep serta teori komunikasi antarbudaya yang relevan dengan pembahasan yang bertujuan agar kita dapat memahami bagaimana mengatasi keberagaman yang sudah pasti terjadi di lingkungan dalam bermasyarakat agar tidak kembali terulang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Abstract Diversity is a condition in society that has many differences in various fields, both in the fields of customs, religion, culture to social strata. Indonesia, which has thousands of islands, of course, has a lot of unique diversity, but there are still many cases of diversity that lead to a conflict, both inter-ethnic conflicts and even uprising movements against the state or what we call separatist movements. This diversity can be united not only with the motto of Bhinneka Tunggal Ika but also followed by the application of good intercultural communication. Applying the concept of intercultural communication and making it one of the guidelines in everyday life in diversity. This paper describes the concepts and theories of intercultural communication that are relevant to the discussion, which aims to make us understand how to overcome the diversity that is certain to occur in the environment in society so as not to repeat events that have occurred in the past.
PELANGGARAN ETIKA JURNALISTIK OLEH JURNALIS MEDIA ONLINE DI TENGAH PANDEMI COVID-19: STUDI KASUS PEMBERITAAN CNNI DENGAN HEADLINE ”PASIEN POSITIF CORONA DI INDONESIA BERTAMBAH JADI 19 ORANG” Alvino Garnida
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.702 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.45

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pelangaran dari pemberitaan” Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah Jadi 19 Orang” Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah media online “CNNI”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Etika, Etika Komunikasi, Komunikasi massa, Jurnalistik, Kode Etik Jurnalistik dan berita. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis) kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan aspek-aspek dan karakteristik dari suatu pesan, menggambarkan secara lengkap suatu pesan yang ada pada teks berita. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pelanggaran Kode Etik Jurnalistik oleh portal berita CCN I dengan Headline” Pasien Positif Corona di Indonesia Bertambah Jadi 19 Orang”. Dengan masih adanya pelanggaran Kode Etik Jurnalistik oleh CNNI diharapkan agar lebih memperhatikan kesalahan-kesalahan dalam pemberitaannya. Lebih memperhatikan Kode Etik Jurnalistik dan objektivitas pemberitaan dalam hal memproduksi sebuah berita. Abstract This study aims to determine the form of violation of the news "Corona Positive Patients in Indonesia Increase to 19 People". The object of this research is the online media "CNNI". The theories used in this research are Ethics, Communication Ethics, Mass Communication, Journalism, Journalistic Code of Ethics, and news. This study uses a quantitative content analysis method with a descriptive approach to describe the aspects and characteristics of a message, fully describing a message in the news text. The results of this study indicate a violation of the Journalistic Code of Ethics by the CCNI news portal with the headline "Corona positive patients in Indonesia have increased to 19 people". With the ongoing violations of the Journalistic Code of Ethics by CNNI, it is hoped that they will pay more attention to errors in their reporting. Pay more attention to the Journalistic Code of Ethics and the objectivity of reporting in terms of producing news.
KRISIS MORALITAS PADA REMAJA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Muhammad Rafi Athallah Mewar
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.689 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.47

Abstract

Abstrak Selain ekonomi dan kesehatan, dampak lain dari pandemi COVID-19 ini juga berdampak kepada moralitas seseorang khususnya para remaja di Indonesia ini. Pentingnya pendidikan moral di masa pandemi ini khusus para remaja memang sangat diperlukan. Pasalnya jika hal tersebut tidak bisa cepat diselesaikan, maka dampak dari krisis moralitas akan menjadi panjang. Krisis moral yang tengah terjadi di Indonesia ini cukup banyak, misalnya anak muda kita sudah mulai menghilangkan budaya berkata “tolong”, “maaf”, dan ”terima kasih”. Ketiga hal tersebut merupakan hal dasar dalam beretika, dan kini hal dasar dalam beretika saja mereka tidak gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut terjadi karena para remaja Indonesia kurang melakukan literasi dan menyaring budaya luar yang masuk ke dalam negeri kita. Dengan melakukan pendidikan karakter kepada mereka dan membantu mereka untuk memperbaiki moralitas mereka, maka krisis moralitas yang tengah terjadi bisa perlahan diperbaiki dan dampak baik tersebut akan berpengaruh besar terhadap generasi anak muda yang akan datang. Abstract In addition to the economy and health, other impacts of the COVID-19 virus pandemic also have an impact on one's morality, especially teenagers in Indonesia. The importance of moral education in this pandemic period, especially for teenagers, is needed. The reason is that if this cannot be resolved quickly, the impact of the morality crisis will belong. There are many moral crises currently happening in Indonesia, for example, our young people have started to eliminate the culture of saying “please”, ”sorry”, and “thank you”. These three things are basic things in ethics, and now they don't use the basic things in ethics in everyday life. This happens because Indonesian youth lack literacy and filter out foreign cultures that enter our country. By conducting character education for them and helping them to improve their morality, the current moral crisis can be slowly remedied and this good impact will have a major impact on the next generation of young people.
MEMAHAMI LATAR BELAKANG PENDIDIKAN PESERTA DIDIK: TELAAH TENTANG TRANSFER DAN TRANSFORMASI BELAJAR M. Arif Shubchan; M. Adila Rossa
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.646 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.60

Abstract

Abstrak Dalam proses pembelajaran, seorang pendidik sering kali tidak memperhatikan latar belakang pendidikan peserta didik. Semua dipandang dan diperlakukan sama. Banyak pendidik yang belum mempertimbangkan pentingnya latar belakang pendidikan dalam keberhasilan belajar. Hal ini terjadi diduga karena terbatasnya literatur tentang latar belakang pendidikan. Untuk itu penulisan artikel ini dimaksudkan mengupas teori yang mendasari latar belakang pendidikan. Berdasarkan pembahsan disimpulkan bahwa teori transfer dan transformasi belajar merupakan teori yang dipandang relevan untuk menjelaskan pemahaman tentang latar belakang pendidikan. Abstract In the learning process, an educator often does not pay attention to the educational background of students. Everyone is seen and treated the same. Many educators have not considered the importance of educational background in successful learning. This is presumably due to the limited literature on educational background. For this reason, the purpose of writing this article is to explore the theory that underlies the educational background. Based on the discussion, it is concluded that the theory of transfer and transformation of learning is a theory that is considered relevant to explain the understanding of the educational background.
PENGARUH MOTIVASI, KOMPETENSI, KEPRIBADIAN DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA KARYAWAN: STUDI KASUS UNIVERSITAS “MJ” Angger Kusumodewi; Nazifah Husainah; Cecep Haryoto
Perspektif Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Yayasan Jaringan Kerja Pendidikan Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.172 KB) | DOI: 10.53947/perspekt.v1i2.69

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Motivasi, Kompetensi, Kepribadian, dan Disiplin terhadap Kinerja Pegawai di Universitas “MJ”. Berdasarkan model teoritis yang diajukan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif, yaitu proses analisis data yang dilakukan dengan cara menelaah keseluruhan data dari berbagai sumber yang dinyatakan dalam bentuk angka-angka. Dalam penelitian ini, penulis melakukan pengujian yang akan berhubungan dengan apakah ada hubungan positif antara variabel X dan variabel Y. Untuk menguji hipotesis ini, metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. variabel-variabel ini berhubungan positif/negatif. Data yang disebarkan sebanyak 655 kuisioner kepada pegawai Universitas “MJ” dan ada 248 kuisioner yang akan diolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Motivasi, Kompetensi, Kepribadian, dan Disiplin secara simultan berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai di Universitas “MJ”, hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel yaitu 8,247 > 2,41. Abstract This study aims to examine and analyze the effect of Motivation, Competence, Personality, and Discipline on Employee Performance at the University of “MJ”. Based on the theoretical model proposed in this study using quantitative data analysis techniques, namely the data analysis process carried out by examining the overall data from various sources expressed in the form of numbers. In this study, the author conducted a test that will relate to whether there is a positive relationship between the X variable and the Y variable. For testing this hypothesis, the statistical method used is multiple linear regression analysis which can be used to determine the relationship between the independent variable and the dependent variable. these variables are positively/negatively related. Data distributed as many as 655 questionnaires to employees of the University of “MJ” and there are 248 questionnaires to be processed. The results of this study indicate that Motivation, Competence, Personality, and Discipline simultaneously have a positive effect on Employee Performance at the University of “MJ”, this is evidenced by the value of F arithmetic > F table which is 8.247 > 2.41.

Page 1 of 1 | Total Record : 10