cover
Contact Name
Wulan Agung
Contact Email
aristarkhusagung@gmail.com
Phone
+6282227139081
Journal Mail Official
jurnalsabdanusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda: Jurnal Teologi Kristen adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga. Diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Mei dan Nopember. Menerima naskah hasil penelitian dalam bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan Seluruh naskah yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu oleh editor, jika memenuhi ketentuan maka dapat diproses untuk review.
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda : Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27223078     EISSN : 2722306X     DOI : https://doi.org/10.55097/sabda.v2i2
Sabda: Jurnal Teologi Kristen menerima artikel dengan fokus: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan
Articles 96 Documents
Implikasi Kepemimpinan Yesus Bagi Pemimpin Kristen Millenial Berdasarkan Markus 10:43-45 Yogi Darmanto; Krido Siswanto
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.392 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i1.2

Abstract

Discussing about leadership means expressing the ways or strategies used by a leader in leading an organization.  The leader is the most influential individual in an organization that is entrusted to bring an organization to a goal or vision that will be achieved in some time during his / her tenure / service.  The Lord Jesus has shown His example in leading.  But in reality, many Christian leaders pay less attention to the pattern of leadership that Jesus taught.  In this scientific work, the writer discovers that there are three things that exist in Jesus regarding leadership in Mark 10: 43-45.  Among them, namely, leaders must serve for others, leaders must be like servants, and leaders must be fully dedicated in service. Berdiskusi mengenai kepemimpinan berarti mengemukakan tentang cara-cara atau strategi yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam memimpin suatu organisasi. Pemimpin ialah seorang individu yang paling berpengaruh dalam suatu organisasi yang ada yang dipercayakan untuk membawa suatu organisasi tersebut kepada sebuah sasaran atau visi yang akan dicapai dalam beberapa waktu selama masa jabatan/pelayanannya. Tuhan Yesus telah menunjukan teladan-Nya dalam memimpin. Namun dalam kenyataannya, banyak pemimpin Kristen kurang memperhatikan bagaimana pola kepemimpinan yang Yesus ajarkan. Dalam karya ilmiah ini, penulis menemukan ada tiga hal yang ada dalam diri Yesus mengenai kepemimpinan dalam Markus 10:43-45. Diantaranya yaitu, pemimpin harus melayani bagi sesama, pemimpin harus seperti seorang hamba, dan pemimpin harus berdedikasi penuh dalam pelayanan.
Tinjauan Teologis Peran Gembala dalam Aktualisasi Misi Berdasarkan 2 Timotius 4:1-2 Gideon Rusli; Yonatan Alex Arifianto
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.155 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v2i1.26

Abstract

Peran gembala dalam memberitakan Injil harus menjadi contoh dan teladan bagi jemaatnya. Namun banyak yang tidak menyadari bahwa peran penginjilan adalah bagian terpenting dari pertumbuhan gereja. Menggunakan metode kualitatif deskritif dalam pendekatan studi literatur dan kajian eksegesa maka  tinjauan Teologis peran gembala dalam aktualisasi misi berdasarkan 2 Timotius 4:1-2 harus didasarkan kepada pengertian yang benar akan adanya hakikat misi dan aktualisasinya, dengan mengerti terhadap analisi teks dari eksegese 2 Timotius 4 :1-2, yang mana hal tersebut dapat memberikan konsep dalamkajian teologis bahwa gembala yang pertama, gembala dalam memberitakan Injil harus memberitakan Firman Sebagai bagian dari Penyataan Allah dan tugas kerajaanNya. Kedua gembala mengerti akan esensi berita adalah Firman  Allah. Ketiga maka gembala harus bersiap sedia disegala keadaan dan waktu dan yang terakhir gembala harus bersikap dalam Kebenaran dalam mengahadapi orang yang belum mengenal Yesus. sehingga peran gembala dapat menjadi dampak dan berkat bila tanggung jawab tersebut dikerjakan dengan benar. 
Implikasi Strategi Pemuridan Yesus dalam Gereja Meregenerasi Pemimpin Yakub Hendrawan Perangin Angin; Tri Astuti Yeniretnowati; Lindin Anderson
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.317 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v2i1.20

Abstract

There is a statement, "Christianity without discipleship is Christianity without Christ. And the fact is that until now there are still quite a lot of churches that practice Christianity without discipleship, so that the existence of the church today is still ineffective in carrying out its calling role in this world. Even the most dangerous effects of an exemplary and Jesus-like Christianity have created leaders addicted to recognition and success simply without. So the Christian problem is unchanging faith. This research was conducted using the literature method. The result of this research is that the method that Jesus taught and inherited to His church in regenerating leaders is still the most effective method. And a church that wants to do a pattern like Jesus did at least must consider important factors: Prayer, Authority and power from God, Awareness (awareness) is blessed to be a blessing, Carry out the process of evangelism and discipleship, multiplication (multiplication - training of trainer) , Starting from serving the family and the church, committed and consistent for a continuous change in spiritual life, and becoming a great commission church.  Abstrak:Ada pernyataan ”Kekristenan tanpa pemuridan adalah kekristenan tanpa Kristus. Dan faktanya sampai saat ini masih cukup banyak gereja yang menerapkan kekristenan tanpa pemuridan, sehingga keberadaan gereja saat ini masih ada yang tidak efektif dalam melakukan peran panggilannya di dunia ini. Bahkan dampak paling membahayakan dari kekristenan tanpa kehidupan yang meneladani dan serupa Yesus telah menciptakan para pemimpin yang kecanduan akan pengakuan dan kesuksesan semata tanpa. Jadi masalah umat Kristen adalah iman yang tidak mengubahkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah metode yang Yesus ajarkan dan wariskan kepada gereja-Nya dalam meregenerasi pemimpin masih merupakan metode yang paling efektif. Dan Gereja yang mau melakukan pola seperti yang Yesus lakukan paling tidak harus mempertimbangkan faktor-faktor pentingnya: Doa, Otoritas dan kuasa dari Allah, Awareness (kesadaran) diberkati untuk menjadi berkat, Melakukan proses penginjilan dan pemuridan, Pelipatgandaan (multiplikasi - training of trainer), Bermula dari melayani keluarga dan gereja, Komitmen dan konsisten untuk perubahan hidup rohani yang berkesinambungan, dan Menjadi gereja amanat agung. 
Covid-19 Memudarkan Rasa Kemanusiaan Terhadap Sesama Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Simon Simon; Lindin Anderson
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.202 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.11

Abstract

ABSTRACTThis paper highlights the fading sense of humanity towards others due to the influence of Covid-19. The understanding of humanity as referred to in this paper, of course, departs from a Christian theological perspective. The meaning of humanity means empathy or concern in understanding the difficulties experienced by others, as well as being an active actor in overcoming the burdens of other people's lives without seeking profit. The method used in this paper is descriptive qualitative with a phenomenological approach. The results of this discussion obtained an explanation, that government policies in dealing with Covid-19 are sometimes not pro-people. Then those who were expose to Covid-19, received negative stereo types from others, then there were hospitals that took advantage of Covid-19 victims for an incentive. Paramedic services are not optimal for some patients, and there are still people who do not fully comply with health protocols. In a climate of social conditions that have begun to diminish the sense of humanity, it is fitting for believers (Christians) to become light and salt by practicing the universal truth of God's word through their deeds to others.ABSTRAKTulisan ini menyoroti mulai memudarnya rasa kemanusiaan terhadap sesama karena pengaruh Covid-19. Pengertian rasa kemanusiaan yang dimaksud dalam tulisan ini tentunya berangkat dari perspektif teologis Kristen. Adapun makna kemanusiaan yang dimaksud adanya empati atau kepedulian dalam memahami kesulitan yang dialami oleh orang lain, serta menjadi pelaku aktif dalam menanggulangi beban hidup orang lain tanpa mencari keuntungan. Metode yang dipakai dalam tulisan ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomologis. Hasil dari pembahasan ini didapatkan suatu pemaparan, kebijakan pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 terkadang tidak bersifat pro ke-rakyat. Kemudian mereka yang terpapar Covid-19, menerima streo type negatif dari sesama, kemudian adanya rumah sakit yang mengambil keuntungan dari korban Covid-19 demi sebuah insentif. Pelayanan tenaga medis yang tidak maksimal ke-sebagian pasien, serta masih dijumpainya masyarakat yang tidak sepenuhnya patuh pada protokol kesehatan. Iklim kondisi sosial yang mulai memudarkan rasa kemanusiaan, sudah sepatutunya orang percaya (Kristen) menjadi terang dan garam dengan mengamalkan kebenaran firman Allah secara menguniversal melalui perbuatannya kepada sesama.
Orang Kristen dalam Sinergi Penginjilan Digital di Era Disrupsi Anatje Ivone Sherly Lumantow; Wulan Agung
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.101 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v2i2.33

Abstract

Sesuai dengan karakteristik era disrupsi yang telah  merombak  tata kelola hidup manusia, penginjilan pun disyaratkan untuk ikut teradaptasi karenanya. Disrupsi penginjilan diawali dengan perubahan paradigma fundamental mengenai maknanya. Penginjilan era digital buka melulu perubahan pada metode penyelenggaraan yang melibatkan teknologi digital, namun lebih kepada totalitas penyelenggaraan yang didasarkan pada makna sesuai kebenaran Alkitab. Penelitian diselenggarakan melalui metode kualitatif  dikarenakan dilakukan eksplorasi mendalam tentang makna penginjilan. Teknik studi kepustakaan menjadi pilihan dan penelusuran teks-teks Alkitab sebagai landasan pijak menyusun argumen dan simpulan penelitian. Tujuan riset mendalami makna hakiki penginjilan dan memberikan pemahaman baru mengenainya. Riset juga memberikan gambaran praktis bagaimana menyelenggarakan penginjilan yang benar sesuai zaman digital ini. Simpulan riset menyatakan bahwa penginjilan digital memerlukan transformasi penyelenggaraan yang melibatkan ikatan sinergitas yaitu: Pertama,  sinergi instrumental. Sinergi ini merupakan paduan dari dunia digital dan dunia nyata sebagai instrumen terselenggaranya penginjilan. Kedua, sinergi personal. Sinergitas yang dimaksudkan adalah paduan kekuatan atau sinergi aspek intelektual, emosional dan aksional dalam diri orang percaya sebagai penginjil.  Dengan memanfaatkan paduan kekuatan tersebut seorang individu dapat mengoptimalkan penginjilan. Sinergi personal mendeskripsikan tentang keutuhan dan totalitas individu dalam melakukan penginjilan. Ketiga, sinergi relasional. Relasional berbicara mengenai hubungan yang terjalin kuat dan sehat antara semua umat percaya: gereja, keluarga, lembaga pendidikan, dan individu. Media digital memungkinkan sinergi tersebut dapat dilakukan dengan mudah. Kerjasama gereja, lembaga pendidikan, keluarga dan seluruh umat Tuhan dalam penginjilan digital sangat dibutuhkan  agar khalayak sungguh-sungguh mendapatkan kebenaran firman Tuhan yang benar, tidak ada perdebatan, konflik dan tindakan saling menyalahkan yang pada ujungnya menjadi batu sandungan dalam penginjilan. Keempat, sinergi sosial. Penginjilan perlu memperhatikan kehidupan sosial masyarakat. Penginjilan memuat tanggungjawab secara sosial sehingga tidak akan berhasil tanpa tindakan nyata kepada sesama. Tindakan kasih dapat dimanifestasikan dalam bentuk dukungan langsung:  pertolongan, semangat, pendampingan, penyediaan diri, pengorbanan dan pelbagai tindakan kasih lainnya.
Perspektif Inklusif Pendidikan Agama Kristen terhadap Teks Kerja Pada Masyarakat Dawan di Nusa Tengara Timur Iswanto Iswanto; Ferdinant Alexander
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.811 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i1.1

Abstract

An inclusive perspective is conceptualized as the adaptation or internalization of the paradigm of a particular register into the intended concept. Christian education as a pedagogical concept is in a broad register, such as family, church and society. This study uses working text data on the Dawan community in an inclusive perspective on Christian education. The method used in this research is descriptive qualitative with a phenomenological approach. The results of the study explained that the working text of the Dawan community focused on the concept of monit naleko 'living well' as the main reference of the concept of 'work'. The inclusive perspective of Christian religious education is not necessarily adaptive to the reference. This non-adaptive emerges social interpretations and forms new concepts that are seen in attitudes and behavior. The novelty of research seen in the formulation of inclusive perspectives does not always refer to the adaptive renewal as previous research. Conceptual interactions can produce new concepts in social cognition. Strong internalization based on biblical interpretation must continue to be sought in the process of adaptive, inclusive perspective on Christian religious education. Key Words: inclusive perspective, Christian religious education, working texts.
Tinjauan Alkitabiah Tentang Kejadianku Dahsyat dan AJjaib Menurut Mazmur 139:14 Karyo - Utomo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.764 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v2i2.16

Abstract

ABSTRAKAku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya (Mazmur 139:14) (---, 2015)). Tinjauan alkitabiah ini bertujuan menjelaskan hakekat manusia sebagai ciptaan Allah yang segambar dengan Allah, berbeda dengan binatang dan ciptaan Allah lainnya. Awal kehidupan manusia menurut iman Kristen dimulai sejak konsepsi, oleh sebab itu kekristenan menentang aborsi demi alasan apapun. Allah menciptakan manusia dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan secara unik dan khusus harus diterima dan disyukuri apa adanya dangan masing masing perbedaan. Untuk memahami hal itu dibutuhkan pengajaran alkitab dengan benar tentang hakekat manusia.Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan penyajian deskriptif, serta observasi lapangan; bahwa manusia itu ciptaan Allah yang unik, kejadiannya dahsyat dan ajaib. Kata kunci: kejadianku; dahsyat; ajaib ABSTRACTI will praise You, for I am fearfully and wonderfully made; Marvelous are Your works, And that my soul knows very well (Ps. 139:14). This study aims to explain the nature of humans as God's creation in the image of God, different from animals and other God's creations. The beginning of human life according to the Christian faith begins at conception, therefore Christianity is against abortion for any reason. God created humans with male and female sexes in a unique and special way. Therefore, it must be accepted and grateful for what it is with each difference. To understand this, it is necessary to properly teach the Bible about human nature.This study uses a literature study approach with descriptive presentation, as well as field observations; that humans are unique creations of God, the occurrences are terrible and miraculous. Keywords: creations; fearfully; Marvelous
Peran Guru Bimbingan Konseling (BK) dalam Membentuk Karakter Siswa Kristen Erna Alinda Hendrika Ottu; Reni Triposa
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.625 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v2i1.21

Abstract

A guidance teacher or counselor is a person who is professionally trained, namely a mentor / counselor who has an academic education and has experience in professional skills training. The task of the counseling guidance teacher is a teacher who has full duties and responsibilities, authority and rights in guidance activities for a number of students. Supervising teachers must be able to carry out their duties and be entrusted with implementing the guidance service program, the implementation of activities carried out in accordance with the prepared plans in the fields of personal, social, learning, career, religious life and family life. The problems experienced by counseling guidance teachers today are difficult. to shape the character of students during adolescence, this is due to the influence of the times. Using descriptive qualitative methods, it can be concluded that the role of counseling guidance teachers in shaping the character of Christian students can be studied as counseling teachers can understand and interpret the definition of Counseling Guidance, and can provide the Counseling Guidance program as an effort to build character. Because it is the function of the counseling teacher. So that the counseling guidance teacher can achieve the objectives of counseling guidance and the nature of Christian religious education in providing the basis that there is Character Building for children of students which is carried out through character building through Christian values.  Abstrak:Guru bimbingan atau konselor merupakan seorang yang terlatih secara profesional, yaitu guru pembimbing/konselor yang memiliki pendidikan secara akademik serta memiliki pengalaman latihan-latihan ketrampilan secara profesional. Tugas guru bimbingan konseling merupakan guru yang mempunyai tugas dan tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan bimbingan terhadap sejumlah peserta didik. Guru pembimbing harus mampu menjalankan tugasnya dan amanah dalam melaksanakan program pelayanan bimbingan, pelaksanaan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah dipersiapkan pada bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, karier, kehidupan keberagamaan dan kehidupan berkeluarga. Masalahnya yang dialami guru bimbingan konseling saat ini adalah sulit untuk membentuk karakter siswa pada masa remaja, hal ini dikarenakan pengaruh dari perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode Pustaka dengan pendekatan kualitatif deskritif dapat disimpulkan bahwa peran Guru bimbingan konseling dalam membentuk karakter siswa Kristen dapat dikaji sebagaimana guru bimbingan konseling dapat mengerti dan memaknai tentang definisi bimbingan konseling, serta dapat memberikan program bimbingan konseling sebagai upaya untuk pembentukan karakter. Sebab hal itu harus diupayakan dalam menjalankan fungsi sebagai guru bimbingan konseling di sekolah. Sehingga guru bimbingan konseling dapat mencapai tujuan pelayanan bimbingan konseling dalam menanamkan nilai-nilai kekristenan.  
Deskripsi Tentang Iman Yang Memindahkan Gunung Menurut Perspektif Alkitab Matius 17:20 Gideon Ricu Sele
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 1, No 2 (2020): Nopember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.399 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v1i2.12

Abstract

My righteous people will live by faith. Because without faith it is impossible to please God, because faith is the basis and evidence. Every believer must be able to practice his faith in everyday life. Faith as big as a mustard seed can move mountains. Quality faith is faith that has power. True faith is in accordance with the will of God which comes from God. Active faith. Faith without doubt. Faith that is completely surrendered to God without hesitation. What is the description of that mountain-moving faith? The author uses a qualitative descriptive study method from literature / literature sources that support this writing. Hopefully the results of this research can help every believer / Christian to be able to properly actualize his faith in this pluralistic society. Christians or believers can account for their faith appropriately and rightly before this world.
Efektifitas Model Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang eni rombe
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.843 KB) | DOI: 10.55097/sabda.v2i2.35

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hak asasi bagi setiap manusia. Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan layanan Pendidikan. Selain menjadi hak asasi pendidikan juga merupakan sutau hal yang sangat penting dan berpengaruh dalam kehidupan manusia. Bahkan bisa dikatakan bahwa pendidikan merupakan sektor yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya menusia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk dapat sampai pada tujuan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa maka, pendidikan harus dilaksanakan dengan maksimal. Dalam proses pelaksanaan pembelajaran terdapat berbagai model yang dapat diterapkan. Salah satu model pembelajaran yang diterapkan saat ini adalah model pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh dilaksanakan secara online pada masa pendemi sejak tahun 2020. Pelaksanaan proses pembelajaran jarak jauh ini memberi peluang bagi peserta didik yang berada diberbagai daerah untuk mendapatkan layanan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas model pembelajaran jarak jauh yang telah diterapkan di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega, Semarang.

Page 2 of 10 | Total Record : 96