cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 585 Documents
IMPLIFIED CLINICAL ELECTROCARDIOGRAM SCORE SEBAGAI FAKTOR PREDIKTOR MORTALITAS PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT DI INTENSIVE CARDIAC CARE UNIT (ICCU) RSUD DR. SOEDARSO ., Michael Raja Pradana Sitorus
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. WHO pada tahun 2008 menyatakan tiga juta orangmeninggal akibat penyakit infark miokard di seluruh dunia. Pada tahun2013 berdasarkan Riset Kesehatan Dasar didapatkan bahwa penyakitinfark miokard akut (IMA) merupakan penyakit terbanyak terdiagnosis danmenjadi penyebab mortalitas tertinggi di ICCU RSUD dr. Soedarso. Salahsatu penyebab mortalitas adalah kurangnya kepekaan klinisi dalammemprediksi dan mencegah komplikasi yang terjadi pada pasien IMA.Tujuan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubunganSimplified Clinical Electrocardiogram Score sebagai prediktor mortalitaspasien IMA. Metodologi. Penelitian ini merupakan studi analitik dengandesain kasus kontrol. Penelitian dilakukan di ICCU RSUD dr. Soedarso.Sampel pada penelitian ini berjumlah 96 sampel, dibagi menjadi duakelompok yakni 51 sampel kelompok kontrol (skor ≤ 4) dan 45 sampelkelompok kasus (Skor ≥ 5). Penelitian dilakukan dengan menghitungkelainan rekaman elektrokardiogram pasien infark miokard akut di ICCURSUD dr. Soedarso menggunakan kriteria penilaian Simplified ClinicalElectrocardiogram Score. Hasil. Mortalitas yang terjadi pada kelompokkasus 35 orang sedangkan pada kelompok kontrol 6 orang. Uji statistikChi-square menunjukkan Simplified Clinical Electrocardiogram Scorememiliki hubungan yang bermakna dengan mortalitas pada pasien infarkmiokard akut yang dirawat di ICCU RSUD dr. Soedarso (p= 0.00), denganOR 26.25 IK 95% 25.15-27.35. Kesimpulan. Terdapat hubungan yangbermakna antara Simplified Clinical Electrocardiogram Score denganmortalitas pada pasien infark miokard akut yang dirawat di ICCU RSUD dr.Soedarso.Kata kunci: Simplified clinical electrocardiogram score, prediktor,mortalitas
ANTIMICROBIAL ACTIVITY OF Actinomycetes EXTRACT FROM SEA WATER OF RANDAYAN ISLAND, AGAINTS Salmonella sp. ., Rahmi Dianty
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Typhoid fever is still problem in the world. Actinomyetes, microbe produces antibiotic. Discovery new antibiotic is a need to handle Multiple Drug Resistant Typhoid Fever. Isolation Actinomycetes which produces secondary metabolite can be made by exploring marine. Objective: to know the potentially of Actinomycetes isolate which was founded as antibiotic producer againt Salmonella sp. Method: Antimicrobial activity of 16IM7 isolate  extract from Randayan Island, Bengkayang Disctrict is observated  againt Salmonella sp. Dose variation is 5, 10, and 15 µg.  Positive control is cefixime 10 µg/disk and negative control is etil asetat. Result: based on the research by well diffusion agar methode is known that 16IM7 isolate  extract could inhibit Salmonella sp and optimum dose is 10µg. Minimum inhibit consentration (MIC) is  0,25 µg /well.Conclusion: Actinomycetes was isolated from marine potentially as antibiotic producer against Salmonella sp. Kata Kunci: typhoid fever, antimicrobial, Actinomycetes, Salmonella sp
Larvicidal Effectiveness of Betel Leaves (Piper betle Linn.) Infusa Against Mortality Aedes agypti Larvae ., Ardiyansyah
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Indonesia was a country with the most cases of Dengue Hemorrhagic Fever in South East Asia. The appropriate countermeasures such as vector control is a other  method to reduce the incidence. Abate (temephos) was reported in any countries have resistance against Aedes aegypti. Betel Leaves (Piper betel Linn) is contains essential oil, saponin, alkaloid and tannin can be expected as larvacidal effect to Aedes aegypti. larvae.   Objective. To know larvacidal effect and optimum concentration of  Betel leaves infusa is effective for killing mosquito larvae of Aedes aegypti.   Methodology. This research is experimental research with Post Test Only Control Group Design method. Aedes aegypti larvae used larvae which have developed into instar III/IV, divided into 7 groups, positive control groups (abate 10 mg/100 mL), negative control groups (aquadest), betel leaves infusa groups, 4 mL/100 mL, 5 mL/100 mL, 6 mL/100 mL, 7 mL/100 mL and 8 mL/100 mL. The each groups contains 10 larvae and  it’s repeated 4 times Parameters measured were the number of dead larvae in 24 hours. Data processed with One Way Anova test by 21th SPSS and continued with Post Hoc Least Significant Difference (LSD) test.   Result. Percentage of larvae mortality in 4 mL/100 mL infusa concentration is is 72,5%; 5 mL/100 mL is 80%; 6 mL/100 mL is 82,5%; 7 mL/100 mL is 90 % and 8 mL/100mL is 92,5% with P value is 0,022.   Conclusion. Betel leaves (Piper betle Linn) infusa have larvacidal effect against larvae of Aedes aegypti mosquitos and optimum concentration is at 7 mL/100 – 8 mL/100 mL.    Keywords: Aedes aegypti, betel leaves, mortality
Karakteristik Penderita Stroke Iskemik di RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang ., Cindy Lidia
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Stroke didefinisikan sebagai defisit neurologis disebabkan cedera fokal akut pada susunan saraf pusat oleh penyebab vaskular, termasuk infark serebral, perdarahan intraserebral (ICH), dan perdarahan subarachnoid (SAH), dan merupakan penyebab utama dari kecacatan dan kematian di seluruh dunia Metode. Penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di bangsal penyakit dalam dan poliklinik saraf RSUD dr. Abdul Aziz Singkawang selama bulan Mei sampai dengan Juli 2015. Data diperoleh dari 33 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang didasarkan kuesioner. Hasil. Kelompok usia terbanyak penderita stroke iskemik antara 54-62 tahun sebanyak 13 pasien (39,4%). Penderita stroke iskemik banyak diderita laki-laki dengan jumlah 18 pasien (54,5%). Penderita yang tidak bekerja merupakan jumlah terbanyak menderita stroke iskemik yaitu 16 pasien (48,5%). Penderita stroke iskemik dengan kualitas tidur baik sebanyak 18 pasien (54,5%) dan 15 pasien (45,5%) memiliki kualitas tidur buruk. Kesimpulan. Penderita stroke iskemik didominasi pasien laki-laki, usia lanjut dan tidak bekerja serta kualitas tidur yang baik. 
Perbandingan Kejadian Inflamasi dan Rekurensi antara Benang Nylon dan Benang Vicryl Pasca Operasi Pterigium dengan Teknik Limbal-Conjunctival Autograft di RSUD dr. Soedarso Pontianak ., Affannul Hakim
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Inflammation and recurrency are the most common complications after pterygium surgery. Recently, various methodes have been tried to reduce the incidence of both complications. Objective: The objective of this study was to compare the incidence of inflammation and reccurency after pterygium surgery with nylon and vicryl suture using limbal-conjunctival autograft technique in RSUD dr. Soedarso Pontianak. Methods: This was an observational analytic study with cross sectional design. Data were obtained using medical records from patients operated from January 2011 until December 2012 by consecutive sampling method. Minimal sample estimation was 30 subject (CI=90%). Data were analyzed by Chi Square test, Fisher test is used as the alternative test. Result: The incidence of inflammation was higher in the vicryl group (43%) than nylon group (23%). Chi Square test: p=0,024. The incidence of recurrency was higher in the vicryl group (9%) than nylon group (3%). Fisher test: p=0,603. Conclusion: There was a significant comparison between type of suture with the incidence of post-operative inflammation. There was no comparison between type of suture with the incidence of recurrency. Keywords : Nylon, Vicryl, Pterygium Surgery, Limbal-conjunctival autograft, Post Surgical Inflammation, Pterygium Recurrency. 1)    Medical school, Faculty of Medicine, Tanjungpura University, Pontianak, West Kalimantan. 2)    Departement of ophtalmology disease, Regional General Hospital dr. Soedarso, Pontianak, West Kalimantan. 3)    Department of physiology, Faculty of Medicine, Tanjungpura University, Pontianak, West Kalimantan.
HUBUNGAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX DENGAN STROKE ISKEMIK DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2013 ., Hardy Relnanda
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Stroke merupakan penyakit serebrovaskular yangmemiliki morbiditas, mortalitas, dan tingkat kecacatan yang tinggi di dunia.Nilai Ankle Brachial Index (ABI) yang abnormal merupakan salah satufaktor risiko potensial untuk stroke iskemik dan belum pernah dilakukanpenelitian tentang ABI dan stroke iskemik di RSUD Dokter SoedarsoPontianak. Tujuan. Mengetahui hubungan antara nilai ABI dengankejadian stroke iskemik di RSUD Dokter Soedarso Pontianak. Metode.Penelitian observasional dengan rancangan cross sectional yangdilakukan di klinik saraf RSUD Dokter Soedarso Pontianak periode Junihingga Juli tahun 2013. Sebanyak 90 sampel penelitian dipilih denganteknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Datadikumpulkan dari wawancara, rekam medis, dan pemeriksaan langsungterhadap subjek penelitian lalu dianalisis menggunakan uji chi square dandilanjutkan dengan analisis regresi logistik. Hasil. Terdapat hubunganyang bermakna antara nilai ABI dengan kejadian stroke iskemik (p= 0,000;RP: 4,148 IK 95%: 2,100- 8,196) dan dalam analisis regresi logistik nilaiABI memiliki hubungan paling kuat dengan stroke iskemik dibandingkanfaktor risiko lain dari stroke iskemik (OR: 10,240 IK 95%: 3,079-34,053).Kesimpulan. Nilai ABI berhubungan erat dengan kejadian stroke iskemik. Kata kunci: stroke iskemik, fakor risiko, Ankle Brachial Index (ABI)
HUBUNGAN PEMAKAIAN MASKER TERHADAP KAPASITAS VITAL PAKSA DAN VOLUME EKSPIRASI PAKSA DETIK PERTAMA PADA PEKERJA PENGOLAHAN KELAPA SAWIT PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XIII RIMBA BELIAN KABUPATEN SANGGAU ., Ika Purwanti
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pekerja pengolahan kelapa sawit memiliki risikomengalami penyakit paru akibat kerja terkait paparan debu di tempatkerja. Kurangnya kedisiplinan pekerja untuk menggunakan masker saatbekerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnyagangguan fungsi paru. Gangguan fungsi paru dapat dideteksi secara dinidengan pemeriksaan spirometri. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untukmengetahui hubungan pemakaian masker terhadap Kapasitas Vital Paksa(KVP) dan Volume Ekspirasi Paksa Detik Pertama (VEP) pada pekerjapengolahan kelapa sawit PT. Perkebunan Nusantara XIII Rimba BelianKabupaten Sanggau. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitikdengan metode potong lintang. Data dikumpulkan menggunakankuesioner dan spirometer dari 26 sampel yang dipilih dengan teknikpurposive sampling. Data dianalisis dengan uji One Way Anova, ujiKruskal-Wallis dan uji Fisher. Hasil: Terdapat 23,1% pekerja yang selalumemakai masker, 38,5% kadang-kadang memakai masker, dan 38,5%tidak pernah memakai masker saat bekerja. Uji statistik menunjukkanbahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pemakaian maskerdengan persentase KVP (p=0,008), persentase VEP11 (p=0,000), rasioVEP/KVP (p=0,045), dan status fungsi paru berdasarkan nilai KVP danVEP1 (p=0,004). Kesimpulan: Terdapat hubungan pemakaian maskerterhadap kapasitas vital paksa dan volume ekspirasi paksa detik pertamapada pekerja pengolahan kelapa sawit PT. Perkebunan Nusantara XIIIRimba Belian Kabupaten Sanggau. 1Kata kunci: debu kelapa sawit, masker, kapasitas vital paksa, volumeekspirasi paksa detik pertama. 1) Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.2) Departemen Pulmonologi, RSUD dr. Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat.3) Departemen Anatomi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK N-HEKSANA BIJI LANGSAT (Lansium domesticum Cor.) SEBAGAI LARVASIDA Aedes aegypti ., Nopitasari
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Langsat (Lansium domesticum Cor.) merupakantumbuhan suku Meliaceae yang diketahui memiliki aktivitas penolakmakan (antifeedant). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwakandungan senyawa ekstrak n-heksana biji langsat adalahtriterpenoid.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitasekstrak n-heksana biji langsat sebagai larvasida Aedes aegypti,menentukan besar konsentrasi yang mengakibatkan mortalitas 90%(LC90), serta menganalisis perbandingan aktivitas larvasida antara ekstrakn-heksana biji langsat dan kontrol positif. Metodologi: Metode ekstraksimenggunakan maserasi dengan pelarut n-heksana. Digunakan 675 larvaAedes aegypti instar III/IV, dibagi menjadi 9 kelompok uji yaitu kelompokkontrol positif (temefos 0,01%), kontrol negatif (0%), kelompok perlakuan0,5%, 1%, 1,5% 2%, 3%, 4%, dan 5%. Masing-masing kelompok berisi 25larva dalam 100 mL larutan ekstrak n-heksana biji langsat. Dilakukanreplikasi 3 kali. Data mortalitas yang diperoleh dari pengamatan selama24 jam dianalisis menggunakan analisis probit. Data dianalisis statistikdengan uji Kruskal-Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana biji langsatmempunyai aktivitas larvasida terhadap larva Aedes aegypti dengan nilaiLC90 2,84%, mortalitas larva 90% (LC90) berada pada konsentrasi 4%, danaktivitas larvasida ekstrak n-heksana biji langsat pada konsentrasi 4% dan5% terhadap larva Aedes aegypti dibandingkan dengan kontrol positiftidak terdapat perbedaan signifikan. Kesimpulan: Ekstrak n-heksana bijilangsat mempunyai aktivitas larvasida Aedes aegypti.Kata Kunci: Aedes aegypti, langsat, larvasida
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN NYERI, KEKAKUAN SENDI DAN AKTIVITAS FISIK PADA PASIEN OSTEOARTRITIS LUTUT DI POLIKLINIK BEDAH ORTOPEDI RSU DR. SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2013 ., Peni
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian telah menunjukkan bahwa indeks massatubuh (IMT) merupakan faktor risiko penting terjadinya osteoartritis lutut.Namun, sedikit diketahui apakah IMT juga berhubungan dengankeparahan gejala diantara individu dengan osteoartritis lutut. Tujuan:Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan antara nyeri,kekakuan sendi dan aktivitas fisik pada pasien osteoartritis lutut.Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik denganpendekatan potong lintang. Sebanyak 43 pasien dengan OA lutut yangdatang ke Klinik Bedah Ortopedi dilibatkan dalam penelitian ini. Diagnosisberdasarkan pada kriteria OA lutut dari American College ofRheumatology (ACR). Pengukuran berat dan tinggi badan dilakukan padasetiap responden untuk menghiting IMT. Responden juga menyelesaikankuesioner Western Ontario and Mcmaster Universities Osteoarthritis Index(WOMAC) Hasil: Indeks massa tubuh memiliki hubungan yang bermaknadengan beratnya gejala OA lutut, untuk WOMAC nyeri (p=0,002),WOMAC kekakuan sendi (p=0,000), dan WOMAC aktivitas fisik (p=0,000).Di lain pihak, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara semuasubkategori WOMAC dengan usia. Kesimpulan: Berdasarkan hasilanalisis ini, dapat disimpulkan bahwa pasien OA lutut dengan IMT yangtinggi memiliki risiko lebih besar untuk mengalami gejala yang lebih berat.Kata kunci: Indeks massa tubuh, Osteoartritis lutut, Indeks WOMAC
PENGARUH BEBAN LATIHAN-RENANG TUNGGAL DAN BERULANG BERLEBIHAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID (MDA) PLASMA PADA TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR ., Widiayu Sekar Putri
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malondialdehid (MDA) merupakan produk endogen yang dihasilkan melalui proses peroksidasi lipid yang dapat terjadi jika terdapat radikal bebas. Latihan fisik yang berlebihan dapat meningkatkan produksi radikal bebas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban latihan-renang tunggal dan berulang terhadap kadar MDA tikus (Rattus norvegicus) jantan galur wistar. Metodologi: Penelitian ini merupakan eksperimental murni dengan rancangan acak lengkap pretest and posttest control group design. Empat puluh tikus galur wistar dibagi menjadi dua kelompok: kelompok beban latihan-renang tunggal (P1) dan kelompok beban latihan-renang berulang (P2). Latihan renang diberikan selama tujuh hari dengan durasi 45 menit per hari. Pengambilan darah plasma pretest dan posttest diambil melalui retroorbita kemudian diuji dengan metode Wills. Analisis data dilakukan dengan Uji Wilcoxon dan Paired T test yang dilanjutkan dengan Uji Mann-Whitney. Hasil: Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada kelompok P1 (p=0,173), dan terdapat perbedaan bermakna kelompok P2 (p=0.012). Kesimpulan: Beban latihan-renang tunggal dan berulang menyebabkan penurunan pada kadar MDA.

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 3a (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 3b (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 2b (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 4 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 3, No 4 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura More Issue