cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 585 Documents
KARAKTERISTIK BALITA KURANG ENERGI PROTEIN (KEP) DI PUSKESMAS SAIGON KECAMATAN PONTIANAK TIMUR TAHUN 2010-2011 ., Syarifah Sari Safuar
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background. Protein Energy Malnutrition (PEM) is the most important nutritionalproblems in developing countries such as Indonesia and a major caused of morbidityand mortality in children under five years old in the world.Objective. The objective of this study is to know the characteristics of the PEMchildren based on World Health Organization (WHO) and National Center for HealthStatistics (NCHS) growth standard. Method. Descriptive study with cross-sectional approach, analyzed medical recordson the year 2010 to 2011 at Saigon Local Health Center of East PontianakSubdistrict.Results. There were 103 children that fulfilled the inclusion criteria. Subject werefound most common in range 12-23 months of age, the ratio between female andmale is 1,6:1. In this study, children with severe underweight, severe stunting andsevere wasting were more common based on WHO growth standard than NCHSgrwoth standard. There were 25 children with marasmus and 3 children withmarasmic kwashiorkor. The most common cormobidities were acute respiratoryinfections (52,42%) followed with diarrhea (17.48%) and tuberculosis (4.84%).Conclusions. There were correlation between nutritional status and comorbidities,which 89,32% PEM children had comorbidities. Keywords: Protein energy malnutrition, children, marasmus, kwashiorkor, growthstandard   Medical School, Faculty of Medicine, Universitas Tanjungpura Pontianak, WestKalimantan *Department of Pediatric, Faculty of Medicine, Universitas Tanjungpura Pontianak,West Kalimantan **Department of Parasitology, Faculty of Medicine, Universitas TanjungpuraPontianak, West Kalimantan
HUBUNGAN ANTARA PENINGKATAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK SARAF RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK ., Tuti Marinus Lailani
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan keluhan nyeriyang paling sering terjadi di dunia maupun Indonesia. Indeks MassaTubuh (IMT) merupakan salah satu faktor risiko untuk menderita NPB danbelum ada penelitian tentang hubungan antara peningkatan IMT dengankejadian NPB di RSUD dokter Soedarso Pontianak. Tujuan : Penelitian inidilakukan untuk mengkaji hubungan antara peningkatan IMT denganKejadian NPB pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Saraf RSUD dr.Soedarso Pontianak. Metode : Penelitian ini merupakan studi analitikdengan pendekatan cross sectional. Cara pengambilan sampel adalahdengan teknik non-probability sampling (consecutive sampling) denganjumlah sampel sebanyak 100 subjek. Pengukuran yang dilakukan meliputipengukuran berat badan dan tinggi badan. Berdasarkan IMT, subjekdikelompokkan dalam 4 kategori, yakni underweight (IMT laki-laki <17,0kg/m2; perempuan < 18,0 kg/m2), normal (IMT laki-laki 17,0-23,0 kg/m;perempuan 18,0-25,0 kg/m2), overweight (IMT laki-laki 23,0-27,0 kg/m;perempuan 25,0-27,0 kg/m2) dan obesitas (IMT laki-laki dan perempuan>27,0 kg/m2). Diagnosis NPB ditentukan dari data rekam medik pasien.Hasil : Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan IMTdengan Kejadian NPB (p : 0,843). Kesimpulan : Tidak terdapat hubunganyang bermakna antara peningkatan IMT dengan kejadian NPB. IMT bukanmerupakan satu-satunya faktor utama terjadinya NPB, terdapat faktor lainyang mendukung terjadinya NPB.Kata kunci : Indeks massa tubuh, Nyeri punggung bawah
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN MANGGA BACANG (Mangifera foetida L.) TERHADAP Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO ., Muhammad Irfan
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme. Staphylococcus aureus merupakan salah satu mikroorganisme berupa bakteri potensial patogen penyebab penyakit infeksi dan sering bersifat multidrug resistens. Peningkatan resistensi antibiotik menyebabkan peningkatan penggunaan tanaman herbal. Mangga bacang (Mangifera foetida L.) merupakan tanaman yang mengandung metabolit sekunder bersifat sebagai antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metodologi: Daun Mangifera foetida L. diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etil asetat. Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan metode uji kualitatif. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 50%, 60%, 70%, 80%, 90% dan 100%. Kontrol positif menggunakan levofloksasin 5 µg/disk dan kontrol negatif menggunakan Tween 80 10%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etil asetat daun Mangifera foetida L. adalah fenol, flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etil asetat daun Mangifera foetida L. maka semakin tinggi aktivitas antibakterinya. Ekstrak etil asetat daun Mangifera foetida L. memiliki zona hambat maksimum pada konsentrasi 100% sebesar 12,98 mm dan zona hambat minimum pada konsentrasi 50% sebesar 6,42 mm terhadap pertumbuhan S. aureus. Kesimpulan: Ekstrak etil asetat daun mangga bacang (Mangifera foetida L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
Nilai Fungsi Kapasitas Vital Paksa (KVP) dan Volume Ekspirasi Detik Pertama (VEP1) pada Atlet Cabang Olahraga Aerobik dan Anaerobik ., Arizal Abdullah
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Olahraga teratur telah terbukti bermanfaat bagi tubuh manusia dan paru-paru. Latihan fisik atau olahraga menyebabkan terjadinya peningkatan daya tahan otot pernapasan sehingga fungsi pernapasan akan meningkat. Atlet cenderung memiliki peningkatan kapasitas paru bila dibandingkan dengan individu yang  tidak berolahraga. Metode. Peneltian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekaan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 30 atlet cabang aerobik dan anaerobik di Gedung Oahraga Pangsuma dan Keboen Sajoek Pontianak. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Spirometri digunakan untuk menilai fungsi paru berupa Kapasitas vital paksa (KVP) dan Volme ekspirasi paksa detik pertama (VEP1). Hasil. Nilai KVP dan VEP1 pada cabang olahraga aerobik lebih besar dari cabang olahraga anaerobik. Rata-rata KVP atlet renang, balap sepeda, bola basket dan bola voli yaitu sebesar 6,29 liter, 6,28 liter, 6,01 liter dan 5,62 liter. Rata-rata VEP1 atlet renang, balap sepeda, bola basket dan bola voli yaitu sebesar 5,93 liter, 5,86 liter, 5,78 liter dan 5,44 liter. Kesimpulan. Kapasitas fungsi paru pada atlet cabang olahraga aerobik lebih tinggi dibandingkan cabang olahraga anaerobik. Atlet renang memiliki kapasitas fungsi paru tertinggi dibandingkan dengan atlet balap sepeda, bola basket dan bola voli. 
PENGARUH PENGHENTIAN PAJANAN MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID JARINGAN TESTIS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DEWASA Puspasari, Ratih Hemiarista; Nawangsari, Nawangsari; Andriani, Andriani; Rahmayanti, Sari
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Monosodium glutamate (MSG) is a food additive that used as a flavor enhancers that can lead to oxidative stress in testis. Food and Drugs Administration (FDA) in 1995 has established the safety limit in the usage of MSG, no more than 120 mg/kgBW/day. Oxidative stress produce unstable and reactive lipid peroksidase that caused lipid degradation and generate malondialdehid (MDA). Objective: The purpose of this research was to observe MDA levels of testes after termination of MSG exposure. Method: This research was a true experimental research with simple random sampling. The control group (K) 1,2,3 were given aquades for 28 days. The first treatment group (P1) 1,2,3 were given MSG 4 g/kgBW/day for 28 days. The second treatment group (P2) 1,2,3 were given MSG 6 g/kgBW/day for 28 days and then stopped for 1 day, 28 days, and 56 days. Then, the rats were sacrificed and the testis was processed to be homogenate and then conducted to MDA’s level measurements using Will’s Methode. Data was analyzed using one way anova test, continued with post hoc test LSD. Result: Day 1 after MSG termination, analysis showed that there were significant difference between control group and the first group treatment 1 (p=0,010) and the second group treatment 1 (p=0,000). Day 29 after MSG termination, analysis showed that there was significant difference between control group and the second group treatment 2 (p=001), also between the first and the second group treatment 2 (p=0,017) . Day 57 after MSG termination, analysis showed there were no significant difference between the control group with both treatment group and between the treatment groups 1 to the treatment group 2 in. Conclusion: Termination of MSG exposure caused discontinuation of damage in rats testes. Keywords: Rats, Testis, Monosodium Glutamate, Oxidative Stress, MDA levelsSoft File Naspub 
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini di Puskesmas Kom Yos Sudarso Kota Pontianak Tahun 2016 ., Umi Nurrahmah
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, yang mana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri. Persentase pemberian Air Susu Ibu (ASI) dalam 1 jam pertama hanya sebesar 34,5% di Indonesia tahun 2013. Inisiasi Menyusu Dini memiliki dampak positif bagi ibu maupun bayinya. Namun pelaksanaan IMD ternyata sulit untuk dilakukan karena dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kom Yos Sudarso Kota Pontianak. Subjek penelitian berjumlah 40 ibu hamil. Hasil penelitian secara deskriptif dianalisis dengan bantuan program SPSS 23.0. Hasil. Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang IMD menunjukan bahwa sebanyak 40% berpengetahuan baik, 45% berpengetahuan sedang dan 15% berpengetahuan kurang baik. Sedangkan gambaran sikap ibu hamil terhadap IMD menunjukan bahwa sebanyak 65% mempunyai sikap baik, 32,5% mempunyai sikap sedang dan 2,5% mempunyai sikap yang kurang baik. 
PENGARUH EKSTRAK Curcuma xanthorrhiza, Roxb. TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DARAH Rattus norvegicus HIPERGLIKEMIA AKIBAT INDUKSI ALOKSAN ., Yonanda Widhi Dyaningratri
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan peningkatan kadar kolesterol dalam darahdengan kadar kolesterol total serum ≥240 mg/dl menurut NationalCholesterol Education Program Adult Treatment Panel III (NCEP-ATP III).Hiperkolesterolemia dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, sepertipenyakit diabetes melitus (DM). World Health Organization (WHO)memprediksi bahwa Indonesia akan terjadi kenaikan dari 8,4 juta diabetisipada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta diabetisi pada tahun 2030.Prevalensi DM di Provinsi Kalimantan Barat adalah sebesar 11,1% yangmenduduki peringkat pertama kasus DM di Indonesia sejajar denganProvinsi Maluku Utara3. Penelitian oleh Uttra (2011) menunjukkansebanyak 72% pasien DM mengalami kelainan profil lipid, yaitupeningkatan kadar trigliserida dan kolesterol total darah1 4. Casagrande etal. (2013) membuktikan bahwa hanya 56,2% penderita DM yang memilikikadar low density-lipoprotein (LDL) dalam batas normal5. Juren et al.(2013) juga membuktikan bahwa terjadi penurunan kadar high-densitylipoprotein (HDL) sebesar 21,7% pada pasien DM6. Kadar kolesterol totaldarah dapat dijadikan skrining awal dalam mendeteksi kelainan profil lipidpasien DM sehingga pemantauan kadar kolesterol total darah harusdilakukan untuk menghindari komplikasi dan meningkatkan kualitas hiduppasien.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI INFUSA DAUN KESUM (Polygonum minus Huds.) TERHADAP Salmonella typhi ., Dita Yuning Krimasari
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyakit yang timbul karena permasalahansanitasi adalah demam tifoid. Angka kematian akibat penyakit ini terusmeningkat disebabkan kegagalan penatalaksanaan terkait resistensibakteri penyebab dan efek samping obat. Kesum (Polygonum minusHuds.) merupakan tanaman endemik Kalimantan Barat. Tanaman inidigunakan masyarakat untuk mengobati gangguan pencernaan.Gangguan pencernaan merupakan manifestasi klinis utama demam tifoidselain demam yang berkepanjangan sehingga kesum berpotensi untukditeliti sebagai antibakteri terhadap Salmonella typhi. Tujuan: Penelitianini bertujuan untuk mengetahui apakah infusa daun kesum (Polygonumminus Huds.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi.Metodologi: Daun kesum diekstraksi secara infundasi. Infusa dilakukanuji skrining fitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metodedilusi terhadap bakteri Salmonella typhi. Hasil: Hasil skrining fitokimia,infusa daun kesum mengandung metabolit sekunder senyawa fenol,flavonoid, terpenoid, dan tanin. Hasil uji aktivitas antibakteri didapatkankonsentrasi hambat minimal (KHM)infusa daun kesum terhadapSalmonella typhi adalah 3,125% dan konsentrasi bunuh minimal (KBM)adalah 50%. Kesimpulan: Infusa daun kesum (Polygonum minus Huds.)memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi.Kata Kunci: Antibakteri, Infusa daun Kesum, Salmonella typhi
PENGARUH KREATIN TERHADAP KELELAHAN OTOT PADA PRAJA LAKI-LAKI PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN PONTIANAK ., Khalik Perdana Putra
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan otot merupakan hal yang sering dikeluhkan oleh individu maupun atlet yang sedang melakukan latihan fisik. Hal ini dikarenakan beban latihan dan latihan fisik yang berlebihan yang dapat menyebabkan penurunan kapasitas dan ketahanan kerja. Menunda kelelahan otot dengan mengonsumsi suplemen merupakan salah satu cara meningkatkan kapasitas dan ketahanan kerja. Salah satu suplemen yang banyak digunakan saat ini adalah suplemen kreatin. Penggunaan suplemen kreatin memberikan peningkatan kapasitas latihan yang lebih baik. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian suplemen kreatin terhadap kelelahan otot dengan metode curl-up test pada Praja Program Studi Ilmu Pemerintahan Kerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian randomized controlled trial dengan desain penelitian randomized pretest-posttest with controlgroup design. Subjek berjumlah 34 orang laki-laki; 17 orang sebagai kelompok kontrol dan 17 orang lainnya sebagai kelompok perlakuan. Dilakukan curl-up test pertama, kemudian pemberian plasebo pada kelompok kontrol dan suplemen kreatin pada kelompok perlakuan selama 5 hari. Kemudian subjek melakukan follow up curl-up test. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna rerata jumlah curl-up antara kelompok kontrol dan perlakuan pada saat post-test (p = 0,004). Kesimpulan: Suplemen kreatin dapat menunda kelelahan otot.
Hubungan Penggunaan Tas Ransel terhadap Kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak ., Tan Sri Ernawati
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Cara penggunaan tas ransel yang salah atau penggunaan tas ransel yang terlalu berat merupakan salah satu faktor risiko untuk menyebabkan nyeri punggung yang mengakibatkan kualitas kesehatan menurun dan dampak yang tidak baik pada pertumbuhan anak. Metodologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan potong lintang dengan jumlah responden sebanyak 190 siswa. Data diolah menggunakan uji Chi Square dan uji Fisher. Hasil. Siswa yang mengalami nyeri punggung sebanyak 141 orang (74,2%). Perempuan (56,0%) lebih banyak mengalami nyeri punggung dibandingkan laki-laki (44,0%). Tidak ada hubungan penggunaan tas ransel (p = 1,000), cara membawa tas (p = 0,274), dan persentase berat tas berbanding berat badan siswa (p = 0,105) terhadap kejadian nyeri punggung. Ada hubungan jenis kelamin ( p = 0,005) dan lama penggunaan tas lebih dari 30 menit setiap hari (p = 0,018) terhadap kejadian nyeri punggung. Kesimpulan. Nyeri punggung pada siswa berhubungan dengan jenis kelamin dan penggunaan tas lebih dari 30 menit setiap hari.

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 3a (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 3b (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 2b (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 4 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 3, No 4 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura More Issue