cover
Contact Name
Herani Tri Lestiana
Contact Email
herani@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6285641552211
Journal Mail Official
altarbiyah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Faculty of Tarbiyah and Teachers Training (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Jalan Raya By Pass Sunyaragi Cirebon
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal)
ISSN : 24426377     EISSN : 27213595     DOI : -
Al-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) is a double-blind peer reviewed journal on Education published by the Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Al-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) welcomes and accepts qualified original research papers about education which are written by researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world. This journal is published twice a year. Al-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) has already had registration numbers of p-ISSN: 2442-6377 and e-ISSN: 2721-3595 issued by the Indonesian Institute of Sciences (LIPI). Al-Tarbiyah journal was inactive during 2016-2018. In 2019 this journal started continuing the publication of Volume 29.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 31, No 1 (2021)" : 8 Documents clear
KORELASI ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DENGAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI SISWA SD Inayatul Ummah
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.487 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8311

Abstract

Writing is often associated with a child's creativity. In this study, creativity was assessed using TCT-DP (The Test for Creative Thinking-Drawing Production) where students were asked to continue drawing the available patterns. This study aims to determine whether there is a relationship between students who are able to continue drawing patterns by writing narrative text well. This research was conducted in one of the SDN Citangkil District with a population of 2 classes totaling 88 students. The method used in this research is correlational descriptive. In this study, data from the creative thinking test uses 11 out of 14 criteria, namely: continuations, completion, new elements, the connection made with a line, the connection made to produce a theme, boundary-breaking that is fragment dependent, boundary-breaking that is fragment independent. , perspective, humor, and affectivity, unconventionally, and speed. These criteria are translated through scores of 1-3. The results showed that there was a relationship between students who had the ability to think creatively and write good narrative texts.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CIRCUIT LEARNING UNTUK MENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI PADA KELAS VII A SMP NEGERI 1 SELAKAU TIMUR Zulfahita Zulfahita; Heru Susanto; Rimawati Rimawati; Nurhannah Widianti
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.472 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8397

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis teks narasi siswa pada kelas VII A SMP Negeri 1 Selakau Timur menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe circuit learning. Upaya tersebut dilakukan karena pembelajaran yang cenderung teoretis. Hal itu menyebabkan siswa kesulitan dalam mengonstruksikan antara pengetahuan dan pengalamannya ke dalam bentuk teks narasi. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akan menjelaskan proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Alat pengumpul data yang digunakan, yaitu APKG 1, APKG 2, dan nilai siswa. Penelitian menunjukkan 3 hasil, yaitu: (1) Perencanaan pembelajaran keterampilan menulis teks narasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe circuit learning mencapai nilai 46,43% pada siklus I dan 78,57% pada siklus II, dan peningkatan yang dialami sebesar 32,14%. (2) Pelaksanaan pembelajaran keterampilan menulis teks narasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe circuit learning mencapai nilai 78,75% pada siklus I, 100% pada siklus II, dan mengalami peningkatan sebesar 21,25%. (3) Hasil pembelajaran keterampilan menulis teks narasi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe circuit learning menghasilkan nilai individu dan nilai kelompok. Pada siklus I diperoleh nilai 71, siklus II 85 untuk nilai individu. Sementara itu, nilai kelompok pada siklus I, yaitu nilai 75, siklus II 82. Adapun peningkatan nilai individu dari siklus I ke siklus II sebesar 14,04%, sedangkan peningkatan nilai kelompok dari siklus I ke siklus II sebesar 7%.Kata kunci: circuit learning, menulis, narasi, penelitian tindakan kelas AbstractThis study aimed to improve students' narrative text writing skills in class VII A of SMP Negeri 1 Selakau Timur by using a circuit learning type of cooperative learning model. This effort was made because the learning tended to be theoretical. It led students to have difficulties in constructing their knowledge and experience into narrative texts. This research used Classroom Action Research (CAR) which explained the learning process from planning, implementation, to evaluation. The data collection tools used were APKG 1, APKG 2, and students’ scores. The research shows three main results, namely: (1) the planning of learning narrative text writing skills using the circuit learning type of cooperative learning model reached a value of 46.43% in the first cycle and 78.57% in the second cycle, and the increase experienced was 32.14%; (2) the learning implementation of narrative text writing skills using the circuit learning type of cooperative learning model reached a value of 78.75% in cycle I, 100% in cycle II, and the increase experienced was 21.25%; and (3) the results of learning narrative text writing skills using the circuit learning type of the cooperative learning model produce individual and group scores. In the first cycle, the individual scores were 71 in the first cycle and 85 in the second cycle. Meanwhile, the group scores in the first and second cycle were 75 and 82 respectively. The increase in individual scores from cycle I to cycle II is 14.04%, while the increase in group scores from cycle I to cycle II is 7%.Keywords: circuit learning, classroom action research, narrative, writing
REPRESENTASI NILAI KARAKTER PADA LIRIK LAGU PESAWAT KERTAS 365 HARI JKT48 Wisnu Hatami
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.179 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8387

Abstract

AbstrakPendidikan karakter merupakan hal yang selalu diperhatikan dalam dunia pendidikan Indonesia. Terdapat banyak sumber penelitian yang dapat dijadikan referensi dalam pendidikan karakter. Salah satunya adalah lagu. Lagu merupakan sarana yang efektif untuk membawa pesan. Biasanya terdapat makna yang ingin disampaikan pencipta lagu kepada pendengarnya. Tidak terkecuali makna yang berkaitan dengan nilai karakter. Salah satu lagu yang memiliki nilai karakter adalah lagu JKT48 berjudul Pesawat Kertas 365 Hari. Penelitian ini dilakukan untuk menggali nilai-nilai karakter yang terdapat pada lirik lagu. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretative dengan metode analisis semiotika model Charles Sanders Peirce yang menganalisis tanda, objek dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan nilai karakter yang terdapat dalam lagu ini yaitu mandiri, kerja keras, rasa ingin tahu, peduli sosial, bersahabat, religius, disiplin, percaya diri, menghargai prestasi, tanggungjawab, cinta damai, kreatif, dan peduli lingkungan. Nilai-nilai ini adalah nilai yang berusaha ditampilkan oleh pencipta lagu untuk menujukkan bahwa manusia harus memiliki semangat dalam menghadapi segala ujian yang datang. Lagu ini memberi pesan bahwa saling tolong menolong sesama manusia merupakan kebaikan yang perlu dilakukan. Hal ini sesuai dengan ciri masyakat Indonesia yang gemar tolong menolong dan bergotong-royong. Selain itu, adanya nilai karakter dalam lagu ini menunjukkan lagu ini dapat menjadi alternatif media pembelajaran untuk menunjang mata pelajaran di sekolah. Mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Musik dan mata pelajaran lain dapat menggunakan lagu ini sebagai sumber pembelajarannya
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN METODE ROLE PLAYING Eka Yulia Wijayanti
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.956 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8494

Abstract

AbstrakBerdasarkan AKPD (Analisis Kebutuhan dan Permasalahan Peserta Didik), diperoleh data bahwa sebagian besar peserta didik memilih untuk memberikan jawaban tertutup atau menjadi pendengar pasif, serta tidak mau bertanya khususnya dalam proses pembelajaran. Peserta didik kurang percaya diri dalam menyampaikan pemikiran yang tersirat. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kepercayaan diri peserta didik melalui layanan penguasaan konten dengan metode role playing. Penelitian ini merupakan PTBK (Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling). Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus. Post-tes siklus I menunjukkan hasil 7% sangat tinggi, 93% tinggi, 0% rendah, dan 0% sangat rendah. Post test siklus II menunjukkan hasil 21% sangat tinggi, 79% tinggi, 0% rendah, dan 0% sangat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri dapat ditingkatkan melalui layanan penguasaan konten dengan metode role playing.Kata kunci: layanan penguasaan konten, role playing, percaya diri  AbstractBased on AKPD (Analysis of the Students' Needs and Problems), data obtained showed that most of the students preferred giving closed-ended answers or being passive listeners, and did not want to ask questions, especially in the learning process. Students lacked confidence to convey implied thoughts. This research aimed at knowing the improvement of students’ self-confidence through content mastery services with role playing method. This research was a PTBK (Counseling Guidance Action Research). The research was conducted in two cycles. The post-test cycle I showed the results of 7%, 93%, 0% and 0% belonging to the categories of very high, high, low, and very low respectively. The the post test cycle II showed the results of 21%, 79%, 0% and 0% belonging to the categories of very high, high, low, and very low respectively. This implies that self-confidence can be enhanceds through content mastery services with role playing method.Keywords: content mastery service, role playing, self-confidence
KEMAMPUAN PEMAHAMAN TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN PAI: DENGAN MENGGUNAKAN SPSS VERSI 26 Kiki Mulqi Abdul Ghani
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.47 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.6758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan Pemahaman Siswa (KPS) pada mata pelajaran Al-Qur’an  Hadits, berdasarkan 3 kelompok model pembelajaran yang berbeda (Independent sample). Hal ini penting untuk dibahas agar guru bisa memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran melalui penerapan berbagai model pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan Kuantitatif Deskriptif Pasipatoris. Partisipan pada penelitian ini adalah 20 siswa Kelas VIII A, 20 siswa kelas VIII B dan 20 siswa kelas VIII C MTs Libasut Taqwa. Instrumen yang digunakan adalah hasil ulangan harian dari tiga kelompok belajar yang berbeda dengan menggunakan 3 model pembelajaran yang berbeda yaitu Think Pair Share (TPS), Think Pair Square (PTSq) dan Konvensional(Ceramah), kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS Versi 26. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan Kemampuan Pemahaman Siswa (KPS) pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits, antara siswa yang belajar dengan TPS dan siswa yang belajar dengan TPSq dan Konvensional. Kemampuan Pemahaman Siwa pada Model Pembelajaran Pair Think Share (PTS), mendapatkan nilai rata-rata tertinggi dibanding dengan model pembelajaran Pair Think Square (PTSq) dan Konvensional. Hal ini dapat dikatakan bahwa model pembelajaran dan Faktor Asal Sekolah tidak memberikan pengaruh terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Qur’an Hadits Siswa.
MEWUJUDKAN LULUSAN PRODI PAI BERKOMPETEN SESUAI KEBUTUHAN DUNIA KERJA Opik Abdurrahman Taufik; Suprapto suprapto
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.569 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8468

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan kurikulum prodi agama berbasis KKNI dalam mewujudkan lulusan yang kompeten dengan duni kerja. Melalui metode library research, dan hasil kajian FGD, penelitian ini menelaah dan menganalisis literatur peraturan perundangan berkenaan dengan kurikulum di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam serta kajian pengembangan kurikulum pada beberapa PTKI di Indonesia. Penyetaraan lulusan prodi PAI dengan berbagai bidang dan sektor pekerjaan menjadi harapan utama dari pengembangan kurikulum ini. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) ini menjadi rujukan dalam pengembangan kurikulum dan pemetaan mutu pendidikan. Terkait dengan hal tersebut kurikulum pendidikan agama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mewujudkan lulusan yang kompeten. Berdasarkan kajian data dan hasil workshop dapat disimpulkan bahwa profil lulusan suatu prodi akan ditentukan oleh asosiasi prodi masing-masing. Alur pencapaiannya dimulai dari penentuan jumlah dan nama mata kuliah yang tepat sesuai kebutuhan profil lulusan, penyiapan fasilitas yang memadai dan dosen serta staf yang kompeten. Kerjasama yang baik dengan instansi dan mitra di luar kampus sangat penting untuk pelaksanaan praktik mengajar dan pemerolehan sertifikat atau Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Sinergi antara dosen dan kepemimpinan yang bagus akan melahirkan lulusan yang kompetenKata Kunci: KKNI, kurikulum, lulusan, prodi PAI AbstractThis study aimed to analyze and describe the curriculum development of the KKNI-based religion study program in realising competent graduates in the workplace. Through the library research method, and the results of the FGD, this research examined and analyzed the literature on regulations regarding the curriculum in several Islamic Religious Colleges (PTKI) and studies on curriculum development at several PTKI in Indonesia. The equalization of Islamic Religious Education graduates in various fields and working sectors is the main expectation of this curriculum development. The Indonesian National Qualifications Framework (KKNI) becomes a reference in curriculum development and the mapping of education quality assurance. Thus, the religious education curriculum at Islamic Religious Colleges (PTKI) needs to be further developed to create competent graduates. Based on the study of the data and the results of the workshop, it can be concluded that the profile of graduates of a certain study program will be determined by its association. The path of achievement starts from determining the number and the appropriate course titles according to the needs of the graduate profiles, planning on adequate facilities and competent lecturers and staff. Good cooperation with institutions and partners outside the campus is very important for the implementation of teaching practices and the achievement of certificates/Diploma Supplement (SKPI). The synergy between lecturers and good leadership will produce competent graduates.Keywords: KKNI, curriculum, graduates, Religious Study Program
PROFIL GURU PROFESIONAL ABAD 21 DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA IAIN SYEKH NURJATI CIREBON Ratnawati Ratnawati; Septi Gumiandari
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.34 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8493

Abstract

AbstrakPada abad 21, banyak orang memiliki pandangan berbeda terkait profil guru yang profesional, termasuk mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang memiliki pandangan berbeda terkait dengan isu ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap melalui perspektif mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon tentang profil guru profesional abad 21. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa para mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon mempersepsi kriteria guru profesional abad 21 dengan tujuh keterampilan, yakni: (1) kemampuan berkomunikasi, (2) berkolaborasi, (3) berpikir kritis, kreatif dan inovatif, (4) kemampuan memecahkan masalah, (5) kemampuan memahami karakteristik peserta didik, (6) pola pikir yang imajinatif, serta (7) terampil dalam penguasaan teknologi informasi. Disamping ketujuh keterampilan tersebut, profil guru abad 21 pun harus memiliki beberapa karakter berikut: (1) ulet dan cekatan, (2) menjunjung tinggi profesi dan kode etik guru, (3) disiplin (tepat waktu), (4) terbuka, (5) jujur, (6) amanah dan bertanggungjawab, (7) professional (tidak mencampur adukan masalah pribadi ke dalam masalah akademik dunia pendidikan).Kata kunci: Abad 21, guru profesional, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon  AbstractIn the 21st century, many people have different views regarding the profile of professional teachers, including students of IAIN Syekh Nurjati Cirebon who have different views on this issue. This study aimed to reveal the perspectives of IAIN Syekh Nurjati Cirebon students on the profile of 21st century professional teachers.  This study used a qualitative method with a descriptive approach. The results of the study show that students of IAIN Syekh Nurjati Cirebon perceive the criteria of 21st century professional teachers with seven skills, namely: (1) communication skills, (2) collaboration, (3) critical and creative thinking, (4) problem solving skills, (5) the ability to understand the characteristics of students, (6) an imaginative mindset, and (7) being skilled in mastering information technology. In addition to these seven skills, the profile of a 21st century teacher must also have the following characters: (1) tenacious and agile, (2) upholding the profession and teacher's code of ethics, (3) discipline (being on time), (4) open-minded, (5) honest, (6) reliable and responsible, (7) professional (no interference of personal problems in the academic problems in the world of education).Keywords: 21st century, professional teachers, students of IAIN Syekh Nurjati Cirebon
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK USIA DINI DI ERA DIGITAL Zahrotus Saidah
AL-TARBIYAH: Jurnal Pendidikan (The Educational Journal) Vol 31, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teachers Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.835 KB) | DOI: 10.24235/ath.v31i1.8430

Abstract

AbstrakPenanaman nilai-nilai pendidikan agama berbasis kearifan lokal merupakan salah satu upaya efektif dalam menangkal degradasi nilai-nilai agama peserta didik di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang telah diterapkan TKIT Al Ma’ruf Tegalrejo Magelang dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam berbasis kearifan lokal. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisa data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam berbasis kearifan lokal, TKIT Al Ma’ruf Tegalrejo Magelang telah menerapkan strategi pembudayaan nilai-nilai agama melalui kegiatan-kegiatan berbasis kearifan lokal seperti tahlilan, ziarah makam, silaturrahim dan halalbihalal. Nilai-nilai pendidikan Islam yang telah ditanamkan berupa nilai akidah yaitu iman kepada Allah dan kepada hari akhir; nilai akhlak yaitu kasih sayang, kepedulian sosial, kesopanan, serta berbakti kepada orang tua dan guru; dan nilai ibadah berupa bacaan dzikir ayat-ayat suci Al Qur’an dan kalimat thayyibah.Kata kunci: Nilai Pendidikan Islam, Kearifan Lokal, Generasi Digital  AbstractInternalization of religious education values based on local wisdom is one of the effective efforts to prevent the degradation of students’ religious values in the digital era. This study aimed to determine the strategies that have been implemented by TKIT Al Ma’ruf Tegalrejo Magelang in internalizing the values of Islamic education based on local wisdom. This research was a descriptive qualitative research. Data collection was done through structured and unstructured interviews, observation, and documentation. The data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation and verification. The result of this study indicates that in internalizing the values of Islamic education based on local wisdom, TKIT Al Ma’ruf Tegalrejo Magelang has implemented a strategy of cultivating religious values through activities based on local wisdom such as tahlil, grave pilgrimace, visits, and halal bihalal. The values of Islamic education that have been instilled are in the form of faith values, such as faith in Allah dan the day of judgement; moral values, such as affection, social awareness, politeness and devotion to parents and teachers; and worship values in the form of recitation of the holy verses of the Qur’an and kalimah thayyibah. Keywords: Islamic Education, Local Wisdom, Digital Generation

Page 1 of 1 | Total Record : 8