cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
PERHITUNGAN BESAR RUGI-RUGI DAYA KORONA PADA SISTEM SALURAN TRANSMISI 275 KV GI MAMBONG MALAYSIA – GI BENGKAYANG INDONESIA ., Luthfi Mulya Dirgantara
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1532.612 KB)

Abstract

Fenomena korona adalah suatu permasalahan yang perlu untuk diperhatikan dalam sistem transmisi daya listrik dengan tingkatan tegangan yang lebih tinggi.   karena dampak korona, selain merusak peralatan, berisik, dan mengganggu gelombang radio, korona juga menimbulkan rugi-rugi daya yang besarnya berbanding lurus dengan panjang saluran transmisi. Tugas akhir ini membahas mengenai rugi-rugi korona pada saluran transmisi 275 kV yang menghubungkan gardu induk Mambong (Serawak Malaysia) dengan gardu induk (Bengkayang). Dimana hasil akhir didapatkan bahwa nilai rugi-rugi daya korona pada saluran transmisi GI Mambong – GI Bengkayang bervariasi selama satu tahun dengan nilai rata-rata rugi-rugi korona perbulannya adalah sebesar 28,25264253 kW. Perbedaan nilai rata-rata faktor kerapatan udara perbulannya menyebabkan kenaikan besar rugi-rugi daya korona yang cukup signifikat, namun dari hasil perhitungan tersebut dan data daya yang disalurkan pada saluran transmisi maka efisiensi saluran transmisi apabila ditinjau dari rugi- rugi korona adalah sebesar 99,976%. Kata Kunci :  Rugi-Rugi  Daya  Korona,  Saluran  Transmisi  275  kV,     GI  Mambong  Malaysia  –  GI BengkayangIndonesia.
IDENTIFIKASI KUALITAS KOMUNIKASI DATA PADA TOWER BERSAMA (MUTUAL COMMON BASE TRANSCEIVER STATION) DI KOTA PONTIANAK BERDASARKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE Syahlianti, Safitri; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.052 KB)

Abstract

Quality of Service adalah pengukuran tentang seberapa baik jaringan yang terpasang dan juga merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari satu layanan. Oleh sebab itu diperlukan sebuah penelitian tentang kualitas komunikasi data akses internet pada tower bersama. Kualitas komunikasi data pada akses internet yang diukur berdasarkan parameter bandwidth, throughput, delay, jitter, dan packet loss untuk masing-masing operator Global System for Mobile Communication (GSM). Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian tugas akhir ini adalah mengidentifikasi kualitas komunikasi data berdasarkan parameter bandwidth, throughput, delay, jitter, dan packet loss untuk setiap provider seluler pada tower bersama dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kualitas komunikasi data akses internet pada tower bersama. Penelitian tugas akhir ini dilakukan di 4 tower bersama milik PT. Tower Bersama Group dan PT. Solu Sindo Kreasi Pratama, dimana setiap tower memiliki jumlah tenant yang berbeda. Sedangkan data kualitas komunikasi data pada tower bersama diperoleh dengan cara survey langsung ke lokasi tower bersama yang telah ditentukan. Kualitas komunikasi data tersebut diuji dengan cara melakukan aktifitas internet yaitu berupa video call melalui facebook, video streaming melalui youtube, dan menjalankan google chrome. Software yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wireshark, ping CMD, dan Axence NetTools. Serta aplikasi yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini yaitu google earth dan speedtest. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan nilai kualitas komunikasi data pada tower bersama menurun adalah antrian yang berlebihan dalam jaringan, overload traffic di dalam jaringan, noise atau sinyal gangguan yang tidak diinginkan, lokasi tower bersama yang berada di area padat penduduk, waktu penelitian yang dilakukan di jam sibuk, posisi antena setiap provider seluler di tower bersama, terjadinya tabrakan data di dalam jaringan, adanya obstacle (penghalang), jarak pengukuran parameter, cuaca, dan paket data kuota internet yang kurang dari batas normal. Dari semua rekapitulasi kualitas komunikasi data pada Tower Bersama I,II,III, dan IV dapat disimpulkan bahwa nilai setiap parameter Quality of Service dapat berbeda-beda pada setiap provider seluler, walaupun berada di tower bersama yang sama.
ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM ANTENA PENERIMA POWER BEAM M5 DALAM KOMUNIKASI WIRELESS BERBASIS FIBER OPTIC ., Reinaldo Parulian Simanjuntak
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1313.174 KB)

Abstract

Needs of the community, especially people in big cities on the internet today as if he had become such a part of daily routine, one of which is to use the facilities Hotspot, which refers to certain places that provide Internet service with WLAN technology (Wireless Local Area Network). Hotspot emitting device commonly referred to as the Access Point. There are various types of devices from different vendors Access Point IT companies. Ubiquiti Networks is a communications technology company. One of its products is NanoStatioM52 (NSM5) and Power Beam M5. NanoStation device is an integrated antenna type used is a directional antenna with a coverage of 60 ° while the Power Beam with 15 ° coverage, then the direction of the signal beam pattern tends to be directed and can not reach clients that are far behind the device. In building a local communication system here uses two (2) pieces of antennas as the transmitter and receiver to be installed facing so that the receiving antenna can capture signals emitted by the transmitting antenna. Installation of these devices is done in two (2) different locations namely the transmitting antenna installed in the Great Komp.Bali Agung III and receiver antennas mounted in New Jl.Karya Baru II. Tests conducted at a radius between the transmitter and receiver antenna only, with the received signal strength parameters to perform pingtest to determine the speed of the download or upload or download and upload speeds, also to test the feasibility of the application speedtest.net and speedof.me on both sides of the transmitter and receiver. From the test results, the mounting location between the transmitter and receiver are working with a good performance and are in a radius of 690 meters with an attenuation value of 104.45 dB path loss. In addition to testing and analysis of the installed devices is also conducted tests in the shooting of a CCTV using a laptop where CCTV is also included in the system in the wake of the communication device. Key words: Kata kunci : Access Point, NanoStation M5, Power Beam M5, CCTV
ANALIS PREDIKSI PENERIMAAN LEVEL SINYAL PADA DAERAH SUB URBAN TERHADAP UNJUK KERJA JARINGAN GSM ., Muhammad Mudjiono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.905 KB)

Abstract

Sub-urban area is a suburban area (rural) with some of the barriers of trees, houses and buildings that are not too high under 5 level. Some of the causes of interruption of the call is limited channel reception level talks and the problem of RF signals (radio frequency) where the quality of the signal level is strongly influenced by local conditions damping propagation. The study was conducted in village siduk, districtsnanga tayap, north kayong district, Problems GSM network performance can be seen from the monitoring of traffic through NetAct software by using parameter-parameter above as: SDCCH Blocking, SDCCH Drop, Loss RF SDCCH, TCH Blocking, TCH Drop, and TCH RF Loss. Then do the calculation Prediction Reception signal level using Okomura-Hatta. Manual calculation results in BTS North Kayong siduk shows that the BTS antenna sector 1 with a power 27 W is obtained within a range of 3.2 km with a reception signal level -80 dBm, while the range desired by PT. Telkomsel is 3.5 Km, then power must be increased to 34.62 W. In sector 2, the transmit power of 27 W, within a range of 3.2 km, with the reception signal level -80 dBm, the desired range of 3.8 Km, power must be increased to 35.80 W. in the third sector, the transmit power of 26 W, within a range of 3.1 km, with the reception signal level -80 dBm, the desired range 3.5 Km, power should rise to 34.26 W. from the results of calculations can be concluded that the performance of the BTS antennas siduk north Kayong less than the maximum because of the decreasing transmission power due to the loss of damping propagation in sub urban Reviewed sector antenna 1 is (2 dBm), sector 2 is (3 dBm), sector 3 is (3 dBm). But in general is still quite good. Key word : Sub- urban , NETACT , Traffic , Okomura – Hatta.
ANALISIS MEDAN MAGNET DI BAWAH SALURAN TRANSMISI 275 KV MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA ., Ahmad Muyasir
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.856 KB)

Abstract

Saluran transmisi digunakan untuk menyalurkan energi listrik dari pusat pembangkit menuju pusat beban yang jaraknya jauh. Adanya tegangan tinggi dan arus yang mengalir pada saluran transmisi dapat menimbulkan medan listrik dan medan magnet. Tugas akhir ini membahas tentang distribusi medan magnet pada transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 275 kV antara GI Mambong (Malaysia) dan GI Bengkayang (Indonesia) dengan enam phasa sirkit ganda. Dalam tugas akhir ini metode elemen hingga (Finite Element Method) digunakan untuk menganalisis distribusi medan magnet yang dikomputasi menggunakan program Finite Element Method Magnetics (FEMM).Dari hasil simulasi pada konfigurasi Ganda phasa sejajar medan magnet tertinggi adalah 5,6 T dengan tinggi pengukuran 20 meter dari permukaan tanah sendangkan medan magnet terendah adalah 2,2 T dengan tinggi pengukuran 1 meter dari permukaan tanah. Pada konfigurasi Ganda dengan merubah tata letak phasa medan magnet tertinggi adalah 5,44 T dengan superposisi phasa TRS – TSR pada tinggi pengukuran 20 meter dari permukaan tanah  sedangkan medan magnet terendah adalah 0,65 T dengan superposisi phasa RST-TSR pada tinggi pengukuran 1 meter dari permukaan tanah.
RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN PENGENDALI SMARTHOME BERBASIS WEB MENGGUNAKAN RASPBERRY PI ., Pantana
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4019.488 KB)

Abstract

Internet of Things (IoT) merupakan sebuah istilah yang belakangan ini mulai ramai ditemui namun masih banyak yang belum mengerti arti dari istilah ini. Sebetulnya hingga saat ini belum ada pengertian atau definisi standar mengenai Internet of Things, namun secara singkat Internet of Things bisa dibilang adalah di mana benda-benda di sekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui sebuah jaringan seperti internet. Pada tugas akhir ini dirancang sebuah teknologi elektronika yang dapat memantau dan mengendalikan beberapa perangkat elektronik dirumah dari jarak jauh seperti buka/tutup pintu dan hidup/mati lampu dengan memanfaatkan jaringan internet sebagai penghubung antara pengguna dan perangkat yang dikendalikan serta menggunakan website sebagai antarmuka untuk pengendaliannya. Sistem ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu perangkat lunak dan perangkat keras, perangkat lunak merupakan aplikasi yang dibuat dan dijalankan pada Raspberry Pi termasuk aplikasi yang berhubungan dengan halaman website pengendalian yang nantinya dapat di akses melalui PC, laptop, ataupun smartphone dengan bantuan koneksi internet. Sedangkan perangkat keras difungsikan untuk mengolah dan melaksanakan perintah dari perangkat lunak yang dibuat, perangkat keras ini dipasang pada rumah yang ingin dikendalikan. Dari hasil pengujian, respons waktu halaman web sistem monitoring dan pengendali smarthome dipengaruhi oleh besar RAM dan clock prosessor Raspberry Pi serta kecepatan Download dan Upload internet dimana klien dan server terhubung. Dari hasil percobaan yang dilakukan, sistem monitoring dan pengendali smarthome berbasis web menggunakan Raspberry Pi yang dirancang dapat bekerja dengan baik dengan respons waktu yang relative cepat dan dapat membantu menampilkan kondisi rumah dengan baik.Kata kunci : Internet of Thing, IoT, raspberry pi, pintu, lampu, monitoring, pengendali, smarthome
ANALISIS KUALITAS SINYAL PADA ANTENA ROOFTOP MENGGUNAKAN SOFTWARE TEMS INVESTIGATION ., Ricky Wiranata
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.524 KB)

Abstract

Peningkatan jumlah pengguna smartphone membuat jaringan telekomunikasi pada antena harus memiliki daya pancar yang kuat dalam menangkap sinyal pada jaringan. Untuk mengetahui performansi jaringan pada PT. Telkomsel dilakukan pengukuran terhadap kualitas sinyal dengan menggunakan software TEMS Investigation pada antena rooftop di Pontianak khususnya area SPLIT AYANI 2. Diperlukan Drive Test untuk mengumpulkan data hasil pengukuran kualitas sinyal. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan standar KPI yaitu RSCP, Ec/No, CSSR, CDR, dan CSR. Hasil penelitian yang didapat dari pengukuran kualitas sinyal yaitu nilai RSCP level -82 sampai 6 dikategorikan sangat baik ditandai dengan warna biru. Hasil pengukuran kualitas suara yaitu nilai Ec/No -6 sampai 0 dikategorikan sangat baik ditandai warna biru dan -34 sampai -12 dikategorikan sangat lemah ditandai warna merah. Hasil drive test pengujian pertama didapatkan CSSR 100%, CSR 60% dan CDR 40%, pengujian kedua didapatkan CSSR 100%, CSR 80% dan CDR 20%, pengujian ketiga didapatkan CSSR 100%, CSR 100% dan CDR 0%. Khusus pada CDR didapat nilai 40% dan 20 % , hal ini dikarenakan proses pengambilan data dilakukan hanya 5 kali. Dari hasil perbandingan performansi kualitas sinyal, daya pancar antena rooftop yang didapatkan secara umum dalam kondisi baik.
ANALISIS SISTEM PENGUKURAN & PERAWATAN JARINGAN 3G DENGAN METODE DRIVE TEST IDLE MODE & DATA MOBILE ., Ivan Aprianto
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Mahsiswa Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.831 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi WCDMA diharapkan mampu mengakomodasi berbagai macam layanan paket data berkecepatan tinggi pada jaringan dan alokasi frekuensi yang telah ada. Untuk itu pada penerapan jaringan WCDMA diperlukan perancangan yang sangat matang dan optimasi jaringan sehingga dapat menghasilkan jaringan yang optimal dan menguntungkan. Pada tugas akhir ini dilakukan pengukuran dan perawatan jaringan 3G dengan metode idle mode dan data mobile. Proses pengerjaan difokuskan pada rute cap go meh di Kota Pontianak. Untuk mengetahui masalah yang ada, diperlukan data mini cluster dari semua Node B berupa Packet Data Statistic dan Data Performa node B yang mengcover daerah pengukuran. Dari Hasil analisis didapatkan performansi jaringan 3G yang diteliti berdasarkan parameter KPI berdasarkan metode idle mode dan data mobile yaitu RSCP, Ec/No, dan Troughput diperoleh menggunakan software Nemo Analyzer, sedangkan untuk persentase RSCP, Ec/No, Troughput diperoleh dengan menggunakan Nemo Handy, RSCP before Idle sebanyak 512 titik 77.55% menjadi RSCP after Idle sebanyak 458 titik 84.27 % bermakna bahwa yang dilakukan ini adalah improvement berupa physical tuning karena hasil before belum memenuhi standart dari Telkomsel yaitu RSCP 80 % untuk rute CGM , Ec/No before Idle sebanyak 232 titik 35.26 % menjadi Ec/No after Idle sebanyak 253 titik 46.31 % bermakna bahwa yang dilakukan ini adalah improvement berupa physical tuning karena hasil before belum memenuhi standart dari Telkomsel yaitu Ecno Idle 90 % untuk rute CGM, RSCP before Data 645 titik 83.94 % menjadi after 540 titik 93.88 % bermakna bahwa yang dilakukan ini adalah improvement berupa physical tuning karena hasil before belum memenuhi standart dari Telkomsel yaitu RSCP 80 % untuk rute CGM, Ec/No before data 527 titik 35.83 % menjadi after 221 38.62 % bermakna bawah yang dilakukan ini adalah improvement berupa physical tuning karena hasil before belum memenuhi standart dari Telkomsel yaitu Ecno Idle 90 % untuk rute CGM dan Troughput before 554 titik 73.81 % menjadi after 447 titik 84.26 % bermakna bawah yang dilakukan ini adalah improvement berupa physical tuning karena hasil before belum memenuhi standart dari Telkomsel yaitu Troughput 80 % untuk rute CGM.   Kata Kunci : Phisycal Tuning, Performansi jaringan, Idle Mode, Data Mobile, Drive Test
EVALUASI SISTEM PROTEKSI SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 20 KV (STUDI KASUS : PENYULANG DURIAN 1 RADAK) Yehezkiel, -; -, Hardiansyah; Gianto, Rudy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.135 KB)

Abstract

Suatu sistem proteksi pada saluran udara tegangan menengah (SUTM) 20 kV merupakan hal yang sangat penting, karena sistem proteksi dapat mencegah terjadinya gangguan pada penyulang. Proteksi yang berkerja secara baik dan dapat menentukan keandalan suatu jaringan. Sistem proteksi yang harus diperhatikan kinerjanya salah satunya adalah rele arus lebih (OCR), dan rele gangguan tanah (GFR). Perlunya dilakukan evaluasi pada rele tersebut, karena selama 6 bulan di tahun 2018 penyulang Durian 1 Radak yaitu bulan januari sampai bulan juni mengalami gangguan hubung singkat sebanyak 30 kali. Panjangnya Penyulang Durian 1 Radak mengakibatkan resiko terjadinya gangguan pada jaringan penyulang lebih besar. Gangguan Hubung Singkat yang terjadi berupa gangguan Hubung Singkat tiga fasa, dua fasa, dan satu fasa ketanah. Settingan rele proteksi sebelumnya pada penyulang Durian 1 Radak bekerja kurang baik dan maksimal, dikarnakan setting rele proktesi yang dilakukan tidak sesuai dengan besaran arus gangguan hubung singkat yang terjadi.  Oleh karena itu perlu dilakukan setting ulang rele proteksi OCR dan GFR sesuai dengan perhitungan arus gangguan hubung singkat maksimum dan minimum pada titik zona terjadinya gangguan hubung singkat. Setelah deketahui besaran arus gangguan hubung singkat maksimum maka dapat digunakan sebagai refrensi dalam menentukan kapasitas OCR dan GFR yang akan digunakan, serta prediksi arus gangguan hubung singkat minimum yang akan digunakan sebagai acuan setting rele proteksi. settingan rele proteksi yang bekerja dengan baik maka arus gangguan hubung singkat pada penyulang Durian 1 Radak dapat diminimalisir jumlah gangguannya.
ANALISIS PENGATURAN SOFT HANDOVER OVERHEAD TERHADAP PEFORMANSI KAPASITAS TRAFIK NODE-B DI PT. TELKOMSEL PONTIANAK ., Edy Chandra
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.36 KB)

Abstract

ABSTRACT This research explained about the effect of traffic Node-B capacity ( we can mention BTS on GSM network) toward Soft Handover Overhead setting on 3G network that implementation in PT.Telkomsel Pontianak. Which Note-B TB. Arang Limbung 2 as sample has experienced full capacity traffic and coused many discountinuance connection on moved situation, we can see on software NetAct value Soft Handover  <99% this is constituted   of   value   that   not   expected   from   PT. Telkomsel, becouse the standard value PT. Telkomsel should  more than >99%.  The Soft  Handover  Overhead method   apparoutly   can   gave   change   toward   Soft Handover  value is by changed parameter CPICH offset from 0 into -20. The incroased kinds of network draw the total  uer.  Many  of  user  can  coused  slop  the  network quality becouse raising of interference network or traffic voice  and  the  high  data.  Node-B  is  sets  of equipment radiator and accept that gave radio service to UE, Node-B also has maximum capacity limited. When the capacity full  then coused  drop call  and  ms try attempt  rejected because channel capacity Node-B total decreased and not optimum so can coused the process Soft Handover filled. The  monitor  of Node-B  data  who hs disturbance  used netAct aplication and look the slop value of Note-B Soft Handover  under 99%, it means so many discounnected call  on  moved  situation.  Node-B  TB.  Arang  Limbung 2has lower value Soft Handover  until <98,44% from 3 mei 2016 – 9 mei 2016. The value CPICH offset used is - 20. Which the process of Soft Handover  Overhead is to increase the value CPICH offset lower than 0. The value of Soft Handover success rate total everyday is 98,44% before used Soft Handover Overhead method the total everydat increased until 99,62% Soft Handover   success rate is to precentation the total success handover alloted the total handover occur, the result of this research show that the mechanism Soft Handover good after done Soft Handover Overhead method.   Keyword   :   NetAct,   CPICH   offset,   Soft   Handover Overhead