Articles
473 Documents
DESAIN SISTEM PROTEKSI PETIR INTERNAL PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA KUALA BEHE KABUPATEN LANDAK
., Mahadi Septian
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.873 KB)
Abstrak - Pembangunan PLTS terpusat di Dusun Permit untuk mencukupi suplai energi listrik yang tidak terjangkau oleh jaringan PLN. Hasil penelitian Efisiensi Sistem Proteksi Petir (SPP) pada PLTS Terpusat Dusun Permit sebesar 0,95 berada pada tingkat proteksi II dengan nilai efisiensi diantara 90% - 95%. Oleh karena itu tingkat proteksi yang sesuai adalah tingkat II. Tegangan langkah yang disebabkan oleh sambaran petir dengan resistansi tanah yaitu sebesar 12.369.957,54 Volt jauh lebih besar dengan tegangan langkah pada resistansi sistem pentanahan yaitu sebesar 272.139,07 Volt masing-masing 0.1 meter dari titik referensi. Hasil perhitungan tegangan induksi yang dihasilkan akibat sambaran petir yaitu sebesar 52,715 kV jauh melebihi batas tegangan aman pada manusia 50 Volt. Perubahan nilai tegangan induksi karena petir terhadap jarak mengikuti fungsi hiperbolik, dimana jarak 5 m dari titik referensi menghasilkan tegangan induksi 80,156 kV jauh lebih kecil dengan jarak 160 m dari titik referensi dengan tegangan induksi 2,505 kV. Pada proteksi internal dengan menggunakan arrester sebagai alat proteksi. Penempatan arrester dipasang di dua titik, yaitu pada kontak kombiner yang menghubungkan antara panel surya dan solar charge control. Tujuannya untuk melindungi komponen panel distribusi penempatan arrester antara panel distribusi dan battery yang bertujuan untuk melindungi battery dan sambungan ke rumah-rumah penduduk. Dengan demikian penempatan arrester di dua titik tersebut dapat meningkatkan kapasitas kemampuan proteksi petir dengan menggunakan aresster tipe C diharapkan akan dapat melakukan proteksi petir pada PLTS terpusat di Dusun Permit Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak dengan maksimal. Â Kata Kunci : Petir, SPP, Proteksi Petir Internal, tegangan langkah, tegangan induksi
ANALISIS POTENSI PEMANFAATAN KOTORAN SAPI DAN GREEN PHOSKKO (GP-7) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS (PLTBG) SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA PONTIANAK
., Sendy Agus Setiawan
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.251 KB)
Kotoran sapi biasanya dianggap sesuatu yang kotor oleh sebagian masyarakat. Namun apabila kotoran sapi ini dikelola dengan baik dapat menjadi bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang dapat mengurangi biaya pengeluaran listrik peternak. Kotoran sapi menghasilkan gas metan (CH4) yang dapat menghasilkan nilai kalor untuk disalurkan ke generator. Salah satu cara pengembang biakan gas metan adalah dengan penambahan Aktivator Pembangkit Metan Green Phoskko (GP-7). Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah membandingkan antara sebelum dan sesudah penambahan Green Phoskko (GP-7) sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Skala Rumah Tangga di Kota Pontianak.Penelitian ini adalah kajian potensi pemanfaatan kotoran sapi dan Green Phoskko (GP-7) secara perhitungan berdasarkan studi literatur dan hasil pengujian laboratorium. Dalam penelitian ini dilakukan juga eksperimen untuk membuktikan perbandingan secara fisik antara sebelum dan sesudah penambahan Green Phoskko (GP-7) pada kotoran sapi sebagai bahan baku utama Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) skala rumah tangga. Penelitian ini dilakukan di Peternakan Peramas Dalam Kota Pontianak.Hasil penelitian menunjukkan laju produksi gas sampel setelah penambahan GP-7 sebesar 0,2209 m3/Kg atau 22,09 %, sedangkan laju produksi gas sampel sebelum penambahan GP-7 sebesar 0,2162 m3/Kg atau 21,62 %. Perbedaan laju produksi gas yang dihasilkan adalah 0,47 m3/Kg. Untuk produksi kotoran sapi sebesar 400 Kg/hari berdasarkan data literatur dapat berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 4,89 kW dengan lama genset beroperasi 4,57 jam. Maka dengan adanya penambahan Aktivator Pembangkit Metan Green Phoskko (GP-7) pada bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PTLBg) dapat mempercepat laju produksi gas yang dihasilkan serta meningkatkan produksi gas yang dihasilkan.
ANALISA GANGGUAN SUTM 20 KV PENYULANG SENGGIRING 3 DI PT. PLN (PERSERO) AREA PONTIANAK
., Asnawi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1267.842 KB)
This research is to observe the problem that happen in Medium Voltage Air Duct or known as Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 KV feeder Senggiring 3 in PT. PLN (Persero) Area Pontianak. Feeder Senggiring 3 is a feeder that often to have many disturbances occur and also die out. The length of the feeder Senggiring 3 sistem as far as 145,3 Km in Kabupaten Mempawah and 398,5 Km in Kabupatan Ngabang. In totally the length of feeder Senggiring 3 sistem is 443,8 Km. Total of distribution substation in feeder Senggiring 3 is 220 substation. Feeder Senggiring 3 use HIC (High Insulation Conductor) type for the section and AAAC (All Aluminium Alloy Conductor) with 70 mm2  and 150 mm2  for the diameter. The disturbances that often happen in feeder Senggiring 3 is fases short connection and 1 ground fase. The persentation the cause of the disturbances in feeder Senggiring 3 are 51% because of tree, 26% because of weather/nature factor, 12% because of the animal, 10%because of kite, and 1% because of the construction. The calculation method that used is calculated Impedansi and flow short disturbances connection. After doing some analysis, there is some ways to resolve the disturbances in feeder Senggiring 3, among others are sistem maintenance with cutting down the tree that stick to the sistem with a safe distance, cleaning all along the feeder Senggiring 3 sistem from the wire kite and kite framework, changes the protection tools that not working as usual and doing the socialisation to the community about the dangerous of electricity also the impact of the die out because of that disturbances factor. The result from the repairing from June 2016 until July 2017 is decreasing the  persentation as much as 80,7%. So in conclusion, that the act that have to do to prevent the disturbances to be happen in feeder Senggiring 3 is to change the tools that already not working as usual anymore, like protection tools, nd have routine maintenance in feeder Senggiring 3.  Keyword : Disturbances Of Feeder, Maintenance The Sistem, Continuity Of Electric
Studi Aplikatif Roda Gila (Flywheel) Pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)
., Stepanus Marinus
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4572.905 KB)
Seiring dengan majunya zaman dengan sangat pesat banyak inovasi kelistrik yang dikembangkan salah satunya pada sektor pembangkit listrik tenaga air. Dalam jenis pembangkit listrik tenaga air dengan kapastias kecil banyak aspek yang mempengaruhi kualitas pembangkit, salah satunya perubahan masuknya tegangan yang melebihi batas daya maksimum secara tiba-tiba yang berdampak pada menurunan kualitas rotasi, tegangan dan frekuensi. Upaya untuk meminimalisir masalah tersebut dapat digunakan salah satu media dengan karakteristik dapat menyimpan dan mengeluarkan energi dengan cepat yaitu roda gila (Flywheel). Dalam pengaplikasian Flywheel ke dalam sistem pembangkit perlu dilakukan penelitian, dimana tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan hasil dari pengaruh kerja roda gila (Flywheel) terhadap kinerja pembangkit listrik tenaga air dalam meningkatkan kualitas sumber pembangkit yang memenuhi standar kebutuhan pengguna listrik.Dalam penelitian ini alat yang digunakan adalah simulator pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas pembangkit pikohidro. Pengujian dilakukan menggunakan metode observasi dak kalkulasi dimana pada prosesnya dilakukan pengamatan dan melakukan perbandingan terhadap kinerja pembangkit tanpa dan dengan penambahan roda gila. Roda gila yang digunakan merupakan roda gila copotan dari mesin disel dengan diameter 33,5 cm, massa 15,2 Kg, tebal 5 cm menggunakan jenis bahan baja.Hasil dari penelitian dan pembahasan menujukan bahwa dengan spesifikasi roda gila yang digunakan memiliki momen inersia sebesar 0,21463 Kgm2. Dengan momen inersia sebesar itu dapat mengurangi torsi sebesar 97,918 %. Dan meningkatkan tegangan dari sebelum tanpa penambahan roda gila yang merupakan redaman terhadap fluktuasi beban sebesar 7,80 % pada setiap perubahan beban sesebar 100 watt. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media ini dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kinerja pembangkit dalam mengatasi masalah yang diakibatkan oleh fluktuasi beban yang secara tiba-tiba.
Rancang Bangun Alat Monitoring Jumlah Denyut Nadi / Jantung Berbasis Android
., Fachrul Rozie
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Mahsiswa Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6382.345 KB)
Abstrak— Denyut jantung/nadi merupakan   indikasi penting dalam bidang kesehatan yang berguna sebagai bahan evaluasi  efektif dan cepat  serta  berfungsi  untuk mengetahui kondisi kesehatan pada tubuh seseorang. Metode pengukuran jumlah denyut nadi telah digunakan dokter untuk menentukan stres, relaksasi, tingkat kebugaran fisik, dan kondisi medis. Alat Monitoring Denyut Nadi (MDN) dirancang untuk menampilkan data denyut nadi secara realtime dan kontinyu di smartphone Android. Alat ini menggunakan sensor pulse yang diletakkan pada ujung jari tangan sebagai alat pendeteksi denyut nadinya yang diproses dengan mikrokontroler Arduino Uno dan menggunakan smartphone Android sebagai basis sistem yang diterapkan untuk mengoperasikan dan menampilkan data denyut nadi. Sistem koneksi antara alat dan smartphone Android menggunakan media Bluetooth. Berdasarkan hasil pengujian bisa disimpulkan bahwa alat ini bisa bekerja dengan baik dengan perbandingan selisih hasil uji dengan alat  Spot  Vital  Signs  (SVS)  sebesar  0,07 –  2,47 BPM dengan batas toleransi 5BPM. Alat ini juga dapat menyimpan data hasil pengukuran denyut nadi di aplikasi smartphone Android, sehingga dapat diolah untuk keperluan lebih lanjut.  Kata   kunci:   denyut   nadi/jantung,   mikrokontroler Arduino Uno, Android, sensor pulse
MENINGKATKAN DAYA OUTPUT PANEL SURYA DENGAN SUN TRACKER BERBASIS WAKTU
Hendri Putra, Agus Tianto;
Hiendro, Ayong;
Suryadi, Dedy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (977.975 KB)
Salah satu upaya teknologi untuk memanfaatkan energi matahari adalah dengan menggunakan panel surya. Panel surya merupakan peranti elektronik yang dapat mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik. Untuk selalu mendapatkan efisiensi yang maksimum pada panel surya, maka posisi panel surya harus selalu mengikuti pergerakan matahari. Penggunaan panel surya yang terpasang kebanyakan masih bersifat statis sehingga menyebabkan energi matahari yang diterima kurang optimal. Untuk memaksimalkan penyerapan energi cahaya matahari dalam pembentukan sudut tegak lurus antara panel surya dengan arah datangnya cahaya matahari. Maka, penulis mencoba membuat suatu alat agar dapat membantu posisi panel surya dalam mengikuti arah pergerakan matahari berdasarkan perhitungan waktu edar matahari sehingga panel surya dapat menerima cahaya matahari secara maksimal. Penelitian ini menganalisis pergerakan panel surya 50 watt menggunakan sistem penjejak matahari (sun tracker) berbasis waktu, dengan mikrokontroler Arduino sebagai pusat kendali pada sistem yang dirancang dan dua buah motor servo yang menjadi penggerak untuk mengubah posisi panel surya. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan selama tiga hari dari jam 08.00 WIB hingga jam 16.00 WIB dengan pengambilan data dilakukan setiap satu jam. Selisih pada tegangan rata-rata yang dihasilkan panel surya pada pengujian hari pertama sebesar 0,7478 volt dengan persentase kenaikan nilai sebesar 4,3954%. Pada pengujian hari kedua sebesar 2,1011 volt dengan persentase kenaikan nilai sebesar 13,4151%. Pada pengujian hari ketiga sebesar 0,7989 volt dengan persentase kenaikan nilai sebesar 4,7037%. Diharapkan alat ini mampu mengoptimalkan penggunaan energi matahari serta mampu menjadikan suatu sistem kendali elektronik yang harganya terjangkau.
Pemodelan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Untuk Analisis Aliran Daya
., Dermanus Niko
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.463 KB)
Wind farms plant has been developed in many countries especially those having large wind energy potential. If  the  wind  turbine is  connected /  interconnected grid  power systems, can  caused  operational problems of the system. Therefore modeling of wind farms to power flow analysis is needed to determine the effect that caused the system. Varied plant located on 5-bus system. then the power system model modified by adding of wind farms on the system, generator used is an induction generator. The method used in this study is Newton-Raphson method and assistance MATLAB program to calculate the power flow in the system Where these calculations are used to determine the effect of wind farms  in the power system. the combining wind farms on one bus in the power system, where the wind turbines have input Pm and output (Pg + jQg), power flow model of the induction generator there are two series impedance, and 1 impedance shunt, so that there exist two internal buses connected to the bus 5. The results obtained in this study is to add wind farms on the system can increase the capacity of power generated on the system.But the impact of this model is the system voltage profile to be ugly,so that the added capacitor bank wind turbine to supply reactive power of induction generator. After the addition of the capacitor bank in wind turbines occurring on the bus voltage is more varied and can improve the voltage profile of the system.  Keywords: Model of wind power in the system, induction generator, Newton-Rapson method
PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA BERBANTUAN PROGRAM CALCULATIONSOLAR
., Jun Syahrizal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1590.852 KB)
Perencanaan PLTS secara manual membutuhkan perhitungan dengan tingkat ketelitian yang tinggi dan waktu ekstra. Selain itu hasil yang diperoleh baru sebatas nilai besarannya, jadi belum secara khusus ke spesifikasi alatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan program CalculationSolar untuk perencanaan PLTS sehingga waktu yang dibutuhkan dapat lebih cepat dan spesifikasi peralatan komponen-komponen PLTS dapat diketahui secara langsung.Obyek penelitian yang diambil terdiri dari 2 (dua) sampel rumah tangga dengan daya terpasang 450 VA dan 1300 VA. Metode pengambilan data berupa observasi ke rumah tangga dan dilanjutkan dengan metode wawancara untuk mengetahui daya dan lama waktu pemakaian tiap alat listrik yang digunakan.Berdasarkan hasil perhitungan manual, penentuan kapasitas panel surya dengan menggunakan modul surya jenis Polikristalin merk Luxor Eco Line 60 / 230 Wp membutuhkan 6 buah modul (total 1380 Wp) untuk beban rumah tangga 450 VA dan 11 buah modul (total 2530Wp) untuk beban rumah tangga 1300 VA. Sedangkan melalui simulasi program CalculationSolar juga diperoleh jumlah modul yang sama dan dengan spesifikasi yang sama. Selanjutnya hasil perhitungan manual untuk penentuan kapasitas bank baterai beban rumah tangga 450 VA dengan menggunakan baterai merk Ecosafe TYS-7 Tubular Plates (C120), 2 V / 1120 Ah membutuhkan 12 buah baterai. Untuk beban rumah tangga 1300 VA menggunakan baterai merk Ecosafe TYS-12 Tubular Plates (C120), 2 V / 1825 Ah sebanyak 12 buah baterai. Sedangkan melalui simulasi program CalculationSolar untuk beban rumah tangga 450 VA menggunakan baterai merk Ecosafe TYS-7 Tubular Plates (C100), 2 V / 1082 Ah sebanyak 12 buah baterai. Dan untuk beban rumah tangga 1300 VA menggunakan baterai merk Ecosafe TYS-12 Tubular Plates (C100), 2 V / 1808 Ah sebanyak 12 buah baterai. Untuk hasil perhitungan manual penentuan kapasitas Solar Charge Controller beban rumah tangga 450 VA menggunakan Solar Charge Controller merk Morningstar Tristar 60A PWM (12 V / 24 V / 48 V, 60 A) sebanyak 1 buah. Sedangkan untuk beban rumah tangga 1300 VA menggunakan Solar Charge Controller dengan merk Steca Tarom 235 PWM (12 V / 24 V,  35 A) sebanyak 3 buah. Sedangkan melalui simulasi program CalculationSolar juga diperoleh jumlah Solar Charge Controller yang sama dan dengan spesifikasi yang sama.
ANALISIS RUGI-RUGI ENERGI SISTEM DISTRIBUSI PADA GARDU INDUK SEI. RAYA
., Agus Hayadi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Prodi Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (593.896 KB)
Abstrak- Energi listrik yang disalurkan oleh PT. PLN (Persero) tidak seluruhnya dapat disalurkan kepada konsumen, karena akan hilang dalam bentuk susut energi. Untuk menentukan susut KWh suatu sistem tenaga listrik pada dasarnya memerlukan data dan pengukuran lapangan yang banyak, yang pada kenyataannya sulit diperoleh dan dilaksanakan. Perhitungan rugi-rugi energi (susut KWh) dengan menggunakan karakteristik beban yaitu faktor beban dan faktor rugi-rugi menjadi salah satu metode yang dianjurkan dalam penetapan dan realisasi susut jaringan tenaga listrik pada PT. PLN (Persero), sesuai dengan peraturan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian energi dan Sumber Daya Mineral nomor 1257 K/20/DJL.3/2013. Dalam perhitungan rugi-rugi energi pada objek penelitian penyulang Raya-2, menggunakan data-data yaitu : energi (KWh) yang telah diproduksi, data beban puncak harian, dan resistansi saluran penyulang. Total energi yang diproduksi untuk penyulang Raya-2 sepanjang tahun 2015 sebesar 22.114.202 KWh. Sedangkan rugi-rugi energi penyulang Raya-2 yang terjadi sepanjang tahun 2015 sebesar 181.635 KWh. Persentase susut energi penyulang Raya-2 pada tahun 2015 sebesar 0,82%. Hal ini menunjukkan bahwa rugi-rugi energi pada penyulang Raya-2 masih dibawah batas normal menurut ketentuan APEI yaitu persentase rugi-rugi energi Sistem Distribusi sebesar 10%, sehingga penyulang Raya-2 masih layak atau dapat dilakukan penambahan pembebanan. Kata kunci : KWh produksi, faktor beban, beban puncak, faktor rugi-rugi.
STUDI CAMPURAN LIMBAH SAWIT OPTIMUM UNTUK MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK MAKSIMUM
., Ridwan Ernesto
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2018): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1369.273 KB)
Salah satu potensi energi yang dapat diperbarui adalah energi biomassa limbah kelapa sawit yang juga merupakan penggunaan energi alternatif pengganti bahan bahan fosil. Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT. Kalimantan Sanggar Pusaka menggunakan limbah kelapa sawit menggunakan Fiber (serat) dan Shell (cangkang) sebagai bahan bakar untuk boiler namun campuran dari limbah tersebut belum diketahui.  Oleh karena  itu,  maka  dilakukan  penelitian tentang  Studi  Campuran  Limbah  Sawit Optimum Untuk Menghasilkan Energi Listrik Maksimum Studi ini perlu dilakukan untuk mengetahui jumlah limbah sawit yang digunakan, jumlah uap yang dihasilkan sehingga menghasilkan uap yang diinginkan.  Penelitian ini dilakukan dengan cara Observasi (pengamatan) dan pengumpulan data dilapangan. Data yang didapatkan dari proses pengolahan sawit tandan buah segar  manjadi Crude palm oil (CPO) dengan kapasitas Pabrik 60 ton per jam limbah sawit yang dihasilkan sebesar fiber (serat) 12% dan shell (cangkang) 5% dari kapasitas pengolahan pabrik, data spesifikasi 2 (dua) buah Boiler dan data spesifikasi 2 (dua) buah Turbin Uap. Dilakukan perhitungan uap yang dihasilkan oleh boiler kemudian dibuat dalam persamaan formulasi Boiler sehingga mendapatkan model matematis yang seterusnya diolah dengan program LINDO 15.0 untuk mendapatkan campuran limbah sawit Kemudian dilanjutkan analisa  energi listrik yang dihasilkan dari uap bertekanan dari boiler tersebut masuk ke tubin uap dengan Program Turbine Steam-Consumption Calculator maka dilakukan perhitungan kembali untuk mendapatkan nilai energi listrik. Dari hasil campuran kombinasi limbah sawit optimum yang didapatkan untuk boiler 1 adalah 40% fiber (serat) dan 60% shell (cangkang), uap 17.665,47 kg/jam, daya listrik  dihasilkan 720,310  Kw dan untuk Boiler 2 adalah 60% fiber (serat) dan 40%, uap 19.353,83 kg/jam, daya listrik yang dihasilkan 800,022 Kw. Maka total energi listrik maksimum yang dihasilkan sebesar 1.520,332 Kwh/bulan sementara itu untuk total kebutuhan energi listrik adalah 739.722 Kwh/bulan bahkan terdapat kelebihan energi listrik adalah 297.144,424Kwh/bulan. Kata Kunci : Limbah Sawit, Boiler, Turbin Uap