cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
STUDI PERFORMANCE BATERE AIR LAUT YANG MENGGUNAKAN ELEKTRODA KARBON AKTIF UNTUK MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK ., Warih Budisantoso
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electrolytic Zinc (Zn) and CarbonElectrodes (C) when inserted in a solution with acertain level of concentration of sea water will giverise to electrical energy due to changes in chemicalreaction is the electrical potential differencebetween two electrodes, so as to generate electricalenergy then take the measurement to get themaximum resultsKeyword : seawater solution, carbon, zinc
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP PATCH TRIANGULAR-DIPOLE MENGGUNAKAN METODE ARRAY 2X4 UNTUK APLIKASI WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) Setiawan, Andri; Suryadi, Dedy; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Tugas Akhir ini menguraikan tentang proses perancangan, simulasi, pembuatan dan implementasi membangun antena array mikrostrip patch triangular-dipole yang digunakan dalam komunikasi antar titik jaringan WLAN (Wireless Local Area Network) dengan tujuan untuk memperkuat daya tangkap sinyal wireless adapter terhadap sinyal wifi. Proses rancang bangun dilakukan melalui perhitungan dimensi secara teori dan kemudian menggunakan software Ansoft HFSS v13 sebagai alat simulasi sebelum melakukan rancang bangun. Bentuk rancangan antena mikrostrip terdiri dari sebuah patch triangular-dipole elemen tunggal yang di modif menjadi 8 elemen array, modifikasi elemen tunggal menjadi 8 elemen array bertujuan untuk menaikan gain dari antena. Pada antena mikrostrip dengan bentuk patch triangular dengan spesifikasi panjang sisi segitiga a = 39,7 mm dan patch dipole dengan spesifikasi panjang dipole L = 37,33 mm, lebar dipole W = 5 mm, dan celah gap Wgap = 2 mm. Spesifikasi media dasar rancangan menggunakan substrat FR-4 Epoxy dengan ketebalan 1,6 mm dengan konstanta dielektrik 4,4. Teknik pencatuan yang digunakan adalah dengan teknik micostrip line feed. Setelah melakukan beberapa simulasi diperoleh hasil yang terbaik pada frekuensi 2,45 GHz dengan return loss -27,74, VSWR sebesar 0,7 dan gain sebesar 2,81 dB dengan pola radiasi directional. Hasil simulasi tersebut telah memenuhi standar yaitu VSWR ? 2 dan Return Loss ? 10. Berdasarkan hasil pengujian di Asrama Mahasiswa Kabupaten Sintang diperoleh hasil penguatan daya (gain) rata-rata dari antena pada jarak 5 meter sebesar 7,4 dBm, pada jarak 10 meter sebesar -0,4 dBm, pada jarak 15 meter sebesar -0,2 dBm, pada jarak 20 meter sebesar 1,6 dBm, pada jarak 25 meter sebesar 4 dBm dan pada jarak 30 meter sebesar 4,6 dBm. Untuk meningkatkan nilai kualitas sinyal (Signal Strength) dan penguatan daya (gain) yang lebih bagus lagi, sebaiknya dilakukan penambahan jumlah elemen array patch antena
ANALISIS KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) JARINGAN TELEKOMUNIKASI GSM PADA PT. HUTCHISON 3 INDONESIA (H3I) PONTIANAK ., Khusnul Khotimah
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT- The development of GSM technology is expected to be able to accommodate data and voice services. Therefore the application of the GSM network is necessary to perfect design and optimization of the network, so that it can produce optimal  network  and  profitable.  Network performance measurement is performed to determine network performance at PT. Hutchison 3 Indonesia (H3I) Pontianak on the Khatulistiwa Plaza area without  and with  repeater. Drive Test is required to collect the data from the measurement of signal quality of a network. GSM network performance is analyzed based on KPI parameters are call statistics obtained using TEMS software, KPI parameters consist of CSSR, CSR and CDR. The results of Drive Test does not use repeaters obtained CSSR 100%, CSR 80% and the CDR of 20%, whereas when using a repeater obtained CSSR 100%, CSR 97% and CDR 3%, the data retrieval process performed three times with the result was not optimal, it caused kind of repeaters are using do not compatible with Node B frequency. Node B to the 3G network is 2100 MHz, while the repeater is work at frequency 1800 MHz. The result of using repeater for this network, performance states are in good condition. Keywords: Network performance, drive test, CSSR, CSR, CDR.
PERENCANAAN REKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PT. PLN (PERSERO) RAYON SEKADAU ., Leonardus Budiman
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PLN (Persero) Rayon Sekadau  merupakan perusahaan yang melayani kebutuhan listrik di kabupaten Sekadau dan sekitarnya, yang mampu menyuplai daya sebesar 7 MW  dari PLTD Suak Payung kemudian disuplai ke enam feeder. Dari keenam feeder pada kelistrikan di Sekadau ini memiliki dua feeder dengan jaringan terpanjang, yaitu feeder Rawak dengan panjang 85 km dan juga feeder jalan Sintang dengan panjang 101 km. Jarak yang terlalu panjang pada feeder jalan Sintang ini mempengaruhi terhadap kualitas penyaluran energi listrik, yang berdampak pada profil tegangan yang mengalami drop tegangan sangat tinggi pada bus Teribang yaitu sebesar 16,453 kV, oleh sebab itu direncanakanlah upaya perbaikan yaitu dengan rekonfigurasi jaringan distribusi dengan menghubungkan jaringan dari bus Tanjung ke bus Seberang Kapuas. Akhirnya didapatlah profil tegangan ujung pada bus Teribang tersebut menjadi 19,909 kV, namun pada kenyataannya masih terdapat  beberapa bus yang masih mengalami drop tegangan, dengan tegangan terendah pada bus Simpi yaitu 18,829 kV sehingga diusulkan upaya perbaikan dengan pergantian penempang dibeberapa bus sehingga pada akhirnya tegangan pada bus simpi ini naik menjadi 19,069 kV, dengan hasil ini nantinya PLN selaku pihak yang memberi pelayanan dalam bidang energi listrik dapat memberikan kualitas pelayanan yang baik.
ANALISIS UNJUK KERJA RADIO IP DALAM PENANGANAN JARINGAN AKSES MENGGUNAKAN PERANGKAT HARDWARE ALCATEL-LUCENT 9500 MICROWAVE PACKET RADIO (MPR) Syarifah Riny Rahmaniah, Syarifah Riny Rahmaniah
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan mengevaluasi unjuk kerja Radio Ip dalam menangani jaringan akses dengan menggunakan perangkat hardware Alcatel-Lucent 9500 MPR adalah dapat membantu untuk mendapatkan jaringan akses yang tidak dapat dijangkau pada daerah sub urban seperti Rasau Jaya. Link budget adalah sebuah power budget yang merupakan salah satu elemen fundamental dari perencanaan system radio. Link budget adalah bagian dari perencanaan system RF, dimana semua kumpulan persoalan termasuk propogasi, Link budget harus menghitung semua gain dan loss yang akan dialami gelombang radio dari transmisi menuju receiver. Parameter-parameter link budget yaitu loss feeder, free space loss, gain antena dan  equivalent isotrop radiated power (EIRP). Dalam penelitian ini dilakukan analisis unjuk kerja Radio Ip dalam penanganan jaringan akses pada BTS Pontianak-Rasau Jaya untuk mendapatkan hasil daya terima sinyal (Pr) yang dilakukan dengan menggunakan Software Radio Ip yaitu aplikasi NetO yang merupakan aplikasi PT. Telkom, Tbk. Dari data hasil menggunakan aplikasi NetO bahwa daya terima (Pr) Pontianak-Rasau Jaya dari bulan Oktober-Januari yang memiliki daya terima paling baik yaitu pada tanggal 17 Januari 2014, -42,0 dBm, sedangkan daya terima (Pr) yang diperoleh dari perhitungan tanpa faktor K adalah -40,373 dBm dan dengan faktor K adalah -41,703. hasil yang diperoleh hanya berbeda -2,373 dBm. Berdasarkan tolok ukur untuk daya terima yang di gunakan mengacu pada standar International Telecommunication Union (ITU) yaitu Pr > - 50 dBm, maka sangat baik. Sehingga daya terima yang diperoleh dari hasil pengukuran dan perhitungan sangat baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil pengukuran nilainya masih memenuhi standar ITU dalam penanganan jaringan akses.   Kata kunci : Jaringan Akses, Nirkabel, Radio Ip, Aplikasi NetO, dan  Power Link Budget
STUDI KARAKTERISTIK DISTRIBUSI KUAT MEDAN LISTRIK PADA KONFIGURASI SUTM 20 kV ., Eko Budi Kasih
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses pendistribusian tenaga listrik sering kita kenal istilah saluran udara tegangan menengah atau disingkat dengan SUTM yang bekerja pada tegangan 20 kV menggunakan kawat telanjang berisolasi udara yang menggunakan konfigurasi horizontal dan delta. Disamping proses pendistribusian tenaga listrik terdapat besaran medan listrik yang paparkan oleh SUTM ini. Adapun analisa kuat medan listrik yang dilakukan dalam skripsi ini adalah dengan melakukan perhitungan untuk konfigurasi horizontal dan konfigurasi delta dengan menggunakan metode bayangan dengan titik sampel x = 0 m s/d 5 m dan y = 0 m s/d 8 m pada masing-masing konfigurasi agar diperoleh kurva pendistribusian kuat medan listrik terhadap pergeseran jarak x dan hasil perhitungan tersebut kemudian divalidasikan  ke hasil pengukuran dilapangan dengan menggunakan alat ukur HI-3604 ELF Field. Dari hasil perhitungan dan pengukuran yang didapat kuat medan listrik menunjukkan adanya perbedaan. Hasil pengukuran lebih kecil daripada hasil perhitungan dikarenakan pengukuran dilapangan harga kuat medan listrik banyak dipengaruhi oleh benda-benda disekitar sumber medan seperti bangunan, tumbuh-tumbuhan, kerataan tanah dll. Dari pola kurva juga menunjukkan perbedaan harga kuat medan listrik. harga medan elektrik akan semakin kecil dengan semakin bertambahnya jarak titik acuan x dari sumber medan listrik untuk masing-masing konfigurasi baik secara perhitungan maupun secara pengukuran. Kata kunci : Konfigurasi SUTM, kuat medan listrik, metode bayangan.
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI KENDALI ROBOT LENGAN DENGAN SENSOR ELECTROMYOGRAPH (EMG) ., SUYATMADI
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan manusia terhadap teknologi dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang ada merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan. Namun keterbatasan sistem pengendalian terkadang menjadi sebuah persoalan yang sangat menghambat aktivitas manusia. Oleh sebab itu pengembangan sistem pengendalian terus dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggunakan sensor Electromyograph (EMG). Sensor EMG dapat mendeteksi sinyal listrik pada pergerakan setiap anggota tubuh. Dengan memanfaatkan hasil rekaman sinyal listrik tersebut digunakan sebagai input untuk mikrokontroler dalam mengendalikan sebuah sistem kendali. Pada penelitian sensor EMG digunakan untuk mendeteksi otot pada bagian lengan dan otot bisep. Ada tiga kondisi pergerakan yang akan dianalisis yaitu (1) kondisi otot lengan dengan telapak tangan terbuka, (2) kondisi otot lengan dengan telapak tangan mengepal dan (3) kondisi otot bisep dengan lengan diangkat. Hasil dari penelitian ini, diperoleh beberapa kesimpulan yaitu letak elektroda sensor EMG mempengaruhi besar kecilnya sinyal listrik yang terbaca oleh sensor EMG. Adapun besar tegangan  rata-rata yang terbaca adalah 2.23V. Tegangan tertinggi yang terbaca oleh sensor EMG pada saat otot lengan berkontraksi adalah 3.02V dan otot bisep berkontraksi adalah 4.28V, sedangkan tegangan terkecil pada kedua otot tersebut adalah 0V. Ada waktu interval terhadap tegangan puncak yang dihasilkan oleh otot pada saat berkontraksi yaitu selama 3 detik, setelah lewat dari waktu interval tersebut tegangan akan menurun hingga menjadi 0. Pergerakan robot lengan sudah dapat mengikuti pergerakan lengan manusia, namun ada delay waktu selama 2 detik yang disebabkan keterbatasan clock speed yang terdapat pada mikrokontroler Arduino, karena masih dalam batas toleransi yang telah ditentukan, sehingga penelitian ini dikatakan cukup berhasil.
EVALUASI KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI MENGGUNAKAN INDEKS SAIDI DAN SAIFI PADA PT.PLN (PERSERO) AREA PONTIANAK ., Hendro Tri Kurniawan
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang evaluasi keandalan sistem jaringan distribusi menggunakan indeks SAIDI (System Average Interruption Duration Index) dan SAIFI (System Interruption Frequency Index) pada PT.PLN (Persero) Area Pontianak menghitung tingkat keandalan saluran utama jaringan distribusi primer 20 kV feeder Khatulistiwa 4 dan 5 dengan memasukan seluruh komponen utama yang ada di dalamnya. Indeks keandalan dihitung berdasarkan probabilitas sistem dalam keadaan beroperasi setelah sebelumnya dilakukan perhitungan waktu kegagalan komponen (Mean Time to Failure dan Mean Time to Repair), laju kegagalan komponen, dan waktu pemadaman tahunan. Hasil evaluasi memperlihatkan bahwa pada feeder Khatulistiwa 4 mempunyai nilai SAIDI tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 masing-masing  yaitu 0,0959 , 0,003 , 0,0605 , dan 0,1271 dan nilai SAIFI tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 masing-masing  yaitu 1,0986 , 0,0201 ,  2,3675 , dan 3,0402 . Pada feeder Khatulistiwa 5 nilai SAIDI tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 masing-masing  yaitu 1,9423 , 0,4223 , 0,1033 , dan 0,1861 dan nilai SAIFI tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013 masing-masing  yaitu 11,367 , 5,3304 , 5,3304 , dan 8,1794. Berdasarkan hasil evaluasi pada feeder Khatulistiwa 4 nilai SAIDI dan SAIFI masih dibawah nilai standar, sistem dapat dikatakan handal sedangkan feeder Khatulistiwa 5 masih ada salah satu nilai SAIDI dan SAIFI sistem yang berada di atas standar dan oleh karena itu masih dikategorikan kurang handal.   Kata kunci : Indeks keandalan, Sistem Distribusi, SAIDI, SAIFI
Ranacang Bangun Sistem Keamanan Pada Jendela Dengan Jarak Jauh Menggunakan Sensor Kemiringan ., Sutriandy
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2015): Jurnal S1 Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract– Home security system currently required in society, this is intended to reduce the space for crime in the neighborhood. To create a home security system is needed tool tilt sensor as a detector slope, modems as media information delivery media remotely using SMS (short message service), buzzer as alarm for prevention/ give a warning, the LCD as a viewer condition and sets system minimum which using a microcontroller ATmega8, testing was applied with a miniature window in which when the window was open and there was slope on the sensor, the system will provide information to the owners and  activate the  alarm. From the  results of experiments conducted showed that showed that the tilt sensor can help monitor the condition of the windows with a remotely in real time and can be controlled by the user using mobile phone as the sender of the command.   Keywords – Microcontroller ATmega8, Tilt sensor, Wavecom Fastract M1306B, LCD (Liquid Crystal Dispplay).
ANALISA KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI BERDASARKAN METODE SECTION TECHNIQUE PADA PT.PLN (PERSERO) AREA PONTIANAK Sinaga, Prikno; -, Hardiansyah; -, Purwoharjono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada sistem tenaga listrik salah satu persoalan yang sering dihadapi ialah sistem pendistribusian terhadap pelanggan, dimana dalam hal ini indeks keandalan suatu penyulang sangat penting dalam menentukan kinerja sistem. Indeks keandalan yang harus dihitung ialah SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) dan SAIDI (System Average Interruption Duration Index). Untuk mengetahui tingkat keandalan sistem distribusi yang dianalisa salah satu caranya dengan metode Section Technique, yaitu dengan memecah sestem menjadi beberapa bagian kemudian menganalisa setiap bagian, sehingga didapat hasil yang optimal. Diketahui panjang jaringan 36,8 Kms, 103 GI, dan 8.777 pelanggan. Dari data tersebut didapatlah perhitungan laju kegagalan setiap section, dan perhitungan indeks keandalan setiap section. Untuk mendapatkan keandalan penyulang Raya 7 maka setiap indeks keandalan setiap section dijumlahkan, maka didapatlah nilai SAIFI 8,0160000003 gangguan/tahun dan SAIDI  17,32488734 jam/tahun. Dari hasil perhitungan indeks keandalan tersebut kemudian dianalisa berdasarkan standar SPLN 682:1986. Untuk SAIFI melebihi standar yaitu 3,2 kali/tahun dan untuk SAIDI 17,32488734 jam/tahun dibawah standar yaitu 21 jam/tahun dan masih andal. Berdasarkan analisa dapat disimpulkan penyulang Raya 7 tidak andal, hal ini terbukti pada tahun 2017 penyulang Raya 7 mengalami 69 gangguan, dan perlu dilakukan upaya perbaikan indeks keandalan secara terstuktur dengan mereduksi laju kegagalan berdasarkan gangguan pada penyulang Raya 7.