cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
ANALISIS MODEL TIME SERIES DALAM PERAMALAN JARINGAN BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) PER PROVIDER DI KOTA PONTIANAK SAMPAI TAHUN 2025 ., Singgih Anggi Purnama
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Mahsiswa Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The increasing number of customers and traffic, the network capacity is not enough to meet the needs of customers. For carriers issues must always evaluate capacity of the BTS itself, according to customers growth to determine service capability in the future, then operator should apply the theory of traffic forecasting that would happen even on the next month. Cell phone network infrastructure planning requests minimal cultivated hardware issue yet able to meet as much as possible capacity existing traffic. The vendor in the city of Pontianak until 2015 some 413 vendor consisting of Telkomsel, XL, Indosat and Tri, the number of every base station owned by vendor of Telkomsel with 127 BTS, as many as 67 BTS of XL, Indosat about 103 bts and Tri about 116 BTS. A method of time series based on the assumption that, data has internal structure, as autocorelation, a trend or seasonal variations. The data which is used to research is taken from secondary data and it is covering the number of providers in the city of Pontianak and data population of the 2010 until 2015. And also secondary data of telecommunications providers in the city of pontianak in the form of customer and number of BTS. Based on the calculation BTS  forecasting needs 4 gsm providers in the Pontianak city, note that providers Telkomsel to use its in 2010-2014 were 127 its with average construction of around 25 Bts annually increased to 128 BTS until 2025. The Provider requisite of XL on the use of its in 2010-2014 were 67 Bts with average construction of around 13 BTS annually and it is increasing to 70 BTS until 2025. The requisite of providers Indosat on the use of BTS in 2010-2014 were 103 BTS with average construction of around 21 BTS annually increased to 105 BTS until 2025. Meanwhile, the provider needs to use BTS Tri providers in 2010-2014 amounted to 116 base stations with an average of about 23 BTS development increased to 122 base stations per year until 2025. The need for the network as a whole amounted to 70 base stations BTS and the average requisite of BTS network in Pontianak among 2015-2025 amounted to 18 base stations per year. With a significant number of base stations that should be built every year, otherwise the need for the use of the tower shared indispensable. Keywords: BTS, Provider, Forecasting, Time Series
Rancang Bangun Sistem Air Mancur Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89S52 ., Robert
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today, the development of technology continues to increase, it can be seen from the increasing number of electronic devices that are used day to day, one of that is the maintenance of park. One important thing in making the city park is a fountain. The existence of a fountain can make the park atmosphere more attractive and beautiful. Most of the existing fountain spouting only static bursts (no variation), of course this will lead to boredom for park visitors if seen in a long time. The purpose of this research is how to design a fountain that can be controlled high and low water bursts, pattern of bursts and fountain lighting design so it looks more beautiful and attractive. This automatic fountain used microcontroller AT89S52 as master controller of systems. As for the plan to be controlled is the water pump, electric valves and electric lighting fountains. Microcontroller AT89S52 used assembler language which design using personal computer. Based on this research that has been completed, the automatic fountain show variations patterns of bursts and lighting during 11 minutes 58 seconds for 1 cycle program. Keywords : Automatic Fountain, Assembler, Nozzle, Electric valve, Microcontroller AT89S52.
Rancang Bangun Robot Pemain Musik Gamelan Menggunakan Mikrokontroler ATMega16 ., Handri Jir Azhar
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.--Robot musik gamelan adalah robot yang dapat memainkan gamelan pada bilah-bilah nada yang diinginkan dengan batas oktaf gamelan berjumlah 2 oktaf 15 nada. Robot musik gamelan mempunyai input berupa tombol perintah keypad 4×4, sensor posisi DC gear motor magnetic rotary encoder dan sensor limit switch sebagai pembatas jalur kereta. Perangkat pengendali menggunakan mikrokontroler Atmega 16. Perangkat penggerak robot gamelan adalah DC gear motor dan motor servo pemukul gamelan. Peran motor DC adalah untuk menggerakkan kereta agar bergeser kearah kiri atau kanan. Posisi putaran motor DC menggunakan sistem kendali tertutup proporsional derivatif (PD). Konstanta pengali PD diperoleh dari try dan error, dengan konstanta proporsional (Kp) = 5 dan konstanta derivatif (Kd) = 15. Nilai Kp dan Kd berfungsi untuk menentukan besarnya lebar pulsa yang berpengaruh terhadap kecepatan DC gear motor disaat DC gear motor memposisikan posisi diinginkan dari set point (SP). Apabila data posisi DC gear motor yang diperoleh/present value (PV) ≠ SP, maka posisi motor dapat menggunakan nilai toleransi error (Er) yaitu Er < 3 dan Er > -3. Nilai toleransi error bertujuan agar nilai PV pada posisi DC gear motor bisa mendekati nilai SP, yang menandakan bahwa posisi pemukul kereta telah berada pada area bilah nada yang ingin dituju. Motor servo sebagai penggerak pemukul gamelan akan memukul bilah nada apabila nilai posisi DC gear motor memenuhi syarat PV = SP atau syarat toleransi error. Kata kunci: Gamelan, mikrokontroler Atmega 16, magnetic rotary encoder, limit switch, DC gear motor, set point, present value, error.
Analisis Penerimaan Sinyal Ponsel Pada Sistem Komunikasi Selular ., Mukas Lamina
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telepon Selular (Ponsel) merupakan media komunikasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dunia sehingga sistem pemancaran dan penerimaan sinyal yang sangat baik diperlukan oleh sebuah ponsel. Ada 3 (tiga) faktor utama yang mempengaruhi penerimaan level sinyal ponsel, yaitu faktor operator/penyedia jasa layanan selular kehilangan kekuatan sinyal, faktor lingkungan yang tidak mendukung proses penerimaan sinyal atau kerusakan yang terjadi pada ponsel itu sendiri dan ini yang lebih sering terjadi. Permasalahan sinyal yang sering terjadi pada ponsel seperti sinyal hilang, tampilan sinyal berubah (sinyal drop), sinyal tidak stabil dan sinyal penuh namun tidak dapat melakukan panggilan (sinyal semu). Untuk mengetahui masalah sinyal yang terjadi pada perangkat keras (hardware) ponsel, perlu dilakukan pemeriksaan pada rangkaian Tx dan rangkaian Rx, rangkaian CPU yang berhubungan dengan proses pengolahan sinyal serta distribusi tegangan dari IC Power Supply ke rangkaian-rangkaian tersebut. Proses pemeriksaan meliputi pemeriksaan jalur antar komponen, pengukuran tegangan dan frekuensi pada komponen yang berhubungan dengan proses pemancaran dan penerimaan sinyal. Dengan menganalisis indikasi/ciri-ciri masalah dan hasil pemeriksaan masalah sinyal dengan teori dan fungsi tiap komponen ponsel yang berhubungan dengan pengolahan sinyal, maka dapat disimpulkan penyebab masalah dan dapat dilakukan penanganan yang sesuai dengan masalah yang terjadi. Kata Kunci Penerimaan sinyal, sinyal ponsel, komunikasi selular
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS OCCUPANCY JARINGAN GSM MENGGUNAKAN RECEIVER ROHDE&SCHWARZ PR100 Masdi, -; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Occupancy merupakan pendudukan suatu sinyal yang dipancarkan operator selama waktu monitoring pengambilan data frekuensi radio. Pengukuran dilakukan dengan pemasangan antena yang berfungsi sebagai penerima pada rentang frekuensi seluler GSM 900 MHz dan 1800 MHz. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah mengetahui occupancy jaringan, teknologi sinyal yang diaplikasikan, level sinyal (dBV/m) dan jarak BTS terdekat dari titik koordinat pengambilan data di Kota Pontianak dengan menggunakan Receiver Rohde & Schwarz PR 100 dan Google Earth. Penelitian ini dilakukan di Kota Pontianak khususnya, Kecamatan Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan dan Pontianak Kota. Berdasarkan data dari hasil penelitian yang diperoleh, occupancy dari tiga kecamatan rata-rata 100%, dan jarak BTS terdekat dari empat arah. Barat, Timur, Selatan dan Utara hasil dari pengukuran BTS terdekat ada beberapa jarak BTS yang tidak terukur dari arah, sehingga level sinyal rendah. Dengan ter indentifikasinya Occupancy jaringan GSM 900 MHz dan 1800 MHz dapat dinyatakan bahwa kuat sinyal yang dapat diakses oleh masyarakat secara mobile maupun fixed tergantung jarak BTS dari lokasi titik koordinat perangkat dimana digunakan. Karena semakin dekat jarak BTS dengan perangkat semakin kuat pula jaringan yang dapat di akses begitu pula sebaliknya, semakin jauh jarak perangkat dari BTS semakin lemah sinyal yang dapat di akses bahkan dapat menyebabkan tidak dapat akses jaringan karena jarak yang jauh dari BTS. Waterfall merupakan pendekatan atau pengembangan level sinyal (dBV/m) jaringan seluler GSM 900 MHz dan 1800 MHz di Kota Pontianak. Threshold merupakan ambang batas dari sinyal jaringan GSM 900 MHz dan 1800 MHz yang ditentukan pada saat melakukan monitoring, threshold GSM 900 MHz dan 1800 MHz di kecamatan Pontianak Tenggara 10,0 (dBV/m), Pontianak Selatan 24,0 (dBV/m), Pontianak Kota 10,0 (dBV/m).
STUDI SUSUT TRANSMISI PT. PLN (PERSERO) UP3B SISTEM KALIMANTAN BARAT Janedi, -; Arsyad, M. Iqbal; Sirait, Bonar
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam  sebuah  sistem   kelistrikan   diantara   pusat   pembangkit   dan  pusat   bebanpada   umumnya  terpisah  dalam  jarak  yang sangat  jauh, jarak yang sangat  jauh  ini  akan  menyebabkan  drop  tegangan.  Penyebab  adanya susut/rugi-rugi daya yaitu memiliki  beberapa  faktor  diantaranya  faktor  jarak pembangkit menuju beban yang terlalu jauh sehingga  tegangan  pada  awal  pengiriman  menuju tegangan  pada  ujung  penerima  memiliki  perbedaan  yang signifikan. Pada penelitian ini metode untuk menentukan nilai susut/rugi-rugi transmisi pada Sistem Khatulistiwa adalah dengan analisa aliran daya dan perhitungan koefisien rugi-rugi transmisi (loss coefficient). Tegangan bus Sistem Khatulistiwa berdasarkan kondisi normal (+5%;-10%), yang sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 masih memenuhi standar yang diizinkan. Dengan perhitungan aliran daya metode Newton-Rapson pada Sistem Khatulistiwa menghasilkan total rugi-rugi daya aktif saluran sebesar 6,597 MW, sedangkan total rugi-rugi daya reaktif sebesar 96,429 MVAr. Dengan perhitungan koefisien rugi-rugi transmisi (loss coefficient) dengan metode B-coefficient diperoleh total rugi-rugi daya aktif sebesar 6,330 MW. Perhitungan aliran daya pada Sistem Khatulistiwa dilakukan dalam beberapa skenario yaitu kondisi normal, skenario 1 (seluruh daya pembangkitan disuplai dari SEB, sedangkan pembangkit lainnya dalam kondisi off) dan skenario 2 (daya pembangkitan disuplai oleh pembangkit SEB, PLTU serta PLTG, sedangkan pembangkit PLTD dalam kondisi off). Besarnya total rugi-rugi daya aktif saluran Sistem Khatulistiwa kondisi normal sebesar 6,597 MW atau persentase rugi-rugi daya aktif sebesar 1,72%, besarnya total rugi-rugi daya aktif saluran Sistem Khatulistiwa skenario 1 sebesar 21,918 MW atau persentase rugi-rugi daya aktif sebesar 5,49%. Sedangkan besarnya total rugi-rugi daya aktif saluran Sistem Khatulistiwa skenario 2 sebesar 11,342 MW atau persentase rugi-rugi daya aktif sebesar 2,92%. Berdasarkan total rugi-rugi daya aktif saluran Sistem Khatulistiwa dari ketiga skenario yang dikemukakan masih dalam batas normal, yaitu ambang batas rugi-rugi saluran transmisi sekitar 5-15% (Jaelani, 2013).
PENGUKURAN PERFORMANSI TRAFIK BTS 4G DARI DATA METRO ETHERNET UNTUK KAWASAN KOMERSIL CENTRAL PERDANA Anwar, Syamsul; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah pengguna jaringan telekomunikasi pada kawasan perkantoran jalan Central Perdana yang semakin meningkat khususnya pada jaringan 4G milik PT. Indosat Ooredoo, oleh karena itu bila traffic yang diberikan tidak bisa mencukupi karena banyak nya pengguna berakibatkan jaringan mengalami kegagalan koneksi, untuk mengatasi hal ini perlu di lakukan perhitungan dan pengawasan terhadap jaringan. Sehingga dapat menghsilkan jaringan dengan kualitas yang baik. Pada skripsi ini dilakukan pengukuran terhadap data MRTG yang mempresentasikan trafik data pada software Cacti Metro Ethernet yang terhubung pada BTS 4G 16PTK142_CTRL_PERDANA_PTK_PL. Data yang di amati ialah data MRTG yang di dapat selama 2 minggu. Selain data MRTG penelitian juga dilakukan dari sisi pelanggan dengan melakukan pengujian terhadap jaringan dengan melakukan tes kecepatan data download kemudian di lakukan tes terhadap signal power dan Ping TTL. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kondisi traffic pada jaringan 4G dalam keadaan normal, total traffic belum melewati 70% dari total toleransi, peningkatan traffic tertinggi terjadi pada 7 juni 2021 sebesar 61.96 Mbps dimana nilai hampir melewati batas toleransi tetapi masih dalam batas aman karena belum melewati batas toleransi sebesar 70%. Pada pengujian intermittent dapat disimpulkan bahwa durasi pengunduhan data pada jump traffic membutuhkan waktu yang lebih lama. Dari hasil pengamatan kondisi traffic¬ masih dalam batas aman, walaupun demikian untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam traffic lebih baik pihak Indosat Ooreedoo membuat jalur backup transmisi di karenakan kegagalan traffic juga dapat disebabkan oleh putusnya kabel optic menuju transmisi Metro Ethernet dan juga dapat dilakukan penambahan terhadadap kapasitas traffic pada Metro Ethernet agar kondisi jaringan tetap dalam kondisi baik
RANCANG BANGUN INVERTER SATU FASA LIMA LEVEL Imatua Sinaga, Victor Doan; Hiendro, Ayong; -, Syaifurrahman
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, perkembangan teknologi terus mengalami peningkatan, hal ini terlihat semakin banyaknya peralatan elektronika yang digunakan dalam keperluan sehari - hari, salah satunya dalam ranah ilmu konversi energi listrik, yaitu inverter. Inverter merupakan alat perubahan tegangan listrik yang dapat merubah listrik DC menjadi listrik AC.Telah banyak penelitan – penelitan yang dilakukan dalam rangka mendapatkan sebuah hasil keluaran gelombang tegangan inverter yang sinusoidal. Namun teknik baru yang diteliti akademisi UNTAN belum direalisasikan dalam bentuk perangkat inverter yang nyata. Teknik eliminasi harmonisa adalah sebuah teknik pengolahan sinyal inverter untuk pola pensaklaran maksimum agar didapatakan gelombang keluaran yang sinusodal dan nilai THD seminimal mungkin dengan kombinasi rangkaian pembangkit sinyal kendali mikrokontroler  ARDUINO UNO  dan rangkain Driver Mosfet, inverter diharapkan memiliki gelombang keluaran yang sinusoidal.Dari hasil pengujian dan perhitungan terdapat selisih yang tidak begitu siknifikan pada tegangan output AC Puncak ke puncak adalah 48 Vac.
ANALISIS RADIO TRANSCEIVER PADA LAMPU JALAN DENGAN SISTEM MODUL RA-02 FREKUENSI 433 MHZ Roberto, -; Yacoub, Redi Ratiandi; Sanjaya, Bomo Wibowo
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerangan jalan umum (PJU) merupakan hal penting untuk diterapkan agar pengguna jalan merasa aman, nyaman melewati jalan yang terang. Banyak cara yang dilakukan untuk mengaktifkan lampu penerangan jalan, yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknologi LoRa, khususnya LoRa Ra-02. Sistem komunikasi LoRa telah diuji di beberapa tempat di Kota Pontianak yang dilakukan dengan cara LOS (line of sight) dan NLOS, salah satunya di Jalan Parit Haji Husin 2 dengan jarak jangkauan terjauh 1500 meter (LOS), diperoleh parameter RSSI -92,2 dBm, SNR -4,225 dB dan ToA 217,5 ms. Parameter-parameter sistem komunikasi yang diperoleh tergolong baik, dimana paket data yang dipancarkan dapat diterima 100% tanpa ada paket yang hilang (packet loss). Parameter propagasi gelombang yang ditetapkan pada unit pemancar dan penerima adalah SF 12, CR 4/8 dan BW 62,5kHz. Oleh karena data-data indikasi sinyal dalam kategori baik maka selanjutnya sistem komunikasi LoRa digabungkan dengan ESP32 dan smartphone. Dikembangkan program aktifasi berupa tombol On dan Off pada layar smartphone, program ini dibuat dan ditanamkan pada ESP32 yang sekaligus dapat digunakan pada smartphone dan LoRa pemancar, fungsi tombol-tombol pada layar smartphone sama seperti saklar. Program aplikasi ini dapat mendeteksi IP address dari ESP32,  yaitu 10.44.2.183. IP address yang diperoleh diketikkan pada tab browser smartphone untuk memunculkan tombol-tombol On dan Off pada layar smartphone. Pada akhirnya lampu penerangan jalan dapat di On dan Off menggunakan smartphone. Sistem komunikasi yang terjadi secara wireless  dari smartphone ke ESP32 dan LoRa pemancar kemudian dari secara wireless  dari LoRa pemancar ke Lora penerima dan Arduino Nano Board kemudian ke relay dan lampu penerangan jalan.
KOMUNIKASI DATA DIGITAL MENGGUNAKAN METODE AMPLITUDE SHIFT KEYING (ASK): PENERAPAN PADA SISTEM TRAFFIC LIGHT NIRKABEL Rosi, Elisabet; Marpaung, Jannus; Yacoub, Redi Ratiandi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul FS 1000A sebagai pemancar gelombang UHF 433 MHz dapat bekerja dengan baik melakukan modulasi ASK (Amplitude Shift Keying), dimana data digital berasal dari program aplikasi yang tersimpan pada memori Arduino UNO Board. Sedangkan modul XY-MK-5V sebagai penerima gelombang UHF 433 MHz bekerja dengan baik melakukan demodulasi data digital yang berasal dari pemancar. Berdasarkan hasil perancangan, realisasi dan pengujian yang telah dilakukan pada traffic light nirkabel menggunakan modul Pemancar FS1000A dan modul penerima XY-MK-5V, diperoleh jangkauan jarak komunikasi antara pemancar dan penerima yang efektif sejauh 60 meter tanpa penghalang. Dengan jarak jangkauan komunikasi yang tersebut penulis membuat program aplikasi traffic light, dimana terdapat 1 pemancar dengan 4 penerima. Dengan mengatur waktu perubahan fase-fase perlintasan yang disebut dengan delay pada sketch Arduino IDE maka didapat 1 siklus selama 36 detik. Untuk memahami siklus perubahan warna lampu dapat dilihat pada diagram pewaktuan fase-fase perubahan warna lampu