cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 473 Documents
SIMULASI SKEMA FRACTIONAL FREQUENCY REUSE PADA JARINGAN LONG TERM EVOLUTION (LTE) MENGGUNAKAN ATOLL Salimun, -; Imansyah, Fitri; Yacoub, Redi Ratiandi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tugas akhir ini, simulasi yang dilakukan menggunakan software Atoll dengan skema FFR, pada skema ini, satu cell dibagi menjadi tiga sektor, dimana setiap sektornya dibagi lagi dengan dua area cakupan. Cakupan yang dekat dengan antena pemancar disebut dengan cell centre, sedangkan daerah yang berada pada pinggiran cell, di sebut cell edge. FFR membagi cell menjadi daerah bagian dalam dan luar, dan kemudian faktor-faktor penggunaan kembali frekuensi yang berbeda diterapkan di setiap daerah sedemikian rupa sehingga gangguan berkurang. Hasil dari simulasi skema fraqtional frequency reuse, cakupan kualitas sinyal memiliki rata-rata level sinyal cukup baik yaitu -77.1 dBm. Dimana sinyal dengan kualitas sangat baik -65 dBm dapat  mencakup luas 2.5 Km², kecepatan transfer data downlink mencapai 36.000 Kbps dapat mencakup luas area 0.8 Km², sedangkan kecepatan transfer data uplink mencapai 27.000 Kbps yang dapat mencakup luas area 0.79 Km², Nilai SINR tertinggi pada Downlink yaitu 30 dB memiliki luas cakupan 1,9 Km², sedangkan nilai SINR tertinggi pada Uplink yaitu 18 dB memiliki luas cakupan 4,263 Km².
Analisis Distribusi Medan Listrik Pada Kabel Bawah Tanah N2XSY 1 x 630 mm2 Yang Mengandung Void Dengan Menggunakan Femm Greamaldy, Gheary; Kurnianto, Rudi; Gani, Usman A
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabel bawah tanah berperan penting dalam menyalurkan tenaga listrik ke sistem distribusi dari sistem pembangkit untuk melayani pelanggan. Isolasi kabel listrik merupakan bagian terpenting untuk mencerminkan kondisi kesehatan kabel. Peniliaian kondisi isolasi kabel dapat dicapai dengan menerapkan teknik diagnosis dan simulasi tingkat lanjut yang membantu pengukuran dan pemantauan material terkait dengan kegagalan isolasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi titik kritis serta mengetahui pengaruh penerapan tegangan terhadap karakteristik medan listrik dan Partial Discharge (PD) pada kabel N2XSY 1 x 630 mm2 yang mengandung void. Pada penelitian ini untuk mendapatkan besar medan listrik menggunakan teknik simulasi yang menggunakan perangkat lunak FEMM (Finite Element Method Magnetic) versi 4.2 dengan metode elemen hingga yang digunakan untuk mengevaluasi medan listrik di dalam kabel daya satu fasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan diameter void akan meninggikan kuat medan listriknya pada ketiga isi void yaitu udara, air dan minyak. Kuat medan listrik yang tertinggi terjadi pada void yang berisi udara, disusul pada void yang berisi minyak dan kuat medan listrik yang paling rendah terjadi pada void yang berisi air. Peluahan sebagian akan lebih mudah terjadi pada void yang mengandung udara dibandingkan dengan void yang mengandung minyak dan air. Hal ini dikarenakan permitivitas relatif dari udara adalah nilai yang paling kecil, kemudian disusul dengan permitivitas relatif minyak dan yang paling besar adalah permitivitas relatif air.
IDENTIFIKASI PERFORMANSI RSL TRANSMISI DUA ARAH MICROWAVE LINK END SITE DENGAN LINK BACKBONE MENGGUNAKAN iMASTER NCE Lante, Alpianto Noti; Yacoub, Redi Ratiandi; Suryadi, Dedy; Imansyah, Fitri; Marpaung, Jannus
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kinerja transmisi dua arah microwave link endsite Palem Jaya ke Bodok Ujung dan jaringan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak berdasarkan pengukuran nilai RSL yang mengacu kepada International Telecomunnication Union (ITU). Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah menganalisis kinerja transmisi dua arah mircowave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung dan jaringan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak dengan meninjau pengaruh cuaca, dimana nilai RSL diperoleh dari website iMaster NCE. Hasil yang diperoleh dari kinerja transmisi microwave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung dan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak ialah sangat baik, cukup baik dan buruk/tidak layak beroperasi. Pada microwave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung nilai RSL terburuk terjadi  pada pengukuran ke-15 sebesar -94,9 dBm dan -88,6 dBm sedangkan pada microwave link backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak nilai RSL terburuk terjadi pada pengukuran ke-15 sebesar -91,8 dBm. Penurunan nilai RSL terjadi dikarenakan faktor intensitas curah hujan yang tinggi, jarak dan obstacle sehingga transmisi gelombang radio dalam perambatannya menyebabkan daya sinyal melemah yang disebabkan oleh penyerapan daya sinyal pada benda yang dilalui saat pentransmisian sinyal.
ANALISIS KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN PADA FEEDER SENGGIRING I DI PT. PLN (PERSERO) AREA SINGKAWANG ., Suri Hartono
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2019): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakseimbangan beban dalam sistem distribusi tenaga listrik tiga fasa terjadi karena pembebanan pada fasa-fasa yang tidak merata pada jaringan sekunder sehingga menyebabkan adanya arus yang mengalir pada penghantar netral dimana arus yang mengalir pada fasa netral menyebabkan rugi-rugi (losses). Akibat rugi-rugi ini menyebabkan dampak yang merugikan pihak PLN maupun konsumen. sehingga penelitian ini penting untuk mengetahui besar ketidakseimbangan beban yang terjadi sistem distribusi tersebut. Dari perhitungan ketidakseimbangan pada Feeder Senggiring I yang terhubung GH Karimunting ketidakseimbangan beban didapatkan ketidakseimbangan cukup tinggi pada siang maupun malam hari akibat dari ketidakseimbangan beban didapatkan rugi-rugi (losses) pada penghantar netral di jaringan sekunder Feeder pada siang hari sebesar  45.384,67 watt dan pada malam hari sebesar 88.623,12 watt dan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan semakin besar ketidakseimbangan beban semakin besar juga arus yang mengalir pada penghantar netral dan rugi-rugi daya. Akibat dari ketidakseimbangan beban di jaringan sekunder  tersebut berdampak terhadapat keseimbangan pada jaringan primer (Feeder) dimana dampak dari ketidakseimbangan beban tersebut menyebabkan tegangan yang mengalir pada fasa (R, S dan T) menjadi tidak seimbang.
Analisis Pengaruh Temperatur Terhadap Kekuatan Dielektrik Minyak Transformator Regatra, Mexsy; A. Gani, Usman; Rajagukguk, Managam
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengamati tentang tegangan tembus yang terjadi pada kekuatan dielektrik minyak trafo, mengetahui kenaikan dan penurunan temperatur terhadap kekuatan dielektrik minyak trafo dan untuk mengetahui pengaruh minyak lama yang telah diseparasi dan minyak baru terhadap kekuatan dielektrik minyak trafo. Dalam penelitian kali ini menggunakan standar IEC 60156 yang digunakan oleh  PT.PLN Pontianak dengan elektroda Mushroom. Mekanisme yang akan diteliti dari isolasi minyak tersebut hanya memvariasikan lama kerja operasi dari minyak tersebut dan perubahan suhunya yang akan mempengaruhi kekuatan dielektrik minyak transformator. Bahwa minyak baru, minyak beroperasi 10.370 jam dan minyak beroperasi 29.420 jam yang sudah diseparasi ketika kondisi suhu ruang saat pengujian minyak tranformator pada tiap-tiap jam operasi cenderung linier turun dari minyak baru sampai minyak yang  beroperasi 29.420 jam, ini menandakan semakin lama minyak transformator digunakan untuk beroperasi maka akan mengurangi kualitas tegangan tembusnya. Untuk minyak baru kuat medan tembus sebesar 164,21 kV/cm, sedangkan untuk minyak beroperasi 10.370 sebesar 148,68 kV/cm dan minyak beroperasi 29.420 sebesar 90,56 kV/cm. Ketika suhu sekitar 40 ˚C maka kuat medan tembus pada minyak baru sebesar 109,12 kV/cm, untuk minyak beroperasi 10.370 jam yang sudah diseparasi sebesar 93,76 kV/cm, untuk minyak beroperasi 29.420 jam yang sudah diseparasi sebesar 84,84 kV/cm. Ketika minyak transformator dipanaskan dengan suhu sekitar 50 ˚C, kuat medan tembus minyak baru sebesar 100,52 kV/cm, untuk minyak beroperasi 10.370 jam yang sudah diseparasi sebesar 91,4 kV/cm, untuk minyak beroperasi 29.420 jam yang sudah diseparasi sebesar 82,64 kV/cm.
Analisis Penerapan Penggunaan Wajan Bolic Dengan Antena Helix Dalam Memperkuat Sinyal WiFi Umben, Adrianus; Elbani, Ade; Marpaung, Jannus
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinyal internet di Batulayang di jalan Panca Bakti khususnya Panca Bhakti dalam Bukit Reel yang memiliki sinyal internetan yang rendah, jarak Tower Indosat, 3 (Tri) dan XL terdekat juga terbilang cukup jauh dari lokasi penelitian dan daerah Bukit rell tersebut masih dalam katagori banyak perpohonan sehingga dan dalam katagori daerah blankspot (sinyal lemah) khususnya, menggunakan kartu Indosat, 3 (Tri) dan XL. Hal ini menimbulkan permasalah bagi pengguna internet. Internet sangat di butuhkan pada berbagai kalangan khususnya pada kalangan siswa dan mahasiswa-mahasiswi dimana pada jaman ini virus covid-19 masih melanda sehingga proses ngajar-mengajar secara online dengan ini jaringan internet sangat di butuhkan pada daerah Bukit Reel dan sekitar menginggat jaringan di Bukit Reel khususnya pada layanan Indosat, 3 (Tri) dan XL tidak stabil bahkan terbilang sinyal lelet dengan adanya antena wajan Bolic dan antena Helix dapat menjadi solusi di daerah yang blankspot (sinyal lemah) agar masyarakat setempan dapat mengikuti  perkembangan proses ngajar-mengajar menggunakan internetan atau secara daring. Dalam penelitian dimana analisis dilakukan pada dua antena yang berbeda yaitu antena wajan Bolic dan antena Helix dengan tujuan yang sama yaitu memperkuat sinyal sinyal WiFi. Bedasarkan hasil pengujian kecepatan internet menggunakan aplikasi Speedtest dan aplikasi G-NetWiFi mendapatkan nilai kecepatan parameter terbaik menggunakan kartu Indosat dengan antena wajan Bolic di lokasi 1 signal strength -50 dBm, RSSI -8 dBm, jitter 32 ms, kecepatan download 2,84 Mbps dan kecepatan upload 2,29 Mbps sedangkan menggunakan antena Helix signal strength -50 dBm, RSSI -8 dBm, jitter 170 ms, kecepatan download 2,73 Mbps dan kecepatan upload 1,03 Mbps. Dengan kualitas sinyal yang baik maka dapat dilakukan aktifitas akses internet dan fitur-fiturnya seperti whatsapp, googel chrome dan youtube tanpa kendala.
STUDI PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENYULANG BARU UNTUK PEMBAGIAN BEBAN PENYULANG SAHANG 1 DAN RAYA 17 PT PLN (PERSERO) ULP SIANTAN Saadah, Ayati; Arsyad, M. Iqbal; -, Junaidi
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2020): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik yang semkain meningkat membuat PT PLN (Persero) selaku penyedia tenaga listrik harus bisa memenuhi kebutuhan pelanggan dan harus menjaga kehandalan serta kontinuitas suplai energi listrik. Penelitian ini mengenai kondisi penyulang Sahang 1 dan Raya 17 pada PLN ULP Siantan UP3 Pontianak memiliki pembebanan yang berat dan panjangnya  penyulang membuat drop tegangan dan susut kWh yang hilang semakin besar. Adanya penambahan daya pada pelanggan industri yang disuplai dari penyulang Raya 17 serta pengembangan dibidang pemerintahan di daerah Sui Ambawang Siantan membuat PLN sebagai penyedia satu-satunya dalam bidang kelistrikan harus mampu melayani pelanggan dengan baik. Untuk mengatasi masalah tersebut dibuat perencanaan mengenai penambahan penyulang baru dengan dibangun gardu hubung (GH) untuk meningkatkan keandalan dan kontinuitas pelayanan listrik di ULP Siantan. Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi menggunakan software Etap 12.6 didapat hasil drop tegangan yang awalnya 14% menjadi dibawah 5% dan susut kWh yang awalnya 18% menjadi dibawah 5% untuk setiap penyulang yang telah dilakukan pembagian beban. Biaya investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan penyulang baru dengan GH sebesar 42 milyar dengan pay back period (PP) atau pengembalian modal selama 1,62 tahun  dan provitability index (PI) atau perhitungan keuntungan proyek adalah 4 kali selama 25 tahun masa proyek.
Perhitungan Kebutuhan Campuran Cangkang dan Serat Biomassa Kelapa Sawit sebagai Bahan Bakar pada PLTU Nadhif, Irfan; -, Danial; Rajagukguk, Managam
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pemanfaatan limbah cangkang dan serat biomassa hasil pengolahan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) untuk digunakan sebagai bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kebutuhan panas total boiler sebesar 88.475.872,22 kJ/Jam. Dalam penelitian ini ditentukan kriteria bahan bakar yang digunakan adalah campuran dari limbah cangkang dan serat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi litelatur. Adapun data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data aliran air umpan, aliran uap panas lanjutan, temperatur dan tekanan air umpan, temperatur dan tekanan uap panas lanjutan, daya keluaran generator, serta nilai kandungan kalori cangkang dan serat kelapa sawit. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pencampuran komposisi bahan bakar dapat diaplikasikan berdasarkan kebutuhan panas total boiler serta berdasarkan penggunaan bahan bakar agar dapat sama habis atau sama sisa. Apabila pencampuran bahan bakar berdasarkan kebutuhan panas boiler, komposisi yang paling ekonomis adalah dengan menggunakan campuran 10% cangkang dan 90% serat. Apabila pencampuran dilihat dari penggunaan biomassa agar sama sisa atau sama habis, maka digunakan suplai cangkang 1.435,31 kg/Jam dan serat 3.444,31 kg/Jam dengan biaya pokok produksi Rp 190,-/kWh.
EVALUASI KOORDINASI OVER CURRENT RELAY DAN FUSE CUT OUT PADA PENYULANG PANGSUMA Azizah, Nur Hidayatul; Arsyad, M. Iqbal; Sirait, Bonar
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan hubung singkat yang terjadi pada penyulang harus diatasi agar dapat berkoordinasi dengan baik antar zona dengan cara mengatur koordinasi pada peralatan proteksi. Agar dapat menganalisa koordinasi rele arus lebih yang berada di sepanjang Penyulang Pangsuma dengan Panjang 82,53 Kms, maka perhitungan arus gangguan hubung singkat dibagi menjadi lima titik gangguan berdasarkan persentase Panjang penyulang, yaitu 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil perhitungan arus gangguan hubung singkat maksimum terjadi pada gangguan hubung singkat 3 fasa pada kilometer 0 sebesar 5399,0785 A. Setting rele OCR pada Penyulang pangsuma tms = 0,4711, t = 0,6 dengan setting kondisi eksisting tms = 0,1 dan t = 0,5 detik selanjutnya Recloser Anjungan tms = 0,0788, t = 0,35 dengan setting kondisi eksisting tms = 0,1 dan t = 0,1 detik selanjutnya pada CB Mandor tms = 0,0236 detik, t = 0,1 detik dengan setting kondisi eksisting t = 0,12 dan t =  0,1 detik. Dari hasil pengamatan data yang diperoleh dan dibandingkan dengan kondisi lapangan menunjukan bahwa masih terdapat kesalahan koordinasi di lapangan, yaitu pada setting rele arus lebih dimana kurva koordinasi setting waktu terdapat perpotongan antara CB Mandor dengan Recloser Anjungan, hal ini mengakibatkan jika terjadi gangguan hubung singkat pada CB Mandor maka Recloser Anjungan akan ikut merasakan dan lepas secara bersamaan yang mana menyebabkan pemadaman akibat gangguan menjadi meluas. Pemilihan sekring Fuse Cut Out (FCO) pada Percabangan Semboja dengan arus nominal sebesar 12,55 Ampere maka rekomendasi pemilihan fuselink sebesar 12 Ampere dan Percabangan Sekilap dengan arus nominal sebesar 17,32 Ampere maka rekomendasi pemilihan fuselink sebesar 20 Ampere dengan masing masing fuselink menggunakan tipe K (tipe cepat).
APLIKASI ARTIFICIAL INTELLEGENCE DALAM PERAMALAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DI KOTA PONTIANAK DAN SEKITARNYA Sitohang, Gabriel Yourky; Arsyad, M. Iqbal; Abidin, Zainal
Jurnal Teknik Elektro Universitas Tanjungpura Vol 2, No 1 (2021): Jurnal S1 Teknik Elektro UNTAN
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peramalan kebutuhan energi listrik sangat penting dilakukan hal ini tentu bertujuan untuk mengetahui berapa besar energi listrik untuk tahun mendatang. Hal tersebut berupaya untuk tidak merugikan pihak penyedia energi listrik yaitu PT. PLN (persero) karena dalam hal ini tentu banyak biaya yang dikeluarkan, itulah pentingnya melakukan peramalan energi listrik untuk tahun mendatang supaya tidak memakan biaya dan sumber daya lain yang banyak. Didalam penelitian ini menggunakan Artificial Intellegence (AI) atau yang biasa disebut kecerdasan manusia. Kecerdasan manusia ini berbentuk aplikasi yaitu Matlab yang membantu dalam aksi peramalan kebutuhan energi listrik di Kota Pontianak, dan metode yang digunakan adalah metode JST (jaringan syaraf tiruan) yang mana jaringan syaraf tiruan ini memiliki jaringan yang sama seperti otak manusia. Yang dapat memperlajari suatu jaringan neuron  untuk dikembangkan hasilnya. Di penelitian ini tentu juga harus memiliki data sebagai penunjang untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Data yang digunakan adalah data energi terjual. Data tersebut diambil dalam kurun waktu lima (5) tahun yang lalu. Selanjutnya data tersebut dipisahkan menjadi dua bagian, yaitu untuk proses training dan proses pengujian. Setelah itu dilakukan pelatihan dengan memasukan data latih yang terlah dipisahkan, dalam pelatihan hasil terbaik ialah menggunakan training function trainlm yakni menghasilkan error sebesar 0,00000469. Error ini sangat kecil dan dapat diteruskan dengan pengujian. Didalam pengujian data yang dimasukan tentu sudah dipisahkan sejak awal. Pengujian telah dilakukan kemudian akan keluar hasil untuk peramalan kebutuhan energi listrik untuk tahun kedepannya. Dalam penelitian ini kebutuhan energi listrik di Kota Pontianak memiliki rata-rata pertumbuhan yaitu 5%.