cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 319 Documents
Gambaran Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Tradisional Mahasiswa Farmasi Politeknik Kesehatan Hermina Varda Arianti
Indonesian Journal of Health Science Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v2i2.296

Abstract

Obat tradisional dapat digunakan sebagai pengobatan komplementer yang potensial untuk menjaga kesehatan atau menyembuhkan penyakit. Keberhasilan penggunaan obat tradisional salah satu faktor yang berperan adalah pengetahuan dari masyarakat mengenai obat tradisional. Mahasiswa bisa memiliki andil dalam penggunaan dan keberhasilan pengobatan dengan obat tradisional. Hal itu mendorong untuk mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik mengenai obat tradisional termasuk dalam hal penggunaan obat tradisional. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi Poltekkes Hermina sehingga dapat mewujudkan penggunaan obat tradisional yang baik. Penelitian ini menggunakan metode Non-Eksperimental dengan desain penelitian deskriptif. Sampel sebanyak 53 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi mengisi kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan dalam penggunaan obat tradisional. Hasil yang diperoleh bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi Poltekkes Hermina rendah dengan sebanyak 34 responden (64%).
Efektivitas Bobath Pada Pasien Stroke Cicilia Febriani Hayuningrum; Muhammad Fadhil
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i1.311

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit neurologis yang tidak hanya menyerang orang tua tetapi menyerang yang berusia muda. Stroke merupakan gangguan fungsional secara mendadak yang terjadi di otak dengan tanda gejala klinis baik lokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam. Fisioterapi merupakan salah satu profesi yang berperan dalam penanganan stroke, salah satunya melalui pendekatan bobath. Bobath adalah pendekatan pengobatan yang paling populer digunakan dalam rehabilitasi stroke, namun keunggulan bobath sebagai jenis pengobatan yang optimal belum ditetapkan. Pendekatan bobath juga dikenal sebagai neurodevelopmental treatment, merupakan konsep yang banyak digunakan dalam rehabilitasi pasien stroke dengan hemiparesis di banyak negara. Konsep bobath ialah pendekatan penyelesaian masalah (problem solving) dengan asessment dan treatment dari individual dengan mempengaruhi tonus, gerakan dan fungsi. Artikel review ini bertujuan untuk menjelaskan efektivitas pemberian metode bobath pada kasus stroke. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan pengambilan materi berbasis literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bobath dapat memperbaiki pola jalan normal pada pasien pasca stroke. Selain itu, pengaplikasian metode bobath terbukti dapat meningkatkan keseimbangan, meningkatkan aktifitas fungsional pada pasien stroke dan lebih efektif dibandingkan latihan aktivitas fungsional.
Screening Cemaran Bakteri Susu Segar Di Kampung Melayu Jakarta Timur amalia shari
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i1.353

Abstract

Milk is a very nutritious food. Cow’s milk is consumed by the majority of Indonesians. Cow’s milk is more commonly taken than goat’s or horse’s milk due to habit and market availability. The majority of individuals drink milk without understanding how much bacteria it contains or whether hazardous bacteria are present. The goal of this study is to count the amount of bacteria in cow’s milk in Kampung Melayu, East Jakarta. Milk samples were collected from cattle breeders and milk selling stalls in Kampung Melayu, East Jakarta. Using plate count agar, samples were tested to identify the total bacteria in each milk. Ten samples were examined. The findings of the sample investigation revealed that the total number of fresh’s milk bacteria in seller 1 was 1.0 x 106, in seller 2 was 1.0 x 106, in seller 3 was 3.4 x 106, in cattle breeders 1 was 4.9 x 106, and cattle breeders 2 was as much as 1.4 x 106. So some milk from merchants fulfills the standards, while some surpass the requirements of the Indonesian National Standard (SNI) 3141.1:2011, which is 1.0 x 106 CFU/mL. Susu merupakan bahan makanan yang bergizi tinggi. Sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi susu sapi. Susu sapi lebih banyak dikonsumsi jika dibandingkan dengan susu kambing atau susu kuda karena faktor kebiasaan dan ketersediaannya di pasaran lebih banyak. Mayoritas masyarakat mengkonsumsi susu tanpa mengetahui seberapa besar jumlah bakteri yang terkandung dan ada atau tidaknya bakteri berbahaya dalam susu yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran bakteri susu sapi segar di Kampung Melayu Jakarta Timur. Sampel susu diambil dari peternak sapi yang menjual susu segar dan warung penjual susu di Kampung Melayu Jakarta timur. Sampel diperiksa untuk mengetahui total plate count/ TPC bakteri dari masing-masing susu dengan media plate count agar. Jumlah sampel yang diteliti adalah 5 sampel yang diambil sebanyak 2 kali. Hasil pemeriksaan sampel menunjukkan bakteri susu segar rata-rata jumlah bakteri susu pada penjual 1 sebanyak 1,0 x 106, pada penjual 2 sebanyak 1,0 x 106, pada penjual 3 sebanyak 3,4 x 106, pada peternak 1 sebanyak 4,9 x 106 dan pada peternak 2 sebanyak 1,4 x 106. Jadi untuk beberapa susu dari penjual memenuhi persyaratan namun adapula yang melebihi persyaratan yang ada dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 3141.1:2011 yaitu 1,0x106 CFU/mL.
Karakterisasi Dan Skrining Fitokimia Buah Lada Putih (Piperis albi fructus) Aisyah Risqita Fairus Izza; Friska Mauli Anggina Tambunan; Devi Maulina
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i1.356

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara penghasil lada terbesar di dunia. Kualitas lada putih di lingkup pertanian relatif rendah dan mungkin tidak memenuhi persyaratan kualitas importir. Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui karakteristik simplisia lada putih, mulai dari mengumpulkan bahan hingga pemeriksaan parameter mutu simplisia. Metode: Metode eksperimental di laboratorium menggunakan pengujian sampel lada yang diperoleh dari pasar Jatinegara. Hasil: Kualitas atau mutu pada simplisia lada putih yang digunakan dalam penelitian tidak memenuhi standar.
Tingkat Pemahaman Obat Generik Pada Mahasiswa Di Politeknik Kesehatan Hermina Jakarta Milda Rianty Lakoan
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i1.369

Abstract

Obat generik merupakan obat yang memiliki nama yang sama dengan nama kimianya, sehingga tidak mempunyai merk. Masyarakat banyak menggunakan obat generik sebagai pengobatan karena harganya lebih murah dibandingkan harga obat dengan nama dagang. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan obat generik mahasiswa farmasi dan non farmasi di Politeknik Kesehatan Hermina Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian jenis analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Responden dalam penelitian ini sebanyak 80 responden yang terdiri dari 40 mahasiswa farmasi dan 40 mahasiswa non farmasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan non random sampling. Instrumen penelitian ini adalah berupa alat tulis dan kuisioner yang telah dibuat oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang antara tingkat pengetahuan penggunaan obat generik pada mahasiswa farmasi dan non farmasi. Rerata tingkat pengetahuan tentang obat generik pada mahasiswa farmasi lebih tinggi dibandingkan mahasiswa non farmasi, dengan perbandingan nilai rerata pada mahasiswa farmasi sebesar 82, 99 sedangkan mahasiswa non farmasi sebesar 44.82.
Determinan Penerapan Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Di Kota Depok Jaelani Jaelani; Milda Rianty Lakoan
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i1.410

Abstract

Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan dan untuk mengetahui kesesuaian pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) X Depok yang merujuk pada Permenkes RI Nomor 72 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan komparatif, peneliti melakukan komparasi implikasi observasi lapangan dengan regulasi acuan yaitu Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - April 2023 di IFRS X Depok. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa IFRS X Depok menetapkan Pedoman pelayanan, panduan pelayanan dan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang mengacu pada Permenkes RI No. 72 tahun 2016 sebagai acuan dalam melakukan pelayanan kefarmasian di IFRS X Depok. Aspek-aspek pelayanan kefarmasian yang dilaksanakan di IFRS X Depok dari segi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai telah terlaksana secara keseluruhan sedangkan dari segi pelayanan kefarmasian terdapat ketidaksesuaian yaitu belum terlaksananya satu aspek pelayanan farmasi klinis Pemantauan Kadar Obat Dalam Darah (PKOD) karena adanya keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta biaya.
Pengkajian Resep Elektronik Rawat Jalan Di Rumah Sakit X Dari Aspek Administratif Pada Bulan Desember 2022 Rasul Hamdi; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.418

Abstract

Seorang ahli farmasi wajib melakukan pengkajian terhadap resep yang diterimanya meliputi pengkajian administratif, farmasetis dan klinis untuk menjamin resep yang legal dan meminimalkan kesalahan pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang penulisan resep elektronik oleh dokter terhadap Peraturan Menteri Kesehatan nomor 72 tahun 2016 dari aspek administratif di Rumah Sakit X pada bulan Desember tahun 2022. Penelitian ini termasuk non eksperimental bersifat deskriptif, yaitu hanya menggambarkan keadaan objek yang didasarkan  pada data resep elektronik rawat jalan saja. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember tahun 2022 di rumah sakit x. Dengan menghitung persentase kelengkapan administratif resep elektronik rawat jalan  hasil nya dapat di uraikan  sebagai berikut:  nama dokter 100%, SIP dokter 100%,  alamat praktek dokter 100%, paraf dokter 100%, nama pasien 100%, umur pasien 100%, berat badan 57%, jenis kelamin 67%,ruangan asal penulisan resep 76%. Kesimpulan dari gambaran kelengkapan resep elektronik rawat jalan rumah sakit x, dari 363 lembar resep 31 % lengkap dan 69 % tidak lengkap.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tenaga Kefarmasian Tentang Obat Kewaspadaan Tinggi (High Alert Medication) Di Instalasi Farmasi RS X Kabupaten Bekasi Nila Alvianita Agustin; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.425

Abstract

High alert medication (HAM) merupakan obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan (kejadian sentinel). Kesalahan yang sering dimasukkan dalam isu keamanan obat yaitu kesalahan pemberian elektrolit konsentrasi tinggi dan pemberian obat LASA. Salah satu penyebab utama kesalahan adalah kurangnya pengetahuan tenaga kefarmasian. Pengetahuan tenaga kefarmasian tentang obat kewaspadaan tinggi (high alert medication) penting untuk meningkatkan keamanan obat dan mempertahankan kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian tentang obat kewaspadaan tinggi (high alert medication) di Instalasi Farmasi RS X Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian ini survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel 38 responden yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengetahui karakteristik responden dan tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian tentang obat kewaspadaan tinggi (high alert medication) di Instalasi Farmasi RS X Kabupaten Bekasi dalam kategori baik yaitu 92,1% (35 responden).
Gambaran Penyimpanan Elektrolit Konsentrat Di Instalasi Farmasi RS X Di Jakarta Barat Wanda Sulistiarini; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.427

Abstract

Elektrolit konsentrat merupakan obat yang harus diwaspadai karena sering menyebabkan terjadi kesalahan/eror dan atau kesalahan serius (sentinel event), obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak yang tidak diinginkan (adverse outcome) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD). Penyimpannya harus sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyimpanan elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat. Jenis penelitian ini adalah peneltian deskriptif dengan melakukan pengamatan secara langsung dengan menggunakan form checklist. Sampel yang diambil adalah data keseluruhan penyimpanan obat elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat. Hasil penelitian menujukan bahwa penyimpanan obat elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat kriteria sangat baik atau sesuai dengan standar prosedur operasional rumah sakit, yaitu sebesar 97,31%. Tempat penyimpanan obat elektrolit konsentrat di instalasi farmasi rumah sakit X di Jakarta Barat masih belum sesuai dikarenakan masih terdapat sediaan obat elektrolit konsentrat yang tidak berlabel pada peyimpanannya dikarenakan label terlepas dari sediaan obat elektrolit konsentrat.
Gambaran Peresepan Antibiotik Pada Anak Dengan Diagnosa Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Di RS X Periode Januari – Maret 2022 Ira Yuliati; Devi Maulina
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.429

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. ISPA adalah penyakit saluran pernafasan atas atau bawah yang disebabkan masuknya organisme kedalam saluran pernafasan yang berlangsung hingga 14 hari. Penyakit ISPA dapat menyerang semua umur, baik orang dewasa, remaja atau balita. Pada usia balita yang paling sering terkena penyakit ISPA disebabkan salah satu faktor daya tahan tubuh yang masih rendah dan faktor gizi yang kurang. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan  antibiotik rawat jalan pada anak yang terdiagnosa ISPA periode Januari-Maret 2022 di X. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari resep pasien rawat jalan sebanyak 96 pasien. Karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin diperoleh persentasi pasien laki-laki sebanyak 53 pasien (55,2%) dan perempuan 43 pasien (44,8%). Pasien penderia ISPA paling banyak terjadi di usia 1-3 tahun sebanyak 45 pasien (46,9%), < 1 tahun 22 pasien (22,9%), 3-5 tahun 18 pasien (18,8%), 5-10 tahun 11 pasien (11,4%). Semua pasien yang menderita penyakit ISPA di RS X  mendapat dosis antibiotik yang aman berdasarkan berat badan (100%). Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah cefixime 45 pasien (46,9%), cefadroxil 20 pasien (20,8%), eritromisin 18 pasien  (18,8%), dan azitromisin13 pasien (13,5%).

Page 3 of 32 | Total Record : 319