cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 319 Documents
Gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep Pasien Poli Anak Eksekutif Di Rumah Sakit X Bekasi Amalia Rahayu; Sylvi Adiana
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.446

Abstract

Pelayanan rawat jalan di RS X Bekasi selama bulan Juli 2022 – September 2022 mengalami kenaikan sehingga dapat mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rata –rata waktu tunggu pelayanan resep pasien Poli Anak Eksekutif di Rumah Sakit X Bekasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif secara retrospektif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep non racikan pada bulan Juli sebanyak 09 menit 11 detik, Agustus sebanyak 11 menit 09 detik dan pada bulan September 2022 sebanyak 12 menit 04 detik, sedangkan untuk resep racikan pada bulan Juli sebanyak 24 menit 02 detik, bulan Agustus sebanyak 30 menit 15 detik dan bulan September 2022 sebanyak 31 menit 20 detik. Jumlah rata-rata waktu tunggu pelayanan resep ini sudah memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit sesuai dengan Kepmenkes No. 129/Menkes/SK/II/2008 yaitu untuk non racikan ≤ 30 menit dan racikan ≤ 60 menit. Untuk persentase resep non racikan ≤ 30 menit bulan Juli 2022 adalah 100%, bulan Agustus 2022 adalah 100% dan bulan September 2022 adalah 100%. Sedangkan persentase resep racikan ≤ 60 menit bulan Juli 2022 adalah 100%, bulan Agustus 2022 adalah 98% dan bulan September 2022 adalah 100%.
Formulasi Dan Evaluasi Balsam Aroma Terapi Menggunakan Minyak Lemon (Oleum Citri. L) Dengan Cera Alba Sebagai Stabilizing Agent Laura Salwa Salsabila; Intan Shafira; Moniqa Aulia Azhar; Gading Ayu Sekar Ryanti; Riri Aurelia; Maria Apriyani Helina Sitorus
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.448

Abstract

Balsam merupakan salah satu bentuk sediaan setengah padat yang digunakan sebagai obat luar. Balsam tersebut memiliki indikasi untuk meredakan nyeri pada sendi dengan memberikan sensasi hangat, balsam digunakan sebagai aromaterapi, pada sediaan balsam kali ini, digunakan cera alba sebagai zat penstabil (stabilizing agent). Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan balsam sesuai dengan formula, menentukan konsistensi sediaan balsam, meliputi uji pH, organoleptis, homogenitas, daya lekat dan daya sebar sediaan balsam. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa balsam dengan menggunakan basis cera alba sebesar 15% memiliki pH yang cocok untuk kulit, daya sebar yang sesuai, daya lekat yang baik, dan organoleptis yang memenuhi syarat SNI. Sediaan balsam aromaterapi memiliki homogenitas yang baik, serta tidak mengalami perubahan warna dan bau setelah 14 hari. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa minyak lemon (oleum citri) dapat diformulasikan menjadi sediaan balsam aromaterapi yang stabil dan memenuhi syarat serta dapat bertahan selama 14 hari dengan konsentrasi cera alba sebesar 15%.
Formulasi Sediaan Balsam Dari Ekstrak Tanaman Kencur Yulin Tristi Handayani; Sukma Dwyastati Biadi; Selly Rahmawati; Amzah Pebrian; Tegar Bagus Saputra; Tisnawan Tisnawan
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.455

Abstract

Balsam merupakan minyak kental yang mengandung minyak damar dan minyak atsiri. Balsam adalah sediaan semisolid untuk penggunaan topicaL. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi terbaik dari pembuatan sediaan balsam dengan ekstrak kencur yang akan di evaluasi. Ekstraksi secara umum merupakan suatu proses pemisahan zat aktif dari suatu padatan maupun cairan dengan menggunakan bantuan pelarut. Pada Ekstraksi kencur menggunakan proses padat-cair (leaching), yang dimana proses ini merupakan pemisahan zat yang dapat melarut (solut) dari suatu campurannya dengan padatan yang tidak dapat larut (inert) dengan menggunakan pelarut cair. Kencur (Kaemferia galnga L.) merupakan tanaman obat yang bernilai tinggi sehingga banyak dibudidayakan. Kencur memiliki efek antiinflamasi, seperti membantu meredakan pembengkakan pada otot,dan keseleo. Selain itu, kencur secara nyata menunjukkan efek analgesik,seperti membantu meredakan pusing, mengurangi rasa nyeri abdomen,pegal-pegal,dan nyeri sendi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan uji organoleptis yaitu menghasilkan warna kuning keruh, berbau tajam khas mint balsam, homogen, Uji pH memiliki nilai yang stabil, dan Uji daya sebar memiliki nilai yang baik.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Cair Minyak Atsiri Minyak Zaitun (Olea europaea var.europaea) Indah Nasruly Kartika Dewi; Azrizah Rahmadani; Shalviana Lestari; Nasywa Aulia Putri; Muhammad Fatah; Selfia Irma Nurjamah
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.456

Abstract

Minyak atsiri adalah zat aromatik yang terkandung dalam suatu tumbuhan, salah satunya adalah minyak zaitun. Minyak zaitun ini berasal dari buah zaitun, lalu kemudian buah zaitun diolah untuk menjadi minyak zaitun. Minyak zaitun ini pun memiliki bermacam khasiat baik dalam dunia kesehatan maupun kecantikan. Minyak zaitun pun memiliki bermacam produk, salah satunya adalah produk sabun cair yang akan di teliti dan di bahas di dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan evaluasi sediaan sabun cair minyak atsiri minyak zaitun (Olea europaea var. europaea). Pengujian dilakukan melalui uji organoleptik, pengukuran pH, pengukuran tinggi busa, dan uji iritasi. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan bahwa sabun cair memiliki penampilan fisik yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pengukuran tinggi busa menunjukkan tinggi busa yang memenuhi kriteria stabilitas busa yang baik. Uji iritasi pada manusia tidak menunjukkan adanya reaksi alergi atau iritasi pada kulit. Oleh karena itu, evaluasi sediaan sabun cair minyak atsiri minyak zaitun ini memberikan wawasan tentang kualitas produk dan memberikan dasar untuk perbaikan formulasi agar sesuai dengan standar yang diharapkan.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Sabun Cair Berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) Dengan Penambahan Oleum Citri Sebagai Essential Oil Kamelia Zahro; Salsabila Syifa Aulia; Rishel Sava Azahra; Tatiek Arsita Zaevany; Christin Margaretha; Jihan Naila
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.457

Abstract

Minyak kelapa merupakan minyak yang mengandung asam laurat. Asam laurat sangat dibutuhkan dalam pembuatan sabun karena mampu memberikan pembusaan yang baik dan lembut untuk produk sabun. Sabun yang dibuat dalam penelitian ini menggunakan penambahan minyak atsiri lemon yang mampu meningkatkan mutu sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk personal hygiene yaitu pembersihan kulit dari kotoran agar tidak timbul penyakit kulit seperti gatal, ruam, dan iritasi. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan menggunakan analisis deskriptif. Penambahan minyak atsiri lemon (oleum citri) terbaik yang akan digunakan pada pembuatan sabun cair serta tidak merusak mutu sabun cair yang dihasilkan. Parameter yang diamati berupa pengamatan stabilitas sediaan terhadap organoleptik, homogenitas, pH, dan tinggi busa. Stabilitas sediaan diamati selama 1 hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sediaan sabun cair memberikan hasil evaluasi stabilitas sediaan yang baik dari organoleptik, homogenitas, pH, dan tinggi busa, selama penyimpanan 1 hari, serta memenuhi persyaratan sabun cair menurut SNI. Formula sabun cair minyak atsiri lemon memiliki keamanan yang baik dan tidak menimbulkan iritasi.
Pembuatan Sediaan Balsam Menggunakan Ekstrak Ocimun (Daun Kemangi) Dengan Teknik Maserasi Haryo Bayu Nugroho; Muhammad Noval F; Feronicha Elisabeth; Zahra Anaswa; Angeline Handayani; Rifa Naflah; Yeni Marsela
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.459

Abstract

Balsam merupakan produk setengah padat yang diperuntukkan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir yang berfungsi untuk melindungi atau melemaskan kulit sebagai sarana menghilangkan rasa sakit atau nyeri. Tanaman kemangi (ocimum basilicum L) memiliki banyak kandungan kimia antara lain saponin, flavonod, tanin, dan minyak atsiri yang dapat dikembangkan sebagai suplemen herbal. Tujuan penelitian untuk mengetahui formulasi yang baik dalam pembuatan balsam ekstrak daun kemangi sehingga dapat di ketahui sediaan balsam daun kemangi tersebut dapat menghasilkan mutu fisik yang baik.. Dilakukan proses maserasi pada simplisia daun kemangi untuk mendapatkan ekstraksi nya, Beberapa pengujian dilakukan untuk menemukan hasil kualitas dari sediaan formula yang dibuat. Antara lain : uji Organoleptis dengan bentuk semi padat, memiliki warna hijau lumut dan berbau menyerupai minyak angin. Kemudian dilakukan uji pH yang mendapat hasil sebesar 5,5 yang berarti memiliki sifat asam. Pada uji daya sebar tanpa beban 100 gram mendapatkan hasil 3 cm dengan bentuk horizontal dan dengan menggunakan beban 100 gram mendapatkan hasil sebesar 3,5 cm dengan bentuk vertikal. Dan uji daya lekat dengan waktu 1 menit menunjukkan sediaan balsam melekat baik pada kaca arloji. Untuk pengujian stabilitas, tidak adanya perubahan yang terjadi dan warna nya sangat terjaga stabil tetapi aroma sediaan balsam sudah tidak tercium lagi.
Jurnal Skrining Administratif Resep Pasien Pediatrik Rawat Jalan Pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Di Jakarta Timur Periode Januari–Maret 2023: - Dedi Mahfud; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.460

Abstract

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya permasalahan terkait obat adalah dengan melakukan pengkajian resep yang merupakan salah satu standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase kesesuaian peresepan Rumah Sakit X dengan standar Permenkes RI No. 72 tahun 2016. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Pengambilan data dilakukan dengan mengamati seluruh resep yang masuk selama periode Januari-Maret 2023. Dilakukan skrining administratif terhadap 1.078 sampel resep pasien pediatrik dengan mengisi tabel pengambilan data (check list), sesuai dengan aspek kelengkapan resep yang ditinjau. Data yang di peroleh akan dikumpulkan dan disajikan secara deskriptif. Dari hasil penelitian, sebanyak 5 dari 11 aspek kelengkapan resep secara administratif yang tidak memuat informasi yakni SIP dokter sebanyak 717 resep (66,51%), paraf dokter 0 resep (0%), berat badan pasien pediatrik sebanyak 604 resep (56,03%), jenis kelamin pasien 0 resep (0%) dan tinggi badan pasien 0 resep (0%) dari total sampel 1.078 resep. Sedangkan aspek administratif seperti nama dokter 100 %, alamat dokter 100 %, tanggal resep 100 %, ruangan asal resep 100 %, nama pasien 100 % dan tanggal lahir/umur pasien 100 % telah memenuhi syarat adminstrasi kelengkapan resep sesuai pedoman Permenkes RI No 72 tahun 2016
Profile Of The Use Of Prophylactic Antibiotics For Cesarean Surgery At Hospital “X” Central Jakarta Nindya Kusumawardhani; Devi Maulina; Anna Uswatun Hasanah Rochjana
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.461

Abstract

Caesarean section refers to efforts to remove the fetus by performing surgical activities on the abdominal wall and uterus. This surgical activity carries a high risk of postoperative infection. In preventing postoperative infection in cesarean section patients, it is necessary to administer prophylactic antibiotics to prevent postoperative wound infection. Prophylactic administration of antibiotics in surgical patients must be closely monitored to prevent resistance. This study aims to evaluate the use of prophylactic antibiotics in cesarean section patients at a hospital in the Central Jakarta area. The study was conducted for three months, from December 2022 – February 2023. This study used a descriptive method, while data were collected retrospectively. The samples studied in this study were 154 patients. The results obtained in this study showed that the most criteria of patients based on patient age were at the age of 20-35 years as many as 120 patients (77.92%). The type of antibiotic that is often used is Ceftriaxone injection which was carried out in 147 patients (95.45%). Meanwhile, indications of pregnancy that were often found during cesarean section were requests from patients or mothers in 51 patients (33.12%). The use of prophylactic antibiotics based on the hospital formulary is in accordance with the percentage of 100%.
Karakteristik Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit X Periode Januari–Desember 2022 Aurellia Garneta; Devi Maulina; Anna Uswatun Hasanah Rochjana
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.464

Abstract

The World Health Organization (WHO) recently released data showing that the prevalence of chronic kidney disease globally increased by 50% from the previous year. In recent years, the inappropriate use of antibiotics worldwide has not only resulted in environmental pollution but also increased bacterial resistance to antibiotics1. Given this, it is necessary to pay attention to the use of antibiotics because certain antibiotics are harmful to the kidneys and studies have never been conducted on the justification for using antibiotics in patients with chronic kidney failure at Hermina Daan Mogot Hospital. This study aims to determine the suitability of the use of antibiotics in chronic kidney failure at Hermina Daan Mogot Hospital. This research is a descriptive study with a retrospective approach in which the data taken were prescriptions and medical records of inpatients at Hermina Daan Mogot Hospital for the period January - December 2022. This study used samples from medical record data of patients at Hermina Daan Mogot Hospital who met the assessment criteria. Patients with chronic kidney failure at the Inpatient Installation of Hermina Daan Mogot Hospital were mostly male with 21 patients (52.5%), aged 55-64 years with 14 patients (35%), and the type of class of antibiotics most often used were cephalosporin class as many as 22 patients (55%). The use of antibiotics is in accordance with the guidelines used to meet the suitability criteria for the appropriate dose and indication. World Health Organization (WHO) baru-baru ini merilis data yang menunjukkan bahwa pengidap gagal ginjal kronik secara global meningkat 50% dari tahun sebelumnya. Beberapa tahun terakhir, penggunaan antibiotik yang  tidak tepat di seluruh dunia tidak hanya mengakibatkan pencemaran lingkungan tetapi juga meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik1. Mengingat hal tersebut, penggunaan antibiotik perlu diperhatikan karena antibiotik tertentu berbahaya bagi ginjal dan belum pernah dilakukan studi tentang justifikasi penggunaan antibiotik pada pasien gagal ginjal kronik di RS X. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan antibiotik pada gagal ginjal kronik di RS X. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif dengan pendekatan retrospektif yang mana data di ambil adalah resep dan rekam medis pasien rawat inap RS X periode Januari – Desember 2022. Penelitian ini menggunakan sampel dari data rekam medis pasien di RS X yang memenuhi kriteria penilaian. Pasien gagal ginjal kronik di Instalasi Rawat Inap RS X  sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 21 penderita (52,5%), usia 55 – 64 tahun sebanyak 14 penderita (35%), serta jenis golongan anibiotik yang paling sering di gunakan adalah golongan sefalosporin sebanyak 22 penderita (55%). Penggunaan antibiotik sesuai dengan guideline yang digunakan untuk memenuhi kriteria kesesuaian ketepatan dosis dan indikasi.
Gambaran Kelengkapan Resep Secara Administratif Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Lantai 3 Rumah Sakit X Jatinegara Periode Desember 2022–Februari 2023: - Veny Hayati; Sylvi Adiana
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.473

Abstract

Pengkajian resep merupakan kegiatan mengkaji sebuah resep berdasarkan aspek administratif, farmasetis dan klinis. Aspek administratif merupakan skrining awal dalam tahap pengkajian resep karena aspek ini mencakup seluruh informasi dalam resep yang berkaitan dengan kejelasan dan keabsahan suatu resep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat presentase kelengkapan resep yang sesuai dengan persyaratan aspek administratitif maupun aspek farmasetik berdasarkan peraturan Menteri kesehatan no 72 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode non eksperimental, bersifat deskriptif secara retrospektif dengan mengambil data primer berupa lembar resep yang masuk di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X di rawat jalan lantai 3 periode Desember 2022 - Februari 2023 dengan menggunakan rumus slovin teknik random sampling. Hasil Penelitian ini berdasarkan data selama 3 bulan penelitian ini dari teknik random sampling diperoleh 1.128 resep, di dapati hasil dari aspek administratif tidak lengkap pada berat badan pasien sebesar 68%. Kesimpulan: Hasil diatas gambaran kelengkapan resep dari aspek administratif resep masih belum 100 % terlaksana yang ditulis oleh dokter. Saran untuk melengkapi format penulisan resep elektronik yang sudah berjalan untuk meningkatkan pelayanan kecepatan pasien rawat jalan lantai 3 di instalasi farmasi rumah sakit hermina jatinegara. Kelengkapan pengkajian resep pada aspek administratif.

Page 5 of 32 | Total Record : 319