cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 319 Documents
Pola Peresepan Obat Anti Depresan Pada Pasien Rawat Jalan Di Poli Kejiwaan RS X Periode Agustus – November 2022 Nur Riska Anggraeni; Devi Maulina
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.430

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu kondisi yang terjadi dimana seseorang mengalami gangguan berupa pikiran, perilaku, dan perasaan yang dapat menimbulkan perilaku yang tidak normal. Gangguan jiwa yang sering terjadi yaitu gangguan kecemasan dan gangguan depresi. Depresi adalah gangguan suasana hati yang bersifat searah berupa emosi atau perasaan tertekan yang mendalam. Gangguan depresi sering terjadi di masyarakat dan menjadi kontributor terbesar penyebab bunuh diri. Terapi farmakologi yang utama pada gangguan depresi adalah obat dari golongan antidepresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obat antidepresan yang banyak diresepkan oleh dokter kejiwaan di poli kejiwaan RS X periode Agustus – November 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif restrospektif dengan mengumpulkan dan mencatat resep pasien rawat jalan. Hasil penelitian dengan jumlah 80 pasien, berdasarkan karakteristik jenis kelamin lebih banyak perempuan sebanyak 51,25% (41 pasien), berdasarkan umur 26-35 tahun sebanyak 27,5% (22 pasien), berdasarkan pekerjaan yaitu tidak bekerja sebanyak 33,75% (27 pasien), dan terapi yang paling banyak diresepkan yaitu terapi kombinasi sebanyak 75% (60 pasien) dengan obat fluoxetine dan trihexyphenidil sebanyak 21,67% (13 pasien).
Gambaran Penggunaan Obat Hormonal Estrogen Dan Progesteron Di Poli Ibu Rumah Sakit X Depok Periode Januari – Maret 2023 Ayu Puspita Rahmawati; Milda Rianty Lakoan
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.434

Abstract

Banyaknya jenis obat hormon berdasarkan kandungan dan dosis yang berbeda-beda seperti estrogen, progesteron, serta kombinasi keduanya, memberikan tantangan tersendiri bagi klinisi dalam menentukan obat yang sesuai dan aman. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan jenis obat hormonal estrogen dan progesteron yang diresepkan untuk pasien rawat jalan di poli ibu Rumah Sakit X Depok. Metode penelitian ini menggunakan data penelitian retrospektif pada pasien rawat jalan, dengan metode analisis deskriptif dengan mengumpulkan dan mencatat resep pasien rawat jalan yang berobat di poli ibu Rumah Sakit X Depok dengan menekankan terhadap kriteria inklusi pada periode Januari – Maret 2023. Peresepan obat hormonal estrogen dan progesteron paling banyak diresepkan pada periode Maret dengan peresepan sebanyak 117 (48,35%), peresepan obat hormonal paling sedikit pada periode Februari dengan peresepan sebanyak 56 (23,14 %). Kelompok usia 26 – 35 tahun memperoleh hasil terbanyak yaitu 164 orang (67,77%). Persentase peresepan progesteron memperoleh hasil paling tinggi yakni sebanyak 182 (75,21%). Persentase peresepan obat hormonal estrogen dan progesteron di poli ibu Rumah Sakit X Depok bulan Januari sebesar 28,51%, bulan Februari 23,14% dan bulan Maret 48,35%. Periode Maret mengalami peningkatan signifikan, ini disebabkan karena meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan poli ibu Rumah Sakit X Depok.
Analisis Skrining Administratir Resep Rawat Jalan Pasien BPJS Poliklinik Paru Dan DOTS TB Di Rumah Sakit X Di Depok Periode Januari-Maret 2022 Ratu Rokhliani; Milda Rianty Lakoan; Varda Arianti
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.435

Abstract

Skrining administratif merupakan pengkajian resep untuk meminimalkan kesalahan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis skrining administratif resep rawat jalan pasien BPJS poliklinik Paru dan DOTS TB di Rumah Sakit X di Depok periode Januari-Maret 2022 dengan batasan penelitian resep pasien BPJS yang ditulis dokter Spesialis Paru. Metode Penelitian ini deskriptif non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Resep yang diteliti sebanyak 332 resep. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian administratif yaitu nama pasien 100% (332), umur 100% (332), berat badan pasien 97,6% (324), tinggi badan 0% (0), jenis kelamin 100% (332), nama dokter 100% (332), nomor SIP 52% (173), alamat dan paraf dokter 100% (332), tanggal resep 97,6% (324), dan ruang asal resep 97,6% (324), dengan total resep lengkap 0 dan total resep tidak lengkap 332 resep. Hal ini membuktikan bahwa analisis skrining administratif resep rawat jalan pasien BPJS poliklinik paru dan DOTS TB di Rumah Sakit X di Depok periode Januari-Maret 2022 belum memenuhi persyaratan 100% sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016.
Gambaran Penggunaan Antibiotik Golongan β-Laktam Pada Pasien ICU Di Rumah Sakit A Periode Oktober–Desember 2022 Nurfika Dahliana; Dimas Adrianto
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.437

Abstract

Antibiotik adalah zat yang dapat mengobati infeksi. Intensive care unit (ICU) merupakan salah satu fasilitas perawatan yang ada di rumah sakit dengan konsumsi antibiotiknya yang tinggi. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya Antimicrobial Resistance. Tujuan : untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antibiotik golongan β-laktam pada pasien Intensive Care Unit (ICU) di Rumah sakit A periode Oktober-Desember 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasinya adalah semua rekam medis pasien Intensive Care Unit (ICU) yang menggunakan antibiotik golongan β- laktam periode Oktober-Desember 2022 sebanyak 25 pasien. Teknik penarikan sampel adalah jenuh sampling. Hasil : mayoritas berjenis kelamin wanita (60%) dan pria (40%) dengan rentang usia 56 sampai 65 tahun (32%) dan usia >65 tahun (32%), rentang usia 36 sampai 45 tahun (16%) dan 46 sampai 55 tahun (16%)serta, rentang usia 26-35 tahun (4%) sedangkan, untuk diagnosa medis sebagian besar mengalami pneumonia (40%), penyakit jantung (20%), gangguan keseimbangan elektrolit (8%), infeksi saluran kemih (8%), sepsis (8%), autoimun (8%), cancer mammae (4%), hidrotorax hati (4%) dan stroke (4%). Sefalosporin merupakan yang paling dominan digunakan oleh pasien Intensive Care Unit (ICU) di Rumah sakit A periode Oktober- Desember 2022.
Gambaran Peresepan Kemoterapi Oral Pada Pasien Kanker Payudara di RS X di Jakarta Timur Swasti Saptowulan; Devi Maulina
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.438

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Urutan pertama berkaitan dengan jumlah kanker di Indonesia dan merupakan penyebab utama kematian yaitu kanker payudara. Kanker adalah tumbuhnya jaringan yang baru sebagai akibat dari proliferasi (pertumbuhan berlebih) dari sel-sel abnormal secara terus menerus yang memiliki kemampuan untuk menyerang dan merusak jaringan lain. Kanker payudara adalah jenis kanker yang banyak diderita dan menyebabkan kematian di Indonesia. Pengobatan kanker payudara biasanya meliputi kombinasi pembedahan, radiasi dan kemoterapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peresepan obat sitostatika oral pada penderita kanker payudara yang mengalami metastase di Rumah Sakit X di Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu semua lembar resep pasien kanker payudara yang mendapatkan terapi kemoterapi oral di Rumah Sakit X di Jakarta Timur. Pengambilan data dilakukan dengan menghitung jumlah dan persentase obat kemoterapi oral yang digunakan. Berdasarkan hasil pengamatan resep obat sitostatika di Rumah Sakit X di Jakarta Timur dapat disimpulkan obat sitostatika oral yang digunakan adalah Nateran sebanyak 192 kali peresepan (45,1%); Tamofen 98 kali peresepan (23%); Bracer 57 kali peresepan (13,4%); Lebrest 44 kali peresepan (10,3%); Taceral 35 kali peresepan (8,2%).
Gambaran Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Poli Aanak Rumah Sakit X Dellia Saputri; Sylvi Adiana; Milda Rianty Lakoan
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.439

Abstract

Tingkat kepuasan pasien sangat penting bagi suatu pusat kesehatan, selain hal tersebut mengarah kepada loyalitas pasien, namun juga berpengaruh pada hasil klinis yang lebih baik dan kepatuhan pasien. Kepuasan pasien sendiri juga bisa digambarkan dengan ukuran seberapa senang pasien dengan perawatan kesehatan yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian pada bidang sarana prasarana, bidang keramahan dan kebersihan petugas, kecepatan pelayanan, dan dalam bidang Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) yang diberikan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berupa kuesioner berdasarkan penelitian prospektif. Kepuasan pasien diukur dari empat dimensi yang dijabarkan menjadi sepuluh pertanyaan dan dianalisis menggunakan persentase dan skala likert. Hasil Penelitian menunjukan rata-rata persentase interpretasi skor sebesar 0.89% tidak puas, 6.89% kurang puas, 66.67% puas, dan 25.55% sangat puas.
Evaluasi Kelengkapan Resep Secara Administratif Pasien Poli Anak Eksekutif Di Rumah Sakit X Depok Periode Agustus-Oktober 2022 Ranti Triambarwati; Sylvi Adiana
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.440

Abstract

Pengkajian resep merupakan suatu proses sebelum dilakukannya kegiatan dispensing dimana proses ini dilakukan untuk memastikan setiap aspek baik administratif dan farmasetik sudah sesuai. Tujuan umum dilaksanakannya penelitian ini mengetahui kelengkapan resep di Rumah Sakit X Depok sesuai dengan peraturan menteri kesehatan No.72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa pada aspek penulisan nama pasien, umur pasien, jenis kelamin, nama dokter, alamat praktek dokter, paraf dokter, ruangan asal resep dan tanggal resep sudah sesuai dimana dari keseluruhan total resep yang diteliti pada periode Agustus – Oktober 2022 sudah sesuai dengan persentasi 100 %. Namun pada penelitian ini masih terdapat ketidaksesuaian dimana pada aspek penulisan berat badan terdapat ketidaklengkapan pada seluruh resep yang diteliti, pada aspek penulisan nomor SIP terdapat ketidaksesuaian 48,33 % pada periode Agustus, 39,48 % pada periode September dan 47,7 % pada periode Oktober. Aspek yang terdapat ketidaksesuaian selanjutnya adalah penulisan berat badan meskipun dengan persentase yang tidak terlalu signifikan yakni 1,5 % pada periode Agustus, 0,5 % pada periode September dan 1,02 % pada periode Oktober.
Profil Penggunaan Obat Kelasi Besi Pada Pasien Talasemia Poli Anak Di Rumah Sakit X Jatinegara Eva Nurbahiyah; Devi Maulina
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.441

Abstract

Di dunia, diperkirakan terdapat 80 juta pembawa sifat talasemia. Talasemia merupakan penyakit hemolitik herediter yang disebabkan oleh gangguan sintesis hemoglobin didalam sel darah merah. Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit X Jatinegara ini bertujuan untuk mengetahui jenis terapi obat kelasi besi dan profil kadar ferritin pada pasien anak dengan diagnosa talasemia. Sampel yang digunakan sebanyak 36 pasien sesuai dengan kriteria inklusi. Setelah dilakukan penelitian diperoleh hasil bahwa dari karakteristik pasien talasemia berdasarkan jenis kelamin terbanyak diperoleh hasil 55,56%  yaitu pada jenis kelamin laki-laki. Karakteristik talasemia berdasarkan usia, pasien terbanyak pada kelompok usia 6-12 tahun diperoleh hasil 58,33%. Berdasarkan Kadar ferritin pasien yang mendapatkan obat kelasi besi paling banyak diperoleh dari hasil dari kadar ferritin pasien yang mengalami kenaikan yaitu sebanyak 69,44%, dan dari hasil penggunaan obat kelasi besi berdasarkan jenis obat, hasil yang tertinggi pada sediaan obat Ferriprox  tablet dengan nilai persentase 55,56%.
Gambaran Kelengkapan Resep Rawat Jalan Pasien BPJS Secara Administratif Dan Farmasetik di Rumah Sakit X Di Bekasi Periode Oktober-Desember 2022 Nurul Qomariyah; Sylvi Adiana
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2.442

Abstract

Pengkajian resep merupakan aspek yang sangat penting dalam proses peresepan obat karena dapat membantu mengurangi terjadinya medication error. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan resep pasien BPJS rawat jalan secara administratif dan farmasetik di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Bekasi. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling didapatkan sampel sebanyak 396 resep. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut didapatkan hasil pengkajian secara administratif: Nama / RM pasien, umur pasien, jenis kelamin pasien, alamat dokter, nama dan paraf dokter didapatkan hasil sebanyak 100% (396 resep), adapun hasil ketidaklengkapan resep meliputi berat badan pasien sebanyak 34% (135 resep) dan surat izin praktek dokter sebanyak 29% (114 resep). Dan Pengkajian secara farmasetik meliputi : Nama obat, bentuk dan kekuatan sediaan sebanyak 24% (94 resep), dosis dan jumlah obat sebanyak 27% (107 resep), stabilitas obat sebanyak 4% (14 resep), aturan dan cara penggunaan obat sebanyak 22% (89 resep). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa masih ada resep yang belum memenuhi aspek kelengkapan resep secara administratif maupun farmasetik dan dari hasil tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien serta mencegah terjadinya medication error.
Evaluasi Kesesuaian Penerapan Sistem Distribusi Unit Dose Dispensing (UDD) Berdasarkan Standar Prosedur Operasional Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit (X) Periode Juni – Agustus 2022 Rachmawati Rachmawati; Sylvi Adiana
Indonesian Journal of Health Science Vol 3 No 2a (2023): Terus Melaju Untuk Indonesia Maju
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v3i2a.445

Abstract

Unit dose dispensing (UDD) merupakan sistem pendistribusian dimana pasien mendapat obat dan perbekalan kesehatan dalam dosis sekali pakai untuk satu hari pemakaian, Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 72 tahun 2016. Rumah Sakit (X) merupakan salah satu rumah sakit yang telah menerapkan sistem Unit Dose Dispensing pada pasien rawat inap sejak Juli 2019. Tujuan penelitian untuk mengetahui Apakah penerapan sistem Unit Dose Dispensing (UDD) di ruang rawat inap Rumah Sakit (X) periode Juni - Agustus 2022 sudah sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Non probability sampling dengan metode Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan UDD berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) di ruang rawat inap Rumah Sakit (X) periode Juni-Agustus 2022 adalah 93,55%.

Page 4 of 32 | Total Record : 319