cover
Contact Name
-
Contact Email
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jppkmi@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung F5 Lantai 2 Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI)
ISSN : 27465306     EISSN : 27465292     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia (JPPKMI) memuat tulisan ilmiah berupa laporan penelitian atau review artikel penelitian (original article research paper) kualitatif dan kuantitatif dengan fokus meliputi: Pendidikan dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Pendidikan Kesehatan & Ilmu Perilaku, Administrasi & Kebijakan Kesehatan, Gizi Masyarakat, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Kesehatan Reproduksi, Sistem Informasi Kesehatan, Ekonomi Kesehatan, serta One Health & Global Health.
Articles 80 Documents
Unit Cost sebagai Dasar Penentuan Tarif Rasional: Studi Kasus Puskesmas Ngemplak II Yogyakarta Untari, Jati; Rusyani, Yelli Yani; Agni,  Markus Gelar Kumara; Kumalasari, Desi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47206

Abstract

Masalah tarif pelayanan selama ini masih menjadi masalah utama yang dihadapi oleh pelayanan kesehatan pemerintah di era BPJS sekarang ini. Selama ini, tarif biasanya ditetapkan oleh pemerintah tanpa suatu kajian yang rasional (perhitungan unit cost). Penelitian ini bertujuan menganalisis perhitungan unit cost di Puskesmas Ngemplak II Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data keuangan di Poli KIA-KB Puskesmas Ngemplak II. Hasil unit cost menunjukkan bahwa tarif untuk pelayanan ANC sebesar Rp 19,975 sedangkan tarif non subsidi sebesar Rp 17,000, pelayanan KB suntik Rp 24,756 sedangkan tarif non subsidi sebesar Rp 24,000, dan untuk pelayanan imunisasi Rp 20,447 dengan tarif non subsidi Rp 17,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tarif pelayanan Poli KIA-KB yang terdiri dari pelayanan Antenatal Care, KB Suntik, dan Imunisasi di Puskesmas Ngemplak II masih di bawah unit cost.
Sanitasi Penyediaan Air Bersih dengan Kejadian Stunting pada Balita Nisa, Septi Khotimatun; Lustiyati, Elisabeth Deta; Fitriani, Ayu
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47243

Abstract

Abstrak Latar Belakang. Angka kejadian stunting di Kecamatan Kalasan pada tahun 2018 sebesar 17,01%, nilai tersebut masih jauh dari target penurunan stunting di Kabupaten Sleman yaitu 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sanitasi penyediaan air bersih dengan kejadian stunting pada balita di Desa Tamanmartani. Metode. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita, yaitu 45 kasus dan 45 kontrol. Instrumen diadaptasi dari formulir inspeksi sanitasi penyediaan air bersih dari Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan signifikan antara sanitasi penyediaan air bersih dengan kejadian stunting (p=0,047, OR=2,705) Penutup. Disarankan bagi masyarakat perlu membersihkan area sekitar sumur gali/ledeng dari kotoran hewan ternak dan sampah, menghindari genangan air serta perbaikan retakan sekitar sumur. Abstract. Background. Stunting incidence at Kalasan District in 2018 was 17.01%, this value is still far from the target for reducing stunting in Sleman Regency, which is 10%. This study aims to determine the relationship between sanitation of clean water supply and the incidence of stunting in children under five in Tamanmartani Village. Method. This study uses an analytical method with a case-kontrol approach. The sampling technique used was total sampling. The sample of this study were mothers who had toddlers aged 0-59 months, there were 45 cases and 45 kontrols. The instrument adapted from the clean water supply sanitation inspection form from Yogyakarta Special Region Health Office. Data analysis using Chi-square test. Results. The results of this study indicate that there is a significant relationship between sanitation of clean water supply and the incidence of stunting (p = 0.047, OR = 2.705). Closing. It is recommended for the community to clean the area around the dug wells from livestock manure and garbage, avoid puddles of water and repair cracks around the well.
Perbedaan Antara Larutan Lidah Buaya dan Larutan Kunyit dalam Menurunkan Kadar Formalin pada Ikan Teri Hasyim, Ashlikhatul Fuadah Al; Suratman, Suratman; Rejeki, Dwi Sarwani Sri`
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 2 (2021): JPPKMI: November 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i2.47247

Abstract

Formalin telah disalahgunakan pada ikan teri untuk menghindari kerusakan. Lidah buaya dan kunyit memiliki kandungan saponin yang dapat menurunkan kadar formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan larutan lidah buaya dan kunyit dalam menurunkan kadar formalin pada ikan teri. Jenis penelitian ini adalah true experiment dengan menggunakan Postest only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ikan teri di Pasar Wage Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri dengan larutan lidah buaya dengan konsentrasi 60%, 80%, 100% dan larutan kunyit dengan konsentrasi 20%, 25%, dan 30% dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Ikan teri direndam pada masing-masing larutan, kemudian diuji kadar formalin. Uji statistik adalah uji normalitas dengan Shapiro wilk, dilanjut dengan uji Kruskal wallis, dan uji Mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata penurunan kadar formalin antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan saponin pada larutan lidah buaya dan larutan kunyit. Kadar formalin paling rendah terdapat pada larutan lidah buaya 80%. Kadar formalin pada larutan lidah buaya lebih rendah dibandingkan kadar formalin pada larutan kunyit, yaitu larutan lidah buaya 80% sebesar 0,197 ppm. Larutan lidah buaya 80% mempunyai kemampuan untuk menurunkan kadar formalin paling tinggi
Analisis Perencanaan Obat di UPTD Farmasi Dinas Kesehatan Kota Depok Fortunandha, Dhea Keyle; Intiasari, Arih Diyaning; Kurniawan, Arif
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47251

Abstract

Background: Planning is an initial stage and as an important and decisive stage, because planning for drug needs will affect the next cycle of drug management in the health care unit. If the planning are weak, it will give a negative impact on the overall management cycle. The findings of expired drugs is a negative impact experienced by the Pharmaceutical Technical Service Unit of Government Health Department in Depok, so it can be assumed that drug planning has not been carried out properly. Methods: This research is a qualitative research with a case study design. This research was conducted at the Pharmaceutical Technical Service Unit of Government Health Department in Depok with 8 informants. The data analysis used was content analysis. Results: Analysis of drug planning at the Pharmaceutical Technical Service Unit of Government Health Department in Depok shows that limited human resources do not yet know enough about the process of calculating drug needs, recording and reporting drug logistics which is done manually to be the main obstacle in using data for drug planning, selecting types of drugs and calculating drug needs not completely according to the guidelines. Drug planning is not done optimally because there are expired drugs and drug stock vacancies which cause the planning results are not as expected. So it is necessary to monitor and evaluate the availability of drugs so that the findings of expired drugs can be minimized as well as training in drug management so that drug managers understand about good drug management and methods of planning drug needs in accordance with established guidelines. Conclusion: Drug planning carried out by the Pharmaceutical Technical Service Unit of Government Health Department in Depok is not fully in accordance with the technical guidelines for drug procurement also there are expired drugs and drug stock vacancies which cause the planning results are not as expected. The existence of expired drugs and drug stock vacancies at the UPTD Pharmacy at the Depok City Health Service are caused by factors outside the system, including short drug expiration periods, changes in disease patterns, COVID-19 pandemic conditions that hinder the distribution of program drugs to program targets, and drugs not available at e-catalog.
Iklim Kerja, Postur Kerja, dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja Bengkel Las Hijah, Nurul Fidinia; Setyaningsih, Yuliani; Jayanti, Siswi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47282

Abstract

Abstrak. Pendahuluan: Kelelahan kerja merupakan suatu keadaan yang dirasakan oleh tenaga kerja dan dapat menimbulkan penurunan vitalitas dan produktivitas kerja. Kelelahan kerja bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya iklim kerja, postur kerja dan masa kerja. Salah satu pekerjaan yang terpapar iklim kerja adalah pekerjaan di bengkel las. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan iklim kerja, postur kerja dan masa kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja bengkel las. Metode: Variabel bebas berupa iklim kerja, postur kerja serta masa kerja dan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel pada penelitian yaitu berjumlah 75 pekerja dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil menunjukkan variabel iklim kerja berhubungan terhadap kelelahan kerja dengan nilai p = 0,041, variabel postur kerja berhubungan terhadap kelelahan kerja dengan nilai p = 0,027, dan variabel masa kerja berhubungan terhadap kelelahan kerja dengan nilai p = 0,000. Penutup: Kesimpulan bahwa iklim kerja, postur kerja dan masa kerja berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bengkel las. Abstract. Introduction: Fatigue is a condition that is felt by the workforce and can lead to a decrease in vitality and work productivity. Fatigue can occur due to several factors including work climate, work posture and working period. One of the jobs exposed to the work climate is work in welding workshop. This study aims to analyze the relationship of work climate, work posture and working period to fatigue in welding workers. Methods:Independent variables are work climate, work posture and work period using quantitative research methods with cross sectional. The sampling used is simple random sampling. The sample is amounted to 75 workers and analyzed using Chi-Square Test with 95% confidence. Results: Work climate variable is related to work fatigue with p Value = 0.041, the work posture variable is related to work fatigue with p Value = 0.027, and the variable period of work is related to work fatigue with p Value = 0.000. Closing: Work climate, work posture and working period are related to work fatigue in welding workers.
Keputusan Pemilihan Pelayanan Pengobatan Ditinjau dari Karakteristik Individu dan Aksesibilitas Fitriani, Lisa; Nur, Aprilia Artati; Rahayu, Rahayu; Jinan, Raudatul; Selviana, Rizka Elma; Rahman, Fauzie; Laily, Nur
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47366

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan, dan aksesibilitas pelayanan dengan keputusan pemilihan layanan pengobatan di masyarakat. Penelitian ini dilakukan secara online menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Instrument yang digunakan adalah kuesioner bentuk google form. Pengumpulan data dilakukan melalui WhatsApp pada bulan April-Mei tahun 2021 dengan wilayah penelitian masyarakat yang tinggal di Kalimantan Selatan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 103 Responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil uji chi-square dalam penelitian ini, menunjukan nilai p dari variabel usia, pendidikan, pekerjaan dan aksesibilitas adalah 0,039, 0,537, 0,145 dan 0,020. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan aksesibilitas dengan keputusan memilih pelayanan pengobatan. Namun tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pekerjaan dengan keputusan dalam memilih pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas mutu pelayanan, akreditasi, meningkatkan teknologi informasi, tata kelola fasilitas yang maksimal, peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kesehatan, melengkapi sarana prasarana, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat. Kata Kunci: Pelayanan kesehatan, metode pengobatan, pekerjaan, aksesibilitas pelayanan Abstract. This study aims to determine the relationship between age, education, occupation, and service accessibility with the decision to choose treatment services in the community. This research was conducted online using quantitative methods with a cross sectional study design. The instrument used is a google form questionnaire. Data collection was carried out through WhatsApp in April-May 2021 with the research area of ​​​​people living in South Kalimantan. The sample used in this study were 103 respondents. Data analysis was performed using univariate analysis and bivariate analysis. The results of the chi-square test in this study, showed the p-values ​​of the variables of age, education, occupation and accessibility were 0.039, 0.537, 0.145 and 0.020. So it can be concluded that there is a significant relationship between age and accessibility with the decision to choose treatment services. However, there is no significant relationship between education and work with decisions in choosing treatment. Therefore, it is necessary to develop equitable development, improve the quality of service quality, accreditation, improve information technology, maximum facility management, increase the quality and quantity of health human resources, complete infrastructure facilities, and increase community involvement. Keyword: Health services, treatment methods, occupations, accessibility of services
Pelayanan Rumah Sehat COVID-19 Inovasi Pengendalian Mortalitas dan Morbiditas: Studi Kasus di Kabupaten Sukoharjo, Indonesia Setiyadi, Noor Alis; Umaroh, Ayu Khoirotul; Wahdiyati, Yunia; Septiyanti, Rizma
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47457

Abstract

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam penanganan COVID-19 adalah mendirikan Rumah Sehat COVID-19 sebagai tempat isolasi khusus pasien terpapar virus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan Rumah Sehat COVID-19 sebagai inovasi pengendalian mortalitas dan morbiditas COVID-19. Metode penelitian yakni kualitatif desain studi kasus. Pengambilan data dengan wawancara, sampel purposive yakni Kepala Dinas Kabupaten Sukoharjo dan petugas kesehatan RSC. Analisa data yakni analisis tematik. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Aspek legal dari RSC adalah Perbup Sukoharjo No.19/2020; 2) Persyaratan pasien adalah semua orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan sedang tinggal di Sukoharjo; 3) Bangunan dan fasilitas penunjang layak (rekam medis, pendanaan, APD, swab test); 4) Pemerintah melakukan pendekatan kepada masyarakat setempat agar dapat menerima keberadaan RSC; 5) Pasien merasa nyaman; 6) Petugas kesehatan masih memiliki rasa khawatir saat penanganan; 7) RSC memberikan dampak angka kesembuhan. Yang perlu ditingkatkan oleh RSC adalah pengadaan layanan PCR kepada pasien yang telah diizinkan pulang dan karantina mandiri di rumah serta memberikan early support dan after care pada petugas kesehatan untuk mengurangi rasa khawatir yang mereka rasakan. Kata kunci: RSC, Isolasi, COVID-19
Riwayat Pemberian MP-ASI dan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Stunting pada Balita Hidayah, Astriya; Siswanto, Yuliaji; Pertiwi, Kartika Dian
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47526

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to a chronic lack of nutritional intake. According to WHO, Indonesia is the third country with the highest incidence in Southeast Asia at 27.7%. This study aims to determine the relationship between the history of complementary feeding and economic status with the incidence of stunting in children under five in Ngjajaran Village, Tuntang District, Semarang Regency. The research design used was observational analytic with a case-control approach. The research sample was 88 toddlers consisting of 22 cases and 66 controls taken by simple random sampling technique. Data were analyzed using chi-square test. The results showed that there was a relationship between the history of complementary feeding and the incidence of stunting in toddlers with p value = 0.004; OR=4.929 (95% CI 1.745-13.936); there is a relationship between economic status and the incidence of stunting in children under five with p value = 0.047; OR=0.327 (95% CI 0.120-0.890). Closing: The conclusion in this study is that there is a relationship between the history of giving complementary feeding and economic status with the incidence of stunting in children under five in Ngajaran Village, Tuntang District, Semarang Regency.
Kapabilitas, Motivasi, dan Pendayagunaan SDM terhadap Kinerja Pegawai di Puskesmas Puspitasari, Sendhi Tristanti; Redjeki, Endang Sri; Maulidyah, Rahma
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47559

Abstract

Kinerja atau hasil kerja individu saat melaksanakan tugas yang sesuai dengan target ataupun kriteria yang sudah ditentukan. Berdasarkan cakupan penilaian kinerja Puskesmas di Kota Malang tahun 2019 Puskesmas Kendalsari memiliki penilaian yang masih cukup dengan nilai rata-rata 7,89 pada indikator manajemen Puskesmas. Selain itu, hasil penilaian kinerja pegawai yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang tahun 2017-2019 pada pegawai ASN di Puskesmas Kendalsari belum meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan studi pendahuluan menunjukkan bahwa kinerja pegawai di Puskesmas Kendalsari masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor kapabilitas, motivasi, dan pendayagunaan SDM terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini yaitu pegawai di Puskesmas Kendalsari Kota Malang. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang digunakan yakni uji regresi ordinal. Analisis yang didapatkan yaitu variabel yang memiliki hubungan dengan kinerja pegawai adalah motivasi (nilai G2 = 13,046) dikarenakan nilai G2 lebih besar dari chi-square (x2) tabel = 7,815. Sedangkan, kapabilitas (G2 = 0,823) dan pendayagunaan SDM (G2 = 0,0) lebih kecil dari chi-square (x2) tabel yang menunjukkan tidak ada hubungan. Sehingga, variabel yang paling berhubungan dengan kinerja pegawai yakni motivasi dengan nilai (odd ratio = 13,45). Terdapat hubungan antara motivasi terhadap kinerja pegawai, dan tidak ada hubungan antara kapabilitas dan pendayagunaan SDM terhadap kinerja Pegawai di Puskesmas Kendalsari Kota Malang.
Enterobiasis: Infeksi Kecacingan Penting pada Balita Sumanto, Didik; Alfizena, M. Samroy; Kristini, Tri Dewi
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2021): JPPKMI: Juni 2021
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jppkmi.v2i1.47560

Abstract

Enterobiasis disebabkan oleh cacing usus yang dapat menyerang siapa saja namun lebih sering dilaporkan kasusnya pada anak. Angka kejadian tertinggi sebesar 52,6% di Godong Grobogan. Penelitian ini menggali informasi kasus enterobiasis pada balita di daerah dengan ketersediaan sumber air bersih yang kurang memadai. Observasi secara cross-sectional diskriptif dilakukan terhadap 74 balita di Desa Marong Lombok Tengah. Pengambilan specimen apusan perianal menggunakan periplaswab, lalu diperiksa secara mikroskopis, sedangkan variabel lain diobservasi dan wawancara responden. Kasus enterobiasis ditemukan sebesar 27,0% pada balita. Ketersediaan sumber air bersih hanya 21,7% dari jumlah keluarga. Kebersihan kuku balita sebanyak 48,6% kurang baik. Kebersihan selimut dan sprei tempat tidur anak yang kurang baik masing-masing sebesar 50,0% dan 27,0%. Kamar tidur anak tanpa pencahayaan matahari langsung sebanyak 74,3%. Sebanyak 31,1% keluarga belum melakukan pengobatan mandiri. Tingginya angka enterobiasis di Desa Marong harus dipecahkan dengan dua pendekatan. Pendekatan pertama terkait penyediaan sarana air bersih dan yang kedua adalah upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan infeksi enterobiasis.