cover
Contact Name
Hadi Pranoto
Contact Email
hadipranoto21@gmail.com
Phone
+6285669634986
Journal Mail Official
bkummetrochanel@gmail.com
Editorial Address
Counseling Milenial (CM) Journal Alamat: Prodi Bimbingan dan Konseling ,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Kampus 1 Gedung C Lantai 1 Universitas Muhammadiyah Metro, Jl. KH Dewantara No. 116 Kota Metro E-mail : bkummetrochanel@gmail.com Principal Contact Agus Wibowo bowokhoirunnas_khairunnasgcc@rocketmail.com Phone +62857-6946-6618 (WA) Support Contact Hadi Pranoto Phone +6285669634986 (WA) hadipranoto21@gmail.com https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/konselor/contact https://scholar.ummetro.ac.id/index.php/konselor/about/editorialTeam
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Counseling Milenial (CM)
ISSN : 27164144     EISSN : 27164772     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Education, Social,
Counseling Milenial (CM) Jurnal bimbingan dan konseling mahasiswa bimbingan dan konseling Universitas Muhammadiyah Metro lebih berpusat kepada ilmu pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Psikologi dan Psikologi Pendidikan. As well as the study of psychology education and other relevant guidance and counseling.
Articles 100 Documents
Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok terhadap Motivasi Belajar Hadi Pranoto; Nurul Atieka; Felicia Inggit Aspurua
Counseling Milenial (CM) Vol 4 No 1 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v4i1.3142

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap motivasi belajar pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 5 Metro Tahun ajaran 2019/2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh positif penggunaan layanan bimbingan kelompok terhadap motivasi belajar peserta didik SMP Negeri 5 Metro.Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen Desain One Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VII yang berjumlah 232, dan yang memiliki motivasi belajar rendah berjumlah 35 orang peserta didik, jadi pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, disesuaikan dengan tujuan peneliti, pertimbangan dalam menentukan sampel dalam penelitian ini dengan memilih 15 orang peserta didik dari kelas VIII SMP Negeri 5 Metro yang mengalami tingkat motivasi belajar yang paling rendah diantara beberapa partisipan yang diidentifikasi memiliki motivasi belajar yang rendah. Pengambilan data padapenelitian ini menggunakan metode angket. Analisis data dengan uji t ditunjukan pleh selisih perubahan skor motivasi belajar peserta didik dari hasil pretest dan postest sebesar 15,6. Terdapat pengaruh positif layanan bimbingan kelompok terhadap motivasi belajar peserta didik dapat dilihat dari pengujian hipotesis didapatkan hasil perhitungan nilai t hitung > t tabel (36,14> 24,99) dari signifikasi 0,05 dan derajat kebebasan (db = n - 1 = 15 - 1 = 14).Kesimpulan pada penelitian ini adalah layanan bimbingan kelompok yang dilaksanakan berpengaruh secara positif terhadap motivasi belajar peserta didik khususnya peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Metro.
Pelaksanaan Bimbingan Belajar Calistung di Era Pandemi Covid-19 Mudaim Mudaim; Agus Wibowo; Tyas Sasmita Louisky
Counseling Milenial (CM) Vol 4 No 1 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v4i1.3143

Abstract

Pembelajaran saat pandemi banyak mengalami kendala dan pada akhirnya menimbulkan beberapa permasalahan, khususnya untuk peserta didik.Terutama untuk peserta didik kelas I, II, dan III sekolah dasar.Banyak peserta didik yang mengalami keterlambatan dalam kemampuan Calistung atau membaca, menulis, dan berhitung. Melaksanakan salah satu program tambahan di luar jam pelajaran akademik sekolah adalah salah satu alternatif kegiatan yang dapat diupayakan untuk mengatasi masalah tersebut. Melakukan penjaringan lalu membentuk kelompok belajar adalah tahap perencanaan pertama.Melakukan program bimbingan belajar calistung dengan membentuk kelompok belajar dengan teknik klasikal dirasa dapat mengembalikan semangat belajar peserta didik sekaligus mampu meningkatkan kemampuan calistung peserta didik.Pelaksanaan bimbingan belajar Calistung dibimbing oleh wali setiap kelas secara tatap muka dan tetap menjaga protokol kesehatan.
Adolescent Self Concept di Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah Metro Marzuki Noor; Rio Septora; Diah Pangestuti
Counseling Milenial (CM) Vol 4 No 1 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v4i1.3144

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui dimensi konsep diri remaja di Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah, faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri remaja di Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah, dan bagaimana mengembangkan konsep diri positif remaja di Rumah Anak Yatim Budi Utomo Muhammadiyah. Jenis penyelidikan ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek data adalah remaja di rumah anak yatim dan Pengasuh rumah anak yatim. Data yang diperoleh pengkaji melalui wawancara subjek di lapangan. Analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan membuat kesimpulan. Pengujian keabsahan dapat dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber. Kesimpulan dalam kajian ini adalah 1)dimensi-dimensi konsep diri remaja di Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah Metro terdiri dari keempat remaja panti yang mempunyai pengetahuan positif, harapan yang dimiliki dari remaja panti bersifat positif, penilaian individu terhadap diri sendiri cukup baik. 2) faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri remaja di Panti Asuhan Budi Utomo Muhammadiyah Metro terdiri dari pengalaman yang didapat remaja panti adanya kegagalan dari peristiwa masa lalu, kompetensi yang dimiliki keempat remaja panti dapat disalurkan sesuai potensinya. 3) cara mengembangkan konsep diri positif remaja di Panti yaitu pertama, diri sendiri remaja panti meliputi mengembangkan kemampuan, menerima diri apa adanya. Kedua, dari orang tua dapat menerima individu apa adanya, menunjukkan harapan yang realistis, tidak memberi label.
Pelaksanaan Diagnosis Kesulitan Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Daring Oleh Guru Bimbingan dan Konseling Merie Handayani; Satrio Budi Wibowo; Hadi Pranoto
Counseling Milenial (CM) Vol 4 No 1 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v4i1.3146

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tahap pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar peserta didik dalam pembelajaran daring oleh guru Bimbingan dan Konseling, dan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan diagnosis kesulitan belajar peserta didik dalam pembelajaran daring oleh guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 1 Kotagajah Tahun Pelajaran 2020/2021. Metode penelitian ini menggunakan kualittaif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek data dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling, guru mata pelajaran, dan peserta didik. Data yang diperoleh peneliti melalui metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan tahap pelaksanaan diagnosis meliputi beberapa tahapan, yaitu: identifikasi kasus untuk mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan belajar, identifikasi masalah untuk melokalisasikan kesulitan belajar pada mata pelajaran tertentu atau seluruh mata pelajaran, identifikasi faktor penyebab untuk mengetahui jenis, gejala, serta faktor yang menyebabkan kesulitan belajar, prognosis untuk memperkirakan alternatif bantuan yang akan diberikan, referal atau tahap pemberian bantuan guru bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang mengalami kesulitan belajar seperti bimbingan pribadi, bimbingan orang tua, dan pengajaran remedial, dan tahap yang terakhir adalah evaluasi yang dilakukan guru bimbingan dan konseling bekerjasama dengan pihak yang terlibat lainnya untuk mengetahui keberhasilan bantuan yang diberikan kepada peserta didik. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan diagnosis terdiri dari dari 2 faktor, yaitu: faktor internal meliputi latar belakang pendidikan guru, pengalaman lama mengajar, dan kepribadian guru. Sedangkan faktor eksternalnya meliputi sarana dan prasarana yang sudah lengkap, dana untuk pemberian layanan dari pihak sekolah, dukungan dari pihak pimpinan, dan kerjasama yang baik antara guru bimbingan dan konseling dengan personil sekolah lainnya.
Managemen Layanan Konseling Individu untuk Meningkatkan Self-Acceptance Nindi Rahmawati; Satrio Budi Wibowo; Rio Septora
Counseling Milenial (CM) Vol 4 No 1 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v4i1.3147

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui manajemen layanan konseling individu untuk meningkatkan penerimaan diri peserta didik berkebutuhan khusus di SMP Negeri 3 Trimurjo Lampung Tengah.Jenis penelitian ini ialah kualiatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru bimbingan dan konseling, guru mata pelajaran, dan peserta didik berkebutuhan khusus.Data yang diperoleh peneliti melalui metode wawancara dan observasi ke subjek penelitian.Analisis data menggunakan model miles. Pengujian keabsahan dapat dilakukan dengan cara triangulasi teknik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) Perencanaan layanan belum berjalan dengan optimal dikarenakan kurangnya persiapan fasilitas untuk peserta didik berkebutuhan khusus. (2) Pelakasanaan layanan dilakukan dengan memberikan motivasi yang berlandaskan nilai-nilai gama. (3) Evaluasi pelaksanaan layanan dilakukan dengan pengamatan dan monitoring oleh guru mata pelajaran. (4) Tindak lanjut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dengan melaksanakan konseling lanjutan, home visit, dan alih tangan kasus. (5) Laporan dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling kepada pihak terkait dalam bentuk dokumen laporan bukan berbentuk foto.
Perbedaan Aktifitas dalam Pembelajaran di Tinjau dari Locus Of Control Yoan Darul; Satrio Budi Wibowo; Mudaim Mudaim
Counseling Milenial (CM) Vol 4 No 1 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v4i1.3148

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan aktivitas pembelajaran pada peserta didik yang mempunyai Locus of control internal dengan peserta didik yang memiliki locus of control eksternal.Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif atau perbandingan. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik di SMK Kartikatama Metro Tahun Pelajaran 2021. Sampel diambil dari keseluruhan populasi yang berjumlah 25 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan angket locus of control dan angket aktivitas peserta didik. Adapun penskoran angket pada locus of control menggunakan skala Rotter dan Angkt aktivitas menggunakan skala likert. Analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan aplikasi SPSS versi 20.0. Hasil penelitian ini diperoleh nilai thitung sebesar 2,682. Nilai ini kemudian dikonsultasikan dengan nilai ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan diperoleh nilai ttabel 2,07. Selain itu, dari hasil perhitungan juga diperoleh niali signiikansi (p) sebesar 0,013 sehingga nilai p < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan ada perbedaan aktivitas belajar peserta didik yang memiliki locus of control internal dan locus of control eksternal. Jika dilihat dari reratanya, maka peserta didik yang memiliki locus of kontrol internal lebih besar aktivitasnya dari pada peserta didik yang memiliki locus of control eksternal.
LAYANAN KONSELING ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS TERHADAP NY. R UMUR 33 TAHUN P1A0 9 HARI POST PARTUM DENGAN PUTING SUSU LECET DI BPS DESI ANDRIYANI, A.MD. KEB BANDAR LAMPUNG Sholikhatun Khurniasih; Hadi Pranoto
Counseling Milenial (CM) Vol 1 No 1 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas konseling asuhan kebidanan dalam mengatasi masalah puting susu lecet pada seorang ibu nifas yang baru melahirkan. Kasus ini melibatkan Ny. R, seorang ibu berusia 33 tahun, dengan riwayat kelahiran pertama dan berada pada hari ke-9 pasca persalinan. Kondisi puting susu lecet yang dialami oleh Ny. R menyebabkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan selama proses menyusui.
PELAKSANAAN KEGIATAN NEED ASSESMENT BIMBINGAN DAN KONSELING Tyas, Fildayana Ayuning; Noor, Marzuki; Wibowo, Satrio Budi
Counseling Milenial (CM) Vol. 5 No. 1 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v5i1.5152

Abstract

This research focuses on implementing needs assessments at SMA Negeri 4 Metro. The aim of the research is to determine the Need Assessment activities carried out by Guidance and Counseling teachers, the instruments used by Guidance and Counseling teachers in carrying out Need Assessments and the results of Need Assessments carried out by Guidance and Counseling teachers at SMA Negeri 4 Metro. This research uses qualitative research methods which produce data in the form of information or information regarding the implementation of needs assessments at SMA Negeri 4 Metro. The data sources in this research were 3 Guidance and Counseling teachers. Data collection uses interview, documentation and observation methods to determine the implementation of the assessment, the tools used in the assessment, and the results of the assessment. The results of this research show that the needs assessment carried out at SMA Negeri 4 Metro was carried out offline and online. The assessment is carried out by following assessment procedures starting from identifying problems, testing feasibility, collaborating with parties who can provide data, and analyzing needs. The assessment instruments used by guidance and counseling teachers are in the form of questionnaires and AUM-U format 2. In AUM there are 50 statement items that are filled in by students regarding problems or potential that can be developed by guidance and counseling teachers. The assessment results resulting from the process of analyzing student needs are mapping of service programs that are in accordance with AUM-U.
PERAN SUPERVISI BK DALAM MENINGKATKAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Rahmawati, Novi; Wibowo, Agus; Pranoto, Hadi
Counseling Milenial (CM) Vol. 5 No. 1 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v5i1.5153

Abstract

The aims of this reseach are: (1) to determine the role of supervision in planning counseling services at SMA Negeri 4 Metro. (2) to determine the role of supervision in BK supervision activities at SMA Negeri 4 Metro and (3) to determine the role of supervision of Guidance and Counseling in the evaluation of guidance and counseling services by guidance and counseling teachers at SMA Negeri 4 Metro.This research method uses qualitative research with descriptive research type. The presence of researchers as research data collectors as well as analyze data. The instrument in this study used interview sheets, observations, and documentation. Data analysis used inductive descriptive data analysis. The results of this study indicate that the role of guidance and counseling supervision in the planning aspect of guidance and counseling services to improve service quality is to examine, assess, and guide teachers in preparing service tools, questionnaires on student needs, helps provide input on how to identify student problems, examines programs guidance and provide eligibility for programs and RPL that have been made by the teacher. The role of guidance and counseling supervision in the implementation aspect of guidance and counseling services is to monitor, guide, and direct teachers in the implementation of services to comply with established assessment standards. The role of guidance and counseling supervision in the service evaluation aspect is to provide assistance to teachers in assessing and making service follow-up processes, providing suggestions and input to guidance and counseling teachers to always carry out evaluations immediately after carrying out service activities.
INTERNALISASI NILAI-NILAI BUDAYA JAWA DALAM PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDU OLEH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Mukaromah, Siti Tri; Wibowo, Agus; Pranoto, Hadi
Counseling Milenial (CM) Vol. 5 No. 1 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/konselor.v5i1.5161

Abstract

The aims of this study are to determine the value of mutual assistance which is internalized in the implementation of individual counseling for students at SMA Negeri 4 Metro. To find out the value of the community that is internalized in the implementation of individual counseling for students at SMA Negeri 4 Metro. To find out the value of the pillars that are internalized in the implementation of individual counseling for students at SMA Negeri 4 Metro. To find out the value of character (Tepa Selira) which is internalized in the implementation of individual counseling for students at SMA Negeri 4 Metro. To find out the value of courtesy (upload ungguh) which is internalized in the implementation of individual counseling for students at SMA Negeri 4 Metro. This research method uses qualitative research with descriptive research typeThe instrument in this study used interview sheets, observations, and documentation. Data analysis used inductive descriptive data analysis. The results of this study indicate that the form of mutual cooperation values ​​instilled in students includes group work. The form of community values ​​that are instilled in students are in the form of togetherness and brotherhood among school components. The form of the value of internalized harmony is in the form of mutual care and respect, avoiding misunderstandings that cause conflict. The form of tepa selira values ​​that are instilled in students include the teacher having to understand the situation and condition of the students. The forms of uploading values ​​that are instilled in students include attitudes, character, morals, and respect for others.

Page 6 of 10 | Total Record : 100