cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN CaO DAN EDTA (Ethylene Daiminetetraaceetat Acid) PADA LIMBAH CAIR SAWIT DALAM PEMBENAHAN KUALITAS TANAH TERKAIT KANDUNGAN LOGAM Cu DAN Zn Berlian Sitorus, Andi Hairil Alimuddin, Hani Fitria,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair sawit merupakan hasil sampingan dari produksi minyak kelapa sawit yang dapat mencemari lingkungan dalam batas ambang tertentu, oleh karena itu perlu dilakukan pengolahan. Pengolahan limbah cair sawit dilakukan dengan penambahan senyawa CaO 1000 ppm dan EDTA dengan variasi konsentrasi 1%, 2% , 3%. Kemudian diberi perlakuan pengocokan dan sentrifugasi, setelah itu diaplikasikan ke tanah. Tujuan dari pengolahan ini adalah untuk mempertahankan kandungan logam Cu dan Zn dalam tanah agar dapat dimanfaatkan oleh tanah sebagai unsur hara mikro. Penambahan CaO berfungsi sebagai senyawa yang mengubah bentuk logam Cu dan Zn pada limbah agar dapat dimanfaatkan saat ditambahkan ke tanah. Nilai tertinggi kandungan Cu pada tanah dengan perlakuan pengocokan adalah saat penambahan EDTA 2%  yaitu 69,18 ppm. Sedangkan dengan perlakuan sentrifugasi adalah saat penambahan EDTA 1% yaitu 75,72 ppm. Nilai kandungan Zn pada tanah dengan perlakuan pengocokan tertinggi adalah saat penambahan EDTA 2% yaitu 637,50 ppm. Sedangkan dengan perlakuan sentrifugasi adalah saat penambahan EDTA 2% yaitu 254,97 ppm. Penambahan EDTA dan CaO ini tidak terlalu berpengaruh pada perbaikan kualitas tanah terkair ketersediaan logam Cu dan Zn.   Kata Kunci: CaO , EDTA, limbah cair sawit, logam Cu, logam Zn, pengolahan
OPTIMASI KONSENTRASI KALIUM HIDROKSIDA PADA EKSTRAKSI KARAGINAN DARI ALGA MERAH (Kappaphycus alvarezii) ASAL PULAU LEMUKUTAN Gusrizal, Ajuk Safar., Rian Hidayah, Harlia,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karaginan merupakan polisakarida pembentuk gel yang dapat diperoleh melalui proses ekstraksi dari beberapa jenis rumput laut merah (Rhodophyceae), salah satunya jenis Kappaphycus alvarezii. Karaginan diekstraksi selama 2 jam pada suhu 85?C dengan menggunakan variasi konsentrasi kalium hidroksida 0.2 M; 0.4 M; 0.6 M; 0.8 M; dan 1.0 M. Hasil isolasi karaginan menunjukkan pada konsentrasi kalium hidroksida 0.4 M menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 47.75 %, dengan nilai kadar sulfat sebesar 14,75%, kadar logam Pb sebesar 15.975 ?g/g, kadar Cu sebesar 9.65 ?g/g, dan kadar Zn sebesar 502,55 ?g/g. Identifikasi uji kelarutan menunjukkan bahwa kelarutan dari karaginan hasil isolasi pada spektrum 1257,59 cm-1 menunjukkan adanya gugus fungsi ester sulfat, spektrum 925,83 cm-1 adanya gugus fungsi 3,6 andhirogalaktosa, spektrum 848,68 cm-1 menunjukkan adanya gugus fungsi galaktosa 4-sulfat. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan spektrum karaginan hasil isolasi telah memenuhi spesifikasi dengan karaginan komersial karena gugus-gugus fungsi yang terdapat pada spektrum karaginan yang dihasilkan identik dengan spektrum standar karaginan. Kata Kunci : Ekstraksi, Karaginan, Kappaphycus alvarezii, dan Kalium Hidroksida
PEMANFAATAN ENZIM PAPAIN DARI GETAH BUAH PEPAYA (Carica papaya L) DALAM PEMBUATAN KEJU COTTAGE MENGGUNAKAN BAKTERI Lactobacillus bulgaricus Savante Arreneuz, Betti Ernawati Pardede, Adhitiyawarman,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keju cottage merupakan jenis keju lunak tanpa pematangan yang dibuat dari susu dengan penambahan bakteri asam laktat dan enzim rennet. Enzim rennet yang digunakan dalam proses pembuatan keju sangat mahal dan tersedia dalam jumlah terbatas, sehingga perlu adanya alternatif enzim. Salah satu enzim yang dapat digunakan adalah enzim papain. Telah dilakukan penelitian dalam pembuatan keju cottage dengan konsentrasi enzim papain (300 ppm, 500 ppm, 700 ppm dan 1000 ppm). Dari hasil penelitian didapat keju cottage dengan kualitas terbaik yaitu pada konsentrasi 500 ppm (K5) dengan waktu mengkoagulasi selama 17 jam dan rendemen 9,05%. Hasil analisis kualitas keju cottage K5 yaitu : air 51,28%; abu 6,09%; lemak 2,58%; protein 15,47%; karbohidrat 24,58%; asam laktat 1,03%; kalsium 7,32% dan uji statistik ANOVA terhadap uji organoleptik adalah 3,20. Kata kunci: enzim papain, Lactobacillus bulgaricus, keju cottage
PEMBUATAN ARANG AKTIF DARI CANGKANG BUAH KARET UNTUK ADSORPSI ION BESI (II) DALAM LARUTAN Titin Anita Zaharah, Anis Shofiyani, Teger Ardyansah Bangu,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pembuatan arang aktif menggunakan cangkang buah karet. Pembuatan arang aktif melalui tiga tahapan, yaitu dehidrasi dengan bantuan sinar matahari, karbonisasi pada suhu 500oC, dan aktivasi kimia dengan menggunakan H2SO4 3%, 5%, dan 7% selama 24 jam dan aktivasi fisika pada suhu 500oC, 600oC, 700oC, selama 60 dan 120 menit. Kualitas arang aktif cangkang buah karet diuji berdasarkan SNI (No. 06-3730-1995) meliputi seperti nilai kadar air, kadar abu, dan bilangan iodin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terbaik untuk membuat arang aktif cangkang buah karet dihasilkan pada konsentrasi H2SO4 7%, suhu aktivasi 600oC, dengan lama waktu aktivasi 60 menit, yang menghasilkan kadar air 14,3105%, kadar abu 0,4094%, dan bilangan iodin 1163,1654 mg/gr. Arang aktif cangkang buah karet hasil penelitian mampu menyerap Fe (II) dalam larutan dengan efisiensi 99% pada massa optimum 1,5 gr dan waktu kontak optimum 90 menit. Kata kunci: cangkang buah karet, adsorpsi, Fe (II)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSISITAS CAMPURANEKSTRAK METANOL KAYU SEPANG (Caesalpinia sappan L.) DAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii B.) Harlia, Sufiana,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kayu sepang (Caesalpinia sappan L.) dan kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii B.) secara tradisional sering dicampur sebagai minuman kesehatan karena mempunyai aktivitas biologis yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pencampuran dari kedua ekstrak tumbuhan kayu sepang dan kulit kayu manis terhadap aktivitas antioksidan dan sitotoksisitasnya. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH sedangkan untuk mengetahui sitotoksisitasnya dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil pengukuran aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak tunggal kulit kayu manis sebesar 19,79 ppm, ekstrak tunggal kayu sepang sebesar 8,86 ppm, campuran kedua ekstrak kulit kayu manis dan kayu sepang dengan perbandingan 1:10 sebesar 5,73 ppm, perbandingan 2:10 sebesar 5,29 ppm dan perbandingan 3:10 sebesar 4,43 ppm. Sedangkan hasil penelitian uji aktivitas sitotoksik menunjukkan bahwa nilai LC50 ekstrak tunggal kulit kayu manis sebesar 354,20 ppm, ekstrak tunggal kayu sepang sebesar 493.04 ppm, sedangkan campuran kedua ekstrak dengan perbandingan 3:10 sebesar 611,27 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berpotensi sebagai antioksidan terbaik adalah campuran kedua ekstrak dengan perbandingan 3:10 sedangkan yang berpotensi sebagai antikanker adalah ekstrak tunggal kulit kayu manis. Kata Kunci : Antioksidan, sitotoksisitas, Caesalpinia sappan L, Cinnamomum burmannii B, brine shrimp lethality test (BSLT), DPPH.
TOKSISITAS FRAKSI ACETEUGENOL DARI EKSTRAK METANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP RAYAP TANAH COPTOTERMES Sp. Rudiyansyah, Yuliati Indrayani, Cynthia Adilla Arief,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji peranan fraksi aceteugenol dari ekstrak metanol daun cengkeh sebagai termitisida alami yang digunakan dalam pengujian toksisitas terhadap rayap tanah Coptotermes sp. Ekstrak metanol daun cengkeh yang diperoleh dari maserasi dianalisis dengan KG-SM. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya kandungan aceteugenol sebesar 71,59% dalam ekstrak metanol daun cengkeh. Pemisahan fraksi aceteugenol dari ekstrak dilakukan dengan menggunakan kromatografi vakum cair (KVC) dan dianalisis menggunakan spektrofotometri FT-IR. Hasil analisa FT-IR dari fraksi aceteugenol menunjukkan bahwa senyawa tersebut memiliki kemiripan yang tinggi dengan senyawa aceteugenol karena menunjukkan adanya serapan karbonil (-C=O) ester, -C=C aromatik, -C-O ester, -C-C dan –C-H. Uji toksisitas dilakukan selama 14 hari. Hasil yang diperoleh dari pengujian menunjukkan konsentrasi fraksi aceteugenol 0,5% telah berpengaruh terhadap mortalitas rayap  dengan persentase mortalitas rayap sebesar 51,2%, sedangkan konsentrasi 0% tidak berpengaruh terhadap mortalitas rayap. Persentase kehilangan berat kertas uji terendah berada pada konsentrasi fraksi aceteugenol 2% dengan nilai sebesar 6,8%.  Persentase kehilangan berat kertas uji tertinggi berada pada konsentrasi fraksi aceteugenol 0% dengan nilai sebesar 52,3%. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa fraksi aceteugenol yang diperoleh dari ekstrak metanol daun cengkeh dapat digunakan sebagai salah satu termitisida alami pada proses pengendalian rayap tanah Coptotermes sp. Kata kunci : Aceteugenol, mortalitas, toksisitas, rayap tanah
ADSORPSI TIMBAL (II) OLEH SELULOSA LIMBAH JERAMI PADI TERAKTIVASI ASAM NITRAT: PENGARUH pH DAN WAKTU KONTAK Titin Anita Zaharah, Iin Safrianti, Nelly Wahyuni,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbal (Pb) merupakan salah satu jenis logam berat yang memiIiki tingkat toksisitas tinggi. Konsentrasi timbaI yang meIebihi ambang batas dapat mencemari Iingkungan. Salah satu cara untuk mengurangi kadar timbaI (Pb) yaitu dengan adsorpsi menggunakan selulosa dari limbah jerami padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH dan waktu kontak adsorpsi timbal (II) oleh selulosa limbah jerami padi teraktivasi asam nitrat, dengan variasi konsentrasi yaitu 0,2; 0,6 dan 1 M. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi pH 3, 4, 5, 6 dan 7 dengan waktu kontak 60 menit, dan variasi waktu kontak 30, 60, 90 dan 120 menit dengan pH optimum. Analisis kandungan timbaI (Pb) dalam larutan dilakukan dengan Spektroskopi Serapan Atom (SSA). Hasil analisis menunjukkan bahwa adsorpsi optimum adsorben jerami padi tanpa aktivasi (A) pada pH 4 dengan waktu kontak 90 menit, menghasilkan kapasitas adsorpsi sebesar 3,1 mg/g. Jerami padi teraktivasi asam nitrat 0,2 (C); 0,6 (D) dan 1 M (E) pada pH optimum 7 dengan waktu kontak 90 menit menghasilkan kapasitas adsorpsi berturut-turut sebesar 4,2 mg/g; 4,3 mg/g dan 4,5 mg/g. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi terbesar pada adsorben yang diaktivasi dengan asam nitrat dengan konsentrasi 1 M. Kata Kunci: timbal, adsorpsi, jerami padi, aktivasi asam nitrat
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BATANG LABAN (Vitex Pubescens Vahl) Harlia, Titin Anita Zahara, Andreas Hermansyah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan laban (Vitex pubescens Vahl) banyak terdapat di Kalimantan Barat umumnya  digunakan oleh masyarakat dayak sebagai obat sakit perut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolid sekunder dan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak metanol kulit batang laban (Vitex pubescens Vahl) dengan metode DPPH dan IC50 sebagai parameternya. Hasil penelitian skrining fitokimia ekstrak metanol positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid, sedangkan hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol diperoleh Nilai IC50 sebesar 19,83 µg/mL. Berdasarkan hasil penelitan menunjukan bahwa ekstrak metanol kulit batang laban (Vitex pubescens Vahl) berpotensi sebagai antioksidan.   Kata kunci : Laban (Vitex Pubescens Vahl), Fitokimia, Antioksidan
PENGARUH KOMPOSISI BERAT KITOSAN-ZEOLIT TERHADAP STABILITAS FISIKO-KIMIA KOMPOSIT YANG DIHASILKAN Nurlina, Anis Shofiyani, Muhardi,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitosan merupakan adsorben yang mempunyai kemampuan tinggi namun stabilitasnya rendah terutama dalam media asam. Zeolit merupakan adsorben yang berpori dan memiliki kekuatan mekanik yang baik. Pada penelitian ini dibuat komposit kitosan-zeolit untuk meningkatkan stabilitas adsorben terhadap asam dan terhadap temperatur. Komposit dibuat dalam bentuk beads dan pelet dengan variasi massa kitosan : zeolit 0,5:0,3; 0,5:0,5; 0,5:0,7 dan 0,5:1,0 kemudian diikat silang menggunakan glutraldehid. Uji stabilitas komposit dalam media asam dilakukan dengan melarutkan komposit ke dalam larutan asam asetat dengan variasi konsentrasi 1%, 2,5% dan 5%. Uji stabilitas termal dilakukan dengan menggunakan analisis DTA/TGA pada suhu 30-500 oC. Spektra FT-IR menunjukkan bahwa komposit dengan variasi massa 0,5:1,0 (bentuk beads) dan variasi massa 0,5:0,3 (bentuk pelet) mempunyai stabilitas paling tinggi dalam media asam. Spektrum FT-IR menunjukkan terbentuknya ikatan antara kitosan dan zeolit muncul pada bilangan gelombang 1024,16 cm-1 (Si-O dan Al-O). Uji stabilitas termal komposit bentuk pelet dan pelet terikat silang menunjukkan kehilangan massa komposit sebesar 0,65 mg dan 0,78 mg sedangkan dalam bentuk beads dan beads terikat silang kehilangan massa sebesar 3,66 mg dan 5,54 mg. Hasil ini menunjukkan bahwa komposit dalam bentuk pelet dan pelet terikat silang memiliki stabilitas termal yang lebih baik dibandingkan bentuk beads dan beads terikat silang. Kata Kunci : beads, komposit kitosan-zeolit, pelet, stabilitas
EKSTRAKSI MANGAN DENGAN PROSES LEACHING ASAM SULFAT MENGGUNAKAN TANDAN KOSONG SAWIT SEBAGAI REDUKTOR Nelly Wahyuni, Hendro Wahyudi Titin Anita Zaharah
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tambang mangan di Kalimantan Barat, khususnya dilokasi Menterado, Kabupaten Bengkayang belum dilakukan pengolahan dan pemurnian secara optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan proses pengolahan dan pemurnian untuk memperoleh konsentrat mangan yang tinggi. Pada penelitian ini, telah dilakukan ekstrasi Mangan dengan proses leaching asam sulfat menggunakan reduktor tandan kosong sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi maksimum dari asam sulfat yang digunakan pada proses leaching Mangan. Sebanyak 10 g bijih Mangan dileaching menggunakan asam sulfat dengan 5 g reduktor serbuk tandan kosong sawit pada temperatur 90 oC selama 120 menit (perbandingan rasio bijih dan reduktor, 2:1). Pada proses leaching terjadi reaksi reduksi dimana mangan (IV) dioksida direduksi oleh selulosa dari tankos menjadi mangan (II) sulfat. Konsentrasi asam sulfat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 M. Analisis logam Mn dilakukan menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi maksimum ekstraksi Mn diperoleh pada konsentrasi asam sulfat 2,0 M dengan perolehan Mn sebesar 81,99%.