cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
UJI AKTIVITAS BIOTERMITISIDA MINYAK ATSIRI DAUN Citrus nobilis Lour TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes curvignathus sp) Andi Hairil Alimuddin, Eni Kartini, Afghani Jayuska,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun Citrus nobilis Lour diekstraksi untuk mendapatkan minyak atsiri dengan metode destilasi uap dengan suhu 95OC. Identifikasi Kromatografi Gas Spektrometri Massamenunjukkan 44 komponen penyusun minyak atsiri C. nobilis Lour dimana komponen utamanya adalah Limonen (14,08%). Rendemen minyak atsiri daun C. nobilis Lour yaitu 0,431%.Minyak atsiri diujikan sebagai biotermitisida terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus sp). Hasil uji dilakukan selama 7 hari menunjukan bahwa minyak atsiri bersifat toksik terhadap rayap dengan konsentrasi 20% dengan mortalitas 100% pada hari ke-4. Semakin tinggi penambahan konsentrasi minyak atsiri, maka mortalitas meningkat seiring dengan penurunan persentase kehilangan berat kertas uji. Persentase pengurangan berat kertas uji yang telah ditetesi minyak atsiri pada 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan fipronil (kontrol positif) berturut-turut adalah 19,16%, 14,87%, 11,78%, 0,51%, 0%, 0%, dan 0%.   Kata kunci: biotermitisida, minyak atsiri, C. nobilis Lour, limonen.
UJI BIOAKTIVITAS MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis Lour) TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes curvignathus sp) Savante Arreneuz, Ayu Lestari,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Uji bioakivitas minyak atsiri kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komponen utama minyak atsiri dan aktivitas biologis terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus sp). Minyak atsiri dari kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) diperoleh dengan metode destilasi uap dengan suhu 950C selama 4 jam. Identifikasi GC-MS menunjukkan bahwa kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) mengandung 2 senyawa yaitu limonen (98,95%) dan γ-mirsen (1,05%). Rendemen minyak atsiri kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) sebesar 0,534%. Uji bioaktivitas kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) terhadap rayap tanah (C. curvignathus sp) dilakukan selama 7 hari yang menunjukkan bahwa pada konsentrasi 5% didapatkan kematian sebesar 10% pada hari ke 7, sedangkan pada konsentrasi 10% kematian sebesar 100% pada hari ke 4. Semakin besar penambahan minyak atsiri kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour ) pada kertas uji, maka mortalitas akan semakin meningkat seiring dengan penurunan persentase berat kertas uji. Minyak atsiri dari kulit buah jeruk pontianak (C. nobilis Lour) menunjukkan aktivitas antirayap terhadap rayap tanah (C. curvignathus sp) dengan nilai LC50 6,141%. Hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri dari kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) bersifat toksik terhadap rayap tanah (C. curvignathus sp).   Kata kunci: Citrus nobilis L, Minyak atsiri, Limonen, Bioaktivitas antirayap, Coptotermes curvignathus sp.
ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN PALA SEGAR DAN KERING (Myristica fragrans Houtt.) DARI PULAU LEMUKUTAN TERHADAP Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Muhamad Agus Wibowo, Christofel Heri Tully,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun pala (Myristica fragrans Houtt.) merupakan salah satu bagian tanaman yang menghasilkan minyak atsiri dan dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri. Penelitian dilakukan untuk menentukan rendemen daun segar dan daun yang telah dikering-anginkan, mengetahui senyawa mayor dan mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri daun pala asal Pulau Lemukutan terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Minyak atsiri daun pala diekstraksi menggunakan metode destilasi uap-air. Rendemen minyak atsiri daun segar yang diperoleh sebesar 0,516% sedangkan yang telah dikering-anginkan sebesar 0,456% dengan warna kuning pucat, berbau khas dan berat jenis sebesar 0,906 g/mL. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difuai sumuran. Berdasarkan uji aktivitas, diketahui bahwa minyak atsiri daun pala memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Minyak atsiri daun pala dapat membentuk KHM terhadap Staphylococcus aureus adalah 62,5 μg/sumur dan Escherichia coli adalah 125 μg/sumur. Kata Kunci: pala (Myristica fragrans Houtt.), minyak atsiri, antibakteri
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL DAUN SENGKUBAK (Pycnarrhena cauliflora Diels) Muhamad Agus Wibowo, Puji Ardiningsih, Dohot Maruli Purba,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengkubak (P. cauliflora Diels) merupakan tanaman hayati Kalimantan Barat yang dimanfaatkan sebagai pengempuk daging dan penyedap rasa. Tanaman ini berpotensi digunakan sebagai obat anti kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kandungan total fenol dan aktivitas sitotoksik ekstrak metanol daun sengkubak. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan: (i) penyediaan ekstrak metanol kental melalui maserasi sampel menggunakan pelarut metanol yang diikuti dengan uji fitokimia dan uji kandungan total fenol menggunakan reagen Folin-Ciocalteu memiliki nilai 18,1 µg TAE/mg, (ii) uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil) memiliki nilai IC50 sebesar 608,81 ppm, (iii) uji aktivitas sitotoksik ekstrak metanol kental terhadap larva Artemia Salina L dengan metode Brine Shrimp Lethality test (BSLT) memiliki nilai LC50 sebesar 248,75 ppm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol daun sengkubak bersifat toksik terhadap larva Artemia Salina L dengan nilai LC50 < 1000 ppm sehingga berpotensi sebagai antikanker   Kata kunci: Antioksidan, Sitotoksik, Daun Sengkubak (P. cauliflora Diels)  
ALIBRASI DAN ADISI STANDAR PADA PENGUKURAN MERKURI DALAM AIR DENGAN KANDUNGAN SENYAWA ORGANIK TINGGI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM ., Agung Suriansyah,Gusrizal, Adhitiyawaman .
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Sungai Kapuas mengandung senyawa organik yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan sekitar seperti lahan gambut yang ada di kota Pontianak. Selain itu diduga air Sungai Kapuas dicemari senyawa merkuri akibat kegiatan PETI. Keberadaan senyawa organik (matrik) yang terdapat dalam air Sungai Kapuas dapat mengikat kuat senyawa merkuri sehingga dapat mempengaruhi pengukuran kadar merkuri dalam air dengan metoda kalibrasi standar. Metoda adisi standar merupakan salah satu solusi yang diusulkan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan metoda adisi standar dengan metoda kalibrasi standar dalam pengukuran merkuri dalam air yang memiliki kandungan senyawa organik tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metoda tersebut dalam penentuan kadar merkuri, dimana metoda adisi standar dapat dikatakan lebih baik daripada metoda kalibrasi standar. Menurut persamaan Horwitz presisi dari kedua metoda tersebut dapat dikatakan baik karena memberikan %KV sebesar 13,81% pada metoda adisi standar dan 6,53% pada kalibrasi standar. Nilai LOD pada kalibrasi standar sebesar 0,01098 ppb dan nilai LOQ sebesar 0,03268 ppb. Kata kunci : merkuri, metoda kalibrasi standar, metoda adisi standar.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT ANALSIM MENGGUNAKAN PREKURSOR SILIKA DARI LIMBAH KACA Nurlina, Andi Hairil Alimuddin, Muhammad Kafillah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, limbah kaca yang mengandung SiO2 dimanfaatkan sebagai prekursor dalam sintesis zeolit. Zeolit analsim tergolong zeolit sintetik dengan rasio Si/Al yang tinggi, sehingga berpotensi untuk digunakan sebagai katalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karaktersitik zeolit analsim yang disintesis dengan prekursor silika dari limbah kaca dan mengetahui kinerja zeolit analsim sebagai katalis dalam perengkahan minyak jelantah. Zeolit analsim disintesis dengan rasio molar Si/Al =100, H2O/Si = 11,69, NaOH/Si = 0,14 dan TPA-Br/Si = 0,086. Sintesis dilakukan menggunakan autoclave hidrotermal pada suhu 150oC dan 190oC selama 4 hari. Difraktogram XRD menunjukkan zeolit analsim yang disintesis pada suhu 150oC memiliki posisi 2θ yang lebih mendekati zeolit analsim standar yaitu pada 2θ: 15,74o; 25,89o; 30,48o dan berbentuk struktur kristal berupa cubic. Analisis dengan FTIR menunjukkan penyerapan pada bilangan gelombang 661,95 cm-1 (vibrasi tetrahedral T-O, T=Si/Al), 999,25 cm-1 (vibrasi asimetris T-O) dan 3440,61 cm-1 (O-H streaching). Berdasarkan hasil yang diperoleh, zeolit analsim dapat disintesis dengan prekursor silika dari limbah kaca.                         Kata kunci: limbah kaca, silika, zeolit analsim
ANALISIS ORGANOLEPTIK PRODUK BUBUK PENYEDAP RASA ALAMI DARI EKSTRAK DAUN SANSAKNG (Pycnarrhena cauliflora Diels) Risa Nofiani, Melani Setyiasi Puji Ardiningsih
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun sansakng (P. cauliflora Diels) merupakan daun yang dapat digunakan sebagai penyedap rasa alami, tetapi penggunaanya kurang praktis, oleh karena itu dilakukan pengolahan dengan cara daun sansakng diekstrak kemudian dijadikan bubuk. Produk bubuk dari ekstrak daun sansakng diperoleh dengan menggunakan 2 metode ekstraksi yaitu maserasi dan infundasi. Penilaian organoleptik untuk menentukan ekstrak terbaik dilakukan dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak yaitu: 1, 2 dan 3% (b/v). Ekstrak terbaik yang diperoleh selanjutnya dibuat dalam bentuk bubuk dan dilakukan uji organoleptik dengan variasi konsentrasi bubuk yaitu: 0,25, 0,50 dan 0,75% (b/v). Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan ekstrak terbaik untuk memperoleh produk bubuk penyedap rasa alami yang memiliki sifat sensori yang disukai berdasarkan rasa, aroma dan penampilan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sansakng terbaik dari uji organoleptik berdasarkan nilai prioritas diperoleh pada konsentrasi 1% dari metode infundasi (EI 1%), sedangkan nilai sensori bubuk dari ekstrak daun sansakng terbaik diperoleh pada konsentrasi 0,25% dengan nilai prioritas 0,482. Hasil ini menunjukkan bahwa konsentrasi produk bubuk 0,25% merupakan konsentrasi yang paling disukai panelis yang akan menjadi takaran penggunaan terhadap setiap masakan.
PENURUNAN KANDUNGAN BESI (II) OLEH PASIR TERLAPIS MANGAN DIOKSIDA (MnO2) Gusrizal, Bella Mellisani, Nelly Wahyuni,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air dengan kandungan besi yang tinggi perlu diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan air dengan kualitas yang memenuhi persyaratan kualitas air yang telah ditentukan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan efektivitas penurunan kandungan besi (II) dengan menggunakan pasir terlapis MnO2. Pasir terlapis MnO2 terbuat dari pasir kuarsa yang disintesis menggunakan mangan klorida tetrahidrat 0,4 M, natrium hidroksida 0,3 M dan kalium permanganat 0,2 M. Parameter yang diuji pada penelitian ini meliputi waktu interaksi antara pasir terlapis MnO2 dengan besi (II), volume besi (II), dan massa pasir terlapis MnO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu interaksi optimum yang digunakan yaitu selama 2 jam dengan volume besi (II) sebanyak 60 mL dan massa pasir terlapis MnO2 sebanyak 2,0 g, dimana dapat menurunkan kandungan besi (II) sebesar 0,246 mg/L dengan efektivitas sebesar 96,48%. Kata kunci : besi (II), pasir terlapis MnO2, pasir kuarsa
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT BATANG LEMBAWANG (Mangifera sp.) Savante Arreneuz, Muhamad Agus Wibowo, Deni Adriyadi
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembawang (Mangifera sp.) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan Barat dan umumnya masyarakat menggunakan buahnya untuk dikonsumsi, Tumbuhan ini berpotensi digunakan sebagai antioksidan. Pada penelitian ini telah dilakukan beberapa tahap yakni ekstraksi, skrining fitokimia, dan uji antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dan menentukan aktivitas antioksidan dari kulit batang lembawang. Hasil skrining fitokimia ekstrak metanol mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan triterpenoid. Uji aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil) dengan parameter IC50 dan diukur serapannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari pengukuran untuk ekstrak metanol memiliki nilai IC50 sebesar 17,91 ppm dan  nilai IC50 vitamin C sebesar 2,95 ppm. Berdasarkan hasil pengukuran aktivitas antioksidan kulit batang lembawang dengan nilai IC50 < 50 ppm berpotensi sebagai antioksidan.   Kata kunci: lembawang (Mangifera sp.), fitokimia, antioksidan
PENENTUAN KARAKTERISTIK AIR GAMBUT DI KOTA PONTIANAK DAN KABUPATEN KUBURAYA Lia Destiarti, Nora Idiawati, Erwita A’idah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air gambut merupakan salah satu jenis air permukaan dan air tanah di daerah Kalimantan dan Sumatera. Karakteristik air gambut meliputi kadar zat organik, kadar kesadahan, pH, kekeruhan dan daya hantar listrik (DHL). Berdasarkan kondisi alami air gambut ini, maka dilakukan penelitian untuk menentukan karakteristik air gambut di beberapa wilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik air gambut dari wilayah yang berbeda-beda. Air gambut yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 7 sampel yang berasal dari 6 lokasi berbeda. Pengujian meliputi parameter fisika dan kimia. Parameter fisika meliputi organoleptik, pH, konduktivitas, turbidimeter sedangkan kimia meliputi zat organik, kesadahan dan Fe. Hasil yang diperoleh dari beberapa metode uji ini yaitu air gambut memiliki pH sekitar 4 sampai 5,7, konduktivitas sekitar 1,31 μS/cm  sampai 82,2 μS/cm, kekeruhan 1,31 μS/cm sampai 82,2 μS/cm, dan semua air gambut berwarna coklat. Parameter pengukuran kandungan zat organik ditentukan dengan metode titrimetri sekitar 11 mg/L sampai 16 mg/L, dan kesadahan total sekitar 590 mg/L sampai 1302 mg/L untuk kadar Fe ditentukan dengan spektrofotometer serapan atom sekitar 2 mg/L sampai 5 mg/L. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa karakter air gambut adalah berbeda, meskipun pengambilan antar lokasi sampling ≤ 3,5 km.  Kata kunci : air gambut, pH, konduktivitas, kekeruhan, zat organik, dan kesadahan