cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
STUDI AWAL PEMISAHAN AMILOSA DAN AMILOPEKTIN PATI UBI JALAR (Ipomoea batatas Lam) DENGAN VARIASI KONSENTRASI n-BUTANOL Lia Destiarti, Astrid Devita Oktavia, Nora Idiawati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang studi awal pemisahan amilosa dan amilopektin pati ubi jalar (Ipomoea batatas Lam) telah dilakukan dengan variasi konsentrasi n-butanol. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil analisis proksimat. Rendemen fraksi amilosa dan amilopektin pati ubi jalar yang difraksinasi dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40% n-butanol, serta mengkarakterisasi senyawa amilopektin dari pati ubi jalar dengan spektrofotometer IR. Hasil analisis proksimat pati ubi jalar menunjukkan kandungan air 61,51%, abu 1,7%, lemak 2,12%, protein 1,1%, dan karbohidrat 33,57%. Identifikasi amilosa dengan iodin menghasilkan warna biru keunguan, sedangkan amilopektin menghasilkan warna coklat kemerahan. Persentase rendemen fraksi amilosa tertinggi berada pada konsentrasi n-butanol 40% sebesar 46,69% dan fraksi amilopektin optimum berada pada konsentrasi 30% n-butanol sebesar 52,25%. Spektrum fraksi amilopektin menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 3425,34 (uluran O?H), 1647,10 (uluran C=O), 1022,20-1157,21 (uluran C?O), 522,67-609,46 (uluran C?C?O), 435,88 (uluran C?C?C). Adanya gugus karbonil (C=O) pada spektrum tersebut disebabkan proses oksidasi dari amilopektin. Kata kunci : Ipomoea batatas Lam, amilosa, amilopektin, fraksinasi
UJIAKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAKKULIT BUAH TAMPOI (Baccaureamacrocarpa) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Andi Hairil Alimuddin, Puji Ardiningsih, Renos Yunus,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah tampoi (B. macrocarpa) merupakan tumbuhan yang tumbuh di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk             mengidentifikasi kandungan golongan senyawa metabolit sekunder kulit buah tampoidan menguji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri E. coli dan S. aureus dengan Metode sumur. Hasil analisis fitokimia kulit buah tampoi pada Ekstrak metanol kulit buah tampoi positif mengandung golongan senyawa alkaloid, polifenol, dan flavonoid, fraksi n-heksan mengandung golongan senyawa alkaloid dan fraksi etil asetat menunjukan golongan senyawa alkaloid dan polifenol sedangkan fraksi metanol positif mengandung golongan senyawa alkaloid, polifenol dan flavonoid. Diameter zona hambat ekstrak metanol kulit buah tampoi tarhadap bakteri S. aureus pada konsentrasi 5%, 10%, dan 20% berturut-turut sebesar 0, 0,433, dan 6,40 mm, fraksi n-heksan sebesar 3,55, 6,55 dan 8,77 mm, fraksi etil asetat sebesar16,55, 19,05 dan 22,01 mm, dan pada fraksi metanol sebesar 6,92, 9,78 dan 12,32 mm, sedangkan ekstrak metanol pada bakteri E. coli pada konsentrasi 5%, 10%, dan 20% sebesar 5,01, 7,82, dan 9,21 mm, fraksi n-heksan sebesar 8,22, 11,36 dan 13,66 mm, fraksi etil asetat sebesar 15,41, 20,25 dan 23,92 mm, dan pada fraksi metanol sebesar 9,78, 13,43 dan 15,02 mm. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kulit buah tampoi positif mengandung golongan senyawa  alkaloid, polifenol dan flavonoid, uji aktivitas antibakteri kulit buah tampoi fraksi etil asetat memiliki daya hambat antibakteri paling tinggi terhadap  pertumbuhan S. aureus dan E. coli. Kata Kunci : tampoi, baccaurea macrocarpa, fitokimia, aktivitas antibakteri.
PENURUNAN KADAR BAHAN ORGANIK AIR GAMBUT DENGAN MENGGUNAKAN ZEOLIT ALAM TERMODIFIKASI Fe(OH)3 Lia Destiarti, Rudiyansyah, Ino Kasanora Husada,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan bahan organik yang tinggi pada air gambut selain menyebabkan pH air menjadi rendah, dapat juga menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme dalam air yang dapat menimbulkan bau jika bahan organik tersebut terurai. Pada penelitian ini dikaji kemampuan zeolit alam termodifikasi Fe(OH)3 untuk menurunkan kadar bahan organik air gambut melalui proses adsorpsi menggunakan sistem batch. Zeolit alam termodifikasi Fe(OH)3 dibuat melalui interaksi antara zeolit alam teraktivasi dengan Fe(OH)3 0,1 M.  Variabel yang diuji meliputi kecepatan pengadukan, waktu kontak, dan rasio antara massa zeolit termodifikasi Fe(OH)3 dengan volume air gambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan pengadukan optimum yang dibutuhkan adalah 150 rpm dengan waktu kontak selama 120 menit dan rasio massa zeolit termodifikasi Fe(OH)3 terhadap volume air gambut 1:20. Efektivitas penurunan kadar bahan organik yang diperoleh pada kondisi optimum adalah 72,46% dengan kemampuan zeolit termodifikasi Fe(OH)3 dalam mengikat bahan organik adalah 4,92 mg/g.   Kata kunci : air gambut, bahan organik, zeolit alam, besi(III) hidroksida
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSISITAS EKSTRAK DAUN MALEK (Litsea garciae Vidal) Nora Idiawati, Rio Andrie,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malek adalah salah satu tumbuhan dari suku Lauraceae. Daun malek digunakan untuk mengobati luka bakar kulit ringan dan bisul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil), kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan sitotoksik dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) pada daun malek pada ekstrak metanol kental, fraksi metanol, kloroform dan n-heksana. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dengan nilai IC50 untuk fraksi n-heksana sebesar 777,11 µg/ml, fraksi kloroform sebesar 237,21 µg/ml dan fraksi metanol sebesar 90,89 µg/ml yang termasuk sumber antioksidan dengan kandungan total fenol sebesar 237,35 µg TAE/mg. Terdapat korelasi positif antara kandungan total fenol dan nilai IC50. Hasil uji sitotoksik menunjukan nilai LC50 pada fraksi metanol sebesar 512,404 µg/ml, fraksi kloroform sebesar 328,321 µg/ml  dan fraksi n-heksana memiliki nilai LC50 paling baik dengan nilai 181,736 µg/ml dan berpotensi sebagai sumber antikanker. Kata kunci : malek, antioksidan, fenol, sitotoksik, BSLT, DPPH, antikanker.
PENURUNAN KONSENTRASI GAS KARBON MONOKSIDA DARI KENDARAAN BERMOTOR MENGGUNAKAN ADSORBEN ZEOLIT ALAM Berlian Sitorus, Dian Rahayu Jati, Lalak Tarbiyatun Nasyin Maleiva,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon monoksida (CO) merupakan emisi pencemar paling dominan sebagai hasil pembakaran tidak sempurna dari kendaraan bermotor. Gas ini bersifat racun terhadap darah, sistem pernapasan dan saraf. Penggunaan material mikropori seperti zeolit alam diketahui mampu menurunkan konsentrasi CO. Zeolit yang telah dipreparasi, selanjutnya didealuminasi menggunakan HCl 6M dan dikarakterisasi dengan X-Ray Fluorescence (XRF) dan Gas Sorption Analyzer (GSA) pada zeolit tanpa dan dengan dealuminasi. Pengukuran konsentrasi CO dilakukan dengan pemasangan tabung adsorben tanpa dan dengan dealuminasi pada knalpot motor dengan variasi panjang tabung 5 dan 15 cm. Penurunan konsentrasi CO menggunakan adsorben tanpa dealuminasi dengan panjang tabung 5 dan 15 cm berturut-turut adalah 42,35% dan 57,40% serta menggunakan adsorben dengan dealuminasi berturut-turut adalah 53,83% dan 98,21%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zeolit dengan dealuminasi mampu mengadsorpsi CO paling optimum dengan panjang tabung 15 cm. Kapasitas adsorpsi zeolit alam menggunakan dealuminasi dihitung berdasarkan isoterm BET yaitu 0,361 dan 0,395 g CO/g.   Kata kunci: adsorpsi, dealuminasi, karbon monoksida, kendaraan bermotor, zeolit alam
KARAKTERISASI SENYAWA FENOLIK PADA FRAKSI ETIL ASETAT KAYU BATANG DURIAN KUSIK (Durio dulcis Becc.) Rudiyansyah, Titin Anita Zaharah, Afiata Sansyari,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai karakterisasi senyawa fenolik pada fraksi etil asetat kayu batang durian kusik (D. dulcis Becc.) telah dilakukan melalui proses isolasi, kromatografi dan analisis Nuclear Magnetic Resonance (NMR). Hasil isolasi yang diperoleh dari fraksi etil asetat berupa isolat AF-E6(12-13)-7 berbentuk kuning pucat dan memiliki massa 3,4 mg. Karakterisasi dilakukan terhadap senyawa yang telah ditemukan pada Durio sp. yang didukung data uji fitokimia yaitu fenolik. Data spektrum 1H-NMR isolat AF-E6(12-13)-7 mengacu pada sinyal olefilik pada  7,89 (1H, dd) dan  6,31(1H, dd) dengan nilai kopling konstan yaitu J= 9,55 dan 9,5 Hz, serta dilengkapi sinyal lainnya pada  6,81 (1H, d, J= 3,6 Hz), 6,78 (1H, s), 6,61 (1H, dd, J= 14,25 dan 1,95 Hz), 6,31 (1H, dd, J= 9,5 dan 2,55 Hz), 4,62 (1H, s), 4,28 (1H, m), dan 3,87 (1H, q). Berdasarkan hasil karakterisasi senyawa fenolik yang diperoleh pada fraksi etil asetat kayu batang D. Dulcis Becc. adalah senyawa kumarin.  Kata Kunci: Durian kusik (D. dulcis Becc.), fenolik, karakterisasi, uji fitokimia
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN HASIL KROMATOGRAFI VAKUM CAIR FRAKSI METANOL KULIT BATANG CERIA (Baccaurea hookeri) Andi Hairil Alimuddin, Harlia, JP Maro,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraksi metanol kulit batang ceria (Baccaurea hookeri) telah diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi metanol kulit batang ceria hasil kromatografi vakum cair (KVC). Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan fraksi metanol memiliki kemampuan menghambat radikal bebas DPPH dengan nilai IC50 sebesar 9,265 µg/mL. Hasil uji fitokimia menunjukkan fraksi metanol hasil KVC mengandung golongan senyawa polifenol dan terpenoid. Hasil ini menunjukkan bahwa fraksi metanol kulit batang ceria hasil KVC berpotensi kuat sebagai antioksidan, namun masih lebih rendah dibandingkan asam askorbat yang memiliki nilai IC50 sebesar 6,607 µg/mL. Kata kunci: Ceria (Baccaurea hookeri), antioksidan, polifenol, terpenoid
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM HIDROLISAT PROTEIN DARI LIMBAH IKAN EKOR KUNING (Caesio cuning) BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK ., Bernadeta, Puji Ardiningsih, Imelda H. S .
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrolisat protein ikan merupakan produk yang dihasilkan dari penguraian protein ikan menjadi senyawa-senyawa berantai pendek karena adanya proses hidrolisis baik oleh enzim, asam maupun basa. Tujuan penelitian ini adalah melakukan optimasi produksi hidrolisat protein dari limbah ikan ekor kuning secara enzimatis dan melakukan uji organoleptik. Produksi hidrolisat protein dari limbah ikan ekor kuning dilakukan dengan hidrolisis secara enzimatis menggunakan enzim papain kasar merek PAYA dengan variasi konsentrasi 0, 5, 10 dan 15% dan waktu inkubasi 3, 4, 5 dan 6 hari. Produk hidrolisat protein ikan terbaik dari pengujian organoleptik diperoleh pada konsentrasi enzim 5% dan waktu inkubasi 5 hari. Kata kunci: hidrolisat, Caesio cuning, enzim papain, organoleptik
UJI ORGANOLEPTIK CINCALOK DENGAN PENAMBAHAN SERBUK BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN SERBUK CABAI (Capsium Annuum L) Puji Ardiningsih, Endah Ayu Dyastuti, Risa Nofiani,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cincalok adalah makanan fermentasi dari Kalimantan Barat yang kualitasnya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas cincalok adalah dengan menambahkan bahan tambahan makanan seperti bumbu-bumbu masak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh serbuk bawang putih dan serbuk cabai terhadap karakteristik cincalok. Ada 4 formula yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu A (kontrol, dengan komposisi: udang 600 g, gula 120 g, garam 30 g, serbuk bawang putih 30 g), B (udang 600 g, gula 120 g, garam 30 g, serbuk bawang putih 30 g, dan serbuk cabai 3 g), C (udang 600 g, gula 120 g, garam 30 g, serbuk bawang putih 30 g, dan serbuk cabai 15 g), dan D (udang 600 g, gula 120 g, garam 30 g, serbuk bawang putih 30 g, dan serbuk cabai 27 g). Karakteristerisasi cincalok yang dilakukan adalah uji organoleptik. Berdasarkan hasil organoleptik, formula yang dapat diterima adalah formula D. Waktu kematangan dan kadaluarsa dari formula D masing-masing adalah 8 hari dan 30 hari.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN MENTAWA (Artocarpus anisophyllus) Puji Ardiningsih, Afghani Jayuska, Sri Mulyani,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentawa merupakan tanaman Genus Artocarpus yang tumbuh di Kalimantan Barat dimana secara empiris daun tanaman ini telah digunakan sebagai obat bisul dan gatal-gatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri, aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak dan hasil fraksinasi daun mentawa. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri Gram positif (Staphylococcus aureus) dan Gram negatif (Escherichia coli). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri tertinggi adalah fraksi metanol dengan diameter zona hambat 11,398 mm terhadap bakteri S.aureus dan 8,480 mm terhadap bakteri E.coli pada konsentrasi 10% (b/v), sedangkan aktivitas antioksidan terbaik adalah ekstrak kasar metanol dengan IC50 66,243 ppm. Aktivitas antioksidan dan antibakteri berasal dari kandungan senyawa metabolit sekunder pada ekstrak metanol, fraksi metanol dan fraksi etil asetat yang positif mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol dan terpenoid sedangkan fraksi n-heksan positif mengandung steroid. Aktivitas antibakteri tertinggi tidak memiliki korelasi dengan aktivitas antioksidan terbaik sehingga fraksi metanol berpotensi sebagai sumber alternatif antibakteri dan ekstrak metanol sebagai sumber alternatif antioksidan alami.   Kata kunci: mentawa, fitokimia, antioksidan, antibakteri