cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Kimia Khatulistiwa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 329 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAGING BUAH ASAM PAYA (Eleiodoxa conferta Burret) DENGAN METODE DPPH DAN TIOSIANAT Lia Destiarti, Lucy Arianie, Sari Afriani, Nora Idiawati,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Asam paya merupakan sejenis palma dari famili Arecaceae yang memiliki rasa buah yang sangat asam. Secara tradisional, konsumsi daging buah asam paya dikenal dapat mengatasi sariawan yang mengandung senyawa antioksidan yang dapat menjaga kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dilakukan maserasi daging buah asam paya menggunakan pelarut metanol dilanjutkan partisi dengan menggunakan kloroform dan n-heksana. Uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui golongan senyawa pada daging buah asam paya. Selain itu uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan metode tiosianat pada masing-masing fraksi. Uji fitokimia ekstrak kasar metanol buah asam paya mengandung flavonoid, fenol dan saponin, sedangkan fraksi metanol mengandung flavonoid dan saponin. Pada fraksi kloroform dan n-heksana tidak mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, dan saponin. Aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak kasar metanol buah asam paya memiliki IC­50 sebesar 26,828 μg/mL dan fraksi metanol memiliki aktivitas antioksidan kuat yaitu dengan IC50 sebesar 12,334 μg/mL, tetapi tidak lebih baik dari asam askorbat (kontrol positif) yang memiliki nilai IC50 sebesar 10,208 μg/mL. Aktivitas antioksidan dengan metode tiosianat, fraksi metanol memiliki daya hambat terhadap peroksida lebih baik daripada ektrak kasar metanol buah asam paya karena memiliki nilai aktivitas antioksidan lebih tinggi yaitu sebesar 85,105% sedangkan aktivitas antioksidan ekstrak kasar metanol buah asam paya sebesar 75,225% dan asam askorbat sebesar 90,975%. Penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan tiosianat menunjukkan nilai tertinggi pada fraksi metanol.  Aktivitas antioksidan fraksi metanol buah asam paya diduga karena adanya senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid dan saponin.   Kata Kunci : antioksidan, DPPH, metode tiosianat, asam paya (Eleiodoxa conferta Burret)
PENGARUH AKTIVASI ARANG DARI LIMBAH KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI ADSORBEN BESI (II) PADA AIR TANAH Titin Anita Zaharah, Intan Syahbanu, Franciska Jubilate,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan arang aktif dari limbah kulit pisang kepok untuk mengurangi konsentrasi ion besi (II) pada air tanah. Tingginya konsentrasi ion besi pada air menyebabkan air menjadi tidak layak untuk dikomsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi terhadap pembuatan arang aktif dengan variasi asam. Arang aktif kulit pisang kepok dibuat melalui tiga tahapan yakni preparasi sampel kulit pisang kepok, tahap karbonisasi yang dilakukan pada suhu 400°C selama 2 jam serta tahapan aktivasi kimia yang dilakukan dengan menggunakan tiga jenis asam yakni HCl, H2SO4 dan H3PO4 dengan konsentrasi 3 M dengan lama perendaman selama 7 jam. Penentuan kualitas arang aktif dilakukan dengan menguji nilai kadar air, kadar abu, daya serap iodin, dan daya serap metilen biru untuk penentuan luas permukaan spesifik. Rendemen arang yang dihasilkan setelah proses karbonisasi sebesar 50 % serta arang aktif yang memiliki kualitas tertinggi dihasilkan dari arang yang diaktivasi dengan HCl, dengan kadar air 3,53%, kadar abu 3,02%, daya serap iodin 911,49 mg/g, daya serap metilen biru 18.841,20 mg/g serta luas permukaan spesifik 37.024,84 m2/g. Selanjutnya arang teraktivasi asam klorida digunakan untuk proses adsorpsi ion besi (II). Efisiensi adsorpsi terhadap ion besi (II) pada air tanah sebesar 88,47% dengan massa 3 gram, pH 4 dan waktu kontak 10 menit. Kata kunci: kulit pisang kepok, arang aktif, adsorpsi, besi (II)
UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK DAUN MAJA (Crescentia cujete Linn) SEBAGAI ANTI RAYAP Adhitiyawarman, Nurhasanah, Harlia,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maja (Crescentia cujeta Linn) / Bignoniaceae merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai anti rayap. Penelitian ini bertujuan menentukan golongan senyawa metabolit sekunder yang bersifat anti rayap. Penelitian dibagi atas beberapa tahapan, yakni skrining senyawa fitokimia dan uji anti rayap Coptotermes sp yang dilakukan dengan bioasay test. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa semua ekstrak dan fraksi daun Maja terdeteksi mengandung senyawa aktif Flavanoid, Steroid, Polifenol, Saponin dan Alkaloid; kecuali pada fraksi n-heksana tidak mengandung Flavanoid, dan pada fraksi etanol tidak mengandung Flavanoid, Steroid, Polifenol; Hasil analisis bioasay test (LC50) fraksi kloroform 0,982 %, fraksi n-heksan 1,323 %, ekstrak kasar etanol 1,548%, fraksi etanol 8,296%. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun Maja berpotensi sebagai anti rayap. Kata kunci: Anti rayap, Coptotermes sp, Crescentia cujeta Linn, Maja,  skrining fitokimia,
UJI FOTOSTABILITAS KAOLINIT-NORBIXIN BERDASARKAN ANALISIS SPEKTRA UV-VIS Nelly Wahyuni, Andi Hairil Alimuddin, Robbi Ridwansyah,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Norbixin mampu menyerap energi UV dan dapat menghasilkan energi yang tinggi. Adanya ikatan rangkap terkonjugasi pada struktur kimia norbixin mengakibatkan norbixin mudah terdegradasi sehingga dapat mengurangi fotostabilitasnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji fotostabilitas norbixin dan kaolinit-norbixin. Tahapan penelitian meliputi aktivasi kaolinit dengan larutan asam klorida, sintesis norbixin dari biji kesumba, imobilisasi norbixin pada kaolinit teraktivasi dan uji fotostabilitas norbixin dan kaolinit-norbixin. Imobilisasi pigmen norbixin pada kaolinit teraktivasi dianalisis menggunakan spektrum inframerah (IR). Produk hasil sintesis norbixin dikarakterisasi menggunakan spektra UV-Vis. Produk norbixin yang dikarakterisasi dengan spektra UV-Vis menunjukan adanya serapan khas norbixin yang berada pada panjang gelombang 453 nm dan 481 nm. Spektra IR menunjukan bahwa proses imobilisasi norbixin dengan kaolinit telah berhasil dilakukan ditandai dengan adanya serapan diena konjugasi C=C, serapan ikatan C=H alkena dan serapan pita OH karboksilat norbixin. Uji fotostabilitas menunjukkan bahwa norbixin memiliki konstanta laju degradasi sebesar 0,01 jam-1 dan memenuhi orde reaksi satu. Absorbansi kaolinit-norbixin setelah diiradiasi selama 12 jam pada umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan norbixin. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa imobilisasi pigmen norbixin pada kaolinit teraktivasi asam klorida mampu meningkatkan fotostabilitas pigmen norbixin.   Kata Kunci: Norbixin, fotostabilitas, imobilisasi, kaolinit teraktivasi, orde reaksi
PENENTUAN STRUKTUR SENYAWA COUMARINOLIGNAN PADA FRAKSI DIKLOROMETANA KULIT BATANG DURIAN KLAWING (Durio graveolens Becc.) Rudiyansyah, Harlia, Yoga Pratama,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Durian klawing (D. graveolens Becc.) merupakan tumbuhan durian yang menghasilkan daging buah berwarna merah dan pada tiap ruasnya memiliki satu buah biji. Tumbuhan durian ini merupakan salah satu tumbuhan endemik di Kalimantan. Tujuan penelitian adalah untuk mengisolasi, memurnikan, dan menentukan struktur senyawa coumarinolignan dari fraksi DCM kulit batang D. graveolens Becc. Isolat yang dihasilkan berbentuk kristal jarum bening sebanyak 14 mg. Penentuan struktur senyawa menggunakan NMR-H1, NMR-C13, COSY, HSQC, dan HMBC. Data spektrum NMR-1H isolat YGP22 14αD20"> -21O (C 0.075; (CH3)2CO) (CD3OD, 500 MHz) δ (ppm), HRMS-ESI-TOF m/z: 401.0510 [M+H]- (C20H19O9): 7,88 (1H, d, J = 9,55 Hz, H-3); 6,30 (1H, d, J = 9,5 Hz, H-4); 6,80 (1H, s, H-5); 6,60 (1H, d, J = 1,25 Hz, H-2’); 6,62 (1H, s, H-6’); 4,95 (1H, d, J= 8 Hz, H-7’); 4,14 (1H, t, J­= 4,1 Hz, H-8’); 3,55 (1H, dd, J=12,65; 3,85 Hz, H-9’); 3,86 (1H, d, 3’-OMe); 3,84 (1H, s, 5’-OMe); 13C-NMR(CD3OD, 500 MHz) δ (ppm): 146,3(C3); 114,0(4); 101,9(C5); 109,554(C2’); 104,1(C6’); 78,2(C7’); 79,9(C8’); 61,7(C9); 56,8(3’-OMe); 56,6(5’OMe). Berdasarkan data dan kajian literatur isolat YGP22 adalah daphnecin. Kata Kunci: coumarinolignan, D. graveolens Becc., daphnecin, durian
SINTESIS KATALIS BIFUNGSIONAL HETEROGEN DARI TAWAS DAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) UNTUK PEMBUATAN BIODIESEL Thamrin Usman, Nelly Wahyuni, Dwi Yono,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asam lemak bebas yang terdapat dalam crude palm oil (CPO) dan sludge oil telah digunakan sebagai bahan dasar pembuatan biodiesel dengan bantuan katalis dalam reaksi transesterifikasi dan esterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi katalis bifungsional yang disintesis dari abu tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan tawas berdasarkan analisis XRD, XRF dan uji keasaman. Katalis bifungsional yang diperoleh digunakan sebagai katalis dalam pembuatan biodiesel dengan kadar FFA yang berbeda. Rasio optimum tawas yang ditambahkan adalah 0,2 mol pada waktu reaksi 3 jam dan persen katalis 3% dengan sampel FFA yang digunakan 67,40%. Katalis dengan variasi mol tawas optimum selanjutnya digunakan pada sampel dengan kadar FFA yang bervariasi, yaitu 1,29%, 4,98%, 29,21%, 67,40% dan 74,47%. Konversi metil ester optimum pada reaksi esterifikasi terjadi pada sampel dengan kadar FFA 67,40% yang mencapai 86,17%, sementara pada proses transesterifikasi konversi metil ester optimum adalah sebesar 45,70% pada sampel dengan kadar FFA 4,98%. Metil ester yang dihasilkan memiliki indeks bias 1,448 (29,8°C), kerapatan 0,883 g/mL (25°C) dan viskositas 8,933 cSt (25°C). Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa komposisi utama metil ester hasil esterifikasi sludge oil adalah metil palmitat (36,84%), sementara pada transesterifikasi CPO menunjukkan komposisi utama metil ester adalah metil oleat (38,87%). Berdasarkan hasil penelitian, katalis yang disintesis dari tawas dan abu TKKS dapat digunakan sebagai katalis bifungsional untuk sintesis biodiesel.   Kata kunci : abu TKKS, bifungsional, esterifikasi, tawas, transesterifikasi
TOTAL FENOL FRAKSI ETIL ASETAT DARI BUAH ASAM KANDIS (Garcinia dioica Blume) ., Tursiman, Puji Ardiningsih, Risa Nofiani .
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah asam kandis merupakan salah satu tumbuhan genus Garcinia. Genus ini banyak mengandung senyawa golongan fenolik jenis flavon yang diketahui memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dari buah asam kandis (Garcinia dioica Blume) dengan penentuan kandungan total fenol. Fraksi etil asetat diperoleh melalui tahap maserasi dan partisi menggunakan pelarut metanol, n-heksana dan etil asetat. Fraksi metanol memiliki nilai rendemen terbesar yaitu 68,67% kemudian diikuti oleh fraksi etil asetat 25,52% dan fraksi n-heksana 3,67%. Total fenol ditentukan dengan metode follin-ciocateu. Total fenol fraksi etil asetat dari buah asam kandis (Garcinia dioica Blume) sebesar 28,83 12,83 ppm. Kata kunci : Asam kandis (Garcinia dioica Blume), antioksidan, fenol, follin-ciocateu.
HIDROLISIS ENZIMATIK SELULOSA DARI AMPAS SAGU MENGGUNAKAN CAMPURAN SELULASE DARI Trichoderma reesei DAN Aspergillus niger Nora Idiawati, Rika Julfana Sutarno Titin Anita Zahara
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrolisis enzimatik selulosa dari ampas sagu menggunakan campuran selulase dari Trichoderma reesei dan Aspergillus niger telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbandingan campuran enzim, pH, dan waktu hidrolisis untuk menghasilkan konsentrasi glukosa secara maksimal. Hidrolisis dilakukan menggunakan ekstrak selulase kasar dari Trichoderma reesei dan Aspergillus niger dengan perbandingan campuran 1:0, 0:1, 1:1, 2:1, dan 1:2 pada variasi pH 4, 5, dan 6 dengan waktu hidrolisis selama 2, 4, 6, dan 8 jam. Hasilnya menunjukkan bahwa campuran selulase dari Trichoderma reesei dan Aspergillus niger dapat memperbaiki komposisi dari kompleks enzim selulase sehingga proses hidrolisis menghasilkan konsentrasi glukosa yang lebih tinggi dibandingkan hidrolisis yang menggunakan enzim tunggal saja. Pada penelitian ini hidrolisis selulosa dari ampas sagu menggunakan campuran selulase Trichoderma reesei dan Aspergillus niger 2:1 pada pH 5 dengan waktu hidrolisis 8 jam menghasilkan konsentrasi glukosa paling banyak, yaitu sebesar 30,884 mg/L.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA STEROID FRAKSI n-HEKSANA DAUN BUAS-BUAS (Premna serratifolia L.) Muhamad Agus Wibowo, Nora Idiawati, Joly Tonius,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi dan karakterisasi senyawa steroid fraksi n-heksana daun buas-buas (Premna Serratifolia L.) telah dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa steroid dominan pada daun buas-buas. Proses isolasi senyawa steroid dari fraksi n-heksana daun buas-buas dilakukan menggunakan metode sokletasi, kromatografi lapis tipis, kromatografi vakum cair, kromatografi kolom gravitasi dan rekritalisasi serta karakterisasi senyawa menggunakan spektrofotometer inframerah. Ekstrak dipekatkan menggunakan rotary evaporator dan diuji secara fitokimia untuk mengetahui golongan senyawa pada ekstrak. Distribusi yang paling baik terdapat pada eluen n-heksana: etil asetat dengan perbandingan 4:1 dan ekstrak positif mengandung steroid. Fraksi diuji kemiripan distribusi senyawanya dan fraksi yang mirip digabungkan menjadi satu. Fraksi paling dominan terdapat pada fraksi B1 dan memiliki massa sebesar 3,6774 gram. Fraksi yang paling dominan diisolasi lebih lanjut. Hasil isolasi menghasilkan 19 fraksi dengan fraksi B1.1 merupakan fraksi yang paling dominan dan memilki massa 0,1203 gram. Kristal yang hasil isolasi direkristalisasi untuk proses pemurnian kristal dan menghsilkan kristal putih berbentuk jarum serta dianalisis. Hasil analisis kristal menunjukkan adanya kemiripan spektrum IR terhadap senyawa cholestane. Kata kunci : steroid, isolasi, karakterisasi, daun buas-buas
SINTESIS MATERIAL KONDUKTIF KOMPOSIT POLIANILIN-SELULOSA DARI TANAH GAMBUT Lia Destiarti, Deka Muthia Adriani, Berlian Sitorus,
Jurnal Kimia Khatulistiwa Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Kimia Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Kimia Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis material konduktif yang merupakan komposit polimer dari polianilin dan selulosa yang berasal dari tanah gambut. Polianilin (PANI) memiliki sifat fisik yang kaku sehingga dikompositkan dengan selulosa sebagai matriks agar diperoleh polimer yang elastis. Sintesis komposit PANI-selulosa diawali dengan melakukan swelling selulosa menggunakan dimetil sulfoksida. Pada sintesis komposit dilakukan variasi massa anilin yaitu 0,5g, 1g, dan 1,5g. Konduktivitas dan karakter morfologinya ditentukan masing-masing dengan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Berdasarkan hasil pengukuran konduktivitas, komposit PANI-selulosa yang memiliki nilai konduktivitas tertinggi adalah komposit dengan jumlah anilin 1,5 g, yakni 1,57x10-3- 5,32x10-3S/cm. Karakterisasi dengan menggunakan TEM menunjukkan bahwa anilin masuk ke dalam ruang antar struktur selulosa sehingga terlihat selulosa membungkus polianilin. Kata kunci: polimer konduktif, polianilina-selulosa, gambut