cover
Contact Name
Aksal Mursalat
Contact Email
jurnalsainsagribisnis@gmail.com
Phone
+6285242487550
Journal Mail Official
jurnalsainsagribisnis@gmail.com
Editorial Address
Jl. Angkatan 45 No. 1 A Lautang Salo
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sains Agribisnis
ISSN : 27984893     EISSN : 27984893     DOI : -
Jurnal Sains Agribisnis (Journal Of Science Agribusiness) adalah jurnal ilmiah berkala bidang agribisnis pertanian di Indonesia. Jurnal agribisnis pertanian diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu setiap bulan Juni dan Desember, Jurnal ini merupakan media penyebarluasan informasi hasil pemikiran dan penelitian dari dosen, peneliti, dan praktis yang berminat untuk kemajuan agribisnis pertanian. Lingkup artikel dalam jurnal ini memfokuskan pada kajian agribisnis pertanian secara luas dari pendekatan makro meliputi aspek sosial ekonomi pertanian sebagai suatu sistem yang komprehensif dan terintegrasi mulai dari kajian subsistem up-stream, subsistem on-farm, subsistem down stream, dan subsistem penunjang serta dampak interelasinya dengan kebijakan pemerintah, perekonomian internasional, dan kapitalisasi sumberdaya lahan, petani dan masyarakat. Adapun dari pendekatan mikro meliputi kajian persoalan-persoalan dalam pengembangan usaha di bidang agribisnis (finansial, kebijakan usaha, dan aspek teknis fungsional).
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2025)" : 13 Documents clear
PROFITABILITAS DAN KELAYAKAN USAHA CABAI KERITING DI DESA BALASSUKA KECAMATAN TOMBOLO PAO KABUPATEN GOWA Kaharuddin, Alfira Nurafni; Amruddin, Amruddin; Nadir, Nadir; Saleh, Muh Ikmal; Jumiati, Jumiati
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1862

Abstract

Produksi cabai keriting di Desa Balassuka belum optimal akibat berbagai faktor seperti metode budidaya yang kurang tepat, pemilihan benih yang tidak sesuai, penggunaan pupuk yang belum maksimal, serta pengelolaan tanaman yang belum efisien. Selain itu, sebagian besar petani belum mampu menghitung biaya operasional usahatani secara rinci.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya produksi dan keuntungan usahatani cabai keriting serta menilai kelayakannya untuk dikembangkan. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan memilih 35 petani berdasarkan strata luas lahan (0,24–1 hektar). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mencakup perhitungan penerimaan, profitabilitas, dan rasio kelayakan (R/C).Hasil penelitian menunjukkan biaya produksi rata-rata sebesar Rp 8.774.954 dan pendapatan sebesar Rp 52.075.714 per musim, dengan keuntungan 4,98% dan R/C ratio 5,98. Ini menunjukkan bahwa usahatani cabai keriting sangat layak untuk dikembangkan.Disarankan adanya penguatan akses permodalan melalui kredit usaha tani dari pemerintah daerah maupun lembaga keuangan guna memperluas skala usaha. Selain itu, penyuluhan yang rutin dan berkualitas sangat dibutuhkan, karena sebagian petani masih belum memahami teknik pengendalian hama, prediksi cuaca, dan fluktuasi harga secara optimal.
PERSEPSI PETANI TERHADAP PEMANFAATAN WHEY SEBAGAI PUPUK ASAM AMINO PADA TANAMAN HORTIKULTURA Sajidah, Geovani Nur; Euriga, Epsi; Rimartin, Geraldo Adinugra
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.1999

Abstract

Pembangunan sektor pertain pertanian menjadi hal penting bagi negara serta menjadi sumber mata pencaharian pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu jenis pupuk yang paling umum digunakan petani adalah pupuk NPK, yang meskipun efektif dalam meningkatkan hasil pertanian namun memiliki dampak negatif terhadap lingkungan jika tidak digunakan secara berimbang dalam jangka panjang. Di sisi lain, peningkatan produksi whey semakin meningkat dan berisiko menyebabkan pencemaran. Namun kandungan yang dimiliki whey kaya akan protein, laktosa, mineral, dan asam amino yang menjadi unsur utama dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap persepsi petani mengenai pemanfaatan whey pada tanaman hortikultura. Penelitian dilakukan di Dusun Cancangan, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Sleman, DIY, dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei melalui kuesioner. Sampel ditentukan secara jenuh terhadap 30 petani hortikultura yang telah mengikuti sekolah lapang pemanfaatan whey. Analisis data dalam penelitian menggunakan dua teknik analisis yaitu analisis deskritpif dan analisis regresi linear berganda. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan whey sebagai pupuk organik tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan keberlanjutan ekonomi petani hortikultura. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi kebijakan yang mendorong penggunaan pupuk organik di sektor pertanian hortikultura, serta pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia.
ENTREPRENEURIAL BEHAVIOR OF MSME ACTORS IN THE CASSAVA PROCESSING SECTOR: A CASE STUDY OF PADANG CITY Amir, Reza Mardhiyah; Ulhusna, Annisa; Ananda, Pinta Aftaprilia Rizki
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i1.2248

Abstract

This study aims to analyze the entrepreneurial behaviors of MSME actors in the cassava processing sector in Padang City and their influence on business performance. A descriptive quantitative approach was employed, with data collected through interviews and a 5-point Likert scale questionnaire distributed to cassava processing entrepreneurs. The results indicate that individual factors such as education, experience, and motivation are categorized as high and positively contribute to entrepreneurial behavior. Environmental factors such as input availability, training, capital assistance, promotion, and the cohesiveness among entrepreneurs also support business performance, although challenges remain in extension services, marketing, and business regulations. Overall, the business performance of cassava processing MSMEs in Padang City is classified as high, as reflected in market expansion, increased income, and competitive advantage. The synergy between strong individual characteristics and optimal environmental support is key to enhancing the competitiveness and sustainability of cassava processing businesses in Padang City. Keywords: Business performance; Cassava, Entrepreneurial; Entrepreneurial behavior; MSMEs

Page 2 of 2 | Total Record : 13