cover
Contact Name
Istikomah
Contact Email
tashorruf@unmuhjember.ac.id
Phone
+6282247793366
Journal Mail Official
tashorruf@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah jember Jl. Karimata No.49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
At-Tasharruf : Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah
ISSN : 26852802     EISSN : 2715369X     DOI : https://doi.org/10.32528/at
Core Subject : Economy,
Jurnal At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Merupakan Jurnal yang memuat artikel tentang Kajian Muamalah, Ekonomi dan Bisnis Syariah. Jurnal ini pertamakali diterbitkan bulan april 2019, dikelola oleh Prodi Ekonomi Syariah dan diterbitkan Oleh universitas Muhammadiyah Jember
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf" : 7 Documents clear
PENGEMBANGAN SALURAN DISTRIBUSI DENGAN PENDEKATAN RANTAI NILAI BAGI PEMASOK KOPI DI KABUPATEN JEMBER Dimas Herliandis S
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.279 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i1.2490

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk identifikasi rantai nilai pada masing-masing rantai pasok pemasaran kopi di Jember dan faktor-faktor apa saja yang menentukan dalam industri kopi rakyat di Jember. Populasi penelitian ini adalah para pelaku rantai pasok pada industri kopi biji, khususnya yang terkait dengan usaha tani kopi rakyat, mulai dari pelaku pada sisi input (supplier input), sisi proses (petani kopi rakyat), dan sisi output (konsumen dan eksportir). Untuk menentukan responden yang akan dijadikan sebagai narasumber dalam penelitian ini, metode snowball sampling akan digunakan. Metode analisis Value Chain Analysis (VCA) terhadap Industri Kopi Biji di Jember mengikuti langkah yang meliputi value analysis. Hasil analisis data menunjukkan bahwa petani kopi belum mengembangkan lebih baik untuk pengelolaan kopi rakyat karena memiliki kekuatan sebagai sumber pendapatan utama dan memiliki peluang pasar yang tinggi (aspek ekonomi), dan pertumbuhan kelompok tani yang positif (aspek kelembagaan.
PELUANG DAN TANTANGAN IMPLEMENTASI UU JPH (STUDI ANALISIS ATAS UU NO. 33 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL) Istikomah Istikomah
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.583 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i1.2486

Abstract

Populasi umat Islam di dunia berjumlah lebih dari 1,6 miliar jiwa dan Indonesia memberikan kontribusi sekitar 12,7 persen dari total muslim dunia. Hal tersebut menjadikan Indonesia negara muslim terbesar di dunia. Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim, Indonesia sudah seharusnya memperhatikan kebutuhan warganya dalam mengkonsumsi produk halal. Namun, fakta tersebut tidak berbanding lurus dengan kondisi pertumbuhan halal di Indonesia. Posisi Indonesia saat ini adalah sebagai Big Market bukan Player dalam Industri Halal Global. Hadirnya UU JPH bagaikan angin segar bagi Indonesia untuk merubah posisi dari Big Market menjadi Big Player. Namun, penerapan UU JPH ini selain memiliki peluang juga dihadapkan pada beberapa tantangan. Berkenaan dengan hal ini, peneliti ingin meneliti lebih dalam terkait  peluang dan tantangan penerapan UU JPH serta relevansinya  dengan kondisi perekonomian Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari berbagai sektor usaha, meliputi pertanian hingga kelautan Indonesia memiliki potensi sangat besar yang memungkinkan untuk diimplementasikan sertifikat halal di dalamnya. Namun UU JPH ini sulit diterapkan pada sektor industri kosmetik, obat-obatan, produk rekayasa genetika, maupun produk kimiawi. Pembebanan biaya atas sertifikasi halal juga dinilai menjadi beban bagi pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikasi halal. Relevansi  penerapan UU JPH ini masih bisa dilaksanakan dengan beberapa tahapan pelaksanaan sertifikasi halal yang dimulai dari produk makanan dan minuman pada dasarnya merupakan pemberian waktu untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi sertifikasi halal. Dengan adanya UU JPH sekaligus peraturan pelaksananya, yaitu PP No.31 Tahun 2019 diharapkan mampu menggerakkan perekonomian Indonesia dengan menjadikan Indonesia sebagai pusat produk halal dunia.
DINAMIKA PENERBITAN SUKUK DI INDONESIA Miftahul Hasanah
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.095 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i1.2487

Abstract

ABSTRACTNowadays, Islamic financial concept has been comprehensively accepted in the world become an alternative for market that want shariah compliance. One of shariah financial instrument issued by states and corporates is sukuk. Sukuk is an interfaith financial institution cross cultur, and state that now become part of world financial system. Sukuk is not only used by Muslim countries, but has also been adopted and applied by non-Muslim countries. In addition, institutions that have become supporting infrastructure for global Islamic finance have also been established, such as Accounting and Auditing Organization for Islamic Institutions (AAOIFI), nternational Financial Service Board (IFSB), International Islamic Financial Market (IIFM), and Islamic Research and Training Institute (IRTI).  To fulfill the need for development financing, Indonesia may consider Islamic products financing that has been known in International financial market such as Sukuk. Fortunately, Indonesia has ratified Sukuk Act therefore, Indonesia may issue an Islamic financial scheme. The funds owned by a number of Middle Eeast investors as well as western investors have invested in Islamic scheme finance. So Sukuk can be another alternative that can be offered by Indonesian government as a source of public funds to finance economic development.
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN MAKANAN HALAL DI INDONESIA (Studi Analisis UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal) Abd. Rohman Fahruddin
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.951 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i1.2488

Abstract

Today the concept of halal has become a trend in the development of islamic economics in Indonesia, starting from the emergence of halal product, halal cosmetics, halal fashion and halal tourism to lifestyle.  Halal concept in various economic fields have not only become a trend in Indonesia but have expanded to foreign countries which in fact are not Muslim-majority countries such as Japan, Australia, Thailand, and New Zealand.  Halal is a universal indicator for guaranteeing product quality and living standards (Gillani, Ijaz, Khan, 2016). Halal products and services are chosen by Muslims as a form of obedience to Islamic sharia law. Even thougt halal is very related to Muslims, it does not mean that consumers of halal products only come from Muslims. In the law of the Republic of  Indonesia number 33 of 2014 concerning guarantee of halal products in article 3 states that all product that enter, circulate an trade in the territory of Indonesia must be halal certified. This study aims to explain the implementation of halal food management in Indonesia by using qualitative methods and by reviewing research result and developing report.
ANALISIS PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (STUDI LAPANGAN PADA LAZISMU KEBUPATEN JEMBER) Dhofir Catur Bashori
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.712 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i1.2484

Abstract

Zakat merupakan kewajiban yang dibebankan kepada setiap muslim guna membersihkan harta yang dimilikinya. Selain itu, zakat juga berfungsi sebagai sarana untuk mengikis kemiskinan dimasyarakat. Mengingat bahwa jumlah umat muslim di Indonesia besar, maka sejatinya potensi pendapatan zakat di Indonesia juga besar. Maka dari itu diperlukan terobosan untuk benar-benar dapat memaksimalkan potensi zakat itu dengan sebai-baiknya. Salah satunya adalah dengan menggalakkan pendistribusian zakat produktif dibidanga ekonomi. Disinilah peran yang sangat penting bagi Lembaga Amil Zakat untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satu LAZ yang ada dikota Jember adalah LazisMu Jember. Maka penelitian ini mencoba untuk melihat bagaimana LazizMu mengelola zakat produktif, serta melihat praktik dilapangannya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan metode kualitatif-deskriptif untuk kemudian dianalisis. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa menejemen pelaksanaan zakat produktif di LazisMu sudah cukup baik, meski ada beberapa evaluasi yang harus dilakukan terlebih dari sisi pengawasan dan pembinaan para mustahiq. Kemudian dari sisi pelaksanaan dilapangan, bahwa zakat produktif telah mammpu mendayagunakan masyarakat dari sisi perokonomian. Maka perlu diperluas kembali sasaran dan target para penerima zakat produktif.
Analisis Willingness To Pay Konsumen Terhadap Mie Instan Besertifikat Halal (Studi Kasus Masyarakat Desa Kaliwining Kecamatan Rambipuji Jember ) Siti Khayisatuzahro Nur
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.764 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i1.2489

Abstract

Sertifikasi halal LP POM MUI dibentuk untuk melindungi konsumen khususnya umat muslim Indonesia. Sertifikasi ini merupakan fatwa tertulis dari Majelis Ulama Indonesia (melalui LP POM MUI) yang berlandaskan syariat Islam.Salah satu produk yang dapat disertifikasi LP POM MUI adalah mie instan besertifikat halal.Tujuan diadakannya penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik konsumen mie instan besertifikat halal, menganalisis variable kepedulian dan keyakinan yang mempengaruhi, dan menghitung besarnya willingness to pay responden responden terhadap pembayaran tambahan sertifikasi halal pada produk mie instan besertifikat halal.Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi, dan contingent valuation method. berdasarkan hasil yang diperoleh, faktor-faktor yang mempengaruhi WTP responden aadalah kepedulian dan keyakinan responden untuk mengkonsumsi mie instan besertifikat halal. nilai rataan WTP (EWTP) mie instan kuah, sebesar Rp 2.400,00, mie instan goreng sebesar Rp 2.500,00, mie instan cup sebesar Rp 3.300,00, mie instan sachet sebesar Rp 1.400,00. Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa secara parsial kepedulian tidak berpengaruh terhadap analisis Willingnes to pay. Sedangkan, keyakinan berpengaruh terhadap analisis Willingnes to pay. Penelitian ini juga dapat membuktikan bahwa kepedulian dan keyakinan secara simultan berpengaruh terhadap analisis Willingnes to pay terhadap mie instan besertifikat halal.Sertifikasi halal LP POM MUI dibentuk untuk melindungi konsumen khususnya umat muslim Indonesia. Sertifikasi ini merupakan fatwa tertulis dari Majelis Ulama Indonesia (melalui LP POM MUI) yang berlandaskan syariat Islam.Salah satu produk yang dapat disertifikasi LP POM MUI adalah mie instan besertifikat halal.Tujuan diadakannya penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik konsumen mie instan besertifikat halal, menganalisis variable kepedulian dan keyakinan yang mempengaruhi, dan menghitung besarnya willingness to pay responden responden terhadap pembayaran tambahan sertifikasi halal pada produk mie instan besertifikat halal. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi, dan contingent valuation method. berdasarkan hasil yang diperoleh, faktor-faktor yang mempengaruhi WTP responden aadalah kepedulian dan keyakinan responden untuk mengkonsumsi mie instan besertifikat halal. nilai rataan WTP (EWTP) mie instan kuah, sebesar Rp 2.400,00, mie instan goreng sebesar Rp 2.500,00, mie instan cup sebesar Rp 3.300,00, mie instan sachet sebesar Rp 1.400,00. Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa secara parsial kepedulian tidak berpengaruh terhadap analisis Willingnes to pay. Sedangkan, keyakinan berpengaruh terhadap analisis Willingnes to pay. Penelitian ini juga dapat membuktikan bahwa kepedulian dan keyakinan secara simultan berpengaruh terhadap analisis Willingnes to pay terhadap mie instan besertifikat halal.
MANAJEMEN PENDISTRIBUSIAN ZAKAT PRODUKTIF BERDASARKAN AKAD SYAR’I DALAM MENGEMBANGKAN UMKM DI BAZNAS KABUPATEN JEMBER 2018-2019 Muhammad Syafi’i
At-Tasharruf "Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah" Vol 1, No 1 (2019): At-Tasharruf
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.145 KB) | DOI: 10.32528/at.v1i1.2485

Abstract

Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, sehingga zakat bisa menjadi pilar pendanaan ekonomi Negara dan sarana untuk mengentaskan kemiskinan. Dalam hal ini, pemerintah mengatur pendayagunaan zakat dengan Undang-undang tentang Pengelolaan Zakat yaitu UU No. 23 Tahun 2011 mengatur tentang Peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta pendistribusian dana zakat produktif. Sedangkan teknik pengelolaan dana zakat produktif secara khusus disebutkan dalam Peraturan Kementerian Agama RI No. 52 Tahun 2014.  Dengan demikian, semua sistem operasional lembaga Amil Zakat harus merujuk pada peraturan tersebut. Salah satu Lembaga atau badan yang mengelola zakat adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Lembaga BAZNAS khususnya cabang Jember memiliki banyak program dalam pendistribusian dananya, baik dalam sektor sosial, pendidikan, dan juga dalam sektor ekonomi khususnya sektor zakat produktif yang berpengaruh positif terhadap kehidupan para mustahik sehingga banyak para mustahik yang kemudian menjadi muzakki. Berkaitan dengan BAZNAS kabupaten Jember ini, peneliti ingin 1) Mendeskripsikan bentuk manajemen pengelolaan serta pendistribusian dana zakat produktif di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kabupaten Jember. 2) Mendiskripsikan akad syar’i yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kabupaten Jember dalam mendistribusikan dana zakat produktifnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi, Interview dan Dokumenter. Data yang didapat, dianalisa menggunakan metode Deskriptif. Keabsahan data menggunakan teknik ketekunan atau keajegan pengamatan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan, 1) dalam metode pengumpulan dana zakat Lembaga BAZNAS Jember menggunakan media social baik di facebook, youtobe, web. dan media-media yang lain. Disamping itu juga berperan aktif dalam mensosialisasikan zakat terhadap beberapa instansi, selalu aktif untuk bertemu dengan para pengusaha dengan tujuan bisa bekerjasama dalam mengoptimalkan dana zakat. Dan yang terakhir dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat yang dibantu oleh para relawan-relawan diluar struktur kepengurusan BAZNAS Kabupaten Jember. Dalam hal pengelolaan BAZNAS Kabupaten Jember mempunyai program: bidang ekonomi (Jember Makmur), bidang Pendidikan, bantuan dalam bidang kesehatan, pengembangan bidang dakwah dan advokasi dan terkahir dalam bidang kemanusiaan. 2) dalam hal pendistribusian dana zakat dalam sektor ekonomi, pihak BAZNAS Kabupaten Jember tidak menggunakan akad syar’i yang berbasis profit apapun, akad yang digunakan adalah akad an taaradhin (saling kepercayaan antara dua belah pihak). BAZNAS Kabupaten Jember beralasan karena dana zakat produktif tersebut masih difokuskan kepada usaha kecil yang agak berat untuk dikembalikan dalam pengelolaan dananya, disamping itu BAZNAS Kabupaten Jember beralasan karena dana tersebut sudah menjadi hak dari si mustahiq yang tidak perlu dituntut pengembaliannya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7