cover
Contact Name
Rikha Widiaratih
Contact Email
ijoce@live.undip.ac.id
Phone
+6281310097666
Journal Mail Official
ijoce@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27148726     DOI : -
Indonesian Journal of Oceanography is published by Department of Oceanography, Universitas Diponegoro. The Indonesian Journal of Oceanography is published four times a year in February, May, August and November containing research articles and literature review on Oceanography and Marine aspects in general. Indonesian Journal of Oceanography (IJOCE) encourages submission of manuscripts dealing with all research papers and review on all aspects of oceanography, coastal management, marine science, marine biology, marine conservation, marine ecology, marine microbiology, marine culture, marine geology, air and ocean dynamics, estuary, renewable energy, disaster mitigation, ocean technology, ocean and coastal resources, ocean satellite, ocean remote sensing, other ocean topics.
Articles 255 Documents
Analisis Granulometri Sedimen Dasar Di Muara Sungai Kaliancar Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Munawaroh, Siti; Widada, Sugeng; Atmodjo, Warsito; Arifa, Adzkia Noerma
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.18160

Abstract

Muara Sungai Kaliancar merupakan salah satu muara di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.yang mengalami proses sedimentasi. Proses sedimentasi pada muara sungai, pada umumnya akan  mengakibatkan pendangkalan sehingga menjadi gangguan aliran air dari sungai ke laut maupun gangguan alur layar perahu nelayan yang akan bersandar di tepian sungai. Proses sedimentasi di muara sungai sangat dipengaruhi oleh energi transport sedimen dan diameter butir sedimen itu sendiri. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui granulometri sedimen dasar dan energi yang mempengaruhi sedimentasi di perairan muara Sungai Kaliancar. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sedimen dasar, batimetri, gelombang, debit sungai dan pasang surut. Analisis granulometri dilakukan untuk mendapatkan paramater statstik distribusi ukuran butir.  Ukuran butir sedimen dasar yang didapatkan dihubungkan dengan kekuatan aliran arus dengan menggunakan diagram Hjulstrom. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebaran sedimen dasar di lokasi penelitian yaitu berupa pasir dan pasir lanauan, yang tersebar pada kedalaman 0 – 8 m. Analisis granulometri didapatkan bahwa sedimen memiliki mean 0,19 – 2,95 phi, sortasi sedimen termasuk pada poorly sorted hingga moderately well sorted, skewness sedimen memiliki tipe near symmetrical hingga fine skewness dan kurtosis sedimen memiliki tipe very platicurtic hingga extremely leptokurtic. Sebaran sedimen dasar di lokasi lebih dominan dipengaruhi adanya faktor oseanografi yaitu energi gelombang.
Analisis Kelimpahan Dan Sebaran Mikroplastik Pada Perairan Dan Sedimen Di Laguna, Kabupaten Pekalongan Ritonga, Maura Dhia Khanza; Ismanto, Aris; Rifai, Azis
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26690

Abstract

Mikroplastik merupakan salah satu ancaman serius bagi ekosistem perairan karena sifatnya yang sulit terurai, berukuran sangat kecil, serta berpotensi membawa bahan kimia berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, kelimpahan, dan sebaran mikroplastik pada perairan dan sedimen di Laguna Kabupaten Pekalongan, dengan fokus pada jenis dan bentuk partikel mikroplastik yang ditemukan. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif, melalui pengambilan sampel di 10 stasiun untuk air dan 4 stasiun untuk sedimen. Analisis laboratorium meliputi proses filtrasi untuk memisahkan partikel kasar, pemisahan densitas menggunakan larutan NaCl dan ZnCl₂ untuk mengapungkan mikroplastik, serta observasi mikroskopis guna mengidentifikasi bentuk dan jenis mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kelimpahan mikroplastik yang signifikan, dengan nilai tertinggi pada air sebesar 51 partikel/L di Stasiun 6 dan pada sedimen sebesar 705 partikel/kg di Stasiun 10. Jenis mikroplastik yang paling dominan adalah fiber dan fragmen. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan antara kelimpahan mikroplastik dengan parameter oseanografi, seperti oksigen terlarut, pH, dan salinitas. Temuan ini memberikan gambaran kondisi pencemaran mikroplastik di Laguna Pekalongan dan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan lingkungan perairan yang lebih berkelanjutan.
Variasi Temporal Material Padatan Tersuspensi Menggunakan Citra Sentinel di Muara Sungai Loji Pekalongan Simatupang, Ariel Oscar Paskario; Wirasatriya, Anindya; Maslukah, Lilik; Zainuri, Muhammad; Ridarto, Arij Kemala Yasmin; Jihadi, Muhammad Shulhan; Kunarso, Kunarso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26247

Abstract

Material Padatan Tersuspensi (MPT) merupakan partikel yang melayang dikolom perairan dan terdiri dari berbagai komponen organik maupun anorganik. Kehadirannya menyebabkan kekeruhan air sehingga menghalangi sinar matahari yang masuk ke perairan, mengganggu proses fotosintesis dan berdampak negatif pada ekosistem. Pemantauan MPT secara temporal dapat dilakukan melalui pemanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Nilai estimasinya sangat bergantung pada pemilihan sebuah algorithma.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja beberapa algorithma sekaligus mengembangkan algoritma secara empiris menggunakan data MPT in situ dan nilai reflektan produk dari citra Sentinel-2 di Muara Loji. Hasil menunjukkan bahwa nilai estimasi MPT dari algorithma yang dikembangkan secara empiris pada penelitian ini menunjukkan kinerja terbaik dibanding algorithma lainnya. Algorithma yang dibangun menggunakan reflektan pada kanal hijau (B3) memiliki kinerja terbaik yang ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi (R²) = 0.422, RMSE = 8.93 mg/L, MAPE = 18.2%, dan Bias = 1.43.  Estimasi konsentrasi MPT lapangan memiliki rerata sebesar 39.19 mg/L, sementara hasil prediksi dengan algorithma Ajiperwata (37.88  mg/L), Wirasatriya (48.98 mg/L), Maslukah (11.54 mg/L), Laili (13.42 mg/L), dan algorithma baru memiliki nilai rerata 39.90 mg/L. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, karena algorithma dikembangkan berdasarkan satu kali pengambilan, yang mewakili musim peralihan, sehingga masih diperlukan pengujian atau validasi terhadap data MPT di waktu lainnya. Meskipun demikian algorithma yang dihasilkan dapat membantu dalam monitoring jangka panjang di musim yang sama. 
Analisis Karakteristik Marine Heatwaves di Wilayah Pengelolaan Perikanan 711 Saragih, Laurentia Alexandra; Ismunarti, Dwi Haryo; Kunarso, Kunarso; Hatmaja, Rahaden Bagas
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26386

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis karakteristik MHW di WPPNRI 711 meliputi Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Natuna Utara yang mana merupakan wilayah yang memiliki potensi perikanan ikan pelagis kecil dan pelagis besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi metriks MHW yang terjadi selama 42 tahun. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data remote sensing suhu permukaan laut yang berasal dari Copernicus Marine Environtment Monitoring Service (CMEMS). Metode pendekatan yang digunakan yaitu dengan statistika deskriptif. Hasil yang ditemukan yaitu rata – rata karakteristik MHW di WPPNRI 711 yaitu frekuensi 2 – 4 kali per tahun; Rerata durasi 8 – 18 hari; dengan rerata intensitas 1oC – 1.6 oC. Tren frekuensi MHW mengalami peningkatan positif 0 – 0,2 kejadian per tahun; Tren durasi dengan rentang nilai -0,5 – 0,5 hari/tahun; Tren intensitas yaitu -0,08 oC – 0,08oC per tahun. Kejadian MHW tertinggi berdasarkan kondisi intensitas selama 42 tahun terjadi pada tahun 2016, 1998, dan 2023.
Analisis Perubahan Garis Pantai Menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) di Pesisir Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Diana, Valen Febirose; Prasetyawan, Indra Budi; Wijaya, Yusuf Jati
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26219

Abstract

Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan rentan terhadap perubahan garis pantai akibat faktor alam seperti gelombang, angin, pasang surut, serta aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menghitung luasan perubahan garis pantai di pesisir  Kulon Progo pada kurun waktu 2022 hingga 2024 menggunakan Citra Sentinel-2 dengan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis citra Sentinel-2 untuk digitasi garis pantai dengan metode NDWI dan DSAS. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 5 (lima) titik di sepanjang pesisir Kulon Progo. Pemilihan 5 lokasi dengan masing-masing 1 titik pengambilan data bertujuan untuk mewakili kondisi sedimen di area pesisir secara keseluruhan. Hasil analisis DSAS menunjukkan perubahan garis pantai signifikan dengan laju abrasi dan akresi bervariasi. Tinggi gelombang maksimum meningkat dari 3,58 m pada tahun 2022 menjadi 4,66 m di tahun 2024, sementara kecepatan longshore current meningkat dari 1,11 m/s pada tahun 2022 menjadi 1,77 m/s di tahun 2024. Transpor sedimen meningkat dari 452.318,585 m³/tahun pada tahun 2022 menjadi 733.371,87 m³/tahun di tahun 2024. Distribusi sedimen didominasi pasir (83–99%), menunjukkan lingkungan berenergi tinggi. Luas akresi tertinggi terjadi pada tahun 2023 – 2024 sebesar 118,56 ha, sedangkan abrasi tertinggi tercatat sebesar 52,67 ha pada tahun 2022 – 2024.
Sebaran Konsentrasi Silikat dan Hubungannya Dengan Konsentrasi Klorofil-A pada Pantai Ujung Piring, Kabupaten Jepara Gunady, Stephanie Michelle; Ismunarti, Dwi Haryo; Muslim, Muslim
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26543

Abstract

Pantai Utara Jawa merupakan kawasan pesisir yang kaya akan sumber daya alam dan memiliki aktivitas antropogenik yang intensif. Aktivitas ini berpotensi memengaruhi kondisi trofik perairan, termasuk dinamika silikat sebagai nutrien dan klorofil-a sebagai pigmen utama fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi serta hubungan spasial antara silikat dan klorofil-a di perairan Pantai Ujung Piring, Jepara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis konsentrasi, korelasi, dan visualisasi spasial. Pengambilan sampel air dilakukan di 10 titik pada 15 November 2024, disertai pengukuran parameter lingkungan secara in situ. Konsentrasi silikat ditemukan berada pada kisaran 0,5041–1,0159 μM (rata-rata 0,6835 μM), sedangkan klorofil-a berkisar antara 0,3849–21,8536 mg/m³ (rata-rata 5,7983 mg/m³). Hasil analisis menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara silikat dan klorofil-a (r = 0,922; p < 0,001). Pola spasial mengindikasikan konsentrasi yang lebih tinggi di wilayah pesisir, terutama di sekitar mangrove dan muara, dan cenderung menurun ke arah laut lepas. Hal ini menunjukkan bahwa sumber masukan daratan berperan penting dalam mendukung produktivitas primer di wilayah pesisir.
Pemetaan Potensi Daya Listrik yang Dibangkitkan Gelombang Laut di Perairan Selatan Bali Tahun 2018-2023 Siahaan, Eirene Sharon; Prasetyawan, Indra Budi; Ismanto, Aris
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 2 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i2.26252

Abstract

Gelombang laut, salah satu sumber energi terbarukan yang tidak menghasilkan emisi karbon sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti energi tidak terbarukan, Pengembangan energi alternatif juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dengan menyediakan energi yang bersih serta terbarukan. Menurut pemetaan yang dilakukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (P3GL) pada tahun 2014, salah satu daerah yang memiliki potensi adalah Perairan Selatan Pulau Bali. Tujuan penelitian ini yakni guna mengetahui potensi gelombang laut berupa besaran potensi energi Listrik yang dapat dimanfaatkan di Perairan Selatan Bali, terutama Perairan Uluwatu. Penelitian ini memanfaatkan data angin yang diperoleh dari ECMWF ERA5 dan BMKG selama enam tahun. Pengolahan data angin dilakukan melalui analisis windrose untuk menentukan fetch, peramalan gelombang menggunakan metode peramalan SMB (Sverdrup-Munk-Bretschneider), serta visualisasi penyebaran gelombang dengan software MIKE Zero modul Spectral Wave. Berdasarkan penelitian yang sudah dijalankan, tinggi serta periode gelombang yang paling signifikan tercatat di musim timur, dengan tinggi mencapai 2,462 meter dan periode 7,665 detik di wilayah Perairan Uluwatu, Bali. Selain itu, persebaran daya listrik tertinggi juga terjadi pada musim timur, dengan daya maksimum senilai 2.541,962 Watt dan daya terendah terjadi di musim Peralihan II dengan nilai sebesar 38,75984 Watt. Potensi daya listrik yang dihasilkan dari gelombang laut pada periode musim ini relatif tinggi karena kecepatan angin pada musim Timur tinggi yang menghasilkan tinggi gelombang signifikan yang tinggi pula. Sebaliknya terjadi pada musim Peralihan II.
Kajian Korelasi Suhu Permukaan Laut dan Konsentrasi Klorofil–A di Perairan Selatan Maluku pada Periode Tahun 2015 – 2023 Feberrito, Junda; Ismunarti, Dwi Haryo; Rifai, Aziz
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 3 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i3.25900

Abstract

Perairan selatan Maluku memiliki kondisi suhu permukaan laut (SPL) yang sering berubah. Perubahan SPL ini dapat mempengaruhi konsentrasi klorofil-a. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara SPL dengan konsentrasi klorofil-a di perairan selatan Maluku selama periode tahun 2015–2023, khususnya pada periode ENSO (El Niño dan La Niña). Penelitian ini menggunakan citra MODIS untuk mendapatkan data spasial SPL dan konsentrasi klorofil-a rata-rata bulanan tahun 2015-2023. Peta sebaran SPL dan konsentrasi klorofil-a dibuat berdasarkan interpolasi Kriging pada perangkat lunak ArcGIS. Tingkat hubungan antara SPL dan konsentrasi klorofil-a ditentukan berdasarkan nilai koefisien korelasi Pearson. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa pada kondisi El Niño saat musim timur (Juni hingga Agustus 2023), rata-rata SPL 27,5°C dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a 0,36 mg/m3 Pada kondisi normal (Juni - Agustus 2021), rata-rata SPL 28°C, dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a  0,34 mg/m³. Pada kondisi La Niña (Juni - Agustus 2022), rata-rata SPL 28,4°C, dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a 0,34 mg/m³. Peta sebaran menunjukkan bahwa sebaran SPL dan konsentrasi kolorofil-a selama ENSO tidak berbeda signifikan di perairan selatan Maluku.. Secara tahunan, antara SPL dan konsentrasi klorofil-a menunjukkan hubungan negatif dengan nilai r = -0,961. Sedangkan pada saat ENSO, didapatkan hubungan positif, dengan r = 0,996 saat El Niño , dan r = 0,993 saat La Niña.  Disimpulkan bahwa di perairan Selatan Maluku tidak menunjukkan perubahan signifikan pada pola sebaran SPL dan konsentrasi klorofil-a saat periode ENSO, namun menunjukkan perbedaan hubungan antara SPL dengan konsentrasi klorofil-a. 
Pola Sebaran Konsentrasi Nitrat Dan Fosfat Sebagai Indikator Kesuburan Perairan Pantai Kaliratu, Kabupaten Kebumen Mumtaz, Fathiyah; Maslukah, Lilik; Widada, Sugeng; Zainuri, Muhammad; Endrawati, Hadi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 3 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i3.26963

Abstract

Pantai Kaliratu di Kabupaten Kebumen memiliki aktivitas industri tambak udang modern yang berpotensi mempengaruhi kualitas perairan sekitarnya. Aktivitas budidaya tambak berkontribusi terhadap limbah organik, yang akan terdegradasi menjadi nutrien nitrat dan fosfat. Fosfat dan nitrat berperan penting dalam proses fotosintesis sehingga berpengaruh terhadap kesuburan perairan. Kesuburan perairan yang sangat tinggi akan berdampak negatif terhadap ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan dan pola sebaran nitrat dan fosfat di perairan tersebut. Pengambilan data dilakukan di 16 stasiun. Nitrat dianalisis menggunakan metode reduksi cadmium dan phosphat berdasarkan asam askorbat. Selanjutnya, konsentrasi nutrien nitrat dan fosfat disajikan dalam bentuk pola sebaran menggunakan ArcMap 10.8. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat berkisar antara 0,054-0,559 mg/L dengan rata-rata 0,181 mg/L, terkategori sebagai perairan oligotrofik. Sementara konsentrasi fosfat berkisar antara 0,074-0,431 mg/L dengan rata-rata 0,165 mg/L, masuk dalam kategori perairan eutrofik. Perbedaan klasifikasi ini terjadi karena karakteristik kedua nutrien tersebut, dimana nitrat bersifat lebih mudah larut sedangkan fosfat sifatnya lebih reaktif, cenderung cepat terikat oleh partikel. Pola sebaran kedua nutrien membentuk pola konvergen, ditemukan tinggi di dekat muara dan menurun ke arah laut lepas.
Studi Variabilitas Upwelling Berdasarkan Data Angin, Suhu Permukaan Laut, Dan Klorofil-A Di Laut Flores Fikra, Harizal; Wijaya, Yusuf Jati; Kunarso, Kunarso; Wisha, Ulung Jantama
Indonesian Journal of Oceanography Vol 7, No 3 (2025): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v7i3.27907

Abstract

Laut Flores merupakan salah satu perairan strategis di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi produktivitas laut tinggi. Fenomena upwelling yang terjadi di wilayah ini berperan penting dalam membawa massa air laut dari lapisan bawah yang kaya akan nutrien ke permukaan. Proses ini berkaitan erat dengan dinamika angin muson dan kondisi oseanografis setempat. Dalam penelitian ini, digunakan data satelit angin, suhu permukaan laut (SPL), dan klorofil-a untuk mengkaji variabilitas klimatologis upwelling secara spasial dan temporal selama periode 2008 hingga 2022. Perhitungan indeks upwelling dilakukan menggunakan pendekatan Ekman transport dan Ekman pumping guna melihat kontribusi gaya angin terhadap dinamika vertikal air laut. Wilayah studi dibagi menjadi dua transek berdasarkan sebaran geografis, dan masing-masing dianalisis menggunakan pemrograman Python serta divisualisasikan secara spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa fenomena upwelling dominan terjadi pada musim timur, khususnya bulan Juni hingga Agustus, yang ditandai dengan peningkatan kecepatan angin, penurunan SPL, dan lonjakan konsentrasi klorofil-a. Nilai indeks upwelling tertinggi tercatat di Transek A, sedangkan pada Transek B Ekman pumping bukan merupakan faktor dominan dalam memicu terjadinya upwelling pada wilayah tersebut.