cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2021): Juli" : 5 Documents clear
Kepadatan Nannochloropsis oculata Dengan Penambahan Pupuk Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) Pangestu, Rama Sugeng; Utami, Maya A. Fajar; Herliany, Nurlaila Ervina
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.17 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i3.18016

Abstract

Pertumbuhan N. oculata sangat bergantung pada ketersediaan nutrien di dalam media tumbuh karena berfungsi sebagai sumber energi dan pembangun sel. Salah satu bahan alami sebagai nutrien yang bisa digunakan untuk kultivasi adalah ekstrak daun lamtoro. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menentukan pertumbuhan N. oculata yang diberi pupuk ekstrak daun lamtoro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian meliputi L1 (Pupuk Ekstrak Daun Lamtoro 30 ml/1000 ml), L2 (Pupuk Ekstrak Daun Lamtoro 40 ml/1000 ml), L3 (Pupuk Ekstrak Daun Lamtoro 50 ml/1000 ml). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk ekstrak daun lamtoro berpengaruh terhadap pertumbuhan N. oculata (p<0,05). Kepadatan sel tertinggi terjadi pada hari ke-7 untuk pemberian Ekstrak Daun Lamtoro 40 dan 50 ml, dan hari ke-8 untuk pemberian Ekstrak Daun Lamtoro 30 ml. Pemberian ekstrak daun lamtoro 40 ml menghasilkan kepadatan sel tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya dengan kepadatan sel sebesar 19,03x106 sel/ml. Pada awal kultur, parameter lingkungan dibuat seragam dan sesuai dengan pertumbuhan meliputi suhu 240 C, Salinitas 28 ‰, pH 8, dan intensitas cahaya 1980 lux.Kata kunci : Nannochloropsis oculata, nutrien, ekstrak daun lamtoro
Pengaruh Ekstrak Bawang Hutan Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb. Terhadap Perubahan pH Pada Stimulasi Pertumbuhan Probiotik Secara In Vitro Munaeni, Waode; Widanarni, Widanarni; Yuhana, Munti; Setiawati, Mia; Wahyudi, Aris Tri
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.243 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i3.19875

Abstract

Bawang hutan Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.merupakan tanaman obat yang memiliki kandungan oligosakarida, berpotensi sebagai prebiotik yang mampu meningkatkan kesehatan usus udang vaname (Litopenaeus vannamei). Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efek dari ekstrak bawang hutan dengan konsentrasi berbeda terhadap perubahan pH media pada stimulasi pertumbuhan probiotik secara in vitro. Konsentrasi ekstrak bawang hutan terdiri dari : 10, 5, 2.5, 1.25, 0.625, 0.313, 0.156 mg/mL. Bakteri probiotik yang digunakan adalah Pseudoalteromonas piscicida 1Ub dan Bacillus sp. NP5,sedangkan bakteri enterik menggunakan Vibrio parahaemolyticus. Waktu inkubasi selama 24 jam dengan pengamatan warna dan pH media dilakukan pada jam ke-0, 14, 18, dan 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah inkubasi selama 24 jam terjadi perubahan warna dan pH media. Nilai pH pada perlakuan probiotik lebih rendah dibandingkan dengan bakteri enterik. Nilai pH pada P. piscicida 1Ub lebih rendah dibandingkan dengan Bacillus sp. NP5. Perubahan pH yang lebih rendah menandakan probiotik mampu memanfaatkan oligosakarida yang ada pada ekstrak bawang hutan.Kata kunci : Eleutherine bulbosa, oligosakarida, pH, prebiotik, probiotik. 
Histologi Usus Dan Hati Juvenil Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Yang Diberi Pakan Berbahan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba Petandra) Kasrun Ijal; Yusnaini Yusnaini; La Ode Baytul Abidin; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.225 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i3.17984

Abstract

Tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) mengandung protein sebesar 27,32% sehingga dapat menjadi bahan pakan ikan, tetapi biji kapuk mengandung gossypol dan asam siklopropenat yang bersifat antinutrisi. Sehingga penggunaan tepung ini untuk mensubstitusi tepung kedelai dapat menurunkan kualitas pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak substitusi TK dengan TAMBK dengan dosis yang berbeda terhadap histologi usus dan hati pada juvenil ikan bandeng (Chanos chanos). Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas :100% TK ; 0% TAMBK (pakan A),  75% TK : 25% TAMBK (pakan B), 50% TK : 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK : 75% TAMBK (pakan D). Sebanyak 120 ekor juvenil bandeng (rata-rata bobot awal: 0,80±1,89 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/akuarium). Selama pemeliharaan, pakan diberikan 5% dari bobot tubuh per hari selama 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 25-75% TAMBK dalam pakan menyebabkan abnormal pada organ usus yaitu vili usus menebal dan memendek, nekrosis vili serta peningkatan jumlah dan ukuran sel goblet. Jenis kerusakan pada organ hati yang tampak adalah bile stagnation atau stagnasi empedu, blood congestion dan  melanomarophages centre. Kelangsungan hidup hewan uji adalah 40-60%. Maka disarankan pemberian TAMBK dibatasi (<25%) karena dapat merusak organ usus dan hati juvenile ikan bandeng.Kata Kunci: tepung ampas minyak biji kapuk, histologi, juvenil bandeng.
Aktivitas Enzim Pencernaan Amilase dan Protease Juvenil Abalon (Haliotis asinina) yang Dipelihara pada Salinitas Berbeda Saridu, Siti Aisyah; Anggoro, Sutrisno; Suprijanto, Jusup; Effendy, Irwan Junaedi
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.363 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i3.23569

Abstract

Salinitas merupakan salah satu parameter kualitas air yang mempengaruhi kehidupan hewan akuatik, termasuk molluska laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas enzim pencernaan amilase dan protease juvenil H. asinina yang dipelihara pada salinitas berbeda. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok. Hewan uji dibagi berdasarkan kelompok ukuran panjang cangkang, yaitu 2,0-2,5 cm, 3,0-3,5 cm dan 4,0-4,5 cm dan dipelihara pada salinitas berbeda yaitu 26‰, 29­‰, 32­‰ dan 35‰ selama 30 hari. Selama masa pemeliharaan, hewan uji diberikan pakan alami Gracilaria verrucosa. Pengukuran aktivitas enzim pencernaan dilakukan pada hepatopankreas dan organ viscera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas media berbeda berpengaruh nyata terhadap aktivitas amilase dan protease (P<0,05). Aktivitas amilase pada salinitas 26‰, 29‰, 32‰ dan 35‰ berturut-turut yaitu 1,1387±0,2158 U/mg protein, 1,0908±0,3531 U/mg protein, 0,7595±0,1044 U/mg protein dan 0,7137±0,2014 U/mg protein. Aktivitas protease juvenil yang dipelihara pada salinitas 26‰, 29‰, 32‰ dan 35‰ berturut-turut yaitu 0.0031±0.0045 U/mg protein, 0.0177±0.0103 U/mg protein, 0.0167±0.0118 U/mg protein dan 0.0239±0.0023 U/mg protein. Berdasarkan hasil penelitian, H. asinina sebaiknya dipelihara pada salinitas >29‰ karena aktivitas protease yang sangat rendah dapat menurunkan kecernaan protein sehingga menghambat pertumbuhan.
Subtitusi Minyak Ikan Dengan Minyak Jagung Dalam Pakan Terhadap Efisiensi Pakan Dan Pertumbuhan Juvenil Rajungan (Portunus pelagicus) Yang Dipelihara Dalam Sistem Resirkulasi Friska Pattricya Noya; Muhammad Idris; Oce Astuti; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v6i3.19399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi minyak ikan (MI) dengan minyak jagung (MJ) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih rajungan (P. pelagicus). Tiga jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi MI dengan MJ yang terdiri atas : Pakan A (6% MI + 0%MJ), Pakan B (3% MI + 3% MJ), dan Pakan C (2% MI + 4% MJ). Sebanyak 36 ekor benih rajungan (bobot awal rata-rata : 39,31±2.20 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (3 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×50×40 cm. Rajungan diberi pakan  2 kali sehari (17.00 dan 22.00 WITA)  dengan dosis 10%  dari bobot tubuh  selama 60 hari pemeliharaan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi MI dengan MJ dalam pakan buatan memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsumsi pakan, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, retensi protein, dan retensi lemak.namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak rata-rata, laju pertumbuhan spesifik, dan tingkat kelangsungan hidup rajungan. Pertumbuhan mutlak rata-rata yang diperoleh pada penelitian ini berkisar 1,25-2,46 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,0005-0,00101 %, konsumsi pakan tertinggi diperoleh sebesar 625,68 g, rasio konversi pakan sebesar 187,41, efisiensi pakan 0,85 %, dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 75,00-91,67 %. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian 3% minyak ikan dan 3% minyak jagung dalam pakan buatan menghasilkan pertumbuhan, efisiensi pakan dan kelangsungan hiduptertinggi juvenil rajungan (P. pelagicus) pada pemeliharaan system resirkulasi Kata Kunci: Juvenil, Rajungan P. pelagicus, Minyak Ikan, Minyak Jagung

Page 1 of 1 | Total Record : 5