cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Substitusi Tepung Kedelai (Glycine max) dengan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba petandra) terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Putri Didyawati; Wellem H. Muskita; Wa Iba; Muhaimin Hamzah; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.702 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i3.9749

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vanname yang diberi pakan buatan substitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk. Keempat jenis pakan ini memiliki dosis tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) berbeda. Penelitian ini didesain dengan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A: 100% TK dan 0% TAMBK, Perlakuan B: 75% TK dan 25% TAMBK, Perlakuan C: 50% TKdan 50% TAMBK, Perlakuan D: 25% TK dan 75% TAMBK, diberikan pada juvenile udang vanname selama 45 hari pemeliharaan. Sebanyak 120 ekor juvenile udang vanname dengan berat 6 ± 1g dipelihara dalam 12 akuarium (10 ekor/akuarium) dan diberi pakan dua kali sehari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak,laju pertumbuhanspesifik, konsumsi pakan, rasio konversi pakan, efisiensi pakan, retensi protein dan tingkat kelangsungan hidup juvenil udang vaname. Pertumbuhan mutlak yang diperoleh pada penelitian ini berkisar antara 0,52-1,01 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,36-2,66 g, konsumsi pakan berkisar antara 190,35-270,24 g, rasio konvesi pakan berkisar antara 24,48-47,12, efisiensi pakan berkisar antara 2,39-4,34%, retensi protein berkisar antara 10,07-15,37% dan tingkatkelangsungan hidup berkisar antara 90-96,67%. Substitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, efisiensi pakan dan tingkat kelangsungan hidup, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan konsumsi pakan juvenil udang vaname (L. vannamei). Substitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk yang bagus untuk pakan juvenil udang vaname dengan dosis 50%TK dan 50%TAMBK.Kata kunci : TAMBK, pertumbuhan, kelangsungan hidup, udang vanname
Inventarisasi Parasit pada Ikan Kerapu Sunu (Plectropomus leopardus) yang Dipelihara pada Karamba Jaring Apung Gusriyanti, .; Nur, Indriyani; Sarita, Abdul H.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.122 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i1.4268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati jenis parasit yang menyerang ikan kerapu sunu (P. leopardus) yang dipelihara pada keramba jaring apung. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yaitu bulan Juni sampai bulan Agustus 2015. Jumlah Sampel yang diamati sebanyak 12 ekor dan pengambilan sampel dilakukan secara acak. Jenis parasit yang ditemukan yaitu Dactylogyrus sp., Brooklynella hostilis., Attheyella sp., Orientocreadium sp., Chironomus sp., Diplectanum sp., dan Ergasilus sp. Nilai prevalensi tertinggi terdapat pada parasit Dactylogyrus sp. yaitu 83.3% dengan intensitas 4.4 (ind/ekor). Kata kunci : Parasit, Ikan Kerapu Sunu (P. leopardus), Intensitas, Prevalensi
Kombinasi Tepung Wortel (Daucus carota L.) Dan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata D.) Terhadap Kecerahan Warna Ikan Komet (Carassius auratus) Mariani Pangulu; Wellem H. Muskita; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.642 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i2.14839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung wortel dan tepung labu kuning dalam pakan terhadap kecerahan warna ikan komet (Carassius auratus). Tiga pakan formulasi mengandung kombinasi tepung wortel (TW) dan tepung labu kuning (TLK) yakni 10%TW:0% TLK (Pakan A) , 0% TW:10% TLK (Pakan B) dan 5% TW:5%TLK (Pakan C) dan pakan komersil (Pakan D) diberikan pada ikan komet sampai kenyang sebanyak dua kali sehari selama 40 hari.  Parameter yang diukur adalah kecerahan warna ikan komet, pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup. Kecerahan warna ikan diamati setiap 20 hari sekali menggunakan Toca Colour Finder dan 10 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna orange tertinggi pada akhir penelitian didapatkan pada ikan komet yang diberi pakan B dengan nilai 5.14 dan diikuti oleh ikan yang diberi pakan A 10% TW, pakan C 5% TW+5%TLK dan pakan D komersil dengan nilai masing-masing sebesar 4.80, 4.71 dan 3.26. Kecerahan warna putih tertinggi pada akhir penelitian didapatkan pada ikan komet yang diberi pakan A dengan nilai 4.08 dan diikuti oleh ikan yang diberi pakan C, pakan B dan pakan D dengan nilai masing-masing sebesar 3.85, 3.71 dan 3.05.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung wortel dan tepung labu kuning dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna orange dan putih pada ikan komet.Kata kunci: tepung wortel, tepung labu kuning, ikan komet, pewarnaan ikan.
Konsumsi Pakan dan Kematangan Gonad Abalon Jantan (Haliotis asinina) Menggunakan Makroalga Jenis Euchema spinosum (Kering, Hasil Budidaya IMTA, dan dari Alam) Samsidar, .; Effendy, Irwan J.; Patadjai, Andi B.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.432 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i1.4325

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi pakan dan kematangan gonad abalon jantan Haliotis asinina menggunakan pakan yang berasal dari lingkungan yang berbeda.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember – Maret 2016 di PT. Sumber Laut Nusantara Desa Tapulaga Kecamatan Soropia.Penelitian ini berlangsung selama 75 hari, dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hewan uji berjumlah 45 ekor dengan rata-rata panjang cangkang 60-69 mm dengan 3 perlakuan pakan E. spinosum hasil budidaya IMTA, E.  spinosum dari alam dan E. spinosum kering. Pemberian 3 jenis pakan dilakukan secara ad libitum. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa tingkat konsumsi pakan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan tingkat konsumsi pakan tertinggi terjadi pada pemberian pakan E. spinosum hasil budidaya IMTA sebanyak 4,6g/hari, diikuti E. spinosum dari alam 3,6 g/hari dan E.  spinosum kering 1,9 g/hari. Hasil Uji BNT menunjukkan bahwa pemberian pakan E. spinosum hasil budidaya IMTA dan E. spinosum dari alam berbeda nyata dengan E.spinosum kering. Hasil pengamatan gonad menunjukkan bahwa persentase kematangan gonad tertinggi pada perlakuan E.spinosum hasil budidaya IMTA sebesar (73,33%) diikuti perlakuan E. spinosum dari alam sebesar (66,67%) pada perlakuan  E.  spinosum kering (66,67%) yang hanya dapat mencapai TKG II. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa tingkat kematangan gonad tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05). Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian yaitu suhu berkisar 26-29 oC, salinitas 30-32 ppt dan pH 8-8,5.Kata kunci : Abalon Jantan (H. asinina), E. spinosum, Tingkat Konsumsi Pakan, Kematangan Gonad, IMTA (Sistem Budidaya Terpadu).
Pengaruh Dosis Pupuk Organik Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Chlorella vulgaris Saniati, Goa; Wa, Iba; Indrayani, .
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.961 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i2.7855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair eceng gondok terhadap pertumbuhan dan kepadatan sel C. vulgaris. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kali ulangan  volume media kultur 150 ml yaitu A (kontrol positif: media f/2), B (kontrol negatif: air laut), C (10 %), D (20 %) dan E (30 %) pupuk organik cair eceng gondok. Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu pertumbuhan sel, laju pertumbuhan spesifik dan yield C. vulgaris. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan sel tertinggi pada hari ke-6 atau fase stasioner awal pada perlakuan 20 % POC EG yaitu 64,04x105 sel.ml-1 dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 52,74x105  sel.ml-1 walaupun secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik pada fase eksponensial pada perlakuan 10 % yaitu 0, 91 hari-1 tidak berbeda jika dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 0, 88 hari-1.  Yield C. vulgaris tertinggi pada hari ke-4 dan ke-6 (fase eksponsial hingga stasioner) pada perlakuan 20 % yaitu 41,32 x105 sel. ml-1  tidak berbeda jika dibandingkan dengan kontrol positif media f/2 yaitu 34,65 sel. ml-1. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosis media organik eceng gondok 10 % atau dibawahnya dapat digunakan sebagai alternatif pupuk dalam kultivasi C. vulgaris. Kata Kunci : Chlorella vulgaris, media organik, pertumbuhan sel, LPS, yield
Subtitusi Tepung Kedelai (Glycin max) dengan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba Petandra) dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Nener Bandeng (Chanos chanos) Anastasia, Hasriani; H. Muskita, Wellem; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.694 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i4.15615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng (C. chanos). Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas : 100% TK ; 0% TAMBK (pakan A),  75% TK : 25% TAMBK (pakan B), 50% TK : 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK : 75% TAMBK (pakan D). Sebanyak 120 ekor nener bandeng (bobot awal rata-rata : 0,73±0,03 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×50×40 cm. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari (08.00 dan 17.00 WITA) secara adlibitum selama 42 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak, laju.pertumbuhan spesifik dan konsumsi pakan nener bandeng yang diberi. pakan uji masing-masing berkisar antara 0,24-0,57 g, 0,70-1,32 %, 18,17-23,96 g. Sedangkan rasio konversi pakan.dan efisiensi pakan tertinggi diamati pada nener bandeng yang diberi pakan D masing-masing sebesar 5,29±2,53 dan 21,59±8,59%. Retensi protein tertinggi diperoleh pada nener bandeng yang diberi pakan C (2,12±0,29%) Tingkat kelangsungan hidup nener bandeng tertinggi diperoleh pada perlakuan A (70%) dan terendah diperoleh pada perlakuan D (40%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa subtitusi 25% tepung kedelai dengan tepung ampas minyak biji kapuk dalam pakan dapat menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup nener bandeng.Kata Kunci: Tepung ampas minyak biji kapuk, subtitusi, pertumbuhan, kelangsungan hidup, nener bandeng (C. chanos)
Pengaruh Penggunaan Tepung Ikan Layang (Decapterus russelli) dengan Tepung Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Juvenil Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Cilia, .; Muskita, Wellem H.; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.802 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i4.4293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung ikan layang dengan tepung ikan tongkol dalam pakan terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup juvenil udang vaname. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium produksi FPIK Universitas Halu Oleo Kendari selama 42 hari. Empat jenis pakan dibuat dengan kandungan persentase ikan layang dan ikan tongkol yang berbeda dalam pakan. Pakan tersebut adalah 35% TI Layang + 0% TI Tongkol (Pakan A), 25% TI Layang + 0% TI Tongkol (Pakan B), 15% TI Layang + 20% TI Tongkol (Pakan C), 0% TI Layang + 35% TI Tongkol (Pakan D). Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan, rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan uji tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan dan rasio konversi pakan, tetapi memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup juvenil udang vaname (L. vannamei). Secara umum penggunaan 35% TI Layang + 0% TI Tongkol dalam pakan memberikan respon terbaik untuk pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan, rasio konversi pakan dan tingkat kelangsungan hidup juvenil udang vaname (L. vannamei). Kata kunci: Juvenil Udang Vaname, Ikan Layang, Ikan Tongkol, Pertumbuhan, Tingkat Kelangsungan Hidup.
Pengaruh Pemberian Pakan Cacing Tanah dengan Rezim Pakan Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsunganhidup Belut Sawah (Monopterus albus) Naimrudin, .; Idris, Muhammad; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.111 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan cacing tanah dengan rezim pakan berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah (M. albus), Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – Agustus 2016  di Fasilitas Budidaya Air Tawar Milik Masyarakat Kelurahan Andounohu, Kecamatan Poasia,  Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga  ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah rezim pakan dengan dosis 5% / hari, 5% / 2 hari, 10 % / 2 hari  dan 15 % / 3 hari. Hewan uji yang digunakan adalah belut sawah berukuran 24 – 26 g yang dipelihara selama 100 hari. Wadah pemeliharaan adalah cincin sumur sebanyak 12 buah dengan diameter 90 cm (luas 0,63585 m2). Selama pemeliharaan, belut sawah diberi pakan sesuai perlakuan sebanyak setiap kali sehari pada sore hari. Nilai pertumbuhan mutlak selama penelitian berkisar antara 29,66 - 59,33g, laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,28 - 0,59 %, rasio  konversi pakan berkisar antara 18,28 - 22,20, dan kelangsungan hidup 100%. Hasil penelitian menunjukan bahwa rezim pakan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan kelangsungan  hidup belut sawah. Kata Kunci : rezim pakan, cacing tanah, pertumbuhan, kelangsungan hidup, belut sawah, Monopterus albus.
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Formulasi terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Abalon Haliotis asinina yang dipelihara Pada Sistem IMTA (Integrated Multi-Tropic Aquaculture) Syahrin, Evy S.; Patadjai, Andi B.; Sarita, Abdul H.; Effendy, Irwan J.
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.022 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i3.5015

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan juvenil abalon H. asinina dengan frekuensi pemberian pakan formulasi yang dipelihara pada sistem IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture). Penelitian ini dilaksanakan di PT. Sumber Laut Sejahtera Desa Tapulaga Kecamatan Soropia selama 60 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan (A=pemberian pakan 2 kali sehari), (B=pemberian pakan 1 kali sehari), (C=pemberian pakan 2 hari sekali), dengan 3 kelompok ukuran (kelompok 1=2,5-3,0 cm), (kelompok 2=3,1-3,5), (kelompok 3=3,6-4,0). Laju pertumbuhan, konsumsi pakan, FCR (Feed Convertion Ratio) dan tingkat kelangsungan hidup diamati selama penelitian ini dengan kualiitas air yang dipertahankan pada kisaran antara 28-29°C, salinitas 36-37 ppt, serta pH 7-8, DO 2,9-7,8 mg/L., amoniak 0,60 mg/L, dan nitrat 0,21 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi ditunjukkan pada pemberian pakan 1 kali sehari (perlakuan B) dan konsumsi pakan tertinggi ditunjukkan oleh pemberian pakan 2 kali sehari  (perlakuan A). Disisi lain, abalon yang diberi pakan 2 hari 1 kali menunjukkan nilai FCR yang signifikan lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain. Tingkat kelangsungan hidup berada pada kisaran 90-100% untuk semua perlakuan.Sintasan yang diperoleh pada tiap perlakuan menunjukkan kisaran yang cukup tinggi 90-100 %.  Kata Kunci : Abalon, Pemuasaan, Pakan Formulasi, Pertumbuhan dan Sintasan
Pengaruh Laju Pergantian Air Terhadap Perkembangan dan Kelangsungan Hidup Larva Kerang Mutiara (Pinctada maxima) pada Skala Laboratorium Azuka B. Yuukanna; Abdul Rahman; Abdul M. Balubi; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.9 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i1.12294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pergantian air yang optimal pada sistem sirkulasi air terhadap perkembangan dan kelangsungan hidup larva kerang mutiara (P. maxima) yang dipelihara pada skala laboratorium. Penelitian didesain dengan metode rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dengan tiga ulangan, yaitu : K (kontrol), A (200 ml/menit), B (400 ml/menit), dan C (600 ml/menit). Hewan uji larva P. maxima stadia D-veliger ukuran 90 µm×70 µm, yang dipelihara selama 45 hari dengan kepadatan 2000 larva per wadah pemeliharaan. Parameter yang diukur antara lain: tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, kecepatan metamorfosis stadia, dan parameter kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan 600 ml/menit yaitu 11,83%±0,20. Pertumbuhan mutlak AP dan DV tertinggi pada perlakuan 600 ml/menit dengan perolehan masing-masing hasil yaitu 1565µm±23,35 dan 1199µm±28,10. Hasil laju pertumbuhan spesifik AP dan DV tertinggi diperoleh perlakuan 600 ml/menit yaitu 6,93%±0,03 dan 6,90%±0,05. Kecepatan perkembangan stadia dari stadia D-veliger – Pediveliger tercepat, diperoleh perlakuan 200 ml/menit, dengan perolehan waktu metamorfosis 24 hari 21 jam. Hasil ANOVA menunjukan bahwa tidak ada pengaruh nyata untuk setiap parameter yang diukur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa laju pergantian air sebesar 200-600 ml/menit dapat meningkatkan perkembangan dan kelangsungan hidup larva kerang mutiara (P. maxima) yang dipelihara pada skala laboratorium.Kata Kunci : perkembangan larva kerang mutiara, laju pergantian air, P. maxima

Page 6 of 20 | Total Record : 194