cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Studi Konsumsi Pakan Jenis Rumput Laut Gracillaria arcuata dan Ulva fasciata terhadap Pertumbuhan Juvenil Abalon Haliotis asinina yang Dipelihara pada Sistem Raceway Susanti, .; Rahman, Abdul; Balubi, Abdul M.
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.634 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4343

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama 60 hari untuk mengetahui konsumsi pakan Gracillaria arcuata dan Ulva fasciata terhadap pertumbuhan juvenil abalon Haliotis asinina yang dipelihara pada sistem (raceway). Penelitian dimulai dari bulan Oktober sampai Desember 2016 di Hatchery abalon, PT. Sumber Laut Nusantara, Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan, (A= U. fasciata), (B= G. arcuata), (C= kombinasi  U. fasciata dan  G. arcuata). Hasil penelitian menunjukkan  konsumsi pakan harian berkisar antara 1,69-2,25 g. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan perlakuan U. fasciata dan  G. arcuata berbeda nyata terhadap konsumsi pakan juvenil abalon (P < 0,05). Namun, pertumbuhan mutlak berdasarkan panjang cangkang dan bobot tubuh tidak berpengaruh.  Panjang cangkang dan bobot tubuh juvenil abalon tertinggi yang mengkonsumsi G. arcuata masing-masing berkisar 0,31-0,34 mm dan bobot tubuh berkisar 1,93-2,24 g. Tingkat  kelangsungan hidup sangat bagus  mencapai 96,67%.  Kesimpulan penelitian ini adalah juvenil abalon yang dipelihara pada sistem racway terbaik yang diberikan pakan G.  arcuata.                     Kata kunci: Juvenil abalon Haliotis asinina,  Pertumbuhan ,Konsumsi Pakan, Makroalga dan Raceway.
Kualitas Pakan Formulasi dengan Binder Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Abalon (Haliotis asinina)yang Dipelihara pada Sistem IMTA (Integrated Multi Tropic Aquaculture) Primaningsih, Devy; Patadjai, Andi B.; Ishak, Ermayanti; Effendy, Irwan J.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.4 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i4.5005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan sintasan jevenil abalon (H. asinina) dengan pemberian pakan formulasi berbeda yang dipelihara pada sistem IMTA (Integrated Multi Tropic Aquaculture). Penelitian ini dilakukan di PT. Sumber Laut Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara selama 60 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan pakan formulasi dengan binder berbeda dan 3 kelompok berdasarkan ukuran panjang cangkang. Ekstrak agar dan ekstrak karagenan digunakan sebagai perlakuan A dan B, sedangkan tepung sagu dan tepung terigudigunakan sebagai perlakuan C dan D. juvenil abalon yang digunakan berdasarkan ukuran panjang cangkan yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok ukuran , kelompok 1 (2,5-3,0 cm), kelompok 2 (3,1-3,5 cm), dan kelompok 3 (3,6-4,0). Laju pertumbuhan, konsumsi pakan, Feed Conversion Ratio (FCR), sintasan diamati selama penelitian dengan kualitas air yang dipertahankan pada kisaran suhu 28-300C, pH 7-8, salinitas 36-37 ppt, DO 2.9-7,mg/l, amoniak 0.60 mg/l, dan nitrat 0.021 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak berdasarkan panjang cangkang tertinggi diperoleh pada pelakuan A dengan nilai 2.85 cm sedangkan pertumbuhan mutlak berdasarkan bobot tubuh tertinggi diperoleh pada perlakuan C dengan nilai 1.42 g/individu. Akan tetapi, hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata pada laju pertumbuhan, konsumsi pakan, FCR, dan sintasan setiap perlakuan. Kata kunci: Binder, Haliotis asinina, juvenil abalon, pakan formulasi, pertumbuhan.
Pengaruh Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Biomassa Cacing Sutra (Tubifex Sp.) Yang Di Budidaya Dengan Sistem Rak Bertingkat Akhril, Muhammad; Muskita, Wellem H.; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.497 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i3.9760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan biomassa cacing sutera (tubifex sp) yang dibudidaya dengan sistem rak bertingkat. Penelitian ini berlangsung pada bulan Agustus-September 2018, bertempat di Pondok Kewirausahaan Budidaya Ikan (PKBI), Kel. Anduonohu, Kec. Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan, 4 baris, dan 4 kolom. Cacing sutera seberat 10 g/wadah dengan jumlah 440 ind/wadah ditebar ke dalam setiap wadah. Perlakuan yang diujikan terdiri dari perlakuan A (kotoran ayam), perlakuan B (ampas tahu), perlakuan C (ampas arak) dan perlakuan D (kotoran sapi). Pakan yang diberikan sebanyak 30 g/wadah. Variable yang diamati adalah pertumbuhan biomassa mutlak, pertumbuhan populasi, bahan organik tanah dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata (P=0,369>0,05) terhadap pertumbuhan biomassa dan populsai cacing sutera. Nilai total bahan organik pada perlakuan A sebesar 5,31%, perlakuan B sebesar 2,58%, perlakuan C sebesar 3,27% dan perlakuan D sebesar 7,25%. Nilai parameter kualitas air berkisar antara suhu 24-29 0C dan pH 6,8-7. Disimpulkan bahwa ke empat jenis pakan yang di ujikan dapat diberikan sebagai pakan kepada cacing sutera. Kata Kunci : Kotoran Ayam, Ampas Tahu, Ampas Arak, Kotoran Sapi, Sistem Rak Bertingkat, Pertumbuhan Biomassa, Cacing Sutera (Tubifex sp)
Konsumsi Pakan Dan Kematangan Gonad Abalon (Haliotis asinina) Pada Sistem IMTA (Integrated Multi-Trophic Aquaculture) Menggunakan Sumber Pakan yang Berbeda Masita, .; Effendy, Irwan J.; Patadjai, Andi B.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.504 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i1.4273

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama 70 hari pada bulan Juli sampai September 2015 di hatchery Abalon, PT. Sumber Laut Nusantara. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsumsi pakan dan tingkat kematangan gonad (TKG) abalon (H. asinina) menggunakan sumber pakan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan dua jenis makro alga setiap spesies diambil dari  sumber yang berbeda. Empat pakan perlakuan diberikan kepada abalon yakni pakan Ulfa fasciata dari alam (UFA), U. fasciata hasil budidaya sistem IMTA (UF IMTA), Gracillaria arcuata dari alam (GAA) dan G. arcuata hasil budidaya sistem IMTA (GA IMTA), menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase TKG III tertinggi abalon Jantan dan Betina terdapat pada perlakuan D (G. arcuata hasil budidaya IMTA) dengan nilai masing-masing yaitu 86,67%, 93,33%. Konsumsi pakan harian tertinggi terdapat pada G. arcuata hasil budidaya sistem IMTA (23,5 g/hari).  Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan berbeda nyata terhadap konsumsi pakan dan tingkat kematangan gonad abalon  (P < 0,05). Kata Kunci: Induk Abalon (H. asinina), Konsumsi Pakan, Tingkat  Kematangan Gonad, Sistem IMTA.
Tingkat Kecernaan Juvenil Ikan Bandeng Chanos-Chanos yang Diberi Pakan Berbahan Tepung Ampas Minyak Biji Kapuk (Ceiba petandra) Syam, Ratna Nur; Hamzah, Muhaimin; Muskita, Wellem H.; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.673 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i4.17537

Abstract

Kendala bahan baku pakan sumber protein nabati  tepung kedelai yaitu bergantung impor sehingga disubtitusi menggunakan tepung ampas minyak biji kapuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan juvenil ikan bandeng (Chanos-chanos) yang diberi pakan berbahan tepung ampas minyak biji kapuk. Empat jenis pakan dibuat berdasarkan subtitusi tepung kedelai (TK) dengan tepung ampas minyak biji kapuk (TAMBK) yang terdiri atas :100% TK; 0% TAMBK (pakan A), 75% TK : 25% TAMBK (pakan B), 50% TK : 50% TAMBK (pakan C), dan 25% TK : 75% TAMBK (pakan D). Semua pakan percobaan ditambahkan 0,5 % kromium oksida (Cr2O3) sebagai indikator menentukan tingkat kecernaan pada ikan. Sebanyak 120 ekor juvenil ikan bandeng (bobot awal rata-rata : 0,80±1,91 g) dimasukkan ke dalam 12 akuarium (10 ekor/ akuarium) yang berukuran 60×40×50 cm. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari (pukul 08.00 dan 16.00) berdasarkan bobot tubuh selama 60 hari pemeliharaan, kemudian dilakukan pengumpulan feses setiap 3-4 jam setelah ikan diberi makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian pakan berbahan tepung ampas minyak biji kapuk memberikan pengaruh yang sama terhadap tingkat kecernaan protein dan kecernaan total juvenil ikan bandeng (Chanos-chanos). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecernaan protein juvenile ikan bandeng (Chanos-chanos) dalam kategori kurang baik sedangkan kecernaan total menunjukan kisaran optimal.Kata Kunci: Tepung ampas minyak biji kapuk, tepung kedelai, juvenil ikan bandeng Chanos-chanos 
Studi Pemberian Pakan Diatom dan Makroalga terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Juvenil Abalon (Haliotis asinina) pada Sistem IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture) Hamid, Ferianto; Effendy, Irwan J.; Rahman, Abdul
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.09 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i2.4329

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pertumbuhan dan sintasan juvenil abalon Haliotis asinina yang diberi pakan mikroalga dan makroalga yang dipelihara pada sistem IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture). Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan bertempat di Hatchery PT. Sumber Laut Nusantara di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan,  A = (Bentik Diatom), B = (Ulva fasciata), C = (Gracillaria arcuata), dengan 3 kelompok, kelompok 1 = (ukuran : 22-25 cm), kelompok 2 = (ukuran : 26-29 cm), kelompok 3 = (ukuran : 30-33 cm). Pertumbuhan mutlak, Konsumsi pakan, Sintasan dan Kualitas air diamati selama penelitian. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan abalon Haliotis asinina yang diberi pakan mikroalga dan makroalga pada sistem IMTA memberikan respon yang tidak berbeda nyata antara perlakuan. Sintasan memiliki persentase kelangsungan hidup yang sama yaitu 86,67 %. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian yaitu suhu 30-32 oC, salinitas 35-37 ppt, pH 7-8, ammonia 0,048 mg/L, nitrit 0,05 mg/L, nitrat 1,15 mg/L. Kata Kunci: Juvenil Abalon (Haliotis asinina), Mikroalga, Makroalga, Pertumbuhan dan Sintasan
Pengaruh Kepadatan yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Teripang Pasir (Holothuria scabra) Rizal, Achmad; Yusnaini, .; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.583 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i4.8021

Abstract

Teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan salah satu komoditi perikanan penting di Indonesia sudah sejak lama. Tingginya permintaan pasar akan teripang tentunya masih cenderung mengandalkan stok dari alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah padat penebaran yang berbeda terhadap pertumbuhan teripang pasir. Penelitian ini dilakukan selama 45 hari di perairan Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Bibit teripang pasir diperoleh dari perairan yang ada disekitar lokasi penelitian. Rancangan percobaan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan diantaranya (perlakuan A 30 ekor/ m2), (perlakuan B 45 ekor/ m2), dan (perlakuan C 60 ekor/ m2). Wadah yang digunakan pada penelitian adalah kurungan dasar yang terbuat dari pipa paralon dengan ukuran 1x1x1 m.Parameter yang diamati pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan tingkat kelangsungan hidup (TKH).Hasil kepadatan teripang pasir berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan tingkat kelangsungan hidup. PM tertinggi didapat pada teripang pasir dengan kepadatan 30 ekor/ m2 sebesar 44,6 g, dan diikuti oleh kepadatan teripang pasir 45 ekor/ m2 sebesar 1, 82 g dan PM terendah didapat pada teripang pasir dengan kepadatan 60 ekor/ m2 sebesar 1,02 g. LPS tertinggi didapat pada teripang pasir dengan kepadatan 30 ekor/ m2 sebesar 0,61%, dan ikuti oleh kepadatan teripang pasir 45 ekor/ m2 sebesar 0,25% dan LPS terendah didapat pada teripang pasir 60 ekor/m2 sebesar 0,14%. TKH tertinggi didapat pada teripang pasir dengan kepadatan 30 ekor/m2 sebesar 62,22%, diikuti oleh TKH teripang pasir dengan kepadatan 45 ekor/m2 sebesar 50,37% dan TKH terendah didapat pada teripang pasir dengan kepadatan 60 ekor/m2 sebesar 37,78%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepadatan teripang pasir 30 ekor/m2 menghasilkan pertumbuhan tertinggi.Kata Kunci: Teripang Pasir (Holotuhuria scabra), Padat Penebaran, Pertumbuhan Mutlak, Laju Pertumbuhan Spesifik, Tingkat Kelengsungan Hidup.
Pengaruh Ekstrak Bawang Hutan Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb. Terhadap Perubahan pH Pada Stimulasi Pertumbuhan Probiotik Secara In Vitro Munaeni, Waode; Widanarni, Widanarni; Yuhana, Munti; Setiawati, Mia; Wahyudi, Aris Tri
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.243 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i3.19875

Abstract

Bawang hutan Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.merupakan tanaman obat yang memiliki kandungan oligosakarida, berpotensi sebagai prebiotik yang mampu meningkatkan kesehatan usus udang vaname (Litopenaeus vannamei). Tujuan dari penelitian ini adalah menguji efek dari ekstrak bawang hutan dengan konsentrasi berbeda terhadap perubahan pH media pada stimulasi pertumbuhan probiotik secara in vitro. Konsentrasi ekstrak bawang hutan terdiri dari : 10, 5, 2.5, 1.25, 0.625, 0.313, 0.156 mg/mL. Bakteri probiotik yang digunakan adalah Pseudoalteromonas piscicida 1Ub dan Bacillus sp. NP5,sedangkan bakteri enterik menggunakan Vibrio parahaemolyticus. Waktu inkubasi selama 24 jam dengan pengamatan warna dan pH media dilakukan pada jam ke-0, 14, 18, dan 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah inkubasi selama 24 jam terjadi perubahan warna dan pH media. Nilai pH pada perlakuan probiotik lebih rendah dibandingkan dengan bakteri enterik. Nilai pH pada P. piscicida 1Ub lebih rendah dibandingkan dengan Bacillus sp. NP5. Perubahan pH yang lebih rendah menandakan probiotik mampu memanfaatkan oligosakarida yang ada pada ekstrak bawang hutan.Kata kunci : Eleutherine bulbosa, oligosakarida, pH, prebiotik, probiotik. 
Studi Penggunaan Tepung Ikan Layang (Decapterus russelli) dengan Tepung Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dalam Pakan terhadap Kecernaan Juvenil Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Deslianti, Beybi; Kurnia, Agus; Muskita, Wellem H.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.218 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i4.4298

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui tingkat kecernaan tepung ikan layang dan tepung ikan tongkol dalam pakan juvenil udang vaname (L. vannamei).  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium produksi FPIK Universitas Halu Oleo Kendari selama 52 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yakni perlakuan A (35% TI Layang + 0% TI Tongkol); B (25% TI Layang + 0% TI Tongkol); C (15% TI Layang + 20% TI Tongkol); D (0% TI Layang + 35% TI Tongkol). Variabel yang diamati adalah kecernaan protein dan kecernaan total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecernaan total dan kecernaan protein tertinggi didapat pada perlakuan A yakni masing-masing sebesar  92,56% dan 83,56%, penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung ikan layang sebesar 35% menghasilkan tingkat kecernaan yang tinggi pada juvenil udang vaname. Kata kunci: udang vaname, Ikan layang, Ikan tongkol, kecernaan protein, kecernaan total Juvenil udang vaname.
Pengaruh Penambahan Tepung Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Terhadap Tingkat Kecerahan Warna Ikan Nemo (Amphiprion percula) Ningsi, Sri W.; Kurnia, Agus; Nur, Indriyani
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.413 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i1.4380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit buah manggis (TKBMG) terhadap tingkat kecerahan warna ikan nemo (Amphiprion percula). Penelitian ini bertempat di Laboratorium Unit Pembenihan dan Produksi, dan Lab Nutrisi Pakan Ikan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo, Kendari. Tiga jenis pakan dengan penambahan tiga dosis tepung kulit buah manggis (5%, 10%, dan 15% TKBMG) dan satu pakan komersil sebagai kontrol diberikan kepada ikan nemo selama 45 hari pemeliharaan. Sebanyak 60 ekor ikan nemo (berat awal: 3,47 g ± 1,17) disebar ke dalam 12 akuarium (lima ekor per akuarium) dan diberi pakan dua kali sehari (08.00 dan 16.00 WITA). Parameter yang diamati adalah performa warna, (orange, hitam, putih) pertumbuhan mutlak (PM) dan tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan nemo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian TKBMG dengan dosis yang berbeda dalam pakan memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat kecerahan warna orange dan tidak memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap kecerahan warna hitam dan putih ikan nemo. Dosis penambahan TKBMG yang berbeda dalam pakan memberi pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan nemo. Tingkat kecerahan warna orange akhir tertinggi didapat pada ikan nemo yang diberi 15% TKBMG dalam pakan dengan nilai 5,34. Tingkat kecerahan warna hitam akhir pada ikan nemo yang diberi 5%, 10%, 15% TKBMG dalam pakan dan pakan komersil berturut-turut adalah 6,63, 6,54, 6,37 dan 6,14. Tingkat kecerahan warna putih akhir pada ikan nemo yang diberi 5%, 10%, 15% TKBMG dalam pakan dan pakan komersil berturut-turut adalah 6,64, 6,61, 6,61, dan 6,14. Pertumbuhan mutlak ikan nemo berkisar antara 0,61-1,4 g dan tingkat kelangsungan hidup ikan nemo berkisar antara 100-66,66%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian dosis tepung kulit buah manggis 5%, 10%, 15% dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna orange pada ikan nemo.Kata kunci : Tepung Kulit Buah Manggis, Tingkat Kecerahan warna, Ikan Nemo, Amphiprion percula

Page 4 of 20 | Total Record : 194