cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Studi Perbandingan Pertumbuhan Ikan Gabus (Channa striata) yang Diberi Pakan Pellet Dan Keong Mas (Pomacea canaliculata) Waode Muliati; Agus Kurnia; Oce Astuti
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.623 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i1.4381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan ikan gabus yang diberi pakan pellet dan keong mas. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan September – Oktober 2017. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Ran-cangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan Pakan Uji A (Keong mas) dan Perlakuan B (Pakan komersil) dengan pemberian 10% dari bobot tubuh ikan gabus. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, rasio konversi pakan dan efisiensi pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan (P<0.5), namun memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup dan laju pertmbuhan spesifik (P>0,05). Pertumbuhan mutlak berkisar 19,55g-11,81 g, laju pertumbuhan spesifik hari ke-15 berkisar 1,71-1,25%, laju pertumbuhan spesifik hari ke-30 berkisar 2,89-1,81%, selanjutnya laju pertumbuhan spesifik hari ke-45 berkisar 3,15-1,97%, tingkat kelangsungan hidup berkisar 60-53,33%, rasio konversi pakan berkisar 1,0-0,99 dan efisiensi pakan berkisar 101,8-96,1%. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan berupa keong mas lebih lebih baik dibandingkan  pakan komersil bagi per-tumbuhan ikan gabus.Kata Kunci: Pertumbuhan, Ikan Gabus Channa striata, Keong Mas Pomacea canaliculata, pellet.
Inventarisasi Parasit Serta Akumulasi Logam Berat Nikel (Ni) Terhadap Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang Dibudidayakan di Tambak Kumala, Sri; Nur, Indriyani; Emiyarti, .
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.872 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit pada ikan bandeng sertaakumulasi logam berat nikel (Ni) pada ikan bandeng yang dipelihara di Tambak Desa Tapunggaya Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara. Jumlah sampel ikan bandeng (Chanos chanos) yang dibudidayakan di tambak dalam waktu pemeliharaan 2 bulan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga (3) kali masing-masing (5) ekor tiap minggu selama (1) minggu persampling (total 15 ekor ikan bandeng untuk pengamatan parasit yang menyerang tubuh organisme). Pemeriksaan parasit dilakukan pada organ insang dan kulit (ektoparasit) dan organ usus dan hati (endoparasit) sedangkan pemeriksaan nikel dilakukan pada air . Hasil penelitian ditemukan dua jenis ektoparasit yaitu Ergasilus sp. dan dua jenis endoparasit yaitu Ergasilus dan Nematoda. Jenis parasit dengan intensitas tertinggi terdapat pada nematoda dengan nilai intensitas 8,8ind/ekor dan yang terendah Ergasilus sp. 0 ind/ekor atau tidak ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat serangan parasit pada nematoda masih tergolong infeksi parasit sedang dan Ergasilus sp. tergolong infeksi parasit ringan. Nilai prevalensi tertinggi terdapat pada parasit jenisNematodayang memperoleh nilai prevalensi yaitu 100% pada sampling II yang termasuk dalam kategori “sedang” sedangkan nilai prevalensi terendah terdapat pada parasit jenis Ergasilus sp. 0% pada sampling I yang tidak ditemukannya parasit. Faktor kondisi menunjukan ikan kurang gemuk dengan nilai berkisar antara 1,173-1,525. Kandungan logam berat Nipada air menunjukkan hasil meningkat tiap samplingnya dengan perolehan nilai yaitu 0.263, 0.271 dan 0.280 ppm.Kata kunci :Chanos chanos, Parasit, Prevalensi, Intensitas, Nikel (Ni).
Pengaruh Penambahan Tepung Daun Bayam Dalam Pakan Komersil Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Yang Dipelihara Dengan Sistem Resirkulasi Tertutup Edi Edi; Wellem H. Muskita; Oce Astuti; Agus Kurnia; Muhaimin Hamzah; Yusnaini Yusnaini
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.202 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i1.13988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan buatan dengan tepung daun bayam (TB) dalam pakan komersial (PK) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau (S. serrate) yang dipelihara dengan sistem resirkulasi tertutup. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Terdapat empat jenis pakan buatan dengan presentase yang berbeda PK 55% TB 40% B 5% (Pakan A), PK 50% TB 45% B 5%(Pakan B), PK 45% TB 50% B 5% (Pakan C) dan PK 40% TB 55% B 5% (Pakan D) diberikan kepada kepitng bakau selama 60 hari. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup (SR.). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata pertumbuhan mutlak berkisar antara 17,3 – 22,3 g sedangkan nilai rata-rata laju pertumbuhan spesifik pada kepiting bakau yang diberikan pakan uji berkisar antara 0,0025 – 0,0038 % dan nilai rata-rata kelangsungan hidup kepiting bakau yaitu 100%. Hasil analisa sidik ragam menunjukan pakan buatan dengan penambahan tepung bayam memberikan pengaruh yang tidak signifikan (P>0,05) terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup. Peneitian ini menyimpulkan bahwa tepung daun bayam dapat ditambahkan pada pakan buatan berkisar 40-50 %.Kata kunci: Pakan buatan komersial, tepung bayam, kepiting bakau, sistem resirkulasi tertutup.
Pemanfaatan Substrat yang Berbeda untukProduksi Juvenil Muda (Umur 50 Hari) Abalon Haliotis asinina Nahrullah, .; Idris, Muhammad; Effendy, Irwan J.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.526 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i3.4289

Abstract

Pemanfaatan substrat yang berbeda diuji pada penelitian ini untuk melihat respon sintasan larva abalon Haliotis asinina.Penelitian ini dilakukan di Hatchery PT. Sumber Laut Nusantara kerjasama LP2T-SPK di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu perlakuan A (substrat plat waring), perlakuan B (substrat plat semen), dan perlakuan C (substrat plat plastik),dengan menggunakan larva veliger pada sistem flow through dengan pemberian pakan berupa mix diatom. Komposisi dari mix diatom yang digunakan adalah jenis Synedra sp., Melosira sp., Navicula sp., dan Nitzschia sp. Pada hari ke-50 pemeliharaan larva, diperoleh nilai rata-rata persentase sintasan larva pada tiap perlakuan substrat plat waring, substrat plat semen, dan substrat plat plastik, berturut-turut adalah sebesar 1,03%, 1,39%, dan 1,09%. Namun, hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan, tidak ada pengaruh signifikan antara perlakuan. Ini berarti bahwa semua substrat yang diujikan dapat digunakan dalam mendukung produksi juvenil muda (umur 50 hari) abalon H. asinina di Hatchery. Sintasan larva dipengaruhi oleh ketersediaan bentik diatom sebagai pemicu settlement dan metamorphosis larva dalam kegiatan produksi benih di hatchery. Kualitas air selama penelitian masih menunjukkan kisaran yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan sintasan larva abalon. Kata kunci: Bentik Diatom, Haliotis asinina, Larva, Sintasan, Substrat.
Pengaruh Dosis Pupuk Nitrophoska terhadap Pertumbuhan Nannochloropsis sp. Sahira, .; Muskita, Wellem; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.645 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4354

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk nitrophoska terhadap pertumbuhan (kepadatan sel) Nannochloropsis sp. dan mengetahui berapa konsentrasi optimum pupuk nitrophoska ini terhadap pertumbuhan Nannochloropsis sp. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari 300 ppm nitrophoska (Perlakuan A), 600 ppm nitrophoska (Perlakuan B) dan 900 ppm nitrophoska (Perlakuan C). Variabel yang diamati adalah kepadatan sel dan pertumbuhan sel Nannochloropsis sp. Hasil penelitian menunjukan kepadatan sel tertinggi pada 900 ppm nitrophoska (34x106 sel/ml) diikuti 600 ppm pupuk nitrophoska (31x106 sel/ml) dan 300 ppm nitrophoska yaitu (27x106 sel/ml). Sedangkan pertumbuhan sel pada paling tertinggi yaitu 900 ppm pupuk nitrophoska and diikuti 600 ppm pupuk nitrophoska dan 300 ppm pupuk nitrophoska. Hasil Analisis Ragam menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar perlakuan. Kualitas air selama penelitian (suhu, salinitas, dan pH) masih dalam keadaan optimal dalam pertumbuhan Nannochloropsis sp. Kesimpulannya dosis pupuk nitrophoska yang diberikan berpengaruh terhadap pertumbuhan sel Nannochloropsis sp.Kata kunci: Dosis, Pupuk Nitrophoska, Kepadatan Sel, Laju Pertumbuhan  Sel,  Nannochloropsis sp.
Pengaruh Shelter yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Belut Sawah (Monopterus albus) yang Dipelihara Pada Media Tanpa Lumpur Firman, .; Idris, Muhammad; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.145 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i3.5011

Abstract

Shelter digunakan sebagai tempat berlindung dan merawat larva ikan.Olehnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh shelter terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah (Monopterus albus).  Penelitian berlangsung di Pondok Kewirausahaan Budidaya Ikan (PKBI), Jalan Wirabuana, Lorong Meohai, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Media peneliharaan berupa kolam tanpa lumpur.Empat jenis shelter yang diujikan, yakni tumbuhan apu-apu (Perlakuan A), pelepah pisang (Perlakuan B), bambu (Perlakuan C) dan Pipa Paralon (Perlakuan D). Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS), dan Tingkat kelangsungan hidup (SR). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian shelter yang berbeda memberikan pengaruh yang terhadap pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik rata-rata, dengan hasil terbaik pada perlakuan A dengan nilai berturut-turut 17,67 gram dan 0,06%, namun tidak berbeda nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah shelter yang terbaik untuk  budidaya belut sawah di media tanpa lumpur adalah tanaman apu-apu. Kata kunci: Shelter, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup Belut Sawah  (Monopterus albus)
Pengaruh Kosentrasi Pupuk Organik Cair Lemna (Lemna minor) yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Mikroalga Chlorella vulgaris Indriana, Nova; Iba, Wa; Idris, Muhammad; Ruslaini, Ruslaini; Abidin, La Ode Baytul; Aslan, La Ode Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.631 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i1.11754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair lemna (POC L) yang terbaik sebagai pengganti pupuk komersial media f/2 dalam budidaya mikroalga C. vulgaris. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan yaitu konsentrasi 5, 10, 15 dan 20 % POC L dan media f/2 sebagai kontrol dengan masing-masing 3 ulangan. Sebanyak 5 x 104 sel/ml C. vulgaris dalam masing-masing 150 ml volume media kultur diamati pertumbuhannya setiap dua hari sekali. Kultur C. vulgaris dipanen setelah mencapai fase stationer pada hari ke-8.  Hasil analisis repeated measure ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan mempengaruhi pertumbuhan sel (p=0,001). Pertumbuhan sel C. vulgaris yang tertinggi ditemukan pada media f/2 pada hari ke-6 dengan nilai 10,533 x 104 sel/ml. Yield atau kepadatan sel pada fase logarithmik dan fase stationer berbeda untuk semua perlakuan pada hari ke-6 dan ke-8 (p=0,001) dengan kepadatan sel tertinggi ditemukan pada media f/2 dengan nilai berturut-turut adalah 15,6 x 104 dan 15,8 x 104 sel/ml.   Kosentrasi POC L 5 % memberikan hasil berat kering dan produktivitas yang sedikit lebih tinggi dengan nilai berturut-turut adalah 3,33 g/l dan 0,580  g/l  walaupun secara statistik tidak beberda nyata dengan kosentrasi yang lain. Oleh karena itu hasil penelitian ini menyarankan untuk menggunakan kosentrasi 5 % POC L untuk kultur batch C. vulgaris. Kata kunci: C.vulgaris, POC lemna, pertumbuhan sel dan yield mikroalga
Perbandingan Pertumbuhan dan Sintasan Populasi Abalon yang Dipelihara Bersama Sponge dan Rumput Laut Sukti, Andi N.; Effendy, Irwan J.; Sarita, Abdul H.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.458 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i2.4280

Abstract

Pemeliharaan tentang perbandingan pertumbuhan dan sintasan populasi abalon yang dipelihara bersama sponge dan rumput laut telah dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh sponge dan rumput laut terhadap laju pertumbuhan dan sintasan populasi abalon dengan pemberian pakan makroalga jenis G. verrucosa. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Sumber Laut Sejahtera Desa Tapulaga Kecamatan Soropia selama 60 hari. Hewan uji yang digunakan sebanyak 150 individu pada tiap populasi. Pada populasi A dipelihara bersama sponge, populasi B dipelihara bersama sponge dan rumput laut, dan populasi C dipelihara bersama rumput laut. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi untuk mengetahui perubahan panjang dan bobot ketiga populasi hewan uji. Hasil analisis regresi pada populasi menunjukkan persamaan populasi A ; Panjang (mm) = 35,774 + ,45609 * Berat (g) = -41,87 + 1,3627 *, populasi B ; Panjang (mm) = 34,314 + ,53727 * Berat (g) = -31,82 + 1,1335 *, dan populasi C Panjang (mm) = 33,892 + ,55849 * Berat (g) = -29,01+ 1,0592 *. Berdasarkan persamaan tersebut, maka dapat diketahui bahwa pertambahan panjang cangkang tertinggi yaitu pada populasi A kemudian pada populasi B dan yang terendah yaitu pada populasi C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penelitian, ketiga populasi tersebut mengalami pertambahan panjang cangkang setiap meningkatnya pertambahan bobot tubuh. Hal ini menggambarkan bahwa pemeliharaan abalon bersama sponge dan rumput laut baik untuk menunjangpertumbuhan dan sintasannya.Selanjutnya hasil pengukuran parameter kualitas air selama penelitian memiliki kisaran masing-masing suhu berkisar antara 29–31°C, salinitas 34–36 ppt, serta pH 7–8.Kata Kunci : Abalon, Pertumbuhan, Sponge, Rumput Laut
Perbandingan Laju Pertumbuhan dan Produksi Eucheuma Denticulatum Yang Dipelihara Dengan Long Net dan Wall Net Mardin, Mardin; Rahman, Abdul; Kasim, Ma’ruf
Jurnal Media Akuatika Vol 6, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.343 KB) | DOI: 10.33772/jma.v6i4.17484

Abstract

Eucheuma denticulatum merupakan salah satu jenis rumput laut yang ikut andil dalam meningkatkan produksi rumput laut di Indonesia. Berkaitan dengan proses budidayanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan laju pertumbuhan dan produksi E. denticulatum yang dipelihara dengan long net dan wall net, demikian hubungannya dengan parameter fisika-kimia perairan. Penelitin ini dilaksanakan pada Oktober-Desember 2019 di Perairan Pantai Lakeba Kota Baubau Sulawesi Tenggara,  menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan alat analisis uji-t (Independent sampel t-test) dan regresi linear berganda. Hasil penelitian diperoleh laju pertumbuhan spesifik (LPS)  masing-masing sebesar 2,98%.hari-1 pada long net dan sebesar 2,58%.hari-1 pada wall net, sedangkan produksi rumput laut basah masing-masing sebesar 769,06 g.m-2 dan sebesar 643,44 g.m-2. Posisi kedalaman tanam, keterlindungan, dan kestabilan rumpun rumput laut menjadi pembeda hasil LPS dan produksi E. denticulatum pada kedua alat tersebut. Parameter kualitas air yang mempengaruhi pertumbuhan E. denticulatum yaitu suhu, salinitas, kecepatan arus, pH, nitrat, dan fosfat. Wall net memiliki kelebihan dibanding long net terutama pada kondisi perairan yang agak terbuka dan keberadaan hama.Kata Kunci: long net, wall net, produksi Eucheuma denticulatum, pantai lakeba.
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Teripang Pasir (Holothuria scabra) yang Dibudidayakan pada Karamba Jaring Tancap Darman, .; Idris, Muhammad; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.935 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i3.4340

Abstract

Penelitian tentang pertumbuhan dan kelangsungan hidup teripang pasir (Holothuria scabra) yang dibudidayakan pada karamba jaring tancap telah dilakukan di perairan Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup teripang pasir (H. scabra) yang dibudidayakan pada karamba jaring tancap. Sebanyak 120 ekor teripang pasir disebar kedalam tiga karamba jaring tancap (40 ekor/wadah) dengan luasan 4x5 meter . Pemeliharaan dilakukan selama 5 bulan (Juni-November), dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 3 perlakuan dan ulangan individu. Perlakuan yang diterapkan adalah A (substrat berpasir), B (substrat  pasir  berlamun) dan C (substrat pasir berkarang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi teripang pasir ditemukan pada substrat pasir berlamun yaitu  (25,32 g) dan (1,23%), tetapi uji statisitik tidak menunjukkan pengaruh berbeda nyata antar perlakuan. Tingkat kelangsungan hidup teripang pasir selama penelitian adalah 100%.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa teripang pasir (H. scabra) dapat dibudidayakan pada tiga jenis substrat (substrat berpasir, pasir berlamun,dan pasir berkarang). Kata Kunci: Teripang Pasir (H. scabra), Substrat, Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup

Page 8 of 20 | Total Record : 194