cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Aplikasi Rumpon Dasar pada Karamba Jaring Apung untuk Budidaya Ikan Kuwe (Caranx ignobilis) di Teluk Staring, Konawe Selatan La Ode Abdul Rajab Nadia; La Ode Baytul Abidin; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Media Akuatika Vol 8, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengaplikasikan instrument rumpon dasar sebagai penyedia pakan dalam mendukung kegiatan budidaya ikan kuwe di karamba jarring apung. Kegiatan ini dilaksanakan di perairan Teluk Staring Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan. Waktu pelaksanaan adalah bulan April sampai Juni 2022. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini pembuatan KJA terintegrasi rumpon dasar, pemeliharaan ikan kuwe di KJA. Hasil penelitian adalah aplikasi rumpon dasar telah bermanfaat dalam penyediaan pakan ikan selama pemeliharaan ikan di KJA. Pakan yang dihasilkan dari area rumpon mencapai bobot 460 kg pakan dari 640 kg total pakan yang diberikan. Namun ikan hasil tangkapan area rumpon tersebut yang menjadi pakan, belum memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan mutlak, pertumbuhan relatif dan laju pertumbuhan spesifik. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan yang mengaplikasikan pakan ikan utuh + daging ikan rucah + kepala udang dengan nilai pertumbuhan mutlak, pertumbuhan relatif dan laju pertumbuhan spesifik secara berurutan yaitu 125.47 gram, 142.58%, dan 1.81%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi rumpon dasar telah berkontribusi dalam penyediaan pakan untuk budidaya ikan kuwe pada KJA di perairan Teluk Staring. Kata kunci: Rumpon dasar, KJA, budidaya, Caranx ignobilis
Pengaruh Perbedaan Jenis Media Terhadap Kadar Glukosa dan Kelangsungan Hidup Pada Transportasi dan Pemulihan Pasca transportasi Cacing Echiura Urechis unichinctus Sabilu, Kadir; Idris, Muhammad; Yayan, Yayan; Ruslaini, Ruslaini; Balubi, Abdul Muis
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 2 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i2.29732

Abstract

ABSTRAK Durasi pengangkutan ikan hidup skala domestik rata-rata membutuhkan waktu 8 jam, sedangkan internasional rata-rata membutuhkan waktu 24 jam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis media terhadap kadar glukosa dan kelangsungan hidup pada transportasi dan pemulihan pasca transportasi cacing echiura. Cacing echiura berukuran 80-120 g disimulasi transpotasikan selama 8 jam menggunakan metode transportasi tertutup. Perlakuan penelitian didasarkan pada perbedaan jenis media pengemasan yang digunakan, yaitu: media air, media air bersubstrat pasir, dan media pasir basah, masing-masing 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis media yang digunakan dalam kemasan pengangkutan berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup cacing echiura (p0.05), namun glukosa pada ketiganya setelah simulasi transportasi selama 8 jam lebih tinggi dibandingkan pada kondisi sebelum ditransportasikan (51,67 mg/dL). Glukosa tertinggi ditemukan pada echiura yang menggunakan media berupa air bersubstrat pasir sebesar 63,61 mg/d, selanjutnya media pasir basah sebesar 62,78 mg/dL, dan terrendah terdapat pada echiura yang pengangkutanya menggunakan media air yaitu 55,83 mg/dL. Tingkat kelangsungan hidup yang semakin turun hingga hari keenam setelah dipelhara di tangki, mengindikasikan bahwa penanganan cacing echiura pada fase pemulihan pascatransportasi belum sesuai dengan kebutuhan biologisnya. Hal tersebut diindikasikan pula oleh konsentrasi kadar glukosa yang tetap lebih tinggi dibandingkan kontrol (51,67 mg/dL), diketahui bahwa kadar glukosa darah banyak digunakan sebagai penanda biologis terjadinya stres sekunder pada ikan. Kata kunci :Urechis unichinctus, transportasi ikan hidup, cairan selom, glukosa, cacing echiura
Penggunaan Kolektor dari Bahan Waring, Kayu dan Bambu Terhadap Kelimpahan dan Pertumbuhan Spat Kerang Mutiara Pteria penguin di Pantai Desa Palabusa Ayu, Selviana; Rahman, Abdul; Baytul Abidin, La Ode
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 3 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i3.47533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kolektor dengan jenis bahan yang berbeda terhadap kelimpahan spat pada kolektor serta pertumbuhan spat kerang mutiara Pteria penguin yang dikoleksi di Pantai Palabusa, Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan yang berbeda yaitu penggunaan kolektor berbahan waring, kayu dan bambu. Kolektor ditempatkan di perairan selama 3 bulan. Parameter yang diukur adalah kelimpahan spat pada kolektor, pertumbuhan dan kualitas air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kolektor berbahan kayu dan bambu menghasilkan kelimpahan spat kerang P. penguin lebih tinggi dengan perbedaan yang signifikan (5,33 dan 5,00 individu/500 cm ). Pertumbuhan APL spat kerang pada ketiga perlakuan berkisar pada 25,49-27,92 mm, tidak terdapat pengaruh yang signifikan diantara perlakuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kolektor bambu untuk mengumpulkan spat kerang P. penguin sebagai perlakuan yang direkomendasikan. Kata kunci: Kolektor, spat, Pteria penguin
Perbandingan Pemeliharaan Menggunakan Shelter Transparan Dan Shelter Gelap Dalam Sistem Kompartemen Individu (Ski) Terhadap Performa Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Lobster Batik (Panulirus longipes) khalik, Abdul; Yusnaini, Yusnaini; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 9, No 3 (2024):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v9i3.48284

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode pemeliharaan sistem kompartemen individu (SKI) menggunakan wadah selter transparan dan selter gelap serta kontrol (tidak menggunakan selter)terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup lobster batik (Panulirus longipes). Tiga jenis perlakuan dalam penelitian ini yakni lobster yang dipelihara menggunakan kompartemen terang (Perlakuan A), lobster yang dipelihara menggunakan kompartemen gelap (Perlakuan B) dan lobster yang dipelihara tidak menggunakan kompartemen (Perlakuan C). Sebanyak 36 ekor lobster batik (bobot awal rata-rata 60,9 ± 9,96 g) dimasukkan ke dalam sembilan unit waring (tiga perlakuan dan tiga ulangan) berukuran 1 × 1× 1 m3 dengan masing-masing unit percobaan berisi 4 ekor lobster yang dipeliharan selama 60 hari. Selama pemeliharaan lobster uji diberi pakan dua kali sehari (jam 17.00 dan 22.00 WITA) dengan dosis 20% bobot total lobster. Rancangan penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK). dengan 3 perlakuan dan 3 kelompok (ulangan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak rata-rata tertinggi didapat pada lobster yang dipelihara menggunakan kompartemen selter transparan sebesar 35,41 g, sedangkan pertumbuhan lobster yang menggunakan kompartemen/selter gelap dan tanpa selter masing masing sebesar 7.85 g dan 14,17 g. Panjang total lobster yang dipelihara pada kompartemen selter transparan, selter gelap dan tanpa selter masing-masing sebesar 4.65 cm, 2.52 cm g dan 3.77 cm. Panjang karapas lobster batik yang dipelihara dalam selter transparan, selter gelap dan tanpa selter masing-masing sebesar 0.76 cm, 0,53 cm dan 0.61 cm. Laju pertumbuhan harian lobster batik yang dipeliharan dalam selter transparan, selter gelap dan tanpa selter masing-masing sebesar 0.29 % , 0.12% dan 0.14 %. Kelangsungan hidup lobster yang dipelihara tanpa selter sebesar 100% sedangkan kelangsungan hdup lobster yang dipelihara dalam selter hanya 58.33%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan selter transparan dan selter gelap dalam pemeliharaan lobster tidak memberi pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan lobster, demikian juga jika dibandingkan dengan tanpa menggunakan selter (kontrol). Kata Kunci: Lobster batik, selter, pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup