cover
Contact Name
Muhamad Sabri
Contact Email
manajemenkebudayaan@gmail.com
Phone
+6287812820632
Journal Mail Official
manajemenkebudayaan@gmail.com
Editorial Address
https://journal.staidk.ac.id/index.php/manajemenbudaya/about/editorialTeam
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Budaya
ISSN : 27751643     EISSN : 27746704     DOI : https://doi.org/10.51700/manajemen.v1i1
Jurnal ini mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian konseptual yang memenuhi prosedur metode ilmiah di bidang manajemen dan budaya. Jurnal Manajemen dan budaya menerima artikel penelitian dalam lingkup kajian manajemen, kepemimpinan dan nilai budaya. Manajemen organisasi/lembaga Kepemimpinan, sistem / perencanaan strategis Manajemen adat istiadat. Interaksi dan transformasi sosial; dinamika sosial di perkotaan, pedesaan, dan daerah perbatasan; norma, nilai, dan hukum di masyarakat. Sistem kepercayaan, bahasa, sejarah, seni, etnisitas, dan filsafat
Articles 75 Documents
Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru Di Mi Nw 02 Kembang Kerang Kecamatan Aikmel Lombok Timur Yuni Yulianti; Sri Harmonika; fizian yahya
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v1i1.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MI NW 02 Kembang Kerang serta faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MI NW 02 Kembang Kerang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan untuk mengungkapkan berbagai gejala yang muncul dari berbagai pola kepemimpinan kepala madrasah terhadap kinerja guru di MI NW 02 Kembang Kerang. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data antara lain; metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Setelah data terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis data deskriptif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan tentang kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MI NW 02 Kembang Kerang, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1) Kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MI NW 02 Kembang Kerang telah melakukan beberapa upaya, antara lain; a. menanamkan sikap disiplin, b. pembinaan dan supervisi, c. meningkatkan sumber daya dan profesionalisme guru, d. memberikan motivasi, dan e. menyediakan fasilitas yang memadai bagi guru. 2) Faktor pendukung kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MI NW 02 Kembang Kerang, meliputi; a. hubungan yang harmonis antara kepal madrasah dan guru, b. adanya motivasi yang kuat dari guru, dan c. tingkat pendidikan yang memadai. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat bagi kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MI NW 02 Kembang Kerang meliputi; a. kurangnya sarana dan prasarana belajar, dan b. tempat tinggal guru dan siswa yang jauh dari madrasah
Manajemen Lemabaga Pendidikan Berorientasi Mutu Di MA Sunan Pandanaran Yogyakarta Safinah Safinah
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v1i2.218

Abstract

Madrasah Aliyah Sunan Pandanaran ini merupakan lembaga pendidikan yang sangat dikenal baik di Yogyakarta maupun Luar Yogyakarta. Selain itu, MA Sunan Pandanaran mempunyai beberapa program layanan pendidikan dan kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan. Dengan kemampuan MA Sunan ini menunjukkan bahwa Manajemen Mutu di lembaga pendidikan tersebut dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada Mutu Pendidikan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Peneliti mencoba menganalisis pengelolaan lembaga Pendidikan Islam yang berorientasi pada mutu pendidikan pesantren. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan Observasi (pengamatan), Interview (wawancara), dan Dokumentasi Gabungan ketiganya. Sistem pengendalian mutu MA sunan pandanaran dilakukan melalui Sumber Daya Manusia dengan mengadakan Teaching training center dan ada beberapa kegiatan yang di lakukan dalam sistem pengendalian mutu, yaitu: Mengadakan breffing pagi sebelum masuk ke kelas jam pertama, Setiap akhir bulan mengadakan evaluasi kurikulum pembelajaran, Wali kelas, tenaga pendidik, guru mapel melakukan evaluasi sikap dan pengetahuan peserta didik. Sistem evaluasi MA Sunan pandanaran yaitu ada beberapa mekanisme yang dilakukan yaitu dari program monitoring dan evaluasi yang menyangkut: penyusunan rencana monitoring untuk setiap kegiatan, Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan, Menyusun Laporan, Tindak Lanjut Monitoring dan Evaluasi.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH AS-SHOLIHIYAH Kaharudin Kaharudin; Baiq Hannah
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v1i2.219

Abstract

Kepala madrasah dalam kepemimpinan yang sesuai dengan situasi dalam rangka mempengaruhi, mengarahkan, membimbing kepada bawahan dengan cara memperkuat keyakinan, dukungan, dorongan dan kerja sama dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan lembaga pendidikan. Dalam hal ini meningkatkan kinerja guru merupakan salah satu bentuk peran dari kepala madrasah untuk meningkatkan kualitas kerja tenaga pendidik. Sehingga Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, alasan pemilihan metode ini adalah karena penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan gejala, peristiwa, kejadian-kejadian yang terjadi pada masa sekarang. Subyek penelitian adalah Kepala Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah dan beberapa guru Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya disajikan dalam bentuk yang sesuai sehingga mudah dibaca dan dipahami. Kemudian data dianalisis dan diambil kesimpulan Hasil penelitian menyatakan bahwa peran kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah As Sholihiyah. adalah kepala madrasah sebagai pendidik yaitu mengikutsertakan guru-guru dalam penataran. Kepala madrasah sebagai supervisi adanya kunjungan kelas. Kepala madrasah sebagai pemimpin yaitu kemampuan mengambil keputusan. Kepala madrasah sebagai manajer dan administrator yaitu dalam bekerja sama, berkoordinasi dan perencanaan. Sebagai motivasi yaitu memberi penghargaan serta kepala madrasah sebagai inovasi yaitu berupa kedisiplinan. Hambatan-hambatan yang di hadapi dalam meningkatkan kinerja guru yaitu manajemen sumber daya manusia, manajemen waktu, kesulitan dalam memahami sifat dan perilaku guru, serta supervisi pendidikan (bimbingan profesional)
MANAJEMEN PERENCANAAN KEMAHASISWAAN DI STAI DARUL KAMAL NW KEMBANG KERANG NTB Sunardi Sunardi
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v1i2.221

Abstract

Kemahasiswaan merupakan bagian unsur terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan di STAI Darul Kamal. Mahasiswa sebagai pelanggan primer dapat memberikan warna tersendiri bagi sebuah kampus. Tinggi rendahnya animo calon mahasiswa yang mendaftar dapat dijadikan bagian indikator penting yang memberikan kesan bahwa perguruan tinggi tersebut memiliki nilai dan daya saing. Oleh karena itu, manajemen perencanaan kemahasiswaan perlu dirancang dan diimplementasikan secara baik dan sistematis mulai dari tahap sosialisasi, masa pendaftaran (rekrutmen), tes masuk, hingga pada tahap orientasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang  peneliti gunakan adalah analisis non statistik (statistik deskriptif), karena data yang diperoleh dalam penelitian ini bersifat kualitatif, sehingga bisa disusun dan langsung ditafsirkan untuk menyusun kesimpulan penelitian berdasarkan masalah-masalah yang dirumuskan sebelumnya melalui pendekatan induktif. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secara umum manajemen perencanaan kemahasiswaan telah dilakukan dengan baik sekalipun belum menunjukkan hasil yang maksimal. Usaha-usaha yang telah dilakukan menunjukkan adanya upaya peningkatan ke arah yang lebih baik.
Korelasi Intensitas Bimbingan Pembimbing Akademik Dengan Indeks Prestasi Mahasiswa di STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang Musabbihin Musabbihin; Muhammad Yamin; Muhammad Sadaruddin; Saupian Sauri
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v1i2.222

Abstract

Pembimbing akademik berperan memberikan nasihat, arahan dan masukan kepada mahasiswa bimbingannya terkait proses perkuliahan. Bimbingan yang diberikan dosen pembimbing diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan proses perkuliahan secara maksimal. Sehingga dapat berdampak positif pada prestasi akademik (Nilai Indek Prestasi) mahasiswa, karena dihipotesiskan bahwa terdapat hubungan positif Antara intensitas bimbingan pembimbing akademik dengan nilai Indeks Prestasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara intensitas bimbingan dosen pembimbing akademik dengan prestasi akademik mahasiswa. penelitian dilakukan dengan memberikan angket kepada mahasiswa STAI darul kamal yang dijadikan sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dan didapatkan 30 mahasiswa sebagai sampel penelitian. analisis data hasil penelitian dilakukan dengan uji korelasi. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai koefisien korelasi atau r hitung sebesar 0,46827 lebih besar dari nilai r tabel dengan N=30 dan taraf signifikansi 5% yaitu 0,349 sehingga dapat disimpulkan  bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas bimbingan pembimbing akademik dengan nilai Indeks Prestasi mahasiswa. Ini berarti semakin intensif bimbingan yang diberikan maka nilai indeks prestasi mahasiswa semakin baik.
Komparasi Keaktifan Mahasiswa Dalam Pembelajara Daring Dengan Pembelajaran Luring di STAI Darul Kamal Nw Lombok Timur NTB Lina Mardiana; Rahmayatul Pani; Eli Ermawati; Riskawati Riskawati
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v1i2.223

Abstract

Model pembelajaran yang berbeda membuat suasana dalam proses pembelajran yang berbeda pula. Seperti halnya pembelajran daring dan pembelajran luring. Penelitian ini bertujuan untuk melihat komparasi keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran daring dengan pembelajaran luring di STAI darul kamal NW kembang kerang Lombok Timur. Peneliti ingin mengetahui apakah model pembelajaran daring dan luring berdampak pada keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif yaitu membandingkan keaktifan mahasiswa pada saat daring dan luring. Keaktifan mahasiswa diukur menggunakan angket yang diberikan kepada 30 orang sampel penelitian. Pemilihan sampel dilakukan dengan perpousif random sampling dimana sampel yang dipilih adalah mahasiswa yang mengikuti perkulihan daring dan luring. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis uji komparasi atau uji t. Hasil analisis menunjukkan p value uji t (0,000487418) lebih kecil dari taraf signifikansi (0,05), dengan demikian H0 diterima. Ini berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan keaktifan mahasiswa dalam proses pembelajaran daring ataupun pembelajaran luring
Model Kepemimpinan Tuan Guru di Pondok Pesantren Kabupaten Lombok Timur NTB Muhammad Makki
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v1i2.233

Abstract

Peneltian ini fokus mengkaji sejarah kepemimpinan Kharismatik, model kepemimpinan, dan model manajerial/manajemen ketenagan SDM oleh Tuanguru di pondok pesantren Kabupaten Lombok Timur NTB, fokus ini bertujuan untuk: menemukan model kepemimpinan dan manajemen ketenagaan SDM yang tepat diterapkan di pondok pesantren. Kerangka teori yang digunakan teori tentang hirarki kepemimpinan, teori kepemimpinan spiritual, kepemimpinan manajerial. Untuk menganalisis fokus masalah, digunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini menemukan: (a) berdirinya pondok pesantren dibangun dengan modal kepercayaan dan kharismatik, spiritualitas Tuanguru(b) Model kepemimpinan di pondok pesantren, model kepemimpinan yang kolektif-demokratis. (c) manajemen SDM dilakukan dengan memperhatikan latar belakang pendidikan, kompetensi dan rasio kebutuhan pengembangan pondok Pesantren
Manajemen Perpustakaan Dalam Meningkatkan Minat Baca Peserta Didik Di SMA Negeri 1 Wanasaba Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur NTB Reniwati Reniwati
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v2i2.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen perpustakaan di SMA Negeri 1 Wanasaba Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur NTB, serta faktor penghambat dan penunjang manajemen perpustakaan dalam meningkatkan minat baca peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan untuk mengungkapkan berbagai gejala yang muncul dari berbagai manajemen perpustakaan terhadap minat baca peserta didik. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data antara lain: Metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Setelah data yang diproleh dilapangan sudah terkumpul selanjutnya di analisis menggunakan metode analisis data deskriptif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang manajemen perpustakaan di SMA Negeri 1 Wanasaba, maka dapat diambil kesimpulannya sebagai berikut: 1) dilihat dari aspek gedung/ruang perpustakaan yang masih belum memenuhi standar dengan jumlah peserta didik yang ada di sekolah, 2) dilihat dari aspek  sumber daya manusia atau pustakawan perpustakaan, yang masih kurang yang hanya 1 orang pustakawan, dan 3) dilihat dari aspek koleksi bahan bacaan perpustakaan, koleksi buku-buku yang ada di perpustakaan lebih banyak buku-buku pelajaran akan tetapi masih kurang dalam penyediaan buku-buku referensi lainnya seperti buku novel, buku motivasi dan lain sebagainya. 4) Faktor penunjang dalam manajemen perpustakaan untuk meningkatkan minat baca peserta didik, adanya dukungan dari semua pihak yang terlibat disekolah, adanya program bedah buku yang diadakan oleh pihak perpustakaan sekolah, kelengkapan buku-buku dari masing-masing mata pelajaran yang ada. Faktor penghambat dalam manajemen perpustakaan untuk meningkatkan minat baca peserta didik, meliputi: a. kurang tersedianya dana yang khusus untuk bagian perpustakaan, b. kurangnya sarana dan prasarana yang ada di ruang perpustakaan, c. terlalu banyaknya tugas pokok yang harus dikerjakana oleh tenaga atau pegawai perpustakaan yang ada tanpa melihat berapa jumlah tenaga perpustakaan yang hanya ada 2 orang tapi hanya satu orang yang selalu melayani siswa atau guru yang menyebabkan kurang maksimalnya di dalam penerapan dan pelaksanaan manajemen perpustakaan di sekolah tersebut
Manajemen Peserta Didik Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMAN 1 Pringgabaya Handayani Handayani
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v2i2.339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana manajemen peserta didik di SMA Negeri 1 Pringgabaya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dengan jumlah 1013 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Sedangkan untuk mengecek keabsahan data tersebut peneliti menggunakan metode triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa manajemen peserta didik di SMA Negeri 1 Pringgabaya meliputi perencanaan peserta didik, penerimaan peserta didik, pengelompokan peserta didik, kehadiran peserta didik, pembinaan peserta didik, kenaikan kelas dan penjurusan, perpindahan peserta didik, kelulusan dan alumni, kegiatan ektra kelas, dan layanan peserta didik. Dalam menegakkan kedisiplinan siswa dibuatkan aturan atau tata tertib, bagi siswa yang melanggar aturan atau tata tertib tersebut maka dikenakan saksi berupa sistem bobot point. Adapun upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa  yaitu perjanjian di atas kerjas bermaterai, pertemuan wali siswa, pengelompokkan peserta didik berdasarkan guru pembimbing, membuat daftar hadir peserta didik, membuat surat pernyatan (teguran atau peringatan), membuat suarat izin meninggalkan pelajaran, dan membuat kartu izin satpam.   Dalam pelaksanaanya peserta didik bekerjasama dengan penanggung jawab dari setiap kegiatan yang telah dibentuk. Dalam menunjang kegiatan manajemen peserta didik ada beberapa layanan yang telah diberikan oleh sekolah diantaranya layanan kesehatan, layanan perpustakaan, layanan bimbingan konseling, layanan transportasi, dan layanan kantin. Untuk meningkatkan kedisiplinan, siswa wajib mengikuti aturan-aturan yang berlaku di sekolah, apabila siswa melanggar peraturan sekolah maka peserta didik akan mendapatkan point, dan setiap pelanggaran mempunyai bobot poin yang berbeda-beda. Ketika point sudah mencapai 100 point maka siswa akan dikembalikan ke orang tuanya
PESANTREN: PENDIDIKAN BERBASIS PENGEMBANGAN KARAKTER: Studi Kasus di Pondok Pesantren Darurrahman NW Aik Ampat Muhibbin Muhibbin; Asriandi asriandi; Nur'aini Nur'aini
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Manajemen dan Budaya
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v2i2.348

Abstract

Pesantren sebagai pusat pendidikan yang berbasis pengembangan karakter, tentunya mengalami dinamika yang secara terus menerus membutuhkan inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian akan mengurai eksistensi pesantren dalam pengembangan karakter dengan mengambil sampel di Ponpes Darurrahman. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data utama dipeoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman video/audio tape, pengambilan foto atau film. Peneliti menemukan ada beberapa model yang digunakan oleh ponpes Darurrahman dalam mengembangkan karakter adalah yang pertama, keteladanan, kedua, penanaman kedisiplinan, ketiga, pembiasaan, Keempat, menciptakan suasana yang kondusif, kelima, integrasi dan internalisasi. Kelima model ini kemudian diimplemnetasikan dalam bentuk Kejujuran, keadilan, toleransi, rasa hormat, dan kedisiplinan diri.  Pengembangan karakter di Ponpes Darurrahman menghadapi kendala seperti masih belum maksimalnya praktik yang dilaksanakan, tapi secara tidak langsung sudah menunjukkan hasil yang positif. Para santri juga mengalami beberapa kesulitan dalam mengikuti model yang dikembangkan oleh pondok pesantren, sehingga tentunya ada yang berhasil dan ada juga yang tidak berhasil dalam megikuti model pengembangan karakter yang dikembangkan dalam pondok pesantren