Global Health Science (GHS)
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018"
:
11 Documents
clear
EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP PENINGKANGKATAN PENGETAHUAN DAN PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KECAMATAN TOMPOTIKKA
Harliani Harliani;
Baharuddin Korja
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (145.065 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.197
Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan peringkat 4 dunai dan peringkat 3 nasional (Riskesda 2013). Penyandang DM membutuhkan biaya mahal. International Diabetes federation (IDF) melaporkan biaya berobat mencapai 1500-9000USD/penyandang DM/tahun dinegara maju dan negara berkembang sekitar 50-2000USD/penyandang DM/tahun (Soewondo.P. 2013). Penyakit DM lebih banyak pada DM tipe II yang disebabkan pola hidup tidak sehat. Penyuluhan adalah salah satu tindakan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama pengetahuan factor risiko dan risiko komplikasi DM. Pengetahuan baik mendukung perilaku memperbiaki pola hidup sehat sehingga kadar gula darah (GD) terkontrol dan terhindar komplikasi. Metode penyebarluasan informasi dalam bentuk penyuluhan untuk menilai hasil penyuluhan (pre dan post test), baik pengetahuan maupun kadar GD. Hasil dicapai pada 22 penderita DM, pengetahuan sebelum penyuluhan pengtahuan baik 33% dan setelah penyuluhan pengetahuan baik menacapai 86%. GD I di atas normal ditemkan pada 20 penderita, terjadi penurunan kadar GD II pada 16 (80%) penderita setelah 4 minggu kegiatan (rata-rata penurunan 10-15 mg/dl). Dari hasil tersebut menunjukan bahwa penyuluhan sangat efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan GD pada penderita DM. Pengetahuan yang baik dapat merubah perilaku pola hidup penderita DM untuk mencegah factor risiko terjadinya peningaktan GD dan mencegah komplikasi. Kesimpulan, Pengetahuan masyarakat sebelum penyuluhan tentang faktor risiko, pencegahan dan komplikasi DM masih rendah. Tindakan Penyuluhan sangat efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit DM. Pengetahuan baik dapat merubah perilaku hidup penderita DM sehingga GD dapat dipertahankan dalam batas toleransi dan terhindar risiko komplikasi. Kata kunci: Efektifitas penyuluhan, Pengetahuan, Gula darah
ANALISIS MOST PROBABLE NUMBER (MPN) COLIFORM PADA AIR SUMUR YANG TELAH DIPROSES DENGAN PENYARINGPLASTIK
Mursalim Mursalim
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (172.382 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.211
Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar padatanggal 16-21 juli 2012.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh salah satu perusahaan yang membuat alat penyaring air (Unilever Pure It). Kemampuan alat ini dalam menghilangkan virus, bakteri dan parasit di dalam air belum diketahui dengan pasti, dan salah satu cara untuk menguji kualitas mikrobiologis dalam air digunakan metode Most Probable Number (MPN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Coliform pada air sumur yang telah diproses dengan penyaring air (Unilever Pure It). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu.Besar sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak satu sampel.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah random sampling. Dari pemeriksaan selama 5 hari terhadap air hasil sterilisasi penyaring air tersebut tidak didapatkan hasil yang positif. Hal ini menandakan bahwa air minum hasil sterilisasi alat ini layak untukdikonsumsi. Disarankan peneliti berikutnya melakukan penelitian tentangkadar logam pada air hasil sterilisasi Unilever Pureit. Kata Kunci: Most Probable Numbe (MPN r), Coliform, Air sumur, Penyaring air (Unilever Pure It)
GERAKAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN MENCEGAH TERJADINYA STUNTING (GIZI PENDEK) DI INDONESIA
Nilfar Ruaida
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (70.356 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.245
Abstrak: Stunting atau gangguan pertumbuhan merupakan dampak dari masalah gizi kurang yang terjadi pada anak-anak di negara berkembang. Stunting disebabkan oleh akumulasi episode stress yang berlangsung lama (misalnya infeksi dan asupan makanan yang buruk) yang kemudian tidak terimbangi oleh catch-up growth (kejar tumbuh). Hal ini mengakibatkan menurunnya pertumbuhan apabila dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang mendukung Stunting mengindikasikan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan meningkatnya resiko morbiditas dan mortalitas, penurunan perkembangan fungsi motorik dan mental serta mengurangi kapasitas fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting antara lain adalah keadaan gizi ibu saat hamil, status BB bayi saat lahir, mendapatkan IMD atau tidak, pemberian ASI Eksklusif, MP-ASI, dan pola asuh orang tua. Dalam rangka pencegahan terjadinya stunting terutama pada balita pemerintah melaksanakan Program Percepatan Perbaikan Gizi dengan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kata Kunci : Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan, stunting
STIGMA DAN DISKRIMINASI SERTA STRATEGI KOPING PADA ORANG DENGAN HIV DAN AIDS DI KOTA AMBON
Wilma Mamuly Fransisca Mamuly
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.596 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.226
Human Immunodeficiency Virus (HIV) /Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), merupakan masalah kesehatan di dunia . Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana stigma dan diskriminasi serta strategi koping pada ODHA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan utama ODHA sebanyak sepuluh orang, yang ditentukan dengan metode purposif sampling, dan delapan informan pendukung. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan teknik in-depth interview berdasarkan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa : satu Semua informan mengetahui tentang informasi HIV / AIDS walaupun dari sumber yang berbeda- beda,sehingga berpengaruh terhadap strategi koping yang dilakukan oleh informan . Dua Informan lebih menutup statusnya sebagai ODHA, agar kehidupannya bisa dijalani secara normal dan mengindari diskriminasi. Tiga Pengaruh stigma sangat besar dimasyarakat sehingga diskriminasi terhadap ODHA terus terjadi, ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan tingginya angka kematian dan angka kejadian HIV/AIDS terus meningkat. Stigma dan diskriminasi pada ODHA terjadi dalam keluarga.dan juga lingkungan masyarakat. Disimpulkan bahwa pengaruh stigma sangat besar sehingga membuat diskriminasi terus terjadi kepada informan, informan menyadari akan hal itu, oleh karena itu banyak informan yang memilih untuk menutup statusnya sebagai ODHA, agar supaya informan bisa hidup normal. Kata kunci: ODHA, Koping, Sosial, Stigma, Diskriminasi
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI SISWA SMAN 2 KUPANG TERHADAP PENYAKIT HIV DAN AIDS
Imelda Februati Ester Manurung
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (155.214 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.252
Latar Belakang: Pengetahuan tentang penularan HIV dan AIDS merupakan salah satu faktor remaja memiliki perilaku berisiko. Pengetahuan tentang HIV yang buruk telah mempengaruhi persepsi yang buruk juga terhadap orang yang terinfeksi HIV seperti stigma. Pengetahuan dan persepsi menjadi faktor penting untuk mempersiapkan remaja dalam melindungi diri dari infeksi HIV. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengetahuan dan persepsi siswa tentang HIV dan AIDS. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMAN 2 Kupang. Teknik purposive sampling digunakan untuk mendapatkan besar sampel sebanyak 142 siswa yang diperoleh dari seluruh kelas sebelas Hasil: Siswa yang memiliki pengetahuan HIV dan AIDS yang baik sebanyak 63 siswa (44,4%) dan persepsi yang baik sebanyak 68 (47,9%). Kesimpulan: Perlu adanya intervensi untuk memperbaiki pengetahuan dan persepsi siswa terkait dengan penularan, pencegahan, pengobatan dan persepsi tentang HIV dan AIDS.
GAMBARAN HIGIENE SANITASI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS PADA AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR
Sukmawati Sukmawati;
Wahyuni Sahani;
Haderiah Haderiah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.084 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.200
Air merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting, agar tetap sehat air minum harus memenuhi persyaratan biologis sesuai Permenkes No.492/MENKES/PER/IV/2010. Untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat, pemilihan air minum isi ulang menjadi salah satu alternatif karena harganya murah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan higiene sanitasi dan kualitas bakteriologis air minum isi ulang di Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah depot yang tidak memenuhi syarat higiene sanitasi (kelaikan fisik) yaitu sebanyak 7 (58,3%) depot dan yang memenuhi syarat sebanyak 5 (41,7%) depot. Berdasarkan uji laboratorium 9 (75%) sampel air baku tidak memenuhi syarat dengan jumlah bakteri berkisar 4 sampai lebih besar 2400 /100 ml. Untuk sampel air minum isi ulang 9 (75%) tidak memenuhi syarat dan jumlah bakteri yang ditemukan bakteri coliform berkisar 0 sampai lebih besar 240 /100 ml. Dapat disimpulkan bahwa kualitas air minum isi ulang yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat disebabkan oleh beberapa faktor higiene sanitasi seperti, lokasi dan bangunan, sarana pengolahan, fasilitas sanitasi, higiene karyawan, dan air baku. Kata kunci: Higiene, Sanitasi, Air minum isi ulang
HUBUNGAN POLA KONSUMSI GLUTEN DAN KASEIN DENGAN PERILAKU HIPERAKTIF ANAK AUTIS DI KOTA AMBON TAHUN 2016
Glodia Waas;
Ivy Violan Lawalata
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.814 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.224
Sekitar 60% anak autis mempunyai sistem pencernaan yang kurang baik, sehingga beberapa jenis makanan seperti gluten dan kasein tidak dapat dicerna dengan sempurna. Pada anak autis terjadi kebocoran dinding usus sehingga makanan diserap kembali oleh tubuh anak autis, diteruskan ke otak dan diubah menjadi morfin yang dapat merusak sel-sel otak dan menyebabkan fungsi otak terganggu sehingga meningkatkan hiperaktifitas pada anak autis. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional study analitik. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel 32 anak. Data yang dikumpulan, meliputi data karakteristik anak autis, pola makan dan pengamatan perilaku dengan instrumen Tabel pengamatan Perilaku dan FFQ (Food Frequency Quistionaire). Analisis bivariat dilakukan dengan uji statistik chisquare. Jumlah anak autis ditemukan lebih banyak pada laki-laki (87,5%) dibandingkan perempuan. Status gizi pada anak autis lebih banyak dengan kategori normal (84,4%) dan terdapat anak autis dengan gizi lebih (6,2%) serta gizi kurang (9,4%). Anak autis dengan perilaku hiperaktif lebih dominan (81,25%) dibanding yang berperilaku defisit. Pola konsumsi gluten anak autis masih cukup tinggi (62,5) dibanding dengan Pola konsumsi gluten (56,2%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola konsumsi gluten dengan perilaku hiperaktif anak autis (p=0.001 < =0,05). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola konsumsi kasein dengan perilaku hiperaktif anak autis (p=0,064 > =0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola konsumsi gluten dengan perilaku hiperaktif anak autis di Kota Ambon tahun 2016 Kata Kunci: Autis, Hiperaktif, Gluten, Kasein
PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PENGOBATAN HIPERTENSI DENGAN MENGGUNAKAN OBAT TRADISIONAL DI DESA WAIMITAL KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT TAHUN 2017
Jayanti Djarami
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.963 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.271
Latar belakang WHO merekomendasi penggunaan obat tradisional dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis, (WHO, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang pengobatan hipertensi dengan menggunakan obat tradisional di desa waimital kecamatan kairatu kabupaten seram bagian barat tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode Total Sampling yang berjumlah 30 responden. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan uji Chi-Square. Hasil Dari 30 responden dengan tingkat pengetahuan baik dan kurang tentang pengobatan herbalis seimbang yaitu masing-masing sebanyak 15 orang (50,0%) dan hanya 20 responden (66,7%) yang menggunakan obat herbalis dalam mengatasi masalah hipertensi. Hasil uji statistik diperoleh nilai p=0,003
HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL YANG MENJALANI PERSALINAN SPONTAN DENGAN ANGKA KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSDKIA PERTIWI KOTA MAKASSAR TAHUN 2017
Subriah Subriah;
Agustina Ningsi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.488 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.208
Anemia dalam kehamilan menyebabkan pengangkutan oksigen ibu dan janin terganggu. Gangguan ini dapat menyebabkan hipoksia pada janin yang berada di dalam kandungan. Bila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengangkutan oksigen dari ibu ke janin, akan terjadi asfiksia neonatorum. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil yang menjalani persalinan spontan dengan angka kejadian asfiksia neonatorum Di RSDKIA Pertiwi Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan Case Control. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSKDIA Pertiwi Makassar Periode Agustud s.d. Oktober 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling pada 78 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembaran observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Terdapat ibu hamil Trimester III yang mengalami anemia 10,5 gr% yaitu sebanyak 45 orang (57,7%). Terdapat ibu hamil Trimester III yang melahirkan bayi baru lahir mengalami asfiksia yaitu sebanyak 26 orang (33,3%). Sedangkan ibu hamil Trimester III yang melahirkan bayi baru lahir tidak mengalami asfiksia yaitu sebanyak 52 orang (66,7%). Terdapat hubungan yang bermakna antara untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil yang menjalani persalinan spontan dengan angka kejadian asfiksia neonatorum (p = 0,000 < α = 0,005). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil yang menjalani persalinan spontan dengan angka kejadian asfiksia neonatorum. Kata Kunci: Asfiksia neonatorum, Anemia
HUBUNGAN UMUR DAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PASIEN YANG DIRAWAT DI RSKDIA PERTIWI, SIT FATIMAH DAN RSIA SITTI KHADIJAH I MAKASSAR
Hasnah Muhammadiyah Noor;
Ros Rahmawati;
Theresia Limbong;
Marhaeni Marhaeni;
Syaniah Umar
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.226 KB)
|
DOI: 10.33846/ghs.v3i2.192
Preeklampsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang paling utama penyebab tingginya angka kematin maternal dan keadaan tidak sehat pada janin. Prevalensi preeklampsia di negara berkembang berkisar antara 1,8% sampai 16,7%. Banyak tantangan yang ada dalam prediksi, pencegahan, dan manajemen preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor umur dan kadar Hb ibu hamil guna memperkaya kajian ilmiah tentang risiko kejadin preeklamsia yang hingga saat ini belum ada kajian yang pasti tentang penyebab gangguan kehamilan tersebut. Semua hasil penelitian dengan banyak hipotesis yang diajukan dalam beberapa dekade terakhir dan tidak ada satupun dari itu telah divalidasi. Saat ini, setidaknya beberapa hipotesis masih menimbulkan sejumlah perhatian besar: hipotesis genetik, hipotesis iskemia plasenta dan hipotesis disfungsi imun/kekebalan tubuh. Faktor maternal, salah satu dari beberapa hipotesis yang diusulkan bebrapa peneliti. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik engan pendekatan “Cae controll Study” terhadap 60 ibu hamil yang terdiri dari masing-masing 30 orang kasus dan 30 orang yang njadi kelompok kontrol yang dilakukan di tiga Rumah sakit yakni RSKDIA Siti Fatimah, RSKDIA Pertiwi dan RSIA St. Khadijah I dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Bulan Agustus 2017. Hasil penelitian disimpulkan bahwa umur (OR=2,87) dan kadar Hb ibu hamil (OR= 7,25) merupakan faktor risiko terhadap kejadian preeklamsia, namun risiko tersebut tidak berhubungan secara konsisten, karena itu disarankan untuk penelitian lanjut pada populasi yang lebih besar dan melibatkan variabel yang lainnya dengan metode analisis yang lebih kompleks terutama dengan analisis jalur, sehingga berbagai aspek yang diduga berperan penting terhadap masalah tersebut akan lebih jelas. Kata kunci: Umur, Hemoglobin, Preeklamsia