cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2018): September 2018" : 20 Documents clear
PENGARUH HEALTH EDUCATION TENTANG PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DUSUN PATINIA KECAMATAN SERAM BARAT KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT TAHUN 2015 Risman Tunny
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.07 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.280

Abstract

ABSTRAK Rendahnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di Dusun Patinia salah satunya disebabkan masih kurangnya pengetahuan terhadap pemanfaatan tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan. Sehingga masih banyak ibu hamil yang memilih melahirkan ditolong oleh dukun. Walaupun sudah ada bidan desa dan tenaga kesehatan lainnya, keberadaan bidan desa masih belum dimanfaatkan sepenuhnya di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pasangan usia subur (PUS) sebelum dan sesudah diberikan heath education tentang pemiihan penolong persalinan serta pengaruh health education tentang pemilihan penolong persalinan pada pasangan usia subur (PUS) di Dusun Patinia Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode quasy-eksperimental dengan pendekatan one-group pra-post test design. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode total sampling yang berjumlah 64 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan uji nonparametric wilcoxon. Hasil uji wilcoxon menunjukkan 6 responden pengetahuan menurun, 52 responden pengetahuan meningkat dan 6 responden pengetahuan tetap, serta diperoleh nilai signifikansi sebesar (p
PENGARUH COUPLE COUNSELLING ASI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF 2 MINGGU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMUNINGSARI KABUPATEN JEMBER Aulia Baiduri; I Gusti Ayu Karnasih
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.33 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.318

Abstract

Cakupan ASI eksklusif pada bayi-bayi di dunia masih rendah, termasuk di Indonesia. Penyebab rendahnya cakupan ASI eksklusif karena kurangnya pengetahuan dan dukungan pada ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Dukungan dan pengetahuan ini dapat diperoleh dengan memberikan konseling ASI kepada ibu dan suami yang bisa disebut couple counseling. Oleh sebab itu peneliti ingin menganalisis pengaruh couple counseling ASI pada ibu hamil trimester III terhadap pemberian ASI eksklusif 2 minggu. Penelitian ini merupakan pre eksperimen dengan desain penelitian “Post Test Only Control Group Desain”. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil trimester III dengan jumlah sampel sebanyak 32 orang yang dibagi dalam kelompok ibu yang diberikan couple counseling dengan ibu yang tidak diberikan couple counseling. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa ibu hamil yang diberikan couple counseling memberikan ASI eksklusif sebanyak 81,25 % sedangkan pada kelompok kontrol yang tidak diberikan couple counseling ASI sebanyak 43,75 % yang memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan hasil uji statistik chi square di dapatkan p = 0,028 dengan α = 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa couple counseling berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Hal ini disebabkan couple counseling dapat meningkatkan komunikasi yang baik antara ibu dan suami sehingga timbul interaksi selama proses couple counseling yang dapat memudahkan penerimaan informasi sehingga ibu dan suami mempunyai sudut padang yang sama dan keputusan yang sama. Maka dari itu, tenaga kesehatan utamanya bidan dapat menerapkan metode couple counseling ini untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif secara optimal. Kata kunci: Couple counseling, ASI eksklusif
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN DI UNIT INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT ISLAM SITI AISYAH MADIUN ZAENAL ABIDIN
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.623 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.255

Abstract

Personal hygiene adalah upaya pemeliharaan kebersihan karyawan dan tenaga penjamah makanan melalui pemeriksaan rutin terhadap kebersihan rambut, gigi dan mulut, kuku, pakaian kerja dan penampilan kerja. Tujuan dari personal higiene yaitu untuk mencegah terjadinya kontaminasi makanan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan personal hygiene penjamah dan menilai pengetahuan, sikap, tindakan penjamah makanan. Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi adalah tenaga pengolah makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Madiun, dan total sampling sebanyak 19. Pengambilan data menggunakan kuesioner, observasi dan wawancara. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan baik (%), sikap kurang baik (47%) dan tindakan kurang baik (41,2%) . Hasil analisa bivariat tidak ada pengaruh antara pengetahuan dengan personal hygiene (P= 0,62, RP(95%CI), 0,87(0,15-3,39), ada pengaruh antara sikap dengan personal hygiene P= 0,006, RP (95%CI),6,00(1,71-7,79,) dan ada pengaruh antara tindakan dengan personal hygiene P= 0,006, RP(95%CI)=,6,00(1,71-7,79,). Disarankan bagi Instalasi Gizi, meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan penjamah makanan dengan rutin mengadakan penyuluhan, pelatihan personal hygiene, melengkapi sarana dan prasarana serta meningkatkan pengawasan kinerja atau perilaku penjamah makanan.
TINJAUAN PERAN KODER UNTUK KLAIM BPJS KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN JKN DI RSU DARMAYU PONOROGO Mellinda Eka Susanti; Ike Sureni; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.734 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.266

Abstract

Dalam pelaksanaan JKN ketepatan kode yang diberikan sangat berpengaruh terhadap tarif yang diterima rumah sakit atas pelayanan kesehatan yang telah diberikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran koder untuk klaim BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan JKN di RSU Darmayu Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 2 koder. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian tugas dan wewenang koder yaitu mengecek kelengkapan dokumen pasien BPJS, menentukan kode diagnosis penyakit dan tindakan berdasarkan ICD 10 dan ICD 9 CM, melakukan klarifikasi dengan dokter, entri data, coding/grouping dengan INA CBG 5.2, menyerahkan hasil grouping ke verifikator internal. Pelaksanaan kegiatan koder belum berjalan optimal karena masih ada kendala yaitu ketidaklengkapan dokumen, singkatan sulit dipahami, kurangnya perangkat komputer, tulisan dokter sulit terbaca, buku ICD 9 CM tidak jelas serta belum adanya SIMRS. Sarannya rumah sakit segera menerapkan penggunaan SIMRS, koder dan dokter serta tenaga kesehatan lain meningkatkan kerjasama terkait kelengkapan dokumen maupun penulisan diagnosa untuk kelancaran kegiatan pengkodean.
TINJAUAN AKURASI KODE PASIEN CEDERA PADA KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN ICD 10 DI RSU MUHAMMADIYAH PONOROGO Adinda Putri Amalia; Ani Rosita; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.976 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.246

Abstract

Ketepatan kode diagnosis berguna untuk mengindeks pencatatan penyakit dan tindakan disarana pelayanan kesehatan, dalam proses penagihan biaya pelayanan serta pelaporan morbiditas dan mortalitas. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Akurasi kode pasien cedera kasus kecelakaan lalu lintas berdasarkan ICD 10 Revisi 10 Tahun 2010 di RSU Muhammadiyah Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta checklist. Besar sampel 77 berkas rekam medis pasien cedera pada kasus kecelakaan lalu lintas yang diambil dengan teknik random sampling. Data analisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menjukkan 36,36% dari 28 kode telah akurat penilaian ini rendah dibandingkan 63,64% dari 49 kode tidak akurat yang menunjukan penilaian yang tinggi dikarenakan kesalahan pada digit ke -5 dan diagnosa sekunder tidak tepat. Diagnosa yang belum jelas petugas coding segera menghubungi dokter yang berwenang dalam memberikan diagnosa agar kode yang dihasilkan tepat dan akurat dan Kepala Rekam Medis mensosialisasikan SOP bagian koding agar bekerja sesuai aturan dan teori yang berlaku.
PENAMBAHAN ISI FORMULIR REKAM MEDIS GAWAT DARURAT DI PUSKESMAS KARE KABUPATEN MADIUN Ika Trisni Fajarwati; Rumpiati Rumpiati; Ike Sureni
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.494 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.259

Abstract

Penambahan ini berfungsi untuk menambah kelengkapan informasi pasien saat di pelayanan UGD. Penambahan berupa perintah pengisian, identitas, triase, riwayat alergi, note book, assesmen nyeri, tindakan, obat, kondisi pasien saat keluar, tanggal keluar dan jam. Tujuan penelitian ini adalah mencantumkan poin isi yang belum ada sehingga dapat menambah kelengkapan informasi pasien di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun. Penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan Research and Development. Langkah-langkah penelitian ini dimulai dari tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan dan tahap penyebaran. Sampel penelitian ini yaitu petugas unit gawat darurat dengan melibatkan beberapa ahli dalam penilaian, yaitu ahli pengembangan, ahli praktisi dan ahli desain. Hasil berupa produk formulir rekam medis yang baru dengan isi lebih lengkap serta terdapat tata cara pemengisian formulir. Kesimpulan penelitian ini yaiu di Puskesmas Kare Kabupaten Madiun terdapat kekurangan poin isi pada kolom pengisian dan juga penambahan isi belum pernah dilakukan sebelumnya. Diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai bahan referensi dan bahan pertimbangan dalam melakukan penambahan isi.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DIET DIABETES MELLITUS TERHADAP KONTROL GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUANG MAWAR RSUD Dr. HARJONO PONOROGO Abdul Aziz Hunaifi; Dwi Nurjayanti; Rumpiati Rumpiati
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.708 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.257

Abstract

Kontrol gula darah merupakan keadaan dimana seseorang mampu menjaga pola makan rutin memeriksa kadar gula darahnya (GDA). Tujuan penelitian ini ialah agar dapat mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien tentang diet diabetes mellitus terhadap kontrol gula darah pasien diabetes mellitus di ruang Mawar RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Desain penelitian pada penelitian ini adalah studi korelasional dengan menggunakan rancangan penelitian survey cros sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus di ruang Mawar RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Teknik pengambilan sampel adalah non-probability sampling yaitu consecutive sampling. Variabel independennya adalah tingkat pengetahuan diet Diabetes Mellitus sedangkan variable dependennya adalah kontol gula darah. Uji statistic yang digunakan adalah SpearmanRank. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden mempunyai tingkat pengetahuan kurang. Berdasarkan hasil uji statistic Spearman Rank maka didapatkan nilai probabilitas atau ρ = 0,002. Oleh karena ρ < 0,05 (0,002
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA IBU DALAM MELAKUKAN PENCEGAHAN DIARE PADA BALITA DI DESA KAMAL WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAIRATU BARAT Asih Dwiastuti; Fany Sabban; Ibrahim Fitri
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.286 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.283

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi pada anak, terutama pada balita. Di Indonesia penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat, karena tingginya angka kesakitan dan angka kematian terutama pada balita. Padahal berbagai upaya pencegahan telah dilakukan untuk menurunkan angka kejadian diare. Peran orang tua dalam kegiatan pencegahan merupakan faktor yang sangat penting. Pengetahuan dan sikap sangat diperlukan dalam menentukan perilaku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya ibu dalam melakukan pencegahan diare pada balita di desa kamal wilayah kerja puskesmas kairatu barat. Metode yang digunakan adalah analitik korelasi, sampel berjumlah 33 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunankan Purposive Random Sampling. Instrumen yang digunakan kuisioner. Pengolahan data dengan SPSS 16, menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil dalam penelitian ini diperoleh nilai signifikasi pendidikan (p=0,005), pengetahuan (p=0,045), dan sikap (p=0,031). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pendidikan, pengetahuan, dan sikap ibu dalam melakukan pencegahan diare pada balita di desa kamal wilayah kerja puskesmas kairatu barat.
TINJAUAN PROSEDUR PELEPASAN INFORMASI REKAM MEDIS UNTUK KEPERLUAN KLAIM BPJS DI RSU DARMAYU PONOROGO Dwi Novita Sari; Ike Sureni; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.995 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.247

Abstract

Pelepasan informasi medis kepada pihak lain khususnya untuk asuransi harus ada alur dan prosedur yang jelas dikarenakan sarana kesehatan bertanggung jawab untuk melindungi informasi medis yang diberikan kepihak lain. Jumlah kasus BPJS yang diklaimkan oleh RSU Darmayu pada bulan November 2017, kasus rawat jalan sebanyak 275 kasus dan kasus rawat inap sebanyak 1.308 kasus. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi prosedur pelepasan rekam medis untuk keperluan klaim BPJS di RSU Darmayu Ponorogo. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini petugas pelepasan rekam medis dan petugas BPJS yang berjumlah 3 orang yang diambil dengan total sampling. Data analisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode wawancara dan observasi di RSU Darmayu Ponorogo, prosedur pelepasan informasi medis khususnya untuk klaim, belum adanya SOP yang khusus untuk bagian asuransi BPJS dan untuk pihak yang terlibat dalam pelepasan informasi rekam medis di RSU Darmayu antara lain pasien, sendiri pihak keluarga pasien, unit klaim dan rekam medis. Diharapkan kedepannya dibuat SOP tertulis mengenai prosedur pelepasan untuk asuransi (BPJS) serta pihak yang terlibat diharapkan bersosialisasi antar petugas guna melindungi dari hal yang tidak diinginkan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK PADA USIA 1-5 TAHUN DI DUSUN WAIMITAL DESA WAIMITAL KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT TAHUN 2016 Rahma Tunny
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.406 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.290

Abstract

ABSTRAK Pola asuh orang tua adalah merupakan sebuah interaksi mengenai aturan, nilai, dan norma-norma di masyarakat dalam mendidik, merawat, dan membesarkan anak-anaknya untuk mencapai kedewasaa yang sesuai dengan aturanyang berlaku dalam lingkungan setempatnya Perkembangan sosial adalah kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosialmenjadi orang yang bermasyarakatdan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi, melebur diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomonikasi dan berkerja sama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak di Dusun Waimital Desa Waimital Kecamatan Kairatu KabupatenSeram Bagian Barat Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan menggunakan metode desain cross sectional. yang dilakukan di Dusu Waimital Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Tahun 2016. Sampel dalam penelitian adalah total sampling yaitu semua populasi dijadikan sampel sebanyak 60 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar observasi DDTK . Pengolahan data, menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan (α) ≤ 0,05. Hasil dalam penelitian ini di peroleh nilai signifikan antara pola asuh dengan perkembangan sosial anak (0,005) sehingga p lebih kecil dari < α (0,05) yang menunjukkan bahwa Ho ditolak. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pada pola asuh orang tua dengan perkembangan sosial anak. Kata Kunci : Pola asuh, Perkembangan Sosial

Page 1 of 2 | Total Record : 20