cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen Update
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 1,621 Documents
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT B11107042, RUDIANA OKTANA.S
Jurnal Manajemen Update Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini berjudul Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Adapun variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu motivasi yang terdiri dari 1) Faktor Hygiene (Gaji, Lingkungan Kerja, Hubungan Kerja, Supervisi, Kebijakan Instansi) 2) Faktor Motivator (Keberhasilan Pekerjaan, Pengakuan, Pekerjaan Itu Sendiri, Tanggung Jawab, Pengembangan) dan Kinerja (Kualitas, Kuantitas, Waktu, Efisiensi Biaya, Pengawasan, Dampak Antar Pribadi). Penelitian ini dilakukan atas Pegawai pada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Adapun responden pada penelitian ini ditetapkan sebanyak 64 (enam puluh empat) orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dan kausial asosiatif. Kemudian teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif dengan melihat jawaban responden melalui kuesioner, kemudian data dianalisis dengan program SPSS versi 16.0. Hasil Penelitian yang telah dilakukan didapat bahwa berdasarkan pengujian secara parsial dan simultan, diketahui bahwa faktor-faktor motivasi yang terdiri dari faktor hygiene dan faktor motivator berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Kata Kunci : Faktor Hygiene, Faktor Motivator, Kinerja Pegawai
PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN DISKON TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA SEPATU MEREK FLADEO VIRDHA, Virdha Delanovaliyanisa B11111016
Jurnal Manajemen Update Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KUALITAS PRODUK, CITRA MEREK, DAN DISKON TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA SEPATU MEREK FLADEO Virdha Delanovaliyanisa, S.MProgram Studi Manajemen PemasaranFakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas TanjungpuraPontianak ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kualitas produk, citra merek, dan diskon terhadap minat beli sepatu merek Fladeo. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membutuhkan sepatu untuk kegiatan sehari-hari. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampelyaitu purposive sampling. Model analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, citra merek, dan diskonbisa memprediksi atau menjelaskan pengaruhnya terhadap minat beli. Hasil penelitian uji t dari variabel kualitas produk, citra merek, dan diskon berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Kata kunci :  kualitas produk, citra merek, diskon, dan minat beli PENDAHULUANLATAR BELAKANGDalam era yang serba modern seperti saat ini, tingkat persaingan bisnis yang tinggi membuat perusahaan berlomba-lomba untuk mempertahankan dan memenangkan persaingan pasar serta memperluas eksistensinya. Banyak perusahaan sejenis yang akan selalu berusaha memperebutkan pasar yang sama, seperti bisnis ritel. Maka dari itu pemasar perlu mengetahui dan mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, serta karakter yang dimiliki konsumen.Perusahaan pada hakikatnya ingin menjadi pemimpin pasar pada persaingan yang dihadapi dalam dunia bisnis. Hal tersebut menuntut perusahaan untuk berpikir lebih kritis dan reaktif terhadap persaingan yang terjadi. Perusahaan dituntut untuk menggunakan strategi yang tepat dalam rangka mempertahankan produk agar tetap diminati oleh pelanggan lama dan menciptakan pelanggan baru. Perusahaan dapat menjadi pemimpin pasar melalui perjuangan yang panjang dalam memenangkan persaingan bisnis sehingga mampu menguasai pangsa pasar terbesar; hasil inovasi kreatif  atau memang menjadi pihak yang pertama dalam memasuki pasar dengan produknya yang spesifik (Tjiptono, 2013).Dunia bisnis produk sepatu berlomba-lomba supaya dapat menarik minat para konsumen, dan memutuskan untuk membeli serta menggunakan produknya. Hal ini juga merupakan langkah ataupun cara suatu perusahaan memberikan kepuasan terhadap konsumen-konsumen mereka yang sudah menggunakan produk-produk sepatu jenis tertentu sebelumnya.Di Indonesia banyak perusahaan yang menjual sepatu, oleh karena itu masyarakat dihadapkan pada pilihan-pilihan merek yang ada. Banyaknya perusahaan yang menjadi produsen sepatu tersebut maka terciptalah persaingan di segmen sepatu. Persaingan yang terjadi pada produsen sepatu sangat kompetitif. Masing-masing dari perusahaan sepatu  memiliki produk yang memiliki kualitas yang baik. Perusahaan yang bersaing dalam dunia sepatu antar lain Fladeo, Yongki Komaladi, Nevada, St Morizt, dan lain-lain. Diantara merek-merek sepatu yang terkenal peneliti tertarik untuk memilih merek Fladeo.Salah satu perusahaan yang menjadi market leader dalam penjualan sepatu adalah fladeo. Fladeo merupakan salah satu produsen sepatu yang terkemuka. Sepatu dan sandal Fladeo mempunyai banyak jenis produk, seperti Fladeo Ladies dan Fladeo Mens. Fladeo Ladies yang terdiri dari flatshoes, wedges, sepatu kerja dan sandal untuk wanita sedangkan Fladeo mens terdiri dari sepatu kerja dan sandal untuk pria. Tujuannya, tak lain adalah untuk meningkatkan gaya hidup masyarakat Indonesia agar bisa tampil lebih baik dalam berpenampilan.Pada Tabel 1 menunjukan beberapa merek sepatu yang masuk ke dalam Top Brand Index pada tahun 2014:Tabel 1Beberapa Merek Sepatu Yang Masuk Ke DalamTop Brand Index Pada Tahun 2017TAHUN2017MEREKTBITOPFLADEO31,0%TOPBATA19,3%TOPYONGKI KOMALADI12,3%TOPBUCCHERI6,6% NEVADA5,8% DONATELLO3,1% Sumber: www.topbrand-awardBerdasarkan Tabel 1 diatas menunjukkan bahwa sepatu dengan merek Fladeo menduduki posisi pertama dan memiliki persentase yang paling tinggi yaitu 31,0%. Ini menunjukan bahwa sepatu dengan merek Fladeo paling banyak diminati oleh para konsumen. Pada merek Fladeo kategori sepatu telah masuk dalam Top Brand Index dan mendapatkan posisi pertama, ini membuktikan bahwa merek Fladeo paling banyak diminati para konsumen.Minat beli yang dilakukan oleh seorang konsumen dilakukan atas dasar keingingan dan kebutuhannya terhadap suatu produk. Dari Kualitas produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan dapat menjadi faktor yang dipertimbangkan terhadap keputusan pembelian pada sepatu, salah satunya pada sepatu merek fladeo . Dilihat dari kualitas produk sepatu dengan merek fladeo bahwa penjualan dan pangsa pasarnya meningkat, namun masih mengalami persaingan dengan sepatu merek Yongki Komaladi.Kualitas produk juga merupakan salah satu faktor konsumen untuk menentukan minat pembelian pada produk. Produk mempunyai kualitas yang baik tentu respon dari konsumen juga akan baik sehingga memberikan kemudahan dalam memasarkan produk tersebut. Dimana kualitas Produk menurut Kotler& Amstrong (2012:49) menyatakan bahwa “Kualitas Produk merupakan karakteristik produk yang tergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang dinyatakan atau diimpliksikan. Pengertian Kualitas Produk sangat beraneka ragam, Menurut Boetsh dan Denis yang dikutip oleh Tjiptono (2004) Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan. Pendapat tersebut dapat dimaksudkan bahwa seberapa besar kualitas yang diberikan yang berhubungan dengan produk barang beserta faktor pendukungnya memenuhi harapan konsumen, produk tersebut semakin berkualitas.Oleh sebab itu, perusahaan fladeo harus bisa memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh konsumen, jika belum mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh konsumen, maka kualitas produk yang di keluarkan oleh perusahaan fladeo tersebut tetap dinilai sebagai suatu yang memiliki kualitas yang rendah. Disamping harus mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan oleh konsumen, baik buruknya suatu kualitas barang yang dihasilkan juga dapat dilihat dari konsistensi keterpenuhan harapan dan kebutuhan konsumen. Dilihat saat ini, kualitas produk yang diberikan perusahaan fladeo khususnya pada produk sepatu dapat dibilang kualitasnya telah memenuhi standar persyaratan konsumen. Menurut hasil penelitian Sundalangi, dkk (2014) dan Sulistyari (2012) menyebutkan bahwa Kualitas Produk memiliki pengaruh yang besar terhadap minat beli. Produk yang diterima oleh para konsumen adalah produk yang benar-benar dapat memuaskan konsumen. Dari sisi kualitas produk juga, sangat sesuai dengan apa yang konsumen inginkan dan memiliki kualitas produk yang dapat memuaskan konsumen.Selain dari sisi kualitas produk, minat beli konsumen pada sepatu fladeo juga tidak terlepas dari faktor citra merek dari produk tersebut. Citra terhadap merek berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu merek. Konsumen yang memiliki citra merek yang positif terhadap suatu merek, akan lebih memungkinkan untuk melakukan pembelian. Dimana merek adalah nama, istilah, tanda, symbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dan membedakannya dari produk lain (Kotler & Amstrong, 2012:275).Citra merek mengacu pada skala memori akan sebuah merek, yang berisikan interpretasi konsumen atas atribut, kelebihan penggunaan, situasi, para pengguna, dan karakteristik pembuat dari produk/merek tersebut. Citra merek adalah persepsi yang merupakan refleksi memori konsumen akan asosiasinya pada merek tersebut (Kotler&Keller, 2012:346). Karena itu sikap dan tindakan konsumen terhadap suatu merek sangat ditentukan oleh Citra merek tersebut, dengan kata lain Citra merek adalah salah satu unsur penting yang mendorong konsumen untuk membeli sebuah produk, dan menjadi pertimbangan saat melakukan pembelian.Semakin baik citra merek yang melekat pada produk tersebut, maka kosumen akan semakin tertarik untuk membeli, karena konsumen beranggapan bahwa suatu produk dengan citra merek yang sudah terpecaya lebih memberikan rasa aman ketika konsumen itu menggunakan produk yang akan dibeli. Pada penelitian terdahulu Semuel, dkk (2014) dan Randi (2016) menyebutkan bahwa pengaruh citra merek memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat beli suatu produk. Apabila suatu produk tersebut sudah sangat dikenal oleh banyak konsumen, memiliki citra yang baik menurut konsumen, maka dengan mudah konsumen akan mendapatkan produk tersebut, dan konsumen sangat puas apabila menggunakan produk dengan citra merek yang baik, dan citra merek juga sangat berpengaruh terhadap minat beli konsumen.Selain dari faktor kualitas produk dan citra merek, minat juga dipengaruhi oleh diskon. Discount atau potongan harga merupakan salah satu bentuk dari promosi penjualan yang sering diterapkan oleh pemasar yang lebih ditujukan kepada konsumen akhir. Konsumen menyukai discount karena konsumen mendapat pengurangan kerugian dari potongan harga langsung dari suatu produk. Menurut Kotler & Keller (2012), umumnya perusahaan tidak memberi discount pada semua produk. Pemberian discount disesuaikan dengan waktu maupun tipe pembelian produknya. Misalnya pakaian kaftan diberi discount setelah lewat masa lebaran dan discount diberikan kepada pembeli karena membeli produk dalam jumlah yang besar. Menurut hasil penelitian Sundalangi, dkk (2014) menyebutkan bahwa diskon atau potongan harga memiliki pengaruh  terhadap minat beli konsumen. Konsumen memiliki persepsinya sendiri terhadap discount. Bagaimana konsumen memandang harga (tinggi, rendah, dan wajar) mempunyai pengaruh yang kuat terhadap maksud membeli dan kepuasan membeli. Produk yang diberikan discount menimbulkan peningkatan persepsi konsumen terhadap penghematan dan nilai yang didapat dari harga acuan. Sehingga konsumen bisa melihat dari segi kualitas yang diberikan oleh perusahaan fladeo yang sudah terbukti baik dan bagus. Ketika perusahaan fladeo memberikan diskon dengan kualitas produk yang baik maka akan banyak konsumen yang berminat untuk membeli sepatu fladeo tersebut, dan penjualan sepatu fladeo akan meningkat. Sehingga citra merek yang dimilikioleh perusahaan fladeo akan tetap terjaga dan semakin dikenal oleh masyarakat banyak. Dari pemaparan di atas, Peneliti tertarik untuk meneliti proses yang melatarbelakangi minat beli konsumen ditinjau dari kualitas produk, citra merek (brand image) dan diskon pada sepatu merek fladeo, maka penelitian ini diberi judul : “Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek (Brand Image), dan Diskon Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Sepatu Merek Fladeo”.   RUMUSAN MASALAHBerdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :Apakah Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo?Apakah Citra Merek berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo?Apakah Diskon berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo ? TUJUAN PENELITIANTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mengujidan menganalisis :Untuk mengetahui pengaruh Kualitas Produk  terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo.Untuk mengetahui pengaruh Citra Merek terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek fladeo.Untuk mengetahui pengaruh Diskon terhadap Minat Beli konsumen pada sepatu merek Fladeo. TINJAUAN PUSTAKAKUALITAS PRODUKProduk didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan ke dalam pasar untuk diperhatikan, dimiliki, dipakai, atau dikonsumsi sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler dan Amstrong, 2012:4). Menurut Kotler dan Amstrong (2012) kualitas adalah karakteristik dari produk dalam kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang telah ditentukan dan bersifat laten. Laksana (2008:89) dalam Bagaskara (2014) Kualitas Produk adalah sejumlah keistimewaan produk, yang memenuhi keinginan pelanggan, dengan demikian memberikan kepuasan atas penggunaan produk. Menurut Kotler and Amstrong (2012) arti dari kualitas produk adalah kemampuan sebuah produk dalam memperagakan fungsinya ,hal itu termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk juga atribut produk lainnya.Menurut Kotler dan Amstrong (2012) kualitas produk didefenisikan sebagai kemampuan produk untuk menunjukan berbagai fungsi termasuk didalamnya ketahanan, handal, ketepatan dan kemudahan dalam penggunaan. Kualitas produk merupakan kemampuan sebuah produk atau jasa dalam memperagakan fungsinya, yang termasuk dalam keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk dan atribut produk lainnya (Kotler dan Amstrong, 2012:84).CITRA MEREKMerek merupakan identitas dari barang atau jasa. Merek merupakan nama, istilah, tanda atau lambang, desain, warna, gerak, atau kombinasi atribut-atribut lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas dan diferensiasi terhadap produk pesaing (Tjiptono, 2012:104). Sebuah merek yang terkenal dan terpercaya merupakan asset yang tidak ternilai. Merek berkembang menjadi sumber asset terbesar dan merupakan faktor penting dalam kegiatan pemasaran perusahaan. Keahlian yang paling unik dari pemasar professional adalah kemampuannya untuk menciptakan, memelihara dan melindungi serta meningkatkan merek. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan para pemasar yang menyebutkan bahwa pemberian merek adalah seni dan bagian paling pentingdalam pemasaran. Dikarenakan salah satu keputusan pemasaran yang penting dalam strategi produk adalah keputusan tentang merek.Feldwick dalam Tjiptono (2012:49) menyatakan bahwa “Brand image atau brand description, yakni deskripsi tentang asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu”. Menurut Kotler dan Keller (2012:346), citra merek merupakan persepsi dan keyakinan konsumen, seperti tercermin dalamasosiasi yang terjadi dalam memori konsumen mengenai merek suatu produk yang dilihat, dipikirkan dan dibayangkan”. Gusniar (2011) mengemukakan bahwa Citra merek merupakan representasi dari keseluruhan persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu. Brand image menurut Tjiptono (2012:49) adalah deskripsi tentang asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu.Brand image itu sendiri memiliki arti kepada suatu pencitraan sebuah produk dibenak konsumen secara missal. Setiap orang akan memiliki pencitraan yang sama terhadap sebuah merek. Daripengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa citra merek adalah sekumpulan asosiasi merek yang terjadi dalam ingatan konsumen.DISKON HARGAPotongan harga/diskon merupakan salah satu jenis dari promosi penjualan. Potongan harga adalah pengurangan produk dari harga normal dalam periode tertentu. Sedangkan promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan secara meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan (Tjiptono, 2012:229). Kotler dan Keller (2012:219) mengatakan promosi penjualan (Sales promotion) merupakan bahan inti dalam kampanye pemasaran, terdiri dari koleksi alat insentif, sebagian besar jangka pendek, yang dirancang untuk menstimulasikan pembelian yang lebih cepat atau lebih besar atas produk atau jasa tertentu oleh konsumen atau perdagangan. Foster (2008:70) menyebutkan bahwa menurut Levy dan Weitz, alat-alat promosi penjualan berupa diskon, event khusus, demonstrasi dalam toko, kupon, dan kontes.Berdasarkan penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa diskon adalah pengurangan harga secara langsung terhadap produk tertentu pada periode waktu tertentu, serta pembelian potongan harga yang diberikan penjual kepada pembeli. Pemberian diskon ditetapkan sesuai dengan kebijakan dan tujuan dari masing-masing perusahaan. Strategi harga diskon dari harga yang sudah tertentu seharusnya didekati secara hati-hati karena hal itu dapat menurunkan harga rata-rata yang akan diterima dan mengurangi kontribusi dari setiap penjaulan. Diskon secara yang selektif yang ditujukan bagi segmen pasar tertentu mungkin akan menarik pelanggan baru dan mengisi kapasitas yang tadinya tidak akan terpakai. Diskon volume kadang-kadang memperkuat loyalitas pelanggan korporat besar yng tadinya mungkin akan menyebar pembelinnya di antara beberapa pemasok yang berbeda.MINAT BELIMinat Beli Konsumen adalah inisiatif responden dalam pengambilan keputusan untuk membeli sebuah produk. Model terperinci perilaku konsumen tersebut menjelaskan bahwa rangsangan pemasaran yang terdiri dari variabel marketing mix yaitu produk, harga, tempat, promosi sebagai komponen utama dalam pemasaran. Menurut Oentoro (2012) minat beli konsumen adalah inisiatif responden dalam pengambilan keputusan untuk membeli sebuah produk. Model terperinci perilaku konsumen tersebut menjelaskan bahwa rangsangan pemasaran yang terdiri dari variabel marketing mix yaitu produk, harga, tempat, promosi sebagai komponen utama dalam pemasaran. Komponen utama tersebut juga dipengaruhi oleh adanya rangsangan lainnya yaitu bersifat eksternal yaitu ekonomi, teknologi, politik, budaya.Beberapa faktor yang membentuk minat beli konsumen (Kotler dan Amstrong, 2012) yaitu :1. Sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatif yang disukai seseorang akan bergantung pada dua hal yaitu, intensitas sifat negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.2. Faktor situasi yang tidak terantisipasi, faktor ini nantinya akan dapat mengubah pendirian konsumen dalam melakukan pembelian. Hal tersebut tergantung dari pemikiran konsumen sendiri, apakah dia percaya diri dalam memutuskan akan membeli suatu barang atau tidak.Menurut (Schiffman dan Kanuk, 2010), minat beli dianggap sebagai pengukuran kemungkinan konsumen membeli produk tertentu, dimana tingginya minat beli akan berdampak pada kemungkinan yang cukup besar dalam terjadinya keputusan pembelian. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESISBerdasarkan tinjauan pustaka, penelitian terdahulu dan hubungan antar variabel maka dapat disusun suatu kerangka pemikiran dalam penelitian ini, seperti yang disajikan dalam gambar berikut:           Gambar 1. Kerangka PenelitianHipotesis dalam penelitian ini adalah :H1     : Kualitas Produk (X1) berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli (Y).H2     : Citra Merek (X2)  berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli (Y).H3     : Diskon (X3) berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli (Y). METODE PENELITIANPenelitian menggunakan penelitian kausalitas. Menurut Ferdinand (2014:5) kausalitas adalah penelitian yang ingin mencari penjelasan dalam bentuk hubungan sebab-akibat (cause-effect)antar beberapa konsep atau beberapa variabel. Penelitian ini diarahkan untuk menggambarkan adanya hubungan sebab-akibat yang digambarkan dalam suatu variabel kemudian ditarik kesimpulan.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara kuesioner,studi kepustakaan, dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membutuhkan sepatu untuk kegiatan sehari-haridengan jumlah sampel 100 orang. Teknikpengambilansampelpadapenelitianini menggunakan teknikpurposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan reliabilitas, analisis statistic deskriptif, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan linieritas, analisis regresi linier berganda, serta pengujian hipotesis dengan menggunakanuji koefisien regresi secara parsial (Uji t) dan koefisien determinasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANANALISIS REGRESI LINIER BERGANDA Analisis regresi linier berganda digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk membuktikan hipotesis mengenai pengaruh kualitas produk, citra merek, dan diskon secara parsial maupun secara bersama-sama terhadap minat beli. Perhitungan statistik dalam analisis regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program computerSPSS for Windows versi 16.0. Pada analisis regresi linier berganda persamaan strukturalnya adalah :Y1Minat Beli = b1Kualitas Produk + b2 Citra Merek + b3 DiskonTabel 2Hasil Uji Analisis Regresi Linear BergandaCoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)1.614.272 5.941.000Kualitas Produk.229.073.3133.141.002Citra Merek.207.071.2982.904.005Diskon.180.075.2152.391.019a. Dependent Variable: Minat Beli Sumber: data primer diolah, 2018Model persamaan regresi yang dapat ditulis dari hasil tersebut dalam bentuk persamaan regresi sebagai berikut :Y = 0,313X1+ 0,298X2+ 0,215X3Persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :-       Koefisien regresi variabel kualitas produk mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli. Artinya semakin tinggi kualitas produk maka semakin meningkat pula minat beli.-       Koefisien regresi variabel citra merek mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli. Artinya semakin tinggi citra merek maka semakin meningkat pula minat beli.-       Koefisien regresi variabel diskonmempunyai pengaruh positif terhadap minat beli. Artinya semakin tinggi kegiatan diskon maka semakin meningkat pula minat beli. PENGUJIAN HIPOTESISUJI SIGNIFIKANSI PARAMETER INDIVIDUAL (UJI t)Uji parsial digunakan untuk menguji pengaruh ikatan kualitas produk, citra merek, dan diskonterhadap minat beli secara parsial. Uji parsial dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel kualitas produk,citra merek, dan diskon secara parsial terhadap minat beli konsumen untuk membeli sepatu merek Fladeo. Hasil analisis statistik uji t dapat dilihat sebagai berikut:Tabel 3 Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)CoefficientsaModelUnstandardized CoefficientsStandardized CoefficientstSig.BStd. ErrorBeta1(Constant)1.614.272 5.941.000Kualitas Produk.229.073.3133.141.002Citra Merek.207.071.2982.904.005Diskon.180.075.2152.391.019a. Dependent Variable: Minat Beli Sumber: data primer diolah, 2018Berdasarkan hasil uji t (uji parsial) pada Tabel 3, maka dapat disimpulkan bahwa:-     Kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan oleh hasil nilai signifikasi variabel kualitas produk yang lebih kecil dari α 0,05 yaitu sebesar 0,002.-     Citra merek berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan oleh hasil nilai signifikasi variabel citra merek yang lebih kecil dari α 0,05 yaitu sebesar 0,005.-     Diskon berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan oleh hasil nilai signifikasi variabel diskonyang lebih kecil dari α 0,05 yaitu sebesar 0,019.UJI KOEFISIEN DETERMINASI (R2)Koefisien determinasi R2 persamaan pertama ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel kualitas produk, citra merek, dan diskon secara keseluruhan dalam menjelaskan variabel minat beli. Hasil analisis koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut :Tabel 4Koefisien Determinasi R2Model SummaryModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.708a.501.486.35899a. Predictors: (Constant), Diskon, Kualitas Produk, Citra Merek     Sumber: data primer diolah, 2018Berdasarkan Tabel 4, diperoleh hasil analisis SPSS model summary menunjukan bahwa besarnya R square adalah 0,501 atau 50,1%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel Kualitas Produk, Citra Merek, dan Diskon terhadap Minat Beli sebesar 50,1%. Sementara sisanya sebesar 49,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti harga, promosi, wom. PEMBAHASANKualitas Produk Berpengaruh Signifikan Terhadap Minat BeliBerdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama membuktikan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi X1 yang positif sebesar 0,313 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002 yang lebih kecil dari α 0,05.Sebagian besar responden memberikan tanggapan adanya penilaian setuju yang tinggi tehadap kualitas produk sepatu Fladeo. Hal ini ditunjukkan dengan sepatu merek Fladeo memberikan kenyamanan saat di pakai, memiliki banyak tipe yang sesuai dengan kebutuhan, memiliki daya tahan yang lama/tidak mudah rusak, dan memiliki model/desain yang menariksehingga mampu meningkatkan konsumen dalam minat beli dalam membeli sepatu Fladeo. Selain itu, dapat dijelaskan bahwa kualitas produk merupakankemampuan sebuah produk atau jasa dalam memperagakan fungsinya, yang termasuk dalam keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian dan reparasi produk dan atribut produk lainnya (Kotler, 2008:84).Suatubarangdikatakanberkualitas apabila mempunyai nilai guna yang melampauiharapandanekspektasikonsumenataskepemilikanbarangataujasatersebut.Persaingan yang semakinketat yang adasekarangini, perusahaandituntutuntukmenawarkanproduk yang berkualitasdan yang mampumempunyainilai yang lebihbiladibandingkandenganprodukpesaingnya.Sebab, denganadanyakualitasproduk yang baikdanterpercayamakakonsumenakanselalumengingatproduktersebut. Salah satutujuandaripelaksanaankualitasprodukadalahuntukmempengaruhikonsumendalammenentukanpilihannyauntukmenggunakanprodukbuatannya, sehinggamemudahkankonsumendalam menentukan minat beli.Temuan di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa minat beli  sepatu Fladeo dikarenakan oleh faktor kualitas produk yang dimiliki oleh sepatu Fladeo. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan olehSundalangi (2014) dan Sulistyari (2012) yang menyatakan bahwa Kualitas Produkberpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli. Citra Merek Berpengaruh Signifikan Terhadap Minat BeliBerdasarkan hasil pengujian hipotesis kedua membuktikan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi X2 yang positif sebesar 0,298 dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 yang lebih kecil dari α 0,05.Sebagian besar responden memberikan tanggapan adanya penilaian setuju yang tinggi tehadap citra merek sepatu Fladeo. Hal ini ditunjukkan dengan sepatu merek Fladeo merupakan merek terkenal, merek sepatu Fladeo mudah untuk diingat, merek Fladeo merupakan merek terpercaya, dan merek Fladeo memiliki logo yang khas sehingga mampu meningkatkan konsumen dalam minat beli dalam membeli sepatu Fladeo.Menurut Kotler dan Keller (2009:346) Citra Merek yaitu persepsi dan keyakinan konsumen, seperti tercermin dalam asosiasi yang terjadi dalam memori konsumen mengenai merek suatu produk yang dilihat, dipikirkan dan dibayangkan.Merek suatu produk menciptakan citradari produk itu sendiri di benak pikiran konsumen dan menjadikan motivasi dasar bagi konsumen dalam memilih suatu produk. Merek merupakan hal penting dan mempunyai pengaruh dalam keputusan pembelian. Pelanggan lebih memilih merek yang sudah dikenal karena merasa aman dengan sesuatu yang dikenal dan beranggapan merek tersebut kemungkinan bisa diandalkan dan kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Dengandemikian merek mempengaruhi minat beli. Semakin baik citra merek bagi konsumen, semakin meningkat juga minat beli produk dengan merek tersebut.Temuan di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa minat beli sepatu Fladeo dikarenakan oleh faktor citra merek yang dimiliki oleh sepatu Fladeo. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan olehPradipta (2015) dan Sulistyari (2012)yang menyatakan bahwa Citra Merekberpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli.DiskonBerpengaruhSignifikan Terhadap Minat BeliBerdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga membuktikan bahwa diskonberpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi X3 yang positif sebesar 0,215 dengan nilai signifikansi sebesar 0,019 yang lebih kecil dari α 0,05.Sebagian besar responden memberikan tanggapan adanya penilaian setuju yang tinggi tehadap diskonyang ditawarkan penjual sepatu Fladeo. Hal ini ditunjukkan dengan menyukai pembelian dengan potongan harga (diskon), membeli dengan potongan harga (diskon) lebih hemat, dan merasa sebagai smart shoppersehingga mampu meningkatkan konsumen dalam minat beli terhadap sepatu Fladeo.Potongan harga adalah pengurangan produk dari harga normal dalam periode tertentu. Sedangkan promosi penjualan adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan secara dan/atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli pelanggan (Tjiptono, 2008:229).Strategi harga diskon dari harga yang sudah tertentu seharusnya didekati secara hati-hati karena hal itu dapat menurunkan harga rata-rata yang akan diterima dan mengurangi kontribusi dari setiap penjaulan. Diskon secara yang selektif yang ditujukan bagi segmen pasar tertentu mungkin akan menarik pelanggan baru dan mengisi kapasitas yang tadinya tidak akan terpakai.Temuan di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa minat beli konsumen pada sepatu Fladeodikarenakan oleh faktor diskon yang diterapkan penjual dalam menjual sepatu Fladeo. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan olehSundalangi (2014) yang menyatakan bahwa Diskonberpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Beli. KESIMPULANBerdasarkan pengujian dan hasil analisis yang telah dilakukan pada peneltian ini, maka dapat dikemukakan kesimpulan sebagai berikut :Berdasarkan hasil penelitiandengan menggunakan data empiris menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat belisepatu merek Fladeo.Berdasarkan hasil penelitiandengan menggunakan data empiris menunjukkan bahwa citra merek memiliki pengaruh yang positifdan signifikan terhadap minat belisepatu merek Fladeo.Berdasarkan hasil penelitiandengan menggunakan data empiris menunjukkan bahwa diskon memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap minat belisepatu merek Fladeo. SARANBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat dikemukakan saran sebagai berikut :Bagi Perusahaan-       Mengingat temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa minat belisepatu merek Fladeo secara signifikan dipengaruhi oleh kualitas produk,maka disarankan kepada pihak manajemen perusahaan untuk membuat sepatu desain yang menarik dan membuat daya tahan sepatu Fladeo agar bisa digunakan dengan jangka waktu yang panjang.-       Mengingat temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa minat belisepatu merek Fladeo secara signifikan dipengaruhi oleh citra merek, maka disarankan kepada pihak manajemen perusahaan untuk membuat citra merek sepatu Fladeo lebih baik agar masyarakat dapat lebih mengenal dan mengingat sepatu merek Fladeo.-       Mengingat temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa minat belisepatu merek Fladeo secara signifikan dipengaruhi oleh diskon, maka disarankan kepada pihak penjual produk sepatu merek Fladeo untuk menetapkan harga diskon yang menarik agar menarik perhatian konsumen dalam membeli sepatu merek Fladeo.Bagi penelitian selanjutnya, penulis merekomendasikan untuk menambahkan lagi variabel-variabel lain yang diduga juga dapat mempengaruhi minat beli seperti personal selling, nilai pelanggan, atribut produk, bauran pemasaran (marketing mix) selain dari variabel kualitas produk, citra merek, dan diskon. DAFTAR PUSTAKABagaskara, Abraham Mahendra. 2014. “Pengaruh Kualitas Produk,Harga, Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Vario Di Semarang’’. Foster, B. 2008. Manajemen Ritel. Alfabeta : BandungFerdinand, Agusty. 2014. Metode Penelitian Manajemen . UNDIP :  Semarang.Gusniar, Bella. 2011. Pengaruh Citra Merek (brand image) Harga dan Kualitas Produk Tehadap Keputusan Pembeian Produk Hand and Body Lotioan merek Citra (Study pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Binsis Universitas Dian Nuswant).Kotler, Philip dan Gary Amstrong. 2012. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jilid 1. Erlangga. Jakarta.& Kevin L. Keller. 2012. Manajemen Pemasaran, Edisi ke 12, jilid 2, Indeks, Jakarta.& Kevin L. Keller. 2012. Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi ke 13. Jakarta : Erlangga.Oentoro Deliyanti. 2012. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi Kesembilan, Jilid 1 dan jilid 2. Jakarta, Prehalindo, Penerbit LaksBang PRESSindo, Yogyakarta.Pradipta, Hesti Octavia. 2015. Pengaruh Citra Merek, Periklanan Terhadap minat Beli Konsumen Thermometer Onemed Di Surabaya.Randi, Vol. 3 No. 2 2016. Pengaruh Citra Merek Terhadap Minat Beli Pada Makanan Fast Food Ayam Goreng (Studi Pada Konsumen Texas Chicken Pekanbaru).  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Administrasi Bisnis FISIP Universitas Riau.Semuel, Hatane dkk,  Vol. 8, No. 2 2014. Analisis eWOM, Brand Image, Brand Trust dan Minat Beli Produk Smartphone Surabaya. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra.Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. 2010. Perilaku Konsumen Edisi Ketujuh. Jakarta:   PT. Indeks Group Media.Sundalangi, Marchelyno dkk. 2014 . Pengaruh Kualitas Produk, Daya Tarik Iklan, Dan Potongan Harga Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Pizza Hut Manado. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas SamRatulangi, ManadoSulistyari, 2012. Analisis Pengaruh Citra Merek, Kualiatas produk, dan Harga Terhadap Minat Beli Produk Oriflame. (Studi Kasus Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Diponegoro Semarang).Tjiptono, Fandy. 2004. Persfektif Manajemen dan Pemasaran Kontemporer. Andi : Yogyakarta.                           .2012. Manajemen Jasa. Edisi Kedua. Andi : Yogyakarta.. 2013. Strategi Pemasaran. Andi : Yogyakarta.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Minat Beli Ulang Pelumas Yamalube (Survei Pada Konsumen Di Kota Pontianak) B31108008, EDY JUNIANTO
Jurnal Manajemen Update Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggapan responden tentang aspek produk, harga, promosi dan saluran distribusi dan pengaruh bauran pemasaran terhadap minat beli ulang konsumen pelumas (oli) Yamalube di Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian asosiatif. Populasi dan sampel sebanyak 100 responden. Teknik analisa data dalam penelitian ini adalah analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menemukan bahwa secara simultan bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi memberikan pengaruh signifikan terhadap minat beli ulang konsumen, yang ditunjukkan dari hasil uji F-hitung dan tingkat signifikan <0,05. Secara parsial, saluran distribusi adalah variabel yang dominan berpengaruh terhadap minat beli ulang konsumen, sesuai dengan perolehan nilai uji-t dan tingkat sig. 0,002. Hal ini mengindikasikan bahwa minat beli ulang konsumen sangat ditentukan oleh saluran distribusi yang dilakukan oleh PT. Yamaha Motor Indonesia di Pontianak. Kata kunci : produk, harga, promosi , saluran distribusi, minat beli ulang.
PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (STUDI KASUS BANK PEMBANGUNAN DAERAH (BPD) DI SELURUH WILAYAH INDONESIA TIMUR PADA PERIODE TAHUH 2014 - 2018) B1021141072, EVA HISAGE EVA
Jurnal Manajemen Update Vol 10, No 3 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan bukti empiris mengenai Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Kebijakan Dividen (Studi Kasus Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Wilayah Indonesia Timur pada periode Tahun 2014 - 2018).Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan program SPSS 16. Populasi yang digunakan adalah seluruh Bank Pembangunan Daerah di Wilayah Indonesia Timur. Dalam penelitian ini, teknik yang akan digunakan dalam pemilihan sample adalah Purposive Sampling.      Berdasarkan pengujian parsial bahwa Return On Equity berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Dividen Payout Ratio, Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Dividen Payout Ratio dan Loan to Deposit Ratio berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Dividen Payout Ratio sedangkan pengujian simultan Return On Equity, Capital Adequacy Ratio dan Loan to Deposit Ratio secara bersama-sama berpengaruh terhadap Dividen Payout Ratio. Kata kunci: Return On Equity, Capital Adequacy Ratio, Loan to Deposit Ratio dan Dividen Payout RatioDaftar Pustaka Agnes, Sawir. (2001). Analisis Kinerja Keuangan Dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Agus, Sartono. (2012). Manajemen Keuangan Teori Dan Aplikasi. Edisi4. BPFE.  Yogyakarta. Hal 282.A, Manullang Laurence. (2002). “Analisis Pengaruh Rentabilitas terhadap Rasio Kecukupan Modal Pada Bank Tabungan Pensiun Nasional”. Media Riset Bisnis dan Manajemen, Vol. 2, No. 1Aziz Alimul, Hidayat. (2007). Metode Penelitian Dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.Brigham, Eugene.,F.& Houston Joel., F. (2007). Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Edisi 11, Buku 1, Salemba Empat, Jakarta. Keempat. Yogyakarta: BPFE.Budisantoso, T., & Triandaru, S. (2006).  Bank Dan Lembaga Keuangan Lain.Salemba empat: Jakarta.Baridwan, Zaki. (2004). Intermediate Accounting. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Hal 434.Dendawijaya, Lukman. (2003). Manajemen Perbangkan. Edisi kedua, Jakarta: Ghalia Indonesia.Ghozali, Iman. (2005). Aplikasi Analisis Mutlivariate Dengan Program SPSS.   Badan, Penerbit Universitas Diponegoro, SemarangGujarati, Damodar N. (2006). Ekonometrika Dasar. Jakarta: Penerbit Erlangga. Hanafi, Mamduh M., & Abdul Halim. (2007). Analisis Laporan Keuangan. Edisi                     Ketiga.Yogyakarta: UPP-AMP YKPN.124riliun.Intan, Taranika. (2009). Pengaruh Dividend PerShare Dan Earning Per Share Terhadap Loan to Deposit Ratio Saham Pada Perusahan Go Public di Bursa Efek Indonesia. (Tesis yang tidak dipublikasikan) Fakultas Ekonomi Medan Universitas Sumatera Utara.Idroes, Ferry. N. (2008). Manajemen Resiko Perbankan, Pemahaman Pendekatan 3 Pilar Kesepekatan Basel II Terkait Aplikasi Regulasi Dan Pelaksanaanya, PT. Raja Grafindo Persada, JakartaJumingan. (2006). “Analisis Laporan Keuangan”. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Kasmir. (2012). Bank Dan Lembaga Kuangan Lainnya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Kuncoro, Mudrajad. (2003). Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi. Jakarta:  Erlangga.Kuncoro, Mudrajat. (2007). Metode Kuantitatif Teori Dan Aplikasi Untuk Bisnis Dan Ekonomi. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.Munawir, S. (2012). Analisis Informasi Keuangan. Liberty, Yogyakarta.Pandu Mahardian. (2008). Analisis Pengaruh Rasio CAR, BOPO, NPL, NIM Dan LDR Terhadap Kenerja Keuangan Perbankan. (Tesis yang tidak dipublikasikan), Program Studi Magister Manajemen. Universitas Diponegoro. Peraturan Bank Indonesia, No. 30 Tahun 2008.Sudana, Made. I. (2011). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Erlangga. Hal 167.Sunariyah. (2010). Pengantar Pengetahuan Pasar Modal.edisi keenam, Yogyakarta: UPP-AMP YKPN. Hal 48.Syamsuddin, Lukman. (2011). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakata: Rajawali Pers. Hal 30.Sundjaja, Ridwan S., & Inge Barlian. (2003). Manajemen Keuangan 1. Edisi kelima. Jakarta: Literata Lintas Media. Hal 340.Sugiyarso, Winarni. (2005). Dasar-dasar Akuntasni Perkantoran. Penerbit Media PressIndo, Yogyakarta. Hal 101.Supcito. (2003). Penilaian Kinerja Keuangan. Jurna Akutansi Universitas Sumatera Utara. Medan.Siswanto, Sutojo. (2004). Mengenali Arti Dan Penggunaan Neraca Perusahaa Keuangan. Terjemahan oleh Ali Akbar Yulianto, 2011, Jakarta: Salemba           Empat. Damar Mulia Pustaka, Jakarta.Sinta Sudarini. (2005). Penggunaan Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Laba Pada Masa Yang Akan Datang, Jurnal Akuntansi Dan Manajemen. Vol. XVI, No. 3, Desember. Surat Edaran Internal Bank Indonesia Tahun 2004Setiadi, Pompong B. (2010). Analisis Hubungan Spread of Interest Rate, Fee BasedIncome, dan Loan to Deposit Ratio dengan ROA pada Perbankan di Jawa 902 Timur. JurnalSugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suliyanto. (2011). “Ekonometrika Terapan: Teori Dan Aplikasi Dengan SPSS”. Edisi 1. Yogyakarta: ANDI Yogyakart.Surnasip. (30 januari). Relasi Bank Pembangunan Daerah Dan Perekonomian    Daerah.Sunyoto, Suyanto. (2011). Analisis Regresi untuk Uji Hipotesis, Yogyakarta. CapsTeguh Pudjo Muljono. (1999). Analisis Laporan Keuangan Untuk Perbankan,Jakarta Djambatan, Jakarta.Winarno, Wing Wahyu. (2006). Sistem Informasi Akuntansi, Yogyakarta: UPP STIM YKPN Yogyakarta.Weston, J. Fred., & Brigham, Eugene F. (1991). Dasar-Dasar ManajemenKeuangan. Jakarta: Erlangga.Wisnu Mawardi. (2004). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja  Bank Umum di Indonesia. (Tesis yang tidak dipublikasikan), Program Studi Magister Manajemen, Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro
PENGARUH NON PERFOMING LOAN (NPL), BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO), CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR) dan LOAN DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK YANG TERDAFTAR DI BEI NURFIYANTI, NURFIYANTI B1022141029
Jurnal Manajemen Update Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh Non Performing Loan (NPL), BOPO, Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Loan Deposit Ratio (LDR) Terhadap Kinerja Keuangan Bank yang terdaftar di BEI. Populasi dalam penelitian ini adalah bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2012-2016. Data yang dikumpulkan menggunakan metode purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 27 bank. Analisis data dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 24, dengan pengujian analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Non Performing Loan (NPL), BOPO, dan  Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA), dan Loan Deposit Ratio (LDR) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Sedangkan Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan yang diukur dengan Tobin’s Q, namun variabel BOPO dan Loan Deposit Ratio (LDR) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan yang diukur dengan Tobin’s Q. Kata Kunci : Non Perfoming Loan, BOPO, Capital Adequacy Ratio, Loan Deposit Ratio, Return On Asset, Tobin’s Q DAFTAR PUSTAKA A.A. Yogi Prasanjaya dan I Wayan Ramantha, (2013).  “ANALISIS PENGARUH          RASIO CAR, BOPO,            LDR, DAN UKURAN PERUSAHAAN     TERHADAP PROFITABILITAS BANK YANG            TERDAFTAR Di       BEI”.  E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 4.1.Abdullah, Thamrin dan Francis Tantri. 2012. “Manajemen Perbankan”. Jakarta :     Raja Grafindo Persada.Abdul Muid, Moch. Ronno Noerirawan, (2012). “Pengaruh Faktor Internal dan     Eksternal Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan”. Jurnal Akuntansi Vol.1             No. 2.Brenda Yulinda Suyitno, (2017). “Pengaruh NPL dan LDR Melalui Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening Terhadap Nilai Perusahaan.” Jurnal Ilmu dan     Riset Manajemen Vol. 6, No. 2.Bursa Efek Indonesia (BEI), (2016) “Laporan Keuangan dan Tahunan”      http://www.idx.co.idBank Indonesia, 2008, Arsitektur Perbankan Indonesia. www.bi.go.idDarmawi, Herman (2011). “Manajemen Risiko”. Jakarta : Bumi Aksara.Farah Margaretha dan Marsheilly Pingkan Zai, (2013). “Faktor-Faktor yang            Mempengaruhi Kinerja Keuangan Perbankan Indonesia”. Jurnal Bisnis dan Akuntansi Vol. 15 No. 2.Fahmi, Irham (2012). “Analisis Laporan Keuangan”. Bandung : Anggota Ikatan    Penerbit Indonesia (IKAPI).Hasibuan, Drs. H. Malayu S.P., (2009). “Dasar-Dasar Perbankan”. PT. Bumi        Aksara, Jakarta.Ikatan Akuntan Indonesia, 2002. Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit-Salemba             Empat, Jakarta.Ismail, (2010). “Manajemen Perbankan: Dari Teori Menuju Aplikasi”. Jakarta :       Kencana.Jumingan, (2006). “Analisis Laporan Keuangan”. Jakarta : Bumi Aksara.Kasmir, (2012). “Manajemen Perbankan.” Edisi Revisi. Penerbit PT. Raja Persada             Jakarta.---------  (2014). “Analisis Laporan Keuangan”. Jakarta Rajawali Pers.Kartika Wahyu Sukarno dan Muhammad Syaichu. “Analisis Faktor-faktor yang     Mempengaruhi Kinerja Bank Umum Di Indonesia.” Jurnal Studi       Manajemen dan Akuntansi Vol. 3, No. 2.Luh Empira Dewi, Nyoman Trisna Herawati, dan Luh Gede Erni .”Analisis            Pengaruh NIM, BOPO, LDR dan NPL terhadap Profitabilitas.” E-Journal     S1 Ak. Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Akuntansi Program S1            Volume: 3 No. 1.Rivai, Wirasasmita (2013). “Analisis Kredit”. Bandung : Pionir Jaya.Sundus Nur Halimah dan Euis Khomariah, (2017).  “Pengaruh ROA, CAR, NPL, LDR,   BOPO, Terhadap Nilai Perusahaan Bank Umum Indonesia”. Jurnal      Akuntansi, Ekonomi dan Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 1.Sugiyono, (2016). “Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.” Bandung:           Alfabeta.Sudirman, I Wayan, (2013). “Manajemen Perbankan : Menuju Bankir Konvesional            yang Profesional.” Edisi Pertama, Jakarta : Kencana Prenada Media Group.Statistik Perbankan Indonesia (SPI) tahun 2016.Suliyanto, (2011). “Ekonometrika Terapan: Teori dan Aplikasi dengan SPSS.         Yogyakarta :   ANDI.Sanusi, Anwar (2011). “Metodologi Penelitian Bisnis”. Cetakan KEtiga. Jakarta : Selemba Empat.Sartono, Agus (2010). “Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi”. Yogyakarta :   BPFE.Tandelilin, E. (2010). Portofolio dan Investasi: Teori dan Aplikasi . Yogyakarta : Kanisius.
PENGARUH BRAND IMAGE, VIRAL MARKETING, DAN JOKOWI EFFECT SEBAGAI PUBLIC FIGURE TERHADAP NIAT BELI SANG PISANG (Studi Pada Masyarakat Sang Pisang di Pontianak) AZZURA, SYAHIDAH B1021151085
Jurnal Manajemen Update Vol 9, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh brand image, viral marketing, dan jokowi effect sebagai public figure terhadap niat beli pada produk Sang Pisang di Kota Pontianak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Pontianak, dengan jumlah sampel sebesar 75 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan alat analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image tidak berpengaruh signifikan terhadap niat beli, sedangkan viral marketing dan public figure memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap niat beli. Kemampuan ketiga variabel tersebut dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap niat beli adalah sebesar 51,1% sedangkan sisanya sebesar 48,9% dijelaskan oleh faktor lain diluar model penelitian. Kata Kunci: Brand Image, Viral Marketing, Jokowi Effect sebagai Public Figure, Niat Beli. DAFTAR PUSTAKAAndini, N. P., Suharyono., & Sunarti. (2014). Pengaruh Viral Marketing Terhadap Kepercayaan Pelanggan Dan Keputusan Pembelian (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Angkatan 2013 yang Melakukan Pembelian Online Melalui Media Sosial Instagram). Jurnal Administrasi Bisnis  (JAB)|Vol. 11 No. 1 Juni 2014.Annafik, A.F dan M. Rahardjo. (2012). Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga. Dan Daya   Tarik Iklan Terhadap Niat Membeli Sepeda Motor Yamaha (Studi Kasus Pada Konsumen Yamaha Ss Cabang Kedungmundu Semarang). Journal Of Management. 1(2): 274-281.Badan Pusat Statistik. (2018, Febuary 28). Kuliner Penyumbang PDB Ekonomi Kreatif Terbesar. Retrieved from Katadata.co.id: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/02/28/kuliner-penyumbang-pdb-ekonomi-kreatif-terbesar.Belanche D, Flavián C, Pérez-Rueda A (2017) Understanding interactive online advertising: Congruence and product involvement in highly and lowly arousing, skippable video ads. Journal of Interactive Marketing, 37: 75-88.Clyo Paza & Anik. (2014). Pengaruh Kualitas Produk,Citra Merek Dan Harga Terhadap Niat Beli Konsumen Pada Samsung Galaxy Tab. Jurnal Ilmu Manajemen | Volume 2 Nomor 1 Januari 2014.Firman, Reza Ramadhani. (2018). Kajian Relasi Antara Public Figure dan Jingle TVC Terhadap Minat Beli Konsumen. Jurnal Kreatif, Vol. 6, No. 1, Oktober 2018.Firman, K., Zainul, A., & Dahlan, F. (2018). Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian  (Survei Kepada Para Siswa SMAN 15 Surabaya Kelas XII yang Menggunakan Laptop ber Merek ASUS). Jurnal Administrasi Bisnis  (JAB)|Vol. 56 No. 1 Maret 2018.George E & Michael A. (2004). Advertising and Promotion An Integrated Marketing Communication Perspective. New York : Mc graw Hill Companies.Ghozali, Imam. (2011). Konsep dan Aplikasi dengan Program AMOS, cetakan ke empat, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro,Hsiang & Yu-Ning. (2019). Interrelationships between Viral Marketing and Purchase Intention via Customer-Based Brand Equity. Journal of Business and Management Sciences, 2019, Vol. 7, No. 2, 72-83.Jin SV (2018) Celebrity 2.0 and beyond! Effects of Facebook profile sources on social networking advertising. Computers in Human Behavior, 79: 154-168.Kaloka, Anglesti Sari Kondang. (2016). Pengaruh Viral Marrketing Terhadap Minat Beli Konsumen Melalui Kepercayaan Konsumen pada Instagram. Skripsi. Jember: Universitas Jember.Keller, Kevin. (2008). Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Jakarta: Indeks, kelompok Gramedia.Kharis, I. F., (2011). Studi Mengenai Implusife Buying dalam Penjualan Online. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.Koch, O. F. and Benlian, A. (2015). Promotional tactics for online viral marketing campaigns: how scarcity and personalization affect seed stage referrals. Journal of Interactive Marketing, 32, 37-52.Kotler, Philip. 2008. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga.Kotler, Philip and Armstrong, Gary. (2004). Principles of Marketing. Teenth Edition, New Jersey.Prentice Hall.Kotler, Philip and Armstrong, Gary. (2008). Prinsip-prinsip Pemasaran Jilid 1 Edisi duabelas. Jakarta: Erlangga.Kotler, Philip dan Kevin, Lane Keller. (2008). Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Edisi Keduabelas. Terjemahan oleh Benyamin Molan. 2007. Jakarta: Indeks.Kotler, Philip. (2009). Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. PrenhallindoKotler, Philip. (2009). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Indeks.Kotler P, Keller KL (2015) Framework for marketing management. US: Pearson Education.Lazuardi, M., & Triady, M. S. (2015). Ekonomi Kreatif: Rencana Pengembangan Kuliner Nasional. PT. Republik SolusiMunaf, Triawan. (2018). Data Statistik dan Hasil Survei Ekonomi Kreatif Kerja Sama Badan Ekonomi Kreatif dan Badan Pusat Statistik. Jakarta: Badan Ekonomi Kreatif.Ni Made & I Wayan. (2017). Pengaruh celebrity endorser, brand image, kualitas produk terhadap niat beli sepatu olahraga nike di kota denpasar. E-Jurnal manajemen Unud, Vol.6, No.10, 2013: 5720-5747.Ningsih, Lestari. (2019, Januari 05). Gapmmi Industry Makanan dan Minuman 2018 Tumbuh Sesuai Proyeksi. https://m.wartaekonomi.co.id/berita210303/gapmmi-industri-makanan-dan-minuman-2018-tumbuh-sesuai-proyeksi.htmlPebriani dan Rostini. (2016). Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk, dan Citra Merek Terhadap Niat Beli Ulang di PT. Agung Toyota Denpasar. E-Jurnal Manajemen Unud. Volume 5 nomor 9 Tahun 2016.Purnomo, Terrius. (2018). Pengaruh kesadaran merek dan citra merek terhadap niat beli pada konsumen herbalife di surabaya. Agora Vol 6. No: 1, (2018) 1-7.Putra, Dwi Aditya. (2019, Januari 05). Pengusaha sebut industri makanan dan minuman tumbuh sesuai proyeksi. https://www.google.com/amp/s/m.merdeka.com/amp/uang/pengusaha-sebut-industri-makanan-dan-minuman-tumbuh-sesuai-proyeksi.htmlRambe, Roni Eko Wisuda. (2009). Public Figure dan Tindakan Memilih. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara Medan.Sang pisang.( 2017). www.instagram.com/sangpisang2017Satya, Maruta. (2018, Januari 21). 10 negara penghasil pisang di dunia. https://www.libgar.com/2018/01/10-negara-penghasil-pisang-terbesar-di-dunia.html?m=1Shu & Mike. (2019). A Study of the Effects of Cause-related Marketing on Brand Image and Purchase Intention in Ecotourism. Ekoloji 28(107): 2887-2892 (2019).Sitinjak, T., & Tumpal, J. R. S. (2005).Pengaruh Citra Merek Dan Sikap Merek Terhadap Ekuitas Merek. Jurnal Ekonomi Perusahaan, 12(2), 150-162.Skrob, John. Robert. (2005). Open Source and Viral Marketing. Vienna.Sugiyono, (2017). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: AlfabetaSugiyono, Wibowo E. (2010). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: AlfabetaSulistyari, I. N. (2012). Analisis pengaruh citra merek, kualitas produk, dan harga terhadap minat beli produk oriflame (studi kasus mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Jurusan Manajemen Universitas Diponegoro Semarang). Skripsi. Semarang: Undip.Suprobo, Hafit Yudi. (2018, Juli 29). Kaesang ‘Sidak’ Produk Sang Pisang di Pontianak. https://m.wartaekonomi.co.id/berita189075/kaesang-sidak-produk-sang-pisang-di-pontianak.htmlSutisna. (2003). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Cetakan ke-3. Bandung: PT, Remaja Rosdakarya.Suyanto, M. (2004): Analisis dan Desain Aplikasi Multimedia Untuk Pemasaran, Penerbit Andi, Yogyakarta.Tellis, Gerard. (2008): Advertising and Sales Promotion Strategy, Prentice Hall International.Turban, Efrain, ed al. (2004). Electronic Commerce a Managerial Perspective. New Jersey: Pearson Education Internasional.Xian, Gou Li, dkk. (2011). Corporate-, Product-, and User-Image Dimensions and Purchase Intentions. Journal of Computers, (6)9: 1875 1879Xie KL, Zhang Z, Zhang Z, Singh A, Lee SK .(2016). Effects Of Managerial Response On Consumer Ewom And Hotel Performance: Evidence From Tripadvisor. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 28(9): 2013-2034.Yani & Ruth. (2019). The Impact Of Viral Marketing On Consumer Interest On Indihome Product. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi  Volume 7, Nomor 1, Januari 2019 : 103 -107.Zhang M, Guo L, Hu M, Liu W.(2017).Influence of customer engagement with company social networks on stickiness: Mediating effect of customer value creation. International Journal of Information Management, 37(3): 229-240.
Pengaruh Credibility dan Attractiveness Celebrity Endorser Terhadap Brand Image Produk Kartu XL (Studi Kasus pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura) ZULAEKHA B11109085, SITI
Jurnal Manajemen Update Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul skripsi ini adalah Pengaruh Credibility dan Attractiveness Celebrity Endorser Terhadap Brand Image Produk Kartu XL (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura). Jenis penelitian adalah kausalitas. Adapun sumber data primer diperoleh melalui teknik pengumpulan data menggunakan angket. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil dari pengujian analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan Y = 13,816 + 0,957X1 + 1,252X2 + e. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji F diperoleh F hitung lebih besar dari pada F tabel (8,708 > 3,35) ini menyatakan H0 ditolak dan H3 diterima, artinya secara bersama-sama credibility dan attractiveness celebrity endorser memiliki pengaruh terhadap brand image. Sedangkan pada hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t diperoleh untuk variabel independen credibility t hitung < t tabel (1,559 < 2,049) ini menyatakan H0 diterima dan H1 ditolak, artinya secara parsial atau individu credibility tidak memiliki pengaruh terhadap brand image; dan untuk variabel independen attractiveness t hitung > t tabel (3,311 > 2,049) ini menyatakan H0 ditolak dan H2 diterima, artinya secara parsial atau individu attractiveness memiliki pengaruh terhadap brand image. Kata kunci: credibility, attractiveness, brand image
PENGARUH BEAUTY VLOGGER DAN CELEBGRAM ENDORSER PADA BRAND IMAGE DAN DAMPAKNYA TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA PRODUK MAKE OVER MJU, ILFIYANI ZIKRIE B1021161074
Jurnal Manajemen Update Vol 10, No 1 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beauty vlogger dan celebgram endorser pada brand image dan dampaknya terhadap purchase intention pada produk Make Over. Tipe penelitian ini menggunakan pendekatan explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Dengan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan sampel sebesar 100 responden yang disebar secara online dengan menggunakan metode path analysis. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa beauty vlogger berpengaruh signifikan pada brand image dan purchase intention, celebgram endorser berpengaruh signifikan pada brand image, celebgram endorser tidak berpengaruh secara signifikan pada purchase intention dan brand image berpengaruh signifikan sebagai variabel mediasi antara beauty vlogger dan purchase intention.Kata Kunci: Beauty Vlogger, Celebgram Endorser, Brand Image, Purchase Intention dan Make Over. DAFTAR PUSTAKA Abdullah, T. & Tantri, F. 2012. Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Aditya, Kadek Yoga & I Made Wardana. 2017. Peran Brand Equity Dalam Memediasi Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Purchase intention. E-Jurnal Manajemen Unud, 6 (2), hal.830-856. Alma, Buchari. 2013. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta. Aisyah, Siti. 2017. Video Blog sebagai Media Representasi Diri Vlogger di Kota Makassar. Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Skripsi dipublikasikan) Universitas Hasanuddin Makassar. Arikunto, S. 2013. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Arora, Lokesh & Sharma, Bhuvanesh Kumar. 2018. Influence of Review Quality, Review Quantity and Review Credibility on Purchase Intention in the context of High Involvement Product. European Journal of Applied Business Management, Special Issue, 4(4), pp 25-40. Assael, Henry. 2001. Consumer Behavior 6th Edition. New York: Thomson-Learning. Bramantya, Yan Bayu & Jatra, Made. 2016. Pengaruh Celebrity Endorser dan Brand Image Terhadap Keputusan Pembelian Yamaha Jupiter MX di Kota Denpasar. E-Jurnal Manajemen Unud, Vol 5 No. 3. BPOM. 2019. Peraturan Badan POM RI Nomor 23 Tahun 2019 Mengenai Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Diakses 18 Januari 2021 pada pukul 03:20 WIB https://notifkos.pom.go.id Busler. 2000. The Match-Up Hypothesis: Physical Attractiveness, Expertise and The Role of Fit On Brand Attitude, Purchase Intention and Brand Belief. Journal of Advertising. Vol. 29 Chakraborty, Uttam. 2019. The impact of Source Credible Online Reviews on Purchase Intention: The Mediating Roles of Brand Equity Dimensions. Journal of Research in Interactive Marketing, diakses pada tanggal 18 Mei 2019 pukul 00:02 WIB. https:// doi.org/10.1108/JRIM-06-2018-0080 Chen, Jui-Lung & Dermawan, Apritika. 2020. The Influence of YouTube Beauty Vloggers on Indonesian Consumers’ Purchase Intention of Local Cosmetic Products. International Journal of Business and Management; Vol. 15, No. 5 Choi, G.Y. & Behm-Morawitz, E. 2017. Giving a new makeover to STEAM: Establishing youtube beauty gurus as digital literacy educators through messagges and effects on viewers, Computers ini Human Behavior, 73 : 80-91. CNBC Indonesia. 2020. Ekspor Tembus Rp4,4 T, Indusstri Kosmetik & Farmasi RI Cuan. Diakses pada tanggal 18 Januari 2021 pada pukul 23:54 WIB.https://www.cnbcindonesia.com/news/20200803095618-4-177010/ekspor-tembus-rp-44-t-industri-kosmetik-farmasi-ri-cuan Dewi, I.D & Ardani I.G.A.K.S. 2018. Peran Brand Image Memediasi Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Purchase Intention(Studi Pada Produk Mie Samyang Hot Spicy Chicken di Kota Denpasar). E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 7, No. 4, 2018: 1771-1801. Djafarova, E., & Rushworth, C. 2017. Exploring the credibility of online celebrities' Instagram profiles in influencing the purchase decisions of young female users. Computers in Human Behavior, 68, 1-7. Durianto, Darmadi . 2013. Strategi Menaklukan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek (cet. ke-10). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Engel et al,. 2002. Perilaku konsumen. Alih bahasa Drs. F.X. Budiyanto. Jakarta: Binarupa Aksara. Ghozali, Imam. 2016. Structural Equation Modeling, Metode Alternatif dengan Partial Least Square (PLS). Edisi 4. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hardjanti, A., & Siswanto, H. 2014. Pengaruh dimensi endorser credibility dan brand credibility terhadap dimensi concumer-based brand equity. Jurnal iImiah Widya, 2(3), 42–50. Hassan, S., & Jamil, R. (2014). Influence of Celebrity Endorsement on Consumer Purchase Intention for Existing Products: A Comparative Study. Journal of Management Info, 4(1), 1-23.Hootsuite-we are social. 2019. Digital 2019: Global Internet Use Accelerates. Diakses pada tanggal 20 Mei 2019 pukul 03:34 WIB. https://wearesocial.com/blog/2019/01/digital-2019-global-internet-use-accelerates. Hsu, C. L., Chuan-Chuan Lin, J., & Chiang, H. S. 2013. The Effects of Blogger Recommendations on Customers online shopping intentions. Internet Research, 23 (1), pp: 69-88. Huang, Shiu Li & Ku, Hsiou Hsuan. 2016. Brand Image Management for Nonprofit Organizations: Exploring The Relationships Between Websites, Brand Images and Donations. Journal of Electronic Commerce Research, Vol 17 no 1. Hui, Tee Xue. 2017. The Effect of Source Credibility on Consumers’ Purchase Intention in Malaysia Online Community. Journal of Arts & Social Sciences Vol 1, Issue 1, 12‐20. Hutapea. 2016. Pengaruh Beauty Vlogger dan Brand Image: Survei Pengaruh Beauty Vlogger Sebagai Endorser Terhadap Brand Image The Body shop. Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Skripsi dipublikasikan) Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta Instagram. 2020. Make Over. Diakses pada 3 Januari 2020 pukul 04:31 WIB. https://www.instagram.com/p/B60NjKSHy9r/ Jalilvand, Mohammad Reza & Samiei, Neda .2012. "The effect of electronic word of mouth on brand image and purchase intention: An empirical study in the automobile industry in Iran", Marketing Intelligence & Planning, Vol. 30 Issue: 4, pp.460-476 Jung, Eun Lee & Watkins, Brandi. 2016. Youtube vloggers' influence on consumer luxury brand perceptions and intentions Journal of Business Research 69 5753–5760. Kotler, Philip & Gerry Armstrong. 2014. Principle Of Marketing, 15th edition. New Jersey: Pearson Pretice Hall. Kotler, Philip & Kevin Lane Keller. 2016. Marketing Management, 15th Edition New Jersey: Pearson Pretice Hall, Inc. Mariezka, Filza Intan  et al., (2018). Pemaknaan Profesi Beauty Vlogger Melalui Pengalaman Komunikasi. NYIMAK Journal of Communication Vol 2 No. 2 Media, L. 2009. Youtube & Google Video; Membuat Mengedit dan Upload Video. Yogyakarta: Penerbit MediaKom. Metha. 1994. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga. 12    Mazzini Muda et al.  /  Procedia - Social and Behavioral Sciences   130  ( 2014 )  11 – 2012    Mazzini Muda et al.  /  Procedia - Social and Behavioral Sciences   130  ( 2014 )  11 – 20Muda, Mazzini, et al. 2014. Celebrity Entrepreneur Endorsement and Advertising Effectiveness. Procedia - Social and Behavioral Sciences 130 11 – 20 Muham, Shara Natisa. 2019. Penggunaan Celebgram (Celebrity Endorser Instagram) dalam Promosi Produk MD Clinic by MS Glowing Skin. Jurnal Desain vol. 6 no, 3. Nazir, Moh. 2013. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia. Nugroho, Adi Rifqi. 2013. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Dengan Sistem Pre Order Secara Online (Studi Kasus Pada Online Shop Chopper Jersey). Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Nugraha, Anas & Setyanto, Refius Pradipta. 2018. The Effects of Vlogger Credibility as Marketing Media on Brand Awareness to Customer Purchase Intention. Journal of Research in Management Vol. 1 No. 2, 2018, pp 1-10 Ohanian, R. 1990. Construction and validation of a scale to measure celebrity endorsers' perceived expertise, trustworthiness, and attractiveness. Journal of advertising, 19(3), 39-52. Orlando, Dillon. 2015. Analisa Pengaruh Brand Image dan Brand Awareness Terhadap Purchase Intention Sepeda Motor “Kawasaki Ninja 250 Fi”. Jurnal Manajemen Pemasaran Petra. Vol. 3 No. 1 1-9. Pixability Company. 2014. Beauty on Youtube: How Youbube is radically transforming the beauty industry and what that means for brand. Diakses pada tanggal 18 Januari 2021 pukul 02:34 WIB https://www.pixability.com Putri, Maharani Nindiya & Listiani, Endri. 2018.  Electronic Word of Mouth (E-WOM) is Used by Beauty Vloggers and Its Effect on Purchase Intention. Journal of Management Communication Volume 4, No. 2. Pornpitakpan, C. 2003. Validation of the celebrity endorsers’ credibility scale: Evidence from Asians. Journal of Marketing Management, 19(1-2), 179-195. Rachmadi, K.R & Nurhajati. 2018. Pengaruh Vlogger Review Sebagai Celebrity Endorser Terhadap Purchase Intention dengan Brand Image Sebagai Intervening Variabel pada Produk Kosmetik dan Perawatan Wajah. JIMMU. Volume III- Nomor 1. Rahmi, Y, & Sekarsih, L. 2017. The Influence of Beauty Vlog on Perceived Source Credibility and Purchase Intention. Makara Hubs-Asia, 21(1): 13-23. Rashid, M.A, Zabid. A., Nallamuthu, Jainthy & Sidin, Samsinar. 2002. Perceptionss of Advertising and Celebrity Endorsement in Malaysia. Asia Pacific Management Review.7(4),53-554. Ruhamak, M.Dian & Rahayu, Budi. 2016. Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Purchase Intention melalui Brand Image pada Lembaga Kursus Bahasa Inggris Dynamic English Course Pare. Jurnal Ekonomi Universitas Kadiri. Vol. 1, No. 2, 188 – 204 Sabdosih, Zakiya. 2013. Pengaruh Variabel Celebrity Endorser terhadap Citra Merek L’oreal (Studi Produk L’oreal Paris Total Repair di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Vol 1, No.2 Schiffman, Leon & Kanuk, Leslie Lazar. 2010. Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Indeks. Sekaran, Umar 2006. Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Edisi 4, Buku 1, Jakarta: Salemba Empat.Setiadi, Nugroho J. 2013. Perilaku Konsumen Perspektif Kontemporer pada Motif, Tujuan, dan Keinginan Konsumen. Jakarta: PT. Kharisma Putra Utama. Shimp, Terence A., 2002. Periklanan promosi : aspek tambahan komunikasi pemasaran terpadu; Jilid I. Jakarta: Erlangga.Singh, Ramendra Pratap & Banerjee, Neelotpaul. 2018. Exploring the Influence of Celebrity Credibility on Brand Attitude, Advertisement Attitude and Purchase Intention. Global Business Review Vol. 19(6) 1622–1639. Sinaga, R.E.M & Kusumawati, A. 2018. Pengaruh Youtube Beauty Vlogger Terhadap Minat Beli Konsumen dan Dampaknya Terhadap Keputusan Pembelian Produk (Studi pada Pengguna Kosmetik Maybelline di Indonesia). Jurnal Administratsi Bisnis (JAB). Vol. 63 No. 1Solimun., Fernandes, A. A. R., Nurjannah. 2017. Metode Statistika Multivariat: Pemodelan Persamaan Struktural (SEM). Malang: UB Press. Stefani, Selfi. 2013. Analisis Pengaruh Iklan Televisi, Celebrity Endorser, Kualitas Produk dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian pada Produk Kosmetik Berlabel Halal Wardah. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitataif dan Kombinasi (Mixed Methods).Bandung: Alfabeta. Sujana, Made Shinta Ayu Saraswati & Giantari, I Gusti Ayu Ketut. 2017. Peran Brand Image Memediasi Celebrity Endorser dengan Purchase Intention. Forum Keuangan dan Bisnis Indonesia (FKBI), Vol. 6 Sujarweni, V. Wiratna. 2014. Metode Penelitian: Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press Sunarti, Wibowo, Edi & Utami, Setyaningsih Sri. 2019. Pengaruh Beauty Vlogger Terhadap Minat Beli Produk Kosmetik Wardah dengan Citra Merek sebagai Variabel Mediasi (Survei pada Mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta). Jurnal Ekonomi dan Kewiraushaan Vol. 19 No. 4. Swa.co.id. 2018. Make Over Perkuat Diri sebagai Brand Make up Profesional. Diakses pada tanggal 10 Januari 2021 pukul 01:44 WIBhttps://swa.co.id/swa/business-strategy/make-over-perkuat-diri-sebagai-brand-make-up-profesionalSyahdiany, G., Hanifa, F. H. 2016. Pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian Ramen X Kota Bandung tahun 2016. Prosiding SnaPP2016 Sosial, Ekonomi, dan Humaniora, 6 (1). 94-101. Thusyanthy, Vadivelu & Tharanikaran, Vadivelu. 2015. The Relationship Variables to Celebrity Endorsement and Brand Equity A Comprehensive Review. Journal of Business and Management, 10 (11): pp: 212-221 Tirto.id. 2018. "Saling Menguntungkan antara Beauty Vlogger dan Industri Kecantikan”. Diakses pada tanggal 21 Mei 2019 pada pukul 14:27 WIB https://tirto.id/saling-menguntungkan-antara-beauty-vlogger-dan-industri-kecantikan-c2aa. Tjiptono, F. 2016. Pemasaran: Esensi dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi. Widodo, W.D.P.S & Mawardi, M. Kholid 2017. Pengaruh Beauty Vlogger Terhadap Source Characteristics serta Dampaknya Terhadap Purchase Intention. Jurnal Bisnis (JAB). Vol. 47 No. 1 Juni 2017. Wiyono, Budi. 2009. Pengaruh Word of Mouth dalam Keputusan Pembelian. Bandung: Kappa Sigma. Yamin, Sofyan & Kurniawan, Heri. 2009. Structural Equation Modeling. Jakarta: Salemba Empat. Youtube.com, 2019. “TASYA FARASYA’S BEAUTY AWARDS 2019”. Diakses pada tanggal 15 Januari 2020 pukul 02:45 WIB              https://www.youtube.com/watch?v=hvuDvjcP-JI
ANALISIS KUALITAS LAYANAN PADA PERUM PEGADAIAN CABANG IMAM BONJOL PONTIANAK B31108040, Muhammad Aditya
Jurnal Manajemen Update Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa selalu bertujuan agar pelanggan dapat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan sehingga dapat menimbulkan loyalitas terhadap pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, karena pelanggan akan merasa nyaman jika perusahaan memberikan pelayanan yang terbaik. Dalam rangka mensiasati persaingan yang semakin ketat, maka pihak manajemen pegadaian diharuskan dapat memahami apa yang sepenuhnya menjadi kebutuhan dan keinginan nasabah. Penelitian ini dilakukan dengan metode service quality (Servqual), terhadap 100 orang nasabah Perum Pegadaian Cabang Imam Bonjol Pontianak untuk lima dimensi layanan yaitu tangible,empathy,reliability,responsiveness, dan assurance. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepentingan nasabah lebih tinggi dari pada tingkat kinerja perusahaan. Pelanggan menempatkan lima dimensi layanan pada tingkat kepentingan sangat penting dan penting dengan tingkat kinerja perusahaan yang pada posisi baik. Dengan demikian berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas layanan yang diberikan sudah baik karena bagian besar atribut penelitian berada pada kategori baik walaupun ada beberapa atribut yang diharapkan nasabah untuk dapat diperbaiki dan ditingkatkan lagi oleh pihak manajemen . *Kata kunci: Kualitas Layanan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR DISIPLIN KERJA KARYAWAN KOPERASI PT. ANGKASA PURA (Persero) BANDARA SUPADIO PONTIANAK B31110121, Herti Juniarti
Jurnal Manajemen Update Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen
Publisher : Jurnal Manajemen Update

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disiplin kerja adalah sikap dan prilaku seorang karyawan yang diwujudkan dalam bentuk kesediaan seorang karyawan dengan penuh kesadaran, dan ketulus ikhlasan atau dengan tanpa paksaan untuk mematuhi dan melaksanakan seluruh peraturan dan kebijaksanaan perusahan didalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai upaya memberi sumbangan maksimal dalam pencapaian tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor disiplin kerja karyawan pada koperasi PT. Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianakyang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 59 karyawan koperasi PT. Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Menggunakan teknik analisis faktor, diperoleh 8 yang menentukan disiplin kerja karyawan pada koperasi PT. Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak . Kedelapan faktor tersebut adalah faktor tujuan dan kemampuan, faktor teladan pimpinan, faktor balas jasa, faktor keadilan, faktor pengawasan melekat, faktor sanksi hukuman, faktor ketegasan, faktor hubungan kemanusian.Analisis faktor yang mendominasi dalam menentukan disiplin kerja karyawan pada koperasi PT. Angkasa Pura II Bandara Supadio Pontianak adalah faktor disiplin kerja (ketepatan waktu, taat pada peraturan dan tanggung jawab) dengan produktivitas tenaga kerja. Kata Kunci: Faktor-faktor disiplin kerja

Filter by Year

2012 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 4 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 3 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 2 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 10, No 1 (2021): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 2 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 9, No 1 (2020): JURNAL MAHASISWA MANAJEMEN Vol 8, No 4 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 3 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 4 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 3 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 3 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 4 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 4 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 3 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa Manajemen Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Mahasiswa Manajemen More Issue