cover
Contact Name
I Dewa Made Sukrama
Contact Email
journalbalidental@gmail.com
Phone
+62818322169
Journal Mail Official
yuichi.chan1012@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali Jl. P.B. Sudirman, Dangin Puri Klod, Kec. Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80232
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bali Dental Journal
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25490095     EISSN : 25490109     DOI : https://doi.org/10.37466/bdj.
Core Subject : Health,
The topics covered by the Bali Dental Journal include all fields of basic and clinical dentistry. Some manuscripts focusing on the study of certain endemic diseases such as dental caries and periodontal diseases in particular regions of any country as well as oral pre-cancers, oral cancers, and oral submucous fibrosis related to betel nut chewing habit are also considered for publication. Besides, the Bali Dental Journal also publishes articles about the efficacy of a new treatment modality on oral verrucous hyperplasia or early oral squamous cell carcinoma. In addition, we also publish the scientific researches evaluating the use of new biomaterials, new drugs and new methods for treatment of patients with different kinds of oral and maxillofacial diseases or defects, the diagnosis of oral and maxillofacial diseases with new methods, etc. Moreover, researches on the quality of life, psychological interventions, improving disease treatment outcomes, the prevention, diagnosis and management of cancer therapeutic complications, rehabilitation, palliative and end of life care, and support teamwork for cancer care and oral health care for old patients are also welcome, due to remarkable increase of elder patients above 60 years old in the north-east region of Asia. In short, the Bali Dental Journal publishes the scientific dental articles that bring new knowledge, new observations, new techniques, new diagnosis and treatment modalities, and new clinical trials to all the readers of this journal. The target audience of the Bali Dental Journal includes researchers, dental practitioners or clinicians, oral and dental policy-makers, dental educators, hard-tissue scientists, dental students, and other health professionals. The Bali Dental Journal accepts Perspectives, Review articles, Original articles, Case reports, Short communications, Research letters, Correspondence and Letters to the Editor.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019" : 10 Documents clear
Tingkat kepuasan pasien jaminan kesehatan nasional terhadap mutu pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Badung Mangusada Putu Ayu Risnia Jayanti Putri; Steffano Aditya Handoko; Ni Made Sri Nopiyani; Ni Wayan Arya Utami; Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.33

Abstract

Latar Belakang: Peserta JKN mendapatkan manfaat di Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan JKN, salah satunya adalah RSUD Kabupaten Badung Mangusada. Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Badung, tercatat memiliki jumlah pasien JKN yang terus meningkat. Ditambah dengan adanya program KBS yang terintegrasi dengan JKN pada tanggal 1 Januari 2017. Akan terjadi peningkatan jumlah kunjungan serta peningkatan tuntutan untuk perbaikan kualitas layanan yang mempengaruhi kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien JKN di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Badung Mangusada. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepiasan pasien JKN di Poliklinik Gigi dan Mulut RSUD Badung Mangusada. Metode: Penelitian ini berjenis deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden sebanyak 110 pasien dengan menggunakan consecutive sampling. Data diperoleh dengan pengisian kuisioner yang dikembangkan dari kerangka model SERVQUAL oleh Parasuraman. Hasil penelitian ini dianalisis secara univariat. Hasil: Penelitian menunjukan pasien JKN merasa sangat puas 64,5% dan puas 35,5%. Pada dimensi wujud nyata, 51,8% merasa puas dan 48,2% merasa sangat puas. Dimensi kehandalan, 50,9% merasa puas dan 49,1% merasa sangat puas. Dimensi jaminan, 38,2% merasa puas dan 61,8% merasa sangat puas. Dimensi ketanggapan, 49,1% merasa puas dan 50,9% merasa sangat puas. Dimensi empati adalah 40,9% merasa puas dan 59,1% merasa sangat puas. Simpulan: Secara keseluruhan, pasien JKN sudah merasa sangat puas. Pihak rumah sakit sebaiknya melakukan program penjaminan mutu yang berkesinambungan, khususnya pada aspek yang belum memuaskan pasien seperti dimensi kehandalan yaitu waktu tunggu pasien di Poliklinik.
Hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku ibu dalam merawat gigi anak terhadap kejadian karies anak di TK Titi Dharma Denpasar Ni Putu Chandra Parama Jyoti; Putu Ratna Kusumadewi Giri; Steffano Aditya Handoko; Desak Putu Yuli Kurniati; Luh Wayan Ayu Rahaswanti
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.34

Abstract

ABSTRAK: Latar Belakang: Anak usia sekolah di Indonesia memiliki risiko besar terkena karies karena faktor makanan, penggunaan fluoride, penggunaan susu botol serta tingkat pengetahuan dan perilaku dari orang tua yang berkaitan dengan perawatan gigi dan mulut. Pada anak usia Taman Kanak-kanak, perawatan gigi dan mulut masih bergantung kepada ibu yang merupakan figur terdekat seorang anak. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan perilaku ibu dalam merawat gigi anak terhadap kejadian karies anak di TK Titi Dharma Denpasar. Metode penelitian: desain penelitian menggunakan metode cross-sectional analitik pada 46 ibu serta anaknya. Ibu diberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan serta perilaku dalam merawat gigi anak, kemudian dilakukan pemeriksaan rongga mulut untuk mengetahui indeks karies anak dari ibu yang telah mengisi kuesioner tersebut. Hasil : dari hasil penelitian menunjukan bahwa 67,9% ibu memiliki pengetahuan yang baik, kemudian terdapat 65,22% ibu dengan perilaku yang baik mengenai perawatan gigi anak. Indeks karies di TK Titi Dharma Denpasar sebesar 3,9 (kategori sedang). Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan serta perilaku ibu dalam merawat gigi anak terhadap kejadian karies anak di TK Titi Dharma Denpasar.
Efek Mengunyah Mentimun (Cucumis sativus) terhadap Laju Alir dan pH Saliva Sischa Ramadhani; Shanty Chairani; Tyas Hestiningsih
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.130

Abstract

Saliva terstimulasi dengan laju alir yang tinggi akan meningkatkan kandungan buffer di saliva sehingga dapat meningkatkan pH rongga mulut. Salah satu upaya meningkatkan laju alir adalah dengan mengunyah makanan kaya serat seperti mentimun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek mengunyah mentimun terhadap perubahan laju alir dan pH saliva. Penelitian eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group ini melibatkan 20 subjek yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan yang mengunyah mentimun dan kelompok kontrol yang mengunyah Arabic gum. Pengunyahan dilakukan selama 30 kali. Saliva dikumpulkan sebelum dan sesudah mengunyah dengan metode spitting selama 5 menit. Laju alir saliva didapat dengan mengukur volume saliva dalam ml/menit. pH saliva diukur menggunakan pH meter. Data dianalisis menggunakan uji T, Wilcoxon dan Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengunyah mentimun, terjadi peningkatan yang bermakna dari laju alir dan pH saliva (p<0.05). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara laju alir dan pH saliva setelah mengunyah pada kedua kelompok (p>0.05). Dapat disimpulkan bahwa mengunyah mentimun dapat meningkatkan laju alir dan pH saliva.
Efek konsumsi minuman berkarbonasi dan minuman rasa jeruk terhadap ph saliva pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Lydia Kurnia Purwanti; Ni Kd. Fiora Rena Pertiwi; Putu Ika Anggaraeni
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.164

Abstract

Introduction: Food consumption pattern influences salivary acidity and can directly cause dental health problems. Sugar and acid-containing beverages will alter the salivary pH and make the teeth susceptible to caries and dental erosion. The aim of this study is to understand the effect of consuming carbonated and orange drinks on subjects’ salivary pH. Method: Experimental method is used in this study, using pre and posttest control group design comprised 27 subjects divided into 3 groups (A, B and C). Test beverages were carbonated drink, orange drink and plain water as control. Measurement of salivary pH was done before and after intervention at 0 minutes, 5 minutes and 10 minutes. Collected data were analyzed using One-Way ANOVA and Post Hoc tests. Result: There were significant differences of mean salivary pH among these 3 groups at 0 minutes, 5 minutes and 10 minutes (p<0,05). Conclusion: It was concluded that mean value of subjects’ baseline salivary pH was 7,20 – 7,36. Mean value of salivary pH after carbonated drink consumption was found lowest at 0 minutes which was 6,67 and after orange drink consumption also found lowest at 0 minutes which was 6,83.
Perbandingan efektivitas permen karet yang mengandung ekstrak teh hijau “camellia sinesis” dengan permen karet yang mengandung xylitol terhadap penurunan tingkat halitosis pada mahasiswa di Universitas Udayana I Dewa Md Bagus Putra Baskara; Desak Nyoman Ari Susanti; Ratna Kusumadewi Giri
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.165

Abstract

Introduction: Halitosis is a oral maloudour that comes from mouth and caused by Volatile Sulfure Compounds. The Solution to overcome the malodour is by chewing gum. Chewing gum that often consumed by a lot people is chewing gum that contain green tea extract and chewing gum that contain xylitol. The purpose in this study is to compare the efectiveness of chewing gum that contain green tea extract and chewing gum that contain xylitol in reduce halitosis rate on Udayana University student. Method: This study used an experimental study, with 32 student on Udayana University as a sample that divided into 2 groups including groups of study subject that were instructed to chew gum that contain green tea extract and groups of study subject that were instructed to chew gum that contain xylitol. The sample was taken by using purposive sampling technique. Result: The result in this study show chewing gum contain green extract is more effective in reducing halitosis based on the halitosis level measurement that show constant value at minute 20 to minute 40 with mean 2,13 compared with chewing gum contain xylitol that have 2,88 value. There are significant differences on the effectiveness of chewing gum contain green tea extract and chewing gum contain xylitol to reduce the halitosis level with the p value 0,000 (p<0,05). Conclusion: Chewing gum containg green tea extract is more effective to reduce halitosis compared to xylitol chewing gum.
Gambaran tingkat kepuasan pasien peserta BPJS dan pasien umum terhadap pelayanan di faskes tingkat pertama poli gigi Puskesmas IV Denpasar Selatan I Gusti Ayu Sri Wulan W; Ni Kd Fiora Rena Pertiwi; Mia Ayustina Prasetya
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.166

Abstract

Introduction: Satisfaction of patient is one of main indicators of health facility. The increase of healthcare quality must be done by the healthcare unit including Puskesmas (Public Health Center) in facing the globalization era. One of efforts in increasing the healthcare quality is by measuring the satisfaction level of the patient. The aim of the study is to describe the satisfaction level of BPJS participants dental patients and general dental patients with the services provided in Puskesmas IV South Denpasar. Method: This research is a descriptive study. Sample of research is the BPJS participants and general patients and patients that received services in Puskesmas IV South Denpasar as much 84 people with the details of 42 general patients and 42 BPJS participants patients. The collecting of data by using questionnaire. Results: The results showed that the general patients and BPJS participants patients expect get satisfactory service with a percentage of 100%. In fact the general patients and BPJS participants patient. who expressed his satisfaction based on five dimensions of service quality is: Reliability 88.10% for general patients and 92.86% for BPJS participants patient, Responsiveness 78.57% for general patients and 64.29% for BPJS participants patient, Assurance 66.67% for general patients and 59.52% for BPJS participants patient, Empathy for general patients amounted 76.19% and 35.71% for BPJS participants patient and Tangibles 78.57% for general patients, 95.24% for BPJS participants patient. Conclusion: Based on this study results, it can be concluded that the general level of patient satisfaction and BPJS participants patient amounted to 82.12%, as very satisfied with the services obtained in Puskesmas IV South Denpasar. The analizing result show the p score is 0,22 > 0,05. Which mean, there is no significant.
Hubungan antara pengetahuan dan perilaku menjaga kesehatan gigi dengan oral hygiene pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana N.W. Rossa Sri Astini; D.N Ari Susanti; Steffano Aditya Handoko
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.167

Abstract

Introduction: Oral hygiene is one of important determinant for health as oral hygiene could affect various important functions such as speech, masticatory function and aesthetic. Students of dentistry in particular should able to apply the knowledge and behavior of maintaining healthy teeth and mouth of their own. The purpose of this study is to know the relation between knowledge and behaviour of maintaining dental health with oral hygiene of Dentistry Student at Medical Faculty of Udayana University. Method: Research method was analytical observational using cross sectional design. The subject of research was selected by total sampling method on Dentistry Student at Medical Faculty of Udayana University, thus 100 students were selected through inclusion and exclusion criterias. This research was conducted by giving questionnaire covering questions about knowledge and behavior and Oral Hygiene Index Smplified (OHI-S) was used as examination tool and as an indicator in asessing oral hygiene. Result: Significance correlation was documented for relationship between knowledge and oral hygiene using Chi-square test (p=0.026) and similar result also documented between oral hygiene and behavior of maintaining oral hygiene (p=0.006). Conclusion: From those results in this study, could be concluded that there is a relationship between knowledge and behaviour of maintaining dental health with oral hygiene on Dentistry Student at Medical Faculty of Udayana University.
Hubungan early childhood caries (ECC) dengan status gizi anak umur 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Mengwi III Badung I Gede Marantika Yogananda Sutela; L W Ayu Rahaswanti; I Wayan Weta
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.205

Abstract

Introduction: Early childhool caries (ECC) is a disease that could impairs dental aestethic and social function of children. ECC also cause pain and discomfort in mastication process.The aim of this study was to find out about ECC incidence and nutritional status of those children and investigate the relationship between those two categories.Method: this study was conducted on 107 children aged 3 to 5 years old through multistage sampling and the data was analyzed with Fisher’s Exact test.Result: the result shows that the data from ECC category were distributed greatly at children with ECC group (71%) which divided into 25.2% from ECC type I group, 32.7% from ECC type II group, and 13.1% from ECC type III group. The data from nutritional status category were distributed greatly at children with normal weight group (77.6%).Conclusion: there is no relation between ECC incidence with nutritional status in children aged 3 to 5 years old at Puskesmas Mengwi III Badung’s Work Area (P-value> 0.05), but the data shows that ECC severity tends to increase when the children grows older. Latar Belakang: Early childhool caries (ECC) merupakan penyakit yang dapat menyebabkan masalah pada bidang estetika dan sosial seorang anak. ECC juga dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan dalam makan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian ECC dan gambaran status gizi anak serta hubungan antara ECC dengan status gizi anak umur 3-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Mengwi III Badung.Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan sampel sebanyak 107 orang anak umur 3 sampai 5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Mengwi III Badung. Teknik sampling yang digunakan adalah multistage sampling. Analisis statistik dilakukan dengan uji Fisher’s Exact.Hasil: Sampel paling banyak terdistribusi pada kategori yang mengalami ECC yaitu sebanyak 71% dengan rincian 25.2% pada ECC kelas I, 32.7% pada kelas II dan 13.1% pada kelas III. Gambaran status gizi menunjukkan sampel paling banyak terdistribusi pada kelompok status gizi normal (77.6%). Simpulan : dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara ECC dengan status gizi anak (P-value> 0.05), namun secara keseluruhan tampak adanya kecenderungan semakin bertambahnya umur maka keparahan ECC juga akan meningkat.
Hubungan karakteristik pasien diabetes melitus dengan kejadian xerostomia di RSUP Sanglah Denpasar Made Ngurah Arya Diningrat Pinatih; Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi; Desak Made Wihandani
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.206

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus patients usually experience various complicated healthiness problems in their oral cavity such as inflammation (infection) as in gingivitis, periodontitis, and some problems in their salivary flow secretion in the form of xerostomia, where the saliva flow will be decreased to equals or less than 0.15ml/minute, as the patients complain about having a hard time to chew, swallow, talk, problem in the sense of taste and pain in the tongue. The purpose of this research is to reveal the relation of characteristic of diabetes mellitus patients with xerostomia syndrome in Sanglah General Hospital Denpasar.Method: Simple random sampling was conducted on 45 patients of diabetes mellitus who get treatment in Sanglah General Hospital Denpasar and the analysis of data was using chi-square. This research shows that diabetes mellitus patients with age within 51-60 years old group have higher risk (OR=0.110; 95% CI= 0.028-0.434; p= 0.001) to experience xerostomia than age within 40-60 years old group, female group expose more risk (OR= 0.100; 95% CI= 0.025-0.408; p=0.001) to experience xerostomia than male group; patients who suffer diabetes mellitus for more than 8 years (OR= 0.100; 95% CI= 0.025-0.408; p=0.001) expose more risk than patients who suffer diabetes mellitus for less than 8 years, patients with fasting blood sugar level more than 126mg/dl group have higher risk (OR= 0.168; 95% CI= 0.043-0.654; p=0.007) to experience xerostomia than patients with fasting blood sugar level less than 126mg/dl group.Conclusion: There is significant corelation among age, gender, period of suffering, and fasting blood sugar level with xerostomia. Latar Belakang: Pasien penderita penyakit diabetes melitus akan mengalami berbagai macam komplikasi pada kesehatan rongga mulut berupa inflamasi (peradangan) seperti gingivitis, periodontitis, dan masalah terhadap sekresi aliran saliva berupa xerostomia. Xerostomia merupakan keluhan subjektif berupa mulut kering yang terjadi akibat penurunan laju aliran saliva yaitu kurang dari atau sama dengan 0,15 ml/menit, biasanya penderita mengeluh kesulitan mengunyah, menelan, berbicara, gangguan pengecapan serta rasa sakit pada lidah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien diabetes melitus dengan kejadian xerostomia di RSUP Sanglah Denpasar.Metode: pengambilan sampel menggunakan simple random sampling pada 45 orang pasien diabetes melitus yang berobat di RSUP Sanglah Denpasar dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan analisis data uji chi-square. Hasil: penelitian ini menunjukan bahwa pasien diabetes melitus dengan rentan 51-60 tahun lebih beresiko (OR=0,110; 95% CI= 0,028-0,434; p= 0,001) mengalami xerostomia dibandingkan dengan usia 40-60 tahun, pasien yang berjenis kelamin perempuan lebih berisiko (OR= 0,100; 95% CI= 0,025-0,408; p=0,001) mengalami xerostomia dibandingkan dengan pasien yang berjenis kelamin laki-laki, pasien yang menderita diabetes melitus >8 tahun (OR= 0,100; 95% CI= 0,025-0,408; p=0,001) lebih beresiko dibandingkan dengan pasien yang menderita diabetes melitus <8 tahun, pasien yang memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dl lebih beresiko (OR= 0,168; 95% CI= 0,043-0,654; p=0,007) mengalami xerostomia dibandingkan dengan pasien yang memiliki kadar gula darah <126 mg/dl.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, jenis kelamin, lama menderita diabetes melitus dan kadar gula darah puasa dengan xerostomia.
Perawatan saluran akar satu kali kunjungan pada gigi dengan karies servikal dilanjutkan dengan restorasi komposit dan pasak fiber Ni Kadek Eka Widiadnyani
Bali Dental Journal Vol. 3 No. 2 (2019): June 2019
Publisher : School of Dentistry Faculty of Medicine Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/bdj.v3i2.207

Abstract

Pendahuluan: Perawatan saluran akar satu kunjungan merupakan perawatan yang meliputi preparasi biomekanis saluran akar, irigasi serta obturasi yang diselesaikan dalam satu kunjungan. Untuk perawatan satu kunjungan tahap perawatan dapat dilakukan lebih cepat serta mencegah terjadinya kontaminasi ulang saluran akar. Karies servikal pada gigi terdapat dalam berbagai bentuk, seperti abrasi, erosi dan abfraksi. Kavitas yang telah kehilangan banyak struktur jaringan keras gigi akibat karies dibagian servikal, perlu dipertimbangkan penggunaan pasak sebagai struktur penguat tambahan. Jika tidak dilakukan perawatan secepatnya maka mahkota gigi akan mudah fraktur oleh tekanan mastikasi saat gigi berfungsi, dan pasien biasanya lebih memilih untuk segera dilakukan pencabutan. Menghentikan perkembangan lesi yang sudah ada, dan menentukan perawatan yang tepat serta menunjukkan keberhasilan penatalaksanaan perawatan saluran akar satu kunjungan pada kasus dengan karies servikal sehingga gigi dapat dipertahankan kembali sesuai dengan fungsinya dan estetiknya. Manajemen kasus: Pasien laki - laki usia 56 tahun mengeluh gigi geraham kecil kedua bawah kanan. Gigi pernah terasa sakit, tetapi saat ini sudah tidak sakit. Pasien ingin giginya dirawat dan dipertahankan. Pemeriksaan obyektif gigi 45 terdapat kavitas servikal bagian bukal, dengan pulpa terbuka. Gigi tidak peka terhadap perkusi, palpasi, tes vitalitas positif linu, mobilitas normal. Jaringan pendukung gigi normal. Pemeriksaan radiografis nampak kavitas servikal yang telah mencapai kamar pulpa, 2/3 saluran akar membengkok ke arah distal, terdapat lesi periapikal yang melibatkan 1/3 apikal dengan penebalan ligamen periodontal dan lamina dura terputus. Simpulan: Perawatan saluran akar adalah salah satu alternatif perawatan yang paling umum sebelum terjadi kerusakan gigi. Perawatatan saluran akar merupakan salah satu pilihan perawatan pada pasien yang tidak memiliki banyak waktu berkunjung. Resin komposit dapat menjadi alternatif untuk restorasi gigi posterior dengan penguat pasak fiber resin, sehingga berguna untuk melindungi fraktur gigi dari tekanan oklusal. Perawatan saluran akar satu kunjungan diharapkan menjadi pertimbangan dalam menangani kasus-kasus gigi karies di servikas dengan kehilangan jaringan yang tidak terlalu luas, sehingga tidak perlu menghilangkan jumlah jaringan koronal gigi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10