cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2021)" : 39 Documents clear
PENGARUH KOMBINASI PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Emanuel Wendi Santyago; Dwi Zulfita; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dimulai dari bulan April sampai dengan bulan Agustus 2020 dilokasi yang terletak di Jalan Parit Demang Dalam, Gang Kulang Kulit kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari satu faktor (P) yaitu 4 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1=pupuk hayati + NPK (100 kg/ha setara dengan 3 g/polibag), p2=pupuk hayati + NPK (200 kg/ha setara dengan 6 g/polibag), p3=pupuk hayati + NPK  (300 kg/ha setara dengan 9 g/polibag) + pupuk hayati, p4= NPK (400 kg/ha setara dengan 12 g/polibag) tanpa pupuk hayati. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK yang secara keseluruhan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK dengan perlakuan pemberian kombinasi pupuk hayati + pupuk NPK (200 kg/ha setara dengan 6 g/polibag) mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah PMK. Pemberian kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK dapat meningkatkan efisiensi dan mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik NPK hingga 50%.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI TERHADAP BERBAGAI DOSIS DAN INTERVAL PENYIRAMAN AIR LIMBAH KOLAM IKAN LELE PADA TANAH ALUVIAL PUTRI LESTARI; Basuni Basuni; Purwaningsih Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43679

Abstract

Kegiatan budidaya ikan lele menghasilkan limbah yang berasal dari feses dan sisa pakan yang mengandung protein tinggi. Air limbah kolam lele dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, disamping itu ternyata air limbah kolam ikan lele ini memiliki kandungan hara yang dapat diserap oleh tanaman.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mencari dosis air limbah lele, interval penyiraman air limbah lele, serta interaksi antar keduanya yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Parit Bugis, Gang Nusantara 1, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus - 30 Desember 2019. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan faktorial dengan pola RAL ( Rancangan Acak Lengkap ) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis air limbah kolam lele (D) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (250, 500 dan 750 ml) dan faktor kedua yaitu interval penyiraman air limbah kolam lele (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (3, 5 dan 7 hari sekali). Variabel pengamatan yang diamati berupa tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong isi, berat biji per tanaman dan bobot 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis air limbah lele tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah aluvial. Interval penyiraman 7 hari memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan berat biji per tanaman walaupun terhadap variabel yang lainnya tidak memberikan pengaruh yang nyata. Dan kombinasi pemberian dosis air limbah lele 750 ml dengan interval penyiraman 5 hari memberikan hasil bobot 100 biji kering terkecil.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU TERHADAP PEMBERIAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT DAN FOSFOR PADA TANAH ALUVIAL FRANSISKUS JEPRI; Warganda Warganda; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43895

Abstract

       Kacang hijau merupakan salah satu tanaman leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Salah satu kendala yang membatasi produktivitas maksimal tanaman kacang hijau adalah derajat keasaman tanah aluvial yang rendah dan kekurangan akan unsur hara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara abu janjang sawit  dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Praktek Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan November 2019 sampai dengan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial pola rancangan petak terbagi (Splitplot), dimana faktor pertama abu janjang sawit yang terdiri dari 3 taraf yaitu  256 g/petak, 384 g/petak, 512 g/petak. Faktor kedua  yaitu fosfor yang terdiri dari 3 taraf yaitu 8,5 g/petak, 15 g/petak, 21 g/petak. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman, berat kering biji perpetak dan berat kering 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara abu janjang sawit dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Pemberian abu janjang sawit dengan dosis 256 g/petak dan pemberian fosfor 8,5g/petak menunjukan rerata tertinggi jumlah polong pertanaman, berat kering biji pertanaman dan berat kering biji perpetak.
RESPONS PERTUMBUHAN ANGGREK Macodes petola TERHADAP KONSENTRASI PUPUK HIDROPONIK SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF KULTUR JARINGAN Aisyah AISYAH; Asnawati Asnawati; Agustina Listiawati, M.P.
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44026

Abstract

Upaya perbanyakan anggrek yang dapat dilakukan salah satunya adalah kultur jaringan. Penggunaan media alternatif pupuk hidroponik belum banyak dilakukan, terutama untuk menanam anggrek secara kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi terbaik pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan bagi pertumbuhan tanaman anggrek Macodes petola. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak selama 4 bulan sejak bulan September 2019 sampai dengan bulan Januari 2020. Penelitian menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan satu faktor yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu media MS sebagai kontrol dan 4 taraf konsentrasi pupuk hidroponik, setiap perlakuan terdapat 5 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 100 unit percobaan, adapun perlakuannya terdiri dari v0: MS, v1 : 1 ml/l, v2: 3 ml/l, v3: 5 ml/l, dan v4: 7 ml/l. Variabel yang diamati antara lain waktu muncul tunas pertama (MST), jumlah tunas (tunas), jumlah daun (helai), dan jumlah buku per tunas (buku). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan mampu menyamai pertumbuhan sub kultur anggrek Macodes petola pada media MS. Konsentrasi pupuk hidroponik 3 ml/l menghasilkan jumlah tunas yang tertinggi sebanyak 2,10 tunas pada eksplan kultur jaringan anggrek Macodes petola.
PENGARUH KONSENTRASI POC URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Goodman Goodman; Ir. Elly Mustamir, M.Sc; Asnawati, S.Hut., M.Si Asnawati, S.Hut., M.Si
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC Urine Sapi yang terbaikpada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Reformasi gang.Struktur,Pontianak Tenggara. Waktu penelitian selama 1 bulan yaitu pada tanggal 09April – 09 Mei 2020. Metode yang digunakan adalah Racangan Acak Lengkap satufaktor yaitu pemberian berbagai konsentrasi POC Urine Sapi dengan 5 taraf (p1 = 30ml/L; p2 = 40 ml/L; p3 = 50 ml/L; p4 = 60 ml/L; p5 = 70 ml/L ). Semua perlakuandiulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamatidalam penelitian ini adalah jumlah daun, Krolfil daun, luas daun, volume akar, beratsegar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwapemberian berbagai konsentrasi POC urine sapi pada tanaman sawi hijau dapatmeningkatkan jumlah daun, krolfil daun, luas daun, volume akar, berat segartanaman, dan berat kering tanaman. POC urine sapi sebanyak 50 ml/l merupakankonsentrasi yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Hayati dan NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah pada Tanah Podsolik Merah Kuning dono tiborsius; Ir. Hj. Siti Hadijah; Ir. Dini Anggorowati, M.Sc
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44416

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati danNPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah podsolik merahkuning. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kebun yang berada di Dusun TintingBoyok, Desa Tinting Boyok. Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten sekadau kuranglebih selama tiga bulan. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) terdiri dari 1 faktor kombinasi pupuk hayati dan NPK (h1 : tanpa pupukhayati + NPK 100%, h2 : pupuk hayati 10 ml/l + NPK 100%, h3, pupuk hayati 10ml/l + NPK 75%, h4: pupuk hayati 10 ml/l + NPK 50%, h5: pupuk hayati 10 ml/l +NPK 25% dan h6: pupuk hayati 10 ml/l + NPK 0%). Variabel yang diamati padapenelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar damberat kering angin. Hasil penelitian menunjukan perlakuan kombinasi pupuk hayati10 ml/l + NPK 25% merupakan kombinasi terbaik dalam efisiensi pemupukan. kata kunci: bawang merah, pupuk hayati, NPK, Tanah PMK.
PENGARUH KOMPOS KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING NUR HARI; Ir. Dini Anggorowati, M.Sc.; Ir. Rini Susana, M.Sc.
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43733

Abstract

Penggunaan kompos kotoran kambing dalam budidaya tanaman kailan pada tanah podsolik merah kuning dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kailan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis kompos kotoran kambing yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah podsolik merah kuning. Lokasi penelitian terletak di Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan. Waktu penelitian mulai dari tanggal 27 Juli - 26 Agustus 2020. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan perlakuan dosis kompos kotoran kambing terdiri dari 6 taraf yaitu k1 (10 ton/ha); k2 (20 ton/ha); k3 (30 ton/ha); k4 (40 ton/ha); k5 (50 ton/ha); dan k6 (60 ton/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, bobot kering tanaman dan bobot segar tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis kompos kotoran kambing yang diberikan akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil kailan. Dosis yang efektif ditunjukkan pada pemberian 50 ton/ha berdasarkan potensi hasil tanaman kailan yaitu bobot segar tanaman dengan rata-rata 54,29 gram.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Lumpur Laut dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Serapan N, P, K Tanaman Jagung di Lahan Bekas Tambang Bauksit Denah Suswati Sulakhudin Teguh Priwongo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43102

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasilumpur laut dan pupuk kandang sapi terhadap serapan N, P, K tanaman jagung dilahan bekas tambang bauksit di tanah ultisol. Penelitian merupakan percobaanlapangan yang menggunakan pola rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 4perlakuan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 20 sampel daun tanaman jagung,sampel tanaman diambil pada perlakuan dengan kode A= tanpa lumpur dan pupukkandang sapi/bedeng, B= 1,5 Kg (250 g) lumpur laut + 2,5 kg (400 g) pupuk kandangsapi/bedeng, C= 2,4 Kg (400 g) lumpur laut + 4 kg (650 g) pupuk kandang sapi/bedeng,D= 3,3 Kg (550 g) lumpur laut + 5,5 kg (920 g) pupuk kandang sapi/bedeng. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur laut dan pupuk kandang sapiberpengaruh nyata terhadap reaksi tanah (pH), berat kering tanaman (gram), kalium,tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap serapan nitrogen dan serapan fosfor.Perlakuan lumpur laut dan pupuk kandang sapi yang terbaik terhadap semua parameteryang diamati yaitu pada perlakuan C= 2,4 Kg (400 g) lumpur laut + 4 kg (650 g) pupukkandang sapi/bedeng.
Biologi Ostrinia furnacalis (Lepidoptera : Pyralidae) Yang Dipelihara Dengan Pakan Buatan di Laboratorium MAYA MAYA; Tris Haris Ramadhan; Indri Hendarti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44115

Abstract

ABSTRAKOstrinia furnacalis merupakan hama utama pada pertanaman jagung dan dapat ditemukan di Asia Tenggara, Asia Tengah, Asia Timur, dan Australia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan reproduksi O. furnacalis yang dipelihara dengan pakan buatan di laboratorium. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura yang dimulai dari bulan Maret – Mei 2020. O. furnacalis dipelihara dalam gelas plastik berdiameter 9 cm. Pakan yang digunakan berbahan dasar Phaseolus vulgaris L. dengan tambahan bahan-bahan pendukung lainnya menurut metode Salama (1970). Kemudian dilakukan perbanyakan serangga uji sampai mencapai F1. Selanjutnya dilakukan pengamatan kohort yang dilakukan dengan menggunakan 100 ekor instar 1 yang dipisah menjadi 10 ulangan. Satu ulangan terdiri dari 10 ekor larva dan dipisah secara individu per gelas . Variabel yang diamati adalah siklus hidup, mortalitas, nisbah sex, fekunditas, dan fertilitas telur. Hasil penelitian menunjukkan masa perkembangan O. furnacalis dari menetas sampai menjadi imago berkisar antara 25 – 36 hari, siklus hidup O. furnacalis dari telur sampai menghasilkan telur kembali berlangsung selama 31 – 37 hari rata-rata 33,90 hari, umur dari telur sampai individu mati berlangsung selama 31– 43 hari rata-rata 35,38 hari , stadium telur berkisar antara 3 – 5 hari rata-rata 4,18 hari. Larva terdiri dari 5 instar, lama stadium instar I (2 – 3 hari) rata-rata 2,69 hari, instar II (2 – 4 hari) rata-rata 3,10 hari, instar III (2 – 4 hari) rata-rata 3,02 hari, instar IV (3 – 4 hari) rata-rata 3,47 hari, instar V (6 – 12 hari), prapupa (1 – 3 hari) rata-rata 1,33 hari dan pupa (5 – 10 hari) rata-rata 7,23 hari. Lama hidup imago jantan berkisar antara 1 – 5 hari rata-rata 3,33 hari dan imago betina berkisar antara 1 – 9 hari rata-rata 4.44 hari. Periode pra peneluran berkisar antara  1 – 2 hari rata-rata 1,50 hari dan periode pasca peneluran berkisar antara 1 – 2 hari rata-rata 1,19 hari. Fertilitas telur dengan rata-rata 62,23%. Jumlah telur yang dihasilkan rata-rata 222. Kata Kunci :  Biologi, O. furnacalis, Pakan Buatan, Phaseolus vulgaris L.

Page 4 of 4 | Total Record : 39