cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2021)" : 57 Documents clear
PERAN PENYULUH PERTANIAN TERHADAP KEAKTIFAN ANGGOTA KELOMPOK TANI DI DESA RASAU JAYA DUA KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBURAYA Eka Wahyu Ningsih; Abdul Hamid A Yusra; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45048

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis peran penyuluh, menganalisis keaktifan anggota kelompok tni, dan menganalisis hubungan peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Metode yangh digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling yaitu dengan sampel responden yang berjumlah 42 orang. Untuk menganalisis hubungan antara peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani digunakan uji Korelasi Spearman Rank dengan program SPSS 17.0 for windows.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Peran penyuluh yang ada di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya baik sebagai pembimbing (54,76%), sebagai edukator (47,62%), sebagai mediator (40,48%), sebagai pendidik (61,91%), sebagai komunikator (59,53%), sebagai konsultan (59,52%) adalah sangat berperan terhadap petani. 2) Keaktifan anggota kelompok tani baik keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti pertemuan sebesar (45,23%) dengan kategori sangat aktif, keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti penyuluhan sebesar (40,47%) dengan kategori sangat aktif, dan partisipasi pada pelaksanaan kegiatan penyuluh sebesar (42,85%) dengan kategori aktif. 3) Terdapat hubungan antara peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya.Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Peran penyuluh yang ada di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Rasau Jaya baik sebagai pembimbing, sebagai edukator, sebagai mediator, sebagai pendidik, sebagai komunikator, dan sebagai konsultan adalah sangat berperan terhadap petani. 2) Keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti pertemuan dan keaktifan anggota kelompok tani dalam mengikuti penyuluhan adalah dalam kategori sangat aktif, sedangkan partisipasi pada pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah dalam kategori aktif. 3) Terdapat hubungan antara peran penyuluh terhadap keaktifan anggota kelompok tani di Desa Rasau Jaya Dua Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kuburaya. Kata Kunci: Peran Penyuluh, Keaktifan, Kelompok Tani, Korelasi Rank Spearman 
PENGARUH RESIDU AMELIORAN BEKAS TANAMAN JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR DI TANAH ALUVIAL JULIANTO, ARI; SAFWAN, MULYADI; NURJANI, NURJANI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya permintaan tomat oleh masyarakat perlu diimbangi dengan peningkatan produksi, salah satunya dengan memanfaatkan lahan bekas tanaman jagung yang telah diberikan amelioran.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh residu amelioran yang telah diberikan terdahulu dalam budidaya tanaman jagung terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan sistem budidaya jenuh air pada tanah aluvial. Lokasi penelitian terletak di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Waktu penelitian mulai dari bulan Desember 2019 sampai  Maret 2020. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 5 taraf residu amelioran bekas tanaman jagung, A (Residu pupuk kandang ayam 7,5 ton/ha); B (Residu pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); C (Residu Kapur 4 ton/ha + Pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); D (Residu abu 15 ton/ha + Pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha); E (Residu pupuk kandang ayam 15 ton/ha). Masing-masing diulang sebanyak  5 kali, dan terdiri dari 5 sampel tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman minggu ke-1, 2, dan 3, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat per buah. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa residu amelioran bekas tanaman jagung yang digunakan dalam budidaya tanaman tomat dengan sistem BJA memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah dan berat buah per tanaman, namun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap berat buah per buah. Residu amelioran dari pupuk kandang ayam 15 ton/ha dan residu dari abu 15 ton/ha + pupuk kandang kambing 7,5 ton/ha merupakan perlakuan dengan hasil yang sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Kata Kunci : budidaya jenuh air, residu amelioran, tanah aluvial, tanaman tomat
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KECIPIR TERHADAP PEMBERIAN PUPUK POSFAT DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) KEONG MAS PADA TANAH GAMBUT Theodora Theodora; Ir. Eddy Santoso, M.Agr; Muhammad Pramulya S.P, M.Si
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45419

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk posfat dan pupuk organik cair (POC) keong mas serta untuk mengetahui dosis pupuk posfat dankonsentrasi pupuk organik cair (POC) keong mas yang terbaik bagi pertumbuhan danhasil kecipir pada tanah gambut. penelitian dilaksanakan mulai dari tanggal 15Desember 2018 sampai dengan 23 April 2019 di kebun percobaan Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan metode eksperimen faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktoryaitu pupuk posfat (p) dan pupuk organik cair (POC) keong mas (k). Pupuk posfatterdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 (0,7 g/polybag), p2 (1,4 g/polybag), dan p3 (2,2g/polybag), faktor pupuk organik cair (POC) keong mas terdiri dari 3 taraf perlakuanyaitu k1 (15 ml/l air), k2 (30 ml/l air), dan k3 (45 ml/l air), terdapat 9 kombinasiperlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel.Kombinasi perlakuan yang adalah p1k1, p1k2, p1k3, p2k1, p2k2, p2k3, p3k1, p3k2,dan p3k3. Variabel pengamatan yang diamati yaitu kadar kehijauan daun (spad unit),volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), panjangbuah pertanaman (cm) dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukanbahwa terjadi interaksi antara perlakuan pupuk posfat dan pupuk organik cair (POC)keong mas pada tanah gambut, namun didapatkan dosis efektif yang mampumeningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kecipir yaitu 0,7 g/polybag pupukposfat dan 15 ml/l air pupuk organik cair (POC) keong mas. Kata kunci : gambut, kecipir, pupuk organik cair (POC)keong mas, pupuk posfat.
Pengaruh metode ekstraksi terhadap viabilitas benih kakao ( Theobroma Cacao L) Karunia Alpa Novando Sitanggang; Purwaningsih Purwaningsih; Elly Mustamir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan ekstraksi mana yang terbaik yang dapat menjaga viabilitas benih kakao tetap tinggi. Penelitian ini dimulai dari 20 Maret sampai 18 April 2020 di Jalan Gusti Hamzah Gang Nur 2, Pontianak. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan berbagai bahan ekstraksi benih kakao, yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 ulangan yang masing-masing menggunakan 25 benih. Perlakuan yang dimaksud adalah (p1) pengupasan pulp dengan perendaman air kapur 20 g /liter, (p2) Pengupasan pulp dengan abu gosok 5 g/benih, (p3) Pengupasan pulp dengan ilalang, dan (p0) Tanpa dilakukan pengupasan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh. Selain itu juga dilakukan pengamatan kondisi suhu (oC) dan kelembaban udara (%), dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan ekstraksi benih kakao menggunakan abu sekam padi dan kapur tohor dapat menghasilkan viabilitas benih kakao terbaik. Kata kunci: abu, benih kakao, kapur, ilalang 
Karakteristik Minyak Kasar Biji Mentawa (Artocarpus anisophyllus) dengan Metode Ekstraksi Maserasi Menggunakan Pelarut Heksan dan Petroleum Eter David Rikardo; Sulvi Purwayantie
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45654

Abstract

Mentawa adalah salah satu buah lokal yang dikonsumsi dengan biji buah dan menghasilkan limbah biji yang sangat banyak. Biji mentawa mengandung minyak akan tetapi sampai saat ini belum diketahui karakteristik dari minyak biji mentawa. Salah satu cara ekstraksi minyak dapat dilakukan dengan menggunakan pelarut nonpolar. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik minyak kasar biji mentawa terbaik dari ekstraksi menggunakan pelarut heksan dan petroleum eter (PE). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 1 (satu) faktor perlakuan yaitu rasio kombinasi pelarut heksan dan pelarut PE (5 taraf perlakuan yaitu 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100; 3 kali ulangan). Data yang diperoleh dianalisis dengan anova 5%.  Jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%, Penentuan hasil terbaik pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode De Garmo. Kombinasi heksan dan PE pada rasio 0:100 merupakan perlakuan terbaik. Kualitas minyak kasar biji mentawa yang dihasilkan yaitu rendemen sebesar 17,39 %, angka penyabunan 231,36 mg KOH/g, berat jenis 0,981 g/mL, angka iodin 24,04 g Yod/100g dan pH 8,57.Kata Kunci: Minyak kasar, Maserasi, Heksan, PE, Karakteristik.
PERAN PENYULUH TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI PADI DALAM ADOPSI TEKNOLOGI PERTANIAN DI KABUPATEN KUBU RAYA Marsiana Susilawati; Abdul Hamid A Yusra; jajat sudrajat
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.43101

Abstract

Kebijakan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan nasional dengan meningkatkan kehidupan ekonomi melalui pembangunan pertanian yang dalam prosesnya melibatkan partisipasi anggota masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya peran penyuluh pertanian di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya belum memberikan perubahan yang signifikan dalam menjalankan peranannya bagi petani. Sehingga dalam prosesnya masih terdapat anggota kelompok tani yang belum sepenuhnya aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat partisipasi anggota kelompok tani dan mengetahui hubungan peran penyuluh pertanian dengan partisipasi anggota kelompok tani dalam adopsi teknologi pertanian di Kabupaten Kubu Raya Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, data di uji menggunakan korelasi rank sperman dan di analisis menggunakan SPSS 23.0 for windows. Penelitian ini menggunakan 89 sampel yang di ambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini partisipasi pada tahap perencanaan tergolong sedang, pelaksanaan tinggi dan evaluasi sedang. Hubungan antara peran penyuluh dengan tingkat partisipasi dalam adopsi teknologi pertanian, Pada tahap perencanaan terdapat hubungan yang tidak signifikan, Pada tahap pelaksanaan dan evaluasi terdapat hubungan yang signifikan antara peran penyuluh sebagai fasiltator dan motivator. Hubungan adopsi teknologi pertanian dengan partisipasi dalam adopsi teknologi pertanian tidak terdapat hubungan yang signifikan. Untuk meningkatkan partisipasi perlu adanya kesadaran anggota kelompok tani. Perlu adanya peningkatan penyuluhan yang diberikan dinas pertanian berkaitan dengan adopsi teknologi pertanian.
Pengaruh Frekuensi Aplikasi Trichoderma sp. untuk Menekan Penyakit Hawar Pelepah Rhizoctonia solani Kuhn pada Tanaman Padi MA'RUF MUHLISIN; IMAN SUSWANTO; SARBINO SARBINO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45200

Abstract

Rhizoctonia solani Kuhn penyebab penyakit hawar pelepah daun padi merupakan salah satu faktor penghambat peningkatan produktivitas tanaman padi. Penggunaan Trichoderma sp. merupakan salah satu pengendalian yang ramah lingkungan dan mudah untuk diaplikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Trichoderma sp. dalam menekan serangan patogen R. solani sekaligus pengaruhnya terhadap sifat agronomi tanaman dan mendapatkan frekuensi aplikasi terbaik dalam menekan penyakit hawar pelepah padi. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kasa menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 7 ulangan.  Faktor yang diteliti ialah pemanfaatan agen hayati Trichoderma sp. dengan menguji 3 frekuensi aplikasi yaitu 1 x dosis 10 ml/rumpun , 2 x dosis 5 ml/rumpun, 3 x dosis 3,33 ml/rumpun dan 1 perlakuan pembanding tanpa pemberian agens hayati Trichoderma sp. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan Trichoderma sp. dengan cara di semprotkan ke tanaman mampu menekan serangan penyakit hawar pelepah padi hingga 55,73%. Penggunaan Trichoderma sp. juga dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan dan anakan produktif. Frekuensi aplikasi terbaik terdapat pada perlakuan dosis 5 ml/rumpun dengan 2 kali aplikasi .
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Gambas Akibat Pemberian Poc Kulit Pisang Pada Tanah Gambut vicky vijay; putu dupa bandem; maulidi maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45478

Abstract

Gambas (Luffa acutangula L Roxb), tanaman ini termasuk dalam famili Cucurbitaceae, berasal dari India, namun telah beradaptasi dengan baik di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam 100 gram buah gambas adalah kalori  18 kal, protein 0,8 g, lemak 0,2 g, karbohidrat 4,1 g, kalsium 19 mg, fosfor 33mg, besi 0,9 mg, (Sunarjo 2000). Buah gambas berkhasiat sebagai pengobatan radang telinga, batuk, batuk rejan, bronchitis, terkilir/keseleo dan kudis. Di indonesia tanaman gambas masih belum menjadi komoditi utama para petani khususnya kalimantan barat sehingga sulit untuk menentukan sentra tanaman gambas, luas panen dan besarnnya produksi.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret sampai juni 2020 di Pontianak, jalan ahmad yani gg rigin sari 2. dengan metode ral dengan 5 perlakuan pemberian poc kulit pisang pada tanaman gambas di tanah gambut dengan konsentrasi P1 (5 ml/liter air), P2 (10 ml/liter air), P3 (15 ml/liter air), P4 (20 ml/liter air), P5 (25 ml/liter air) . Dengan variable pengamatan yaitu volume akar, berat buah pertanaman, Panjang buah, diameter buah dan jumlah buah pertanaman.dan hasil dari penelitian tersebut adalah dengan pemberian POC limbah kulit pisang dengan konsentrasi 25 ml/liter air dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil gambas. Namun konsentrasi yang efektif yaitu 15ml/liter air.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG PUYUH DAN ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Lidia Negata Rahayu; Tatang Abdurrahman; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh interaksi antara pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S (Kampung English Poernama) Agro Jl. Sungai Raya Dalam, sejak dari tanggal 31 Juli sampai 8 Oktober 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah pupuk kandang puyuh (P), terdiri dari 3 taraf, yaitu p1=300 g/polybag setara dengan 10 ton/ha, p2=450g/polybag setara dengan 15 ton/ha, p3=600 g/polybag setara dengan 20 ton/ha dan faktor kedua adalah abu kayu (A), terdiri dari 3 taraf, yaitu a1=8 g/polybag setara dengan 1,6 ton/ha, a2=16 g/polybag setara denga 3,2 ton/ha, a3=24 g/polybag setara dengan 4,8 ton/haHasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang puyuh dan abu kayu dapat meningkatkan volume akar, berat kering tanaman, panjang buah dan diameter buah dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 1, 2, 3 minggu setelah tanam dan jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah. Pemberian pupuk kandang puyuh dengan dosis 15 ton/ha setara dengan 450 g/polybag dan abu kayu dosis 3,2 ton/ha setara dengan 16 g/polybag memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci : abu kayu, podsolik merah kuning, pupuk kandang puyuh, terung                        ungu  
PENGARUH KOMBINASI ABU CANGKANG KEONG MAS DAN PUPUK KANDANG AYAM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH PADA TANAH GAMBUT Pontisari, Tania; Ir. Nurjani M.Sc, Ir. Nurjani M.Sc; Budi MMA, Ir. Setia
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  dan mencari dosis terbaik kombinasi abu cangkang keong mas dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 02 oktober 2019 sampai 30 desember 2019. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu kombinasi abu cangkang keong mas dan pupuk kandang ayam dengan dosis : 400 g pupuk kandang ayam (A), 300 g abu cangkang keong mas (B), 200 g abu cangkang keong mas +  200 g pupuk kandang ayam (C), 250 g abu cangkang keong mas + 200 g pupuk kandang ayam (D), 200 g abu cangkang keong mas + 400 g pupuk kandang ayam (E), dan250 g abu cangkang keong mas + 400 g pupuk kandang ayam (F). Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah bintil akar produktif, berat segar polong isi, jumlah polong pertanaman, jumlah biji perpolong dan berat 100 polong. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai dosis kombinasi abu cangkang keong mas dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata pada semua variabel.