cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 4 (2021)" : 27 Documents clear
STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA TIGAPENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR KABUPATEN MEMPAWAH Munawarah, Urai Edi Suryadi, Ismahan Umran
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.51143

Abstract

ABSTRAK Tanah gambut (peat soil) merupakan tanah yang mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar sehingga mempengaruhi sifat rekayasa tanah tersebut. Dengan demikian sistem klasifikasi tanah berbeda dengan tanah lempung. Gambut (peat) berdasarkan proses terjadinya adalah campuran fragmen-fragmen mineral organik yang berasal dari tumbuh- tumbuhan yang membusuk (Hasnamet et al., 2012). Potensi lahan gambut sebagai lahan pertanian di Indonesia cukup luas. Pemanfaatannya  sebagai  lahan  pertanian membutuhklan  perencanaan  pengelolaan yang tepat dan sesuai karena sangat rentan terhadap kerusakan lahan seperti kerusakan fisik serta kerusakan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat fisika tanah  pada   tiga penggunaa  lahan  di  Kecamatan  Mempawah  Timur  Kabupaten Mempawah. Lahan gambut di Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah telah mengalami alih fungsi menjadi sejumlah penggunaan lahan. Alih fungsi ini menyebabkan perubahan sejumlah sifat fisika tanah. Penggunaan lahan penelitian tersebut adalah  perkebunan nanas, hutan   sekunder dan hortikultura di Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan Desember Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode transek. Titik sampel pada masing-masing penggunaan lahan berjumlah delapan. Setiap titik sampel diambil padakedalaman 0-20 cm. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Parameter yang diamati dan dianalisis pada penelitian ini meliputi kedalaman gambut, warna tanah, kedalaman muka air tanah, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, permeabilitas dan kadar serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tidak berbeda nyata pada bobot isi, kadar air kapasitas lapang, porositas tanah, permeabilitas dan  kadar serat gambut. Kata kunci : Tiga Penggunaan Lahan, Gambut, Sifat Fisika Tanah
Effect of Rice Husk Ash and Cow Urine on The Growth And Yield of Kale on Peat Soil lili yulianti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48894

Abstract

The research aims to determine the interaction of rice husk ash and cow urine in increasing growth and yield of kale on peat soil. The research lasted for 64 days starting on February 7 2020 – April 10 2020. The research was conducted in the experimental field of Agricultue Faculty of Tanjungpura University in Pontianak. The research used a completely randomized design (CRD) method consisting of 2 factors, namely rice husk ash and cow urine consisting of 3 levels of rice husk ash treatment and 3 level of cow urine, into 9 treatments, 3 replications and 4 sample plants, so there 108 plants. The treatment consis of a1 (450 g/polybag), a2 (569 g/polybag), a3 (678 g/polybag), u1 (20%), u2 (40%) and u3 (60%). The variables observed in the research number of leaves (sheet), plant fresh weight(g), root volume (cm3), plant dry weight (g), and root dry weight (g). The results showed that there was an interaction between rice husk ash and cow urine give a significant effect to the variables of root volume, plant dry weight and root dry weight. The best combination of giving rice husk ash and cow urine is a2u2 treatment, namely 569 g of rice husk ash and 40% cow urine.Keyword :Brassica oleraceae var.sabellica,cow urine, peat soil, rice husk ash
KAJIAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DESA SANDAI KANAN KABUPATEN KETAPANG Asrifin Aspan, Rinto Manurung, Doni Damara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49908

Abstract

ABSTRAK Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi yang menyumbang devisa paling besar bagi Indonesia. Tanah Ultisol merupakan tanah yang memiliki masalah karena keasaman tanah rendah, bahan organik rendah, nutrisi makro rendah dan memiliki ketersedia P sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengindenfikasi beberapa sifat kimia tanah ultisol dan memberikan saran pemupukan pada tiga pengelolaan lahan kebun kelapa sawit rakyat di Desa Sandai Kanan Kabupaten Ketapang. Tahapan penelitian dimulai pada persiapan survei, dan wawancara kepada petani yang memiliki lahan tersebut, Penelitian dilakukan di 3 lahan yang berbeda kepemilikan. Setiap lahan di ambil 5 titik sampel tanah yang dilakukan menggunakan cara sistematis (sistem diagonal) dengan   kedalaman yaitu 0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel tanah dikompositkan per masing-masing lahan kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis sesuai dengan parameter pengamatan, dan penyajian hasil. Hasil penelitian ketiga lahan kelapa sawit didapatkan bahwa reaksi tanah pH pada kedalaman 0-30 cm berkisar 4,32-4,68 (sangat masam sampai masam) dan  kedalaman 30-60 cm berkisar4,41-4,52 (sangat masam sampai masam), C-organik   pada kedalaman 0-30 cm berkisar 1.22-2,17% (rendah sampai sedang) dan 30-60 cm 0,79-1,53% (sangat rendah sampai rendah),   N-Total pada kedalamn 0-30 cm berkisar 0.18-0,31 %   (rendah sampai sedang) dan kedalam 30-60 cm berkisar 0,12-0,25 % (rendah sampai sedang), P-Tersedia pada kedalamn 0-30 cm berkisar 0.18-0,31 % (rendah sampai sedang) dan kedalam 30-60 cm berkisar 0,12-0,25 % (rendah sampai sedang), K-dd pada kedalam0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 0,05-0,06 (sangat rendah). KTK pada kedalaman 0-30 cm berkisar 6,71-10,18 (rendah) dan kedalam 30-60 cm berkisar 5,37-7,17 (rendah). Kejenuhan basa pada kedalaman 0-30 cm berkisar 9,99-12,48 (sangat rendah) dan kedalaman 30-60 cm berkisar 10,61-11,85 (sangat rendah), tekstur tanah yaitu (lempung  liat  berdebu,  lempung  berliat,  dan  lempung),  dan  bobot  isi  dengankedalaman 0-30 cm pada setiap lahan mempunyai kriteria rendah yaitu rata-rata 0,84-0,99 g/cmᶟ.Saran pemupukan Urea, SP36 dan KCL yang dianjurkan berdasarkan hasil analisis tanah dan perhitungan pupuk untuk tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian adalah Lahan A Urea 904,97 g/pohon, SP36 76,63 g/pohon dan KCL 3.830 g/pohon. Lahan B Urea 913,19 g/pohon, SP36 700,75 g/pohon dan KCL 3.160 g/pohon. Lahan C Urea 942,98 g/pohon, SP36 579,52 g/pohon dan KCL 4,160 g/pohon.Kata Kunci: Kelapa Sawit, Tanah Ultisols, Sifat Kimia Tanah.
PENGARUH BOKASI LIMBAH SAGU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Tri Darmiasih; Rahmidiyani Rahmidiyani; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokasi limbah sagu terhadap pertumbuhan dan hasil seledri pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 30 Agustus 2018 sampai dengan 15 November 2018 di Desa kuala Ambawang Parit Masigi satu Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 15 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 60 g/tanaman, k2 = 22.5 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 90 g/tanaman , k3= 30 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 120 g/tanaman, k4 = 37.5 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 150 g/tanaman, k5=45 ton/ha boksi limbah sagu setara dengan180 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar, tinggi tanaman, jumlah tangkai daun, berat segar tanaman dan berat kering total tanaman. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi limbah sagu dengan 45 ton/ha setara dengan dosis180 merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan jumlah tangkai daun seledri pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci:  bokasi limbah sagu, podsolik merah kuning, seledri.
PENGARUH PEMBERIAN DOLOMIT DAN BERBAGAI DOSIS PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH PADA TANAH GAMBUT Mohammad Hopit; Rini Susana; Astina .
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49050

Abstract

Penggunaan dolomit dan pupuk fosfat dalam budidaya tanaman kacang tanah pada tanah gambut dapat meningkatkan pH tanah sehingga dapat menyerap unsur hara salah satunya fosfat, dimana fosfat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis dolomit dan pupuk fosfat yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah gambut. Lokasi penelitian terletak di Jalan Khatulistiwa Gang Karya Usaha, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara. Waktu penelitian mulai dari tanggal 26 Maret - 3 Juli 2020. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan kombinasi dosis dolomit dan pupuk fosfat yang terdiri dari 9 perlakuan  yaitu  a1b1  (10  ton/ha + 100 kg/ha);  a1b2  (10 ton/ha + 200 kg/ha);  a1b3  (10 ton/ha + 300 kg/ha);  a2b1  (15 ton/ha + 100 kg/ha);  a2b2 (15 ton/ha + 200 kg/ha); a2b3 (15 ton/ha + 300 kg/ha); a3b1  (20  ton/ha + 100 kg/ha);  a3b2  (20 ton/ha + 200 kg/ha); dan  a3b3  (20 ton/ha + 300 kg/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 25 tanaman per petak. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong kering, berat biji kering per tanaman, berat 100 butir biji kering, dan berat biji kering per petak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis dolomit dan pupuk fosfat yang diberikan akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Dosis yang efektif ditunjukkan pada pemberian 15 ton/ha dolomit dan 200 kg/ha fosfat berdasarkan potensi hasil tanaman kacang tanah yaitu berat biji kering 4,4 ton/ha. Kata Kunci : dolomit, fosfat, gambut, kacang tanah.
Pengaruh Pupuk NPK dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Pada Lahan Pasang Surut di Kecamatan Sungai Kakap Ibrasius Bartoldi; Radian Radian; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada lahan pasang surut di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 November 2019 –22 Januari 2020.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial. Faktor perlakuan yaitu pupuk NPK (300 kg/ha, 600 kg/ha dan 900 kg/ha) dan jarak tanam (15 cm x 15 cm, 15 cm x 20 cm dan 20 cm x 20 cm). , Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (umbi), berat basah tanaman per rumpun (g), dan berat kering angin umbi per rumpun (g). Hasil penelitian menunjukan perlakuan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata pada setiap variabel, sedangkan perlakuan jarak tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.Pada penelitian ini tidak terdapat adanya interaksi. Kata kunci: Bawang merah, Jarak tanam,lahan pasang surut, NPK.
HUBUNGAN POPULASI MIKROBA PELARUT FOSFAT TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR (P) PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA AMBAWANG KUALA KABUPATEN KUBU RAYA Ismahan Umran Abdul Mujib Alhaddad Agnes Risky Yolanda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.47624

Abstract

ABSTRAKAktivitas mikoorganisme dipengaruhi oleh ketersediaan P di dalam tanah maka P untuk sumber nutrisi aktivitas MPF perlu diberikan kedalam tanah. Kepadatan populasi yaitu aktivitas MPF dan kepadatan populasinya dalam tanah ditentukan oleh perubahan pada masing-masing lahan sawah dan berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui korelasi/hubungan populasi mikroba pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan di Desa Ambawang Kuala Kabupaten Kuburaya. Pengambilan sampel dengan menggunakan sistem diagonal pada 7 lokasi penelitian dengan 5 titik yang dikompositkan, jumlah sampel pada 7 lokasi penelitian sebanyak 7 sampel. Parameter penelitian meliputi parameter utama dan parameter penunjang. Tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi, pengambilan sampel, analisis sampel dan karakteristik MPF di laboratorium, penentuan analisis statistik regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan hubungan populasi bakteri pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,602 dan r2 = 0,362 dan hasil analisis korelasi menunjukkan hubungan yang “kuat”, sedangkan hubungan populasi cendawan pelarut fosfat terhadap ketersediaan fosfor (P) pada lahan sawah tadah hujan adalah r = 0,429 dan r2 = 0,184, menunjukkan hubungan yang “cukup kuat”.  Kata kunci : Lahan Sawah Tadah Hujan, Mikroba Pelarut Fosfat, Ketersediaan Fosfor
EFEKTIVITAS BERBAGAI DOSIS HERBISIDA CAMPURAN ATRAZIN DAN MESOTRION UNTUK MENGENDALIKAN GULMA DI LAPANGAN Ari Darmawan; Sarbino Sarbino; Indri Hendarti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49361

Abstract

Gulma yang tumbuh di lahan budidaya merupakan tumbuhan pengganggu dan menjadi salah satu kendala di dalam budidaya tanaman, sehingga perlu upaya pengendalian, salah satunya dengan campuran herbisida Mesotrion dan Atrazin. Pencampuran herbisida yang berbeda dapat meningkatkan efektivitas dan memperluas spektrum pengendalian gulma. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas herbisida campuran Mesotrion dan Atrazin dalam mengendalikan gulma di lapangan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dimulai dari bulan Februari-Juni 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 5 taraf perlakuan yaitu campuran herbisida Mesotrion dan Atrazin p0(kontrol); p1 (1,00 l/ha); p2 (1,50 l/ha); p3 (2,00 l/ha); p4 (2,50 l/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali terdiri dari 1 unit satuan perlakuan. Variabel pengamatan terdiri dari analisis vegetasi, persentase kematian gulma, dan bobot kering gulma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian dosis herbisida campuran Mesotrion dan Atrazin sebanyak 2,50 l/ha efektif dalam mengendalikan gulma di lapangan dengan SDR gulma jenis daun lebar 22,13%, SDR gulma jenis rumput 42,45%, SDR gulma jenis teki 35,42%.Kata kunci : atrazin, gulma, mesotrion
PENGARUH KOMBINASI ARANG SEKAM PADI PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT PADA TANAH ALUVIAL Vivien Vivien; Mulyadi Safwan; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kombinasi arang sekam padi, pupuk kandang ayam dan pupuk NPK yang paling tepat untuk tanaman cabai rawit pada lahan alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan KEP’S Agro yang terletak Jl. Raya Paret Rintis, Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya dari bulan Desember 2020 hingga Maret 2021. Penelitian ini menggunakan kombinasi dengan  pola Faktorial Acak Lengkap (RAL) yang terdiri kombinasi arang sekam padi (ASP), pupuk kandang ayam (PKA) dan pupuk NPK majemuk sebanyak 8 taraf kombinasi, 3 ulangan yang terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 96 tanaman. Kombinasi terdiri dari perlakuan  (A) 20 ton/ha ASP + 20 ton/ha PKA + 600 kg/ha  NPK, (B) 20 ton/ha  ASP + 10 ton/ha PKA + 600 kg/ha NPK, (C) 10 ton/ha ASP +  20 ton/ha PKA + 600 kg/ha NPK, (D) 10 ton/ha ASP + 10/ha ton PKA + 600 kg/ha NPK, (E) 20 ton/ha ASP + 20 ton/ha PKA + 300 kg/ha  NPK, (F) 10 ton/ha ASP + 20 ton/ha PKA + 300 kg/ha  NPK, (G) 20 ton/ha ASP + 10 ton/ha PKA + 300 kg/ha  NPK dan (H) 10 ton/ha ASP + 10 ton/ha PKA + 300 kg/ha  NPK. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, berat perbuah, jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman. Pemberian kombinasi arang sekam padi, pupuk kandang ayam dan pupuk NPK dengan dosis 10 ton/ha ASP +  20 ton/ha PKA + 600 kg/ha NPK memberikan pertumbuhan terbaik untuk tanaman cabai rawit pada tanah alluvial. Kata kunci : alluvial,  arang sekam padi, cabai rawit, pupuk kandang ayam, pupuk NPK
Penggunaan Berbagai Jenis Bioaktivator pada Pembuatan Bokasi Limbah Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Tanah Aluvial Astri Monica; Maulidi Maulidi; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49523

Abstract

Kedelai merupakan komoditas pangan utama di Indonesia setelah padi dan jagung, dimana produk olahan dari kedelai seperti tahu, tempe, dan kecap. Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahun meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan perbaikan pendapatan perkapita. Namun, sampai saat ini kebutuhan kedelai di Indonesia belum dapat mencapai swasembada kedelai, sehingga terpaksa diimpor setiap tahun. Maka untuk memenuhi kebutuhan kedelai sekitar 2 juta ton/tahun pemerintah mengimpor sekitar 60% dari kebutuhan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis bioaktivator pada pembuatan bokasi limbah ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian  selama 11 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan berbagai jenis bioaktivator. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari empat tanaman sampel. Jenis bioaktivator yang diberikan dalam taraf perlakuan (A, B, C, D, E) terdiri dari: A = Bioaktivator EM-4, B = Bioaktivator M-21, C = Bioaktivator BeKa, D = Bioaktivator Yakult, E = Bioaktivator Trichoderma sp. Variabel yang diamati meliputi volume akar, kadar klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, tinggi tanaman, jumlah polong, berat 100 biji kering dan berat kering biji pertanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian bokasi limbah ampas tahu dengan berbagai jenis bioaktivator berpengaruh nyata terhadap volume akar, berat 100 biji kering, berat biji kering pertanaman namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, tinggi tanaman, dan jumlah polong isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jenis bioaktivator pada proses pembuatan bokasi limbah ampas tahu dengan bioaktivator M-21, BeKa, Yakult dan Trichoderma sp. sama baiknya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah aluvial.

Page 2 of 3 | Total Record : 27