cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1" : 23 Documents clear
Aktivitas Insektisida Campuran Ekstrak Tanjung Mimusops elengi dan Ekstrak Keben Barringtonia asiatica Terhadap Biologi Hama Crocidolomia pavonana Jumilah Jumilah; Edy Syahputra; Sarbino Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.49895

Abstract

Crocidolomia pavonana atau sering dikenal hama krop kubis merupakan salah satu hama penting yang menyerang tanaman Brassicaeae. Salah satu tanaman yang biasa diserang ialah tanaman kubis hama ini menyerang daun yang masih muda hingga ketitik tumbuh sehingga tanaman bisa gagal membentuk krop.Pengendalian menggunakan insektisida sintetik adalah pengendalian yang sering digunakan petani. Namun, dalam pengujian ini mencoba untuk mengenalkan insektisida botani dalam sediaan sederhana. Keterbatasan bahan Insektisida botani sehingga pencampuran lebih dari satu ekstrak tanaman menjadikan solusi dalam pengujian ini, yang harapannya bisa diimplementasikan oleh petani. Ekstrak yang digunakan ialah mencampur ekstrak tanjung Pontianak dan ekstrak keben Mataram.Pengujian ditujukan untuk mengevaluasi pengaruh sediaan ekstrak tanjung Pontianak dan ekstrak keben Mataram dengan cara mencampur kedua ekstrak menjadi satu larutan. Ekstrak yang digunakan ialah ekstrak yang telah tersedia di Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Pencampuran ini dilakukan untuk melihat pengaruh ekstrak terhadap mortalitas, lama perkembangan serta hambatan makan (antifeedant) terhadap larva Crocidolomia pavonana. Larva yang digunakan adalah larva instar II untuk pengujian mortalitas dan lama perkembangan, sedangkan larva instar III digunakan untuk pengujian hambatan makan (antifeedant), metode yang digunakan adalah metode oles pada daun. Konsentrasi yang digunakan berdasarkan perhitungan analisis probit yang didapat dari uji pendahuluan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas insektisida campuran ekstrak tanjung dan keben terhadap larva C. pavonana pada konsentrasi 1.50%, 2.25%, 2.50%, 2.75%, dan 4.00% masing-masing mengakibatkan mortalitas larva C. pavonana sebesar 7.00%, 13.00%, 38.00%, 50.00%, dan 60.00%. Aktivitas terhadap lama perkembangan larva C. pavonana, kontrol menunjukkan angka kematian larva instar II pada hari ke-1, sedangkan pada konsentrasi tertinggi 4.00 % larva instar II bertahan sampai hari ke-4. Pengaruh campuran ekstrak pada percobaan antifeedant pada metode pilihan dan tanpa pilihan menunjukkan hasil LC30(2.50 %) adalah 2.38 % dan 2.17 %, LC50 (4.00%) adalah 2.39% dan 1.52%.
Pengaruh Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi pada Tanah Gambut Yosafat Yosafat Yosafat; Elly Elly Mustamir; Dini Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50911

Abstract

Tanah gambut jika digunakan sebagai media tanam mengalami beberapa kendala antara lain adalah pH dan kandungan hara yang rendah.Salah satu usaha yang dilakukan untuk memperbaiki pH rendah pada lahan gambut yaitu dengan pemberian abu sekam padi sebagai pengganti kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu sekam padi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Penelitian ini akan dilakukan di kebun percobaan Fakultas pertanian untan, kurang lebih 2 bulan.  Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian abu sekam padi dosis 60 ton/ha setara dengan 750 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil sawi yang terbaik pada tanah gambut walaupun dengan pemberian abu sekam padi dosis 40 ton/ha setara dengan 500 g/polybag urea (0,64 g) juga menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi  yang tidak berbeda.  Kata Kunci : abu sekam, tanah gambut, sawi
STUDI STATUS HARA NITROGEN (N), FOSPOR (P), DAN KALIUM (K) PADA TANAH SAWAH DI DESA MENJALIN KECAMATAN MENJALIN KABUPATEN LANDAK Maria Agnestin, Rita Hayati, Riduansyah,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51329

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui status Hara N, P dan K pada tanah sawah dan rekomendasi umum hara N, P dan K untuk meningkatkan produksi padi di Desa Menjalin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengambilan sampel tanah yang terdiri dari 3 petak sawah yang berbeda. Variabel Pengamatan adalah pH tanah, N Total Tanah, P Tersedia Tanah, K Tersedia Tanah, Al-dd, C-organik (%), Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa (KB), Tekstur dan Bobot isi. Sampel tanah yang kemudian dianalisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah untuk mengetahui pH tanah menggunakan larutan H2O. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah di lokasi penelitian pada masing-masing petak sawah tergolong sangat masam atau rendah dengan kisaran pH 3,74-3,62. Ketersediaan N total tanah tergolong sangat tinggi berkisar 1,34-1,84%. Ketersediaan P tersedia tanah tergolong sedang sampai sangat tinggi berkisar antara 45,27ppm-61,59ppm serta ketersediaan K tergolong rendah berkisar antara 0,13-0,23 cmol(+)kg-1. Rekomendasi pupuk Nitrogen dengan target kenaikan 2,5 ton ha-1 Konversional pupuk Urea 275 kg/ha-1, Menggunakan BWN pupuk Urea 200 kg/ha-1, Menggunakan BWN+2 ton pukan/ha 175 kg/ha-1. Target kenaikan 3,0 ton ha-1 Konversional pupuk Urea 325 kg/ha-1, Menggunakan BWN pupuk Urea 250 kg/ha-1, Menggunakan BWN+2 ton pukan/ha 225 kg/ha-1. Target kenaikan 3,5 ton ha-1 Konversional pupuk Urea 375 kg/ha-1, Menggunakan BWN pupuk Urea 300 kg/ha-1, Menggunakan BWN+2 ton pukan/ha 275 kg/ha-1.Kata kunci : Studi Status Hara NPK Pada Tanah Sawah.
PENGARUH KOMBINASI KAPUR DOLOMIT DAN POC BATANG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PADA TANAH GAMBUT Sona Apriansa; Dwi Zulfita; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50797

Abstract

Pemberian kapur dolomit dan POC batang pisang pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai untuk tanaman sawi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi kapur dolomit dan POC batang pisang yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Jl. Aloevera,  Kelurahan Bansir Darat, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, dilaksanakan dari tanggal 23 mei – 23 juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap yang terdiri dari 9 taraf perlakuan. P1 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air, P2 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 300 ml/ L air, P3 : Kapur dolomit 11,25 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/ L air, P4 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air, P5 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 3000 ml/ L air, P6 : Kapur dolomit 15 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/L air, P7 : Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 150 ml/ L air , P8: Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 300 ml/ L air, P9: : Kapur dolomit 18,75 ton/ha + dengan POC batang pisang 450 ml/ L air.  Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, volume akar, luas daun,  kadar klorofil daun, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi kapur dolomit dan POC batang pisang berpengaruh nyata  terhadap jumlah klorofil daun, luas daun,  jumlah daun, berat segar dan berat kering tanaman serta berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar. Kapur dolomit 15 ton/ha dan POC batang pisang 300ml/liter air  merupakan dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi.
STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH PASANG SURUT DI DESA PASIR KECAMATAN MEMPAWAH HILIR KABUPATEN MEMPAWAH Risky Ananda Lestari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50746

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari status kesuburan tanah  Sawah  Pasang Surut  berdasarkan  tipe luapan  sebagai  pertimbangan  dalam pengelolaan lahan dan memberikan saran pemupukan untuk sawah pasang surut di Desa Pasir. Metode penelitian ini merupakan survey lapangan dengan sistem grid. Pengambilan sampel pada kedalaman 0 - 20 cm pada ketiga tipe luapan sawah yaitu tipe luapan A, B, dan C dan dianalisis di laboratorium. Parameter tanah yang diukur yaitu pH tanah, C-organik, N-total, P-total, dan K-dd, K2O Mg-dd, KTK, KB. Hasil penelitian menunjukan kesuburan tanah sawah pada tipe luapan A, B, dan C memiliki kriteria rendah. Kesuburan tanah tergolong rendah disebabkan oleh nilai KTK, KB, P- total dan C-organik, tanah yang rendah. Upaya dalam memenuhi unsur hara yang terdapat pada lahan tersebut diberikan saran pemupukan yang diberikan dalam upaya memperbaiki unsur hara pada lahan penelitian yaitu : pada sawah tipe luapan A 282,60 kg/Ha pupuk urea, pupuk SP-36 dengan dosis 112,41 kg/Ha dan pupuk KCL dengan dosis 292,15 kg/Ha. Pada sawah tipe luapan B, 271,73 kg/Ha pupuk urea, pupuk SP-36 dengan dosis 115,02 kg/Ha dan pupuk KCL dengan dosis 334,75 kg/Ha. Sawah tipe luapan C dengan dosis 280,43 kg/Ha urea pupuk SP-36 dengan dosis 58,63 Kg/Ha dan pupuk KCL disarankan untuk memberikan pupuk sebanyak 254,49 kg/Ha.Kata kunci: Tanah Sawah, Pasang Surut, Tipe Luapan, Kesuburan Tanah, Mempawah
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAKCOY AKIBAT PEMBERIAN ABU JANJANG SAWIT DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Bobi Hermawan; Tatang Abdurrahman; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50144

Abstract

Peningkatan produksi sawi pakcoy pada tanah aluvial dihadapkan pada sifat fisik dan kimia yang kurang baik bagi tanaman sehingga perlu upaya perbaikan lahan dengan pemberian abu janjang sawit dan pupuk NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis terbaik dari abu janjang sawit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mulai dari 25 Agustus sampai 7 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan pola faktorial. Faktor pertama yaitu dosis abu janjang sawit dengan 3 taraf a1 (3,6 g/polybag); a2 (7,2 g/polyba); a3 (10,7 g/polybag). Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK dengan 3 taraf p1 (1,2 g/polybag); p2 (1,6 g/polybag); p3 (2 g/polybag) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi abu janjang kelapa sawit dan pupuk NPK mampu meningkatkan luas daun, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Pemberian abu janjang sawit dengan dosis 3,6 g/polybag dan pupuk NPK dengan dosis 2 g/polybag merupakan interaksi terbaik dalam mempengaruhi berat segar tanaman sawi pakcoy. Kata Kunci : abu janjang sawit, pupuk NPK, sawi pakcoy, tanah aluvial.
EFFECT OF DOSAGE AND LENGTH OF INCUBATION DUCK MANURE ON GROWTH AND YIELD OF PURPLE EGGPLANT ON ALLUVIAL SOIL Korintus Putra; Basuni Basuni; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51158

Abstract

ABSTRACKEggplant is a vegetable plant that has prospects for cultivation and can alsogrow on various types of soil, one of which is alluvial soil. Utilization of alluvial soilfor purple eggplant cultivation is faced with various obstacles. Efforts can be made toimprove the level of soil acidity by liming, while to improve the physical andchemical properties of the soil was to apply duck manure. This study aims were todetermine the dose and length of incubation of duck manure that provides the bestgrowth and yield of purple eggplant grown in alluvial soil. This research wasconducted at Jl. Purnama 2 Pontianak City from March 18th to June 4th 2021. Thisstudy used a Complete Randomized Design (CRD) with two factors threerepications. The first factor was the dose of duck manure fertilizer (B), consisting of4 levels, namely 300, 450, 600, and 750 g / polybag equivalent to 10, 15, 20, and 25tons / ha. The second factor was the length of incubation (I), consisting of 3 levels, 1,2, and 3 weeks of incubation. Variables observed were plant height, root volume,plant dry weight, number of fruits per plant, weight of fruit, weight of fruit per plant,and diameter of fruit. The results of the study showed that there was no interactioneffect between the dose of duck manure and the length of incubation on allobservation variables. The best dose of duck manure was 750 g / polybag equivalentto gave 25 tons / ha on variable plant dry weight and fruit diameter. Incubationlength of 1 week of duck manure provide the best dry weight of the plant.Keywords: : Alluvial, duck manure, length of incubation, purple eggplant.
PENGARUH KOMPOS SOLID PLUS (KOSPLUS) TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS DI TANAH GAMBUT Tiya Masita, Urai Suci Yulies V, Rossie Widiya Nusantara,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51081

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan ekspor jagung di Indonesia mengalami penurunan sebesar 17,25% sehingga perlu adanya usaha untuk meningkatkan ketersediaan jagung di Indonesia. Tanah gambut mempunyai potesi untuk di jadikan lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan ketersediaan jagung di Indonesia, namun kendala utama dalam budidaya tanaman jagung pada tanah gambut memiliki reaksi tanah masam dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Hal tersebut perlu adanya usaha pemupukan satu diantaranya pemberian KOSPLUS menjadi alternatif pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk KOSPLUS terhadap ketersediaan unsur hara N, P, K dan tinggi tanaman jagung manis di tanah gambut. Hipotesis penelitian ini KOSPLUS berpengaruh terhadap unsur hara N, P, K tanah gambut dan pertumbuhan vegetatif maksimum tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sebagai tempat penyimpanan polybag dan analisis unsur hara di Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sejak 12 Maret sampai 26 Juni 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Eksperimen Lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan yang diuji meliputi, P0 (Tanpa Perlakuan), P1 (280 g/polybag), P2 (560 g/polybag), P3 (830 g/polybag), P4 (1.100 g/polybag), P5 (1.390 g/polybag). Terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan Jadi jumlah keseluruhan terdapat 24 polybag. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian KOSPLUS dengan dosis 830 g/polybag pada perlakuan P3 mampu meningkatkan pH tanah, C-Organik tanah, N-total tanah, P-tersedia tanah, K- tersedia tanah, Tinggi tanaman sebesar 22% - 49%. Kata kunci: Kompos Solid Plus (KOSPLUS), Ketersediaan hara NPK, Tanah gambut.
PENGARUH ABU CANGKANG KERANG LAUT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH GAMBUT Janu Kuswandi; Eddy Santoso; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Abu Cangkang Kerang Laut dan mencari dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 26 Maret 2020 – 25 Mei 2020. Penelitian dilaksanakan di Jalan Reformasi Gang Struktur Untan Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu Abu Cangkang Kerang Laut 9 ton/ha (b1), 12 ton/ha (b2), 15 ton/ha (b3) dan 18 ton/ha (b4). Variabel pengamatan meliputi : jumlah daun, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi, dan berat kering tanaman. Hasil analisis keragaman pemberian berbagai dosis abu cangkang kerang laut memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman lobak pada tanah gambut yaitu variabel jumlah daun, berat segar tanaman, panjang umbi dan berat kering tanaman. Pada penelitian ini ditemukan dosis abu cangkang kerang laut yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut yaitu 15 ton/ha. Kata Kunci : abu cangkang kerang laut, gambut, lobak
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KOMPONEN HASIL JAGUNG MANIS AKIBAT PEMBERIAN JENIS PUPUK HAYATI DAN NPK PADA LAHAN GAMBUT Ryan Mustakim; Dwi Zulfita; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51337

Abstract

Produktivitas jagung manis di masyarakat masih rendah. Hal ini disebabkan di Kalimantan Barat pada umumnya dibudidayakan petani di lahan gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat 2, Gang Racana Untan, Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 22 Mei sampai dengan tanggal 22 Agustus 2021. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi antara jenis pupuk hayati dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan gambut serta mendapatkan jenis pupuk hayati yang dapat mengefisienkan penggunaan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan pola Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan dimana tiap perlakuan terdiri dari 4 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor pupuk hayati (H) terdiri dari h1= pupuk hayati Bio Ekstrim, h2= pupuk hayati Bio Nano, h3= pupuk hayati Bio Optifarm. Konsentrasi pupuk hayati mengikuti konsentrasi anjuran pada kemasan. Faktor pupuk NPK Mutiara 16:16:16 (P) terdiri dari p1 = sesuai dosisanjuran (400 kg/ha atau 7,50 g/tanaman), p2 = 75% dari dosis anjuran (300 kg/ha atau 5,62 g/tanaman) dan p3 = 50% dari dosis anjuran (200 kg/ha atau 3,76 g/tanaman). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah luas daun, berat kering tanaman, indeks luas daun (ILD), laju asimilasi bersih (LAB), laju pertumbuhan tanaman (LPT), berat per tongkol tanpa kelobot, berat per tongkol berkelobot, berat tongkol per petak, panjang tongkol dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian semua jenis pupuk hayati dan pupuk NPK menghasilkan analisis pertumbuhan tanaman jagung manis yang sama baiknya, terjadi interaksi pemberian jenis pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap hasil tanaman jagung manis pada lahan gambut serta interaksi antara pupuk hayati Bio Optifarm dan NPK dosis 200 kg/ha (50% dosis anjuran) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis yang terbaik pada lahan gambut.

Page 1 of 3 | Total Record : 23