cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1" : 23 Documents clear
Peranan Amelioran Red Mud dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Serapan Hara N, P, dan K pada Tanaman Jagung di Lahan Pasca Tambang Bauksit Kabupaten Sanggau Denah Suswati Asrifin Aspan Jefry Ebenezer Karo Sekali
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.49730

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh red mud dan pupuk kandang sapi terhadap serapan hara N, P, dan K pada tanaman jagung di lahan pasca tambang bauksit di PT. Antam Kabupaten Sanggau. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 20 petak percobaan. Penelitian dilakukan dengan tahapan persiapan red mud, persiapan lahan, penanaman, penyulaman, pemeliharaan, hingga pemanenan kemudian diambil sampel daun dan batang bagian atas tanaman jagung dan di analisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D (4,5 kg/bedeng red mud + 50 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah dari 4.77 menjadi 7,12 atau meningkat 49,3 %, meningkatkan berat kering tanaman sebesar 157%, serapan N tanaman sebesar 216%, serapan P tanaman sebesar 342% dan serapan K tanaman sebesar 188%. Perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah sebesar 40%, berat kering tanaman sebesar 205%, serapan N tanaman sebesar 325%, serapan P tanaman sebesar 426% dan serapan K tanaman sebesar 277%. Perlakuan B (1,5 kg/bedeng red mud + 30 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah sebesar 25%, berat kering tanaman sebesar 65%, serapan N tanaman sebesar 81%, serapan P tanaman sebesar 121% dan serapan K tanaman sebesar 86%.Kata Kunci: Red Mud, Serapan Hara, Lahan Pasca Tambang
PREDIKSI EROSI METODE USLE (Universal Soil Loss Equation) PADA BEBERAPA KELAS LERENG DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DESA KEPAYANG KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH Stepanus Rada
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk prediksi erosi menggukan metode USLE pada beberapa kelas lereng dan membandingkan dengan Etol dan alternatif pengolahan lahan dengan tingkat erosi kecil dari erosi yang ditoleransi. Jumlah keseluruhan sampel pada ketiga kelas lereng sebanyak 9 sampel tanah utuh. Hasil penelitian menujukkan kelas lereng pada setiap kelas berbeda, pada kelas lereng datar nilai erosi tinggi, sedangkan pada lereng landai dan agak curam nilai erosi rendah. Bahaya erosi terdapat pada kelas datar 27,573 ton/ha/th, sedangkan kelas landai 9,676 ton/ha/th dan agak curam 7,853 ton/ha/th. Rekomendasi hasil penelitian adalah mengubah tindakan konservasi dari tanpa tindakan konservasi menjadi teras bangku kontruksi sedang dengan nilai faktor P 0,15 dan diberlakukan teras bangku dengan kontruksi baik dengan nilai p 0,04.Kata Kunci: prediksi erosi, tingkat bahaya erosi, alternatif pengolahan lahan
Pengaruh Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih Pada Media Serbuk Gergaji Fransiskus Darma Putra; Ir. Agustina Listiawati, MP; Ir. Warganda, MMA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51494

Abstract

Media tumbuh merupakan salah satu aspek penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jamur tiram putih membutuhkan banyak nutrisi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dimana semakin banyak zat nutrisi yang tersedia maka hasil dan pertumbuhan jamur tiram akan semakin maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari tanggal 1 Mei 2021 - 15 Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 taraf konsentrasi POC dengan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel.. Konsentrasi POC p0 = tanpa POC, p1 = POC 5%, p2 = POC 10%, p3 = POC 15%, p4 = POC 20% dan p5 = POC 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen panen dengan waktu terbaik yaitu pada pemberian POC dengan konsentrasi 10% dengan rerata 19,25 hari, berat basah pemberian POC dengan konsentrasi 20% memberikan hasil terbaik yaitu dengan rerata 111,15 g, dan diameter tubuh buah pemberian POC dengan konsentrasi 5% memberikan hasil terbaik dengan rerata 10,34 cm.
PENGARUH KOMBINASI BOKASI DAUN LAMTORO DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT David Remond Simanjuntak; Dini Anggorowati; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50827

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman sawi pada umumnya dihadapkan pada permasalahan rendahnya pH tanah, rendahnya kandungan unsur hara yang tersedia dalam tanah diantaranya adalah unsur hara N, P dan K, dan rendahnya aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan dosis kombinasi bokasi daun lamtoro dan kapur dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan fakultas pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari tanggal Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Peralakuan pertama b1 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag , Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b2 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b3 = Bokashi daun lamtoro 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b4 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b5 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, b6 = Bokashi daun lamtoro 20 ton/ha setara dengan 250 g/polybag kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag, b7 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 11,25 ton/ha setara dengan 45 g/polybag, b8 = Bokashi daun lamtoro 30 ton/ha setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 15 ton/ha setara dengan 60 g/polybag, dan b9 = Bokashi daun lamtoro setara dengan 375 g/polybag Kapur dolomit 18,75 ton/ha setara dengan 75 g/polybag. Variabel yang di amati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi bokasi daun lamtoro dosis  30 ton/ha dan dolomit dosis 18,75 ton/ha merupakan perlakuan yang terbaik tehadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut tetapi kombinasi bokasi daun lamtoro dosis 30 ton/ha dan dolomit dosis 11,25 ton/ha sudah efektif terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut.
PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY PADA TANAH GAMBUT AKIBAT PEMBERIAN KOMPOSISI KOMPOS KOTORAN KAMBING DAN PUPUK UREA Hendra Hendra Alghafiq; Dwi Zulfita Dwi Zulfita Dwi Zulfita; Siti Hadijah Siti Hadijah Siti Hadijah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50785

Abstract

Usaha peningkatan produksi tanaman pakchoy pada tanah gambut selain ditentukan oleh teknik budidaya yang tepat, juga sangat ditentukan oleh faktor tanah yang berupa sifat fisik, dan biologi tanah yang mutlak diperlukan  untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi kompos kotoran kambing dan pupuk urea yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan kebun percobaan fakultas pertanian, mulai dari tanggal Mei sampai Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari enam taraf perlakuan. Variabel yang di amati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian komposisi 800 g/polybag kompos kotoran kambing dan 0,16 g/polybag pupuk urea  memberikan pertumbuhan dan hasil pakchoy yang terbaik pada tanah gambut.
Respon Tanaman Buncis Akibat Pemberian Bokasi Eceng Gondok dan Pupuk NPK pada Tanah Aluvial miftahul huda; ASTINA ASTINA; SURACHMAN SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51499

Abstract

Peningkatan produksi tanaman buncis pada tanah aluvial dengan pemberian bokasi eceng gondok dan pupuk NPK dapat dicapai akibat meningkatnya kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi berbagai dosis bokasi eceng gondok dan pupuk NPK yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil buncis pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari September sampai November 2020. Metode penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama pemberian berbagai dosis bokasi eceng gondok dengan 3 taraf (10 ton/ha, 15 ton/ha, dam 20 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian berbagai dosis pupuk NPK dengan 3 taraf (150 kg/ha, 250 kg/ha, dan 350 kg/ha). Variabel yang di amati yaitu tinggi tanaman 1 MST, 2 MST, 3 MST, dan 4 MST, volume akar, berat kering tanaman, panjang polong, jumlah polong dan berat polong per tanaman. Interaksi dari berbagai dosis bokasi eceng gondok dan pupuk NPK tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis kecuali pada variabel berat kering tanaman diperoleh hasil terbaik pada interaksi eceng gondok 15 ton/ha dan NPK 250 kg/ha.
Penggunaan Biochar Sekam Padi dan Pupuk KCl terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Peranggi pada Tanah Aluvial Alfin Abdurrafi; Maulidi Maulidi; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50691

Abstract

Tanah aluvial yang digunakan sebagai media tanam cabai peranggi memiliki kekurangan berupa tekstur tanah yang liat dan pejal sehingga mengurangi potensi akar untuk berkembang, selain itu kandungan kalium yang rendah juga mengurangi kemampuan tanaman dalam menghasilkan buah. Penggunaan biochar sekam padi dan pupuk KCl sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai peranggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh biochar  sekam padi dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai peranggi di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan yaitu pemberian biochar sekam padi dan pupuk KCl yang masing-masing terdiri dari 0 g/tanaman + 6,8 g/tanaman (b0), 225 g/tanaman + 5,6 g/tanaman (b1), 450 g/tanaman + 4,5 g/tanaman (b2) dan        675 g/tanaman + 3,4 g/tanaman (b3). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dan 3 sampel. Jumlah unit percobaan sebanyak 60 tanaman. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang produktif (batang), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian biochar sekam padi sebesar 450 g/tanaman setara 15 ton/ha dan pupuk KCl sebesar 4,5 g/tanaman setara 150 kg/ha merupakan perlakuan terbaik pada variabel volume akar dan berat buah per tanaman.Kata Kunci : Aluvial, Biochar, Cabai Peranggi, KCl
PENILAIAN STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH DI DESA PAUH KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK Wiko, Rita Hayati, Junaidi,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51134

Abstract

ABSTRAKTanah merupakan tubuh alam hasil dari berbagai proses dan faktor pembentuk tanah yang berbeda. Tanah mempunyai karakteristik yang berbeda salah satu ordo (jenis) tanah yang tersebar secara luas di Indonesia adalah Inceptisols. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Status Kesuburan Tanah Sawah  di Desa Pauh Kecamatan Sompak Kabupaten Landak dan rekomendasi spesifik pemupukan untuk menjaga produksi Padi yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel tanah secara diagonal, terdapat 30 titik sampel pengamatan dan dikompositkan menjadi 6 sampel tanah serta tanah utuh untuk pengukuran Bobot isi sebanyak 6 sampel, sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm pada lapisan atas, bahan pendukung penelitian lainnya seperti peta administrasi, peta penggunaan lahan, peta jenis tanah, peta titik pengamatan, dan peta kelerengan, data curah hujan 2016-2020 serta bahan-bahan kimia yang digunakan untuk menganalisis sifat fisik, sifat kimia dan kesuburan tanah di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan kandungan pH tergolong masam, C-organik, K-total tanah, KTK  dan Kejeuhan Basa tanah tergolong rendah, N-total tergolong sedang, P-total tergolong sedang sampai tinggi dan kejenuhan Al tergolong tinggi. Tingkat kesuburan tanah pada lokasi 1 dan lokasi 3 menunjukkan status kesuburan tanah dengan  kriteria rendah (R). Lokasi 2 menunjukan status kesuburan tanah kriteria sedang (S). Dosis pemupukan spesifik lokasi untuk Lokasi 1 adalah Urea 347,1 kg/ha, SP36 50 kg/ha dan KCL 50 kg/ha; Lokasi 2  Urea 433,54  kg/ha, SP36 50 kg/ha,  dan KCl 50 kg/ha; Lokasi 3 Urea 371 kg/ha,  SP36 75 kg/ha dan KCl 50 kg/ha dengan masing masing lokasi dilakukan penambahan jerami 5 ton /ha.Kata Kunci :Status Kesuburan Tanah, Sifat Kimia Tanah, Tanah Sawah
KARAKTERISASI PADI BERAS HITAM BELIAH DI LAHAN SAWAH Sodiqin Sodiqin; Tantri Palupi; Wasi'an Wasi'an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50733

Abstract

Padi Beras Hitam Beliah Kabupaten Bengkayang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter agronomi dan morfologi pertumbuhan padi beras hitam Beliah pada fase vegetatif sampai fase generatif yang ada di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Desa Naram, Kota Singkawang dimulai pada tanggal 25 Februari sampai 21 Agustus 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 25 cm. Beberapa hasil dari penelitian ini kemapuan menghasilkan akan sebanyak 13 anakan, tinggi tanaman 144 cm, memiliki warna helaian daun hijau muda Yellow-Green Group (144A), bentuk lidah daun 2-cleft, sangat bervariasi baik dari sifat agronomi maupun morfologinya. Menghindari terjadinya kelangkaan padi beras hitam Beliah maka perlu untuk dilakukan karakterisasi agronomi dan morfologi yang bertujuan untuk menginventarisasi sifat-sifat agronomi maupun morfologi padi beras hitam Beliah. Setelah diketahui sifat-sifat agronomi maupun morfologi diharapkan bisa memberikan informasi kepada pemerintah, perguruan tinggi maupun para pemulia agar bisa melestarikan atau melakukan pemuliaan terhadap padi beras hitam ini.
Pengaruh Berbagai Jenis Nutrisi terhadap Tanaman Baby Kailan Sistem Rakit Apung Fery Fery Irawan; Nurjani Nurjani Nurjani; Wasian Wasian Wasian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51242

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pada baby kailan dengan sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 11 November sampai dengan tanggal 16 Desember 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pada baby kailan (Brassica oleraceae var acephala), dengan sistem hidroponik rakit apung. Penelitian menggunakan metode analisis ragam satu arah yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 25 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah A = Maxihidro 1200 ppm, B = Goodplant 1200 ppm, C = Nutrimix 1200 ppm, D = Hydro J 1200 ppm dan E = Fultagro 1200 ppm. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun per tanaman, luas daun per tanaman, berat segar tanaman, berat kering tanaman, dan volume akar. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian nutrisi goodplant memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanaman baby kailan dengan sistem hidroponik rakit apung. Kata kunci: baby kailan, jenis nutrisi, rakit apung, hidroponik.

Page 2 of 3 | Total Record : 23