cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3" : 12 Documents clear
PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Monika Fenia Asri; Purwaningsih Purwaningsih; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57920

Abstract

Buah melon banyak mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita. Usaha untuk menggembangkan produksi melon, baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi dan ekstentifikasi. Tanah Podsolit Merah Kuning berpotensi untuk pengembangan tanaman melon. Budidaya melon sampai saat ini belum diproduksi secara maksimal oleh petani di Kalimantan Barat, padahal jenis tanah yang ada di Kalimantan Barat memiliki potensi untuk pengembangan tanaman melon. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi kendala yang terdapat pada tanah PMK yaitu dengan pemberian bahan organik dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi pupuk kandang bebek dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil melon pada tanah PMK. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 25 Juli 2021, dilaksanakan di Kampoeng Ramadhan, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama kotoran bebek (B) terdiri dari 4 taraf (b1 = 10 ton/ha, b2 = 15 ton/ha, b3 = 20 ton/ha., dan b4 = 25 ton/ha)dan faktor kedua pupuk NPK (M) terdiri dari 3 taraf (m1 = 60 g/tanaman, m2 = 40 g/tanaman, dan m3 = 20 g/tanaman.) Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitan ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah dan bobot perbuah. Hasil penelitian dapat pemberian pupuk kandang bebek dengan dosis 600g/tanaman dan puupk NPK sebesar 20 g/tanaman merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil melon yang terbaik. Kata kunci : Melon, NPK ,PMK, Pupuk Kandang Bebek
ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KEBUN RAYA SAMBAS Cindy Lusiani, Ari Krisnohadi, Urai Edi Suryadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.55358

Abstract

ABSTRAKKebun Raya Sambas merupakan kawasan hutan sekunder yang diperuntukkan sebagai area konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan koleksi tumbuhan yang memiliki beberapa ekosistem didalamnya antara lain hutan dataran rendah dan riparian. Kebun Raya Sambas memiliki kondisi topografi yang bervariasi. Lereng yang semakin curam akan menyebabkan peningkatan kecepatan aliran permukaan dan volume air permukaan semakin besar, sehingga tanah yang terangkut akan lebih banyak jika tidak mendapatkan pengelolaan yang baik. Berdasarkan hal tersebut peneliti melakukan pemetaan menggunakan sistem informasi geografis yang memudahkan dalam menhubungkan data pada suatu titik tertentu di bumi, serta menggabungkan dan menganalisanya.Tujuan dari penelitian ini diantaranya menghitung pendugaan erosi berdasarkan rumus USLE, menghitung erosi yang diperbolehkan, menetapkan  tingkat bahaya erosi dan memetakan tingkat bahaya erosi menggunakan aplikasi SIG. Sampel yang diambil dari penelitian ini berdasarkan data topografi lahan, penggunaan lahan, dan jenis tanah. Setiap satuan lahan terdapat satu titik sampel, dan diambil pada kedalaman 0-30 cm. Penetapan lokasi sampling menggunakan metode acak, sedangkan analisa hasil data menggunakan metode USLE (Universal Loss Soil Equation). Dalam penentuan tingkat bahaya erosi diperlukan data : erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, pengelolaan tanaman dan konservasi tanah.Kebun Raya Sambas memiliki iklim yang sangat basah, topografi mulai dari datar hingga agak curam, penggunaan lahan hutan sekunder, dan terdapat 4 jenis tanah diantaranya : Typic Hapludults, Typic Endoaquepts, Typic Kandiudults, dan Typic Udipsamments. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Sambas memiliki nilai erosi tertinggi sebesar 116,95 ton/ha/th dan nilai erosi yang paling rendah ialah 38,98 ton/ha/th, dan erosi yang diperbolehkan sebesar 33,60 ton/ha/th sampai dengan 54 ton/ha/th. Penelitian juga menunjukan terdapat dua kelas tingkat bahaya erosi, yaitu kelas rendah dengan luas 81,74 hektar dan kelas sedang dengan luas 77,82 hektar. Pada tingkat bahaya erosi sedang memiliki volume erosi lebih besar daripada erosi yang diperbolehkan sehingga perlu tindakan konservasi tanah berupa pembuatan teras datar pada kemiringan <3%, teras kridit pada kemiringan lereng 3%-10% dan teras guludan pada kemiringan lereng 10-60%. Kata Kunci : Kebun Raya Sambas, Erosi, Metode USLE
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KASCING DAN NPK PADA TANAH GAMBUT Ainun Fitriah; Siti Hadijah; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57963

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum, Mill.) merupakan sayuran yang memiliki permintaan tinggi dipasaran karena termasuk jenis sayuran yang multiguna sebagai sayuran, bumbu masak hingga bahan kosmetik. Upaya perbaikan sifat tanah gambut dapat dilakukan melalui penggunaan pupuk organik dan pupuk anorganik untuk menghasilkan produksi tomat yang maksimal yaitu dengan pemberian kascing dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dosis pupukkascing dan NPK yang terbaik untuk pertumbuhan danhasil tanaman tomat pada tanah gambut. Penelitian dimulai dari tanggal 18 Maret 2022 hingga 23 Mei 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian adalahRancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Kombinasiperlakuan yang dimaksud terdiri dari k1n1 = 5 ton/hapupuk kascing dan 200 kg/ha NPK, k1n2 = 5 ton/ha pupuk kascing dan 300 kg/ha NPK, k1n3 = 5 ton/ha pupuk kascing dan 400 kg/ha NPK, k2n1 = 10 ton/ha pupuk kascing dan 200 kg/ha NPK, k2n2 = 10 ton/hapupuk kascing dan 300 kg/ha NPK, k2n3 = 10 ton/hapupuk kascing dan 400 kg/ha NPK, k3n1 = 15 ton/ha pupuk kascing dan 200 kg/ha NPK, k3n2= 15 ton/ha pupuk kascing dan 300 kg/ha NPK, dan k3n3= 15 ton/ha pupuk kascingdan 400 kg/ha NPK. Variable yang diamati meliputi :tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kerigtanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat perbuah (g), dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil Interaksi dosis yang efisien terdapat pada pupuk kascing 5 ton/ha dan NPK 200 kg/ha dalam meningkatkan hasil tanaman tomat pada tanah gambut.  Kata Kunci : gambut, NPK, pupuk kascing, tomat 
PENGARUH BOKASHI KOTORAN AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Ridha Nugraha; Basuni Basuni; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57938

Abstract

Kacang hijau (Vigna  radiata L.) merupakan salah satu bahan pangan yang dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia karena mengandung unsur makro, mikro, asam amino yang dapat memperlancar peredaran darah, kaya akan serat, mengobati kolesterol, baik untuk ibu hamil, mengandung asam folat, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, protein, karbohidrat, kalsium, dan fosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian bokashi kotoran ayam dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada 6 Desember 2021 - 19 Maret 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran ayam sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua pupuk NPK sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman sampel 108 tanaman. Faktor pertama yaitu bokashi kotoran ayam (B) :b1 = 10 ton/ha (setara dengan 80 g/polybag), b2 = 15 ton/ha (setara dengan 120 g/polybag), b3 = 20 ton/ha (setara dengan 160 g/polybag). Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) : n1 = 200 kg/ha (setara dengan 1,6 g/polybag), n2 = 300 kg/ha (setara dengan 2,4 g/polybag) n3 = 400 kg/ha (setara dengan 3,2 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (polong), jumlah biji per polong (biji), berat biji kering per tanaman (g) dan berat 100 biji kering (g). Peningkatan dosis bokashi kotoran ayam dan pupuk NPK memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada kacang hijau. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga terdapat pengaruh pemberian bokashi kotoran ayam 15 ton/ha dan pupuk NPK 200 kg/ha merupakan dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kotoran ayam 20 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha memberikan rerata tertinggi terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial.Kata Kunci : Aluvial, Bokashi Kotoran Ayam, Kacang Hijau, NPK
PENGARUH BOKASHI KULIT PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL Diah Safriani; Asnawati Asnawati; Warganda Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57801

Abstract

Cabai besar merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bahan masakan, serta untuk keperluan industri makanan, namun saat ini produktivitas cabai besar di Kalimantan Barat masih tergolong rendah. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi cabai besar yaitu dengan pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi bokashi kulit pisang dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman cabai besar di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Budi Utomo, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 27 November 2021 sampai  25 Maret 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis bokashi kulit pisang (B)  yang terdiri dari 3 taraf (b1=5 ton/ha, b2=10 ton/ ha, dan b3=15 ton/ha) dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (K) yang terdiri dari 3 taraf (k1=200 kg/ha, k2=250 kg/ha, dan k3=300 kg/ha). Kombinasi kedua faktor didapatkan 9 perlakuan dan diulang 3 kali sampel perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 unit percobaan. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm),volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), berat perbuah (g) dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK tidak menunjukkan interaksi dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar pada tanah alluvial. Bokashi kulit pisang pada dosis 10 ton/ha cukup efesien dalam meningkatkan jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman.  Kata Kunci:  Aluvial, Bokashi Sekam Padi, Cabai Besar, Pupuk NPK.
PENGARUH PACLOBUTRAZOL DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT HITAM PADA LAHAN SULFAT MASAM. Imam Permana; Basuni Basuni; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paclobutrazol dan pupuk Urea terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan  Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari tanggal 12 Juni 2021 sampai 14 Agustus 2021. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan Rancangan Blok Terpisah (Split Block) terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi paclobutrazol dengan 2 taraf perlakuan yaitu : 0 dan 1500 ppm. Faktor kedua adalah dosis pupuk Urea dengan 3 taraf perlakuan yaitu 175, 350, dan 525 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap petak terdiri dari 6 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, panjang ruas batang, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, jumlah baris biji per tongkol tanpa kelobot, dan diameter tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 1500 ppm paclobutrazol berpengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan tanaman jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Konsentrasi 1500 ppm paclobutrazol secara nyata menurunkan tinggi tanaman, panjang daun, dan panjang ruas batang, serta meningkatkan lebar daun. Meskipun demikian, pemberian paclobutrazol berpengaruh tidak nyata terhadap variabel hasil tanaman jagung pulut hitam di lahan sulfat masam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk Urea berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh pada hasil taman yaitu panjang tongkol. Dosis 350 kg/ha lebih efektif dalam meningkatkan panjang tongkol. Tidak ada pengaruh interaksi antara paclobutrazol dan pupuk Urea dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut hitam.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PGPR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT PADA TANAH ALUVIAL Irma Sasmita Adi Putri; Darussalam Darussalam; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57921

Abstract

Budidaya tanaman jagung pulut di tanah aluvial memiliki beberapa kendala, salah satunya kurangnya unsur hara makro dan mikro, sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pupuk NPK dan PGPR untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini bertujuan mengetahui interaksi pemberian dosis pupuk NPK dan konsentrasi PGPR yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak 25 Februari sampai 28 Mei 2022, dilaksanakan di Jl. Raya Kalimas Hulu, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah NPK (P) sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah PGPR (R) sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga jumlah total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang sebanyak 3 kali. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jumlah tanaman setiap bedengan yang diamati 108 dan total tanaman sebanyak 432 tanaman. Faktor pertama yaitu NPK (P) yang meliputi, p1 : NPK 200 kg/ha ≈ dengan 3,6 g/tanaman; p2 : NPK 300 kg/ha ≈ dengan 5,4 g/tanaman; p3 : NPK 400 kg/ha ≈ dengan 7,2 g/tanaman. Faktor Kedua yaitu PGPR (R) yang meliputi, r1 : Konsentrasi PGPR 2% ≈ dengan 20 ml/l; r2 : Konsentrasi PGPR 3% ≈ dengan 30 ml/l; r3 : Konsentrasi PGPR 4% ≈ dengan 40 ml/l. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga jantan, umur berbunga betina, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah tongkol per petak dan berat tongkol per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pupuk NPK dengan dosis 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha dan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman 6 MST dan berat tongkol berkelobot. Dosis NPK 1,2 g/tanaman ≈ 200 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk pengukuran diameter tongkol, sedangkan konsentrasi PGPR 3% ≈ 30 ml/l merupakan konsentrasi yang efektif untuk tinggi tanaman 6 MST. Kata kunci: Jagung Pulut, PGPR, Pupuk NPK, Tanah Aluvial
PENINGKATAN VIABILITAS DAN VIGOR BENIH PORANG MELALUI BERBAGAI MEDIA MATRICONDITIONING Helda Esteria Octaviani Hosiana Siregar; Tantri Palupi; Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57623

Abstract

Porang (Amorphophallus onchophyllus) adalah komoditi tanaman yang termasuk ke dalam famili Araceae dan merupakan tumbuhan semak (herba) dengan umbi tunggal di dalam tanah. Tanaman porang saat ini sedang eksis karena khasiatnya sehingga banyak dicari, banyak orang berlomba-lomba menanamnya karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Secara generatif perkembangbiakan porang dapat menggunakkan biji atau buah. Benih tanaman porang mengalami masa istirahat/dormansi selama 1-2 bulan sejak mulai memasuki musim tanam, selain itu pertumbuhannya tidak seragam, untuk mengatasi hal tersebut tanaman porang diperlukan perlakuan khusus untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Meningkatkan viabilitas dan vigor benih dapat diusahakan dengan memaksimalkan perlakuan matriconditioning, adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media matriconditioning yang terbaik dalam meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah Media Matriconditioning, terdiri dari 4 perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan dimaksud adalah: A= Kontrol (tanpa perlakuan), B= 10 biji porang + 1,7 gr abu kayu + 0,6 ml air, C= 10 biji porang + 1 gr abu sekam padi  + 0,6 ml air, D= 10 biji porang + 1 gr abu tempurung kelapa + 0,5 ml air. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan berbagai media matriconditioning terhadap perkecambahan benih porang tidak memberikan pengaruh nyata pada variabel indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan panjang radikula, tetapi hanya berpengaruh nyata terhadap variabel panjang plumula yaitu pada perlakuan kontrol, abu kayu halus + air, abu sekam padi halus + air berbeda nyata dengan perlakuan abu tempurung kelapa + air. Sehingga hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa belum ditemukan media matriconditioning terbaik untuk meningkatkan viabilitas dan vigor benih porang. Hal ini disebabkan karena perlakuan yang diberikan pada benih porang kurang tepat, benih yang digunakan sudah memasuki waktu untuk berkecambah, sehingga memberikan respon yang sama bagi semua perlakuan.Kata kunci: Abu kayu, Abu sekam padi, Abu tempurung kelapa, Matriconditioning, Porang
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Grigorius Tijar; Darussalam Darussalam; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58141

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merill) adalah jenis kedelai kategori sayuran yang memiliki ukuran biji lebih besar, memiliki nilai gizi yang baik untuk kesehatan dan memiliki peluang pasar yang besar. Pemanfaatan tanah gambut sebagai lahan budidaya dihadapkan dengan faktor penghambat yaitu tingkat C-organik yang tinggi dan kandungan hara yang rendah. Masalah tersebut perlu diatasi dengan memberikan pupuk hayati dan pupuk NPK. Mikroba yang terkandung dalam pupuk hayati dapat mempercepat proses perombakan bahan organik tanah gambut, dapat menyediakan hara bagi tanaman dan menghasilkan hormon pertumbuhan. Pupuk NPK merupakan unsur hara makro yang dapat diserap tanaman secara cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut.  Penelitian ini berlangsung sejak tanggal 14 Februari sampai 8 Juli 2022, di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor.  Faktor pertama yaitu pupuk hayati (p) sebanyak 3 taraf dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (n) sebanyak 3 taraf sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan memiliki 3 ulangan dan 4 tanaman sampel sehingga terdapat 108 unit tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu p1 = pupuk hayati 5 ml/l, p2 = pupuk hayati 10 ml/l, p3 = pupuk hayati 15 ml/l, n1 = pupuk NPK 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 400 kg/ha. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, umur berbunga, volume akar, berat kering tanaman,  jumlah polong segar, jumlah polong isi, bobot polong segar dan jumlah bintil akar. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK memberikan interaksi terhadap variabel volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong segar dan jumlah polong isi. Pupuk hayati dengan konsentrasi 15 ml/l dan dosis NPK 200 kg/ha merupakan perlakuan paling efektif meningkatkan hasil tanaman yaitu jumlah polong segar per tanaman dan jumlah polong isi kedelai edamame yang ditanam pada tanah gambut.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KCL DAN PEMANGKASAN BUAH TERHADAP HASIL SEMANGKA Hengki Saputra; Siti Hadijah; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58064

Abstract

Peningkatan produktivitas semangka dapat dilakukan dengan pemberian pupuk KCL dan diikuti dengan pemangkasan buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis KCl dan jumlah buah per tanaman terbaik dalam meningkatkan berat buah per tanaman semangka. Penelitian ini dilaksanakan di lahan aluvial yang terletak di Dusun Sedau Desa Suah Api Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas, dimulai dari tanggal 1 Maret sampai 5 Juni 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor perlakuan kombinasi antara dosis KCl dan pemangkasan buah dengan 6 taraf perlakuan (K1 = KCl 50 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, K2 = KCl 50 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman, K3 = KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, K4 = KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman, K5 = KCl 90 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, dan K6 = KCl 90 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 satuan/plot percobaan. Setiap plot ada 5 tanaman, 3 di antaranya ialah tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya yaitu 120 tanaman.  Pemangkasan buah dilakukan pada umur tanaman 37 HST dengan menyisakan 2 buah atau 3 buah per tanaman (sesuai perlakuan). Pemupukan KCl dilakukan dengan 4 tahap aplikasi yaitu tahap ke-1 dilakukan 2 minggu sebelum tanam, tahap ke-2 pada umur tanaman 15 HST, tahap ke-3 pada umur tanaman 25 HST, tahap ke-4 pada umur tanaman 35 HST. Variabel yang diamati yaitu berat per buah, diameter buah, berat buah per  tanaman, berat buah per plot dan kadar sukrosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk KCl dan pemangkasan buah dapat meningkatkan jumlah berat per buah, diameter buah, berat per tanaman dan berat buah per plot, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar sukrosa buah semangka. pemberian dosis pupuk KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan berat per buah dan diameter per buah. Sedangkan perlakuan pemberian dosis pupuk KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan berat buah per tanaman dan berat buah per plot. Kata Kunci : Pemangkasan buah, Pupuk KCl,  Semangka 

Page 1 of 2 | Total Record : 12