cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 4" : 30 Documents clear
STUDI KARAKTERISTIK DAS DAN KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TAYAN BAGIAN HILIR KABUPATEN SANGGAU Jamalludin Jamalludin; Riduansyah Riduansyah; Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66878

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) termasuk wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami yang batas di darat merupakan pemisah topografis (punggung bukit) dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik Sub DAS Tayan di Kabupaten Sanggau, mengidentifikasi kualitas air untuk irigasi Sub DAS Tayan bagian hilir di Kabupaten Sanggau. Pola drainase yang terbentuk pada DAS Tayan merupakan pola dendritik, pola aliran ini anak-anak sungainya terlihat seperti cabang-cabang pohon dan memiliki bentuk DAS yang radial dengan anak-anak sungai langsung masuk ke induk sungai sehingga bentuknya seperti bulu burung dan mempunyai ciri utama menyempit pada daerah bagian hilirnya. Nilai IKD DAS Tayan sebesar 0,85 km/km2. Ini berarti nilai IKD termasuk dalam kategori sedang. Profil melintang sungai berbentuk trapesium, dan orde WRb pada DAS Tayan adalah 3,77. Hubungan antara tinggi muka air dengan debit aliran persamaannya adalah Q=4,265(H- 2.626)0,1212 dengan koefisien determinasi sebesar 0,2328 dengan tingkat kesalahan sebesar 0,482494. Hubungan antara besarnya debit aliran dengan debit sedimen persamaan regresinya adalah Qs=10.192 Qw8.243604 dengan nilai korelasi sebesar 0,669403 dan koefisien determinasi sebesar 0,4481. Hasil kualitas air sungai untuk pengamatan pH selama 5 hari pada outlate DAS Tayan dapat diketahui bahwa kisaran nilai pH 5,1 – 6 dengan nilai rata-rata pH adalah 5,53. Suhu berkisar antara 260C hingga 270C dengan fluktuasi 20C dan memiliki rata-rata 26,30C ini berarti suhu dititik pengamatan tersebut masih tergolong baik. Kisaran kecerahan air di DAS Tayan sebesar 37 cm – 64 cm dengan rata-rata 48,35 cm. Nilai DHL pada DAS Tayan masuk dalam kategori sedang yaitu produksi tanaman yang sensitif garam dapat terganggu, nilai SAR masuk dalam kategori rendah, maka dapat dipergunakan untuk mengairi hampir segala jenis tanah dengan kemungkinan yang kecil untuk terkumpulnya sodium pada tingkat yang membahayakan dan untuk nilai RSC nya termasuk dalam kategori kelas sedang, maka Air ini cocok untuk jenis tanah tertentu dan untuk tanaman tertentu pula. Biasanya tanaman yang toleran dan agak toleran terhadap sodium dapat tumbuh. Air ini tidak dapat digunakan pada drainase buruk dan juga perlu pengolahan tanah secara khusus untuk mengurangi salinitas misalnya dengan mengaliri air bersih.Kata kunci: Karakterisik DAS, Kualitas Air,Sedimentasi.
PENGARUH KONSENTRASI AIR AKI PADA PEMATAHAN DORMANSI BENIH SALAK Eva Utari Dewi; Asnawati Asnawati; Wasi’an Wasi’an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.65783

Abstract

Budidaya salak secara generatif memiliki masalah utama yaitu sifat dormansi pada biji salak yang menyebabkan biji sulit untuk berkecambah. Upaya yang dapat dilakukan untuk membantu proses pematahan dormansi adalah dengan perlakuan khusus, salah satunya perendaman biji dengan larutan air aki yang memiliki kandung H2S04. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air aki terbaik dalam proses pematahan dormansi biji salak. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Adisucipto, Komplek Pondok Indah Lestari, Kabupaten Kubu Raya dengan lama penelitian ± 2 bulan sejak 13 Desember 2022 - 31 Februari 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga jumlah unit pelaksanaan yang dibutuhkan adalah 24 unit perlakuan. Setiap unit/plot ditanam 20 benih salak, sehingga jumlah benih yang digunakan sebanyak 480 benih. Taraf perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut: C0: Kontrol, C1:5%, C2: 10%, C3: 15%, C4: 20% dan C5: 25% dengan lama perendaman 15 menit untuk semua taraf perlakuan. Variabel yang diamati meliputi Indeks Vigor, Keserempakan Tumbuh, Daya Berkecambah, Kecepatan Tumbuh, Panjang Radikula dan Panjang Plumula. Hasil penelitian menunjukan bahwa perendaman air aki dengan konsentrasi 15% memberikan hasil yang terbaik terhadap pematahan dormansi benih salak.
Respon Pemberian Bokashi Limbah Sayuran dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame Pada Tanah PMK. Dimas Trifasha Pramudia; Siti Hadijah; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.65095

Abstract

Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakantanaman leguminosa multiguna untuk berbagai macam jenis kebutuhan, baik untuk pangan, pakan, bahan baku industri manufaktur dan olahan. Edamame adalah kedelai sayur yang berasal dari Jepang, yang dapat dikonsumsi sebagai sayuranmaupun makanan ringan. Kedelai edamame mengandungkadar gizi yang cukup tinggi yaitu 582 kkal/100 g, protein 11,4g/100 g, karbohidrat 7,4 g/100 g, lemak 6,6 g/100 g, vitamin A 100 mg/100 g, B1 0,27 mg /100 g, B2 0,14 mg/100 g, B3 1 mg/100 g, dan vitamin C 27%, serta mineral-mineral seperti fosfor 140 mg/100 g, kalsium 70 mg/100 g, besi 1,7 mg/100 g dan kalium 140 mg/100g . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari pemberian kompos hijau dan NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanamanedamame di tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman keseluruhan 100 tanaman. hasi penelitian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan kombinasi Bokashi Limbah Sayuran dan Pupuk NPK yang efesien adalah dengan dosis 20 ton/ha bokashi limbah sayuran dan 50% pupuk NPK.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN LAYANG (Decapterus ruselli) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEMANGKAT Desy Arischa; FX Widadi Padmarsari Soetignya; Fitra Wira Hadinata
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66803

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara Pemangkat yang didominasi ikan pelagis kecil yaitu Ikan Selar, Tembang, Kembung, Cumi-cumi, dan Layang. Panjang Ikan Layang dapat mencapai 20-25 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menentukan 2 buah kapal purse seine (10%) dari 40 buah kapal yang dioperasikan. Hasil penelitian rasio kelamin selama penelitian secara keseluruhan jantan (M) : betina (F) = 1,71:1 dengan berdasarkan nilai hitung chi square menunjukkan hasil X2hitung (17,8) > X2tabel (7,81) yang berarti nilai hitung lebih besar dari nilai tabel, sehingga proporsi ikan jantan dan ikan betina tidak seimbang. Tingkat kematangan gonad terhadap ukuran pertama kali matang gonad jantan ukuran 14.8-22.4 cm dan betina ukuran 15.6-22.2 cm dengan komposisi telah dewasa dan layak tangkap. Nilai IKG Ikan Layang tertinggi ditemukan pada Bulan Juni dengan Ikan Layang jantan berkisar 0,09%-2,24% dan Ikan Layang betina berkisar 0,33%-3,83%. Fekunditas total pada tingkat TKG IV sebanyak 33 ekor secara keseluruhan berkisar 1566-50909 butir telur. Penangkapan ikan memperhatikan musim penangkapan dengan upaya pengelolaan perikanan diperlukan untuk pengawasan sumberdaya ikan yang dieksploitasi dengan memikirkan jumlahnya dimasa yang akan datang.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH ALUVIAL Rossy Suchitra Ramadhani; Dwi Zulfita; Rahmidiyani Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.68309

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) merupakan tanaman yang termasuk familia Cruciferae berbentuk umbi seperti wortel dan berwarna putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang ayam dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial serta mendapatkan dosis interaksi  yang terbaik dari pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpuran Pontianak berlangsung pada 4 April 2023 – 7 Mei 2023. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kandang ayam (A) dan pupuk hayati (P), masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman dan diulang 3 kali. sehingga jumlah seluruh tanaman yaitu 81 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama pemberian pemberian pupuk kandang ayam dengan 3 dosis taraf perlakuan yaitu 80 g/polybag; 120 g/polybag; 160 g/polybag. Faktor kedua yaitu pemberian pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf konsentrasi yaitu 5 ml/L air; 10 ml/L air; 15 ml/L air. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun, berat kering tanaman, panjang umbi, berat segar tanaman, dan berat segar umbi. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi antara pupuk kandang ayam dosis 30 ton/ha setara dengan 120 g/polybag dan pupuk hayati konsentrasi 15  ml/L air  memberikan pertumbuhan dan hasil lobak  yang terbaik pada tanah aluvial.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK DAN RED MUD TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL EDAMAME PADA TANAH GAMBUT Sandra Sri Puspa; Darussalam Darussalam; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.62933

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produksi edamame dapat dilakukan dengan penambahan pupuk organik salah satunya pupuk kandang bebek. Tanah gambut yang bersifat masam upaya yang dilakukan untuk menetralkan tanah dengan pemberian red mud karena memiliki pH yang tinggi berkisar antara 10-14. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi antara pupuk kandang bebek dan red mud yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil edamame yang terbaik pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang bebek (b) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu red mud (d) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap  perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari b1d1 = pupuk kandang bebek 95 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b1p2 = pupuk kandang bebek 95 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b1p3 = pupuk kandang bebek 95  g/polybag + red mud 4 g/polybag, b2p1 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b2p2 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b2p3 = pupuk kandang bebek 125 g/polybag + red mud 4 g/polybag, b3p1 = pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 2 g/polybag, b3p2= pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 3 g/polybag, b3p3 = pupuk kandang bebek 156 g/polybag + red mud 4 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah cabang per tanaman (buah), jumlah polong per tanaman (buah), dan berat polong per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Pupuk Kandang Bebek 20 ton/ha dapat menghasilkan jumlah cabang yaitu 30,44 /tanaman, jumlah polong yaitu 54,78 buah/tanaman, dan berat polong yaitu 76,69 g/tanaman atau red mud 4 ton/ha dapat menghasilkan jumlah cabang yaitu 30,44 /tanaman, jumlah polong yaitu 51,78 buah/tanaman, dan berat polong yaitu 72,49 g/tanaman.
RISK IDENTIFICATION IN INCREASING THE ADDED VALUE OF KERUPUK AMPLANG AT KETAPANG DISTRICT Haryo Putro; Dewi Kurniati; Shenny Oktoriana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69436

Abstract

The obstacles faced by IKM that want to add value to similar products are increasingly complex, especially the amplang IKMs in Ketapang Regency. In order to have good competitiveness with various problems, it is necessary to have an elaboration of value-added improvement activities. then survey activities were carried out to find 9 IKMs, then compiled a questionnaire by making closed questions to Amplang IKM owners by violating the restrictions during production activities. on production risks such as machine breakdown, work environment discomfort, work accidents and requests such as contracts not going according to plan, demand for amplang fluctuates, competitors for amplang products. Furthermore, researchers seek to formulate several methods from experts in mitigating risk, namely using FMEA calculations so that they can prioritize the highest risk, namely the demand for ampalng which fluctuates by 28.87 because the IKM predicts orders from big holidays, using the ordering method via Whatsapp media, when Currently, IKM is trying to use social media, but it is difficult to access because using Google Mail which seems complicated, so IKM continues to use Whatsapp media as well as promotional media.
Analisis Besi (Fe) Terlarut dalam Air Tanah pada Lahan Gambut dengan Sekat Kanal Desi Silviani Putri Aulian Barry
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66813

Abstract

Ekosistem rawa gambut memiliki ciri-ciri muka air tanah yang tinggi. Perubahan ekosistem rawa gambut menjadi lahan pertanian dapat merubah beberapa sifat tanah, salah satunya yaitu kadar besi (Fe) dalam air tanah. Kondisi aerobik mendukung terjadinya oksidasi besi, dimana tingginya kadar besi yang teroksidasi dapat mengganggu bahkan meracun tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar besi terlarut (Fe2+ dan Fe3+) pada lahan gambut dengan sekat kanal dan lahan gambut tanpa sekat kanal. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 2 transek, yaitu A (lahan gambut dengan sekat kanal) dan B (lahan gambut tanpa sekat kanal), dimana setiap transeknya terdapat 12 titik bor. Sampel diambil di lahan pertanian Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Sampel air diambil pada kedalaman 65 cm dan 95 cm setiap titiknya dan sampel tanah diambil pada titik ke 3, 6, 9, dan 12. Parameter penelitian yaitu kematangan gambut, kedalaman gambut, kedalaman muka air tanah, muka air saluran, besi terlarut, oksigen terlarut, potensial redoks, derajat kemasan (ph) air, dan suhu air dan C-organik tanah. Analisis sampel air menggunakan beberapa metode, diantaranya Ferrozine air method, Titrasi Winkler, ORP Method, dan Loss on Ignation. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan Uji T dan Uji Korelasi. Sekat kanal pada lahan gambut memberikan pengaruh terhadap kadar besi terlarut, dimana kadar besi terlarut (Fe2+ dan Fe3+) lebih rendah di lahan gambut dengan sekat kanal (12,60 µM dan 20,29 µM) dibandingkan lahan gambut tanpa sekat kanal (13,76 µM dan 33.31 µM).
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SEPONTI KABUPATEN KAYONG UTARA Alfonsus Alfa Rexa; Riduansyah Riduansyah; Junaidi Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66854

Abstract

Imbangan tingkat pemanfaatan lahan dengan daya dukung lahan menjadi ukuran kelayakan penggunaan lahan, sebaliknya jika pemakaian lahan telah melampaui kemampuan daya dukung lahan maka pemanfaatan lahan tidak dipakai secara efektif, maka secara jelas dapat dikatakan bahwa daya dukung lahan adalah kemampuan lahan untuk mendukung kebutuhan-kebutuhan manusia dalam bentuk penggunaan lahan, yang pada akhirnya tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia terutama bahan makanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya dukung lingkungan berbasis lahan sawah di Kecamatan Seponti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 satuan lahan dengan luasan yang bervariasi, satuan lahan I seluas 1.891,54 hektar (4,85%), sedangkan satuan lahan II seluas 4.087,73 hektar (10,48%), dan satuan lahan terluas adalah satuan lahan III dengan luasan 33.043,00 hektar (84,68%) luasan satuan lahan diketahui melalui analisis GIS. Pada hasil survei, pengamatan boring, dan minipit di lokasi penelitian, terdapat 2 ordo tanah yaitu Inceptisol dan Entisol. Berdasarkan hasil evaluasi kemampuan lahan kelas kemampuan lahan yaitu kelas III-s, w. Lahan pada kelas III dapat digunakan untuk tanaman semusim, tanaman yang  lindung dan cagar alam (LH No 17 Tahun 2009). Lahan pada kelas III ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada LH No 17 Tahun 2009.  Ketersediaan lahan ditentukan berdasarkan dari data luasan lahan sawah yang diketahui melalui analisis GIS) di Kecamatan Seponti adalah 1.484,80 ha dan kebutuhan lahan di Kecamatan Seponti adalah 417,20 ha/tahun. Berdasarkan analisis daya dukung lahan yang dilakukan diperoleh hasil bahwa daerah penelitian memiliki nilai ketersediaan dan kebutuhan lahan yang berstatus surplus.
PENGARUH BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK PADA TANAH ALUVIAL Anik Dwi Aryanti; Surachman Surachman; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67541

Abstract

Produktivitas terung gelatik di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah. Dengan hal ini perlu ditingkatkan yaitu dengan cara memperluas areal tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal seperti tanah aluvial. Penambahan biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK perlu ditambahan guna untuk mmperbaiki sifat kimia tanah. Agar mengefisiensi penyerapan unsur NPK maka perlu di berikan biochar tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi dan dosis interaksi terbaik biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK pada tanaman terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak Gang Struktur, Reformasi Pontianak. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Maret – 4 Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis biochar tempurung kelapa yang dilambangkan dengan huruf (B) terdiri dari 3 taraf. faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 yang dilambangkan dengan huruf (N) terdiri dari 3 taraf, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan seluruhnya dilakukan 3 kali pengulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman.  Sehingga total sampel adalah sebanyak 108 tanaman. Perlkauan b1 = 4 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 120 g/polybag, Perlakuan b2 = 6 ton/ha biochar tempurung kelapa  setara dengan 180 g/polybag perlakuan b38 ton/ha biochar tempurung kelapa   setara dengan 240 g/polybag Faktor kedua yaitu : n1 = 400 kg NPK setara dengan 12 g/tanaman , n2 = 500 kg NPK setara dengan 15 g/tanaman  dan n3 = 600 kg NPK setara dengan 18 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), tinggi tanaman (cm), luas daun (cm), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah per buah (g), diameter buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan dosis terbaik pada pemberian biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK namun pada dosis biochar tempurung kelapa  8 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha merupakan dosis yang efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik pada tanah aluvial.

Page 1 of 3 | Total Record : 30