cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 4" : 30 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KARET RAKYAT DI KECAMATAN NANGA MAHAP KABUPATEN SEKADAU Novi Aprianti; Eva Dolorosa; Shenny Oktoriana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.68357

Abstract

Karet adalah sumber pendapatan, pekerjaan, dan perdagangan asing, yang mendorong perkembangan moneter di pangkalan baru di daerah di perkebunan karet serta pelestarian aset alam dan organic. Karet merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang ada di Kabupaten Sekadau. Mengingat potensi ketersediaan lahan yang cukup, pengembangan karet di Kabupaten Sekadau sangat menarik, yaitu sekitar 54 502, 00 hektar (Badan Pusat Statistik Kabupaten Sekadau, 2021). Petani di Kabupaten Sekadau sudah lama usahatani karet rakyat, dimana sebagian besar petani karet rakyat adalah pekerjaan utamanya. Dilihat dari BPS Kalimantan Barat, produksi rata-rata (ton) untuk karet rakyat di Kabupaten Sekadau rendah jika dibandingkan dengan Kabupaten Sintang. Kendala utama yang dihadapi petani ketika mencoba membangun perkebunan karet rakyat adalah lemahnya permodalan dan minimnya bibit yang digunakan dalam budidaya perkebunan karet, agar petani dapat memanfaatkan bibit yang ada dan teknologi sederhana, sehingga menghasilkan getah berkualitas rendah yang dibutuhkan pasar dan rendahnya produksi karet. Tujuan penelitian adalah menyusun strategi untuk peningkatan agribisnis karet rakyat di Kabupaten Sekadau. Teknik samplingnya adalah purposive sampling kemudian dianalisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukan strategi yang dipilih untuk pengembangan agribisnis karet rakyat di Sekadau adalah strategi tiga, menggunakan pemakaian bibit klon unggul untuk meningkatkan produktivitas karet dengan Total Attractiveness Scores sebesar 6,653.
PENGARUH PEMBERIAN LUMPUR MERAH DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH PMK Zulifa Fadilla; Surachman Surachman; Sulakhudin Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69459

Abstract

Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan satu di antara komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi karena digunakan sebagai rempah dan penyedap rasa makanan. Permasalahan yang dihadapi pada lahan PMK adalah pH termasuk masam, Al-dd yang tinggi, kandungan P yang rendah, kapasitas tukar kation yang rendah (KTK) dan tanah yang miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lumpur merah dan dosis pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang terbaik pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama adalah lumpur merah (M) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah pupuk NPK (F) yang terdiri dari 3 taraf. Perlakuan seluruhnya 9 kombinasi terdiri dari 3 ulangan dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, dengan demikian terdapat 108 tanaman. Faktor pertama: Lumpur Merah (M) terdiri dari 3 taraf: m1 = 1: 500 (0,016 kg/polybag) setara dengan 16 gram/polybag , m2 = 1: 750 (0,01067 kg/ polybag) setara dengan 10,67 gram/polybag, m3 = 1: 1000 (0,008 kg/polybag) setara dengan 8 gram/polybag. Faktor kedua: Pupuk NPK (F) terdiri dari 3 taraf: f1 = 0,0008 kg/tanaman setara denga 0,8 gram/tanaman, f2 = 0,0012 kg/tanaman setara dengan 1,2 gram/tanaman, f3 = 0,0016 kg/tanaman setara dengan 1,6 gram/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian lumpur merah dan NPK  terjadi interaksi pada variabel jumlah anakan minggu ke 4 dan minggu ke 6 sedangkan pada variabel jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi, berat basah dan berat kering angin berpengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada pemberian lumpur merah 8 g/tanaman dan NPK 1,6 g/tanaman.
Uji Banding Pengaruh Pupuk Kotoran Ayam dan Tanpa Pupuk terhadap Sifat Fisika Tanah Sawah dan Produksi Padi di Desa Sungai Awan Kanan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang Indra Wahyudi; Bambang Widiaraso; Urai Suci Yulies
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66271

Abstract

Tanaman  padi  (Oryzae  sativa L.)  merupakan  tanaman  pangan  sebagai  sumber energi yang umumnya dikonsumsi masyarakat Indonesia.Padi lokal yang berkembang di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat adalah Argo Pawan. Peningkatan produksi tanaman, khususnya padi adalah dengan menggunakan pupuk yaitu pupuk urea dan kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisika tanah pertumbuhan dan produksi padi sawah di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang lahan padi sawah yang dipupuk dengan kotoran ayam dan pupuk urea. Penelitian dilaksanakan di Desa Sungai Awan kanan bertempat di DEM Area Percontohan Pertanian Terpadu Kecamatan Muara Pawan pada tanah Entisol / Aluvial di areal tanaman padi sawah dengan varietas lokal Argo pawan, serta di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dengan lama penelitian berlangsung selama 3 bulan. Titik pengamatan pada tanah sawah yang ditanami padi tersebut terdiri satu petak sawah yang ditanami padi dengan menggunakan pupuk kotoran ayam dan  pupuk urea. Pengukuran sampel tanaman yang terdapat pada areal sawah dengan ukuran 1 ha digunakan metode diagonal yang diambil 5 titik sampel yaitu empat sisi dan di tengah masing masing 6 petakan sehingga dalam 1 ha lahan areal sawah terdapat 30 petakan dengan ukuran 2,5 m x 2,5 m. Parameter penelitian yaitu sifat fisika tanah yang meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas total tanah,  kadar air tanah kapasitas lapang dan permeabilitas tanah, sifat kimia tanah yang diamati meliputi reaksi pH tanah, C-Organik, N dan C/N sedangkan pertumbuhan tanaman padi meliputi tinggi tanaman dan jumlah anakan padi, produksi padi yang diamati meliputi berat bobot kering panen (BKP), berat bobot kering giling (BKG), bobot 1000 butir gabah dan hasil gabah ubinan. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian pupuk kotoran ayam berbeda tidak nyata dibandingkan pemberian pupuk urea dalam memperbaiki sifat fisika tanah yang meliputi tekstur tanah, bobot isi tanah, porositas tanah, kadar air tanah kapasitas lapang, permeabilitas tanah dan kimia tanah yang meliputi pH, C-Organik, N total dan C/N rasio lahan sawah di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Pemberian pupuk kotoran ayam berbeda nyata dibandingkan pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan dan produksi padi di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang.
PENGARUH FORMULASI NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK TANAMAN MINT PADA SISTEM HIDROPONIK SUMBU Dede Parianto; Basuni Basuni; Nurjani Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69112

Abstract

Tanaman mint merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat karena menghasilkan minyak atsiri, oleh karena itu perlu dilakukan perbanyakan tanaman dalam menunjang keperluan mint dengan cara perbanyakan tanaman mint dengan cara stek dan dihaapkan dapat tumbuh seperti induknya serta mudah dibudidayakan. Selain itu perbanyakkan dapat dilakukan dengan sistem hidroponik sumbu dengan memformulasikan nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman mint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh formlasi nutrisi terhadap tanaman mint pada sistem hidroponik sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Sungai Raya Dalam Gang Raya VI yang berlangsung 24 Nopember hingga 28 Desember 2021. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap  (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, 4 ulangan dan 8 tanaman sampel per unit perlakuan. Formulasi nutrisi yang digunakan diantaranya A = Rasio  NPK 3:1:4,5 dengan N-Total 250,39 ppm, B = Rasio NPK 3:1:4,5 dengan N-total 296,19 ppm, C = Rasio NPK 4:1:5 dengan N-Total 248,48 ppm, D = Rasio NPK 4:1:5 dengan N-Total 298,27 ppm, E = Rasio NPK 5:1:8 dengan N-Total 250,68 ppm. Variabel yang diamati adalah persentase stek hidup, jumlah daun, tinggi tanaman, berat segar, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan formulasi nutrisi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun minggu ke 3 dan tinggi tanaman pada minggu ke 2, ke 4 dan ke 5 setelah tanam
Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Kelapa Sawit Di Desa Argo Mulyo Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Muhammad Irawan Sudrajat; Rini Hazrani; Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66932

Abstract

            Evaluasi lahan adalah usaha penilaian suatu lahan untuk penggunaan tertentu. Kesesuaian lahan adalah tingkat kecocokan lahan untuk penggunaan tertentu. Kesesuaian lahan dapat dinilai pada keadaan sekarang dan yang akan datang setelah diperbaiki. Kesesuaian lahan sangat perlu diperhatikan dalam berbudidaya agar bisa agar mendapatkan hasil yang optimal. Khususnya pada tanaman kelapa sawit, walaupun kelapa sawit dapat tumbuh pada keadaan lahan yang ada, tetapi setiap tanaman memiliki karakter yang membutuhkan persyaratan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit di wilayah Desa Argo Mulyo Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan matching. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara pengambilan sampel tanah di lapangan yang dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium. Kegiatan ini meliput empat tahap yaitu : Persiapan, Kegiatan lapangan, Analisis Laboratorium dan Pengolahan data pembuatan peta dan penyusunan laporan. Penelitian ini memiliki parameter fisika dan kimia. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kelapa sawit di daerah penelitian yaitu Kelas N1f(tidak sesuai) dan untuk kelas kesesuaian potensial pada lokasi penelitian S1 (sangat sesuai) lokasi penelitian pada SPT 1 dan SPT 2 memiliki luasan 100 ha.
KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KERAJINAN ANYAMAN AKAR KELADI AIR (Sagittaria Guyanensis) Endang Sulistyawati; Eva Dolorosa; Anita Suharyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67247

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen pada industri  kerajian anyaman akar keladi air (Sagittaria Guyanensis). Sampel dari penelitian ini terdiri dari 96 responden. Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil analisis data menunjukan bahwa hasil Importance Performance Analysis (IPA) yang menjadi prioritas utama yang harus ditingkatkanadalah keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan manfaat, akses transportasi kelokasi, periklanan. Tingkat Customer Satisfaction Index (CSI) dari atribut kepuasan konsumen secara keseluruan puas, ditunjukan oleh 72,1 persen. Tingkat kepuasan tertinggi adalah kualitas produk dengan skor rata-rata 3,900.sebaliknya atribut dengan tingkat kinerja terendah adalah akses transportasi kelokasi  dengan skor rata-rata 3,385.
PENINGKATAN VIABILITAS BENIH PORANG MELALUI MOISTURIZING EKSTRAK BAWANG MERAH Wilhelmina Arini; Purwaningsih Purwaningsih; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64308

Abstract

Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif menggunakan biji. Namun, kendala yang dihadapi perbanyakan secara generatif yaitu adanya masa dormansi pada benih porang. Upaya untuk mengatasi hal tersebut diperlukan perlakuan khusus untuk menyeragamkan dan meningkatkan viabilitas benih porang yang sedang dorman yaitu dengan metode moisturizing menggunakan ekstrak bawang merah sebagai zpt alami. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang merah terhadap peningkatan viabilitas benih porang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah konsentrasi ekstrak bawang merah (B) terdiri dari 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah: B0 = kontrol (moisturizing menggunakan air), B1 = moisturizing 30% ekstrak bawang merah, B2 = moisturizing 45% ekstrak bawang merah, B3 = moisturizing 60% ekstrak bawang merah, B4 = moisturizing 75% ekstrak bawang merah, B5 = moisturizing 90% ekstrak bawang merah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang plumula dan panjang radikula. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa moisturizing pada benih porang yang diberi perlakuan ekstrak bawang merah maupun yang tanpa diberikan ekstrak bawang merah dapat mematahkan dormansi benih porang dan meningkatkan pertumbuhan panjang plumula dan radikula benih porang. Konsentrasi yang efektif untuk pertumbuhan plumula dan radikula benih porang yaitu pada konsentrasi 45% ekstrak bawang merah.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LABU MADU (Cucurbita moschata) DI TANAH GAMBUT Eka Nuraini; Rini Susana; Basuni Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64509

Abstract

Labu Madu (Cucurbita moschata) merupakan komoditas tanaman hortikultura semusim dari keluarga Cucurbitaceae. Buah labu madu mengandung serat yang tinggi, antioksidan, beta karoten, vitamin A dan B kompleks.  Penggunaan tanah gambut sebagai    media tumbuh tanaman labu madu mempunyai banyak kendala diantaranya adalah  pH rendah, porositas tinggi dan rendahnya ketersediaan unsur hara. Satu diantara upaya untuk memperkecil porositas pada tanah gambut adalah dengan pemberian  bahan organik berupa pupuk kandang kambing dan pemberian pupuk NPK untuk menambah unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan interaksi antara pupuk kandang kambing dan pupuk NPK pada tanaman labu madu di tanah gambut serta mendapatkan dosis interaksi yang tepat    untuk pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian berlangsung lebih kurang 3 bulan yaitu dari bulan September sampai November 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kandang kambing (P) dan pupuk NPK (N), dengan masing-masing 3 taraf dan 3 ulangan. Taraf pupuk kandang kambing terdiri dari: 13; 15,5; dan 18 ton/ha, sedangkan taraf pupuk NPK terdiri dari: 375, 625, dan 875 kg/ha.  Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, volume akar, berat kering, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah per buah dan berat buah pertanaman. Pemberian pupuk kandang kambing dan pupuk NPK tidak menghasilkan interaksi untuk pertumbuhan dan hasil tanaman labu madu di tanah gambut. Dosis pupuk kandang kambing 13 ton/ha dan dosis pupuk NPK 375 kg/ha merupakan dosis yang paling efisien untuk pertumbuhan hasil tanaman labu madu di tanah gambut.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN PUPUK ZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALUVIAL Felisia Felisia; Radian Radian; Iwan Sasli
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67801

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculantum Mill) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat potensial sehingga banyak digemari dan dikembangkan di Indonesia. Selain dimanfaatkan sebagai sayuran, tomat juga dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik dan berbagai olahan makanan dan minuman. Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada berbagai kendala seperti sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik. Sifat fisik tanah alluvial bertekstur pejal dan tidak berbentuk serta permeabilitasnya yang lambat. Pupuk kotoran ayam sebagai bahan organik berperan penting dalam meningkatkan kemampuan tanah menahan air, memperbaiki drainase dan tata udara serta pada sifat kimianya yang meningkatkan unsur hara dan pH serta pada sifat biologinya yang meningkatkan jumlah dan aktivitas mikroorganisme. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak pada tanggal 6 September – 15 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri 2 faktor yaitu pupuk kotoran ayam (a) dan pupuk ZA (z). Pupuk kotoran ayam dengan 3 taraf perlakuan (a1= 20 ton/ha, a2= 25 ton/ha, a3= 30 ton/ha) dan faktor kedua adalah pemberian pupuk ZA dengan 3 taraf perlakuan (z1= 150 kg/ha, z2= 250 kg/ha, z3= 350 kg/ha). Sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan   diulang sebanyak 3 kali setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah, dan diameter buah. Berdasarkan hasil penelitian, pemberian pupuk kotoran ayam 25 ton/ha dengan pupuk za 250 kg/ha memberikan dosis terbaik terhadap variabel tinggi tanaman 3 MST, jumlah buah    per tanaman, berat buah pertanaman, dan berat buah per buah, sedangkan terhadap volume akar, tinggi tanaman 1 dan 2 MST, dan diameter buah memberikan respon yang sama pada tanaman tomat. 
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Reza Aquina; Riduansyah Riduansyah; Bambang Widiarso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66842

Abstract

Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yang dinilai secara menyeluruh dengan pengertian merupakan suatu pengenal majemuk lahan dan nilai kemampuan lahan berbeda untuk penggunaan yang berbeda. Kaitannya dalam pemenuhan kebutuhan manusia, maka kemampuan lahan terjabarkan menjadi pengertian daya dukung lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah lahan sawah di Kecamatan Sukadana terdapat 3 ordo tanah yaitu Inceptisol, Entisol, dan Ultisol dengan teridentifikasi kelas kemampuan lahan kelas II-s (SL 10) dengan luas 9,75 ha (0,38%), II-s,w (SL 5) dengan luas 462,09 (17,84%), III-s (SL 1, SL 3, SL 7, SL 8, dan SL 9) dengan luas 2091,65 ha (80,75) dan V-s (SL 6) dengan luas 26,73 (1,03%). Lahan kelas II ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada PERMEN LH NO 17 Tahun 2009. Lahan pada kelas III ini cocok dijadikan lahan sawah, sesuai dengan penggunaan lahan pada LH No 17 Tahun 2009. Lahan pada kelas V tidak di sarankan untuk tanaman semusim, tetapi lahan kelas V lebih sesuai untuk ditanami dengan vegetasi permanen seperti tanaman makanan ternak atau dihutankan. Ketersedian lahan sawah (SL) adalah 2.563,31 ha dan kebutuhan lahan sawah adalah 770,36 ha. Dengan demikian, maka diperoleh nilai SL > DL dan daya dukungnya dinyatakan surplus atau mencukupi. Dari hasil perhitungan daya dukung Kecamatan Sukadana mempunyai status yang mencukupi kebutuhan akan produksi beras terhadap penduduk yang tinggal di Kecamatan Sukadana. Hal ini dapat dikatakan bahwa ketersedian lahan di Kecamatan Sukadana lebih besar dari kebutuhan lahan. Kelas kemampuan lahan menunjukkan sebagian dari lahan sawah telah sesuai dengan kelas kemampuan lahannya, sehingga produktivitas lahannya juga baik.Kata kunci : Kemampuan Lahan, Daya Dukung, Lahan Sawah

Page 3 of 3 | Total Record : 30